Lapisan es: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28656386; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Lapisan es''' adalah sejumlah besar [[es]] [[gletser]] yang menutupi area seluas minimum . [[Lapisan es Antartika]] dan [[Lapisan es Greenland]] adalah satu-satunya yang kini berada di dunia. Namun di [[periode glasial terakhir]], lapisan es menutupi sebagian besar [[Amerika Utara]], [[Eropa Utara]], dan [[Amerika Selatan]]. | [[File:Antarctica_6400px_from_Blue_Marble.jpg|thumb|right|280px|Antarctica 6400px from Blue Marble]] | ||
'''Lapisan es''' adalah sejumlah besar [[es]] [[gletser]] yang menutupi area seluas minimum .<ref>[http://gemini.oscs.montana.edu/~geol445/hyperglac/glossary.htm Glossary of Important Terms in Glacial Geology].</ref><ref>[http://amsglossary.allenpress.com/glossary/search?id=ice-sheet1 American Meteorological Society, Glossary of Meteorology].</ref> [[Lapisan es Antartika]] dan [[Lapisan es Greenland]] adalah satu-satunya yang kini berada di dunia. Namun di [[periode glasial terakhir]], lapisan es menutupi sebagian besar [[Amerika Utara]], [[Eropa Utara]], dan [[Amerika Selatan]]. | |||
Lapisan es harus dibedakan dengan [[paparan es]] yang merupakan lapisan es di atas perairan. Lapisan es seluas kurang dari 50 ribu kilometer persegi disebut dengan [[tudung es]]. Meski [[Suhu|temperatur]] di permukaan lapisan es sangat dingin, temperatur di dasar lapisan relatif lebih hangat karena keberadaan [[panas bumi]]; wujud es tetap membeku karena tekanan dari atas. Meski demikian, dasar lapisan yang menghangat tersebut tidak sepenuhnya padat sehingga lapisan es dan bagian yang mencairnya dapat "meluncur" menuju laut membentuk [[arus es]]. | Lapisan es harus dibedakan dengan [[paparan es]] yang merupakan lapisan es di atas perairan. Lapisan es seluas kurang dari 50 ribu kilometer persegi disebut dengan [[tudung es]]. Meski [[Suhu|temperatur]] di permukaan lapisan es sangat dingin, temperatur di dasar lapisan relatif lebih hangat karena keberadaan [[panas bumi]]; wujud es tetap membeku karena tekanan dari atas. Meski demikian, dasar lapisan yang menghangat tersebut tidak sepenuhnya padat sehingga lapisan es dan bagian yang mencairnya dapat "meluncur" menuju laut membentuk [[arus es]]. | ||
Dalam glasiologi, lapisan es, juga dikenal sebagai gletser kontinental, adalah massa es glasial yang menutupi daerah sekitarnya dan lebih besar dari 50.000 km2 (19.000 sq mi). Satu-satunya lapisan es saat ini ada di Antarktika dan Greenland. | Dalam glasiologi, lapisan es, juga dikenal sebagai gletser kontinental,<ref>American Meteorological Society. [http://dx.doi.org/10.2172/764692 Final Report: Update of the Glossary of Meteorology, September 1, 1994 - August 3, 1999]. 2000-01-24.</ref> adalah massa es glasial yang menutupi daerah sekitarnya dan lebih besar dari 50.000 km2 (19.000 sq mi).<ref>Lukas HOTTINGER. [http://dx.doi.org/10.4267/2042/5832 Illustrated glossary of terms used in foraminiferal research]. ''Carnets de géologie (Notebooks on geology)''. 2006. doi:10.4267/2042/5832.</ref> Satu-satunya lapisan es saat ini ada di Antarktika dan Greenland. | ||
Lapisan es lebih besar dari rak es atau gletser alpine. Massa es yang menutupi kurang dari 50.000 km2 disebut tudung es. Tudung es biasanya akan memberi makan serangkaian gletser di sekitar pinggirannya. | Lapisan es lebih besar dari rak es atau gletser alpine. Massa es yang menutupi kurang dari 50.000 km2 disebut tudung es. Tudung es biasanya akan memberi makan serangkaian gletser di sekitar pinggirannya. | ||
