Lompat ke isi

Alga keemasan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28520805; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Dinobryon_sp.jpg|thumb|right|280px|Dinobryon sp]]
'''Alga keemasan''' atau '''Chrysophyceae''' adalah salah satu [[Kelas (biologi)|kelas]] dari kelompok [[alga]] [[Heterokontophyta]]. Warnanya yang kuning keemasan berasal dari kandungan [[pigmen]] [[karotena]] dan [[xantofil]] yang banyak sehingga mendominasi warna kloroplasnya dan membuat [[klorofil]] tidak terlalu tampak. [[Kloroplas]] alga ini berbentuk [[cakram]], [[pita]], atau [[oval]]. Nama "Chrysophyceae" diambil dari [[bahasa Yunani]], yaitu ''chrysos'' yang berarti [[emas]].
'''Alga keemasan''' atau '''Chrysophyceae''' adalah salah satu [[Kelas (biologi)|kelas]] dari kelompok [[alga]] [[Heterokontophyta]]. Warnanya yang kuning keemasan berasal dari kandungan [[pigmen]] [[karotena]] dan [[xantofil]] yang banyak sehingga mendominasi warna kloroplasnya dan membuat [[klorofil]] tidak terlalu tampak. [[Kloroplas]] alga ini berbentuk [[cakram]], [[pita]], atau [[oval]]. Nama "Chrysophyceae" diambil dari [[bahasa Yunani]], yaitu ''chrysos'' yang berarti [[emas]].


Sel-sel alga keemasan memiliki [[inti sel|inti]] sejati, [[dinding sel]] umumnya mengandung [[silika]] (SiO<sub>2</sub>) atau zat kersik. Alga ini ada yang hanya satu sel (uniseluler) dan ada yang terdiri atas banyak sel (multiseluler). Alga uniseluler dapat hidup sebagai komponen [[fitoplankton]] yang dominan. Alga yang multiseluler membentuk [[koloni]] atau berbentuk berkas pita (filamen). Bagian tubuh alga terdapat cadangan makanan berupa polisakarida yang disebut sebagai laminarin. Habitatnya adalah [[air tawar]], di [[laut]], dan di atas permukaan tanah yang lembap. Terdapat sekitar 1.700 spesies dari alga keemasan yang telah diketahui.
Sel-sel alga keemasan memiliki [[inti sel|inti]] sejati, [[dinding sel]] umumnya mengandung [[silika]] (SiO<sub>2</sub>) atau zat kersik. Alga ini ada yang hanya satu sel (uniseluler) dan ada yang terdiri atas banyak sel (multiseluler). Alga uniseluler dapat hidup sebagai komponen [[fitoplankton]] yang dominan. Alga yang multiseluler membentuk [[koloni]] atau berbentuk berkas pita (filamen). Bagian tubuh alga terdapat cadangan makanan berupa polisakarida yang disebut sebagai laminarin. Habitatnya adalah [[air tawar]], di [[laut]], dan di atas permukaan tanah yang lembap.<ref>Siti Pramitha R Wardhani. [https://books.google.co.id/books?id=5HOLDwAAQBAJ&pg=PA95&dq=alga+keemasan&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwiX6M2196ftAhUxg-YKHW_ABvIQ6AEwBHoECAAQAg#v=onepage&q=alga%20keemasan&f=false Intisari Biologi Dasar]. Diandra Kreatif. 2019. hlm. 95. ISBN 9786023368884.</ref> Terdapat sekitar 1.700 spesies dari alga keemasan yang telah diketahui.


== Perkembangbiakan alga keemasan ==
== Perkembangbiakan alga keemasan ==
Baris 7: Baris 9:


