Lompat ke isi

Efek Zeigarnik: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29547646; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Bluma_Zeigarnik,_April_3,_1921.jpg|thumb|right|280px|Bluma Zeigarnik, April 3, 1921]]
Dalam [[psikologi]], '''efek Zeigarnik''' (dinamai dari psikolog Lituania-Soviet [[Bluma Zeigarnik]]) mengemukakan bahwa orang-orang [[Rekoleksi|mengingat]] tugas yang belum selesai atau terganggu dengan lebih baik daripada tugas yang sudah selesai. Dalam [[psikologi Gestalt]], efek Zeigarnik telah digunakan untuk menunjukkan keberadaan fenomena Gestalt secara umum: tidak hanya muncul sebagai efek perseptual, tetapi juga hadir dalam kognisi.
Dalam [[psikologi]], '''efek Zeigarnik''' (dinamai dari psikolog Lituania-Soviet [[Bluma Zeigarnik]]) mengemukakan bahwa orang-orang [[Rekoleksi|mengingat]] tugas yang belum selesai atau terganggu dengan lebih baik daripada tugas yang sudah selesai. Dalam [[psikologi Gestalt]], efek Zeigarnik telah digunakan untuk menunjukkan keberadaan fenomena Gestalt secara umum: tidak hanya muncul sebagai efek perseptual, tetapi juga hadir dalam kognisi.


Efek Zeigarnik tidak boleh dikelirukan dengan [[Maria Ovsiankina#Efek Ovsiankina|efek Ovsiankina]], yaitu dorongan untuk menyelesaikan tugas yang telah dimulai sebelumnya. [[Maria Ovsiankina]], seorang rekan kerja Zeigarnik, menyelidiki efek dari gangguan tugas terhadap kecenderungan untuk melanjutkan kembali tugas tersebut pada kesempatan berikutnya.
Efek Zeigarnik tidak boleh dikelirukan dengan [[Maria Ovsiankina#Efek Ovsiankina|efek Ovsiankina]], yaitu dorongan untuk menyelesaikan tugas yang telah dimulai sebelumnya. [[Maria Ovsiankina]], seorang rekan kerja Zeigarnik, menyelidiki efek dari gangguan tugas terhadap kecenderungan untuk melanjutkan kembali tugas tersebut pada kesempatan berikutnya.<ref>Maria Ovsiankina. [https://link.springer.com/article/10.1007/BF00410261 Die Wiederaufnahme unterbrochener Handlungen]. ''Psychologische Forschung''. Januari 1928. Vol. 11 (3/4). hlm. 302–379. doi:10.1007/BF00410261.</ref>
== Tinjauan umum ==
== Tinjauan umum ==
Psikolog Lituania-Soviet [[Bluma Zeigarnik]] pertama kali mempelajari fenomena ini setelah profesor dan psikolog [[psikologi Gestalt|Gestalt]] [[Kurt Lewin]] menyadari bahwa seorang [[pelayan]] memiliki ingatan yang lebih baik tentang pesanan yang belum dibayar. Namun, setelah tugas tersebut selesai—setelah semua orang membayar—pelayan tersebut tidak dapat lagi mengingat rincian pesanan secara mendetail. Zeigarnik kemudian merancang serangkaian eksperimen untuk mengungkap proses yang mendasari fenomena ini. Laporan penelitian tersebut diterbitkan pada tahun 1927 di dalam jurnal ''[[Psychologische Forschung]]''.
Psikolog Lituania-Soviet [[Bluma Zeigarnik]] pertama kali mempelajari fenomena ini setelah profesor dan psikolog [[psikologi Gestalt|Gestalt]] [[Kurt Lewin]] menyadari bahwa seorang [[pelayan]] memiliki ingatan yang lebih baik tentang pesanan yang belum dibayar.<ref>[https://archive.org/details/dli.ministry.19015 Principles of Gestalt Psychology]. London: Kegan Paul, Trench, Trubner & Co. 1935. ISBN 978-0-415-86881-5.</ref> Namun, setelah tugas tersebut selesai—setelah semua orang membayar—pelayan tersebut tidak dapat lagi mengingat rincian pesanan secara mendetail. Zeigarnik kemudian merancang serangkaian eksperimen untuk mengungkap proses yang mendasari fenomena ini. Laporan penelitian tersebut diterbitkan pada tahun 1927 di dalam jurnal ''[[Psychologische Forschung]]''.<ref>Bluma Zeigarnik. [https://interruptions.net/literature/Zeigarnik-PsychologischeForschung27.pdf Das Behalten erledigter und unerledigter Handlungen]. ''Psychologische Forschung''. 1938. Vol. 9. hlm. 1–85. hlm. 300-314 dalam |W. D. Ellis (Ed.), ''A Sourcebook of Gestalt Psychology'', London: Kegan Paul, Trench, Trubner & Co.</ref>


