Lompat ke isi

Pompa hidrogen kalium ATPase: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29598085; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Pompa '''hidrogen kalium ATPase''', juga dikenal sebagai '''H<sup>+</sup>/K<sup>+</sup> ATPase''', adalah pompa protein yang berfungsi untuk memindahkan proton (asam) ke lumen lambung sehingga terbentuk asam lambung. Protein ini merupakan anggota dari kelompok [[ATPase tipe-P]], juga dikenal sebagai ATPase E <sub>1</sub> -E <sub>2</sub> karena memiliki dua status yang berbeda.
Pompa '''hidrogen kalium ATPase''', juga dikenal sebagai '''H<sup>+</sup>/K<sup>+</sup> ATPase''', adalah pompa protein yang berfungsi untuk memindahkan proton (asam) ke lumen lambung sehingga terbentuk asam lambung.<ref>Hideki Sakai. ''The Alkali Metal Ions: Their Role in Life''. Springer. 2016. Vol. 16. hlm. 459–483. doi:10.1007/978-3-319-21756-7_13.</ref> Protein ini merupakan anggota dari kelompok [[ATPase tipe-P]], juga dikenal sebagai ATPase E <sub>1</sub> -E <sub>2</sub> karena memiliki dua status yang berbeda.<ref>Shin, J. M. ''The gastric HK-ATPase: structure, function and inhibition''. ''Pflügers Archiv: European Journal of Physiology''. 2009. Vol. 457 (3). hlm. 609–622. doi:10.1007/s00424-008-0495-4.</ref>


== Fungsi biologis dan lokasi ==
== Fungsi biologis dan lokasi ==
H+/K+ ATPase berfungsi sebagai pompa proton dalam [[lambung]]. Pompa ini bekerja dengan cara menukar kalium dari [[Lumen (anatomi)|lumen]] usus dengan [[hidronium]] pada sitoplasma [[sel parietal]], dan terutama bertanggung jawab untuk membuat isi lambung menjadi lebih asam dan mengaktifkan [[enzim pencernaan]] pepsin.
H+/K+ ATPase berfungsi sebagai pompa proton dalam [[lambung]]. Pompa ini bekerja dengan cara menukar kalium dari [[Lumen (anatomi)|lumen]] usus dengan [[hidronium]] pada sitoplasma [[sel parietal]],<ref>Shin, J. M. ''The gastric HK-ATPase: structure, function and inhibition''. ''Pflügers Archiv: European Journal of Physiology''. 2009. Vol. 457 (3). hlm. 609–622. doi:10.1007/s00424-008-0495-4.</ref> dan terutama bertanggung jawab untuk membuat isi lambung menjadi lebih asam dan mengaktifkan [[enzim pencernaan]] pepsin.<ref>Berg, J. M. [https://archive.org/details/biochemistry0000berg Biochemistry]. W.H. Freeman and Company. 2012.</ref>


H+/K+ ATPase ditemukan pada sel parietal, suatu sel [[Jaringan epitel|epitel]] khusus dalam [[Membran mukosa|mukosa]] lambung. Sel-sel ini memiliki sistem membran sekretori yang luas, dengan H+/K+ ATPase sebagai komponen protein utama dari membran ini. Sejumlah kecil pompa ini juga dapat ditemukan dalam [[medula ginjal]].
H+/K+ ATPase ditemukan pada sel parietal, suatu sel [[Jaringan epitel|epitel]] khusus dalam [[Membran mukosa|mukosa]] lambung. Sel-sel ini memiliki sistem membran sekretori yang luas, dengan H+/K+ ATPase sebagai komponen protein utama dari membran ini. Sejumlah kecil pompa ini juga dapat ditemukan dalam [[medula ginjal]].<ref>Shin, J. M. ''The gastric HK-ATPase: structure, function and inhibition''. ''Pflügers Archiv: European Journal of Physiology''. 2009. Vol. 457 (3). hlm. 609–622. doi:10.1007/s00424-008-0495-4.</ref>


== Gen dan struktur protein ==
== Gen dan struktur protein ==
H+/K+ ATPase  merupakan protein heterodimer dan merupakan produk dari dua gen. Subunit α, yang dikodekan oleh gen ''ATP4A'', memiliki panjang sekitar 1000 [[asam amino]] dan mengandung situs katalitik enzim. Subunit ini membentuk pori melalui [[membran sel]] yang memungkinkan pengangkutan ion dan mengikat ion hidronium di dua [[situs aktif]]. Subunit α juga memiliki situs fosforilasi pada Asp385. Sementara itu, subunit β dikode oleh gen ''ATP4B,'' dan merupakan protein yang lebih kecil sekitar 300 asam amino. Subunit ini memiliki domain sitoplasma terminal-N sebanyak 36 asam amino, domain transmembran tunggal, dan domain ekstraseluler yang sangat terglikosilasi.
H+/K+ ATPase  merupakan protein heterodimer dan merupakan produk dari dua gen. Subunit α, yang dikodekan oleh gen ''ATP4A'',<ref>[https://www.ncbi.nlm.nih.gov/gene/495 ATP4A ATPase H+/K+ transporting alpha subunit]</ref> memiliki panjang sekitar 1000 [[asam amino]] dan mengandung situs katalitik enzim. Subunit ini membentuk pori melalui [[membran sel]] yang memungkinkan pengangkutan ion dan mengikat ion hidronium di dua [[situs aktif]].<ref>Chourasia, M. ''Proton binding sites and conformational analysis of H+K+-ATPase''. ''Biochemical and Biophysical Research Communications''. 2005. Vol. 336 (3). hlm. 961–966. doi:10.1016/j.bbrc.2005.08.205.</ref> Subunit α juga memiliki situs fosforilasi pada Asp385.<ref>Scheirlinckx, F. ''Conformational changes in gastric H+/K+-ATPase monitored by difference Fourier-transform infrared spectroscopy and hydrogen/deuterium exchange''. ''Biochemical Journal''. 2004. Vol. 382 (Pt 1). hlm. 121–129. doi:10.1042/BJ20040277.</ref> Sementara itu, subunit β dikode oleh gen ''ATP4B,<ref>[https://www.ncbi.nlm.nih.gov/gene/496 ATP4B ATPase H+/K+ transporting beta subunit]</ref>'' dan merupakan protein yang lebih kecil sekitar 300 asam amino. Subunit ini memiliki domain sitoplasma terminal-N sebanyak 36 asam amino, domain transmembran tunggal, dan domain ekstraseluler yang sangat terglikosilasi.


