Karbon diatomik: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28378497; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Karbon diatomik''' adalah bahan kimia anorganik bewarna hijau berbentuk [[gas]], dan terbentuk dari dua atom karbon (rumus kimia : C=C atau dua [[atom]] C). Karbon diatomik tidak stabil secara kinestetik dikarenakan suhu dan tekanan sekitar. Karbon diatomik umumnya terjadi dalam uang karbon seperti, dalam busur listrik ; komet, atmosfer bintang dan medium antarbintang ; api hidrokarbon biru. | '''Karbon diatomik''' adalah bahan kimia anorganik bewarna hijau berbentuk [[gas]], dan terbentuk dari dua atom karbon (rumus kimia : C=C atau dua [[atom]] C). Karbon diatomik tidak stabil secara kinestetik dikarenakan suhu dan tekanan sekitar. Karbon diatomik umumnya terjadi dalam uang karbon seperti, dalam busur listrik ; komet, atmosfer bintang dan medium antarbintang ; api hidrokarbon biru.<ref>Roald Hoffmann. [http://www.roaldhoffmann.com/sites/all/files/c2_in_all-_its_guises.pdf Marginalia: C2 In All Its Guises].</ref> | ||
== Properti == | == Properti == | ||
Dalam sebuah makalah dikatakan bahwa komponen karbon diatomik berkisar 28% dalam terapannya. Akan tetapi, secara teoretis bergantung pada suhu dan tekanan. [[Elektron]] dalam karbon diatomik didistribusikan di antara orbital molekul sesuai dengan prinsip Aufbau untuk menghasilkan keadaan kuantum yang unik, dengan tingkat energi yang sesuai. Keadaan dengan tingkat energi terendah, atau keadaan dasar, adalah keadaan singlet yang secara yang secara sistematis dinamai etena-1,2-diilidena atau dikarbon (0-) Terdapat beberapa keadaan singlet dan triplet tereksitasi yang relatif dekat energinya dengan keadaan dasar, yang membentuk proporsi yang signifikan dari sampel dikarbon bergantung pada kondisi sekitar. | Dalam sebuah makalah dikatakan bahwa komponen karbon diatomik berkisar 28% dalam terapannya. Akan tetapi, secara teoretis bergantung pada suhu dan tekanan.<ref>P. S. Skell. [http://dx.doi.org/10.1039/c29700000689 The chemistry of singlet and triplet C2 molecules]. ''Journal of the Chemical Society D: Chemical Communications''. 1970. hlm. 689. doi:10.1039/c29700000689.</ref> [[Elektron]] dalam karbon diatomik didistribusikan di antara orbital molekul sesuai dengan prinsip Aufbau untuk menghasilkan keadaan kuantum yang unik, dengan tingkat energi yang sesuai. Keadaan dengan tingkat energi terendah, atau keadaan dasar, adalah keadaan singlet yang secara yang secara sistematis dinamai etena-1,2-diilidena atau dikarbon (0-) Terdapat beberapa keadaan singlet dan triplet tereksitasi yang relatif dekat energinya dengan keadaan dasar, yang membentuk proporsi yang signifikan dari sampel dikarbon bergantung pada kondisi sekitar. | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karbon+diatomik&oldid=28378497 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28378497 (2025-11-08T00:38:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karbon+diatomik&oldid=28378497 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28378497 (2025-11-08T00:38:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.15
Karbon diatomik adalah bahan kimia anorganik bewarna hijau berbentuk gas, dan terbentuk dari dua atom karbon (rumus kimia : C=C atau dua atom C). Karbon diatomik tidak stabil secara kinestetik dikarenakan suhu dan tekanan sekitar. Karbon diatomik umumnya terjadi dalam uang karbon seperti, dalam busur listrik ; komet, atmosfer bintang dan medium antarbintang ; api hidrokarbon biru.[1]
Properti
Dalam sebuah makalah dikatakan bahwa komponen karbon diatomik berkisar 28% dalam terapannya. Akan tetapi, secara teoretis bergantung pada suhu dan tekanan.[2] Elektron dalam karbon diatomik didistribusikan di antara orbital molekul sesuai dengan prinsip Aufbau untuk menghasilkan keadaan kuantum yang unik, dengan tingkat energi yang sesuai. Keadaan dengan tingkat energi terendah, atau keadaan dasar, adalah keadaan singlet yang secara yang secara sistematis dinamai etena-1,2-diilidena atau dikarbon (0-) Terdapat beberapa keadaan singlet dan triplet tereksitasi yang relatif dekat energinya dengan keadaan dasar, yang membentuk proporsi yang signifikan dari sampel dikarbon bergantung pada kondisi sekitar.
Referensi
- ↑ Roald Hoffmann. Marginalia: C2 In All Its Guises.
- ↑ P. S. Skell. The chemistry of singlet and triplet C2 molecules. Journal of the Chemical Society D: Chemical Communications. 1970. hlm. 689. doi:10.1039/c29700000689.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28378497 (2025-11-08T00:38:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.