Lompat ke isi

Timah(II) klorida: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29588912; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Tin(II)_chloride.jpg|thumb|right|280px|Tin(II) chloride]]
'''Timah(II) klorida''' adalah suatu padatan [[kristal]]in putih dengan [[rumus kimia]] [[Timah|Sn]][[Klorida|Cl<sub>2</sub>]]. Senyawa ini membentuk suatu dihidrat yang stabil, tetapi [[larutan]] berairnya cenderung mengalami [[hidrolisis]], terutama jika panas. SnCl<sub>2</sub> umum digunakan sebagai [[Reduktor|agen pereduksi]] (dalam larutan asam), dan dalam bak [[Elektrolisis|elektrolitik]] untuk [[Galvanisasi|pelapisan timah]]. Timah(II) klorida jangan sampai terkecoh dengan klorida timah lainnya; [[Timah(IV) klorida]] (SnCl<sub>4</sub>).
'''Timah(II) klorida''' adalah suatu padatan [[kristal]]in putih dengan [[rumus kimia]] [[Timah|Sn]][[Klorida|Cl<sub>2</sub>]]. Senyawa ini membentuk suatu dihidrat yang stabil, tetapi [[larutan]] berairnya cenderung mengalami [[hidrolisis]], terutama jika panas. SnCl<sub>2</sub> umum digunakan sebagai [[Reduktor|agen pereduksi]] (dalam larutan asam), dan dalam bak [[Elektrolisis|elektrolitik]] untuk [[Galvanisasi|pelapisan timah]]. Timah(II) klorida jangan sampai terkecoh dengan klorida timah lainnya; [[Timah(IV) klorida]] (SnCl<sub>4</sub>).


== Struktur kimia ==
== Struktur kimia ==
SnCl<sub>2</sub> memiliki [[pasangan elektron sunyi]], karenanya molekul dalam fase gas menekuk. Dalam keadaan padat, kristal SnCl<sub>2</sub> membentuk rantai yang dihubungkan melalui jembatan [[klorida]] seperti yang ditunjukkan. Dihidrat juga berkoordinasi tiga, dengan satu molekul air dikoordinasikan ke timah, dan molekul air kedua dikoordinasikan dengan air yang pertama. Bagian utama dari tumpukan molekul menjadi lapisan ganda di [[kisi kristal]], dengan "kedua" air terjepit di antara lapisan.
SnCl<sub>2</sub> memiliki [[pasangan elektron sunyi]], karenanya molekul dalam fase gas menekuk. Dalam keadaan padat, kristal SnCl<sub>2</sub> membentuk rantai yang dihubungkan melalui jembatan [[klorida]] seperti yang ditunjukkan. Dihidrat juga berkoordinasi tiga, dengan satu molekul air dikoordinasikan ke timah, dan molekul air kedua dikoordinasikan dengan air yang pertama. Bagian utama dari tumpukan molekul menjadi lapisan ganda di [[kisi kristal]], dengan "kedua" air terjepit di antara lapisan.


== Sifat kimia ==
== Sifat kimia ==
Baris 14: Baris 15:
:6 SnCl<sub>2</sub> (aq) + O<sub>2</sub> (g) + 2 H<sub>2</sub>O (l) → 2 SnCl<sub>4</sub> (aq) + 4 Sn(OH)Cl (s)
:6 SnCl<sub>2</sub> (aq) + O<sub>2</sub> (g) + 2 H<sub>2</sub>O (l) → 2 SnCl<sub>4</sub> (aq) + 4 Sn(OH)Cl (s)


Hal ini dapat dicegah dengan menyimpan larutan diatas gumpalan logam timah.
Hal ini dapat dicegah dengan menyimpan larutan diatas gumpalan logam timah.<ref>H. Nechamkin. [https://archive.org/details/chemistryofeleme00nech The Chemistry of the Elements]. McGraw-Hill. 1968.</ref>


