Biosintesis: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29451196; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Biosintesis''' adalah suatu proses banyak-tahap, yang [[katalisis|dikatalisis]]-[[enzim]] di mana [[substrat]] diubah menjadi [[produk (kimia)|produk]] yang lebih kompleks dalam organisme hidup. Dalam biosintesis, [[senyawa kimia|senyawa]] dimodifikasi, diubah menjadi senyawa lain, atau digabungkan bersama untuk membentuk [[makromolekul]]. Proses ini terkadang terdiri dari [[jalur metabolik]]. Beberapa dari jalur biosintesis ini berlokasi di dalam [[organel]] sel tunggal, sementara lainnya melibatkan enzim yang berlokasi di dalam organel sel ganda. Contoh dari jalur biosintesis ini diantaranya pada produksi komponen [[membran]] [[lipida]] dan [[nukleotida]]. Biosintesis biasanya [[sinonim|bersinonim]] dengan [[anabolisme]]. | '''Biosintesis''' adalah suatu proses banyak-tahap, yang [[katalisis|dikatalisis]]-[[enzim]] di mana [[substrat]] diubah menjadi [[produk (kimia)|produk]] yang lebih kompleks dalam organisme hidup.<ref>SYbil, P Parker. ''McGraw-Hill Dictionary of Biology''. McGraw-Hill Company. 1984.</ref> Dalam biosintesis, [[senyawa kimia|senyawa]] dimodifikasi, diubah menjadi senyawa lain, atau digabungkan bersama untuk membentuk [[makromolekul]]. Proses ini terkadang terdiri dari [[jalur metabolik]]. Beberapa dari jalur biosintesis ini berlokasi di dalam [[organel]] sel tunggal, sementara lainnya melibatkan enzim yang berlokasi di dalam organel sel ganda. Contoh dari jalur biosintesis ini diantaranya pada produksi komponen [[membran]] [[lipida]] dan [[nukleotida]]. Biosintesis biasanya [[sinonim|bersinonim]] dengan [[anabolisme]].<ref>Stincone A, Prigione A, Cramer T, Wamelink MM, Campbell K, Cheung E, Olin-Sandoval V, Grüning NM, Krüger A, Tauqeer Alam M, Keller MA, Breitenbach M, Brindle KM, Rabinowitz JD, Ralser M. ''The return of metabolism: biochemistry and physiology of the pentose phosphate pathway''. ''Biol Rev Camb Philos Soc''. 2015. Vol. 90 (3). hlm. 927-63. doi:10.1111/brv.12140.</ref> | ||
Unsur-unsur prasyarat untuk biosintesis meliputi: senyawa [[Prekursor (kimia)|prekursor]], [[energi kimia]] (misalnya [[adenosin trifosfat|ATP]]), dan enzim katalitik yang mungkin memerlukan [[koenzim]] (misalnya [[NADH]], [[NADPH]]). Elemen-elemen ini menciptakan [[monomer]], suatu blok pembangun untuk makromolekul. Beberapa makromolekul biologis penting meliputi: [[protein]], yang terdiri dari monomer [[asam amino]] yang bergabung melalui [[ikatan peptida]], dan molekul [[DNA]], yang terdiri dari nukleotida yang bergabung melalui [[ikatan fosfodiester]]. | Unsur-unsur prasyarat untuk biosintesis meliputi: senyawa [[Prekursor (kimia)|prekursor]], [[energi kimia]] (misalnya [[adenosin trifosfat|ATP]]), dan enzim katalitik yang mungkin memerlukan [[koenzim]] (misalnya [[NADH]], [[NADPH]]). Elemen-elemen ini menciptakan [[monomer]], suatu blok pembangun untuk makromolekul. Beberapa makromolekul biologis penting meliputi: [[protein]], yang terdiri dari monomer [[asam amino]] yang bergabung melalui [[ikatan peptida]], dan molekul [[DNA]], yang terdiri dari nukleotida yang bergabung melalui [[ikatan fosfodiester]].<ref>Marion Graupner. ''Biosynthesis of the Phosphodiester Bond in Coenzyme F420 in the Methanoarchaea''. ''Biochemistry''. 2001. doi:10.1021/bi0107703.</ref> | ||