Subunit β ATPase H+/K+ memainkan peran penting dalam menstabilkan subunit α dan diperlukan agar pompa dapat berfungsi dengan baik. Subunit ini mencegah pompa bekerja secara terbalik, dan juga mengandung sinyal yang memandu heterodimer ke lokasi membran tertentu di dalam sel. Namun, beberapa sinyal ini tidak sepenting sinyal yang ditemukan di subunit α.
Subunit β ATPase H+/K+ memainkan peran penting dalam menstabilkan subunit α dan diperlukan agar pompa dapat berfungsi dengan baik. Subunit ini mencegah pompa bekerja secara terbalik,<ref>Abe, K. ''Inter-subunit interaction of gastric H + ,K + -ATPase prevents reverse reaction of the transport cycle''. ''The EMBO Journal''. 2009. Vol. 28 (11). hlm. 1637–1643. doi:10.1038/emboj.2009.102.</ref> dan juga mengandung sinyal yang memandu heterodimer ke lokasi membran tertentu di dalam sel. Namun, beberapa sinyal ini tidak sepenting sinyal yang ditemukan di subunit α.  


Struktur H+/K+ ATPase telah dianalisis pada manusia, anjing, babi, tikus, dan kelinci dan telah ditemukan hampir identik pada semua spesies, dengan [[Homologi (biologi)|homologi]] 98%.
Struktur H+/K+ ATPase telah dianalisis pada manusia, anjing, babi, tikus, dan kelinci dan telah ditemukan hampir identik pada semua spesies, dengan [[Homologi (biologi)|homologi]] 98%.<ref>Shin, J. M. ''The gastric HK-ATPase: structure, function and inhibition''. ''Pflügers Archiv: European Journal of Physiology''. 2009. Vol. 457 (3). hlm. 609–622. doi:10.1007/s00424-008-0495-4.</ref>


== Mekanisme dan aktivitas pompa ==
== Mekanisme dan aktivitas pompa ==
H+/K+ ATPase adalah anggota [[ATPase tipe-P]], yang termasuk dalam kelas ATPase eukariotik. Mirip dengan Ca2+ dan Na+/K+ ATPase, H+/K+ ATPase berfungsi sebagai protomer α, β. Namun, pompa berbeda dari ATPase eukariotik lainnya karena bersifat elektronetral, yang berarti mengangkut satu proton ke dalam lumen lambung untuk setiap ion kalium yang diambil dari lumen lambung. Sebagai pompa ion, ATPase H+/K+ mampu mengangkut ion melawan gradien konsentrasi dengan menggunakan energi dari hidrolisis [[Adenosina trifosfat|ATP]]. Selama siklus pengangkutan, gugus fosfat dipindahkan dari ATP ke H+/K+ ATPase, yang menyebabkan perubahan konformasi pada enzim, sehingga membantu pengangkutan ion.
H+/K+ ATPase adalah anggota [[ATPase tipe-P]], yang termasuk dalam kelas ATPase eukariotik.<ref>Shin, J. M. ''Ion Motive ATPases: P-type ATPases''. ''eLS''. 2009. doi:10.1002/9780470015902.a0001379.pub2. ISBN 978-0470016176.</ref> Mirip dengan Ca2+ dan Na+/K+ ATPase, H+/K+ ATPase berfungsi sebagai protomer α, β.<ref>Dach, I. ''Active Detergent-solubilized H + ,K + -ATPase Is a Monomer''. ''The Journal of Biological Chemistry''. 2012. Vol. 287 (50). hlm. 41963–41978. doi:10.1074/jbc.M112.398768.</ref> Namun, pompa berbeda dari ATPase eukariotik lainnya karena bersifat elektronetral, yang berarti mengangkut satu proton ke dalam lumen lambung untuk setiap ion kalium yang diambil dari lumen lambung.<ref>Shin, J. M. ''Ion Motive ATPases: P-type ATPases''. ''eLS''. 2009. doi:10.1002/9780470015902.a0001379.pub2. ISBN 978-0470016176.</ref> Sebagai pompa ion, ATPase H+/K+ mampu mengangkut ion melawan gradien konsentrasi dengan menggunakan energi dari hidrolisis [[Adenosina trifosfat|ATP]]. Selama siklus pengangkutan, gugus fosfat dipindahkan dari ATP ke H+/K+ ATPase, yang menyebabkan perubahan konformasi pada enzim, sehingga membantu pengangkutan ion.


