Lompat ke isi

Pidada merah: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26105438; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Sonne_caseo_080627_0103_Fr_smlu.jpg|thumb|right|280px|Sonne caseo 080627 0103 Fr smlu]]
'''Pidada merah''' atau '''perepat merah''' (''Sonneratia caseolaris'') adalah sejenis pohon penghuni rawa-rawa tepi [[sungai]] dan [[hutan bakau]], yang termasuk ke dalam [[familia|suku]] Lythraceae (dulu, [[Pidada|Sonneratiaceae]]).
'''Pidada merah''' atau '''perepat merah''' (''Sonneratia caseolaris'') adalah sejenis pohon penghuni rawa-rawa tepi [[sungai]] dan [[hutan bakau]], yang termasuk ke dalam [[familia|suku]] Lythraceae (dulu, [[Pidada|Sonneratiaceae]]).


Pidada merah adalah salah satu jenis [[pidada]] yang kerap ditemui. Secara lokal, pohon ini sering disebut pidada atau perepat saja. Nama-nama lainnya, di antaranya: ''alatat'' ([[Simeulue|Sim.]]); ''berembang'' ([[Bahasa Melayu|Mly.]]); ''pedada, perepat merah, rambai'' ([[Bahasa Banjar|Banjarm.]]); ''bogem'' ([[Bahasa Sunda|Sd.]]); ''betah, bidada, bogem, kapidada'' ([[Bahasa Jawa|Jw.]]); ''bogêm, bhughem, poghem'' ([[Bahasa Madura|Mad.]]); ''wahat merah, warakat merah'' ([[Ambon|Amb.]]); ''posi-posi merah'' ([[Ternate]]), dan lain-lain.
Pidada merah adalah salah satu jenis [[pidada]] yang kerap ditemui. Secara lokal, pohon ini sering disebut pidada atau perepat saja. Nama-nama lainnya, di antaranya: ''alatat'' ([[Simeulue|Sim.]]); ''berembang'' ([[Bahasa Melayu|Mly.]]); ''pedada, perepat merah, rambai'' ([[Bahasa Banjar|Banjarm.]]); ''bogem'' ([[Bahasa Sunda|Sd.]]); ''betah, bidada, bogem, kapidada'' ([[Bahasa Jawa|Jw.]]); ''bogêm, bhughem, poghem'' ([[Bahasa Madura|Mad.]]); ''wahat merah, warakat merah'' ([[Ambon|Amb.]]); ''posi-posi merah'' ([[Ternate]]), dan lain-lain.<ref>Heyne, K. 1987. ''Tumbuhan Berguna Indonesia'', jil. 3. Yay. Sarana Wana Jaya, Jakarta. Hal. 1475-1476.</ref>
 
Juga ''hikau-hikauan, ilukabban, palapat, palata, pagatpat, payar, pedada'' ([[Filipina|Fil.]]); ''bãn sè'' ([[Vietnam|Viet.]]); ''lam phu, lampoo'' ([[Thailand|Thai.]]); ''ampou-krohom'' ([[Kamboja|Kamb.]]); serta ''mangrove apple'' ([[Bahasa Inggris|Ingg.]]).
 
== Pemerian botanis ==


Juga ''hikau-hikauan, ilukabban, palapat, palata, pagatpat, payar, pedada'' ([[Filipina|Fil.]]); ''bãn sè'' ([[Vietnam|Viet.]]); ''lam phu, lampoo'' ([[Thailand|Thai.]]); ''ampou-krohom'' ([[Kamboja|Kamb.]]); serta ''mangrove apple'' ([[Bahasa Inggris|Ingg.]]).<ref>Giesen, W., S. Wulffraat, M. Zieren and L. Scholten, 2006. [http://www.fao.org/docrep/010/ag132e/ag132e00.htm ''Mangrove Guidebook for Southeast Asia'']. RAP Publication 2006/07. FAO and Wetlands International. pp.256-257</ref>


