Lompat ke isi

Piperin: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29577641; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Piperin''', mungkin bersama dengan isomernya [[kavisin]], adalah senyawa yang bertanggung jawab atas rasa [[pedas]] pada [[lada]] hitam dan lada panjang. Senyawa ini telah digunakan dalam beberapa bentuk [[obat tradisional|pengobatan tradisional]].
[[File:Piperin.svg|thumb|right|280px|Piperin]]
 
'''Piperin''', mungkin bersama dengan isomernya [[kavisin]],<ref>R De Cleyn. [https://www.chm.bris.ac.uk/sillymolecules/chavicine.pdf Constituents of peppers. I Qualitative Analysis of Piperine Isomers]. ''Chromatografia''. 1972. Vol. 5. hlm. 346–350. doi:10.1007/BF02315254.</ref> adalah senyawa<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Piperin&oldid=29577641 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> yang bertanggung jawab atas rasa [[pedas]] pada [[lada]] hitam dan lada panjang. Senyawa ini telah digunakan dalam beberapa bentuk [[obat tradisional|pengobatan tradisional]].<ref>Srinivasan, K. [https://archive.org/details/critical-reviews-in-food-science-and-nutrition_2007_47_8/page/735 Black pepper and its pungent principle-piperine: A review of diverse physiological effects]. ''Critical Reviews in Food Science and Nutrition''. 2007. Vol. 47 (8). hlm. 735–748. doi:10.1080/10408390601062054.</ref>
==Sejarah==
==Sejarah==
Piperin ditemukan pada tahun 1819 oleh [[Hans Christian Ørsted]], yang mengisolasinya dari buah [[lada]], tanaman sumber lada hitam dan putih. Piperin juga ditemukan di [[lada panjang]] dan [[Cabai jawa (tanaman)|cabai jawa]], dua spesies yang disebut "lada panjang".
Piperin ditemukan pada tahun 1819 oleh [[Hans Christian Ørsted]], yang mengisolasinya dari buah [[lada]], tanaman sumber lada hitam dan putih.<ref>Hans Christian Ørsted. [https://books.google.com/books?id=k-M4AAAAMAAJ&pg=PA80 Über das Piperin, ein neues Pflanzenalkaloid]. ''Schweiggers Journal für Chemie und Physik''. 1820. Vol. 29 (1). hlm. 80–82.</ref> Piperin juga ditemukan di [[lada panjang]] dan [[Cabai jawa (tanaman)|cabai jawa]], dua spesies yang disebut "lada panjang".<ref>Friedrich A. Fluckiger. [https://archive.org/details/pharmacographia01hanbgoog Pharmacographia : a History of the Principal Drugs of Vegetable Origin, Met with in Great Britain and British India]. Macmillan. 1879. hlm. [https://archive.org/details/pharmacographia01hanbgoog/page/n595 584].</ref>


==Preparasi==
==Preparasi==
Karena kelarutannya yang rendah dalam air, piperin biasanya diekstraksi dari lada hitam dengan menggunakan pelarut organik seperti [[diklorometana]]. Jumlah piperin bervariasi dari 1–2% pada lada hitam, hingga 5–10% pada lada putih dan lada hitam komersial.
Karena kelarutannya yang rendah dalam air, piperin biasanya diekstraksi dari lada hitam dengan menggunakan pelarut organik seperti [[diklorometana]].<ref>William W. Epstein. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-education_1993-07_70_7/page/598 Isolation of Piperine from Black Pepper]. ''J. Chem. Educ''. 1993. Vol. 70 (7). hlm. 598. doi:10.1021/ed070p598.</ref> Jumlah piperin bervariasi dari 1–2% pada lada hitam, hingga 5–10% pada lada putih dan lada hitam komersial.<ref>[http://www.tis-gdv.de/tis_e/ware/gewuerze/pfeffer/pfeffer.htm#selbsterhitzung Pepper]. ''Tis-gdv.de''.</ref><ref>Thomas Anderson Henry. ''The Plant Alkaloids''. The Blakiston Company. 1949. hlm. 1-2.</ref>


