Lompat ke isi

Glikosida: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29618316; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Glikosida''' merupakan zat kompleks yang mengandung [[gula]] yang ditemukan pada beberapa [[tumbuhan]]. Berbagai tumbuhan mengandung zat [[farmakologi]]s aktif, seperti [[digitalis]] dari [[kecubung ungu]] (digitalis).
[[File:Glycosides_formation.jpg|thumb|right|280px|Glycosides formation]]
Glikosida dibentuk oleh [[eliminasi]] air antara [[hidroksil anomerik]] dari [[monosakarida]] [[siklik]] dan [[gugus hidroksil]] dari [[senyawa]] lain. Glikosida tidak mengalami [[mutarotasi]] tanpa adanya [[katalis]] [[asam]], sehingga mereka tetap terkunci pada konfigurasinya. Gugus hidroksil pada karbon anomerik dapat mengalami perubahan orientasi dari posisinya. Perubahan ini disebut mutarotasi. [[Obligasi]] [[glikosidik]] sangat umum dalam jaringan tanaman dan [[hewan]]. Banyak glikosida dikenal. Beberapa, seperti ouabain atau amygdalin sangat beracun. Lainnya, seperti [[oligosakarida]] umum dan [[polisakarida]] yang ditemukan dalam sel-sel tubuh.
Glikosida banyak digunakan sebagai [[obat]]. Glikosida ditemukan pada kebanyakan [[jaringan tumbuhan]] dengan jumlah yang sangat sedikit. Selain pada pada sel tumbuhan, glikosida juga terdapat pada sel [[jamur]], [[bakteri]], dan hewan. Glikosida ini dibentuk dari reaksi [[biokimia]] yang membuat senyawa yang lebih [[polar]] daripada [[air]] terlarut dalam molekul.
Tanaman dengan kandungan glikosida tinggi digunakan sebagai suatu obat dengan suatu efek terapi karena memiliki efek [[bioaktif]]. Glikosida memiliki efek terapi pada dosis yang rendah dan memiliki dosis [[toksik]] dengan [[dosis]] tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa glikosida ini memiliki [[indeks terapi]] yang sempit.


Jenis-jenis glikosida berdasarkan bagian aglikonnya antara lain flavonoid, antrakuinon, saponin, dan kumarin.
'''Glikosida''' merupakan zat kompleks yang mengandung [[gula]] yang ditemukan pada beberapa [[tumbuhan]].<ref>Chris Brooker. ''Ensiklopedia Keperawatan''. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2009. ISBN 978-979-448-912-3.</ref> Berbagai tumbuhan mengandung zat [[farmakologi]]s aktif, seperti [[digitalis]] dari [[kecubung ungu]] (digitalis).<ref>Chris Brooker. ''Ensiklopedia Keperawatan''. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2009. ISBN 978-979-448-912-3.</ref>
Glikosida dibentuk oleh [[eliminasi]] air antara [[hidroksil anomerik]] dari [[monosakarida]] [[siklik]] dan [[gugus hidroksil]] dari [[senyawa]] lain.<ref>Mathews, Van Holde, Ahern. [http://www.pearsonhighered.com/mathews/ch09/c09gb.htm Glycosides and Glycosidic Bonds].</ref> Glikosida tidak mengalami [[mutarotasi]] tanpa adanya [[katalis]] [[asam]], sehingga mereka tetap terkunci pada konfigurasinya.<ref>Mathews, Van Holde, Ahern. [http://www.pearsonhighered.com/mathews/ch09/c09gb.htm Glycosides and Glycosidic Bonds].</ref> Gugus hidroksil pada karbon anomerik dapat mengalami perubahan orientasi dari posisinya.<ref>Mathews, Van Holde, Ahern. [http://www.pearsonhighered.com/mathews/ch09/c09gb.htm Glycosides and Glycosidic Bonds].</ref> Perubahan ini disebut mutarotasi.<ref>Mathews, Van Holde, Ahern. [http://www.pearsonhighered.com/mathews/ch09/c09gb.htm Glycosides and Glycosidic Bonds].</ref> [[Obligasi]] [[glikosidik]] sangat umum dalam jaringan tanaman dan [[hewan]].<ref>Mathews, Van Holde, Ahern. [http://www.pearsonhighered.com/mathews/ch09/c09gb.htm Glycosides and Glycosidic Bonds].</ref> Banyak glikosida dikenal. Beberapa, seperti ouabain atau amygdalin sangat beracun.<ref>Mathews, Van Holde, Ahern. [http://www.pearsonhighered.com/mathews/ch09/c09gb.htm Glycosides and Glycosidic Bonds].</ref> Lainnya, seperti [[oligosakarida]] umum dan [[polisakarida]] yang ditemukan dalam sel-sel tubuh.<ref>Mathews, Van Holde, Ahern. [http://www.pearsonhighered.com/mathews/ch09/c09gb.htm Glycosides and Glycosidic Bonds].</ref>
Glikosida banyak digunakan sebagai [[obat]].<ref>Anna Drew. [http://www.sciensage.info/doc_file/1276193323P3+L12-13+Glycosides+Anthracenes.pdf Glycosides].</ref> Glikosida ditemukan pada kebanyakan [[jaringan tumbuhan]] dengan jumlah yang sangat sedikit.<ref>Anna Drew. [http://www.sciensage.info/doc_file/1276193323P3+L12-13+Glycosides+Anthracenes.pdf Glycosides].</ref> Selain pada pada sel tumbuhan, glikosida juga terdapat pada sel [[jamur]], [[bakteri]], dan hewan.<ref>Anna Drew. [http://www.sciensage.info/doc_file/1276193323P3+L12-13+Glycosides+Anthracenes.pdf Glycosides].</ref> Glikosida ini dibentuk dari reaksi [[biokimia]] yang membuat senyawa yang lebih [[polar]] daripada [[air]] terlarut dalam molekul.<ref>Anna Drew. [http://www.sciensage.info/doc_file/1276193323P3+L12-13+Glycosides+Anthracenes.pdf Glycosides].</ref>
Tanaman dengan kandungan glikosida tinggi digunakan sebagai suatu obat dengan suatu efek terapi karena memiliki efek [[bioaktif]].<ref>Anna Drew. [http://www.sciensage.info/doc_file/1276193323P3+L12-13+Glycosides+Anthracenes.pdf Glycosides].</ref> Glikosida memiliki efek terapi pada dosis yang rendah dan memiliki dosis [[toksik]] dengan [[dosis]] tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa glikosida ini memiliki [[indeks terapi]] yang sempit.<ref>Anna Drew. [http://www.sciensage.info/doc_file/1276193323P3+L12-13+Glycosides+Anthracenes.pdf Glycosides].</ref>