== Pemerian botanis<ref>Giesen, W., S. Wulffraat, M. Zieren and L. Scholten, 2006. ''Mangrove Guidebook for Southeast Asia''. RAP Publication 2006/07. FAO and Wetlands International. pp.256-257</ref><ref>Steenis, CGGJ van. 1981. ''Flora, untuk sekolah di Indonesia''. PT Pradnya Paramita, Jakarta. Hal. 317.</ref> ==
Pohon berukuran kecil hingga sedang, tinggi sekitar 15 [[meter|m]] dan jarang-jarang mencapai 20 m. Tajuk renggang dengan ranting-ranting menggantung di ujung. Serta dengan banyak [[akar napas]] yang besar muncul vertikal di sekeliling batangnya, kadang-kadang hingga beberapa meter jauhnya dari batang.
Pohon berukuran kecil hingga sedang, tinggi sekitar 15 [[meter|m]] dan jarang-jarang mencapai 20 m. Tajuk renggang dengan ranting-ranting menggantung di ujung. Serta dengan banyak [[akar napas]] yang besar muncul vertikal di sekeliling batangnya, kadang-kadang hingga beberapa meter jauhnya dari batang.


Baris 17: Baris 17:


== Ekologi ==
== Ekologi ==
Pidada merah kerap didapati di hutan-hutan bakau di bagian yang bersalinitas rendah dan berlumpur dalam; di sepanjang tepian sungai dan juga di rawa-rawa yang masih dipengaruhi [[pasang-surut]] air [[laut]]. Buah pidada terapung dan dipencarkan oleh aliran air.<ref>Giesen, W., S. Wulffraat, M. Zieren and L. Scholten, 2006. ''Mangrove Guidebook for Southeast Asia''. RAP Publication 2006/07. FAO and Wetlands International. pp.256-257</ref>


Pidada merah kerap didapati di hutan-hutan bakau di bagian yang bersalinitas rendah dan berlumpur dalam; di sepanjang tepian sungai dan juga di rawa-rawa yang masih dipengaruhi [[pasang-surut]] air [[laut]]. Buah pidada terapung dan dipencarkan oleh aliran air.
Seperti umumnya pidada, bunga pidada merah mekar di [[hewan nokturnal|malam hari]]. Bunga ini mengandung banyak [[nektar]], yang disukai oleh [[kelelawar]] dan [[ngengat]], yang datang menyerbukinya. Pidada merah berbunga dan berbuah sepanjang tahun.<ref>Giesen, W., S. Wulffraat, M. Zieren and L. Scholten, 2006. ''Mangrove Guidebook for Southeast Asia''. RAP Publication 2006/07. FAO and Wetlands International. pp.256-257</ref>
 
Seperti umumnya pidada, bunga pidada merah mekar di [[hewan nokturnal|malam hari]]. Bunga ini mengandung banyak [[nektar]], yang disukai oleh [[kelelawar]] dan [[ngengat]], yang datang menyerbukinya. Pidada merah berbunga dan berbuah sepanjang tahun.


== Pemanfaatan ==
== Pemanfaatan ==
Buahnya dapat dimakan, demikian pula daunnya yang muda, yang kerap di[[lalap]]. Buah ini pun sering dimakan mentah, atau dimasak sebagai campuran [[ikan]]. Di [[Kalimantan Selatan]], buah rambai dijadikan sebagai bahan ramuan bedak dingin.
Buahnya dapat dimakan, demikian pula daunnya yang muda, yang kerap di[[lalap]]. Buah ini pun sering dimakan mentah, atau dimasak sebagai campuran [[ikan]].<ref>Heyne, K. 1987. ''Tumbuhan Berguna Indonesia'', jil. 1. Yay. Sarana Wana Jaya, Jakarta. Hal. 447-455.</ref> Di [[Kalimantan Selatan]], buah rambai dijadikan sebagai bahan ramuan bedak dingin.


Kayunya berkualitas rendah, dan hanya kadang-kadang digunakan sebagai kayu api. Akar napasnya relatif lunak dan banyak mengandung rongga renik di dalamnya, sehingga kerap digunakan sebagai pengganti [[gabus]] untuk membuat tutup botol, [[kok]], dan juga bagian dalam sol [[sepatu]].
Kayunya berkualitas rendah, dan hanya kadang-kadang digunakan sebagai kayu api. Akar napasnya relatif lunak dan banyak mengandung rongga renik di dalamnya, sehingga kerap digunakan sebagai pengganti [[gabus]] untuk membuat tutup botol, [[kok]], dan juga bagian dalam sol [[sepatu]].<ref>Giesen, W., S. Wulffraat, M. Zieren and L. Scholten, 2006. ''Mangrove Guidebook for Southeast Asia''. RAP Publication 2006/07. FAO and Wetlands International. pp.256-257</ref><ref>Heyne, K. 1987. ''Tumbuhan Berguna Indonesia'', jil. 1. Yay. Sarana Wana Jaya, Jakarta. Hal. 447-455.</ref>


