Lompat ke isi

Kertas pisang: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25077374; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Kertas pisang''' adalah jenis [[kertas]] yang dibuat dari serat yang diambil dari kulit pohon [[pisang]] atau serat [[kulit pisang]]. Kertas pisang memiliki kerapatan yang lebih rendah, kekakuan yang lebih tinggi, daya pakai yang lebih tinggi, daya terbarukan yang lebih tinggi, dan kekuatan tarik yang lebih tinggi dibandingkan dengan kertas biasa. Kualitas ini disebabkan oleh komposisi seluler serat pisang, yang terdiri dari [[selulosa]], [[hemiselulosa]], dan [[lignin]].
[[File:Banana_tree_paper.png|thumb|right|280px|Banana tree paper]]


Selama proses pembuatan kertas pisang, serat digiling hingga tampak seperti serbuk gergaji. Kemudian, serat dicuci untuk menghilangkan resin alami untuk membuat serat pertanian. Jika resin alami tidak hanyut, resin ini akan menghilangkan integritas kertas. Proses pulping menghasilkan pulp untuk digunakan dalam pembuatan kertas. Pulp ini digunakan untuk membuat serat ''post-consumer'' (''processed fiber''). Serat ini kemudian dikombinasikan dengan serat pertanian untuk membuat kertas pisang.
[[Gambar:Banana tree paper.png|jmpl|300px|Kertas pisang.]]
'''Kertas pisang''' adalah jenis [[kertas]] yang dibuat dari serat yang diambil dari kulit pohon [[pisang]] atau serat [[kulit pisang]]. Kertas pisang memiliki kerapatan yang lebih rendah, kekakuan yang lebih tinggi, daya pakai yang lebih tinggi, daya terbarukan yang lebih tinggi, dan kekuatan tarik yang lebih tinggi dibandingkan dengan kertas biasa.<ref>Asmanto, Achmad Subagyo, Chafidz. ''Banana Pseudo-Stem Fiber: Preparation, Characterisitcs, and Applications''. 2018.</ref> Kualitas ini disebabkan oleh komposisi seluler serat pisang, yang terdiri dari [[selulosa]], [[hemiselulosa]], dan [[lignin]].<ref>Narendra, Yiqi Reddy, Yang. ''Fibers from Banana Pseudo Stems''. 2014.</ref>
 
Selama proses pembuatan kertas pisang, serat digiling hingga tampak seperti serbuk gergaji. Kemudian, serat dicuci untuk menghilangkan resin alami untuk membuat serat pertanian. Jika resin alami tidak hanyut, resin ini akan menghilangkan integritas kertas. Proses pulping menghasilkan pulp untuk digunakan dalam pembuatan kertas. Pulp ini digunakan untuk membuat serat ''post-consumer'' (''processed fiber''). Serat ini kemudian dikombinasikan dengan serat pertanian untuk membuat kertas pisang.<ref>[https://vikaspedia.in/agriculture/farm-based-enterprises/value-added-products/ecopaper-production-1 Eco-Paper Production]. ''Vikaspedia''.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kertas+pisang&oldid=25077374 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25077374 (2023-12-28T02:26:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kertas+pisang&oldid=25077374 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25077374 (2023-12-28T02:26:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 23.13

Banana tree paper
Kertas pisang.

Kertas pisang adalah jenis kertas yang dibuat dari serat yang diambil dari kulit pohon pisang atau serat kulit pisang. Kertas pisang memiliki kerapatan yang lebih rendah, kekakuan yang lebih tinggi, daya pakai yang lebih tinggi, daya terbarukan yang lebih tinggi, dan kekuatan tarik yang lebih tinggi dibandingkan dengan kertas biasa.[1] Kualitas ini disebabkan oleh komposisi seluler serat pisang, yang terdiri dari selulosa, hemiselulosa, dan lignin.[2]

Selama proses pembuatan kertas pisang, serat digiling hingga tampak seperti serbuk gergaji. Kemudian, serat dicuci untuk menghilangkan resin alami untuk membuat serat pertanian. Jika resin alami tidak hanyut, resin ini akan menghilangkan integritas kertas. Proses pulping menghasilkan pulp untuk digunakan dalam pembuatan kertas. Pulp ini digunakan untuk membuat serat post-consumer (processed fiber). Serat ini kemudian dikombinasikan dengan serat pertanian untuk membuat kertas pisang.[3]

Referensi

  1. Asmanto, Achmad Subagyo, Chafidz. Banana Pseudo-Stem Fiber: Preparation, Characterisitcs, and Applications. 2018.
  2. Narendra, Yiqi Reddy, Yang. Fibers from Banana Pseudo Stems. 2014.
  3. Eco-Paper Production. Vikaspedia.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25077374 (2023-12-28T02:26:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.