Piperin juga dapat dibuat dengan mengolah residu bebas pelarut dari ekstrak alkohol pekat lada hitam dengan larutan [[kalium hidroksida]] untuk menghilangkan [[resin]] (yang dikatakan mengandung kavisin, isomer piperin). Larutan didekantir dari residu yang tidak larut dan dibiarkan semalam dalam [[alkohol]]. Selama periode ini, [[alkaloid]] perlahan meng[[kristalisasi|kristal]] dari larutan.
Piperin juga dapat dibuat dengan mengolah residu bebas pelarut dari ekstrak alkohol pekat lada hitam dengan larutan [[kalium hidroksida]] untuk menghilangkan [[resin]] (yang dikatakan mengandung kavisin, isomer piperin).<ref>Thomas Anderson Henry. ''The Plant Alkaloids''. The Blakiston Company. 1949. hlm. 1-2.</ref> Larutan didekantir dari residu yang tidak larut dan dibiarkan semalam dalam [[alkohol]]. Selama periode ini, [[alkaloid]] perlahan meng[[kristalisasi|kristal]] dari larutan.<ref>Raphael Ikan. [https://books.google.com/books?id=B7P8HQimBAIC&q=Natural+Products%3A+A+Laboratory+Guide+2nd+Ed. Natural Products: A Laboratory Guide]. Academic Press. 1991. hlm. 223–224. ISBN 0123705517.</ref>


Piperin telah disintesis melalui aksi piperonoil klorida pada piperidina.
Piperin telah disintesis melalui aksi piperonoil klorida pada piperidina.<ref>Thomas Anderson Henry. ''The Plant Alkaloids''. The Blakiston Company. 1949. hlm. 1-2.</ref>


==Reaksi==
==Reaksi==
Piperin membentuk garam hanya dengan asam kuat. [[Asam kloroplatinat|Platiniklorida]] B<sub>4</sub>·H<sub>2</sub>PtCl<sub>6</sub> membentuk jarum berwarna jingga-merah ("B" menunjukkan satu mol basa alkaloid dalam rumus ini dan rumus berikutnya). [[Yodium]] dalam [[kalium iodida]] yang ditambahkan ke larutan alkohol basa tersebut dengan sedikit [[asam klorida]] menghasilkan periodida yang khas, B<sub>2</sub>·HI·I<sub>2</sub>, yang mengkristal dalam bentuk jarum berwarna biru baja dengan [[titik lebur]] sebesar 145&nbsp;°C.
Piperin membentuk garam hanya dengan asam kuat. [[Asam kloroplatinat|Platiniklorida]] B<sub>4</sub>·H<sub>2</sub>PtCl<sub>6</sub> membentuk jarum berwarna jingga-merah ("B" menunjukkan satu mol basa alkaloid dalam rumus ini dan rumus berikutnya). [[Yodium]] dalam [[kalium iodida]] yang ditambahkan ke larutan alkohol basa tersebut dengan sedikit [[asam klorida]] menghasilkan periodida yang khas, B<sub>2</sub>·HI·I<sub>2</sub>, yang mengkristal dalam bentuk jarum berwarna biru baja dengan [[titik lebur]] sebesar 145&nbsp;°C.<ref>Thomas Anderson Henry. ''The Plant Alkaloids''. The Blakiston Company. 1949. hlm. 1-2.</ref>


Piperin dapat di[[hidrolisis]] oleh alkali menjadi piperidina dan asam piperat.
Piperin dapat di[[hidrolisis]] oleh alkali menjadi piperidina dan asam piperat.<ref>Thomas Anderson Henry. ''The Plant Alkaloids''. The Blakiston Company. 1949. hlm. 1-2.</ref>


Dalam cahaya, terutama cahaya [[ultraungu|ultraviolet]], piperin diubah menjadi isomernya yaitu kavisin, isokavisin, dan isopiperin yang tidak berasa.
Dalam cahaya, terutama cahaya [[ultraungu|ultraviolet]], piperin diubah menjadi isomernya yaitu kavisin, isokavisin, dan isopiperin yang tidak berasa.<ref>R De Cleyn. [https://www.chm.bris.ac.uk/sillymolecules/chavicine.pdf Constituents of peppers. I Qualitative Analysis of Piperine Isomers]. ''Chromatografia''. 1972. Vol. 5. hlm. 346–350. doi:10.1007/BF02315254.</ref><ref>Nobuyuki Kozukue. [https://doi.org/10.1021/jf070831p Kinetics of Light-Induced Cis−Trans Isomerization of Four Piperines and Their Levels in Ground Black Peppers as Determined by HPLC and LC/MS]. ''J. Agric. Food Chem''. 2007. Vol. 55 (17). hlm. 7131–7139. doi:10.1021/jf070831p.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Piperin&oldid=29577641 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29577641 (2026-08-14T15:05:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Piperin&oldid=29577641 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29577641 (2026-08-14T15:05:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.09

Berkas:Piperin.svg
Piperin

Piperin, mungkin bersama dengan isomernya kavisin,[1] adalah senyawa[2] yang bertanggung jawab atas rasa pedas pada lada hitam dan lada panjang. Senyawa ini telah digunakan dalam beberapa bentuk pengobatan tradisional.[3]