| Baris 12: | Baris 14: | ||
== Lapisan es Antarktika == | == Lapisan es Antarktika == | ||
Lapisan es Antarktika adalah bongkahan es tunggal terbesar di Bumi. Ini mencakup area seluas hampir 14 juta km2 (5,4 juta mi2) dan mengandung 30 juta km3 es. Sekitar 90% massa es Bumi berada di Antarktika, yang jika mencair, akan menyebabkan permukaan laut naik hingga 58 meter (190 kaki). Tren suhu permukaan rata-rata benua Antarktika adalah positif dan signifikan pada >0,05 °C (0,09 °F)/dekade sejak 1957. | Lapisan es Antarktika adalah bongkahan es tunggal terbesar di Bumi. Ini mencakup area seluas hampir 14 juta km2 (5,4 juta mi2) dan mengandung 30 juta km3 es. Sekitar 90% massa es Bumi berada di Antarktika,<ref>[http://dx.doi.org/10.4211/hs.615d426f70cc4346875c725b4b8fdc59 USGS - Harvey High Water Marks]. ''HydroShare Resources''.</ref> yang jika mencair, akan menyebabkan permukaan laut naik hingga 58 meter (190 kaki).<ref>[http://dx.doi.org/10.1017/cbo9781107415324 Climate Change 2013 – The Physical Science Basis]. 2014-03-24. doi:10.1017/cbo9781107415324.</ref> Tren suhu permukaan rata-rata benua Antarktika adalah positif dan signifikan pada >0,05 °C (0,09 °F)/dekade sejak 1957.<ref>Steig, E. J.; Schneider, D. P.; Rutherford, S. D.; Mann, M. E.; Comiso, J. C.; Shindell, D. T. (2009). "Warming of the Antarctic ice-sheet surface since the 1957 International Geophysical Year". Nature. 457 (7228): 459–462. Bibcode:2009Natur.457..459S. doi:10.1038/nature07669. PMID 19158794. S2CID 4410477.</ref> | ||
Lapisan es Antarktika dibagi oleh Pegunungan Transantarktika menjadi dua bagian yang tidak sama yang disebut Lapisan Es [[Antarktika Timur]] (EAIS) dan Lapisan Es Antarktika Barat (WAIS) yang lebih kecil. EAIS bertumpu pada daratan utama, tetapi dasar WAIS, di beberapa tempat, lebih dari 2.500 meter (8.200 kaki) di bawah permukaan laut. Itu akan menjadi dasar laut jika lapisan es tidak ada. WAIS diklasifikasikan sebagai lapisan es berbasis laut, artinya lapisannya terletak di bawah permukaan laut dan tepinya mengalir ke lapisan es yang mengapung. WAIS dibatasi oleh Ross Ice Shelf, Filchner-Ronne Ice Shelf, dan gletser outlet yang mengalir ke Laut Amundsen. | Lapisan es Antarktika dibagi oleh Pegunungan Transantarktika menjadi dua bagian yang tidak sama yang disebut Lapisan Es [[Antarktika Timur]] (EAIS) dan Lapisan Es Antarktika Barat (WAIS) yang lebih kecil. EAIS bertumpu pada daratan utama, tetapi dasar WAIS, di beberapa tempat, lebih dari 2.500 meter (8.200 kaki) di bawah permukaan laut. Itu akan menjadi dasar laut jika lapisan es tidak ada. WAIS diklasifikasikan sebagai lapisan es berbasis laut, artinya lapisannya terletak di bawah permukaan laut dan tepinya mengalir ke lapisan es yang mengapung. WAIS dibatasi oleh Ross Ice Shelf, Filchner-Ronne Ice Shelf, dan gletser outlet yang mengalir ke Laut Amundsen. | ||
== Lapisan es Greenland == | == Lapisan es Greenland == | ||