Aktivasi pompa hidrogen kalium ATPase adalah proses tidak langsung yang diinisiasi oleh [[gastrin]], yang merangsang sel ECL untuk melepaskan [[histamin]]. Histamin kemudian berikatan dengan reseptor H2 yang terletak di sel parietal, yang memicu jalur yang bergantung pada cAMP. Jalur ini menyebabkan protein pompa berpindah dari membran tubular sitoplasma ke kanalikuli yang terlipat dalam di dalam sel parietal yang terstimulasi. Setelah lokalisasi, pompa beralih di antara dua konformasi, E1 dan E2, untuk memfasilitasi pengangkutan ion melintasi membran.
Aktivasi pompa hidrogen kalium ATPase adalah proses tidak langsung yang diinisiasi oleh [[gastrin]], yang merangsang sel ECL untuk melepaskan [[histamin]].<ref>Prinz, C. ''Acid secretion and the H,K ATPase of stomach''. ''The Yale Journal of Biology and Medicine''. 1992. Vol. 65 (6). hlm. 577–596.</ref> Histamin kemudian berikatan dengan reseptor H2 yang terletak di sel parietal, yang memicu jalur yang bergantung pada cAMP. Jalur ini menyebabkan protein pompa berpindah dari membran tubular sitoplasma ke kanalikuli yang terlipat dalam di dalam sel parietal yang terstimulasi.<ref>Shin, J. M. ''The gastric HK-ATPase: structure, function and inhibition''. ''Pflügers Archiv: European Journal of Physiology''. 2009. Vol. 457 (3). hlm. 609–622. doi:10.1007/s00424-008-0495-4.</ref> Setelah lokalisasi, pompa beralih di antara dua konformasi, E1 dan E2, untuk memfasilitasi pengangkutan ion melintasi membran.


Konformasi E1 mengikat fosfat dari ATP dan ion hidronium pada sisi sitoplasma. Selanjutnya, pompa protein beralih ke konformasi E2, yang memungkinkan ion hidronium dilepaskan ke dalam lumen. Dalam konformasi E2, protein mengikat kalium dan kemudian kembali ke konformasi E1, melepaskan fosfat dan K+ ke dalam sitoplasma. Hal ini memungkinkan terjadinya [[hidrolisis]] ATP lain, dan siklusnya berulang. Subunit β mencegah konformasi E2-P kembali ke konformasi E1-P, memastikan bahwa pemompaan proton searah. Jumlah ion yang diangkut per ATP bervariasi tergantung pada pH lambung, mulai dari 2H+/2K+ hingga 1H+/1K+.
Konformasi E1 mengikat fosfat dari ATP dan ion hidronium pada sisi sitoplasma. Selanjutnya, pompa protein beralih ke konformasi E2, yang memungkinkan ion hidronium dilepaskan ke dalam lumen. Dalam konformasi E2, protein mengikat kalium dan kemudian kembali ke konformasi E1, melepaskan fosfat dan K+ ke dalam sitoplasma. Hal ini memungkinkan terjadinya [[hidrolisis]] ATP lain, dan siklusnya berulang.<ref>Shin, J. M. ''The gastric HK-ATPase: structure, function and inhibition''. ''Pflügers Archiv: European Journal of Physiology''. 2009. Vol. 457 (3). hlm. 609–622. doi:10.1007/s00424-008-0495-4.</ref> Subunit β mencegah konformasi E2-P kembali ke konformasi E1-P, memastikan bahwa pemompaan proton searah.<ref>Abe, K. ''Inter-subunit interaction of gastric H + ,K + -ATPase prevents reverse reaction of the transport cycle''. ''The EMBO Journal''. 2009. Vol. 28 (11). hlm. 1637–1643. doi:10.1038/emboj.2009.102.</ref> Jumlah ion yang diangkut per ATP bervariasi tergantung pada pH lambung, mulai dari 2H+/2K+ hingga 1H+/1K+.<ref>Abe, K. ''Cryo-EM structure of gastric H+,K+-ATPase with a single occupied cation-binding site''. ''Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America''. 2012. Vol. 109 (45). hlm. 18401–18406. doi:10.1073/pnas.1212294109.</ref>


== Relevansi klinis ==
== Relevansi klinis ==
Pendekatan utama untuk mengobati penyakit seperti [[penyakit refluks gastroesofagus]] (GERD) dan penyakit [[tukak lambung]] (PUD) adalah dengan menghambat pompa hidrogen kalium ATPase, sehingga mengurangi asam lambung. Meskipun pendekatan ini dapat meringankan gejala penyakit, tetapi tidak dapat mengatasi penyebab utama GERD (relaksasi abnormal sfingter esofagus) atau PUD (''[[Helicobacter pylori]]'' dan [[Obat antiinflamasi nonsteroid|NSAID]]).
Pendekatan utama untuk mengobati penyakit seperti [[penyakit refluks gastroesofagus]] (GERD) dan penyakit [[tukak lambung]] (PUD) adalah dengan menghambat pompa hidrogen kalium ATPase,<ref>Shin, J. M. ''Molecular mechanisms in therapy of acid-related diseases''. ''Cellular and Molecular Life Sciences''. 2008. Vol. 65 (2). hlm. 264–281. doi:10.1007/s00018-007-7249-x.</ref> sehingga mengurangi asam lambung. Meskipun pendekatan ini dapat meringankan gejala penyakit, tetapi tidak dapat mengatasi penyebab utama GERD (relaksasi abnormal sfingter esofagus) atau PUD (''[[Helicobacter pylori]]'' dan [[Obat antiinflamasi nonsteroid|NSAID]]).<ref>Yeomans, N. D. ''The ulcer sleuths: The search for the cause of peptic ulcers''. ''Journal of Gastroenterology and Hepatology''. 2011. Vol. 26. hlm. 35–41. doi:10.1111/j.1440-1746.2010.06537.x.</ref>


