Lompat ke isi

Rodium(IV) oksida: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27518662; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:RhO2structure.png|thumb|right|280px|RhO2structure]]
'''Rodium(IV) oksida''' (atau '''rodium dioksida''') adalah sebuah [[senyawa anorganik]] dengan [[rumus kimia]] [[Rodium|Rh]][[Oksigen|O<sub>2</sub>]].
'''Rodium(IV) oksida''' (atau '''rodium dioksida''') adalah sebuah [[senyawa anorganik]] dengan [[rumus kimia]] [[Rodium|Rh]][[Oksigen|O<sub>2</sub>]].


==Struktur==
==Struktur==
RhO<sub>2</sub> memiliki struktur [[rutil]] [[Sistem kristal tetragonal|tetragonal]].
RhO<sub>2</sub> memiliki struktur [[rutil]] [[Sistem kristal tetragonal|tetragonal]].<ref>R. D. Shannon. ''Synthesis and properties of two new members of the rutile family RhO 2 and PtO 2''. ''Solid State Communications''. 1968. Vol. 6 (3). hlm. 139–143. doi:10.1016/0038-1098(68)90019-7.</ref>


==Sifat fisik==
==Sifat fisik==
RhO<sub>2</sub> memiliki resistivitas logam dengan nilai <10<sup>−4</sup>&nbsp;Ω·cm. Di udara, senyawa ini berubah menjadi [[Rodium(III) oksida|Rh<sub>2</sub>O<sub>3</sub>]] pada suhu 850&nbsp;°C dan kemudian menjadi logam [[rodium]] dan [[oksigen]] pada suhu 1050&nbsp;°C.
RhO<sub>2</sub> memiliki resistivitas logam dengan nilai <10<sup>−4</sup>&nbsp;Ω·cm. Di udara, senyawa ini berubah menjadi [[Rodium(III) oksida|Rh<sub>2</sub>O<sub>3</sub>]] pada suhu 850&nbsp;°C dan kemudian menjadi logam [[rodium]] dan [[oksigen]] pada suhu 1050&nbsp;°C.<ref>R. D. Shannon. ''Synthesis and properties of two new members of the rutile family RhO 2 and PtO 2''. ''Solid State Communications''. 1968. Vol. 6 (3). hlm. 139–143. doi:10.1016/0038-1098(68)90019-7.</ref>


==Sifat kimia==
==Sifat kimia==
RhO<sub>2</sub> sangat tidak larut bahkan dalam [[air raja]] panas.
RhO<sub>2</sub> sangat tidak larut bahkan dalam [[air raja]] panas.<ref>O. Muller and R. Roy. ''Formation and stability of the platinum and rhodium oxides at high oxygen pressures and the structures of Pt 3 O 4 , β-PtO 2 and RhO 2''. ''Journal of the Less Common Metals''. 1968. Vol. 16 (2). hlm. 129–146. doi:10.1016/0022-5088(68)90070-2.</ref>
 
==Referensi==


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rodium%28IV%29+oksida&oldid=27518662 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27518662 (2025-07-09T14:17:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rodium%28IV%29+oksida&oldid=27518662 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27518662 (2025-07-09T14:17:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.10

RhO2structure

Rodium(IV) oksida (atau rodium dioksida) adalah sebuah senyawa anorganik dengan rumus kimia RhO2.

Struktur

RhO2 memiliki struktur rutil tetragonal.[1]

Sifat fisik

RhO2 memiliki resistivitas logam dengan nilai <10−4 Ω·cm. Di udara, senyawa ini berubah menjadi Rh2O3 pada suhu 850 °C dan kemudian menjadi logam rodium dan oksigen pada suhu 1050 °C.[2]

Sifat kimia

RhO2 sangat tidak larut bahkan dalam air raja panas.[3]

Referensi

  1. R. D. Shannon. Synthesis and properties of two new members of the rutile family RhO 2 and PtO 2. Solid State Communications. 1968. Vol. 6 (3). hlm. 139–143. doi:10.1016/0038-1098(68)90019-7.
  2. R. D. Shannon. Synthesis and properties of two new members of the rutile family RhO 2 and PtO 2. Solid State Communications. 1968. Vol. 6 (3). hlm. 139–143. doi:10.1016/0038-1098(68)90019-7.
  3. O. Muller and R. Roy. Formation and stability of the platinum and rhodium oxides at high oxygen pressures and the structures of Pt 3 O 4 , β-PtO 2 and RhO 2. Journal of the Less Common Metals. 1968. Vol. 16 (2). hlm. 129–146. doi:10.1016/0022-5088(68)90070-2.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27518662 (2025-07-09T14:17:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.