Lapisan es Greenland menempati sekitar 82% permukaan Greenland, dan jika meleleh akan menyebabkan permukaan laut naik 7,2 meter (24 kaki). Perkiraan perubahan massa lapisan es Greenland menunjukkan bahwa ia mencair dengan kecepatan sekitar 239 kilometer kubik (57 mil kubik) per tahun. Pengukuran ini berasal dari satelit Gravity Recovery and Climate Experiment NASA, yang diluncurkan pada tahun 2002, seperti dilansir [[BBC News]] pada Agustus 2006. | Lapisan es Greenland menempati sekitar 82% permukaan Greenland, dan jika meleleh akan menyebabkan permukaan laut naik 7,2 meter (24 kaki).<ref>[http://dx.doi.org/10.1017/cbo9781107415324 Climate Change 2013 – The Physical Science Basis]. 2014-03-24. doi:10.1017/cbo9781107415324.</ref> Perkiraan perubahan massa lapisan es Greenland menunjukkan bahwa ia mencair dengan kecepatan sekitar 239 kilometer kubik (57 mil kubik) per tahun.<ref>Anonymous. [http://dx.doi.org/10.5194/tc-2019-131-rc1 Review of “Algal growth and weathering crust structure drive variability in Greenland Ice Sheet ice albedo” by Tedstone et al]. ''dx.doi.org''. 2019-08-16.</ref> Pengukuran ini berasal dari satelit Gravity Recovery and Climate Experiment NASA, yang diluncurkan pada tahun 2002, seperti dilansir [[BBC News]] pada Agustus 2006.<ref>[http://dx.doi.org/10.1063/pt.5.020343 Greenland melt 'speeding up']. ''Physics Today''. 2006. doi:10.1063/pt.5.020343.</ref> | ||
== Dinamika lapisan es == | == Dinamika lapisan es == | ||
Pergerakan ini didominasi oleh pergerakan gletser yang aktivitasnya ditentukan oleh sejumlah proses. Gerakan mereka adalah hasil dari lonjakan siklik yang diselingi dengan periode tidak aktif yang lebih lama, baik dalam skala waktu per jam maupun seratus tahun. | Pergerakan ini didominasi oleh pergerakan gletser yang aktivitasnya ditentukan oleh sejumlah proses.<ref>Greve, R.; Blatter, H. (2009). Dynamics of Ice Sheets and Glaciers. Springer. doi:10.1007/978-3-642-03415-2. ISBN 978-3-642-03414-5.</ref> Gerakan mereka adalah hasil dari lonjakan siklik yang diselingi dengan periode tidak aktif yang lebih lama, baik dalam skala waktu per jam maupun seratus tahun. | ||
== Prediksi efek pemanasan global == | == Prediksi efek pemanasan global == | ||
Greenland, dan mungkin Antarktika, lapisan es telah kehilangan massa baru-baru ini, karena kehilangan akibat ablasi termasuk gletser keluar melebihi akumulasi hujan salju. Menurut Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), hilangnya massa lapisan es Antarktika dan Greenland masing-masing berkontribusi sekitar 0,21 ± 0,35 dan 0,21 ± 0,07 mm/tahun terhadap kenaikan permukaan laut antara tahun 1993 dan 2003. | Greenland, dan mungkin Antarktika, lapisan es telah kehilangan massa baru-baru ini, karena kehilangan akibat ablasi termasuk gletser keluar melebihi akumulasi hujan salju. Menurut Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), hilangnya massa lapisan es Antarktika dan Greenland masing-masing berkontribusi sekitar 0,21 ± 0,35 dan 0,21 ± 0,07 mm/tahun terhadap kenaikan permukaan laut antara tahun 1993 dan 2003.<ref>[http://dx.doi.org/10.1017/cbo9781107415324.004 Summary for Policymakers]. Cambridge University Press. 2014-03-24. hlm. 1–30.</ref> | ||
IPCC memproyeksikan bahwa kehilangan massa es dari pencairan lapisan es Greenland akan terus melebihi akumulasi hujan salju. Akumulasi hujan salju di lapisan es Antarktika diproyeksikan melebihi kerugian akibat pencairan. Namun, dalam kata-kata IPCC, "Proses dinamis yang terkait dengan aliran es tidak termasuk dalam model saat ini tetapi disarankan oleh pengamatan baru-baru ini dapat meningkatkan kerentanan lapisan es terhadap pemanasan, meningkatkan kenaikan permukaan laut di masa depan. Pemahaman tentang proses ini terbatas dan tidak ada konsensus tentang besarnya mereka." Oleh karena itu, lebih banyak pekerjaan penelitian diperlukan untuk meningkatkan