Keunggulan dalam mengingat ini dapat dijelaskan dengan melihat [[Teori medan (psikologi)|teori medan Lewin]]: sebuah tugas yang sudah dimulai akan menciptakan ketegangan khusus yang berkaitan dengan tugas tersebut, sehingga meningkatkan aksesibilitas kognitif dari konten-konten yang relevan. Ketegangan ini akan mereda setelah tugas selesai, tetapi akan tetap bertahan jika tugas tersebut terganggu. Melalui ketegangan yang terus-menerus ini, konten menjadi lebih mudah diakses dan diingat kembali.
Keunggulan dalam mengingat ini dapat dijelaskan dengan melihat [[Teori medan (psikologi)|teori medan Lewin]]: sebuah tugas yang sudah dimulai akan menciptakan ketegangan khusus yang berkaitan dengan tugas tersebut, sehingga meningkatkan aksesibilitas kognitif dari konten-konten yang relevan.<ref>Kurt Lewin. [https://books.google.com/books?id=JxlHAAAAMAAJ A Dynamic Theory of Personality: Selected Papers]. McGraw-Hill Book Company, Inc. 1935. ISBN 978-0-07-037451-5.</ref> Ketegangan ini akan mereda setelah tugas selesai, tetapi akan tetap bertahan jika tugas tersebut terganggu. Melalui ketegangan yang terus-menerus ini, konten menjadi lebih mudah diakses dan diingat kembali.<ref>Kurt Lewin. [https://books.google.com/books?id=JxlHAAAAMAAJ A Dynamic Theory of Personality: Selected Papers]. McGraw-Hill Book Company, Inc. 1935. ISBN 978-0-07-037451-5.</ref>


