Leukotriena: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29568299; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Leukotriene_A4.svg|thumb|right|280px|Leukotriena A 4 . Perhatikan empat ikatan rangkap, tiga di antaranya terkonjugasi. Struktur ini umum pada A4, B4, C4, D4, dan E4]] | |||
Leukotriena | '''Leukotriena''' adalah famili [[Radang|mediator inflamasi]] [[eikosanoid]] yang diproduksi dalam [[sel darah putih]] oleh [[Redoks|oksidasi]] [[asam arakidonat]] (AA) dan [[asam lemak esensial]] yaitu [[asam eikosapentanoat]] (EPA) oleh [[enzim]] [[5-lipokigenase arakidonat]].<ref>H. Loick. ''Die Eicosanoide als Mediatoren beim ARDS''. ''Anästhesiologie, Intensivmedizin, Notfallmedizin, Schmerztherapie''. 1994. Vol. 29 (1). hlm. 3–9. doi:10.1055/s-2007-996677.</ref><ref>John A Salmon. [http://bmb.oxfordjournals.org/cgi/pmidlookup?view=long&pmid=2825898 Prostaglandins and leukotrienes as inflammatory mediators]. ''British Medical Bulletin''. 1987. Vol. 43 (2). hlm. 285–96. doi:10.1093/oxfordjournals.bmb.a072183.</ref><ref>Paul M. O'Byrne. [https://archive.org/details/sim_annals-of-internal-medicine_1997-09-15_127_6/page/472 Antileukotrienes in the treatment of asthma]. ''Annals of Internal Medicine''. 1997. Vol. 127 (6). hlm. 472–80. doi:10.7326/0003-4819-127-6-199709150-00009.</ref> | ||
Salah satu peran mereka (khususnya, [[Leukotriena D4|leukotriena D<sub>4</sub>]]) adalah memicu kontraksi pada otot polos yang melapisi bronkiolus; produksi berlebih leukotriena merupakan penyebab utama peradangan pada [[asma]] dan [[rhinitis]] alergik. [[Antagonis leukotriena]] digunakan untuk mengobati gangguan ini dengan menghambat produksi atau aktivitas leukotriena. | Leukotriena menggunakan [[persinyalan lipid]] untuk menyampaikan informasi baik ke sel yang memproduksinya ([[persinyalan autokrin]]) atau sel-sel tetangga ([[persinyalan parakrin]]) untuk mengatur respons imun. Produksi leukotriena biasanya disertai dengan produksi [[histamin]] dan [[prostaglandin]], yang juga bertindak sebagai mediator inflamasi.<ref>Martha White. [https://www.jacionline.org/article/S0091-6749(99)70215-0/pdf Mediators of inflammation and the inflammatory process]. ''The Journal of Allergy and Clinical Immunology''. 1999. Vol. 103.</ref> | ||
Salah satu peran mereka (khususnya, [[Leukotriena D4|leukotriena D<sub>4</sub>]]) adalah memicu kontraksi pada otot polos yang melapisi bronkiolus; produksi berlebih leukotriena merupakan penyebab utama peradangan pada [[asma]] dan [[rhinitis]] alergik.<ref>David L. Nelson. [https://archive.org/details/lehningerprincip00lehn_1/page/359 Lehninger Principles of Biochemistry]. Macmillan. 2008. hlm. [https://archive.org/details/lehningerprincip00lehn_1/page/359 359]. ISBN 978-0-7167-7108-1.</ref> [[Antagonis leukotriena]] digunakan untuk mengobati gangguan ini dengan menghambat produksi atau aktivitas leukotriena.<ref>''Antileukotriene agents for the treatment of lung disease''. ''Am. J. Respir. Crit. Care Med''. September 2018. Vol. 188 (5). hlm. 538–544. doi:10.1164/rccm.201301-0023PP.</ref> | |||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Leukotriena&oldid=29568299 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29568299 (2026-08-12T22:39:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.06
Leukotriena adalah famili mediator inflamasi eikosanoid yang diproduksi dalam sel darah putih oleh oksidasi asam arakidonat (AA) dan asam lemak esensial yaitu asam eikosapentanoat (EPA) oleh enzim 5-lipokigenase arakidonat.[1][2][3]
Leukotriena menggunakan persinyalan lipid untuk menyampaikan informasi baik ke sel yang memproduksinya (persinyalan autokrin) atau sel-sel tetangga (persinyalan parakrin) untuk mengatur respons imun. Produksi leukotriena biasanya disertai dengan produksi histamin dan prostaglandin, yang juga bertindak sebagai mediator inflamasi.[4]
Salah satu peran mereka (khususnya, leukotriena D4) adalah memicu kontraksi pada otot polos yang melapisi bronkiolus; produksi berlebih leukotriena merupakan penyebab utama peradangan pada asma dan rhinitis alergik.[5] Antagonis leukotriena digunakan untuk mengobati gangguan ini dengan menghambat produksi atau aktivitas leukotriena.[6]
Referensi
- ↑ H. Loick. Die Eicosanoide als Mediatoren beim ARDS. Anästhesiologie, Intensivmedizin, Notfallmedizin, Schmerztherapie. 1994. Vol. 29 (1). hlm. 3–9. doi:10.1055/s-2007-996677.
- ↑ John A Salmon. Prostaglandins and leukotrienes as inflammatory mediators. British Medical Bulletin. 1987. Vol. 43 (2). hlm. 285–96. doi:10.1093/oxfordjournals.bmb.a072183.
- ↑ Paul M. O'Byrne. Antileukotrienes in the treatment of asthma. Annals of Internal Medicine. 1997. Vol. 127 (6). hlm. 472–80. doi:10.7326/0003-4819-127-6-199709150-00009.
- ↑ Martha White. Mediators of inflammation and the inflammatory process. The Journal of Allergy and Clinical Immunology. 1999. Vol. 103.
- ↑ David L. Nelson. Lehninger Principles of Biochemistry. Macmillan. 2008. hlm. 359. ISBN 978-0-7167-7108-1.
- ↑ Antileukotriene agents for the treatment of lung disease. Am. J. Respir. Crit. Care Med. September 2018. Vol. 188 (5). hlm. 538–544. doi:10.1164/rccm.201301-0023PP.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29568299 (2026-08-12T22:39:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.