keandalan prediksi respons lapisan es terhadap pemanasan global. Pada tahun 2018, para ilmuwan menemukan saluran antara lapisan es Antarktika Timur dan Barat yang memungkinkan es yang mencair mengalir lebih cepat ke laut. | IPCC memproyeksikan bahwa kehilangan massa es dari pencairan lapisan es Greenland akan terus melebihi akumulasi hujan salju. Akumulasi hujan salju di lapisan es Antarktika diproyeksikan melebihi kerugian akibat pencairan. Namun, dalam kata-kata IPCC, "Proses dinamis yang terkait dengan aliran es tidak termasuk dalam model saat ini tetapi disarankan oleh pengamatan baru-baru ini dapat meningkatkan kerentanan lapisan es terhadap pemanasan, meningkatkan kenaikan permukaan laut di masa depan. Pemahaman tentang proses ini terbatas dan tidak ada konsensus tentang besarnya mereka." Oleh karena itu, lebih banyak pekerjaan penelitian diperlukan untuk meningkatkan keandalan prediksi respons lapisan es terhadap pemanasan global. Pada tahun 2018, para ilmuwan menemukan saluran antara lapisan es Antarktika Timur dan Barat yang memungkinkan es yang mencair mengalir lebih cepat ke laut.<ref>[http://dx.doi.org/10.1063/pt.5.021123 Hot "ice" may cover recently discovered planet]. ''Physics Today''. 2007. doi:10.1063/pt.5.021123.</ref> | ||
Efek pada lapisan es karena peningkatan suhu dapat meningkat, tetapi seperti yang didokumentasikan oleh IPCC, efek tersebut tidak mudah diproyeksikan secara akurat dan dalam kasus Antarktika, dapat memicu akumulasi massa es tambahan. Jika lapisan es terhempas ke tanah kosong, lebih sedikit cahaya dari matahari yang akan dipantulkan kembali ke angkasa dan lebih banyak yang akan diserap oleh daratan. Lapisan Es Greenland menutupi 84% pulau, dan Lapisan Es Antarktika menutupi sekitar 98% benua. Karena ketebalan yang signifikan dari lapisan es ini, analisis pemanasan global biasanya berfokus pada hilangnya massa es dari lapisan es yang meningkatkan kenaikan permukaan laut, dan bukan pada pengurangan luas permukaan lapisan es. | Efek pada lapisan es karena peningkatan suhu dapat meningkat, tetapi seperti yang didokumentasikan oleh IPCC, efek tersebut tidak mudah diproyeksikan secara akurat dan dalam kasus Antarktika, dapat memicu akumulasi massa es tambahan. Jika lapisan es terhempas ke tanah kosong, lebih sedikit cahaya dari matahari yang akan dipantulkan kembali ke angkasa dan lebih banyak yang akan diserap oleh daratan. Lapisan Es Greenland menutupi 84% pulau, dan Lapisan Es Antarktika menutupi sekitar 98% benua. Karena ketebalan yang signifikan dari lapisan es ini, analisis pemanasan global biasanya berfokus pada hilangnya massa es dari lapisan es yang meningkatkan kenaikan permukaan laut, dan bukan pada pengurangan luas permukaan lapisan es. | ||
Sampai saat ini, lapisan es dipandang sebagai komponen inert dari siklus karbon dan sebagian besar diabaikan dalam model global. Penelitian dalam dekade terakhir telah mengubah pandangan ini, menunjukkan keberadaan komunitas mikroba yang beradaptasi secara unik, tingkat pelapukan biogeokimia/fisik yang tinggi di lapisan es dan penyimpanan dan daur ulang karbon organik lebih dari 100 miliar ton, serta nutrisi (lihat diagram ). | Sampai saat ini, lapisan es dipandang sebagai komponen inert dari siklus karbon dan sebagian besar diabaikan dalam model global. Penelitian dalam dekade terakhir telah mengubah pandangan ini, menunjukkan keberadaan komunitas mikroba yang beradaptasi secara unik, tingkat pelapukan biogeokimia/fisik yang tinggi di lapisan es dan penyimpanan dan daur ulang karbon organik lebih dari 100 miliar ton, serta nutrisi (lihat diagram ).