Karantin: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29504430; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Karantin''' adalah zat kimia yang diperoleh dari [[peria|pare]] (''Momordica charantia''), yang dikenal memberi sifat [[hipoglikemia|hipoglikemik]] tumbuhan tersebut. Zat ini diidentifikasi oleh Lolitkar dan Rao pada tahun 1960. Zat ini juga ditemukan pada spesies Afrika yang berkerabat, yakni ''[[Momordica foetida]]'', oleh A. Olaniyi pada tahun 1975, dengan nama '''foetidin'''. | '''Karantin''' adalah zat kimia yang diperoleh dari [[peria|pare]] (''Momordica charantia''), yang dikenal memberi sifat [[hipoglikemia|hipoglikemik]] tumbuhan tersebut. Zat ini diidentifikasi oleh Lolitkar dan Rao pada tahun 1960.<ref>M. M. Lolitkar and M. R. Rajarama Rao. ''Note on a Hypoglycaemic Principle Isolated from the fruits of Momordica charantia''. ''Journal of the University of Bombay''. 1962. Vol. 29. hlm. 223–224.</ref><ref>A. Raman. ''Anti-diabetic properties and phytochemistry of Momordica charantia L. (Cucurbitaceae)''. ''Phytomedicine''. 1996. Vol. 2 (4). hlm. 349–62. doi:10.1016/S0944-7113(96)80080-8.</ref> Zat ini juga ditemukan pada spesies Afrika yang berkerabat, yakni ''[[Momordica foetida]]'', oleh A. Olaniyi pada tahun 1975, dengan nama '''foetidin'''.<ref>A. A. Olaniyi. ''A neutral constituent of Momordica foetida''. ''Lloydia''. 1975. Vol. 38 (4). hlm. 361–362.</ref> | ||
Karantin sebenarnya merupakan campuran 1:1 dari dua [[saponin]] [[steroid]], yakni [[β-Sitosterol|β-sitosteril]] glukosida () dan [[stigmasterol|5,22-stigmasteril]] glukosida (). Ini merupakan zat kristal berwarna keputihan, netral dan tidak berasa, meleleh pada suhu 266–268 °C. Zat ini sedikit larut dalam air atau [[pelarut]] polar tinggi lainnya, serta dalam pelarut nonpolar seperti [[heksana]], tetapi larut dalam [[dietil eter]], etanol, dan [[metanol]], dan dapat diekstraksi secara efisien dari tumbuhan dengan [[etanol]] atau [[aseton]] bertekanan pada suhu 100 °C. | Karantin sebenarnya merupakan campuran 1:1 dari dua [[saponin]] [[steroid]], yakni [[β-Sitosterol|β-sitosteril]] glukosida () dan [[stigmasterol|5,22-stigmasteril]] glukosida ().<ref>A. A. Olaniyi. ''A neutral constituent of Momordica foetida''. ''Lloydia''. 1975. Vol. 38 (4). hlm. 361–362.</ref> Ini merupakan zat kristal berwarna keputihan, netral dan tidak berasa, meleleh pada suhu 266–268 °C. Zat ini sedikit larut dalam air<ref>M. M. Lolitkar and M. R. Rajarama Rao. ''Note on a Hypoglycaemic Principle Isolated from the fruits of Momordica charantia''. ''Journal of the University of Bombay''. 1962. Vol. 29. hlm. 223–224.</ref> atau [[pelarut]] polar tinggi lainnya, serta dalam pelarut nonpolar seperti [[heksana]], tetapi larut dalam [[dietil eter]], etanol, dan [[metanol]], dan dapat diekstraksi secara efisien dari tumbuhan dengan [[etanol]] atau [[aseton]] bertekanan pada suhu 100 °C.<ref>J. Pitipanapong. ''New approach for extraction of charantin from Momordica charantia with pressurized liquid extraction''. ''Separation and Purification Technology''. 2007. Vol. 52 (3). hlm. 416. doi:10.1016/j.seppur.2005.11.037.</ref> | ||