== Contoh alga keemasan ==
== Contoh alga keemasan ==
=== Alga keemasan bersel tunggal ===
=== Alga keemasan bersel tunggal ===
==== ''Ochromonas'' ====
==== ''Ochromonas'' ====
Sel tubuhnya berbentuk bola yang dilengkapi dengan 2 [[flagel]] sebagai alat gerak. Kedua flagel tersebut tidak sama panjang. Di dalam sitoplasmanya terdapat beberapa organel penting, seperti [[kloroplas]] yang berbentuk lembaran melengkung, [[vakuola]], [[stigma]], dan [[nukleus]]. ''Ochromonas'' berkembangbiak dengan membelah diri. Kebanyakan spesies ini ditemukan di air tawar, kolam, dan genangan air hujan.
Sel tubuhnya berbentuk bola yang dilengkapi dengan 2 [[flagel]] sebagai alat gerak. Kedua flagel tersebut tidak sama panjang. Di dalam sitoplasmanya terdapat beberapa organel penting, seperti [[kloroplas]] yang berbentuk lembaran melengkung, [[vakuola]], [[stigma]], dan [[nukleus]]. ''Ochromonas'' berkembangbiak dengan membelah diri. Kebanyakan spesies ini ditemukan di air tawar, kolam, dan genangan air hujan.
Baris 22: Baris 22:
* Perkembangbiakan generatif ''Navicula'' berlangsung dengan konjugasi. Bila ukuran tubuh ''Navicula'' tidak memungkinkan untuk mengadakan pembelahan lagi, inti selnya akan mengalami [[meiosis]] dan menghasilkan [[gamet]]. Gamet itu kemudian akan meninggalkan sel dan setelah terjadi [[pembuahan]] di dalam [[air]] akan menghasilkan [[zigot]]. Zigot selanjutnya tumbuh menjadi sel ''Navicula'' baru dan membentuk tutup dan kotak baru.
* Perkembangbiakan generatif ''Navicula'' berlangsung dengan konjugasi. Bila ukuran tubuh ''Navicula'' tidak memungkinkan untuk mengadakan pembelahan lagi, inti selnya akan mengalami [[meiosis]] dan menghasilkan [[gamet]]. Gamet itu kemudian akan meninggalkan sel dan setelah terjadi [[pembuahan]] di dalam [[air]] akan menghasilkan [[zigot]]. Zigot selanjutnya tumbuh menjadi sel ''Navicula'' baru dan membentuk tutup dan kotak baru.


Bila ''Navicula'' mati, dinding selnya akan mengendap membentuk tanah [[diatom]] yang kaya zat kersik. Tanah ini merupakan bahan [[dinamit]], bahan [[isolator]], dan serbuk penggosok.
Bila ''Navicula'' mati, dinding selnya akan mengendap membentuk tanah [[diatom]] yang kaya zat kersik. Tanah ini merupakan bahan [[dinamit]], bahan [[isolator]], dan serbuk penggosok.  


=== Alga keemasan berbentuk berkas ===
=== Alga keemasan berbentuk berkas ===
==== ''Vaucheria'' ====
==== ''Vaucheria'' ====
Vaucheria mengandung pigmen hijau (klorofil) dan pigmen Kuning (xantofil). Tubuhnya berupa benang bercabang-cabang dan tidak bersekat, memiliki inti sel banyak, dan menyebar. Di bagian tengah benang-benang (filamen) tersebut terdapat vakuola pusat, kloroplas berlapis sejajar dengan sumbu filamen. ''Vaucheria'' tumbuh melekat pada substrat dengan menggunakan alat yang berbentuk [[akar]]. Sebagian besar spesies memiliki habitat di air tawar maupuan di [[air payau]], beberapa yang lainnya dapat ditemukan di lahan basah seperti lumpur, muara, rawa, lahan pertanian basah, dan tepi kolam.
Vaucheria mengandung pigmen hijau (klorofil) dan pigmen Kuning (xantofil). Tubuhnya berupa benang bercabang-cabang dan tidak bersekat, memiliki inti sel banyak, dan menyebar. Di bagian tengah benang-benang (filamen) tersebut terdapat vakuola pusat, kloroplas berlapis sejajar dengan sumbu filamen.<ref>[http://bioref.lastdragon.org/Xanthophyta/Vaucheria.html Vaucheria (images of British biodiversity)]. ''bioref.lastdragon.org''.</ref> ''Vaucheria'' tumbuh melekat pada substrat dengan menggunakan alat yang berbentuk [[akar]]. Sebagian besar spesies memiliki habitat di air tawar maupuan di [[air payau]], beberapa yang lainnya dapat ditemukan di lahan basah seperti lumpur, muara, rawa, lahan pertanian basah, dan tepi kolam.<ref>[https://www.britannica.com/science/Vaucheria Vaucheria genus of yellow-green algae]. ''Encyclopedia Britannica''.</ref>