<ref>Wadham, J.L., Hawkings, J.R., Tarasov, L., Gregoire, L.J., Spencer, R.G.M., Gutjahr, M., Ridgwell, A. and Kohfeld, K.E. (2019) "Ice sheets matter for the global carbon cycle". Nature communications, 10(1): 1–17. doi:10.1038/s41467-019-11394-4. CC BY icon.svg Material was copied from this source, which is available under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.</ref> | ||
== Bahan bacaan terkair == | == Bahan bacaan terkair == | ||
* | * | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.unep.org/geo/geo%5Fice/ United Nations Environment Programme: Global Outlook for Ice and Snow] | * [http://www.unep.org/geo/geo%5Fice/ United Nations Environment Programme: Global Outlook for Ice and Snow] | ||
* [http://www.nasa.gov/vision/earth/environment/ice_sheets.html Ice Sheet: NASA Earth] | * [http://www.nasa.gov/vision/earth/environment/ice_sheets.html Ice Sheet: NASA Earth] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lapisan+es&oldid=28656386 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28656386 (2025-12-03T05:30:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 23.00

Lapisan es adalah sejumlah besar es gletser yang menutupi area seluas minimum .[1][2] Lapisan es Antartika dan Lapisan es Greenland adalah satu-satunya yang kini berada di dunia. Namun di periode glasial terakhir, lapisan es menutupi sebagian besar Amerika Utara, Eropa Utara, dan Amerika Selatan.
Lapisan es harus dibedakan dengan paparan es yang merupakan lapisan es di atas perairan. Lapisan es seluas kurang dari 50 ribu kilometer persegi disebut dengan tudung es. Meski temperatur di permukaan lapisan es sangat dingin, temperatur di dasar lapisan relatif lebih hangat karena keberadaan panas bumi; wujud es tetap membeku karena tekanan dari atas. Meski demikian, dasar lapisan yang menghangat tersebut tidak sepenuhnya padat sehingga lapisan es dan bagian yang mencairnya dapat "meluncur" menuju laut membentuk arus es.
Dalam glasiologi, lapisan es, juga dikenal sebagai gletser kontinental,[3] adalah massa es glasial yang menutupi daerah sekitarnya dan lebih besar dari 50.000 km2 (19.000 sq mi).[4] Satu-satunya lapisan es saat ini ada di Antarktika dan Greenland.
Lapisan es lebih besar dari rak es atau gletser alpine. Massa es yang menutupi kurang dari 50.000 km2 disebut tudung es. Tudung es biasanya akan memberi makan serangkaian gletser di sekitar pinggirannya.
Meski permukaannya dingin, dasar lapisan es umumnya lebih hangat akibat panas bumi. Di beberapa tempat, pencairan terjadi dan air lelehan melumasi lapisan es sehingga mengalir lebih cepat. Proses ini menghasilkan saluran yang mengalir cepat di lapisan es — ini adalah aliran es.
Lapisan es kutub saat ini relatif muda secara geologis. Lapisan Es Antarktika pertama kali terbentuk sebagai tudung es kecil (mungkin beberapa) pada Oligosen awal, 33,9-23,0 Ma, tetapi mundur dan maju berkali-kali hingga Pliosen, 5,33-2,58 Ma, ketika menutupi hampir seluruh Antarktika. Lapisan es Greenland tidak berkembang sama sekali sampai Pliosen akhir, tetapi tampaknya berkembang sangat pesat dengan glasiasi benua pertama. Ini memiliki efek yang tidak biasa yang memungkinkan fosil tanaman yang pernah tumbuh di Greenland saat ini jauh lebih terawetkan dibandingkan dengan lapisan es Antarktika yang perlahan terbentuk.
