Lompat ke isi

Aluminium fluorida: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 18670228; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Aluminium-trifluoride-3D-polyhedra.png|thumb|right|280px|Aluminium-trifluoride-3D-polyhedra]]
'''Aluminium fluorida''' merujuk pada [[senyawa anorganik]] dengan rumus . Senyawa ini berupa padatan tak berwarna.  anhidrat digunakan dalam produksi logam aluminium. Beberapa di antaranya terbentuk sebagai mineral.
'''Aluminium fluorida''' merujuk pada [[senyawa anorganik]] dengan rumus . Senyawa ini berupa padatan tak berwarna.  anhidrat digunakan dalam produksi logam aluminium. Beberapa di antaranya terbentuk sebagai mineral.


== Keterjadian dan produksi ==
== Keterjadian dan produksi ==
Diketahui beberapa  hidrat selain spesi anhidratnya. Dengan rumus AlF<sub>3</sub>·''x''H<sub>2</sub>O, senyawa ini termasuk monohidrat (''x'' = 1), dua polimorf trihidrat (''x'' = 3), heksahidrat (''x'' = 6), dan nonahidrat (''x'' = 9).
Diketahui beberapa  hidrat selain spesi anhidratnya. Dengan rumus AlF<sub>3</sub>·''x''H<sub>2</sub>O, senyawa ini termasuk monohidrat (''x'' = 1), dua polimorf trihidrat (''x'' = 3), heksahidrat (''x'' = 6), dan nonahidrat (''x'' = 9).<ref>Guangmei Wang, Anja-Verena Mudring. ''The missing Hydrate AlF 3 ·6H 2 O [Al(H 2 O) 6 ]F 3 : Ionothermal Synthesis, Crystal Structure and Characterization of Aluminum Fluoride Hexahydrate''. ''Solid State Sciences''. 2016. hlm. 61. doi:10.1016/j.solidstatesciences.2016.09.007.</ref>


Mayoritas aluminium fluorida diproduksi dengan memperlakukan [[alumina]] menggunakan [[hidrogen fluorida]] pada suhu 700&nbsp;°C: [[Asam fluorosilikat]] juga dapat digunakan untuk membuat aluminium fluorida.
Mayoritas aluminium fluorida diproduksi dengan memperlakukan [[alumina]] menggunakan [[hidrogen fluorida]] pada suhu 700&nbsp;°C:<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium+fluorida&oldid=18670228 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Asam fluorosilikat]] juga dapat digunakan untuk membuat aluminium fluorida.<ref>Alain Dreveton. ''Manufacture of Aluminium Fluoride of High Density and Anhydrous Hydrofluoric Acid from Fluosilicic Acid''. ''Procedia Engineering''. 2012-01-01. Vol. 46 (Supplement C). hlm. 255–265. doi:10.1016/j.proeng.2012.09.471.</ref>


:<chem>H2SiF6 + Al2O3 + 3 H2O -> 2 AlF3 + SiO2 + 4 H2O</chem>
:<chem>H2SiF6 + Al2O3 + 3 H2O -> 2 AlF3 + SiO2 + 4 H2O</chem>


AlF<sub>3</sub> bisa juga diproduksi dengan dekomposisi termal [[amonium heksafluoroaluminat]]. Pada pembuatan skala laboratorium, AlF<sub>3</sub> juga dapat disiapkan dengan memperlakukan [[aluminium hidroksida]] atau [[Aluminium|logam aluminium]] dengan [[hidrogen fluorida]].
AlF<sub>3</sub> bisa juga diproduksi dengan dekomposisi termal [[amonium heksafluoroaluminat]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium+fluorida&oldid=18670228 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Pada pembuatan skala laboratorium, AlF<sub>3</sub> juga dapat disiapkan dengan memperlakukan [[aluminium hidroksida]] atau [[Aluminium|logam aluminium]] dengan [[hidrogen fluorida]].