Ada banyak kasus di mana timah(II) klorida bertindak sebagai zat pereduksi, mereduksi garam [[perak]] dan [[emas]] menjadi logamnya, dan garam besi(III) menjadi besi(II), misalnya:
Ada banyak kasus di mana timah(II) klorida bertindak sebagai zat pereduksi, mereduksi garam [[perak]] dan [[emas]] menjadi logamnya, dan garam besi(III) menjadi besi(II), misalnya:
Baris 32: Baris 33:
:SnO·H<sub>2</sub>O (s) + NaOH (aq) → NaSn(OH)<sub>3</sub> (aq)
:SnO·H<sub>2</sub>O (s) + NaOH (aq) → NaSn(OH)<sub>3</sub> (aq)


SnCl<sub>2</sub> anhidrat dapat digunakan untuk membuat berbagai senyawa timah(II) yang menarik dalam pelarut tidak berair. Misalnya, [[garam]] [[litium]] dari [[Hidroksitoluena terbutilasi|4-metil-2,6-di-tert-butilfenol]] bereaksi dengan SnCl<sub>2</sub> dalam [[Tetrahidrofuran|THF]] untuk menghasilkan senyawa linear berkoordinasi dua berwarna kuning Sn(OAr)<sub>2</sub> (Ar = [[aril]]).
SnCl<sub>2</sub> anhidrat dapat digunakan untuk membuat berbagai senyawa timah(II) yang menarik dalam pelarut tidak berair. Misalnya, [[garam]] [[litium]] dari [[Hidroksitoluena terbutilasi|4-metil-2,6-di-tert-butilfenol]] bereaksi dengan SnCl<sub>2</sub> dalam [[Tetrahidrofuran|THF]] untuk menghasilkan senyawa linear berkoordinasi dua berwarna kuning Sn(OAr)<sub>2</sub> (Ar = [[aril]]).<ref>B. Cetinkaya, I. Gumrukcu, M. F. Lappert, J. L. Atwood, R. D. Rogers and M. J. Zaworotko. ''Bivalent germanium, tin, and lead 2,6-di-tert-butylphenoxides and the crystal and molecular structures of M(OC6H2Me-4-But2-2,6)2 (M = Ge or Sn)''. ''J. Am. Chem. Soc''. 1980. Vol. 102 (6). hlm. 2088–2089. doi:10.1021/ja00526a054.</ref>


Timah(II) klorida juga berperilaku sebagai [[asam Lewis]], membentuk [[kompleks (kimia)|kompleks]] dengan [[ligan]] seperti ion [[klorida]], sebagai contoh:
Timah(II) klorida juga berperilaku sebagai [[asam Lewis]], membentuk [[kompleks (kimia)|kompleks]] dengan [[ligan]] seperti ion [[klorida]], sebagai contoh:
Baris 51: Baris 52:
:Sn (s) + 2 HCl (aq) → SnCl<sub>2</sub> (aq) +  (g)
:Sn (s) + 2 HCl (aq) → SnCl<sub>2</sub> (aq) +  (g)


Air kemudian diuapkan dengan hati-hati dari larutan asam untuk menghasilkan kristal SnCl<sub>2</sub>·2H<sub>2</sub>O. Dihidrat ini dapat [[reaksi dehidrasi|didehidrasi]] menjadi anhidratnya menggunakan [[anhidrida asetat]].
Air kemudian diuapkan dengan hati-hati dari larutan asam untuk menghasilkan kristal SnCl<sub>2</sub>·2H<sub>2</sub>O. Dihidrat ini dapat [[reaksi dehidrasi|didehidrasi]] menjadi anhidratnya menggunakan [[anhidrida asetat]].<ref>W. L. F. Armarego. [https://archive.org/details/purificationofla0000arma_6ed Purification of laboratory chemicals]. Butterworth-Heinemann. 2009.</ref>


== Kegunaan ==
== Kegunaan ==
Baris 70: Baris 71:
Ketika raksa dianalisis dengan menggunakan spektroskopi serapan atom, metode uap dingin harus digunakan, dan timah(II) klorida biasanya digunakan sebagai reduktor.
Ketika raksa dianalisis dengan menggunakan spektroskopi serapan atom, metode uap dingin harus digunakan, dan timah(II) klorida biasanya digunakan sebagai reduktor.