Nama "karantin" juga telah digunakan oleh A. Parkash dan lainnya untuk senyawa yang berbeda, yaitu [[peptida]] dengan massa molekul 9,7 kDa, yang juga diisolasi dari biji pare. | Nama "karantin" juga telah digunakan oleh A. Parkash dan lainnya untuk senyawa yang berbeda, yaitu [[peptida]] dengan massa molekul 9,7 kDa, yang juga diisolasi dari biji pare.<ref>A. Parkash. ''Purification and characterization of charantin, a napin-like ribosome-inactivating peptide from bitter gourd (Momordica charantia) seeds''. ''The Journal of Peptide Research''. 2002. Vol. 59 (5). hlm. 197–202. doi:10.1034/j.1399-3011.2002.00978.x.</ref> | ||
== Lihat juga == | == Lihat juga == | ||
| Baris 12: | Baris 12: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karantin&oldid=29504430 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29504430 (2026-07-29T11:11:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karantin&oldid=29504430 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29504430 (2026-07-29T11:11:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 23.15
Karantin adalah zat kimia yang diperoleh dari pare (Momordica charantia), yang dikenal memberi sifat hipoglikemik tumbuhan tersebut. Zat ini diidentifikasi oleh Lolitkar dan Rao pada tahun 1960.[1][2] Zat ini juga ditemukan pada spesies Afrika yang berkerabat, yakni Momordica foetida, oleh A. Olaniyi pada tahun 1975, dengan nama foetidin.[3]
Karantin sebenarnya merupakan campuran 1:1 dari dua saponin steroid, yakni β-sitosteril glukosida () dan 5,22-stigmasteril glukosida ().[4] Ini merupakan zat kristal berwarna keputihan, netral dan tidak berasa, meleleh pada suhu 266–268 °C. Zat ini sedikit larut dalam air[5] atau pelarut polar tinggi lainnya, serta dalam pelarut nonpolar seperti heksana, tetapi larut dalam dietil eter, etanol, dan metanol, dan dapat diekstraksi secara efisien dari tumbuhan dengan etanol atau aseton bertekanan pada suhu 100 °C.[6]
Nama "karantin" juga telah digunakan oleh A. Parkash dan lainnya untuk senyawa yang berbeda, yaitu peptida dengan massa molekul 9,7 kDa, yang juga diisolasi dari biji pare.[7]
Lihat juga
Referensi
- ↑ M. M. Lolitkar and M. R. Rajarama Rao. Note on a Hypoglycaemic Principle Isolated from the fruits of Momordica charantia. Journal of the University of Bombay. 1962. Vol. 29. hlm. 223–224.
- ↑ A. Raman. Anti-diabetic properties and phytochemistry of Momordica charantia L. (Cucurbitaceae). Phytomedicine. 1996. Vol. 2 (4). hlm. 349–62. doi:10.1016/S0944-7113(96)80080-8.
- ↑ A. A. Olaniyi. A neutral constituent of Momordica foetida. Lloydia. 1975. Vol. 38 (4). hlm. 361–362.
- ↑ A. A. Olaniyi. A neutral constituent of Momordica foetida. Lloydia. 1975. Vol. 38 (4). hlm. 361–362.
- ↑ M. M. Lolitkar and M. R. Rajarama Rao. Note on a Hypoglycaemic Principle Isolated from the fruits of Momordica charantia. Journal of the University of Bombay. 1962. Vol. 29. hlm. 223–224.
- ↑ J. Pitipanapong. New approach for extraction of charantin from Momordica charantia with pressurized liquid extraction. Separation and Purification Technology. 2007. Vol. 52 (3). hlm. 416. doi:10.1016/j.seppur.2005.11.037.
- ↑ A. Parkash. Purification and characterization of charantin, a napin-like ribosome-inactivating peptide from bitter gourd (Momordica charantia) seeds. The Journal of Peptide Research. 2002. Vol. 59 (5). hlm. 197–202. doi:10.1034/j.1399-3011.2002.00978.x.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29504430 (2026-07-29T11:11:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.