Lompat ke isi

Diagram Feynman: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29496197; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Dalam [[fisika teoretis]], '''diagram Feynman''' adalah representasi gambar dari ekspresi matematis yang menggambarkan perilaku dan interaksi [[Partikel subatom|partikel-partikel subatom]]. Skema ini dinamai dari fisikawan Amerika [[Richard Feynman]], yang memperkenalkan diagramnya pada tahun 1948. Interkasi antarpartikel subatom bisa jadi rumit dan sulit dipahami; diagram Feynman memberikan visualisasi sederhana dari apa yang bisa menjadi rumus yang abstrak dan membingungkan. Menurut [[David Kaiser]], "Sejak pertengahan abad ke-20, para fisikawan teoretis semakin banyak menggunakan alat ini untuk membantu mereka melakukan perhitungan yang kritis. Diagram Feynman telah merevolusi hampir setiap aspek fisika teoretis." Meskipun diagram ini utamanya digunakan untuk [[teori medan kuantum]], mereka juga bisa ditemukan di bidang-bidang lain, seperti [[Fisika solid-state|teori ''solid-state'']]. [[Frank Wilczek]] menulis bahwa perhitungannya yang memenangkan [[Nobel Prize in Physics]] tahun 2004 "tidak akan bisa dipikirkan tanpa diagram Feynman, begitu pula perhitungan [Wilczek] yang memberikan jalan menuju produksi dan pengmatan [[boson Higgs|partikel Higgs]]."
[[File:Feynman_Diagram_Gluon_Radiation.svg|thumb|right|280px|Feynman Diagram Gluon Radiation]]


Feynman menggunakan interpretasi [[Ernst Stueckelberg]] mengenai [[positron]] yang menggambarkan positron sebagai [[elektron]] yang bergerak mundur dalam waktu. Sehingga, [[antipartikel]] digambarkan bergerak mundur sepanjang sumbu waktu dalam diagram Feynman.
{|style="float:right;"
|
|}
 
Dalam [[fisika teoretis]], '''diagram Feynman''' adalah representasi gambar dari ekspresi matematis yang menggambarkan perilaku dan interaksi [[Partikel subatom|partikel-partikel subatom]]. Skema ini dinamai dari fisikawan Amerika [[Richard Feynman]], yang memperkenalkan diagramnya pada tahun 1948. Interkasi antarpartikel subatom bisa jadi rumit dan sulit dipahami; diagram Feynman memberikan visualisasi sederhana dari apa yang bisa menjadi rumus yang abstrak dan membingungkan. Menurut [[David Kaiser]], "Sejak pertengahan abad ke-20, para fisikawan teoretis semakin banyak menggunakan alat ini untuk membantu mereka melakukan perhitungan yang kritis. Diagram Feynman telah merevolusi hampir setiap aspek fisika teoretis."<ref>David Kaiser. [http://web.mit.edu/dikaiser/www/FdsAmSci.pdf Physics and Feynman's Diagrams]. ''American Scientist''. 2005. Vol. 93 (2). hlm. 156. doi:10.1511/2005.52.957.</ref> Meskipun diagram ini utamanya digunakan untuk [[teori medan kuantum]], mereka juga bisa ditemukan di bidang-bidang lain, seperti [[Fisika solid-state|teori ''solid-state'']]. [[Frank Wilczek]] menulis bahwa perhitungannya yang memenangkan [[Nobel Prize in Physics]] tahun 2004 "tidak akan bisa dipikirkan tanpa diagram Feynman, begitu pula perhitungan [Wilczek] yang memberikan jalan menuju produksi dan pengmatan [[boson Higgs|partikel Higgs]]."<ref>[https://www.quantamagazine.org/why-feynman-diagrams-are-so-important-20160705/ Why Feynman Diagrams Are So Important]. ''Quanta Magazine''.</ref>
 
Feynman menggunakan interpretasi [[Ernst Stueckelberg]] mengenai [[positron]] yang menggambarkan positron sebagai [[elektron]] yang bergerak mundur dalam waktu.<ref>Richard Feynman. ''The Theory of Positrons''. ''Physical Review''. 1949. Vol. 76 (6). hlm. 749–759. doi:10.1103/PhysRev.76.749.</ref> Sehingga, [[antipartikel]] digambarkan bergerak mundur sepanjang sumbu waktu dalam diagram Feynman.


Perhitungan [[amplitudo kementakan]] dalam fisika partikel teoretis memerlukan penggunaan [[integral]] yang besar dan rumit atas [[variabel (matematika)|variabel]] yang banyak. Diagram Feynman bisa melambangkan intergral-integral tersebut secara grafis.
Perhitungan [[amplitudo kementakan]] dalam fisika partikel teoretis memerlukan penggunaan [[integral]] yang besar dan rumit atas [[variabel (matematika)|variabel]] yang banyak. Diagram Feynman bisa melambangkan intergral-integral tersebut secara grafis.


