Lompat ke isi

Bilirubin: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29595147; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Bilirubin''' atau '''hematoidin''' adalah [[senyawa organik|senyawa]] [[pigmen]] berwarna [[kuning]] yang merupakan produk [[katabolisme]] [[enzim]]atik [[biliverdin]] oleh [[biliverdin reduktase]]. [[Oksidasi]] bilirubin menghasilkan biliverdin kembali, hingga memberikan atribut [[antioksidan]] pada senyawa ini dalam [[fisiologi]] seluler, selain [[glutathion|GSH]].
[[File:Bilirubin_ZZ.png|thumb|right|280px|Bilirubin ZZ]]


Bilirubin merupakan penghambat respon [[sel T]] CD4<sup>+</sup>, tingginya rasio [[serum darah|serum]] bilirubin akan menginduksi [[apoptosis]] sel T CD4<sup>+</sup> tersebut, sehingga bilirubin dianggap dapat menghentikan [[penyakit autoimun]] seperti [[sklerosis multipel]].
'''Bilirubin''' atau '''hematoidin''' adalah [[senyawa organik|senyawa]] [[pigmen]] berwarna [[kuning]] yang merupakan produk [[katabolisme]] [[enzim]]atik [[biliverdin]] oleh [[biliverdin reduktase]]. [[Oksidasi]] bilirubin menghasilkan biliverdin kembali, hingga memberikan atribut [[antioksidan]] pada senyawa ini dalam [[fisiologi]] seluler,<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12456881 Biliverdin reductase: a major physiologic cytoprotectant]. ''Departments of Neuroscience, Pharmacology and Molecular Sciences, and Psychiatry and Behavioral Sciences, The Johns Hopkins University School of Medicine; Baranano DE, Rao M, Ferris CD, Snyder SH''.</ref> selain [[glutathion|GSH]].
 
Bilirubin merupakan penghambat respon [[sel T]] CD4<sup>+</sup>, tingginya rasio [[serum darah|serum]] bilirubin akan menginduksi [[apoptosis]] sel T CD4<sup>+</sup> tersebut, sehingga bilirubin dianggap dapat menghentikan [[penyakit autoimun]] seperti [[sklerosis multipel]].<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18641326 Bilirubin possesses powerful immunomodulatory activity and suppresses experimental autoimmune encephalomyelitis]. ''Brain Research Center, University of British Columbia; Liu Y, Li P, Lu J, Xiong W, Oger J, Tetzlaff W, Cynader M''.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bilirubin&oldid=29595147 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29595147 (2026-08-18T08:06:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bilirubin&oldid=29595147 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29595147 (2026-08-18T08:06:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.04

Bilirubin ZZ

Bilirubin atau hematoidin adalah senyawa pigmen berwarna kuning yang merupakan produk katabolisme enzimatik biliverdin oleh biliverdin reduktase. Oksidasi bilirubin menghasilkan biliverdin kembali, hingga memberikan atribut antioksidan pada senyawa ini dalam fisiologi seluler,[1] selain GSH.

Bilirubin merupakan penghambat respon sel T CD4+, tingginya rasio serum bilirubin akan menginduksi apoptosis sel T CD4+ tersebut, sehingga bilirubin dianggap dapat menghentikan penyakit autoimun seperti sklerosis multipel.[2]

Referensi

  1. Biliverdin reductase: a major physiologic cytoprotectant. Departments of Neuroscience, Pharmacology and Molecular Sciences, and Psychiatry and Behavioral Sciences, The Johns Hopkins University School of Medicine; Baranano DE, Rao M, Ferris CD, Snyder SH.
  2. Bilirubin possesses powerful immunomodulatory activity and suppresses experimental autoimmune encephalomyelitis. Brain Research Center, University of British Columbia; Liu Y, Li P, Lu J, Xiong W, Oger J, Tetzlaff W, Cynader M.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29595147 (2026-08-18T08:06:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.