== Sifat reaksi kimia == | == Sifat reaksi kimia == | ||
Biosintesis terjadi karena serangkaian reaksi kimia. Agar reaksi-reaksi ini terjadi, unsur-unsur berikut ini diperlukan: | Biosintesis terjadi karena serangkaian reaksi kimia. Agar reaksi-reaksi ini terjadi, unsur-unsur berikut ini diperlukan:<ref>Alberts, Bruce. ''Molecular biology of the cell''. Garland Science. 2007. ISBN 978-0815341055.</ref><ref>Donald Voet, Judith G. Voet, Charlotte W. Pratt. [https://archive.org/details/fundamentalsofbi0000voet_l2x7 Fundamentals of biochemistry : life at the molecular level]. Wiley. 2013. ISBN 978-0470547847.</ref> | ||
* [[Prekursor (kimia)|Senyawa prekursor]]: senyawa-senyawa ini adalah molekul awal atau [[Substrat (biokimia)|substrat]] dalam suatu reaksi. Prekursor ini juga dapat dilihat sebagai [[reaktan]] dalam proses kimia tertentu. | * [[Prekursor (kimia)|Senyawa prekursor]]: senyawa-senyawa ini adalah molekul awal atau [[Substrat (biokimia)|substrat]] dalam suatu reaksi. Prekursor ini juga dapat dilihat sebagai [[reaktan]] dalam proses kimia tertentu.<ref>Alberts, Bruce. ''Molecular biology of the cell''. Garland Science. 2007. ISBN 978-0815341055.</ref> | ||
* [[Energi kimia]]: energi kimia dapat ditemukan dalam bentuk molekul energi tinggi. Molekul-molekul ini diperlukan untuk reaksi yang tidak menguntungkan secara energi. Lebih lanjut, [[hidrolisis]] senyawa ini mendorong reaksi ke depan. Molekul berenergi tinggi, seperti [[adenosin trifosfat|ATP]], memiliki tiga [[fosfat]]. Sering kali, fosfat terminal terpecah selama hidrolisis dan dipindahkan ke molekul lain. | * [[Energi kimia]]: energi kimia dapat ditemukan dalam bentuk molekul energi tinggi. Molekul-molekul ini diperlukan untuk reaksi yang tidak menguntungkan secara energi. Lebih lanjut, [[hidrolisis]] senyawa ini mendorong reaksi ke depan. Molekul berenergi tinggi, seperti [[adenosin trifosfat|ATP]], memiliki tiga [[fosfat]]. Sering kali, fosfat terminal terpecah selama hidrolisis dan dipindahkan ke molekul lain.<ref>Alberts, Bruce. ''Molecular biology of the cell''. Garland Science. 2007. ISBN 978-0815341055.</ref> | ||
* [[Katalisis|Enzim katalitik]]: molekul-molekul ini adalah [[protein]] khusus yang mengkatalisasi suatu reaksi dengan meningkatkan [[laju reaksi]] dan menurunkan [[energi aktivasi]]. | * [[Katalisis|Enzim katalitik]]: molekul-molekul ini adalah [[protein]] khusus yang mengkatalisasi suatu reaksi dengan meningkatkan [[laju reaksi]] dan menurunkan [[energi aktivasi]].<ref>Alberts, Bruce. ''Molecular biology of the cell''. Garland Science. 2007. ISBN 978-0815341055.</ref> | ||
