Kontrol semu: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27933287; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Kontrol semu''' atau '''ilusi kontrol''' ([[Bahasa Inggris|bahasa Inggris:]] ''illusion of control'') merupakan kecenderungan seseorang untuk meyakini memiliki kemampuan memengaruhi hasil yang berada di luar jangkauan misalnya, pengaruh yang dirasakan atas hasil yang sebagian besar ditentukan oleh kebetulan. Istilah ini dicetuskan oleh [[Ellen Langer]], seorang [[Psikologi|psikolog]] asal [[Amerika Serikat]]. Kontrol semu dianggap berperan dalam bertumbuhnya kepercayaan terhadap [[takhayul]], perilaku [[perjudian]], dan [[paranormal]]. Mengenakan sesuatu yang dianggap dapat "membawa" keberuntungan juga merupakan salah satu bentuk dari kontrol semu. | '''Kontrol semu''' atau '''ilusi kontrol''' ([[Bahasa Inggris|bahasa Inggris:]] ''illusion of control'') merupakan kecenderungan seseorang untuk meyakini memiliki kemampuan memengaruhi hasil yang berada di luar jangkauan misalnya, pengaruh yang dirasakan atas hasil yang sebagian besar ditentukan oleh kebetulan.<ref>Nathanael J. Fast. [http://journals.sagepub.com/doi/10.1111/j.1467-9280.2009.02311.x Illusory Control: A Generative Force Behind Power's Far-Reaching Effects]. ''Psychological Science''. 2009-04. Vol. 20 (4). hlm. 502–508. doi:10.1111/j.1467-9280.2009.02311.x.</ref> Istilah ini dicetuskan oleh [[Ellen Langer]], seorang [[Psikologi|psikolog]] asal [[Amerika Serikat]]. Kontrol semu dianggap berperan dalam bertumbuhnya kepercayaan terhadap [[takhayul]], perilaku [[perjudian]], dan [[paranormal]]. Mengenakan sesuatu yang dianggap dapat "membawa" keberuntungan juga merupakan salah satu bentuk dari kontrol semu.<ref>[https://www.verywellmind.com/what-is-the-illusion-of-control-5198406 What Is the Illusion of Control?]. ''Verywell Mind''.</ref> | ||
== Demonstrasi == | == Demonstrasi == | ||
| Baris 5: | Baris 5: | ||
=== Observasi perilaku dalam permainan === | === Observasi perilaku dalam permainan === | ||
Ellen Langer melakukan studi program kontrol semu pertama yaitu mengenai observasi perilaku dalam permainan. Pendekatan ini bertujuan untuk meneliti persepsi masyarakat mengenai kemungkinan untuk meraih hasil yang diinginkan ketika berada dalam kondisi yang melibatkan kebetulan dan disertai dengan elemen keterampilan. Dalam penelitiannya, beberapa orang diizinkan untuk memilih tiket [[lotre]] mereka sendiri, dan yang lain mendapatkan tiket yang dipilihkan untuk mereka. Kemudian, semua peserta diberi kesempatan untuk menukarkan tiket mereka dengan satu [[lotre]] yang menurut mereka memiliki peluang menang lebih besar. Peserta yang telah memilih nomor tiket lotre sendiri cenderung tidak memilih untuk menukar tiket. Mereka beranggapan bahwa memilih tiket sendiri meningkatkan peluang untuk menang. Melalui tindakan memilih tiket sendiri, partisipan merasa memiliki kendali atas hasil [[lotre]]. | Ellen Langer melakukan studi program kontrol semu pertama yaitu mengenai observasi perilaku dalam permainan. Pendekatan ini bertujuan untuk meneliti persepsi masyarakat mengenai kemungkinan untuk meraih hasil yang diinginkan ketika berada dalam kondisi yang melibatkan kebetulan dan disertai dengan elemen keterampilan.<ref>[http://archive.org/details/cognitiveillusio0000unse Cognitive illusions : a handbook on fallacies and biases in thinking, judgement and memory]. New York, NY : Psychology Press. 2004. ISBN 978-1-84169-351-4.