Perkembangbiakan ''Vaucheria'':
Perkembangbiakan ''Vaucheria'':
* Perkembangbiakan vegetatif ''Vaucheria'' berlangsung dengan pembentukan [[zoospora]] yang berkumpul dalam [[sporangium]] pada ujung filamen. Selanjutnya, inti di dalam sporangium membelah secara [[meiosis]] dan menghasilkan zoospora. Zoospora tersebut berinti banyak dan mempunyai [[flagel]] yang tumbuh di seluruh permukaannya. Setelah sporangium masak, zoospora akan keluar dan tumbuh menjadi Vaucheria baru.
* Perkembangbiakan vegetatif ''Vaucheria'' berlangsung dengan pembentukan [[zoospora]] yang berkumpul dalam [[sporangium]] pada ujung filamen. Selanjutnya, inti di dalam sporangium membelah secara [[meiosis]] dan menghasilkan zoospora. Zoospora tersebut berinti banyak dan mempunyai [[flagel]] yang tumbuh di seluruh permukaannya. Setelah sporangium masak, zoospora akan keluar dan tumbuh menjadi Vaucheria baru.
* Perkembangbiakan generatif ''Vaucheria'' berlangsung dengan [[pembuahan]] ovum oleh spermatozoid. [[telur|Ovum]] dibentuk di dalam [[oogonium]], sedang [[spermatozoid]] dibentuk dalam [[anteridium]], keduanya terdapat pada benang yang sama (homotalus). Zigospora hasil pembuahannya akan membelah secara [[meiosis]] dan menghasilkan [[spora]] yang selanjutnya terlepas dari induknya dan tumbuh menjadi alga baru.
* Perkembangbiakan generatif ''Vaucheria'' berlangsung dengan [[pembuahan]] ovum oleh spermatozoid. [[telur|Ovum]] dibentuk di dalam [[oogonium]], sedang [[spermatozoid]] dibentuk dalam [[anteridium]], keduanya terdapat pada benang yang sama (homotalus). Zigospora hasil pembuahannya akan membelah secara [[meiosis]] dan menghasilkan [[spora]] yang selanjutnya terlepas dari induknya dan tumbuh menjadi alga baru.
==Referensi==


== Daftar Pustaka ==
== Daftar Pustaka ==
 
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alga+keemasan&oldid=28520805 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28520805 (2025-11-17T17:04:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alga+keemasan&oldid=28520805 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28520805 (2025-11-17T17:04:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 23.03

Dinobryon sp

Alga keemasan atau Chrysophyceae adalah salah satu kelas dari kelompok alga Heterokontophyta. Warnanya yang kuning keemasan berasal dari kandungan pigmen karotena dan xantofil yang banyak sehingga mendominasi warna kloroplasnya dan membuat klorofil tidak terlalu tampak. Kloroplas alga ini berbentuk cakram, pita, atau oval. Nama "Chrysophyceae" diambil dari bahasa Yunani, yaitu chrysos yang berarti emas.

Sel-sel alga keemasan memiliki inti sejati, dinding sel umumnya mengandung silika (SiO2) atau zat kersik. Alga ini ada yang hanya satu sel (uniseluler) dan ada yang terdiri atas banyak sel (multiseluler). Alga uniseluler dapat hidup sebagai komponen fitoplankton yang dominan. Alga yang multiseluler membentuk koloni atau berbentuk berkas pita (filamen). Bagian tubuh alga terdapat cadangan makanan berupa polisakarida yang disebut sebagai laminarin. Habitatnya adalah air tawar, di laut, dan di atas permukaan tanah yang lembap.[1] Terdapat sekitar 1.700 spesies dari alga keemasan yang telah diketahui.

Perkembangbiakan alga keemasan

Ada dua cara perkembangbiakan, seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Perkembangbiakan generatif melalui cara-cara konjugasi, isogami, anisogami, dan oogami. Perkembangbiakan vegetatif dilakukan melalui pembelahan sel, fragmentasi, pemisahan koloni, dan pembentukan spora (baik aplanospora maupun zoospora).

