Katabolisme: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28759963; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Katabolisme''' adalah [[lintasan metabolisme]] yang merombak suatu [[substrat]] kompleks [[molekul]] [[senyawa organik|organik]] menjadi komponen-komponen penyusunnya sambil melepaskan [[energi]], pada umumnya berupa [[adenosina trifosfat|ATP]]. Pada lintasan katabolisme, molekul berukuran besar seperti [[polisakarida]], [[lipid]], [[asam nukleat]] dan [[protein]] akan terombak menjadi beberapa [[molekul]] yang lebih kecil seperti [[monosakarida]], [[asam lemak]], [[nukleotida]], dan [[asam amino]]. Katabolisme merupakan urutan reaksi yang dikatalis oleh [[enzim]] di mana molekul yang relatif besar dalam sel hidup yang dipecah atau didegradasi. Energi kimia yang telah dilepaskan dari proses katabolisme adalah ''adenosine tri-phosphate'' (ATP). Pelepasan energi terjadi melalui tiga fase, yaitu: pertama, molekul yang berukuran besar seperti [[protein]], [[polisakarida]], dan [[lipid]] dipecah, di samping itu terdapat energi kecil yang dilepaskan berupa [[panas]]. Kedua, molekul yang kecil dioksida dan membebaskan ATP serta [[energi panas]], dan membentuk salah satu dari tiga senyaw berikut: [[asetat]], oksaloasetat, atau oksoglutarat. Terjadi [[oksidasi]] selama fase tiga. | '''Katabolisme''' adalah [[lintasan metabolisme]] yang merombak suatu [[substrat]] kompleks [[molekul]] [[senyawa organik|organik]] menjadi komponen-komponen penyusunnya sambil melepaskan [[energi]], pada umumnya berupa [[adenosina trifosfat|ATP]]. Pada lintasan katabolisme, molekul berukuran besar seperti [[polisakarida]], [[lipid]], [[asam nukleat]] dan [[protein]] akan terombak menjadi beberapa [[molekul]] yang lebih kecil seperti [[monosakarida]], [[asam lemak]], [[nukleotida]], dan [[asam amino]].<ref>[http://www.chem.qmul.ac.uk/iupac/bioinorg/CD.html#8 IUPAC Recommendations 1997 - GLOSSARY OF TERMS USED IN BIOINORGANIC CHEMISTRY]. ''Queen Mary University of London''.</ref> Katabolisme merupakan urutan reaksi yang dikatalis oleh [[enzim]] di mana molekul yang relatif besar dalam sel hidup yang dipecah atau didegradasi. Energi kimia yang telah dilepaskan dari proses katabolisme adalah ''adenosine tri-phosphate'' (ATP). Pelepasan energi terjadi melalui tiga fase, yaitu: pertama, molekul yang berukuran besar seperti [[protein]], [[polisakarida]], dan [[lipid]] dipecah, di samping itu terdapat energi kecil yang dilepaskan berupa [[panas]]. Kedua, molekul yang kecil dioksida dan membebaskan ATP serta [[energi panas]], dan membentuk salah satu dari tiga senyaw berikut: [[asetat]], oksaloasetat, atau oksoglutarat. Terjadi [[oksidasi]] selama fase tiga.<ref>[https://www.britannica.com/science/catabolism catabolism Definition & Metabolism]. ''Encyclopedia Britannica''.</ref> | ||
Katabolisme merupakan proses ketika tubuh mencerna makanan menjadi molekul-molekul kecil di dalam tubuh untuk digunakan sebagai energi atau penguraian [[karbohidrat]]. Molekul-molekul yang besar dan rumit dalam tubuh itu kemudian dipecah menjadi yang lebih kecil dan sederhana. Contoh proses katabolisme sama seperti halnya [[karbohidrat]] dari nasi yang masuk ke dalam tubuh. Karbohidrat kemudian diubah menjadi [[disakarida]] dan dipecah lagi menjadi [[monosakarida]] ([[glukosa]]). Adapun penyebab katabolisme berjalan lambat adalah