Lompat ke isi

Penyulingan efek garam: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29490195; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Penyulingan efek garam''' atau '''distilasi efek garam''' () adalah metode [[penyulingan ekstraktif]] di mana suatu [[garam (kimia)|garam]] [[solvasi|dilarutkan]] Garam tersebut bertindak sebagai agen pemisah dengan meningkatkan [[keteruapan relatif]] campuran serta memecah [[azeotrop]] yang mungkin terbentuk. Teknik ini pertama kali disebutkan dalam tulisan-tulisan mengenai alkohol yang dikaitkan dengan [[Jabir bin Hayyan]] (abad ke-9 M).
'''Penyulingan efek garam''' atau '''distilasi efek garam''' () adalah metode [[penyulingan ekstraktif]] di mana suatu [[garam (kimia)|garam]] [[solvasi|dilarutkan]] Garam tersebut bertindak sebagai agen pemisah dengan meningkatkan [[keteruapan relatif]] campuran serta memecah [[azeotrop]] yang mungkin terbentuk. Teknik ini pertama kali disebutkan dalam tulisan-tulisan mengenai alkohol yang dikaitkan dengan [[Jabir bin Hayyan]] (abad ke-9 M).  
==Pengaturan==
==Pengaturan==
Garam dimasukkan ke dalam [[kolom fraksionasi|kolom penyulingan]] dengan laju yang konstan melalui aliran [[refluks]] di bagian atas kolom. Garam akan larut dalam fase cair dan, karena bersifat non-[[keteruapan|volatil]], akan keluar bersama aliran bawah yang lebih berat. Aliran bawah tersebut kemudian [[penguapan|diuapkan]] sebagian atau seluruhnya untuk memulihkan garam sehingga dapat digunakan kembali.
Garam dimasukkan ke dalam [[kolom fraksionasi|kolom penyulingan]] dengan laju yang konstan melalui aliran [[refluks]] di bagian atas kolom. Garam akan larut dalam fase cair dan, karena bersifat non-[[keteruapan|volatil]], akan keluar bersama aliran bawah yang lebih berat. Aliran bawah tersebut kemudian [[penguapan|diuapkan]] sebagian atau seluruhnya untuk memulihkan garam sehingga dapat digunakan kembali.
==Penggunaan==
==Penggunaan==
Penyulingan ekstraktif lebih mahal dibandingkan [[penyulingan fraksional]] biasa karena adanya biaya yang berkaitan dengan pemulihan agen pemisah. Salah satu keunggulan penyulingan efek garam dibandingkan jenis penyulingan azeotropik lainnya adalah potensi pengurangan biaya yang terkait dengan penggunaan energi. Selain itu, [[ion]]-ion garam memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap volatilitas campuran yang akan disuling dibandingkan agen pemisah berbentuk cair lainnya.
Penyulingan ekstraktif lebih mahal dibandingkan [[penyulingan fraksional]] biasa karena adanya biaya yang berkaitan dengan pemulihan agen pemisah. Salah satu keunggulan penyulingan efek garam dibandingkan jenis penyulingan azeotropik lainnya adalah potensi pengurangan biaya yang terkait dengan penggunaan energi. Selain itu, [[ion]]-ion garam memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap volatilitas campuran yang akan disuling dibandingkan agen pemisah berbentuk cair lainnya.<ref>Ian McN. Smallwood. [https://books.google.com/books?id=GcjME0wiMVsC&q=%22salt+effect+distillation%22&pg=PA166 Solvent Recovery Handbook]. CRC Press. 2002. hlm. 166–167. ISBN 0-8493-1602-2.</ref>
Penggunaan komersial penyulingan efek garam meliputi penambahan [[magnesium nitrat]] ke dalam larutan [[asam nitrat]] [[larutan berair|berair]] untuk meningkatkan konsentrasinya lebih lanjut. Selain itu, [[kalsium klorida]] ditambahkan ke dalam campuran [[aseton]]–[[metanol]] serta [[air]]–[[Isopropil alkohol|isopropanol]] untuk mempermudah proses pemisahan.
Penggunaan komersial penyulingan efek garam meliputi penambahan [[magnesium nitrat]] ke dalam larutan [[asam nitrat]] [[larutan berair|berair]] untuk meningkatkan konsentrasinya lebih lanjut. Selain itu, [[kalsium klorida]] ditambahkan ke dalam campuran [[aseton]]–[[metanol]] serta [[air]]–[[Isopropil alkohol|isopropanol]] untuk mempermudah proses pemisahan.<ref>[http://www.answers.com/topic/salt-effect-distillation McGraw-Hill Dictionary of Scientific and Technical Terms]. McGraw-Hill. 2003.</ref>
==Referensi==
 
==Lihat pula==
==Lihat pula==
* [[Penyulingan]]
* [[Penyulingan]]
Baris 12: Baris 10:
* [[Azeotrop]]
* [[Azeotrop]]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penyulingan+efek+garam&oldid=29490195 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29490195 (2026-07-24T05:30:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penyulingan+efek+garam&oldid=29490195 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29490195 (2026-07-24T05:30:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.09

Penyulingan efek garam atau distilasi efek garam () adalah metode penyulingan ekstraktif di mana suatu garam dilarutkan Garam tersebut bertindak sebagai agen pemisah dengan meningkatkan keteruapan relatif campuran serta memecah azeotrop yang mungkin terbentuk. Teknik ini pertama kali disebutkan dalam tulisan-tulisan mengenai alkohol yang dikaitkan dengan Jabir bin Hayyan (abad ke-9 M).

Pengaturan

Garam dimasukkan ke dalam kolom penyulingan dengan laju yang konstan melalui aliran refluks di bagian atas kolom. Garam akan larut dalam fase cair dan, karena bersifat non-volatil, akan keluar bersama aliran bawah yang lebih berat. Aliran bawah tersebut kemudian diuapkan sebagian atau seluruhnya untuk memulihkan garam sehingga dapat digunakan kembali.

Penggunaan

Penyulingan ekstraktif lebih mahal dibandingkan penyulingan fraksional biasa karena adanya biaya yang berkaitan dengan pemulihan agen pemisah. Salah satu keunggulan penyulingan efek garam dibandingkan jenis penyulingan azeotropik lainnya adalah potensi pengurangan biaya yang terkait dengan penggunaan energi. Selain itu, ion-ion garam memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap volatilitas campuran yang akan disuling dibandingkan agen pemisah berbentuk cair lainnya.[1] Penggunaan komersial penyulingan efek garam meliputi penambahan magnesium nitrat ke dalam larutan asam nitrat berair untuk meningkatkan konsentrasinya lebih lanjut. Selain itu, kalsium klorida ditambahkan ke dalam campuran asetonmetanol serta airisopropanol untuk mempermudah proses pemisahan.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. Ian McN. Smallwood. Solvent Recovery Handbook. CRC Press. 2002. hlm. 166–167. ISBN 0-8493-1602-2.
  2. McGraw-Hill Dictionary of Scientific and Technical Terms. McGraw-Hill. 2003.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29490195 (2026-07-24T05:30:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.