Terdapat dua kelas utama obat yang telah digunakan untuk menghambat H+/K+-ATPase yaitu [[penghambat pompa proton]] (PPI) dan [[penghambat asam kompetitif kalium]] (PCAB). Pengembangan PPI dimulai dengan penemuan [[timoprazol]] pada 1975. PPI adalah [[Bakal obat|prodrug]] yang diaktifkan oleh asam dan mengikat secara kovalen ke pompa aktif untuk menghambat hidrogen-kalium ATPase. PPI saat ini, seperti [[omeprazol]], memiliki waktu paruh yang singkat sekitar 90 menit.
Terdapat dua kelas utama obat yang telah digunakan untuk menghambat H+/K+-ATPase yaitu [[penghambat pompa proton]] (PPI) dan [[penghambat asam kompetitif kalium]] (PCAB). Pengembangan PPI dimulai dengan penemuan [[timoprazol]] pada 1975.<ref>Sachs, G. ''The Gastric H,K ATPase as a Drug Target: Past, Present and Future''. ''Journal of Clinical Gastroenterology''. 2007. Vol. 41 (Suppl 2). hlm. S226–S242. doi:10.1097/MCG.0b013e31803233b7.</ref> PPI adalah [[Bakal obat|prodrug]] yang diaktifkan oleh asam dan mengikat secara kovalen ke pompa aktif untuk menghambat hidrogen-kalium ATPase.<ref>Shin J. M. ''Pharmacology of Proton Pump Inhibitors''. ''Current Gastroenterology Reports''. 2008. Vol. 10 (6). hlm. 528–534. doi:10.1007/s11894-008-0098-4.</ref> PPI saat ini, seperti [[omeprazol]], memiliki waktu paruh yang singkat sekitar 90 menit.<ref>Shin, J. M. ''Long lasting inhibitors of the gastric H,K-ATPase''. ''Expert Review of Clinical Pharmacology''. 2009. Vol. 2 (5). hlm. 461–468. doi:10.1586/ecp.09.33.</ref>


Penghambat asam kompetitif kalium (PCAB) atau [[Antagonis reseptor|antagonis]] pompa asam (APA) adalah penghambat yang mencegah sekresi asam dengan mengikat situs aktif K+. PCAB bekerja lebih cepat daripada PPI karena tidak memerlukan aktivasi asam. [[Revaprazan]] adalah PCAB pertama yang digunakan secara klinis di Asia Timur, dan PCAB lainnya sedang dikembangkan karena tampaknya memberikan kontrol asam yang lebih baik dalam uji klinis.
Penghambat asam kompetitif kalium (PCAB) atau [[Antagonis reseptor|antagonis]] pompa asam (APA) adalah penghambat yang mencegah sekresi asam dengan mengikat situs aktif K+.<ref>Sachs, G. ''The Gastric H,K ATPase as a Drug Target: Past, Present and Future''. ''Journal of Clinical Gastroenterology''. 2007. Vol. 41 (Suppl 2). hlm. S226–S242. doi:10.1097/MCG.0b013e31803233b7.</ref> PCAB bekerja lebih cepat daripada PPI karena tidak memerlukan aktivasi asam. [[Revaprazan]] adalah PCAB pertama yang digunakan secara klinis di Asia Timur, dan PCAB lainnya sedang dikembangkan karena tampaknya memberikan kontrol asam yang lebih baik dalam uji klinis.<ref>Shin, J. M. ''Long lasting inhibitors of the gastric H,K-ATPase''. ''Expert Review of Clinical Pharmacology''. 2009. Vol. 2 (5). hlm. 461–468. doi:10.1586/ecp.09.33.</ref>


Menonaktifkan pompa proton juga dapat mengakibatkan masalah kesehatan. Sebuah studi pada tikus menemukan bahwa mutasi pada subunit α pompa mengakibatkan [[aklorhidri]], yang menyebabkan masalah penyerapan zat besi yang berujung pada kekurangan zat besi dan [[anemia]]. Meskipun penggunaan PPI belum dikaitkan dengan risiko anemia yang lebih tinggi, diperkirakan bahwa H+/K+-ATPase membantu penyerapan zat besi, tetapi mungkin tidak mutlak diperlukan.
Menonaktifkan pompa proton juga dapat mengakibatkan masalah kesehatan. Sebuah studi pada tikus menemukan bahwa mutasi pada subunit α pompa mengakibatkan [[aklorhidri]], yang menyebabkan masalah penyerapan zat besi yang berujung pada kekurangan zat besi dan [[anemia]]. Meskipun penggunaan PPI belum dikaitkan dengan risiko anemia yang lebih tinggi, diperkirakan bahwa H+/K+-ATPase membantu penyerapan zat besi, tetapi mungkin tidak mutlak diperlukan.<ref>Krieg L. ''Mutation of the gastric hydrogen-potassium ATPase alpha subunit causes iron-deficiency anemia in mice''. ''Blood''. 2011. Vol. 118 (24). hlm. 6418–6425. doi:10.1182/blood-2011-04-350082.</ref>


