Beton ringan: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28273396; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Beton''' '''ringan''' adalah beton yang memiliki berat isi kurang dari 1850 kg/m3 yang memakai agregat ringan atau campuran antara agregat ringan dengan pasir. [[Beton]] pada umumnya memiliki berat 2400 kg/m3. Secara karakteristik, beton ringan mempunyai sifat yang sama dengan beton konvensional. Karakteristik beton ringan terdiri dari: | '''Beton''' '''ringan''' adalah beton yang memiliki berat isi kurang dari 1850 kg/m3 yang memakai agregat ringan atau campuran antara agregat ringan dengan pasir.<ref>SNI 03-3449-1994</ref> [[Beton]] pada umumnya memiliki berat 2400 kg/m3. Secara karakteristik, beton ringan mempunyai sifat yang sama dengan beton konvensional. Karakteristik beton ringan terdiri dari: | ||
# Kuat Tekan adalah besarnya beban persatuan luas yang menyebabkan benda uji beton hancur bila terbebani gaya tertentu atau gaya yang dihasilkan oleh mesin uji tekan aksial. | # Kuat Tekan adalah besarnya beban persatuan luas yang menyebabkan benda uji beton hancur bila terbebani gaya tertentu atau gaya yang dihasilkan oleh mesin uji tekan aksial.<ref>SNI 1974:2011 Cara uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder</ref> | ||
# Modulus Elastisitas adalah kekuatan beton dalam menahan gaya-gaya lentur yang terjadi. Modulous Elastisitas berhubungan dengan sifat dari bahan pencampur dari beton itu sendiri. | # Modulus Elastisitas adalah kekuatan beton dalam menahan gaya-gaya lentur yang terjadi. Modulous Elastisitas berhubungan dengan sifat dari bahan pencampur dari beton itu sendiri.<ref>I Wayan Suarnita. [https://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=1325048&val=750&title=KARAKTERISTIK%20BETON%20RINGAN%20DENGAN%20MENGGUNAKAN%20TEMPURUNG%20KELAPA%20SEBAGAI%20BAHAN%20PENGGANTI%20AGREGAT%20KASAR Karakteristik Beton Ringan dengan Menggunakan Tempurung Kelapa sebagai Bahan Pengganti Agregat Kasar]. ''SMARTek''. Februari 2010. Vol. 8 (1). hlm. 22-33.</ref> | ||
# Kuat Tarik Belah Pengujian Kuat Tarik secara langsung pada beton jarang untuk dilakukan, namun untuk dilakukan pengujian Uji Tarik Belah SK [[Standar Nasional Indonesia|SNI]] 03-2491-1991 menjadi acuan utama. | # Kuat Tarik Belah Pengujian Kuat Tarik secara langsung pada beton jarang untuk dilakukan, namun untuk dilakukan pengujian Uji Tarik Belah SK [[Standar Nasional Indonesia|SNI]] 03-2491-1991 menjadi acuan utama.<ref>I Wayan Suarnita. [https://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=1325048&val=750&title=KARAKTERISTIK%20BETON%20RINGAN%20DENGAN%20MENGGUNAKAN%20TEMPURUNG%20KELAPA%20SEBAGAI%20BAHAN%20PENGGANTI%20AGREGAT%20KASAR Karakteristik Beton Ringan dengan Menggunakan Tempurung Kelapa sebagai Bahan Pengganti Agregat Kasar]. ''SMARTek''. Februari 2010. Vol. 8 (1). hlm. 22-33.</ref> | ||
# Kuat Lentur adalah kemampuan balok beton untuk menahan gaya dengan arah tegak lurus sumbu. Gaya ini diberikan pada sampel beton berbentuk balok sampai patah dan dinyatakan dalam [[Megapascal|Mega Pascal]] (Mpa). | # Kuat Lentur adalah kemampuan balok beton untuk menahan gaya dengan arah tegak lurus sumbu. Gaya ini diberikan pada sampel beton berbentuk balok sampai patah dan dinyatakan dalam [[Megapascal|Mega Pascal]] (Mpa).<ref>I Wayan Suarnita. [https://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=1325048&val=750&title=KARAKTERISTIK%20BETON%20RINGAN%20DENGAN%20MENGGUNAKAN%20TEMPURUNG%20KELAPA%20SEBAGAI%20BAHAN%20PENGGANTI%20AGREGAT%20KASAR Karakteristik Beton Ringan dengan Menggunakan Tempurung Kelapa sebagai Bahan Pengganti Agregat Kasar]. ''SMARTek''. Februari 2010. Vol. 8 (1). hlm. 22-33.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Beton+ringan&oldid=28273396 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28273396 (2025-11-01T05:32:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Beton+ringan&oldid=28273396 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28273396 (2025-11-01T05:32:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.15
Beton ringan adalah beton yang memiliki berat isi kurang dari 1850 kg/m3 yang memakai agregat ringan atau campuran antara agregat ringan dengan pasir.[1] Beton pada umumnya memiliki berat 2400 kg/m3. Secara karakteristik, beton ringan mempunyai sifat yang sama dengan beton konvensional. Karakteristik beton ringan terdiri dari:
- Kuat Tekan adalah besarnya beban persatuan luas yang menyebabkan benda uji beton hancur bila terbebani gaya tertentu atau gaya yang dihasilkan oleh mesin uji tekan aksial.[2]
- Modulus Elastisitas adalah kekuatan beton dalam menahan gaya-gaya lentur yang terjadi. Modulous Elastisitas berhubungan dengan sifat dari bahan pencampur dari beton itu sendiri.[3]
- Kuat Tarik Belah Pengujian Kuat Tarik secara langsung pada beton jarang untuk dilakukan, namun untuk dilakukan pengujian Uji Tarik Belah SK SNI 03-2491-1991 menjadi acuan utama.[4]
- Kuat Lentur adalah kemampuan balok beton untuk menahan gaya dengan arah tegak lurus sumbu. Gaya ini diberikan pada sampel beton berbentuk balok sampai patah dan dinyatakan dalam Mega Pascal (Mpa).[5]
Referensi
- ↑ SNI 03-3449-1994
- ↑ SNI 1974:2011 Cara uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder
- ↑ I Wayan Suarnita. Karakteristik Beton Ringan dengan Menggunakan Tempurung Kelapa sebagai Bahan Pengganti Agregat Kasar. SMARTek. Februari 2010. Vol. 8 (1). hlm. 22-33.
- ↑ I Wayan Suarnita. Karakteristik Beton Ringan dengan Menggunakan Tempurung Kelapa sebagai Bahan Pengganti Agregat Kasar. SMARTek. Februari 2010. Vol. 8 (1). hlm. 22-33.
- ↑ I Wayan Suarnita. Karakteristik Beton Ringan dengan Menggunakan Tempurung Kelapa sebagai Bahan Pengganti Agregat Kasar. SMARTek. Februari 2010. Vol. 8 (1). hlm. 22-33.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28273396 (2025-11-01T05:32:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.