* [[Koenzim]] atau [[Kofaktor (biokimia)|kofaktor]]: kofaktor adalah molekul yang membantu dalam reaksi kimia. Konfaktor tersebut mungkin merupakan suatu [[ion]] [[logam]], turunan vitamin seperti [[NADH]] dan [[Asetil-KoA|asetil KoA]], atau turunan non-vitamin seperti ATP. Dalam kasus NADH, molekul mentransfer hidrogen, sedangkan asetil KoA mentransfer [[gugus asetil]], dan ATP mentransfer fosfat. | * [[Koenzim]] atau [[Kofaktor (biokimia)|kofaktor]]: kofaktor adalah molekul yang membantu dalam reaksi kimia. Konfaktor tersebut mungkin merupakan suatu [[ion]] [[logam]], turunan vitamin seperti [[NADH]] dan [[Asetil-KoA|asetil KoA]], atau turunan non-vitamin seperti ATP. Dalam kasus NADH, molekul mentransfer hidrogen, sedangkan asetil KoA mentransfer [[gugus asetil]], dan ATP mentransfer fosfat.<ref>Alberts, Bruce. ''Molecular biology of the cell''. Garland Science. 2007. ISBN 978-0815341055.</ref> | ||
Dalam pengertian yang paling sederhana, reaksi yang terjadi dalam biosintesis memiliki format berikut: | Dalam pengertian yang paling sederhana, reaksi yang terjadi dalam biosintesis memiliki format berikut:<ref>Steven S. Zumdahl, Susan A. Zumdahl. ''Chemistry''. Cengage Learning. 2008. ISBN 978-0547125329.</ref> | ||
::<chem> Reaktan ->[][enzim] Produk </chem> | ::<chem> Reaktan ->[][enzim] Produk </chem> | ||
== Lipida == | == Lipida == | ||
Banyak makromolekul rumit disintesis dalam pola struktur berulang yang sederhana.<ref>Harvey Lodish. [https://archive.org/details/molecularcellbio0000harv Molecular cell biology]. W.H. Freeman. 2007. ISBN 978-0716743668.</ref> Sebagai contoh, struktur lipida yang paling sederhana adalah [[asam lemak]]. Asam lemak adalah turunan [[hidrokarbon]]; mereka mengandung "kepala" [[gugus karboksil]] dan "ekor" rantai hidrokarbon.<ref>Harvey Lodish. [https://archive.org/details/molecularcellbio0000harv Molecular cell biology]. W.H. Freeman. 2007. ISBN 978-0716743668.</ref> Asam lemak ini menciptakan komponen yang lebih besar, yang pada gilirannya menggabungkan interaksi nonkovalen untuk membentuk lapisan ganda lipida.<ref>Harvey Lodish. [https://archive.org/details/molecularcellbio0000harv Molecular cell biology]. W.H. Freeman. 2007. ISBN 978-0716743668.</ref> | |||
Banyak makromolekul rumit disintesis dalam pola struktur berulang yang sederhana. Sebagai contoh, struktur lipida yang paling sederhana adalah [[asam lemak]]. Asam lemak adalah turunan [[hidrokarbon]]; mereka mengandung "kepala" [[gugus karboksil]] dan "ekor" rantai hidrokarbon. Asam lemak ini menciptakan komponen yang lebih besar, yang pada gilirannya menggabungkan interaksi nonkovalen untuk membentuk lapisan ganda lipida. | Rantai asam lemak ditemukan dalam dua komponen utama lipid membran: [[fosfolipida]] dan [[sfingolipid]]a. Komponen membran utama ketiga, [[kolesterol]], tidak mengandung unit asam lemak ini.<ref>David L. Nelson, Michael M. Cox. [https://archive.org/details/lehningerprincip0000davi_u7a4 Lehninger principles of biochemistry]. W.H. Freeman. 2008. ISBN 9780716771081.</ref> | ||
Rantai asam lemak ditemukan dalam dua komponen utama lipid membran: [[fosfolipida]] dan [[sfingolipid]]a. Komponen membran utama ketiga, [[kolesterol]], tidak mengandung unit asam lemak ini. | |||
== Nukleotida == | == Nukleotida == | ||