Penelitian yang dilakukan di Jerman telah menunjukkan hubungan antara penggunaan PPI dan demensia, secara khusus menyebutkan bagaimana turunan benzimidazol, astemizol, dan lansoprazol, berinteraksi dengan agregat protein tau yang tidak normal (neurofibrillary tangles). Salah satu teori menunjukkan bahwa blokade non-selektif pompa natrium-kalium di otak dapat menyebabkan ketidakseimbangan osmotik atau pembengkakan sel.
Penelitian yang dilakukan di Jerman telah menunjukkan hubungan antara penggunaan PPI dan demensia, secara khusus menyebutkan bagaimana turunan benzimidazol, astemizol, dan lansoprazol, berinteraksi dengan agregat protein tau yang tidak normal (neurofibrillary tangles).<ref>[http://archneur.jamanetwork.com/article.aspx?articleid=2487379 Association of Proton Pump Inhibitors With Risk of Dementia: A Pharmacoepidemiological Claims Data Analysis]. ''JAMA Neurol''. 2016. Vol. 73 (4). hlm. 410–416. doi:10.1001/jamaneurol.2015.4791.</ref><ref>''Selective interaction of lansoprazole and astemizole with tau polymers: potential new clinical use in diagnosis of Alzheimer's disease''. ''J Alzheimers Dis''. 2010. Vol. 19 (2). hlm. 573–89. doi:10.3233/JAD-2010-1262.</ref><ref>''High affinity radiopharmaceuticals based upon lansoprazole for PET imaging of aggregated tau in Alzheimer's disease and progressive supranuclear palsy: synthesis, preclinical evaluation, and lead selection''. ''ACS Chem Neurosci''. 2014. Vol. 5 (8). hlm. 718–30. doi:10.1021/cn500103u. Epub 2014 Jun 16.</ref> Salah satu teori menunjukkan bahwa blokade non-selektif pompa natrium-kalium di otak dapat menyebabkan ketidakseimbangan osmotik atau pembengkakan sel.  


Selain itu, interaksi antara PPI dan obat lain yang memengaruhi pompa natrium-kalium, seperti [[digoksin]] dan [[warfarin]], telah didokumentasikan dengan baik. Memori dikaitkan dengan astrosit, dan subunit alfa3 dari reseptor adenosin yang ditemukan dalam pompa hidrogen/natrium-kalium mungkin merupakan faktor kunci dalam demensia. Penggunaan PPI secara kronis dapat menyebabkan penurunan regulasi subunit alfa3, yang dapat meningkatkan kerusakan pada astrosit. Selain itu, terdapat hubungan yang kuat antara osteopetrosis, yang disebabkan oleh gen TCIRG1, dan pikun.
Selain itu, interaksi antara PPI dan obat lain yang memengaruhi pompa natrium-kalium, seperti [[digoksin]] dan [[warfarin]], telah didokumentasikan dengan baik.<ref>''Interaction risk with proton pump inhibitors in general practice: significant disagreement between different drug-related information sources''. ''Br J Clin Pharmacol''. 2006. Vol. 62 (5). hlm. 582–90. doi:10.1111/j.1365-2125.2006.02687.x.</ref> Memori dikaitkan dengan astrosit, dan subunit alfa3 dari reseptor adenosin yang ditemukan dalam pompa hidrogen/natrium-kalium mungkin merupakan faktor kunci dalam demensia.<ref>''Adenosine A1 and A3 receptors protect astrocytes from hypoxic damage''. ''Eur J Pharmacol''. 2008. Vol. 596 (1–3). hlm. 6–13. doi:10.1016/j.ejphar.2008.08.002. Epub 2008 Aug 13.</ref><ref>''Glial ephrin-A3 regulates hippocampal dendritic spine morphology and glutamate transport''. ''Proc Natl Acad Sci U S A''. 2009. Vol. 106. hlm. 12524–12529. doi:10.1073/pnas.0903328106.</ref><ref>''Elusive roles for reactive astrocytes in neurodegenerative diseases''. ''Front Cell Neurosci''. 2015. Vol. 9. hlm. 278. doi:10.3389/fncel.2015.00278. eCollection 2015</ref> Penggunaan PPI secara kronis dapat menyebabkan penurunan regulasi subunit alfa3, yang dapat meningkatkan kerusakan pada astrosit.<ref>''A(1) and A(3) adenosine receptors inhibit LPS-induced hypoxia-inducible factor-1 accumulation in murine astrocytes''. ''Pharmacol Res''. 2013. Vol. 76. hlm. 157–70. doi:10.1016/j.phrs.2013.08.002. Epub 2013 Aug 19.</ref> Selain itu, terdapat hubungan yang kuat antara osteopetrosis, yang disebabkan oleh gen TCIRG1, dan pikun.<ref>[http://ghr.nlm.nih.gov/gene/TCIRG1 TCIRG1]. ''Genetics Home Reference''.</ref><ref>''Osteopetrosis and thalamic hypomyelinosis with synaptic degeneration in DAP12-deficient mice''. ''J Clin Invest''. 2003. Vol. 111 (3). hlm. 323–32. doi:10.1172/JCI16923.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pompa+hidrogen+kalium+ATPase&oldid=29598085 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29598085 (2026-08-19T05:20:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pompa+hidrogen+kalium+ATPase&oldid=29598085 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29598085 (2026-08-19T05:20:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.06

Pompa hidrogen kalium ATPase, juga dikenal sebagai H+/K+ ATPase, adalah pompa protein yang berfungsi untuk memindahkan proton (asam) ke lumen lambung sehingga terbentuk asam lambung.[1] Protein ini merupakan anggota dari kelompok ATPase tipe-P, juga dikenal sebagai ATPase E 1 -E 2 karena memiliki dua status yang berbeda.[2]