Dalam [[kimia organik]], SnCl<sub>2</sub> terutama digunakan dalam [[reduksi Stephen]], di mana [[nitril]] direduksi (melalui garam [[imidoil klorida]] menjadi [[imina]] yang mudah dihidrolisis menjadi [[aldehida]].
Dalam [[kimia organik]], SnCl<sub>2</sub> terutama digunakan dalam [[reduksi Stephen]], di mana [[nitril]] direduksi (melalui garam [[imidoil klorida]] menjadi [[imina]] yang mudah dihidrolisis menjadi [[aldehida]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Timah%28II%29+klorida&oldid=29588912 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Reaksi biasanya bekerja paling baik dengan nitril [[aromatik]] [[Aril]]-CN. Reaksi terkait (disebut metode Sonn-Müller) dimulai dengan amida, yang diberi perlakuan dengan [[fosfor pentaklorida|PCl<sub>5</sub>]] untuk membentuk garam imidoil klorida.
Reaksi biasanya bekerja paling baik dengan nitril [[aromatik]] [[Aril]]-CN. Reaksi terkait (disebut metode Sonn-Müller) dimulai dengan amida, yang diberi perlakuan dengan [[fosfor pentaklorida|PCl<sub>5</sub>]] untuk membentuk garam imidoil klorida.


Reduksi Stephen kurang digunakan saat ini, karena sebagian besar telah digantikan oleh reduksi [[diisobutilaluminium hidrida]].
Reduksi Stephen kurang digunakan saat ini, karena sebagian besar telah digantikan oleh reduksi [[diisobutilaluminium hidrida]].


Sebagai tambahan, SnCl<sub>2</sub> digunakan secara selektif untuk mereduksi gugus [[senyawa nitro|nitro]] [[aromatik]] menjadi [[anilina]].
Sebagai tambahan, SnCl<sub>2</sub> digunakan secara selektif untuk mereduksi gugus [[senyawa nitro|nitro]] [[aromatik]] menjadi [[anilina]].<ref>F. D. Bellamy. ''Selective reduction of aromatic nitro compounds with stannous chloride in non acidic and non aqueous medium''. ''Tetrahedron Letters''. 1984. Vol. 25 (8). hlm. 839–842. doi:10.1016/S0040-4039(01)80041-1.</ref>
 


SnCl<sub>2</sub> juga mereduksi [[kuinon]] menjadi [[hidrokuinon]].
SnCl<sub>2</sub> juga mereduksi [[kuinon]] menjadi [[hidrokuinon]].
Baris 86: Baris 85:
SnCl<sub>2</sub> digunakan untuk [[angiografi radionuklida]] untuk mengurangi agen radioaktif [[teknesium]]-99m-[[perteknetat]] untuk membantu pengikatan sel darah.
SnCl<sub>2</sub> digunakan untuk [[angiografi radionuklida]] untuk mengurangi agen radioaktif [[teknesium]]-99m-[[perteknetat]] untuk membantu pengikatan sel darah.