Contoh alga keemasan

Alga keemasan bersel tunggal

Ochromonas

Sel tubuhnya berbentuk bola yang dilengkapi dengan 2 flagel sebagai alat gerak. Kedua flagel tersebut tidak sama panjang. Di dalam sitoplasmanya terdapat beberapa organel penting, seperti kloroplas yang berbentuk lembaran melengkung, vakuola, stigma, dan nukleus. Ochromonas berkembangbiak dengan membelah diri. Kebanyakan spesies ini ditemukan di air tawar, kolam, dan genangan air hujan.

Alga ini dikenal sebagai diatomae atau ganggang kersik karena dinding sel tubuhnya mengandung zat kersik. Kersik merupakan komponen penting dalam plankton. Navicula sp hidup di air tawar dan di laut.

Tubuh Navicula sp terdiri atas dua bagian yaitu kotak (hipoteka) dan tutup (epiteka). Di antara kotak dan tutup terdapat celah yang disebut rafe.

Perkembangbiakan Navicula sp:

  • Perkembangbiakan vegetatif Navicula dengan membelah diri. Setiap inti diatomae membelah menjadi dua, diikuti pembagian sitoplasma menjadi dua bagian. Selanjutnya, dinding sel Navicula memisah menjadi kotak dan tutup. Pada sel anakan, baik kotak maupun tutup akan berfungsi menjadi tutup, dan masing-masing akan membentuk kotak baru. Dengan demikian setiap sel anakan yang berasal dari kotak akan mempunyai ukuran lebih kecil daripada sel asalnya. Peristiwa ini berlangsung berulang kali.
  • Perkembangbiakan generatif Navicula berlangsung dengan konjugasi. Bila ukuran tubuh Navicula tidak memungkinkan untuk mengadakan pembelahan lagi, inti selnya akan mengalami meiosis dan menghasilkan gamet. Gamet itu kemudian akan meninggalkan sel dan setelah terjadi pembuahan di dalam air akan menghasilkan zigot. Zigot selanjutnya tumbuh menjadi sel Navicula baru dan membentuk tutup dan kotak baru.

Bila Navicula mati, dinding selnya akan mengendap membentuk tanah diatom yang kaya zat kersik. Tanah ini merupakan bahan dinamit, bahan isolator, dan serbuk penggosok.

Alga keemasan berbentuk berkas

Vaucheria

Vaucheria mengandung pigmen hijau (klorofil) dan pigmen Kuning (xantofil). Tubuhnya berupa benang bercabang-cabang dan tidak bersekat, memiliki inti sel banyak, dan menyebar. Di bagian tengah benang-benang (filamen) tersebut terdapat vakuola pusat, kloroplas berlapis sejajar dengan sumbu filamen.[2] Vaucheria tumbuh melekat pada substrat dengan menggunakan alat yang berbentuk akar. Sebagian besar spesies memiliki habitat di air tawar maupuan di air payau, beberapa yang lainnya dapat ditemukan di lahan basah seperti lumpur, muara, rawa, lahan pertanian basah, dan tepi kolam.[3]

Perkembangbiakan Vaucheria:

  • Perkembangbiakan vegetatif Vaucheria berlangsung dengan pembentukan zoospora yang berkumpul dalam sporangium pada ujung filamen. Selanjutnya, inti di dalam sporangium membelah secara meiosis dan menghasilkan zoospora. Zoospora tersebut berinti banyak dan mempunyai flagel yang tumbuh di seluruh permukaannya. Setelah sporangium masak, zoospora akan keluar dan tumbuh menjadi Vaucheria baru.
  • Perkembangbiakan generatif Vaucheria berlangsung dengan pembuahan ovum oleh spermatozoid. Ovum dibentuk di dalam oogonium, sedang spermatozoid dibentuk dalam anteridium, keduanya terdapat pada benang yang sama (homotalus). Zigospora hasil pembuahannya akan membelah secara meiosis dan menghasilkan spora yang selanjutnya terlepas dari induknya dan tumbuh menjadi alga baru.

Daftar Pustaka

Referensi

  1. Siti Pramitha R Wardhani. Intisari Biologi Dasar. Diandra Kreatif. 2019. hlm. 95. ISBN 9786023368884.
  2. Vaucheria (images of British biodiversity). bioref.lastdragon.org.
  3. Vaucheria genus of yellow-green algae. Encyclopedia Britannica.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28520805 (2025-11-17T17:04:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.