Lapisan es Antarktika
Lapisan es Antarktika adalah bongkahan es tunggal terbesar di Bumi. Ini mencakup area seluas hampir 14 juta km2 (5,4 juta mi2) dan mengandung 30 juta km3 es. Sekitar 90% massa es Bumi berada di Antarktika,[5] yang jika mencair, akan menyebabkan permukaan laut naik hingga 58 meter (190 kaki).[6] Tren suhu permukaan rata-rata benua Antarktika adalah positif dan signifikan pada >0,05 °C (0,09 °F)/dekade sejak 1957.[7]
Lapisan es Antarktika dibagi oleh Pegunungan Transantarktika menjadi dua bagian yang tidak sama yang disebut Lapisan Es Antarktika Timur (EAIS) dan Lapisan Es Antarktika Barat (WAIS) yang lebih kecil. EAIS bertumpu pada daratan utama, tetapi dasar WAIS, di beberapa tempat, lebih dari 2.500 meter (8.200 kaki) di bawah permukaan laut. Itu akan menjadi dasar laut jika lapisan es tidak ada. WAIS diklasifikasikan sebagai lapisan es berbasis laut, artinya lapisannya terletak di bawah permukaan laut dan tepinya mengalir ke lapisan es yang mengapung. WAIS dibatasi oleh Ross Ice Shelf, Filchner-Ronne Ice Shelf, dan gletser outlet yang mengalir ke Laut Amundsen.
Lapisan es Greenland
Lapisan es Greenland menempati sekitar 82% permukaan Greenland, dan jika meleleh akan menyebabkan permukaan laut naik 7,2 meter (24 kaki).[8] Perkiraan perubahan massa lapisan es Greenland menunjukkan bahwa ia mencair dengan kecepatan sekitar 239 kilometer kubik (57 mil kubik) per tahun.[9] Pengukuran ini berasal dari satelit Gravity Recovery and Climate Experiment NASA, yang diluncurkan pada tahun 2002, seperti dilansir BBC News pada Agustus 2006.[10]
Dinamika lapisan es
Pergerakan ini didominasi oleh pergerakan gletser yang aktivitasnya ditentukan oleh sejumlah proses.[11] Gerakan mereka adalah hasil dari lonjakan siklik yang diselingi dengan periode tidak aktif yang lebih lama, baik dalam skala waktu per jam maupun seratus tahun.
Prediksi efek pemanasan global
Greenland, dan mungkin Antarktika, lapisan es telah kehilangan massa baru-baru ini, karena kehilangan akibat ablasi termasuk gletser keluar melebihi akumulasi hujan salju. Menurut Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), hilangnya massa lapisan es Antarktika dan Greenland masing-masing berkontribusi sekitar 0,21 ± 0,35 dan 0,21 ± 0,07 mm/tahun terhadap kenaikan permukaan laut antara tahun 1993 dan 2003.[12]
IPCC memproyeksikan bahwa kehilangan massa es dari pencairan lapisan es Greenland akan terus melebihi akumulasi hujan salju. Akumulasi hujan salju di lapisan es Antarktika diproyeksikan melebihi kerugian akibat pencairan. Namun, dalam kata-kata IPCC, "Proses dinamis yang terkait dengan aliran es tidak termasuk dalam model saat ini tetapi disarankan oleh pengamatan baru-baru ini dapat meningkatkan kerentanan lapisan es terhadap pemanasan, meningkatkan kenaikan permukaan laut di masa depan. Pemahaman tentang proses ini terbatas dan tidak ada konsensus tentang besarnya mereka." Oleh karena itu, lebih banyak pekerjaan penelitian diperlukan untuk meningkatkan keandalan prediksi respons lapisan es terhadap pemanasan global. Pada tahun 2018, para ilmuwan menemukan saluran antara lapisan es Antarktika Timur dan Barat yang memungkinkan es yang mencair mengalir lebih cepat ke laut.[13]
Efek pada lapisan es karena peningkatan suhu dapat meningkat, tetapi seperti yang didokumentasikan oleh IPCC, efek tersebut tidak mudah diproyeksikan secara akurat dan dalam kasus Antarktika, dapat memicu akumulasi massa es tambahan. Jika lapisan es terhempas ke tanah kosong, lebih sedikit cahaya dari matahari yang akan dipantulkan kembali ke angkasa dan lebih banyak yang akan diserap oleh daratan. Lapisan Es Greenland menutupi 84% pulau, dan Lapisan Es Antarktika menutupi sekitar 98% benua. Karena ketebalan yang signifikan dari lapisan es ini, analisis pemanasan global biasanya berfokus pada hilangnya massa es dari lapisan es yang meningkatkan kenaikan permukaan laut, dan bukan pada pengurangan luas permukaan lapisan es.