Fungsi biologis dan lokasi

H+/K+ ATPase berfungsi sebagai pompa proton dalam lambung. Pompa ini bekerja dengan cara menukar kalium dari lumen usus dengan hidronium pada sitoplasma sel parietal,[3] dan terutama bertanggung jawab untuk membuat isi lambung menjadi lebih asam dan mengaktifkan enzim pencernaan pepsin.[4]

H+/K+ ATPase ditemukan pada sel parietal, suatu sel epitel khusus dalam mukosa lambung. Sel-sel ini memiliki sistem membran sekretori yang luas, dengan H+/K+ ATPase sebagai komponen protein utama dari membran ini. Sejumlah kecil pompa ini juga dapat ditemukan dalam medula ginjal.[5]

Gen dan struktur protein

H+/K+ ATPase merupakan protein heterodimer dan merupakan produk dari dua gen. Subunit α, yang dikodekan oleh gen ATP4A,[6] memiliki panjang sekitar 1000 asam amino dan mengandung situs katalitik enzim. Subunit ini membentuk pori melalui membran sel yang memungkinkan pengangkutan ion dan mengikat ion hidronium di dua situs aktif.[7] Subunit α juga memiliki situs fosforilasi pada Asp385.[8] Sementara itu, subunit β dikode oleh gen ATP4B,[9] dan merupakan protein yang lebih kecil sekitar 300 asam amino. Subunit ini memiliki domain sitoplasma terminal-N sebanyak 36 asam amino, domain transmembran tunggal, dan domain ekstraseluler yang sangat terglikosilasi.

Subunit β ATPase H+/K+ memainkan peran penting dalam menstabilkan subunit α dan diperlukan agar pompa dapat berfungsi dengan baik. Subunit ini mencegah pompa bekerja secara terbalik,[10] dan juga mengandung sinyal yang memandu heterodimer ke lokasi membran tertentu di dalam sel. Namun, beberapa sinyal ini tidak sepenting sinyal yang ditemukan di subunit α.

Struktur H+/K+ ATPase telah dianalisis pada manusia, anjing, babi, tikus, dan kelinci dan telah ditemukan hampir identik pada semua spesies, dengan homologi 98%.[11]

Mekanisme dan aktivitas pompa

H+/K+ ATPase adalah anggota ATPase tipe-P, yang termasuk dalam kelas ATPase eukariotik.[12] Mirip dengan Ca2+ dan Na+/K+ ATPase, H+/K+ ATPase berfungsi sebagai protomer α, β.[13] Namun, pompa berbeda dari ATPase eukariotik lainnya karena bersifat elektronetral, yang berarti mengangkut satu proton ke dalam lumen lambung untuk setiap ion kalium yang diambil dari lumen lambung.[14] Sebagai pompa ion, ATPase H+/K+ mampu mengangkut ion melawan gradien konsentrasi dengan menggunakan energi dari hidrolisis ATP. Selama siklus pengangkutan, gugus fosfat dipindahkan dari ATP ke H+/K+ ATPase, yang menyebabkan perubahan konformasi pada enzim, sehingga membantu pengangkutan ion.

Aktivasi pompa hidrogen kalium ATPase adalah proses tidak langsung yang diinisiasi oleh gastrin, yang merangsang sel ECL untuk melepaskan histamin.[15] Histamin kemudian berikatan dengan reseptor H2 yang terletak di sel parietal, yang memicu jalur yang bergantung pada cAMP. Jalur ini menyebabkan protein pompa berpindah dari membran tubular sitoplasma ke kanalikuli yang terlipat dalam di dalam sel parietal yang terstimulasi.[16] Setelah lokalisasi, pompa beralih di antara dua konformasi, E1 dan E2, untuk memfasilitasi pengangkutan ion melintasi membran.

Konformasi E1 mengikat fosfat dari ATP dan ion hidronium pada sisi sitoplasma. Selanjutnya, pompa protein beralih ke konformasi E2, yang memungkinkan ion hidronium dilepaskan ke dalam lumen. Dalam konformasi E2, protein mengikat kalium dan kemudian kembali ke konformasi E1, melepaskan fosfat dan K+ ke dalam sitoplasma. Hal ini memungkinkan terjadinya hidrolisis ATP lain, dan siklusnya berulang.[17] Subunit β mencegah konformasi E2-P kembali ke konformasi E1-P, memastikan bahwa pemompaan proton searah.[18] Jumlah ion yang diangkut per ATP bervariasi tergantung pada pH lambung, mulai dari 2H+/2K+ hingga 1H+/1K+.[19]

Relevansi klinis

Pendekatan utama untuk mengobati penyakit seperti penyakit refluks gastroesofagus (GERD) dan penyakit tukak lambung (PUD) adalah dengan menghambat pompa hidrogen kalium ATPase,[20] sehingga mengurangi asam lambung. Meskipun pendekatan ini dapat meringankan gejala penyakit, tetapi tidak dapat mengatasi penyebab utama GERD (relaksasi abnormal sfingter esofagus) atau PUD (Helicobacter pylori dan NSAID).[21]

