Lompat ke isi

Dromon: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28439797; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Dromon''' () adalah salah satu tipe [[kapal perang layar]] dan merupakan [[kapal perang]] terpenting dalam [[Angkatan laut Bizantium]] sejak abad ke-5 hingga abad ke-12 M saat digantikan dengan kapal perang layar bergaya Italia. Kapal ini dikembangkan dari basis kapal [[liburna]], yang merupakan andalan angkatan laut [[Romawi Kunp]].
[[File:Greekfire-madridskylitzes1.jpg|thumb|right|280px|Greekfire-madridskylitzes1]]


[[Bahasa Inggris Pertengahan]] ''dromond'' dan [[Bahasa Prancis Kuno]] ''dromont'' diturunkan dari kata dromon, dan diartikan sebagai kapal abad pertengahan yang dianggap cukup besar.
'''Dromon''' () adalah salah satu tipe [[kapal perang layar]] dan merupakan [[kapal perang]] terpenting dalam [[Angkatan laut Bizantium]] sejak abad ke-5 hingga abad ke-12 M saat digantikan dengan kapal perang layar bergaya Italia. Kapal ini dikembangkan dari basis kapal [[liburna]], yang merupakan andalan angkatan laut [[Romawi Kunp]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dromon&oldid=28439797 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
 
[[Bahasa Inggris Pertengahan]] ''dromond'' dan [[Bahasa Prancis Kuno]] ''dromont'' diturunkan dari kata dromon, dan diartikan sebagai kapal abad pertengahan yang dianggap cukup besar.<ref>''The Shorter Oxford English Dictionary'', 3rd edition, "Dromond".</ref>


== Evolusi dan fitur ==
== Evolusi dan fitur ==
Penampilan dan evolusi kapal perang abad pertengahan selalu diperdebatkan dan hanya berupa dugaan. Sampai saat ini, tidak ada sisa-sisa kapal perang berdayung dari abad pertengahan yang ditemukan, dan informasi harus dikumpulkan dengan menganalisis bukti sastra, gambar-gambar artistik mentah, dan sisa-sisa beberapa kapal dagang (seperti rongsokan Pantano Longarini abad ke-7 dari [[Sisilia]], rongsokan kapal Yassi Ada dari abad ke-7, dan Serçe Limanı dari abad ke-11 di [[Turki]]). Hanya pada tahun 2005-2006 penggalian arkeologi proyek [[Marmaray]] di lokasi Pelabuhan Theodosius (saat ini Yenikapi) menemukan sisa-sisa lebih dari 36 kapal Bizantium dari abad ke-6 sampai abad ke-10, termasuk empat kapal perang layar kecil dari jenis ''galea''.
Penampilan dan evolusi kapal perang abad pertengahan selalu diperdebatkan dan hanya berupa dugaan. Sampai saat ini, tidak ada sisa-sisa kapal perang berdayung dari abad pertengahan yang ditemukan, dan informasi harus dikumpulkan dengan menganalisis bukti sastra, gambar-gambar artistik mentah, dan sisa-sisa beberapa kapal dagang (seperti rongsokan Pantano Longarini abad ke-7 dari [[Sisilia]], rongsokan kapal Yassi Ada dari abad ke-7, dan Serçe Limanı dari abad ke-11 di [[Turki]]). Hanya pada tahun 2005-2006 penggalian arkeologi proyek [[Marmaray]] di lokasi Pelabuhan Theodosius (saat ini Yenikapi) menemukan sisa-sisa lebih dari 36 kapal Bizantium dari abad ke-6 sampai abad ke-10, termasuk empat kapal perang layar kecil dari jenis ''galea''.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dromon&oldid=28439797 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
 
Pendapat umum mengenai perkembangan utama yang membedakan antara dengan dromon awal dengan liburna, dan selanjutnya menjadi ciri kapal perang layar Mediterania, adalah adopsi dari [[geladak]] penuh (katastrōma), ditiadakannya alat penghancur di haluan yang diganti dengan alat pendorong () di atas permukaan air, dan pengenalan bertahap [[layar latin]], yaitu layar segitiga dengan ujung layar bersudut 45 derajat. Alasan yang pasti dari meniadakan alat penghancur (, ) masih belum jelas. Salah satu kemungkinan adalah bahwa perubahan itu terjadi karena evolusi bertahap dari metode kuno yang pertama kali membangun bagian luar [[lambung kapal]] dengan [[purus dan lubang]], lemah terhadap alat penghancur, menjadi metode yang pertama membangun kerangka, yang menghasilkan lambung lebih kuat dan lebih fleksibel, sehingga lebih kuat menahan serangan alat penghancur. Yang pasti pada awal abad ke-7, fungsi awal alat penghancur, yang menurut [[Isidore dari Sevilla]] adalah untuk melindungi kapal dari benturan dengan bebatuan bawah air, telah terlupakan.