Aluminium fluoride trihidrat ditemukan di alam sebagai mineral [[rosenbergite]] yang langka. Bentuk tak terhidrasinya ditemui sebagai mineral [[oskarssonite]].
Aluminium fluoride trihidrat ditemukan di alam sebagai mineral [[rosenbergite]] yang langka. Bentuk tak terhidrasinya ditemui sebagai mineral [[oskarssonite]].<ref>[https://www.mindat.org/min-43853.html Oskarssonite]. Mindat.</ref>


== Struktur ==
== Struktur ==
Menurut [[kristalografi sinar-X]], AlF<sub>3</sub> anhidrat mengadopsi motif [[renium trioksida]], yang menampilkan [[Oktahedron|oktahedra]] AlF<sub>6</sub> terdistorsi. Setiap fluorida terhubung ke dua pusat Al. AlF<sub>3</sub> memiliki [[titik lebur]] yang tinggi karena struktur polimer tiga dimensinya. Trihalida aluminium lainnya dalam keadaan padat berbeda strukturnya. [[Aluminium klorida|AlCl<sub>3</sub>]] memiliki struktur lapisan dan [[Aluminium bromida|AlBr<sub>3</sub>]] dan [[Aluminium iodida|AlI<sub>3</sub>]], adalah molekul dimer. Selain itu, mereka memiliki titik leleh rendah dan mudah menguap untuk menghasilkan dimer. Dalam fase gas, aluminium fluorida berada sebagai molekul trigonal dengan [[Gugus simetri|simetri]] ''D<sub>3h</sub>''. Panjang ikatan Al–F dalam molekul gas ini adalah 163 [[Pikometer|pm]].
Menurut [[kristalografi sinar-X]], AlF<sub>3</sub> anhidrat mengadopsi motif [[renium trioksida]], yang menampilkan [[Oktahedron|oktahedra]] AlF<sub>6</sub> terdistorsi. Setiap fluorida terhubung ke dua pusat Al. AlF<sub>3</sub> memiliki [[titik lebur]] yang tinggi karena struktur polimer tiga dimensinya. Trihalida aluminium lainnya dalam keadaan padat berbeda strukturnya. [[Aluminium klorida|AlCl<sub>3</sub>]] memiliki struktur lapisan dan [[Aluminium bromida|AlBr<sub>3</sub>]] dan [[Aluminium iodida|AlI<sub>3</sub>]], adalah molekul dimer.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium+fluorida&oldid=18670228 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Selain itu, mereka memiliki titik leleh rendah dan mudah menguap untuk menghasilkan dimer.<ref>A. F. Holleman. ''Inorganic Chemistry''. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5..</ref> Dalam fase gas, aluminium fluorida berada sebagai molekul trigonal dengan [[Gugus simetri|simetri]] ''D<sub>3h</sub>''. Panjang ikatan Al–F dalam molekul gas ini adalah 163 [[Pikometer|pm]].
 