== Rujukan ==
Jenis-jenis glikosida berdasarkan bagian aglikonnya antara lain flavonoid, antrakuinon, saponin, dan kumarin.<ref>Haroon Khan. [https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0024320518300195 Targeting BDNF modulation by plant glycosides as a novel therapeutic strategy in the treatment of depression]. ''Life Sciences''. 2018/03/01. Vol. 196. hlm. 18-27. doi:10.1016/j.lfs.2018.01.013.</ref>


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Glikosida&oldid=29618316 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29618316 (2026-08-23T01:10:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Glikosida&oldid=29618316 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29618316 (2026-08-23T01:10:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.06

Glycosides formation

Glikosida merupakan zat kompleks yang mengandung gula yang ditemukan pada beberapa tumbuhan.[1] Berbagai tumbuhan mengandung zat farmakologis aktif, seperti digitalis dari kecubung ungu (digitalis).[2] Glikosida dibentuk oleh eliminasi air antara hidroksil anomerik dari monosakarida siklik dan gugus hidroksil dari senyawa lain.[3] Glikosida tidak mengalami mutarotasi tanpa adanya katalis asam, sehingga mereka tetap terkunci pada konfigurasinya.[4] Gugus hidroksil pada karbon anomerik dapat mengalami perubahan orientasi dari posisinya.[5] Perubahan ini disebut mutarotasi.[6] Obligasi glikosidik sangat umum dalam jaringan tanaman dan hewan.[7] Banyak glikosida dikenal. Beberapa, seperti ouabain atau amygdalin sangat beracun.[8] Lainnya, seperti oligosakarida umum dan polisakarida yang ditemukan dalam sel-sel tubuh.[9] Glikosida banyak digunakan sebagai obat.[10] Glikosida ditemukan pada kebanyakan jaringan tumbuhan dengan jumlah yang sangat sedikit.[11] Selain pada pada sel tumbuhan, glikosida juga terdapat pada sel jamur, bakteri, dan hewan.[12] Glikosida ini dibentuk dari reaksi biokimia yang membuat senyawa yang lebih polar daripada air terlarut dalam molekul.[13] Tanaman dengan kandungan glikosida tinggi digunakan sebagai suatu obat dengan suatu efek terapi karena memiliki efek bioaktif.[14] Glikosida memiliki efek terapi pada dosis yang rendah dan memiliki dosis toksik dengan dosis tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa glikosida ini memiliki indeks terapi yang sempit.[15]

Jenis-jenis glikosida berdasarkan bagian aglikonnya antara lain flavonoid, antrakuinon, saponin, dan kumarin.[16]

Referensi

  1. ↑ Chris Brooker. Ensiklopedia Keperawatan. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2009. ISBN 978-979-448-912-3.
  2. ↑ Chris Brooker. Ensiklopedia Keperawatan. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2009. ISBN 978-979-448-912-3.
  3. ↑ Mathews, Van Holde, Ahern. Glycosides and Glycosidic Bonds.
  4. ↑ Mathews, Van Holde, Ahern. Glycosides and Glycosidic Bonds.
  5. ↑ Mathews, Van Holde, Ahern. Glycosides and Glycosidic Bonds.
  6. ↑ Mathews, Van Holde, Ahern. Glycosides and Glycosidic Bonds.
  7. ↑ Mathews, Van Holde, Ahern. Glycosides and Glycosidic Bonds.
  8. ↑ Mathews, Van Holde, Ahern. Glycosides and Glycosidic Bonds.
  9. ↑ Mathews, Van Holde, Ahern. Glycosides and Glycosidic Bonds.
  10. ↑ Anna Drew. Glycosides.
  11. ↑ Anna Drew. Glycosides.
  12. ↑ Anna Drew. Glycosides.
  13. ↑ Anna Drew. Glycosides.
  14. ↑ Anna Drew. Glycosides.
  15. ↑ Anna Drew. Glycosides.
  16. ↑ Haroon Khan. Targeting BDNF modulation by plant glycosides as a novel therapeutic strategy in the treatment of depression. Life Sciences. 2018/03/01. Vol. 196. hlm. 18-27. doi:10.1016/j.lfs.2018.01.013.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29618316 (2026-08-23T01:10:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.