</ref> Dalam penelitiannya, beberapa orang diizinkan untuk memilih tiket [[lotre]] mereka sendiri, dan yang lain mendapatkan tiket yang dipilihkan untuk mereka. Kemudian, semua peserta diberi kesempatan untuk menukarkan tiket mereka dengan satu [[lotre]] yang menurut mereka memiliki peluang menang lebih besar. Peserta yang telah memilih nomor tiket lotre sendiri cenderung tidak memilih untuk menukar tiket. Mereka beranggapan bahwa memilih tiket sendiri meningkatkan peluang untuk menang.<ref>Ellen J. Langer. [https://doi.org/10.1037/0022-3514.32.2.311 The illusion of control]. ''Journal of Personality and Social Psychology''. 1975. Vol. 32 (2). hlm. 311–328. doi:10.1037/0022-3514.32.2.311.</ref> Melalui tindakan memilih tiket sendiri, partisipan merasa memiliki kendali atas hasil [[lotre]].<ref>Suzanne C. Thompson. [https://www.jstor.org/stable/20182602 Illusions of Control: How We Overestimate Our Personal Influence]. ''Current Directions in Psychological Science''. 1999. Vol. 8 (6). hlm. 187–190.</ref> | ||
=== Eksperimen laboratorium === | === Eksperimen laboratorium === | ||
Alloy dan Abramson (1979) memperluas studi tentang kontrol semu dengan memanipulasi faktor-faktor yang memengaruhi kontrol semu dan mengukur penilaian kontrol partisipan. Dalam penelitian mereka, para partisipan mencoba menyalakan lampu dengan menekan sebuah tombol. Para partisipan diberitahu bahwa tombol mungkin dapat mengontrol lampu, tetapi, pada kenyataannya, tidak ada hubungan antara tindakan peserta dengan lampu yang menyala. Lampu diprogram untuk menyala 25% atau 75% dari percobaan. Namun, ketika lampu menyala lebih sering (75%), asumsi kontrol pribadi atas timbulnya lampu lebih tinggi. | Alloy dan Abramson (1979) memperluas studi tentang kontrol semu dengan memanipulasi faktor-faktor yang memengaruhi kontrol semu dan mengukur penilaian kontrol partisipan. Dalam penelitian mereka, para partisipan mencoba menyalakan lampu dengan menekan sebuah tombol. Para partisipan diberitahu bahwa tombol mungkin dapat mengontrol lampu, tetapi, pada kenyataannya, tidak ada hubungan antara tindakan peserta dengan lampu yang menyala. Lampu diprogram untuk menyala 25% atau 75% dari percobaan. Namun, ketika lampu menyala lebih sering (75%), asumsi kontrol pribadi atas timbulnya lampu lebih tinggi.<ref>[http://archive.org/details/cognitiveillusio0000unse Cognitive illusions : a handbook on fallacies and biases in thinking, judgement and memory]. New York, NY : Psychology Press. 2004. ISBN 978-1-84169-351-4.</ref><ref>Suzanne C. Thompson. [https://www.jstor.org/stable/20182602 Illusions of Control: How We Overestimate Our Personal Influence]. ''Current Directions in Psychological Science''. 1999. Vol. 8 (6). hlm. 187–190.</ref> | ||
=== Perilaku yang dilaporkan sendiri === | === Perilaku yang dilaporkan sendiri === | ||
Demonstrasi ketiga melalui laporan perilaku yang dilakukan oleh partisipan. Misalnya, McKenna (1993) menggunakan isu keselamatan mengemudi dengan meminta partisipan untuk menilai kemungkinan terjadinya kecelakaan di jalan dengan keterlibatan mereka sebagai [[penumpang]] atau [[pengemudi]]. Partisipan beranggapan bahwa kemungkinan kecelakaan lebih rendah ketika mereka menjadi pengemudi. [[Skenario]] tinggi dan rendahnya kontrol pengemudi akan kecelakaan digunakan dalam studi kasus kedua. Melalui studi kasus tersebut, partisipan menilai bahwa dengan kontrol pengemudi yang tinggi (misalnya, ketika mengemudikan kendaraan di belakang mobil lain) dapat menghindari kecelakaan, dibandingkan dengan kontrol pengemudi yang rendah (misalnya, ditabrak dari belakang). | Demonstrasi ketiga melalui laporan perilaku yang dilakukan oleh partisipan. Misalnya, McKenna (1993) menggunakan isu keselamatan mengemudi dengan meminta partisipan untuk menilai kemungkinan terjadinya kecelakaan di jalan dengan keterlibatan mereka sebagai [[penumpang]] atau [[pengemudi]].