Efek Zeigarnik menunjukkan bahwa siswa yang menunda belajar mereka untuk melakukan aktivitas yang tidak terkait (seperti mempelajari mata pelajaran lain atau bermain permainan), akan mengingat materi dengan lebih baik daripada siswa yang menyelesaikan sesi belajar tanpa jeda (McKinney 1935; Zeigarnik 1927).
Efek Zeigarnik menunjukkan bahwa siswa yang menunda belajar mereka untuk melakukan aktivitas yang tidak terkait (seperti mempelajari mata pelajaran lain atau bermain permainan), akan mengingat materi dengan lebih baik daripada siswa yang menyelesaikan sesi belajar tanpa jeda (McKinney 1935; Zeigarnik 1927).<ref>Bluma Zeigarnik. [https://interruptions.net/literature/Zeigarnik-PsychologischeForschung27.pdf Das Behalten erledigter und unerledigter Handlungen]. 1927.</ref><ref>Fred McKinney. [https://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.66.8781&rep=rep1&type=pdf Studies in the Retention of Interrupted Learning Activities]. ''Journal of Comparative Psychology''. April 1935. Vol. 19. doi:10.1037/h0056005.</ref>
== Aturan Harden ==
== Aturan Harden ==
Penulis berita olahraga Matt Moore menyatakan bahwa efek Zeigarnik dapat menjelaskan kritik luas terhadap [[National Basketball Association]] (NBA) karena mengizinkan [[lemparan bebas (basket)|lemparan bebas]] bagi pemain yang "sengaja melempar bola asal-asalan ke arah keranjang setiap kali ada pemain lawan yang mendekat". Setiap terjadi pelanggaran, permainan akan dihentikan sementara. Ketika tindakan ini dilakukan secara berulang-ulang, hal tersebut dirasa membangun sebuah [[bias kognitif]] negatif terhadap gerakan tersebut. Kritik tersebut pada akhirnya mendorong adanya perubahan aturan yang memberikan penalti bagi aktivitas ini, yang dikenal sebagai Aturan Harden, dinamai dari pengguna gerakan ini yang paling menonjol, [[James Harden]].
Penulis berita olahraga Matt Moore menyatakan bahwa efek Zeigarnik dapat menjelaskan kritik luas terhadap [[National Basketball Association]] (NBA) karena mengizinkan [[lemparan bebas (basket)|lemparan bebas]] bagi pemain yang "sengaja melempar bola asal-asalan ke arah keranjang setiap kali ada pemain lawan yang mendekat".<ref>Matt Moore. [https://www.cbssports.com/nba/news/how-the-nbas-newly-imposed-harden-rule-will-impact-james-harden-this-season/ How the NBA's newly imposed 'Harden Rule' will impact James Harden this season]. ''CBSSports.com''. 4 Oktober 2017.</ref> Setiap terjadi pelanggaran, permainan akan dihentikan sementara. Ketika tindakan ini dilakukan secara berulang-ulang, hal tersebut dirasa membangun sebuah [[bias kognitif]] negatif terhadap gerakan tersebut. Kritik tersebut pada akhirnya mendorong adanya perubahan aturan yang memberikan penalti bagi aktivitas ini, yang dikenal sebagai Aturan Harden, dinamai dari pengguna gerakan ini yang paling menonjol, [[James Harden]].<ref>Kyle Boone. [https://www.cbssports.com/nba/news/the-nba-is-finally-cracking-down-on-james-hardens-foul-drawing-antics/ The NBA is finally cracking down on James Harden's foul-drawing antics]. ''CBSSports.com''. 22 September 2017.</ref><ref>[https://nba.nbcsports.com/2017/09/21/nba-implementing-zaza-pachulia-james-harden-rules/ NBA implementing 'Zaza Pachulia,' 'James Harden' rules]. ''NBCSports.com''. 21 September 2017.</ref>