Timah klorida berair digunakan oleh banyak peminat logam mulia dan profesional sebagai indikator [[emas]] dan logam golongan [[platina]] dalam larutan.
Timah klorida berair digunakan oleh banyak peminat logam mulia dan profesional sebagai indikator [[emas]] dan logam golongan [[platina]] dalam larutan.<ref>[http://www.goldrefiningforum.com/phpBB3/ Salinan arsip].</ref>


Lelehan SnCl<sub>2</sub> dapat dioksidasi untuk membentuk struktur nano SnO<sub>2</sub> terkristalisasi penuh.
Lelehan SnCl<sub>2</sub> dapat dioksidasi untuk membentuk struktur nano SnO<sub>2</sub> terkristalisasi penuh.<ref>A.R.Kamali, Thermokinetic characterisation of tin(11) chloride, J Therm Anal Calorim 118(2014) 99-104.</ref><ref>A.R.Kamali et al.Transformation of molten SnCl 2 to SnO 2 nano-single crystals, Ceram Intern 40 (2014)8533-8538.</ref>


== Catatan ==
== Catatan ==
== Referensi ==
* N. N. Greenwood, A. Earnshaw, ''Chemistry of the Elements'', 2nd ed., Butterworth-Heinemann, Oxford, UK, 1997.
* ''Handbook of Chemistry and Physics'', 71st edition, CRC Press, Ann Arbor, Michigan, 1990.
* ''The Merck Index'', 7th edition, Merck & Co, Rahway, New Jersey, USA, 1960.
* A. F. Wells, '''Structural Inorganic Chemistry'', 5th ed., Oxford University Press, Oxford, UK, 1984.
* J. March, ''Advanced Organic Chemistry'', 4th ed., p.&nbsp;723, Wiley, New York, 1992.
== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*
*  
*
*  
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Timah%28II%29+klorida&oldid=29588912 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29588912 (2026-08-16T14:26:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Timah%28II%29+klorida&oldid=29588912 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29588912 (2026-08-16T14:26:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 23.19

Tin(II) chloride

Timah(II) klorida adalah suatu padatan kristalin putih dengan rumus kimia SnCl2. Senyawa ini membentuk suatu dihidrat yang stabil, tetapi larutan berairnya cenderung mengalami hidrolisis, terutama jika panas. SnCl2 umum digunakan sebagai agen pereduksi (dalam larutan asam), dan dalam bak elektrolitik untuk pelapisan timah. Timah(II) klorida jangan sampai terkecoh dengan klorida timah lainnya; Timah(IV) klorida (SnCl4).

Struktur kimia

SnCl2 memiliki pasangan elektron sunyi, karenanya molekul dalam fase gas menekuk. Dalam keadaan padat, kristal SnCl2 membentuk rantai yang dihubungkan melalui jembatan klorida seperti yang ditunjukkan. Dihidrat juga berkoordinasi tiga, dengan satu molekul air dikoordinasikan ke timah, dan molekul air kedua dikoordinasikan dengan air yang pertama. Bagian utama dari tumpukan molekul menjadi lapisan ganda di kisi kristal, dengan "kedua" air terjepit di antara lapisan.

Sifat kimia

Timah(II) klorida dapat larut dalam jumlah kurang dari massa airnya sendiri tanpa penguraian yang nyata, namun karena larutannya, hidrolisis encer terjadi untuk membentuk garam basa yang tidak larut:

SnCl2 (aq) + H2O (l) Sn(OH)Cl (s) + HCl (aq)

Oleh karena itu, jika larutan bening timah(II) klorida digunakan, harus dilarutkan dalam asam klorida (biasanya dari molaritas yang sama atau lebih besar dari timah klorida) untuk mempertahankan keseimbangan ekuilibrium ke sisi kiri (menggunakan prinsip Le Chatelier). Larutan SnCl2 juga tidak stabil terhadap oksidasi oleh udara:

6 SnCl2 (aq) + O2 (g) + 2 H2O (l) → 2 SnCl4 (aq) + 4 Sn(OH)Cl (s)

Hal ini dapat dicegah dengan menyimpan larutan diatas gumpalan logam timah.[1]

Ada banyak kasus di mana timah(II) klorida bertindak sebagai zat pereduksi, mereduksi garam perak dan emas menjadi logamnya, dan garam besi(III) menjadi besi(II), misalnya:

SnCl2 (aq) + 2 FeCl3 (aq) → SnCl4 (aq) + 2 FeCl2 (aq)

Senyawa ini juga mereduksi tembaga(II) menjadi tembaga(I).