Biosintesis [[nukleotida]] melibatkan reaksi yang [[katalisis|dikatalisis]]-enzim yang mengubah substrat menjadi produk yang lebih kompleks. Nukleotida adalah blok pembangun [[DNA]] dan [[RNA]]. Nukleotida terdiri dari cincin beranggota lima yang terbentuk dari gula [[ribosa]] dalam RNA, dan gula [[deoksiribosa]] dalam DNA; gula-gula ini terkait dengan basa [[purin]] atau [[pirimidin]] dengan [[ikatan glikosida]] dan gugus [[fosfat]] di [[Ribonukleotida|lokasi 5']] pada gula. | Biosintesis [[nukleotida]] melibatkan reaksi yang [[katalisis|dikatalisis]]-enzim yang mengubah substrat menjadi produk yang lebih kompleks.<ref>Alberts, Bruce. ''Molecular biology of the cell''. Garland Science. 2007. ISBN 978-0815341055.</ref> Nukleotida adalah blok pembangun [[DNA]] dan [[RNA]]. Nukleotida terdiri dari cincin beranggota lima yang terbentuk dari gula [[ribosa]] dalam RNA, dan gula [[deoksiribosa]] dalam DNA; gula-gula ini terkait dengan basa [[purin]] atau [[pirimidin]] dengan [[ikatan glikosida]] dan gugus [[fosfat]] di [[Ribonukleotida|lokasi 5']] pada gula.<ref>James D. Watson. ''Molecular biology of the gene''. Benjamin Cummings. 2007. ISBN 978-0805395921.</ref> | ||
== DNA == | == DNA == | ||
[[DNA]] terdiri dari [[nukleotida]] yang bergabung dengan [[ikatan fosfodiester]].<ref>Harvey Lodish. [https://archive.org/details/molecularcellbio0000harv Molecular cell biology]. W.H. Freeman. 2007. ISBN 978-0716743668.</ref> [[Replikasi DNA|Sintesis DNA]], yang terjadi di [[inti sel|inti]], adalah proses [[Replikasi semikonservatif|semikonservatif]], yang berarti bahwa molekul DNA yang dihasilkan mengandung untai asli dari induknya struktur dan untai baru.<ref>Gerald Karp ; responsible for the revision of chapter 15 Peter van der Geer. ''Cell and molecular biology : concepts and experiments''. J. Wiley & Sons. 2004. ISBN 978-0471656654.</ref> Sintesis DNA dikatalisis oleh keluarga [[DNA polimerase]] yang membutuhkan empat deoksinukleosida trifosfat, [[Transkripsi (genetik)|untai templat]], dan [[Primer DNA|primer]] dengan 3 'OH bebas yang menggabungkan nukleotida.<ref>Anthony J. F. Griffiths. ''Modern genetic analysis''. Freeman. 1999. ISBN 978-0716731184.</ref> | |||
Agar replikasi DNA terjadi, [[Replikasi DNA#Dinamika pada garpu replikasi|garpu replikasi]] dibuat oleh enzim yang disebut [[helikase]] yang melepaskan heliks DNA.<ref>Anthony J. F. Griffiths. ''Modern genetic analysis''. Freeman. 1999. ISBN 978-0716731184.</ref> [[Topoisomerase]] yang berada di garpu replikasi menghapus [[superkoil DNA|superkoil]] yang disebabkan oleh DNA yang tidak mengikat, dan [[protein pengikat untai tunggal]] mempertahankan dua templat DNA untai tunggal distabilkan sebelum replikasi.<ref>James D. Watson. ''Molecular biology of the gene''. Benjamin Cummings. 2007. ISBN 978-0805395921.</ref> | |||
Agar replikasi DNA terjadi, [[Replikasi DNA#Dinamika pada garpu replikasi|garpu replikasi]] dibuat oleh enzim yang disebut [[helikase]] yang melepaskan heliks DNA. [[Topoisomerase]] yang berada di garpu replikasi menghapus [[superkoil DNA|superkoil]] yang disebabkan oleh DNA yang tidak mengikat, dan [[protein pengikat untai tunggal]] mempertahankan dua templat DNA untai tunggal distabilkan sebelum replikasi. | |||
== Asam amino == | == Asam amino == | ||