Terdapat dua kelas utama obat yang telah digunakan untuk menghambat H+/K+-ATPase yaitu penghambat pompa proton (PPI) dan penghambat asam kompetitif kalium (PCAB). Pengembangan PPI dimulai dengan penemuan timoprazol pada 1975.[22] PPI adalah prodrug yang diaktifkan oleh asam dan mengikat secara kovalen ke pompa aktif untuk menghambat hidrogen-kalium ATPase.[23] PPI saat ini, seperti omeprazol, memiliki waktu paruh yang singkat sekitar 90 menit.[24]

Penghambat asam kompetitif kalium (PCAB) atau antagonis pompa asam (APA) adalah penghambat yang mencegah sekresi asam dengan mengikat situs aktif K+.[25] PCAB bekerja lebih cepat daripada PPI karena tidak memerlukan aktivasi asam. Revaprazan adalah PCAB pertama yang digunakan secara klinis di Asia Timur, dan PCAB lainnya sedang dikembangkan karena tampaknya memberikan kontrol asam yang lebih baik dalam uji klinis.[26]

Menonaktifkan pompa proton juga dapat mengakibatkan masalah kesehatan. Sebuah studi pada tikus menemukan bahwa mutasi pada subunit α pompa mengakibatkan aklorhidri, yang menyebabkan masalah penyerapan zat besi yang berujung pada kekurangan zat besi dan anemia. Meskipun penggunaan PPI belum dikaitkan dengan risiko anemia yang lebih tinggi, diperkirakan bahwa H+/K+-ATPase membantu penyerapan zat besi, tetapi mungkin tidak mutlak diperlukan.[27]

Penelitian yang dilakukan di Jerman telah menunjukkan hubungan antara penggunaan PPI dan demensia, secara khusus menyebutkan bagaimana turunan benzimidazol, astemizol, dan lansoprazol, berinteraksi dengan agregat protein tau yang tidak normal (neurofibrillary tangles).[28][29][30] Salah satu teori menunjukkan bahwa blokade non-selektif pompa natrium-kalium di otak dapat menyebabkan ketidakseimbangan osmotik atau pembengkakan sel.

Selain itu, interaksi antara PPI dan obat lain yang memengaruhi pompa natrium-kalium, seperti digoksin dan warfarin, telah didokumentasikan dengan baik.[31] Memori dikaitkan dengan astrosit, dan subunit alfa3 dari reseptor adenosin yang ditemukan dalam pompa hidrogen/natrium-kalium mungkin merupakan faktor kunci dalam demensia.[32][33][34] Penggunaan PPI secara kronis dapat menyebabkan penurunan regulasi subunit alfa3, yang dapat meningkatkan kerusakan pada astrosit.[35] Selain itu, terdapat hubungan yang kuat antara osteopetrosis, yang disebabkan oleh gen TCIRG1, dan pikun.[36][37]