Larutan timah(II) klorida juga bisa berfungsi sebagai sumber ion Sn2+, yang dapat membentuk senyawa timah(II) lainnya melalui reaksi pengendapan. Misalnya, reaksi dengan natrium sulfida menghasilkan timah(II) sulfida berwarna coklat/hitam :

SnCl2 (aq) + Na2S (aq) → SnS (s) + 2 NaCl (aq)

Jika larutan alkali ditambahkan ke dalam SnCl2, endapan putih dari bentuk timah(II) oksida terlarut pada awalnya; Senyawa ini kemudian larut dalam basa berlebih untuk membentuk garam timah seperti natrium stanit:

SnCl2(aq) + 2 NaOH (aq) → SnO·H2O (s) + 2 NaCl (aq)
SnO·H2O (s) + NaOH (aq) → NaSn(OH)3 (aq)

SnCl2 anhidrat dapat digunakan untuk membuat berbagai senyawa timah(II) yang menarik dalam pelarut tidak berair. Misalnya, garam litium dari 4-metil-2,6-di-tert-butilfenol bereaksi dengan SnCl2 dalam THF untuk menghasilkan senyawa linear berkoordinasi dua berwarna kuning Sn(OAr)2 (Ar = aril).[2]

Timah(II) klorida juga berperilaku sebagai asam Lewis, membentuk kompleks dengan ligan seperti ion klorida, sebagai contoh:

SnCl2 (aq) + CsCl (aq) → CsSnCl3 (aq)

Sebagian besar kompleks ini berbentuk piramidal, dan karena kompleks seperti SnCl3 memiliki oktet penuh, ada sedikit kecenderungan untuk menambahkan lebih dari satu ligan. Pasangan elektron dalam kompleks semacam itu tersedia untuk ikatan, dan oleh karena itu kompleks itu sendiri dapat bertindak sebagai basa Lewis atau ligan. Hal ini terlihat pada produk terkait ferosena dari reaksi berikut:

SnCl2 + Fe(η5-C5H5)(CO)2HgCl → Fe(η5-C5H5)(CO)2SnCl3 + Hg

SnCl2 dapat digunakan untuk membuat berbagai macam senyawa yang mengandung ikatan logam-logam. Misalnya, reaksi dengan dikobalt oktakarbonil:

SnCl2 + Co2(CO)8 → (CO)4Co-(SnCl2)-Co(CO)4

Preparasi

SnCl2 anhidrat disiapkan dengan penambahan gas hidrogen klorida kering pada logam timah. Dihidrat dibuat dengan reaksi yang sama, dengan menggunakan asam klorida:

Sn (s) + 2 HCl (aq) → SnCl2 (aq) + (g)

Air kemudian diuapkan dengan hati-hati dari larutan asam untuk menghasilkan kristal SnCl2·2H2O. Dihidrat ini dapat didehidrasi menjadi anhidratnya menggunakan anhidrida asetat.[3]

Kegunaan

Larutan timah(II) klorida yang mengandung sedikit asam klorida digunakan untuk pelapisan baja dengan timah, untuk membuat kaleng. Potensial listrik diterapkan, dan logam timah terbentuk pada katode via elektrolisis.

Timah(II) klorida digunakan sebagai mordan dalam pencelupan tekstil karena memberi warna lebih cerah dengan beberapa pewarna misalnya Cochineal. Mordan ini juga telah digunakan sendiri untuk menambah berat sutra.

Senyawa ini digunakan sebagai katalis dalam produksi plastik asam poliaktat (PLA).

Senyawa ni juga menemukan penggunaan sebagai katalis antara aseton dan hidrogen peroksida untuk membentuk aseton peroksida berbentuk tetramerik.

