Lompat ke isi

Sindrom hepatorenal: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26694479; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Sindrom hepatorenal''' () adalah sebuah [[sindrom]] yang dapat mengancam jiwa akibat dari menurunnya [[fungsi ginjal]] yang diinduksi oleh penyakit pada [[hati]]. [[Kematian]] penderita yang [[wafat]] dengan penyakit hati disebabkan oleh [[simtoma|peristiwa medis]] berupa [[gagal ginjal]]. Ketika hati [[meradang]], ginjal akan merespon dengan menurunkan aktivitasnya dengan menahan [[ekskresi]] [[sodium]] dan [[air]], menurunkan [[aliran darah renal]] dan [[laju ekskresi renal#laju filtrasi glomerular|GFR]] hingga terjadi disfungsi.
[[File:Cirrhosis_high_mag.jpg|thumb|right|280px|Cirrhosis high mag]]


Istilah "sindrom hepatorenal" pertama kali digunakan pada tahun 1939 untuk menjelaskan gagal ginjal setelah [[bedah]] [[empedu]] atau [[trauma]] hepatik, kemudian dikembangkan untuk menjelaskan jenis lain [[gagal ginjal akut]] pada penyakit hepatik. Pada tahun 1996 ''the International Ascites Club'' menyodorkan definisi baru beserta kriteria [[diagnosa]] sebagai disfungsi ginjal yang berkembang pada penderita [[sirosis hati]] tingkat lanjut.
'''Sindrom hepatorenal''' () adalah sebuah [[sindrom]] yang dapat mengancam jiwa akibat dari menurunnya [[fungsi ginjal]] yang diinduksi oleh penyakit pada [[hati]]. [[Kematian]] penderita yang [[wafat]] dengan penyakit hati disebabkan oleh [[simtoma|peristiwa medis]] berupa [[gagal ginjal]].<ref>W. Wayne Lautt. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK53063 Hepatic Circulation - Physiology and Pathophysiology]. ''University of Manitoba''. Morgan & Claypool Publishers;. 2009-2010. hlm. Chapter 13 Hepatorenal Syndrome. ISBN 1-85996-252-1.</ref> Ketika hati [[meradang]], ginjal akan merespon dengan menurunkan aktivitasnya dengan menahan [[ekskresi]] [[sodium]] dan [[air]], menurunkan [[aliran darah renal]] dan [[laju ekskresi renal#laju filtrasi glomerular|GFR]] hingga terjadi disfungsi.
 
Istilah "sindrom hepatorenal" pertama kali digunakan pada tahun 1939 untuk menjelaskan gagal ginjal setelah [[bedah]] [[empedu]] atau [[trauma]] hepatik, kemudian dikembangkan untuk menjelaskan jenis lain [[gagal ginjal akut]] pada penyakit hepatik.<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1904420 Hepatorenal Syndrome]. ''Department of Chemical Pathology, The Chinese University of Hong Kong, Prince of Wales Hospital,; Charles KF Ng, Michael HM Chan, Morris HL Tai, and Christopher WK Lam''.</ref> Pada tahun 1996 ''the International Ascites Club'' menyodorkan definisi baru beserta kriteria [[diagnosa]] sebagai disfungsi ginjal yang berkembang pada penderita [[sirosis hati]] tingkat lanjut.


HRS terbagi menjadi dua tipe. Tipe 1 ditandai dengan penurunan fungsi ginjal dengan cepat dan progresif dengan peningkatan serum [[kreatinina]] yang sangat cepat di atas 221 μmol/L dalam waktu kurang dari 2 minggu. Nilai GFR biasanya berada di bawah 20 mL/menit. HRS tipe 2 memiliki serum kreatinina di bawah 221 μmol/L dengan ''diuretic-resistant ascites''.
HRS terbagi menjadi dua tipe. Tipe 1 ditandai dengan penurunan fungsi ginjal dengan cepat dan progresif dengan peningkatan serum [[kreatinina]] yang sangat cepat di atas 221 μmol/L dalam waktu kurang dari 2 minggu. Nilai GFR biasanya berada di bawah 20 mL/menit. HRS tipe 2 memiliki serum kreatinina di bawah 221 μmol/L dengan ''diuretic-resistant ascites''.


[[Patofisiologi]] HRS masih belum diketahui benar, tetapi terdapat [[hipotesis]] bahwa HRS disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah di dalam ginjal dan disfungsi perfusi glomerular yang diinduksi oleh [[endotelin-1]].
[[Patofisiologi]] HRS masih belum diketahui benar, tetapi terdapat [[hipotesis]] bahwa HRS disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah di dalam ginjal dan disfungsi perfusi glomerular yang diinduksi oleh [[endotelin-1]].
 
<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1774918 Endothelin and vascular function in liver disease]. ''Centre for Hepatology, Royal Free and University College Medical School; K Moore''.</ref>


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 12: Baris 14:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sindrom+hepatorenal&oldid=26694479 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26694479 (2024-12-27T09:35:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sindrom+hepatorenal&oldid=26694479 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26694479 (2024-12-27T09:35:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.02

Cirrhosis high mag

Sindrom hepatorenal () adalah sebuah sindrom yang dapat mengancam jiwa akibat dari menurunnya fungsi ginjal yang diinduksi oleh penyakit pada hati. Kematian penderita yang wafat dengan penyakit hati disebabkan oleh peristiwa medis berupa gagal ginjal.[1] Ketika hati meradang, ginjal akan merespon dengan menurunkan aktivitasnya dengan menahan ekskresi sodium dan air, menurunkan aliran darah renal dan GFR hingga terjadi disfungsi.

Istilah "sindrom hepatorenal" pertama kali digunakan pada tahun 1939 untuk menjelaskan gagal ginjal setelah bedah empedu atau trauma hepatik, kemudian dikembangkan untuk menjelaskan jenis lain gagal ginjal akut pada penyakit hepatik.[2] Pada tahun 1996 the International Ascites Club menyodorkan definisi baru beserta kriteria diagnosa sebagai disfungsi ginjal yang berkembang pada penderita sirosis hati tingkat lanjut.

HRS terbagi menjadi dua tipe. Tipe 1 ditandai dengan penurunan fungsi ginjal dengan cepat dan progresif dengan peningkatan serum kreatinina yang sangat cepat di atas 221 μmol/L dalam waktu kurang dari 2 minggu. Nilai GFR biasanya berada di bawah 20 mL/menit. HRS tipe 2 memiliki serum kreatinina di bawah 221 μmol/L dengan diuretic-resistant ascites.

Patofisiologi HRS masih belum diketahui benar, tetapi terdapat hipotesis bahwa HRS disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah di dalam ginjal dan disfungsi perfusi glomerular yang diinduksi oleh endotelin-1. [3]

Pranala luar

Referensi

  1. W. Wayne Lautt. Hepatic Circulation - Physiology and Pathophysiology. University of Manitoba. Morgan & Claypool Publishers;. 2009-2010. hlm. Chapter 13 Hepatorenal Syndrome. ISBN 1-85996-252-1.
  2. Hepatorenal Syndrome. Department of Chemical Pathology, The Chinese University of Hong Kong, Prince of Wales Hospital,; Charles KF Ng, Michael HM Chan, Morris HL Tai, and Christopher WK Lam.
  3. Endothelin and vascular function in liver disease. Centre for Hepatology, Royal Free and University College Medical School; K Moore.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26694479 (2024-12-27T09:35:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.