Glaucophyta: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28516036; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Glaucocystis_sp.jpg|thumb|right|280px|Glaucocystis sp]] | |||
Glaucophyta menarik perhatian para biolog yang mempelajari perkembangan kloroplas, karena mereka mungkin sama dengan tipe alga mula-mula yang berkembang menjadi tumbuhan hijau dan alga merah (meski tidak semua studi menemukan hal ini). | '''Glaucophyta''', juga dikenal sebagai '''glaucocystophyta''' atau '''glaucocystida''', adalah kelompok kecil alga air tawar mikroskopis.<ref>Patrick J. Keeling. [http://www.amjbot.org/cgi/content/full/91/10/1481 Diversity and evolutionary history of plastids and their hosts]. ''American Journal of Botany''. 2004. Vol. 91. hlm. 1481–1493. doi:10.3732/ajb.91.10.1481.</ref> Bersama [[alga merah]] dan [[Viridiplantae]] (alga hijau dan tumbuhan darat) mereka membentuk [[Archaeplastida]]. Akan tetapi, hubungan antara alga merah, alga hijau dan glaucophyta tidak jelas,<ref>Jeffrey D. Palmer, Douglas E. Soltis and Mark W. Chase. [http://www.amjbot.org/cgi/content/full/91/10/1437 The plant tree of life: an overview and some points of view]. ''American Journal of Botany''. 2004. Vol. 91. hlm. 1437–1445. doi:10.3732/ajb.91.10.1437.</ref> terutama karena kurangnya studi terhadap glaucophyta. | ||
Glaucophyta menarik perhatian para biolog yang mempelajari perkembangan kloroplas, karena mereka mungkin sama dengan tipe alga mula-mula yang berkembang menjadi tumbuhan hijau dan alga merah (meski tidak semua studi menemukan hal ini).<ref>Patrick J. Keeling. [http://www.amjbot.org/cgi/content/full/91/10/1481 Diversity and evolutionary history of plastids and their hosts]. ''American Journal of Botany''. 2004. Vol. 91. hlm. 1481–1493. doi:10.3732/ajb.91.10.1481.</ref><ref>Kim, E; Graham, Le. [http://www.plosone.org/article/info:doi/10.1371/journal.pone.0002621 EEF2 analysis challenges the monophyly of Archaeplastida and Chromalveolata]. ''PLoS ONE''. 2008. Vol. 3 (7). hlm. e2621. doi:10.1371/journal.pone.0002621.</ref> | |||
== Ciri-ciri == | == Ciri-ciri == | ||
[[Kloroplas]] glaucophyta disebut ''cyanella''. Tidak seperti plastida eukariotik lain mereka mempunyai lapisan [[peptidoglikan]] yang dipercaya sebagai sisa-sisa asal-usul endosimbiotik plastida dari [[cyanobacteria]]. Glaucophyta memiliki pigmen fotosintetik [[klorofil a]]. Bersama dengan alga merah dan cyanobacteria mereka mengumpulkan cahaya lewat [[fikobilisom]], struktur yang sebagian besar terdiri atas [[fikobiliprotein]]. Alga hijau dan tumbuhan darat telah kehilangan pigmen itu. | [[Kloroplas]] glaucophyta disebut ''cyanella''. Tidak seperti plastida eukariotik lain mereka mempunyai lapisan [[peptidoglikan]] yang dipercaya sebagai sisa-sisa asal-usul endosimbiotik plastida dari [[cyanobacteria]].<ref>Patrick J. Keeling. [http://www.amjbot.org/cgi/content/full/91/10/1481 Diversity and evolutionary history of plastids and their hosts]. ''American Journal of Botany''. 2004. Vol. 91. hlm. 1481–1493. doi:10.3732/ajb.91.10.1481.</ref> Glaucophyta memiliki pigmen fotosintetik [[klorofil a]].<ref>Patrick J. Keeling. [http://www.amjbot.org/cgi/content/full/91/10/1481 Diversity and evolutionary history of plastids and their hosts]. ''American Journal of Botany''. 2004. Vol. 91. hlm. 1481–1493. doi:10.3732/ajb.91.10.1481.</ref> Bersama dengan alga merah<ref>Patrick J. Keeling. [http://www.amjbot.org/cgi/content/full/91/10/1481 Diversity and evolutionary history of plastids and their hosts]. ''American Journal of Botany''. 2004. Vol. 91. hlm. 1481–1493. doi:10.3732/ajb.91.10.1481.</ref> dan cyanobacteria mereka mengumpulkan cahaya lewat [[fikobilisom]], struktur yang sebagian besar terdiri atas [[fikobiliprotein]]. Alga hijau dan tumbuhan darat telah kehilangan pigmen itu. | ||
Glaucophyta mempunyai [[mitokondria]] yang kristanya memipih, dan mengalami [[mitosis]] tanpa [[sentriol]]. Bentuk-bentuk yang motil (dapat bergerak aktif) mempunyai dua [[flagel]] yang ukurannya tidak sama, yang mungkin punya bulu-bulu halus dan tertambat oleh sistem banyak lapisan dari [[mikrotubulus]], yang keduanya serupa dengan yang ditemukan pada beberapa alga hijau. | Glaucophyta mempunyai [[mitokondria]] yang kristanya memipih, dan mengalami [[mitosis]] tanpa [[sentriol]]. Bentuk-bentuk yang motil (dapat bergerak aktif) mempunyai dua [[flagel]] yang ukurannya tidak sama, yang mungkin punya bulu-bulu halus dan tertambat oleh sistem banyak lapisan dari [[mikrotubulus]], yang keduanya serupa dengan yang ditemukan pada beberapa alga hijau. | ||