== Replikasi ==
== Replikasi ==
 
Keandalan dari efek ini telah menjadi subjek kontroversi tersendiri.<ref>Gilles O. Einstein. [https://human-factors.arc.nasa.gov/flightcognition/Publications/JEPapplied03.pdf Forgetting of intentions in demanding situations is rapid]. ''Journal of Experimental Psychology: Applied''. 2003. Vol. 9 (3). hlm. 147–162. doi:10.1038/1076-898X.9.3.147.</ref> Beberapa studi yang dilakukan setelahnya di berbagai negara lain untuk mencoba mereplikasi eksperimen Zeigarnik gagal menemukan perbedaan signifikan dalam hal mengingat kembali antara tugas yang "selesai" dan tugas yang "belum selesai" (terganggu), contohnya penelitian oleh Van Bergen (1968).<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efek+Zeigarnik&oldid=29547646 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Dalam sebuah [[tinjauan sistematis]] dan [[metaanalisis]] pada tahun 2025 terhadap akumulasi penelitian mengenai efek Zeigarnik dan efek Ovsiankina, para penulis tidak menemukan adanya keunggulan memori untuk tugas yang belum selesai, melainkan menemukan adanya kecenderungan umum untuk melanjutkan kembali tugas tersebut. Mereka menyimpulkan bahwa efek Ovsiankina merepresentasikan kecenderungan umum manusia, sedangkan efek Zeigarnik tidak memiliki validitas universal.<ref>Romain Ghibellini. [https://www.nature.com/articles/s41599-025-05000-w Interruption, recall and resumption: a meta-analysis of the Zeigarnik and Ovsiankina effects]. ''Humanities and Social Sciences Communications''. 2025-07-01. Vol. 12 (1). doi:10.1057/s41599-025-05000-w.</ref>
Keandalan dari efek ini telah menjadi subjek kontroversi tersendiri. Beberapa studi yang dilakukan setelahnya di berbagai negara lain untuk mencoba mereplikasi eksperimen Zeigarnik gagal menemukan perbedaan signifikan dalam hal mengingat kembali antara tugas yang "selesai" dan tugas yang "belum selesai" (terganggu), contohnya penelitian oleh Van Bergen (1968). Dalam sebuah [[tinjauan sistematis]] dan [[metaanalisis]] pada tahun 2025 terhadap akumulasi penelitian mengenai efek Zeigarnik dan efek Ovsiankina, para penulis tidak menemukan adanya keunggulan memori untuk tugas yang belum selesai, melainkan menemukan adanya kecenderungan umum untuk melanjutkan kembali tugas tersebut. Mereka menyimpulkan bahwa efek Ovsiankina merepresentasikan kecenderungan umum manusia, sedangkan efek Zeigarnik tidak memiliki validitas universal.
== Penggunaan ==
== Penggunaan ==
=== Perangkat lunak ===
=== Perangkat lunak ===
Efek Zeigarnik digunakan dalam beberapa sistem [[perangkat lunak sebagai layanan]] (SaaS) untuk melakukan ''onboarding'' (pemanduan) pengguna baru secara lebih cepat dan efektif.
Efek Zeigarnik digunakan dalam beberapa sistem [[perangkat lunak sebagai layanan]] (SaaS) untuk melakukan ''onboarding'' (pemanduan) pengguna baru secara lebih cepat dan efektif.
Baris 25: Baris 25:


=== Fiksi ===
=== Fiksi ===
Umumnya digunakan dalam fiksi format [[Duanju]] (drama pendek), teknik ''cliffhanger'' (akhir cerita menggantung) sangat bergantung pada efek Zeigarnik—yaitu kecenderungan untuk mengingat tindakan yang terganggu secara lebih jelas—guna mempertahankan perhatian pemirsa dan meningkatkan rasa penasaran.
Umumnya digunakan dalam fiksi format [[Duanju]] (drama pendek), teknik ''cliffhanger'' (akhir cerita menggantung) sangat bergantung pada efek Zeigarnik—yaitu kecenderungan untuk mengingat tindakan yang terganggu secara lebih jelas—guna mempertahankan perhatian pemirsa dan meningkatkan rasa penasaran.<ref>Maëlle Billant. [https://www.duanju.news/en/post/anatomy-of-a-cliffhanger-deciphering-the-art-of-suspense Anatomy of a Cliffhanger: Deciphering the Art of Suspense]. ''Duanju''. 15 Agustus 2025.</ref>


==Lihat pula==
==Lihat pula==
* [[Cliffhanger]]
* [[Cliffhanger]]
* [[Prokrastinasi]]
* [[Prokrastinasi]]
==Referensi==
==Bacaan lebih lanjut==
==Bacaan lebih lanjut==
===Sumber utama===
===Sumber utama===
Baris 50: Baris 48:
* [https://web.archive.org/web/20080109120727/https://www.actionplan.com/z-effect.html Marketing usage]
* [https://web.archive.org/web/20080109120727/https://www.actionplan.com/z-effect.html Marketing usage]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efek+Zeigarnik&oldid=29547646 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29547646 (2026-08-10T01:01:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efek+Zeigarnik&oldid=29547646 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29547646 (2026-08-10T01:01:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 14.06

Bluma Zeigarnik, April 3, 1921

Dalam psikologi, efek Zeigarnik (dinamai dari psikolog Lituania-Soviet Bluma Zeigarnik) mengemukakan bahwa orang-orang mengingat tugas yang belum selesai atau terganggu dengan lebih baik daripada tugas yang sudah selesai. Dalam psikologi Gestalt, efek Zeigarnik telah digunakan untuk menunjukkan keberadaan fenomena Gestalt secara umum: tidak hanya muncul sebagai efek perseptual, tetapi juga hadir dalam kognisi.