Sejarah

Piperin ditemukan pada tahun 1819 oleh Hans Christian Ørsted, yang mengisolasinya dari buah lada, tanaman sumber lada hitam dan putih.[4] Piperin juga ditemukan di lada panjang dan cabai jawa, dua spesies yang disebut "lada panjang".[5]

Preparasi

Karena kelarutannya yang rendah dalam air, piperin biasanya diekstraksi dari lada hitam dengan menggunakan pelarut organik seperti diklorometana.[6] Jumlah piperin bervariasi dari 1–2% pada lada hitam, hingga 5–10% pada lada putih dan lada hitam komersial.[7][8]

Piperin juga dapat dibuat dengan mengolah residu bebas pelarut dari ekstrak alkohol pekat lada hitam dengan larutan kalium hidroksida untuk menghilangkan resin (yang dikatakan mengandung kavisin, isomer piperin).[9] Larutan didekantir dari residu yang tidak larut dan dibiarkan semalam dalam alkohol. Selama periode ini, alkaloid perlahan mengkristal dari larutan.[10]

Piperin telah disintesis melalui aksi piperonoil klorida pada piperidina.[11]

Reaksi

Piperin membentuk garam hanya dengan asam kuat. Platiniklorida B4·H2PtCl6 membentuk jarum berwarna jingga-merah ("B" menunjukkan satu mol basa alkaloid dalam rumus ini dan rumus berikutnya). Yodium dalam kalium iodida yang ditambahkan ke larutan alkohol basa tersebut dengan sedikit asam klorida menghasilkan periodida yang khas, B2·HI·I2, yang mengkristal dalam bentuk jarum berwarna biru baja dengan titik lebur sebesar 145 °C.[12]

Piperin dapat dihidrolisis oleh alkali menjadi piperidina dan asam piperat.[13]

Dalam cahaya, terutama cahaya ultraviolet, piperin diubah menjadi isomernya yaitu kavisin, isokavisin, dan isopiperin yang tidak berasa.[14][15]

Referensi

  1. R De Cleyn. Constituents of peppers. I Qualitative Analysis of Piperine Isomers. Chromatografia. 1972. Vol. 5. hlm. 346–350. doi:10.1007/BF02315254.
  2. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  3. Srinivasan, K. Black pepper and its pungent principle-piperine: A review of diverse physiological effects. Critical Reviews in Food Science and Nutrition. 2007. Vol. 47 (8). hlm. 735–748. doi:10.1080/10408390601062054.
  4. Hans Christian Ørsted. Über das Piperin, ein neues Pflanzenalkaloid. Schweiggers Journal für Chemie und Physik. 1820. Vol. 29 (1). hlm. 80–82.
  5. Friedrich A. Fluckiger. Pharmacographia : a History of the Principal Drugs of Vegetable Origin, Met with in Great Britain and British India. Macmillan. 1879. hlm. 584.
  6. William W. Epstein. Isolation of Piperine from Black Pepper. J. Chem. Educ. 1993. Vol. 70 (7). hlm. 598. doi:10.1021/ed070p598.
  7. Pepper. Tis-gdv.de.
  8. Thomas Anderson Henry. The Plant Alkaloids. The Blakiston Company. 1949. hlm. 1-2.
  9. Thomas Anderson Henry. The Plant Alkaloids. The Blakiston Company. 1949. hlm. 1-2.
  10. Raphael Ikan. Natural Products: A Laboratory Guide. Academic Press. 1991. hlm. 223–224. ISBN 0123705517.
  11. Thomas Anderson Henry. The Plant Alkaloids. The Blakiston Company. 1949. hlm. 1-2.
  12. Thomas Anderson Henry. The Plant Alkaloids. The Blakiston Company. 1949. hlm. 1-2.
  13. Thomas Anderson Henry. The Plant Alkaloids. The Blakiston Company. 1949. hlm. 1-2.
  14. R De Cleyn. Constituents of peppers. I Qualitative Analysis of Piperine Isomers. Chromatografia. 1972. Vol. 5. hlm. 346–350. doi:10.1007/BF02315254.
  15. Nobuyuki Kozukue. Kinetics of Light-Induced Cis−Trans Isomerization of Four Piperines and Their Levels in Ground Black Peppers as Determined by HPLC and LC/MS. J. Agric. Food Chem. 2007. Vol. 55 (17). hlm. 7131–7139. doi:10.1021/jf070831p.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29577641 (2026-08-14T15:05:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.