kurang gerak dan beraktivitas, kurangnya [[kalori]] yang diasup oleh tubuh, kurang tidur, [[stress]] dan mengkonsumsi [[Obat|obat-obat]] tertentu. | Katabolisme merupakan proses ketika tubuh mencerna makanan menjadi molekul-molekul kecil di dalam tubuh untuk digunakan sebagai energi atau penguraian [[karbohidrat]]. Molekul-molekul yang besar dan rumit dalam tubuh itu kemudian dipecah menjadi yang lebih kecil dan sederhana. Contoh proses katabolisme sama seperti halnya [[karbohidrat]] dari nasi yang masuk ke dalam tubuh. Karbohidrat kemudian diubah menjadi [[disakarida]] dan dipecah lagi menjadi [[monosakarida]] ([[glukosa]]). Adapun penyebab katabolisme berjalan lambat adalah kurang gerak dan beraktivitas, kurangnya [[kalori]] yang diasup oleh tubuh, kurang tidur, [[stress]] dan mengkonsumsi [[Obat|obat-obat]] tertentu.<ref>Novita Joseph. [https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/apa-itu-katabolisme/ Katabolisme, Proses Tubuh untuk Mendapatkan Energi]. ''Hello Sehat''. 2018-11-23.</ref> | ||
Dalam proses katabolisme terdapat proses [[respirasi]] selular atau [[respirasi sel]]. Respirasi sel melakukan proses perombakan molekul organik kompleks yang kaya akan energi potensial menjadi produk [[limbah]] yang berenergi lebih rendah pada tingkat selular. Respirasi sel memiliki empat tahapan yaitu [[glikolisis]], [[dekarboksilasi oksidatif]], [[Siklus asam sitrat|siklus krebs]] dan peralihan [[elektron]]. | Dalam proses katabolisme terdapat proses [[respirasi]] selular atau [[respirasi sel]]. Respirasi sel melakukan proses perombakan molekul organik kompleks yang kaya akan energi potensial menjadi produk [[limbah]] yang berenergi lebih rendah pada tingkat selular. Respirasi sel memiliki empat tahapan yaitu [[glikolisis]], [[dekarboksilasi oksidatif]], [[Siklus asam sitrat|siklus krebs]] dan peralihan [[elektron]].<ref>Melinda Mareta Sari. [https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jbmstr/article/view/30515 Kestabilan Lyapunov pada Pemodelan Respirasi Selular dengan Petri NET Berwaktu]. ''Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya''. 2019-01-02. Vol. 8 (1). hlm. 35. doi:10.26418/bbimst.v8i1.30515.</ref> | ||
== Prinsip == | == Prinsip == | ||
Katabolisme bekerja dengan menggunakan prinsip reaksi reduksi-oksidasi ([[redoks]]). Dalam reaksi diperlukan [[akseptor elektron]] untuk menerima elektron dari reaksi oksidasi bahan organik. Jenis akseptor elektron yang digunakan adalah NAD (nikotinamida adenin dinukleotida), FAD (flavin adenin dinukleotida), Ubikuinon, Sitokrom, atau Oksigen. | Katabolisme bekerja dengan menggunakan prinsip reaksi reduksi-oksidasi ([[redoks]]). Dalam reaksi diperlukan [[akseptor elektron]] untuk menerima elektron dari reaksi oksidasi bahan organik. Jenis akseptor elektron yang digunakan adalah NAD (nikotinamida adenin dinukleotida), FAD (flavin adenin dinukleotida), Ubikuinon, Sitokrom, atau Oksigen.<ref>Susilawati dan Bachtiar, N. [http://repository.uin-suska.ac.id/26091/1/Buku%20Biologi%20Dasar%20Terintegrasi.pdf Biologi Dasar Terintegrasi]. Kreasi Edukasi. 2018. hlm. 79. ISBN 978-602-6879-99-8.</ref> | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Katabolisme&oldid=28759963 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28759963 (2025-12-31T02:37:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Katabolisme&oldid=28759963 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28759963 (2025-12-31T02:37:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.03