Efek Zeigarnik tidak boleh dikelirukan dengan efek Ovsiankina, yaitu dorongan untuk menyelesaikan tugas yang telah dimulai sebelumnya. Maria Ovsiankina, seorang rekan kerja Zeigarnik, menyelidiki efek dari gangguan tugas terhadap kecenderungan untuk melanjutkan kembali tugas tersebut pada kesempatan berikutnya.[1]

Tinjauan umum

Psikolog Lituania-Soviet Bluma Zeigarnik pertama kali mempelajari fenomena ini setelah profesor dan psikolog Gestalt Kurt Lewin menyadari bahwa seorang pelayan memiliki ingatan yang lebih baik tentang pesanan yang belum dibayar.[2] Namun, setelah tugas tersebut selesai—setelah semua orang membayar—pelayan tersebut tidak dapat lagi mengingat rincian pesanan secara mendetail. Zeigarnik kemudian merancang serangkaian eksperimen untuk mengungkap proses yang mendasari fenomena ini. Laporan penelitian tersebut diterbitkan pada tahun 1927 di dalam jurnal Psychologische Forschung.[3]

Keunggulan dalam mengingat ini dapat dijelaskan dengan melihat teori medan Lewin: sebuah tugas yang sudah dimulai akan menciptakan ketegangan khusus yang berkaitan dengan tugas tersebut, sehingga meningkatkan aksesibilitas kognitif dari konten-konten yang relevan.[4] Ketegangan ini akan mereda setelah tugas selesai, tetapi akan tetap bertahan jika tugas tersebut terganggu. Melalui ketegangan yang terus-menerus ini, konten menjadi lebih mudah diakses dan diingat kembali.[5]

Efek Zeigarnik menunjukkan bahwa siswa yang menunda belajar mereka untuk melakukan aktivitas yang tidak terkait (seperti mempelajari mata pelajaran lain atau bermain permainan), akan mengingat materi dengan lebih baik daripada siswa yang menyelesaikan sesi belajar tanpa jeda (McKinney 1935; Zeigarnik 1927).[6][7]

Aturan Harden

Penulis berita olahraga Matt Moore menyatakan bahwa efek Zeigarnik dapat menjelaskan kritik luas terhadap National Basketball Association (NBA) karena mengizinkan lemparan bebas bagi pemain yang "sengaja melempar bola asal-asalan ke arah keranjang setiap kali ada pemain lawan yang mendekat".[8] Setiap terjadi pelanggaran, permainan akan dihentikan sementara. Ketika tindakan ini dilakukan secara berulang-ulang, hal tersebut dirasa membangun sebuah bias kognitif negatif terhadap gerakan tersebut. Kritik tersebut pada akhirnya mendorong adanya perubahan aturan yang memberikan penalti bagi aktivitas ini, yang dikenal sebagai Aturan Harden, dinamai dari pengguna gerakan ini yang paling menonjol, James Harden.[9][10]

Replikasi

Keandalan dari efek ini telah menjadi subjek kontroversi tersendiri.[11] Beberapa studi yang dilakukan setelahnya di berbagai negara lain untuk mencoba mereplikasi eksperimen Zeigarnik gagal menemukan perbedaan signifikan dalam hal mengingat kembali antara tugas yang "selesai" dan tugas yang "belum selesai" (terganggu), contohnya penelitian oleh Van Bergen (1968).[12] Dalam sebuah tinjauan sistematis dan metaanalisis pada tahun 2025 terhadap akumulasi penelitian mengenai efek Zeigarnik dan efek Ovsiankina, para penulis tidak menemukan adanya keunggulan memori untuk tugas yang belum selesai, melainkan menemukan adanya kecenderungan umum untuk melanjutkan kembali tugas tersebut. Mereka menyimpulkan bahwa efek Ovsiankina merepresentasikan kecenderungan umum manusia, sedangkan efek Zeigarnik tidak memiliki validitas universal.[13]

Penggunaan

Perangkat lunak

Efek Zeigarnik digunakan dalam beberapa sistem perangkat lunak sebagai layanan (SaaS) untuk melakukan onboarding (pemanduan) pengguna baru secara lebih cepat dan efektif.