Protein adalah polimer yang tersusun dari [[asam amino]] yang dihubungkan oleh [[ikatan peptida]]. Ada lebih dari [[asam amino#asam amino non-esensial|300 asam amino]] yang ditemukan di alam dan hanya dua puluh diantaranya, yang dikenal sebagai [[asam amino#asam amino esensial|asam amino esensial]], adalah blok pembangun untuk protein.<ref>G Wu. ''Amino acids: metabolism, functions, and nutrition''. ''Amino Acids''. May 2009. Vol. 37 (1). hlm. 1–17. doi:10.1007/s00726-009-0269-0.</ref> Hanya [[tumbuhan hijau]] dan sebagian besar [[mikrob]] yang mampu [[sintesis asam amino|mensintesis]] semua dari 20 asam amino esensial yang dibutuhkan oleh semua spesies hidup. [[Mamalia]] hanya dapat mensintesis sepuluh dari dua puluh asam amino esensial. Asam amino lainnya, [[valin]], [[metionin]], [[leusin]], [[isoleusin]], [[fenilalanin]], [[lisin]], [[treonin]] dan [[triptofan]] untuk orang dewasa dan [[histidin]], serta [[arginin]] untuk bayi diperoleh melalui makanan.<ref>D. M. Mousdale. ''Amino Acid Synthesis''. ''Target Sites for Herbicide Action''. 1991. hlm. 29–56. doi:10.1007/978-1-4899-2433-9_2. ISBN 978-1-4899-2435-3.</ref> | |||
Protein adalah polimer yang tersusun dari [[asam amino]] yang dihubungkan oleh [[ikatan peptida]]. Ada lebih dari [[asam amino#asam amino non-esensial|300 asam amino]] yang ditemukan di alam dan hanya dua puluh diantaranya, yang dikenal sebagai [[asam amino#asam amino esensial|asam amino esensial]], adalah blok pembangun untuk protein. Hanya [[tumbuhan hijau]] dan sebagian besar [[mikrob]] yang mampu [[sintesis asam amino|mensintesis]] semua dari 20 asam amino esensial yang dibutuhkan oleh semua spesies hidup. [[Mamalia]] hanya dapat mensintesis sepuluh dari dua puluh asam amino esensial. Asam amino lainnya, [[valin]], [[metionin]], [[leusin]], [[isoleusin]], [[fenilalanin]], [[lisin]], [[treonin]] dan [[triptofan]] untuk orang dewasa dan [[histidin]], serta [[arginin]] untuk bayi diperoleh melalui makanan. | |||
== Protein == | == Protein == | ||
Sintesis protein terjadi melalui proses yang disebut [[Translasi (biologi)|translasi]].<ref>Robert F. Weaver. [https://archive.org/details/molecularbiology00weav Molecular biology]. McGraw-Hill Higher Education. 2005. ISBN 978-0-07-284611-9.</ref> Selama proses translasi, materi genetik yang disebut [[mRNA]] dibaca oleh [[ribosom]] untuk menghasilkan rantai protein [[polipeptida]].<ref>Robert F. Weaver. [https://archive.org/details/molecularbiology00weav Molecular biology]. McGraw-Hill Higher Education. 2005. ISBN 978-0-07-284611-9.</ref> Proses ini membutuhkan [[TRNA|transfer RNA]] (tRNA) yang berfungsi sebagai adaptor dengan mengikat [[asam amino]] di satu sisi dan berinteraksi dengan mRNA di ujung lainnya; pasangan yang terakhir antara tRNA dan mRNA memastikan bahwa asam amino yang benar ditambahkan ke rantai.<ref>Robert F. Weaver. [https://archive.org/details/molecularbiology00weav Molecular biology]. McGraw-Hill Higher Education. 2005. ISBN 978-0-07-284611-9.</ref> Sintesis protein terjadi dalam tiga fase: inisiasi, elongasi, dan terminasi.<ref>James D. Watson. ''Molecular biology of the gene''. Benjamin Cummings. 2007. ISBN 978-0805395921.</ref> | |||