| Baris 14: | Baris 16: | ||
* ''[[Gloeochaete]]'' mempunyai tahap motil dan non-motil, dengan dinding sel yang tampaknya tidak terdiri dari selulosa. | * ''[[Gloeochaete]]'' mempunyai tahap motil dan non-motil, dengan dinding sel yang tampaknya tidak terdiri dari selulosa. | ||
Hanya ada 13 spesies glaucophyta yang diketahui, di mana tak satupun terdapat umum di alam. | Hanya ada 13 spesies glaucophyta yang diketahui, di mana tak satupun terdapat umum di alam.<ref>Patrick J. Keeling. [http://www.amjbot.org/cgi/content/full/91/10/1481 Diversity and evolutionary history of plastids and their hosts]. ''American Journal of Botany''. 2004. Vol. 91. hlm. 1481–1493. doi:10.3732/ajb.91.10.1481.</ref> | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.algaebase.org/browse/taxonomy/detail/?taxonid=4301 Algaebase page] | * [http://www.algaebase.org/browse/taxonomy/detail/?taxonid=4301 Algaebase page] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Glaucophyta&oldid=28516036 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28516036 (2025-11-17T10:23:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 23.09

Glaucophyta, juga dikenal sebagai glaucocystophyta atau glaucocystida, adalah kelompok kecil alga air tawar mikroskopis.[1] Bersama alga merah dan Viridiplantae (alga hijau dan tumbuhan darat) mereka membentuk Archaeplastida. Akan tetapi, hubungan antara alga merah, alga hijau dan glaucophyta tidak jelas,[2] terutama karena kurangnya studi terhadap glaucophyta.
Glaucophyta menarik perhatian para biolog yang mempelajari perkembangan kloroplas, karena mereka mungkin sama dengan tipe alga mula-mula yang berkembang menjadi tumbuhan hijau dan alga merah (meski tidak semua studi menemukan hal ini).[3][4]
Ciri-ciri
Kloroplas glaucophyta disebut cyanella. Tidak seperti plastida eukariotik lain mereka mempunyai lapisan peptidoglikan yang dipercaya sebagai sisa-sisa asal-usul endosimbiotik plastida dari cyanobacteria.[5] Glaucophyta memiliki pigmen fotosintetik klorofil a.[6] Bersama dengan alga merah[7] dan cyanobacteria mereka mengumpulkan cahaya lewat fikobilisom, struktur yang sebagian besar terdiri atas fikobiliprotein. Alga hijau dan tumbuhan darat telah kehilangan pigmen itu.
Glaucophyta mempunyai mitokondria yang kristanya memipih, dan mengalami mitosis tanpa sentriol. Bentuk-bentuk yang motil (dapat bergerak aktif) mempunyai dua flagel yang ukurannya tidak sama, yang mungkin punya bulu-bulu halus dan tertambat oleh sistem banyak lapisan dari mikrotubulus, yang keduanya serupa dengan yang ditemukan pada beberapa alga hijau.
Genera
Tiga genera utama adalah:
- Glaucocystis non-motil, meski ia mempertahankan flagela vestigial yang sangat pendek, dan berdinding selulosa.
- Cyanophora motil dan tidak berdinding sel.
- Gloeochaete mempunyai tahap motil dan non-motil, dengan dinding sel yang tampaknya tidak terdiri dari selulosa.
Hanya ada 13 spesies glaucophyta yang diketahui, di mana tak satupun terdapat umum di alam.[8]
Pranala luar
Referensi
- ↑ Patrick J. Keeling. Diversity and evolutionary history of plastids and their hosts. American Journal of Botany. 2004. Vol. 91. hlm. 1481–1493. doi:10.3732/ajb.91.10.1481.
- ↑ Jeffrey D. Palmer, Douglas E. Soltis and Mark W. Chase. The plant tree of life: an overview and some points of view. American Journal of Botany. 2004. Vol. 91. hlm. 1437–1445. doi:10.3732/ajb.91.10.1437.
- ↑ Patrick J. Keeling. Diversity and evolutionary history of plastids and their hosts. American Journal of Botany. 2004. Vol. 91. hlm. 1481–1493. doi:10.3732/ajb.91.10.1481.
- ↑ Kim, E; Graham, Le. EEF2 analysis challenges the monophyly of Archaeplastida and Chromalveolata. PLoS ONE. 2008. Vol. 3 (7). hlm. e2621. doi:10.1371/journal.pone.0002621.
- ↑ Patrick J. Keeling. Diversity and evolutionary history of plastids and their hosts. American Journal of Botany. 2004. Vol. 91. hlm. 1481–1493. doi:10.3732/ajb.91.10.1481.
- ↑ Patrick J. Keeling. Diversity and evolutionary history of plastids and their hosts. American Journal of Botany. 2004. Vol. 91. hlm. 1481–1493. doi:10.3732/ajb.91.10.1481.
- ↑ Patrick J. Keeling. Diversity and evolutionary history of plastids and their hosts. American Journal of Botany. 2004. Vol. 91. hlm. 1481–1493. doi:10.3732/ajb.91.10.1481.
- ↑ Patrick J. Keeling. Diversity and evolutionary history of plastids and their hosts. American Journal of Botany. 2004. Vol. 91. hlm. 1481–1493. doi:10.3732/ajb.91.10.1481.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28516036 (2025-11-17T10:23:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.