== Aplikasi ==
== Aplikasi ==
Aluminium fluorida adalah aditif penting untuk produksi aluminium dengan elektrolisis. Bersama dengan [[kriolit]], ia menurunkan titik lebur hingga di bawah 1000&nbsp;°C dan meningkatkan konduktivitas [[larutan]]. Aluminium oksida dilarutkan dalam garam cair ini dan kemudian dielektrolisis untuk menghasilkan logam Al dalam jumlah besar.
Aluminium fluorida adalah aditif penting untuk produksi aluminium dengan elektrolisis.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium+fluorida&oldid=18670228 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Bersama dengan [[kriolit]], ia menurunkan titik lebur hingga di bawah 1000&nbsp;°C dan meningkatkan konduktivitas [[larutan]]. Aluminium oksida dilarutkan dalam garam cair ini dan kemudian dielektrolisis untuk menghasilkan logam Al dalam jumlah besar.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium+fluorida&oldid=18670228 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Kompleks aluminium fluorida digunakan untuk mempelajari aspek mekanistik reaksi transfer fosforil dalam biologi, yang sangat penting bagi sel, karena anhidrida asam fosfat seperti [[Adenosina trifosfat|ATP]] dan [[Guanosina trifosfat|GTP]] mengendalikan sebagian besar reaksi yang terlibat dalam metabolisme, pertumbuhan dan diferensiasi. Pengamatan bahwa aluminium fluorida dapat mengikat dan mengaktifkan [[protein G]] heterotrimerik telah terbukti bermanfaat untuk studi aktivasi protein G secara ''in vivo'', untuk elusidasi struktur tiga dimensi dari beberapa GTPase, dan untuk memahami mekanisme biokimia [[hidrolisis]] GTP, termasuk peran [[protein pengaktif GTPase]].
Kompleks aluminium fluorida digunakan untuk mempelajari aspek mekanistik reaksi transfer fosforil dalam biologi, yang sangat penting bagi sel, karena anhidrida asam fosfat seperti [[Adenosina trifosfat|ATP]] dan [[Guanosina trifosfat|GTP]] mengendalikan sebagian besar reaksi yang terlibat dalam metabolisme, pertumbuhan dan diferensiasi.<ref>Alfred Wittinghofer. ''Signaling mechanistics: Aluminum fluoride for molecule of the year''. ''Current Biology''. 1997-11-01. Vol. 7 (11). hlm. R682–R685. doi:10.1016/S0960-9822(06)00355-1.</ref> Pengamatan bahwa aluminium fluorida dapat mengikat dan mengaktifkan [[protein G]] heterotrimerik telah terbukti bermanfaat untuk studi aktivasi protein G secara ''in vivo'', untuk elusidasi struktur tiga dimensi dari beberapa GTPase, dan untuk memahami mekanisme biokimia [[hidrolisis]] GTP, termasuk peran [[protein pengaktif GTPase]].<ref>Sylvie Vincent. ''Evidence for distinct mechanisms of transition state stabilization of GTPases by fluoride''. ''Proceedings of the National Academy of Sciences''. 1998-03-03. Vol. 95 (5). hlm. 2210–2215. doi:10.1073/pnas.95.5.2210.</ref>


=== Penggunaan ceruk ===
=== Penggunaan ceruk ===
Baris 29: Baris 30:


== Keselamatan ==
== Keselamatan ==
Dosis mematikan aluminium fluoride pada hewan secara oral ([[LD50|LD<sub>50</sub>]]) adalah 0,1 g/kg. Pajanan inhalasi berulang atau berkepanjangan dapat menyebabkan [[asma]], dan mungkin memiliki efek pada tulang dan sistem saraf, mengakibatkan alterasi tulang ([[Fluorosis tulang|fluorosis]]), dan gangguan sistem saraf.
Dosis mematikan aluminium fluoride pada hewan secara oral ([[LD50|LD<sub>50</sub>]]) adalah 0,1 g/kg.<ref>[https://toxnet.nlm.nih.gov/cgi-bin/sis/search/a?dbs+hsdb:@term+@DOCNO+600 ALUMINUM FLUORIDE, CASRN: 7784-18-1]. ''National Library of Medicine HSDB Database''. CDC.gov. June 24, 2005.</ref> Pajanan inhalasi berulang atau berkepanjangan dapat menyebabkan [[asma]], dan mungkin memiliki efek pada tulang dan sistem saraf, mengakibatkan alterasi tulang ([[Fluorosis tulang|fluorosis]]), dan gangguan sistem saraf.<ref>[https://www.cdc.gov/niosh/ipcsneng/neng1324.html ALUMINIUM FLUORIDE (ANHYDROUS) International Chemical Safety Cards (ICSC)]. ''CDC.gov National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH)''. July 22, 2015.</ref>


Banyak efek [[Neurotoksin|neurotoksik]] fluorida disebabkan oleh pembentukan kompleks aluminium fluorida, yang meniru struktur kimia [[fosfat]] dan mempengaruhi aktivitas [[ATP sintase|ATP fosfohidrolase]] dan [[fosfolipase D]]. Hanya diperlukan konsentrasi [[mikromolar]] aluminium yang diperlukan untuk membentuk aluminium fluorida.
Banyak efek [[Neurotoksin|neurotoksik]] fluorida disebabkan oleh pembentukan kompleks aluminium fluorida, yang meniru struktur kimia [[fosfat]] dan mempengaruhi aktivitas [[ATP sintase|ATP fosfohidrolase]] dan [[fosfolipase D]]. Hanya diperlukan konsentrasi [[mikromolar]] aluminium yang diperlukan untuk membentuk aluminium fluorida.<ref>[https://www.nap.edu/read/11571 Fluoride in Drinking Water: A Scientific Review of EPA's Standards]. The National Academies Press. 2006. hlm. 51–52, 219. doi:10.17226/11571. ISBN 978-0-309-10128-8.</ref>
 