Sintesis protein terjadi melalui proses yang disebut [[Translasi (biologi)|translasi]]. Selama proses translasi, materi genetik yang disebut [[mRNA]] dibaca oleh [[ribosom]] untuk menghasilkan rantai protein [[polipeptida]]. Proses ini membutuhkan [[TRNA|transfer RNA]] (tRNA) yang berfungsi sebagai adaptor dengan mengikat [[asam amino]] di satu sisi dan berinteraksi dengan mRNA di ujung lainnya; pasangan yang terakhir antara tRNA dan mRNA memastikan bahwa asam amino yang benar ditambahkan ke rantai. Sintesis protein terjadi dalam tiga fase: inisiasi, elongasi, dan terminasi. | |||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Lemak]] | * [[Lemak]] | ||
* [[Fosfolipida dwilapis]] | * [[Fosfolipida dwilapis]] | ||
| Baris 50: | Baris 44: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Biosintesis&oldid=29451196 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29451196 (2026-07-13T04:48:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Biosintesis&oldid=29451196 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29451196 (2026-07-13T04:48:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.14
Biosintesis adalah suatu proses banyak-tahap, yang dikatalisis-enzim di mana substrat diubah menjadi produk yang lebih kompleks dalam organisme hidup.[1] Dalam biosintesis, senyawa dimodifikasi, diubah menjadi senyawa lain, atau digabungkan bersama untuk membentuk makromolekul. Proses ini terkadang terdiri dari jalur metabolik. Beberapa dari jalur biosintesis ini berlokasi di dalam organel sel tunggal, sementara lainnya melibatkan enzim yang berlokasi di dalam organel sel ganda. Contoh dari jalur biosintesis ini diantaranya pada produksi komponen membran lipida dan nukleotida. Biosintesis biasanya bersinonim dengan anabolisme.[2]
Unsur-unsur prasyarat untuk biosintesis meliputi: senyawa prekursor, energi kimia (misalnya ATP), dan enzim katalitik yang mungkin memerlukan koenzim (misalnya NADH, NADPH). Elemen-elemen ini menciptakan monomer, suatu blok pembangun untuk makromolekul. Beberapa makromolekul biologis penting meliputi: protein, yang terdiri dari monomer asam amino yang bergabung melalui ikatan peptida, dan molekul DNA, yang terdiri dari nukleotida yang bergabung melalui ikatan fosfodiester.[3]
Sifat reaksi kimia
Biosintesis terjadi karena serangkaian reaksi kimia. Agar reaksi-reaksi ini terjadi, unsur-unsur berikut ini diperlukan:[4][5]
- Senyawa prekursor: senyawa-senyawa ini adalah molekul awal atau substrat dalam suatu reaksi. Prekursor ini juga dapat dilihat sebagai reaktan dalam proses kimia tertentu.[6]
- Energi kimia: energi kimia dapat ditemukan dalam bentuk molekul energi tinggi. Molekul-molekul ini diperlukan untuk reaksi yang tidak menguntungkan secara energi. Lebih lanjut, hidrolisis senyawa ini mendorong reaksi ke depan. Molekul berenergi tinggi, seperti ATP, memiliki tiga fosfat. Sering kali, fosfat terminal terpecah selama hidrolisis dan dipindahkan ke molekul lain.[7]
- Enzim katalitik: molekul-molekul ini adalah protein khusus yang mengkatalisasi suatu reaksi dengan meningkatkan laju reaksi dan menurunkan energi aktivasi.[8]
- Koenzim atau kofaktor: kofaktor adalah molekul yang membantu dalam reaksi kimia. Konfaktor tersebut mungkin merupakan suatu ion logam, turunan vitamin seperti NADH dan asetil KoA, atau turunan non-vitamin seperti ATP. Dalam kasus NADH, molekul mentransfer hidrogen, sedangkan asetil KoA mentransfer gugus asetil, dan ATP mentransfer fosfat.[9]
Dalam pengertian yang paling sederhana, reaksi yang terjadi dalam biosintesis memiliki format berikut:[10]