Sampai saat ini, lapisan es dipandang sebagai komponen inert dari siklus karbon dan sebagian besar diabaikan dalam model global. Penelitian dalam dekade terakhir telah mengubah pandangan ini, menunjukkan keberadaan komunitas mikroba yang beradaptasi secara unik, tingkat pelapukan biogeokimia/fisik yang tinggi di lapisan es dan penyimpanan dan daur ulang karbon organik lebih dari 100 miliar ton, serta nutrisi (lihat diagram ).[14]
Bahan bacaan terkair
Pranala luar
Referensi
- ↑ Glossary of Important Terms in Glacial Geology.
- ↑ American Meteorological Society, Glossary of Meteorology.
- ↑ American Meteorological Society. Final Report: Update of the Glossary of Meteorology, September 1, 1994 - August 3, 1999. 2000-01-24.
- ↑ Lukas HOTTINGER. Illustrated glossary of terms used in foraminiferal research. Carnets de géologie (Notebooks on geology). 2006. doi:10.4267/2042/5832.
- ↑ USGS - Harvey High Water Marks. HydroShare Resources.
- ↑ Climate Change 2013 – The Physical Science Basis. 2014-03-24. doi:10.1017/cbo9781107415324.
- ↑ Steig, E. J.; Schneider, D. P.; Rutherford, S. D.; Mann, M. E.; Comiso, J. C.; Shindell, D. T. (2009). "Warming of the Antarctic ice-sheet surface since the 1957 International Geophysical Year". Nature. 457 (7228): 459–462. Bibcode:2009Natur.457..459S. doi:10.1038/nature07669. PMID 19158794. S2CID 4410477.
- ↑ Climate Change 2013 – The Physical Science Basis. 2014-03-24. doi:10.1017/cbo9781107415324.
- ↑ Anonymous. Review of “Algal growth and weathering crust structure drive variability in Greenland Ice Sheet ice albedo” by Tedstone et al. dx.doi.org. 2019-08-16.
- ↑ Greenland melt 'speeding up'. Physics Today. 2006. doi:10.1063/pt.5.020343.
- ↑ Greve, R.; Blatter, H. (2009). Dynamics of Ice Sheets and Glaciers. Springer. doi:10.1007/978-3-642-03415-2. ISBN 978-3-642-03414-5.
- ↑ Summary for Policymakers. Cambridge University Press. 2014-03-24. hlm. 1–30.
- ↑ Hot "ice" may cover recently discovered planet. Physics Today. 2007. doi:10.1063/pt.5.021123.
- ↑ Wadham, J.L., Hawkings, J.R., Tarasov, L., Gregoire, L.J., Spencer, R.G.M., Gutjahr, M., Ridgwell, A. and Kohfeld, K.E. (2019) "Ice sheets matter for the global carbon cycle". Nature communications, 10(1): 1–17. doi:10.1038/s41467-019-11394-4. CC BY icon.svg Material was copied from this source, which is available under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28656386 (2025-12-03T05:30:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.