== Penyebaran ==
== Penyebaran ==
 
Pidada merah diketahui menyebar luas, mulai dari [[Sri Lanka]] di barat, [[Asia Tenggara]] ([[Kamboja]], [[Vietnam]], [[Thailand]], [[Malaysia]], [[Singapura]], [[Indonesia]], [[Brunei Darussalam|Brunei]], [[Filipina]], [[Timor Timur]], [[Papua Nugini]], hingga ke [[Australia]], [[Kepulauan Solomon]] dan [[Vanuatu|New Hebrides]]. Diintroduksi ke [[Republik Rakyat Tiongkok|Cina]] selatan.<ref>Giesen, W., S. Wulffraat, M. Zieren and L. Scholten, 2006. ''Mangrove Guidebook for Southeast Asia''. RAP Publication 2006/07. FAO and Wetlands International. pp.256-257</ref>
Pidada merah diketahui menyebar luas, mulai dari [[Sri Lanka]] di barat, [[Asia Tenggara]] ([[Kamboja]], [[Vietnam]], [[Thailand]], [[Malaysia]], [[Singapura]], [[Indonesia]], [[Brunei Darussalam|Brunei]], [[Filipina]], [[Timor Timur]], [[Papua Nugini]], hingga ke [[Australia]], [[Kepulauan Solomon]] dan [[Vanuatu|New Hebrides]]. Diintroduksi ke [[Republik Rakyat Tiongkok|Cina]] selatan.


== Catatan taksonomis ==
== Catatan taksonomis ==
Dikenal hasil persilangan ''Sonneratia caseolaris'' dengan ''Sonneratia alba'' di Papua Nugini, yang dinamai ''Sonneratia X gulngai'' .
Dikenal hasil persilangan ''Sonneratia caseolaris'' dengan ''Sonneratia alba'' di Papua Nugini, yang dinamai ''Sonneratia X gulngai'' .<ref>Giesen, W., S. Wulffraat, M. Zieren and L. Scholten, 2006. ''Mangrove Guidebook for Southeast Asia''. RAP Publication 2006/07. FAO and Wetlands International. pp.256-257</ref>
 
== Referensi ==
 


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pidada+merah&oldid=26105438 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26105438 (2024-07-31T07:54:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pidada+merah&oldid=26105438 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26105438 (2024-07-31T07:54:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 23.07

Sonne caseo 080627 0103 Fr smlu

Pidada merah atau perepat merah (Sonneratia caseolaris) adalah sejenis pohon penghuni rawa-rawa tepi sungai dan hutan bakau, yang termasuk ke dalam suku Lythraceae (dulu, Sonneratiaceae).

Pidada merah adalah salah satu jenis pidada yang kerap ditemui. Secara lokal, pohon ini sering disebut pidada atau perepat saja. Nama-nama lainnya, di antaranya: alatat (Sim.); berembang (Mly.); pedada, perepat merah, rambai (Banjarm.); bogem (Sd.); betah, bidada, bogem, kapidada (Jw.); bogêm, bhughem, poghem (Mad.); wahat merah, warakat merah (Amb.); posi-posi merah (Ternate), dan lain-lain.[1]

Juga hikau-hikauan, ilukabban, palapat, palata, pagatpat, payar, pedada (Fil.); bãn sè (Viet.); lam phu, lampoo (Thai.); ampou-krohom (Kamb.); serta mangrove apple (Ingg.).[2]

Pemerian botanis[3][4]

Pohon berukuran kecil hingga sedang, tinggi sekitar 15 m dan jarang-jarang mencapai 20 m. Tajuk renggang dengan ranting-ranting menggantung di ujung. Serta dengan banyak akar napas yang besar muncul vertikal di sekeliling batangnya, kadang-kadang hingga beberapa meter jauhnya dari batang.

Daun-daun tunggal, berhadapan, bundar telur terbalik atau memanjang, 5–13 cm × 2–5 cm, dengan pangkal bentuk baji dan ujung membulat atau tumpul. Tangkai daun pendek dan sering kali kemerahan.

Bunga sendirian atau berkelompok hingga 3 kuntum di ujung ranting. Kelopak bertaju 6 (jarang 7–8), runcing, panjang 3–4,5 cm dengan tabung kelopak serupa cawan dangkal di bawahnya, hijau di bagian luar dan putih kehijauan atau kekuningan di dalamnya. Daun mahkota merah, sempit, 17–35 mm × 1,5–3,5 mm. Benang sari sangat banyak, panjang 2,5–3,5 cm, putih dengan pangkal kemerahan, lekas rontok. Tangkai putik besar dan panjang, tetap tinggal sampai lama.