Lipida
Banyak makromolekul rumit disintesis dalam pola struktur berulang yang sederhana.[11] Sebagai contoh, struktur lipida yang paling sederhana adalah asam lemak. Asam lemak adalah turunan hidrokarbon; mereka mengandung "kepala" gugus karboksil dan "ekor" rantai hidrokarbon.[12] Asam lemak ini menciptakan komponen yang lebih besar, yang pada gilirannya menggabungkan interaksi nonkovalen untuk membentuk lapisan ganda lipida.[13] Rantai asam lemak ditemukan dalam dua komponen utama lipid membran: fosfolipida dan sfingolipida. Komponen membran utama ketiga, kolesterol, tidak mengandung unit asam lemak ini.[14]
Nukleotida
Biosintesis nukleotida melibatkan reaksi yang dikatalisis-enzim yang mengubah substrat menjadi produk yang lebih kompleks.[15] Nukleotida adalah blok pembangun DNA dan RNA. Nukleotida terdiri dari cincin beranggota lima yang terbentuk dari gula ribosa dalam RNA, dan gula deoksiribosa dalam DNA; gula-gula ini terkait dengan basa purin atau pirimidin dengan ikatan glikosida dan gugus fosfat di lokasi 5' pada gula.[16]
DNA
DNA terdiri dari nukleotida yang bergabung dengan ikatan fosfodiester.[17] Sintesis DNA, yang terjadi di inti, adalah proses semikonservatif, yang berarti bahwa molekul DNA yang dihasilkan mengandung untai asli dari induknya struktur dan untai baru.[18] Sintesis DNA dikatalisis oleh keluarga DNA polimerase yang membutuhkan empat deoksinukleosida trifosfat, untai templat, dan primer dengan 3 'OH bebas yang menggabungkan nukleotida.[19]
Agar replikasi DNA terjadi, garpu replikasi dibuat oleh enzim yang disebut helikase yang melepaskan heliks DNA.[20] Topoisomerase yang berada di garpu replikasi menghapus superkoil yang disebabkan oleh DNA yang tidak mengikat, dan protein pengikat untai tunggal mempertahankan dua templat DNA untai tunggal distabilkan sebelum replikasi.[21]
Asam amino
Protein adalah polimer yang tersusun dari asam amino yang dihubungkan oleh ikatan peptida. Ada lebih dari 300 asam amino yang ditemukan di alam dan hanya dua puluh diantaranya, yang dikenal sebagai asam amino esensial, adalah blok pembangun untuk protein.[22] Hanya tumbuhan hijau dan sebagian besar mikrob yang mampu mensintesis semua dari 20 asam amino esensial yang dibutuhkan oleh semua spesies hidup. Mamalia hanya dapat mensintesis sepuluh dari dua puluh asam amino esensial. Asam amino lainnya, valin, metionin, leusin, isoleusin, fenilalanin, lisin, treonin dan triptofan untuk orang dewasa dan histidin, serta arginin untuk bayi diperoleh melalui makanan.[23]
Protein
Sintesis protein terjadi melalui proses yang disebut translasi.[24] Selama proses translasi, materi genetik yang disebut mRNA dibaca oleh ribosom untuk menghasilkan rantai protein polipeptida.[25] Proses ini membutuhkan transfer RNA (tRNA) yang berfungsi sebagai adaptor dengan mengikat asam amino di satu sisi dan berinteraksi dengan mRNA di ujung lainnya; pasangan yang terakhir antara tRNA dan mRNA memastikan bahwa asam amino yang benar ditambahkan ke rantai.[26] Sintesis protein terjadi dalam tiga fase: inisiasi, elongasi, dan terminasi.[27]
Lihat pula
Referensi
- ↑ SYbil, P Parker. McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company. 1984.