Paparan aluminium fluorida pada manusia dapat terjadi dalam lingkungan industri, seperti emisi dari proses reduksi aluminium, atau ketika seseorang menelan sumber fluorida (mis., fluorida dalam air minum atau residu [[pestisida]] berbasis fluorida) dan sumber aluminium; sumber paparan aluminium pada manusia termasuk air minum, teh, residu makanan, susu formula bayi, antasida atau obat yang mengandung aluminium, deodoran, kosmetik, dan peralatan gelas. Bahan kimia fluoridasi juga bisa mengandung aluminium fluorida. Terdapat keterbatasan data tentang efek neurotoksik potensial akibat paparan kronis spesies aluminium yang ada di air.
 
== Referensi ==


Paparan aluminium fluorida pada manusia dapat terjadi dalam lingkungan industri, seperti emisi dari proses reduksi aluminium,<ref>''TOXICOLOGICAL PROFILE FOR FLUORIDES, HYDROGEN FLUORIDE, AND FLUORINE''. U.S. DEPARTMENT OF HEALTH AND HUMAN SERVICES Public Health Service Agency for Toxic Substances and Disease Registry. 2003. hlm. 211.</ref> atau ketika seseorang menelan sumber fluorida (mis., fluorida dalam air minum atau residu [[pestisida]] berbasis fluorida) dan sumber aluminium; sumber paparan aluminium pada manusia termasuk air minum, teh, residu makanan, susu formula bayi, antasida atau obat yang mengandung aluminium, deodoran, kosmetik, dan peralatan gelas.<ref>[https://www.nap.edu/read/11571 Fluoride in Drinking Water: A Scientific Review of EPA's Standards]. The National Academies Press. 2006. hlm. 51–52, 219. doi:10.17226/11571. ISBN 978-0-309-10128-8.</ref> Bahan kimia fluoridasi juga bisa mengandung aluminium fluorida.<ref>Phyllis J Mullenix. ''A new perspective on metals and other contaminants in fluoridation chemicals''. ''International Journal of Occupational and Environmental Health''. 2014. Vol. 20 (2). hlm. 157–166. doi:10.1179/2049396714Y.0000000062.</ref> Terdapat keterbatasan data tentang efek neurotoksik potensial akibat paparan kronis spesies aluminium yang ada di air.<ref>[https://ntp.niehs.nih.gov/ntp/htdocs/chem_background/exsumpdf/aluminum_508.pdf Aluminum Compounds Review of Toxicological Literature Abridged Final Report]. Prepared for National Institute of Environmental Health Sciences. ''NTP.gov Nomination Summary for Aluminum contaminants of drinking water (N20025).'' October 2001</ref>


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [https://web.archive.org/web/20110722155414/http://www.solvaychemicals.us/static/wma/pdf/5/1/1/9/ALF.pdf MSDS]
* [https://web.archive.org/web/20110722155414/http://www.solvaychemicals.us/static/wma/pdf/5/1/1/9/ALF.pdf MSDS]
* [https://toxnet.nlm.nih.gov/cgi-bin/sis/search/a?dbs+hsdb:@term+@DOCNO+600 ToxNet Profile]
* [https://toxnet.nlm.nih.gov/cgi-bin/sis/search/a?dbs+hsdb:@term+@DOCNO+600 ToxNet Profile]
* [https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/aluminum_fluoride PubChem]
* [https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/aluminum_fluoride PubChem]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium+fluorida&oldid=18670228 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 18670228 (2021-07-13T06:35:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium+fluorida&oldid=18670228 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 18670228 (2021-07-13T06:35:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 03.57

Aluminium-trifluoride-3D-polyhedra

Aluminium fluorida merujuk pada senyawa anorganik dengan rumus . Senyawa ini berupa padatan tak berwarna. anhidrat digunakan dalam produksi logam aluminium. Beberapa di antaranya terbentuk sebagai mineral.