Timah(II) klorida juga digunakan secara luas sebagai agen pereduksi. Hal ini terlihat dalam penggunaannya untuk cermin perak, di mana logam perak terendapkan di kaca:

Sn2+ (aq) + 2 Ag+ → Sn4+ (aq) + 2 Ag (s)

Reduksi terkait secara tradisional digunakan sebagai uji analitik Hg2+(aq). Misalnya, jika SnCl2 ditambahkan tetes demi tetes kedalam larutan raksa(II) klorida, endapan putih raksa(I) klorida pertama terbentuk; apabila lebih banyak SnCl2 ditambahkan maka akan berubah warna menjadi hitam dan raksa metalik terbentuk. Timah klorida dapat digunakan untuk menguji keberadaan senyawa emas. SnCl2 ternyata berwarna ungu terang terhadap emas (lihat Ungu Cascius).

Ketika raksa dianalisis dengan menggunakan spektroskopi serapan atom, metode uap dingin harus digunakan, dan timah(II) klorida biasanya digunakan sebagai reduktor.

Dalam kimia organik, SnCl2 terutama digunakan dalam reduksi Stephen, di mana nitril direduksi (melalui garam imidoil klorida menjadi imina yang mudah dihidrolisis menjadi aldehida.[4]

Reaksi biasanya bekerja paling baik dengan nitril aromatik Aril-CN. Reaksi terkait (disebut metode Sonn-Müller) dimulai dengan amida, yang diberi perlakuan dengan PCl5 untuk membentuk garam imidoil klorida.

Reduksi Stephen kurang digunakan saat ini, karena sebagian besar telah digantikan oleh reduksi diisobutilaluminium hidrida.

Sebagai tambahan, SnCl2 digunakan secara selektif untuk mereduksi gugus nitro aromatik menjadi anilina.[5]

SnCl2 juga mereduksi kuinon menjadi hidrokuinon.

Timah klorida juga ditambahkan sebagai aditif makanan dengan nomor E E512 untuk beberapa makanan kaleng dan botol, di mana ia berfungsi sebagai agen penahan warna dan antioksidan.

SnCl2 digunakan untuk angiografi radionuklida untuk mengurangi agen radioaktif teknesium-99m-perteknetat untuk membantu pengikatan sel darah.

Timah klorida berair digunakan oleh banyak peminat logam mulia dan profesional sebagai indikator emas dan logam golongan platina dalam larutan.[6]

Lelehan SnCl2 dapat dioksidasi untuk membentuk struktur nano SnO2 terkristalisasi penuh.[7][8]

Catatan

Pranala luar

Referensi

  1. H. Nechamkin. The Chemistry of the Elements. McGraw-Hill. 1968.
  2. B. Cetinkaya, I. Gumrukcu, M. F. Lappert, J. L. Atwood, R. D. Rogers and M. J. Zaworotko. Bivalent germanium, tin, and lead 2,6-di-tert-butylphenoxides and the crystal and molecular structures of M(OC6H2Me-4-But2-2,6)2 (M = Ge or Sn). J. Am. Chem. Soc. 1980. Vol. 102 (6). hlm. 2088–2089. doi:10.1021/ja00526a054.
  3. W. L. F. Armarego. Purification of laboratory chemicals. Butterworth-Heinemann. 2009.
  4. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  5. F. D. Bellamy. Selective reduction of aromatic nitro compounds with stannous chloride in non acidic and non aqueous medium. Tetrahedron Letters. 1984. Vol. 25 (8). hlm. 839–842. doi:10.1016/S0040-4039(01)80041-1.
  6. Salinan arsip.
  7. A.R.Kamali, Thermokinetic characterisation of tin(11) chloride, J Therm Anal Calorim 118(2014) 99-104.
  8. A.R.Kamali et al.Transformation of molten SnCl 2 to SnO 2 nano-single crystals, Ceram Intern 40 (2014)8533-8538.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29588912 (2026-08-16T14:26:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.