<ref>Ellen J. Langer. [https://doi.org/10.1037/0022-3514.32.2.311 The illusion of control]. ''Journal of Personality and Social Psychology''. 1975. Vol. 32 (2). hlm. 311–328. doi:10.1037/0022-3514.32.2.311.</ref> Partisipan beranggapan bahwa kemungkinan kecelakaan lebih rendah ketika mereka menjadi pengemudi. [[Skenario]] tinggi dan rendahnya kontrol pengemudi akan kecelakaan digunakan dalam studi kasus kedua. Melalui studi kasus tersebut, partisipan menilai bahwa dengan kontrol pengemudi yang tinggi (misalnya, ketika mengemudikan kendaraan di belakang mobil lain) dapat menghindari kecelakaan, dibandingkan dengan kontrol pengemudi yang rendah (misalnya, ditabrak dari belakang).<ref>[http://archive.org/details/cognitiveillusio0000unse Cognitive illusions : a handbook on fallacies and biases in thinking, judgement and memory]. New York, NY : Psychology Press. 2004. ISBN 978-1-84169-351-4.</ref> | ||
== Faktor penyebab == | == Faktor penyebab == | ||
Melalui penelitian, tercatat tidak semua orang melebihkan kendali mereka. Kontrol semu atau ilusi kontrol terjadi pada orang-orang yang mengalami dan memiliki beberapa faktor situasional yang memengaruhi pola pikir mereka. Faktor situasional tersebut meliputi keterlibatan secara pribadi, keakraban atau kesan yang familiar, pengetahuan sebelumnya mengenai hasil yang diinginkan, dan keberhasilan dalam memecahkan masalah. | Melalui penelitian, tercatat tidak semua orang melebihkan kendali mereka. Kontrol semu atau ilusi kontrol terjadi pada orang-orang yang mengalami dan memiliki beberapa faktor situasional yang memengaruhi pola pikir mereka. Faktor situasional tersebut meliputi keterlibatan secara pribadi, keakraban atau kesan yang familiar, pengetahuan sebelumnya mengenai hasil yang diinginkan, dan keberhasilan dalam memecahkan masalah.<ref>Suzanne C. Thompson. [https://www.jstor.org/stable/20182602 Illusions of Control: How We Overestimate Our Personal Influence]. ''Current Directions in Psychological Science''. 1999. Vol. 8 (6). hlm. 187–190.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kontrol+semu&oldid=27933287 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27933287 (2025-10-07T05:25:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kontrol+semu&oldid=27933287 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27933287 (2025-10-07T05:25:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 14.09
Kontrol semu atau ilusi kontrol (bahasa Inggris: illusion of control) merupakan kecenderungan seseorang untuk meyakini memiliki kemampuan memengaruhi hasil yang berada di luar jangkauan misalnya, pengaruh yang dirasakan atas hasil yang sebagian besar ditentukan oleh kebetulan.[1] Istilah ini dicetuskan oleh Ellen Langer, seorang psikolog asal Amerika Serikat. Kontrol semu dianggap berperan dalam bertumbuhnya kepercayaan terhadap takhayul, perilaku perjudian, dan paranormal. Mengenakan sesuatu yang dianggap dapat "membawa" keberuntungan juga merupakan salah satu bentuk dari kontrol semu.[2]
Demonstrasi
Kontrol semu ditunjukkan melalui tiga demonstrasi berbeda: 1) observasi perilaku dalam permainan, 2) eksperimen laboratorium, dan 3) laporan diri tentang perilaku dunia nyata.