Referensi

  1. Hideki Sakai. The Alkali Metal Ions: Their Role in Life. Springer. 2016. Vol. 16. hlm. 459–483. doi:10.1007/978-3-319-21756-7_13.
  2. Shin, J. M. The gastric HK-ATPase: structure, function and inhibition. Pflügers Archiv: European Journal of Physiology. 2009. Vol. 457 (3). hlm. 609–622. doi:10.1007/s00424-008-0495-4.
  3. Shin, J. M. The gastric HK-ATPase: structure, function and inhibition. Pflügers Archiv: European Journal of Physiology. 2009. Vol. 457 (3). hlm. 609–622. doi:10.1007/s00424-008-0495-4.
  4. Berg, J. M. Biochemistry. W.H. Freeman and Company. 2012.
  5. Shin, J. M. The gastric HK-ATPase: structure, function and inhibition. Pflügers Archiv: European Journal of Physiology. 2009. Vol. 457 (3). hlm. 609–622. doi:10.1007/s00424-008-0495-4.
  6. ATP4A ATPase H+/K+ transporting alpha subunit
  7. Chourasia, M. Proton binding sites and conformational analysis of H+K+-ATPase. Biochemical and Biophysical Research Communications. 2005. Vol. 336 (3). hlm. 961–966. doi:10.1016/j.bbrc.2005.08.205.
  8. Scheirlinckx, F. Conformational changes in gastric H+/K+-ATPase monitored by difference Fourier-transform infrared spectroscopy and hydrogen/deuterium exchange. Biochemical Journal. 2004. Vol. 382 (Pt 1). hlm. 121–129. doi:10.1042/BJ20040277.
  9. ATP4B ATPase H+/K+ transporting beta subunit
  10. Abe, K. Inter-subunit interaction of gastric H + ,K + -ATPase prevents reverse reaction of the transport cycle. The EMBO Journal. 2009. Vol. 28 (11). hlm. 1637–1643. doi:10.1038/emboj.2009.102.
  11. Shin, J. M. The gastric HK-ATPase: structure, function and inhibition. Pflügers Archiv: European Journal of Physiology. 2009. Vol. 457 (3). hlm. 609–622. doi:10.1007/s00424-008-0495-4.
  12. Shin, J. M. Ion Motive ATPases: P-type ATPases. eLS. 2009. doi:10.1002/9780470015902.a0001379.pub2. ISBN 978-0470016176.
  13. Dach, I. Active Detergent-solubilized H + ,K + -ATPase Is a Monomer. The Journal of Biological Chemistry. 2012. Vol. 287 (50). hlm. 41963–41978. doi:10.1074/jbc.M112.398768.
  14. Shin, J. M. Ion Motive ATPases: P-type ATPases. eLS. 2009. doi:10.1002/9780470015902.a0001379.pub2. ISBN 978-0470016176.
  15. Prinz, C. Acid secretion and the H,K ATPase of stomach. The Yale Journal of Biology and Medicine. 1992. Vol. 65 (6). hlm. 577–596.
  16. Shin, J. M. The gastric HK-ATPase: structure, function and inhibition. Pflügers Archiv: European Journal of Physiology. 2009. Vol. 457 (3). hlm. 609–622. doi:10.1007/s00424-008-0495-4.
  17. Shin, J. M. The gastric HK-ATPase: structure, function and inhibition. Pflügers Archiv: European Journal of Physiology. 2009. Vol. 457 (3). hlm. 609–622. doi:10.1007/s00424-008-0495-4.
  18. Abe, K. Inter-subunit interaction of gastric H + ,K + -ATPase prevents reverse reaction of the transport cycle. The EMBO Journal. 2009. Vol. 28 (11). hlm. 1637–1643. doi:10.1038/emboj.2009.102.
  19. Abe, K. Cryo-EM structure of gastric H+,K+-ATPase with a single occupied cation-binding site. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 2012. Vol. 109 (45). hlm. 18401–18406. doi:10.1073/pnas.1212294109.
  20. Shin, J. M. Molecular mechanisms in therapy of acid-related diseases. Cellular and Molecular Life Sciences. 2008. Vol. 65 (2). hlm. 264–281. doi:10.1007/s00018-007-7249-x.
  21. Yeomans, N. D. The ulcer sleuths: The search for the cause of peptic ulcers. Journal of Gastroenterology and Hepatology. 2011. Vol. 26. hlm. 35–41. doi:10.1111/j.1440-1746.2010.06537.x.
  22. Sachs, G. The Gastric H,K ATPase as a Drug Target: Past, Present and Future. Journal of Clinical Gastroenterology. 2007. Vol. 41 (Suppl 2). hlm. S226–S242. doi:10.1097/MCG.0b013e31803233b7.
  23. Shin J. M. Pharmacology of Proton Pump Inhibitors. Current Gastroenterology Reports. 2008. Vol. 10 (6). hlm. 528–534. doi:10.1007/s11894-008-0098-4.
  24. Shin, J. M. Long lasting inhibitors of the gastric H,K-ATPase. Expert Review of Clinical Pharmacology. 2009. Vol. 2 (5). hlm. 461–468. doi:10.1586/ecp.09.33.
  25. Sachs, G. The Gastric H,K ATPase as a Drug Target: Past, Present and Future. Journal of Clinical Gastroenterology. 2007. Vol. 41 (Suppl 2). hlm. S226–S242. doi:10.1097/MCG.0b013e31803233b7.
  26. Shin, J. M. Long lasting inhibitors of the gastric H,K-ATPase. Expert Review of Clinical Pharmacology. 2009. Vol. 2 (5). hlm. 461–468. doi:10.1586/ecp.09.33.
  27. Krieg L. Mutation of the gastric hydrogen-potassium ATPase alpha subunit causes iron-deficiency anemia in mice. Blood. 2011. Vol. 118 (24). hlm. 6418–6425. doi:10.1182/blood-2011-04-350082.
  28. Association of Proton Pump Inhibitors With Risk of Dementia: A Pharmacoepidemiological Claims Data Analysis. JAMA Neurol. 2016. Vol. 73 (4). hlm. 410–416. doi:10.1001/jamaneurol.2015.4791.
  29. Selective interaction of lansoprazole and astemizole with tau polymers: potential new clinical use in diagnosis of Alzheimer's disease. J Alzheimers Dis. 2010. Vol. 19 (2). hlm. 573–89. doi:10.3233/JAD-2010-1262.
  30. High affinity radiopharmaceuticals based upon lansoprazole for PET imaging of aggregated tau in Alzheimer's disease and progressive supranuclear palsy: synthesis, preclinical evaluation, and lead selection. ACS Chem Neurosci. 2014. Vol. 5 (8). hlm. 718–30. doi:10.1021/cn500103u. Epub 2014 Jun 16.
  31. Interaction risk with proton pump inhibitors in general practice: significant disagreement between different drug-related information sources. Br J Clin Pharmacol. 2006. Vol. 62 (5). hlm. 582–90. doi:10.1111/j.1365-2125.2006.02687.x.
  32. Adenosine A1 and A3 receptors protect astrocytes from hypoxic damage. Eur J Pharmacol. 2008. Vol. 596 (1–3). hlm. 6–13. doi:10.1016/j.ejphar.2008.08.002. Epub 2008 Aug 13.
  33. Glial ephrin-A3 regulates hippocampal dendritic spine morphology and glutamate transport. Proc Natl Acad Sci U S A. 2009. Vol. 106. hlm. 12524–12529. doi:10.1073/pnas.0903328106.
  34. Elusive roles for reactive astrocytes in neurodegenerative diseases. Front Cell Neurosci. 2015. Vol. 9. hlm. 278. doi:10.3389/fncel.2015.00278. eCollection 2015
  35. A(1) and A(3) adenosine receptors inhibit LPS-induced hypoxia-inducible factor-1 accumulation in murine astrocytes. Pharmacol Res. 2013. Vol. 76. hlm. 157–70. doi:10.1016/j.phrs.2013.08.002. Epub 2013 Aug 19.
  36. TCIRG1. Genetics Home Reference.
  37. Osteopetrosis and thalamic hypomyelinosis with synaptic degeneration in DAP12-deficient mice. J Clin Invest. 2003. Vol. 111 (3). hlm. 323–32. doi:10.1172/JCI16923.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29598085 (2026-08-19T05:20:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.