- ↑ Stincone A, Prigione A, Cramer T, Wamelink MM, Campbell K, Cheung E, Olin-Sandoval V, Grüning NM, Krüger A, Tauqeer Alam M, Keller MA, Breitenbach M, Brindle KM, Rabinowitz JD, Ralser M. The return of metabolism: biochemistry and physiology of the pentose phosphate pathway. Biol Rev Camb Philos Soc. 2015. Vol. 90 (3). hlm. 927-63. doi:10.1111/brv.12140.
- ↑ Marion Graupner. Biosynthesis of the Phosphodiester Bond in Coenzyme F420 in the Methanoarchaea. Biochemistry. 2001. doi:10.1021/bi0107703.
- ↑ Alberts, Bruce. Molecular biology of the cell. Garland Science. 2007. ISBN 978-0815341055.
- ↑ Donald Voet, Judith G. Voet, Charlotte W. Pratt. Fundamentals of biochemistry : life at the molecular level. Wiley. 2013. ISBN 978-0470547847.
- ↑ Alberts, Bruce. Molecular biology of the cell. Garland Science. 2007. ISBN 978-0815341055.
- ↑ Alberts, Bruce. Molecular biology of the cell. Garland Science. 2007. ISBN 978-0815341055.
- ↑ Alberts, Bruce. Molecular biology of the cell. Garland Science. 2007. ISBN 978-0815341055.
- ↑ Alberts, Bruce. Molecular biology of the cell. Garland Science. 2007. ISBN 978-0815341055.
- ↑ Steven S. Zumdahl, Susan A. Zumdahl. Chemistry. Cengage Learning. 2008. ISBN 978-0547125329.
- ↑ Harvey Lodish. Molecular cell biology. W.H. Freeman. 2007. ISBN 978-0716743668.
- ↑ Harvey Lodish. Molecular cell biology. W.H. Freeman. 2007. ISBN 978-0716743668.
- ↑ Harvey Lodish. Molecular cell biology. W.H. Freeman. 2007. ISBN 978-0716743668.
- ↑ David L. Nelson, Michael M. Cox. Lehninger principles of biochemistry. W.H. Freeman. 2008. ISBN 9780716771081.
- ↑ Alberts, Bruce. Molecular biology of the cell. Garland Science. 2007. ISBN 978-0815341055.
- ↑ James D. Watson. Molecular biology of the gene. Benjamin Cummings. 2007. ISBN 978-0805395921.
- ↑ Harvey Lodish. Molecular cell biology. W.H. Freeman. 2007. ISBN 978-0716743668.
- ↑ Gerald Karp ; responsible for the revision of chapter 15 Peter van der Geer. Cell and molecular biology : concepts and experiments. J. Wiley & Sons. 2004. ISBN 978-0471656654.
- ↑ Anthony J. F. Griffiths. Modern genetic analysis. Freeman. 1999. ISBN 978-0716731184.
- ↑ Anthony J. F. Griffiths. Modern genetic analysis. Freeman. 1999. ISBN 978-0716731184.
- ↑ James D. Watson. Molecular biology of the gene. Benjamin Cummings. 2007. ISBN 978-0805395921.
- ↑ G Wu. Amino acids: metabolism, functions, and nutrition. Amino Acids. May 2009. Vol. 37 (1). hlm. 1–17. doi:10.1007/s00726-009-0269-0.
- ↑ D. M. Mousdale. Amino Acid Synthesis. Target Sites for Herbicide Action. 1991. hlm. 29–56. doi:10.1007/978-1-4899-2433-9_2. ISBN 978-1-4899-2435-3.
- ↑ Robert F. Weaver. Molecular biology. McGraw-Hill Higher Education. 2005. ISBN 978-0-07-284611-9.
- ↑ Robert F. Weaver. Molecular biology. McGraw-Hill Higher Education. 2005. ISBN 978-0-07-284611-9.
- ↑ Robert F. Weaver. Molecular biology. McGraw-Hill Higher Education. 2005. ISBN 978-0-07-284611-9.
- ↑ James D. Watson. Molecular biology of the gene. Benjamin Cummings. 2007. ISBN 978-0805395921.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29451196 (2026-07-13T04:48:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.