Observasi perilaku dalam permainan
Ellen Langer melakukan studi program kontrol semu pertama yaitu mengenai observasi perilaku dalam permainan. Pendekatan ini bertujuan untuk meneliti persepsi masyarakat mengenai kemungkinan untuk meraih hasil yang diinginkan ketika berada dalam kondisi yang melibatkan kebetulan dan disertai dengan elemen keterampilan.[3] Dalam penelitiannya, beberapa orang diizinkan untuk memilih tiket lotre mereka sendiri, dan yang lain mendapatkan tiket yang dipilihkan untuk mereka. Kemudian, semua peserta diberi kesempatan untuk menukarkan tiket mereka dengan satu lotre yang menurut mereka memiliki peluang menang lebih besar. Peserta yang telah memilih nomor tiket lotre sendiri cenderung tidak memilih untuk menukar tiket. Mereka beranggapan bahwa memilih tiket sendiri meningkatkan peluang untuk menang.[4] Melalui tindakan memilih tiket sendiri, partisipan merasa memiliki kendali atas hasil lotre.[5]
Eksperimen laboratorium
Alloy dan Abramson (1979) memperluas studi tentang kontrol semu dengan memanipulasi faktor-faktor yang memengaruhi kontrol semu dan mengukur penilaian kontrol partisipan. Dalam penelitian mereka, para partisipan mencoba menyalakan lampu dengan menekan sebuah tombol. Para partisipan diberitahu bahwa tombol mungkin dapat mengontrol lampu, tetapi, pada kenyataannya, tidak ada hubungan antara tindakan peserta dengan lampu yang menyala. Lampu diprogram untuk menyala 25% atau 75% dari percobaan. Namun, ketika lampu menyala lebih sering (75%), asumsi kontrol pribadi atas timbulnya lampu lebih tinggi.[6][7]
Perilaku yang dilaporkan sendiri
Demonstrasi ketiga melalui laporan perilaku yang dilakukan oleh partisipan. Misalnya, McKenna (1993) menggunakan isu keselamatan mengemudi dengan meminta partisipan untuk menilai kemungkinan terjadinya kecelakaan di jalan dengan keterlibatan mereka sebagai penumpang atau pengemudi.[8] Partisipan beranggapan bahwa kemungkinan kecelakaan lebih rendah ketika mereka menjadi pengemudi. Skenario tinggi dan rendahnya kontrol pengemudi akan kecelakaan digunakan dalam studi kasus kedua. Melalui studi kasus tersebut, partisipan menilai bahwa dengan kontrol pengemudi yang tinggi (misalnya, ketika mengemudikan kendaraan di belakang mobil lain) dapat menghindari kecelakaan, dibandingkan dengan kontrol pengemudi yang rendah (misalnya, ditabrak dari belakang).[9]
Faktor penyebab
Melalui penelitian, tercatat tidak semua orang melebihkan kendali mereka. Kontrol semu atau ilusi kontrol terjadi pada orang-orang yang mengalami dan memiliki beberapa faktor situasional yang memengaruhi pola pikir mereka. Faktor situasional tersebut meliputi keterlibatan secara pribadi, keakraban atau kesan yang familiar, pengetahuan sebelumnya mengenai hasil yang diinginkan, dan keberhasilan dalam memecahkan masalah.[10]
Referensi
- ↑ Nathanael J. Fast. Illusory Control: A Generative Force Behind Power's Far-Reaching Effects. Psychological Science. 2009-04. Vol. 20 (4). hlm. 502–508. doi:10.1111/j.1467-9280.2009.02311.x.
- ↑ What Is the Illusion of Control?. Verywell Mind.
- ↑ Cognitive illusions : a handbook on fallacies and biases in thinking, judgement and memory. New York, NY : Psychology Press. 2004. ISBN 978-1-84169-351-4.
- ↑ Ellen J. Langer. The illusion of control. Journal of Personality and Social Psychology. 1975. Vol. 32 (2). hlm. 311–328. doi:10.1037/0022-3514.32.2.311.
- ↑ Suzanne C. Thompson. Illusions of Control: How We Overestimate Our Personal Influence. Current Directions in Psychological Science. 1999. Vol. 8 (6). hlm. 187–190.
- ↑ Cognitive illusions : a handbook on fallacies and biases in thinking, judgement and memory. New York, NY : Psychology Press. 2004. ISBN 978-1-84169-351-4.
- ↑ Suzanne C. Thompson. Illusions of Control: How We Overestimate Our Personal Influence. Current Directions in Psychological Science. 1999. Vol. 8 (6). hlm. 187–190.
- ↑ Ellen J. Langer. The illusion of control. Journal of Personality and Social Psychology. 1975. Vol. 32 (2). hlm. 311–328. doi:10.1037/0022-3514.32.2.311.
- ↑ Cognitive illusions : a handbook on fallacies and biases in thinking, judgement and memory. New York, NY : Psychology Press. 2004. ISBN 978-1-84169-351-4.
- ↑ Suzanne C. Thompson. Illusions of Control: How We Overestimate Our Personal Influence. Current Directions in Psychological Science. 1999. Vol. 8 (6). hlm. 187–190.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27933287 (2025-10-07T05:25:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.