Katabolisme adalah lintasan metabolisme yang merombak suatu substrat kompleks molekul organik menjadi komponen-komponen penyusunnya sambil melepaskan energi, pada umumnya berupa ATP. Pada lintasan katabolisme, molekul berukuran besar seperti polisakarida, lipid, asam nukleat dan protein akan terombak menjadi beberapa molekul yang lebih kecil seperti monosakarida, asam lemak, nukleotida, dan asam amino.[1] Katabolisme merupakan urutan reaksi yang dikatalis oleh enzim di mana molekul yang relatif besar dalam sel hidup yang dipecah atau didegradasi. Energi kimia yang telah dilepaskan dari proses katabolisme adalah adenosine tri-phosphate (ATP). Pelepasan energi terjadi melalui tiga fase, yaitu: pertama, molekul yang berukuran besar seperti protein, polisakarida, dan lipid dipecah, di samping itu terdapat energi kecil yang dilepaskan berupa panas. Kedua, molekul yang kecil dioksida dan membebaskan ATP serta energi panas, dan membentuk salah satu dari tiga senyaw berikut: asetat, oksaloasetat, atau oksoglutarat. Terjadi oksidasi selama fase tiga.[2]
Katabolisme merupakan proses ketika tubuh mencerna makanan menjadi molekul-molekul kecil di dalam tubuh untuk digunakan sebagai energi atau penguraian karbohidrat. Molekul-molekul yang besar dan rumit dalam tubuh itu kemudian dipecah menjadi yang lebih kecil dan sederhana. Contoh proses katabolisme sama seperti halnya karbohidrat dari nasi yang masuk ke dalam tubuh. Karbohidrat kemudian diubah menjadi disakarida dan dipecah lagi menjadi monosakarida (glukosa). Adapun penyebab katabolisme berjalan lambat adalah kurang gerak dan beraktivitas, kurangnya kalori yang diasup oleh tubuh, kurang tidur, stress dan mengkonsumsi obat-obat tertentu.[3]
Dalam proses katabolisme terdapat proses respirasi selular atau respirasi sel. Respirasi sel melakukan proses perombakan molekul organik kompleks yang kaya akan energi potensial menjadi produk limbah yang berenergi lebih rendah pada tingkat selular. Respirasi sel memiliki empat tahapan yaitu glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus krebs dan peralihan elektron.[4]
Prinsip
Katabolisme bekerja dengan menggunakan prinsip reaksi reduksi-oksidasi (redoks). Dalam reaksi diperlukan akseptor elektron untuk menerima elektron dari reaksi oksidasi bahan organik. Jenis akseptor elektron yang digunakan adalah NAD (nikotinamida adenin dinukleotida), FAD (flavin adenin dinukleotida), Ubikuinon, Sitokrom, atau Oksigen.[5]
Referensi
- ↑ IUPAC Recommendations 1997 - GLOSSARY OF TERMS USED IN BIOINORGANIC CHEMISTRY. Queen Mary University of London.
- ↑ catabolism Definition & Metabolism. Encyclopedia Britannica.
- ↑ Novita Joseph. Katabolisme, Proses Tubuh untuk Mendapatkan Energi. Hello Sehat. 2018-11-23.
- ↑ Melinda Mareta Sari. Kestabilan Lyapunov pada Pemodelan Respirasi Selular dengan Petri NET Berwaktu. Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya. 2019-01-02. Vol. 8 (1). hlm. 35. doi:10.26418/bbimst.v8i1.30515.
- ↑ Susilawati dan Bachtiar, N. Biologi Dasar Terintegrasi. Kreasi Edukasi. 2018. hlm. 79. ISBN 978-602-6879-99-8.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28759963 (2025-12-31T02:37:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.