Buah buni berbiji banyak berbentuk bola pipih, hijau, 5–7,5 cm diameternya dan tinggi 3–4 cm, duduk di atas taju kelopak yang hampir datar. Daging buah kekuningan, masam asin, berbau busuk.

Ekologi

Pidada merah kerap didapati di hutan-hutan bakau di bagian yang bersalinitas rendah dan berlumpur dalam; di sepanjang tepian sungai dan juga di rawa-rawa yang masih dipengaruhi pasang-surut air laut. Buah pidada terapung dan dipencarkan oleh aliran air.[5]

Seperti umumnya pidada, bunga pidada merah mekar di malam hari. Bunga ini mengandung banyak nektar, yang disukai oleh kelelawar dan ngengat, yang datang menyerbukinya. Pidada merah berbunga dan berbuah sepanjang tahun.[6]

Pemanfaatan

Buahnya dapat dimakan, demikian pula daunnya yang muda, yang kerap dilalap. Buah ini pun sering dimakan mentah, atau dimasak sebagai campuran ikan.[7] Di Kalimantan Selatan, buah rambai dijadikan sebagai bahan ramuan bedak dingin.

Kayunya berkualitas rendah, dan hanya kadang-kadang digunakan sebagai kayu api. Akar napasnya relatif lunak dan banyak mengandung rongga renik di dalamnya, sehingga kerap digunakan sebagai pengganti gabus untuk membuat tutup botol, kok, dan juga bagian dalam sol sepatu.[8][9]

Penyebaran

Pidada merah diketahui menyebar luas, mulai dari Sri Lanka di barat, Asia Tenggara (Kamboja, Vietnam, Thailand, Malaysia, Singapura, Indonesia, Brunei, Filipina, Timor Timur, Papua Nugini, hingga ke Australia, Kepulauan Solomon dan New Hebrides. Diintroduksi ke Cina selatan.[10]

Catatan taksonomis

Dikenal hasil persilangan Sonneratia caseolaris dengan Sonneratia alba di Papua Nugini, yang dinamai Sonneratia X gulngai .[11]

Pranala luar

Referensi

  1. Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 3. Yay. Sarana Wana Jaya, Jakarta. Hal. 1475-1476.
  2. Giesen, W., S. Wulffraat, M. Zieren and L. Scholten, 2006. Mangrove Guidebook for Southeast Asia. RAP Publication 2006/07. FAO and Wetlands International. pp.256-257
  3. Giesen, W., S. Wulffraat, M. Zieren and L. Scholten, 2006. Mangrove Guidebook for Southeast Asia. RAP Publication 2006/07. FAO and Wetlands International. pp.256-257
  4. Steenis, CGGJ van. 1981. Flora, untuk sekolah di Indonesia. PT Pradnya Paramita, Jakarta. Hal. 317.
  5. Giesen, W., S. Wulffraat, M. Zieren and L. Scholten, 2006. Mangrove Guidebook for Southeast Asia. RAP Publication 2006/07. FAO and Wetlands International. pp.256-257
  6. Giesen, W., S. Wulffraat, M. Zieren and L. Scholten, 2006. Mangrove Guidebook for Southeast Asia. RAP Publication 2006/07. FAO and Wetlands International. pp.256-257
  7. Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 1. Yay. Sarana Wana Jaya, Jakarta. Hal. 447-455.
  8. Giesen, W., S. Wulffraat, M. Zieren and L. Scholten, 2006. Mangrove Guidebook for Southeast Asia. RAP Publication 2006/07. FAO and Wetlands International. pp.256-257
  9. Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 1. Yay. Sarana Wana Jaya, Jakarta. Hal. 447-455.
  10. Giesen, W., S. Wulffraat, M. Zieren and L. Scholten, 2006. Mangrove Guidebook for Southeast Asia. RAP Publication 2006/07. FAO and Wetlands International. pp.256-257
  11. Giesen, W., S. Wulffraat, M. Zieren and L. Scholten, 2006. Mangrove Guidebook for Southeast Asia. RAP Publication 2006/07. FAO and Wetlands International. pp.256-257

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26105438 (2024-07-31T07:54:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.