Biasanya, efek ini diimplementasikan dalam bentuk gamifikasi interaksi pengguna. Beberapa contohnya meliputi:

  • Pelacak progres: Fitur yang memberi tahu pengguna seberapa dekat mereka untuk menyelesaikan suatu tugas. Sebagai contoh, ketika pengguna melihat pesan seperti "Profil Anda sudah 64% selesai", mereka cenderung meluangkan waktu beberapa menit untuk melengkapi seluruh data yang kurang.
  • Daftar periksa: Fitur untuk menyediakan alur pemanduan pengguna baru yang jelas dan bertahap.

Fiksi

Umumnya digunakan dalam fiksi format Duanju (drama pendek), teknik cliffhanger (akhir cerita menggantung) sangat bergantung pada efek Zeigarnik—yaitu kecenderungan untuk mengingat tindakan yang terganggu secara lebih jelas—guna mempertahankan perhatian pemirsa dan meningkatkan rasa penasaran.[14]

Lihat pula

Bacaan lebih lanjut

Sumber utama

Sumber lainnya

Pranala luar

Referensi

  1. Maria Ovsiankina. Die Wiederaufnahme unterbrochener Handlungen. Psychologische Forschung. Januari 1928. Vol. 11 (3/4). hlm. 302–379. doi:10.1007/BF00410261.
  2. Principles of Gestalt Psychology. London: Kegan Paul, Trench, Trubner & Co. 1935. ISBN 978-0-415-86881-5.
  3. Bluma Zeigarnik. Das Behalten erledigter und unerledigter Handlungen. Psychologische Forschung. 1938. Vol. 9. hlm. 1–85. hlm. 300-314 dalam |W. D. Ellis (Ed.), A Sourcebook of Gestalt Psychology, London: Kegan Paul, Trench, Trubner & Co.
  4. Kurt Lewin. A Dynamic Theory of Personality: Selected Papers. McGraw-Hill Book Company, Inc. 1935. ISBN 978-0-07-037451-5.
  5. Kurt Lewin. A Dynamic Theory of Personality: Selected Papers. McGraw-Hill Book Company, Inc. 1935. ISBN 978-0-07-037451-5.
  6. Bluma Zeigarnik. Das Behalten erledigter und unerledigter Handlungen. 1927.
  7. Fred McKinney. Studies in the Retention of Interrupted Learning Activities. Journal of Comparative Psychology. April 1935. Vol. 19. doi:10.1037/h0056005.
  8. Matt Moore. How the NBA's newly imposed 'Harden Rule' will impact James Harden this season. CBSSports.com. 4 Oktober 2017.
  9. Kyle Boone. The NBA is finally cracking down on James Harden's foul-drawing antics. CBSSports.com. 22 September 2017.
  10. NBA implementing 'Zaza Pachulia,' 'James Harden' rules. NBCSports.com. 21 September 2017.
  11. Gilles O. Einstein. Forgetting of intentions in demanding situations is rapid. Journal of Experimental Psychology: Applied. 2003. Vol. 9 (3). hlm. 147–162. doi:10.1038/1076-898X.9.3.147.
  12. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  13. Romain Ghibellini. Interruption, recall and resumption: a meta-analysis of the Zeigarnik and Ovsiankina effects. Humanities and Social Sciences Communications. 2025-07-01. Vol. 12 (1). doi:10.1057/s41599-025-05000-w.
  14. Maëlle Billant. Anatomy of a Cliffhanger: Deciphering the Art of Suspense. Duanju. 15 Agustus 2025.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29547646 (2026-08-10T01:01:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.