Keterjadian dan produksi

Diketahui beberapa hidrat selain spesi anhidratnya. Dengan rumus AlF3·xH2O, senyawa ini termasuk monohidrat (x = 1), dua polimorf trihidrat (x = 3), heksahidrat (x = 6), dan nonahidrat (x = 9).[1]

Mayoritas aluminium fluorida diproduksi dengan memperlakukan alumina menggunakan hidrogen fluorida pada suhu 700 °C:[2] Asam fluorosilikat juga dapat digunakan untuk membuat aluminium fluorida.[3]

HA2SiFA6+AlA2OA3+3HA2O2AlFA3+SiOA2+4HA2O

AlF3 bisa juga diproduksi dengan dekomposisi termal amonium heksafluoroaluminat.[4] Pada pembuatan skala laboratorium, AlF3 juga dapat disiapkan dengan memperlakukan aluminium hidroksida atau logam aluminium dengan hidrogen fluorida.

Aluminium fluoride trihidrat ditemukan di alam sebagai mineral rosenbergite yang langka. Bentuk tak terhidrasinya ditemui sebagai mineral oskarssonite.[5]

Struktur

Menurut kristalografi sinar-X, AlF3 anhidrat mengadopsi motif renium trioksida, yang menampilkan oktahedra AlF6 terdistorsi. Setiap fluorida terhubung ke dua pusat Al. AlF3 memiliki titik lebur yang tinggi karena struktur polimer tiga dimensinya. Trihalida aluminium lainnya dalam keadaan padat berbeda strukturnya. AlCl3 memiliki struktur lapisan dan AlBr3 dan AlI3, adalah molekul dimer.[6] Selain itu, mereka memiliki titik leleh rendah dan mudah menguap untuk menghasilkan dimer.[7] Dalam fase gas, aluminium fluorida berada sebagai molekul trigonal dengan simetri D3h. Panjang ikatan Al–F dalam molekul gas ini adalah 163 pm.

Aplikasi

Aluminium fluorida adalah aditif penting untuk produksi aluminium dengan elektrolisis.[8] Bersama dengan kriolit, ia menurunkan titik lebur hingga di bawah 1000 °C dan meningkatkan konduktivitas larutan. Aluminium oksida dilarutkan dalam garam cair ini dan kemudian dielektrolisis untuk menghasilkan logam Al dalam jumlah besar.[9]

Kompleks aluminium fluorida digunakan untuk mempelajari aspek mekanistik reaksi transfer fosforil dalam biologi, yang sangat penting bagi sel, karena anhidrida asam fosfat seperti ATP dan GTP mengendalikan sebagian besar reaksi yang terlibat dalam metabolisme, pertumbuhan dan diferensiasi.[10] Pengamatan bahwa aluminium fluorida dapat mengikat dan mengaktifkan protein G heterotrimerik telah terbukti bermanfaat untuk studi aktivasi protein G secara in vivo, untuk elusidasi struktur tiga dimensi dari beberapa GTPase, dan untuk memahami mekanisme biokimia hidrolisis GTP, termasuk peran protein pengaktif GTPase.[11]

Penggunaan ceruk

Bersama dengan zirkonium fluorida, aluminium fluorida adalah bahan untuk produksi kaca fluoroaluminat.

AlF3 juga digunakan untuk menghambat fermentasi.

Seperti magnesium fluoride, AlF3 digunakan sebagai film tipis optik indeks-rendah, terutama ketika dibutuhkan transparansi UV jauh. Deposisi yang baik dapat diperoleh melalui deposisi uap fisik, terutama melalui penguapan.