Diagram Feynman merupakan representasi grafis dari kontribusi [[usikan]] kepada [[amplitudo transisi]] atau fungsi korelasi dari teori medan mekanik atau statistik kuantum. Dalam perumusan [[quantisasi kanonis|kanonis]] dari teori medan kuantum, sebuah diagram Feynman melambangkan sebuah suku dalam [[teorema Wick|eskpansi Wick]] untuk usikan [[Matriks-S|matriks-]]. Atau, [[rumus integral lintasan]] dari teorema medan kuantum menggambarkan amplitudo transisi sebagai jumlah berbobot dari semua sejarah yang mungkin dari suatu sistem dari keadaan awal hingga keadaan akhirnya, sebagai partikel maupun medan. Amplitudo transisi kemudian diberikan sebagai elemen matriks dari matriks- di antara keadaan awal dan akhir dari sistem kuantumnya.
Diagram Feynman merupakan representasi grafis dari kontribusi [[usikan]] kepada [[amplitudo transisi]] atau fungsi korelasi dari teori medan mekanik atau statistik kuantum. Dalam perumusan [[quantisasi kanonis|kanonis]] dari teori medan kuantum, sebuah diagram Feynman melambangkan sebuah suku dalam [[teorema Wick|eskpansi Wick]] untuk usikan [[Matriks-S|matriks-]]. Atau, [[rumus integral lintasan]] dari teorema medan kuantum menggambarkan amplitudo transisi sebagai jumlah berbobot dari semua sejarah yang mungkin dari suatu sistem dari keadaan awal hingga keadaan akhirnya, sebagai partikel maupun medan. Amplitudo transisi kemudian diberikan sebagai elemen matriks dari matriks- di antara keadaan awal dan akhir dari sistem kuantumnya.


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 16: Baris 21:
* [[Daftar diagram Feynman]]
* [[Daftar diagram Feynman]]
* [[Diagram momentum sudut (mekanika kuantum)]]
* [[Diagram momentum sudut (mekanika kuantum)]]
== Catatan kaki ==
== Referensi ==
*
*
*  (expanded, updated version of 't Hooft & Veltman, 1973, cited above)
*
*


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.ams.org/featurecolumn/archive/feynman1.html Artikel AMS: "What's New in Mathematics: Finite-dimensional Feynman Diagrams"]
* [http://www.ams.org/featurecolumn/archive/feynman1.html Artikel AMS: "What's New in Mathematics: Finite-dimensional Feynman Diagrams"]
* [http://www.quantumdiaries.org/2010/02/14/lets-draw-feynman-diagams/ Draw Diagram Ferynmann] dijelaskan oleh Flip Tanedo di Quantumdiaries.com
* [http://www.quantumdiaries.org/2010/02/14/lets-draw-feynman-diagams/ Draw Diagram Ferynmann] dijelaskan oleh Flip Tanedo di Quantumdiaries.com
Baris 38: Baris 30:
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Diagram+Feynman&oldid=29496197 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29496197 (2026-07-26T16:23:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Diagram+Feynman&oldid=29496197 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29496197 (2026-07-26T16:23:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 14.02

Feynman Diagram Gluon Radiation

Dalam fisika teoretis, diagram Feynman adalah representasi gambar dari ekspresi matematis yang menggambarkan perilaku dan interaksi partikel-partikel subatom. Skema ini dinamai dari fisikawan Amerika Richard Feynman, yang memperkenalkan diagramnya pada tahun 1948. Interkasi antarpartikel subatom bisa jadi rumit dan sulit dipahami; diagram Feynman memberikan visualisasi sederhana dari apa yang bisa menjadi rumus yang abstrak dan membingungkan. Menurut David Kaiser, "Sejak pertengahan abad ke-20, para fisikawan teoretis semakin banyak menggunakan alat ini untuk membantu mereka melakukan perhitungan yang kritis. Diagram Feynman telah merevolusi hampir setiap aspek fisika teoretis."[1] Meskipun diagram ini utamanya digunakan untuk teori medan kuantum, mereka juga bisa ditemukan di bidang-bidang lain, seperti teori solid-state. Frank Wilczek menulis bahwa perhitungannya yang memenangkan Nobel Prize in Physics tahun 2004 "tidak akan bisa dipikirkan tanpa diagram Feynman, begitu pula perhitungan [Wilczek] yang memberikan jalan menuju produksi dan pengmatan partikel Higgs."[2]

Feynman menggunakan interpretasi Ernst Stueckelberg mengenai positron yang menggambarkan positron sebagai elektron yang bergerak mundur dalam waktu.[3] Sehingga, antipartikel digambarkan bergerak mundur sepanjang sumbu waktu dalam diagram Feynman.

Perhitungan amplitudo kementakan dalam fisika partikel teoretis memerlukan penggunaan integral yang besar dan rumit atas variabel yang banyak. Diagram Feynman bisa melambangkan intergral-integral tersebut secara grafis.

Diagram Feynman merupakan representasi grafis dari kontribusi usikan kepada amplitudo transisi atau fungsi korelasi dari teori medan mekanik atau statistik kuantum. Dalam perumusan kanonis dari teori medan kuantum, sebuah diagram Feynman melambangkan sebuah suku dalam eskpansi Wick untuk usikan matriks-. Atau, rumus integral lintasan dari teorema medan kuantum menggambarkan amplitudo transisi sebagai jumlah berbobot dari semua sejarah yang mungkin dari suatu sistem dari keadaan awal hingga keadaan akhirnya, sebagai partikel maupun medan. Amplitudo transisi kemudian diberikan sebagai elemen matriks dari matriks- di antara keadaan awal dan akhir dari sistem kuantumnya.

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. David Kaiser. Physics and Feynman's Diagrams. American Scientist. 2005. Vol. 93 (2). hlm. 156. doi:10.1511/2005.52.957.
  2. Why Feynman Diagrams Are So Important. Quanta Magazine.
  3. Richard Feynman. The Theory of Positrons. Physical Review. 1949. Vol. 76 (6). hlm. 749–759. doi:10.1103/PhysRev.76.749.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29496197 (2026-07-26T16:23:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.