Keselamatan

Dosis mematikan aluminium fluoride pada hewan secara oral (LD50) adalah 0,1 g/kg.[12] Pajanan inhalasi berulang atau berkepanjangan dapat menyebabkan asma, dan mungkin memiliki efek pada tulang dan sistem saraf, mengakibatkan alterasi tulang (fluorosis), dan gangguan sistem saraf.[13]

Banyak efek neurotoksik fluorida disebabkan oleh pembentukan kompleks aluminium fluorida, yang meniru struktur kimia fosfat dan mempengaruhi aktivitas ATP fosfohidrolase dan fosfolipase D. Hanya diperlukan konsentrasi mikromolar aluminium yang diperlukan untuk membentuk aluminium fluorida.[14]

Paparan aluminium fluorida pada manusia dapat terjadi dalam lingkungan industri, seperti emisi dari proses reduksi aluminium,[15] atau ketika seseorang menelan sumber fluorida (mis., fluorida dalam air minum atau residu pestisida berbasis fluorida) dan sumber aluminium; sumber paparan aluminium pada manusia termasuk air minum, teh, residu makanan, susu formula bayi, antasida atau obat yang mengandung aluminium, deodoran, kosmetik, dan peralatan gelas.[16] Bahan kimia fluoridasi juga bisa mengandung aluminium fluorida.[17] Terdapat keterbatasan data tentang efek neurotoksik potensial akibat paparan kronis spesies aluminium yang ada di air.[18]

Pranala luar

Referensi

  1. Guangmei Wang, Anja-Verena Mudring. The missing Hydrate AlF 3 ·6H 2 O [Al(H 2 O) 6 ]F 3 : Ionothermal Synthesis, Crystal Structure and Characterization of Aluminum Fluoride Hexahydrate. Solid State Sciences. 2016. hlm. 61. doi:10.1016/j.solidstatesciences.2016.09.007.
  2. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  3. Alain Dreveton. Manufacture of Aluminium Fluoride of High Density and Anhydrous Hydrofluoric Acid from Fluosilicic Acid. Procedia Engineering. 2012-01-01. Vol. 46 (Supplement C). hlm. 255–265. doi:10.1016/j.proeng.2012.09.471.
  4. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  5. Oskarssonite. Mindat.
  6. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  7. A. F. Holleman. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5..
  8. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  9. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  10. Alfred Wittinghofer. Signaling mechanistics: Aluminum fluoride for molecule of the year. Current Biology. 1997-11-01. Vol. 7 (11). hlm. R682–R685. doi:10.1016/S0960-9822(06)00355-1.
  11. Sylvie Vincent. Evidence for distinct mechanisms of transition state stabilization of GTPases by fluoride. Proceedings of the National Academy of Sciences. 1998-03-03. Vol. 95 (5). hlm. 2210–2215. doi:10.1073/pnas.95.5.2210.
  12. ALUMINUM FLUORIDE, CASRN: 7784-18-1. National Library of Medicine HSDB Database. CDC.gov. June 24, 2005.
  13. ALUMINIUM FLUORIDE (ANHYDROUS) International Chemical Safety Cards (ICSC). CDC.gov National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). July 22, 2015.
  14. Fluoride in Drinking Water: A Scientific Review of EPA's Standards. The National Academies Press. 2006. hlm. 51–52, 219. doi:10.17226/11571. ISBN 978-0-309-10128-8.
  15. TOXICOLOGICAL PROFILE FOR FLUORIDES, HYDROGEN FLUORIDE, AND FLUORINE. U.S. DEPARTMENT OF HEALTH AND HUMAN SERVICES Public Health Service Agency for Toxic Substances and Disease Registry. 2003. hlm. 211.
  16. Fluoride in Drinking Water: A Scientific Review of EPA's Standards. The National Academies Press. 2006. hlm. 51–52, 219. doi:10.17226/11571. ISBN 978-0-309-10128-8.
  17. Phyllis J Mullenix. A new perspective on metals and other contaminants in fluoridation chemicals. International Journal of Occupational and Environmental Health. 2014. Vol. 20 (2). hlm. 157–166. doi:10.1179/2049396714Y.0000000062.
  18. Aluminum Compounds Review of Toxicological Literature Abridged Final Report. Prepared for National Institute of Environmental Health Sciences. NTP.gov Nomination Summary for Aluminum contaminants of drinking water (N20025). October 2001

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 18670228 (2021-07-13T06:35:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.