Adapun untuk layar latin, beberapa pendapat menyatakan bahwa layar tersebut diperkenalkan ke Mediterania oleh bangsa Arab. Tetapi, penemuan gambar-gambar dan referensi sastra terbaru dalam beberapa dekade terakhir telah menyebabkan para ahli untuk lebih mengutamakan fakta bahwa layar latin awalnya terlihat di [[Levant]] pada akhir [[periode Helenistik]] atau pada awal periode Romawi.
Pendapat umum mengenai perkembangan utama yang membedakan antara dengan dromon awal dengan liburna, dan selanjutnya menjadi ciri kapal perang layar Mediterania, adalah adopsi dari [[geladak]] penuh (katastrōma), ditiadakannya alat penghancur di haluan yang diganti dengan alat pendorong () di atas permukaan air, dan pengenalan bertahap [[layar latin]], yaitu layar segitiga dengan ujung layar bersudut 45 derajat.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dromon&oldid=28439797 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Alasan yang pasti dari meniadakan alat penghancur (, ) masih belum jelas. Salah satu kemungkinan adalah bahwa perubahan itu terjadi karena evolusi bertahap dari metode kuno yang pertama kali membangun bagian luar [[lambung kapal]] dengan [[purus dan lubang]], lemah terhadap alat penghancur, menjadi metode yang pertama membangun kerangka, yang menghasilkan lambung lebih kuat dan lebih fleksibel, sehingga lebih kuat menahan serangan alat penghancur.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dromon&oldid=28439797 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Yang pasti pada awal abad ke-7, fungsi awal alat penghancur, yang menurut [[Isidore dari Sevilla]] adalah untuk melindungi kapal dari benturan dengan bebatuan bawah air, telah terlupakan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dromon&oldid=28439797 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Adapun untuk layar latin, beberapa pendapat menyatakan bahwa layar tersebut diperkenalkan ke Mediterania oleh bangsa Arab. Tetapi, penemuan gambar-gambar dan referensi sastra terbaru dalam beberapa dekade terakhir telah menyebabkan para ahli untuk lebih mengutamakan fakta bahwa layar latin awalnya terlihat di [[Levant]] pada akhir [[periode Helenistik]] atau pada awal periode Romawi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dromon&oldid=28439797 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dromon&oldid=28439797 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dromon&oldid=28439797 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dromon&oldid=28439797 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Dalam [[perang Vandal]], armada [[Belisarius]], sebagaimana yang digambarkan oleh [[Procopius|Procopius dari Caesarea]], terlihat sebagian dilengkapi dengan layar latin, sehingga mungkin pada saat itu latin telah menjadi standar untuk dromon, dan layar persegi mulai tidak digunakan dalam navigasi abad pertengahan. Dromon abad ke-6 adalah kapal yang memiliki satu gundukan ("monoreme") dan kemungkinan 50 dayung, dengan 25 dayung di setiap sisi. Tidak seperti kapal Helenistik, yang menggunakan cadik, dromon memanjang langsung dari lambung. Dromon kemudian memiliki dua gundukan ("bireme") pada abad ke-9 dan 10, Kedua gundukan dayung (''elasiai'') dipisahkan oleh geladak, dengan gundukan dayung pertama berada di bawah dan yang kedua di atas geladak. Para pendayung diharapkan dapat ikut bertarung bersama pasukan di kapal pada saat operasi menaiki kapal.
Dalam [[perang Vandal]], armada [[Belisarius]], sebagaimana yang digambarkan oleh [[Procopius|Procopius dari Caesarea]], terlihat sebagian dilengkapi dengan layar latin, sehingga mungkin pada saat itu latin telah menjadi standar untuk dromon,<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dromon&oldid=28439797 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> dan layar persegi mulai tidak digunakan dalam navigasi abad pertengahan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dromon&oldid=28439797 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Dromon abad ke-6 adalah kapal yang memiliki satu gundukan ("monoreme") dan kemungkinan 50 dayung, dengan 25 dayung di setiap sisi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dromon&oldid=28439797 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Tidak seperti kapal Helenistik, yang menggunakan cadik, dromon memanjang langsung dari lambung.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dromon&oldid=28439797 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Dromon kemudian memiliki dua gundukan ("bireme") pada abad ke-9 dan 10, Kedua gundukan dayung (''elasiai'') dipisahkan oleh geladak, dengan gundukan dayung pertama berada di bawah dan yang kedua di atas geladak. Para pendayung diharapkan dapat ikut bertarung bersama pasukan di kapal pada saat operasi menaiki kapal.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dromon&oldid=28439797 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


== Variasi ==
== Variasi ==
Sumber-sumber tertulis dan dokumen yang ada telah menunjukkan kepada kita bahwa setidaknya terdapat tiga variasi dalam pembangunan dromon, sedangkan hubungan antara dromon dengan ''[[chelandion]]'', istilah yang juga sering dipergunakan, belum bisa dipastikan. Variasi-variasi ini terdiri atas, yang pertama, '''''ousiakon''''' yang dinamai atas kesatuan sebesar satu kompi atau ''[[ousia]]'' yang terdiri dari 100 pelaut. Kapal ini merupakan kapal ‘’galley’’ dua susun dengan susunan terbawah dikhususkan untuk para pendayung sedangkan susunan atas dipakai untuk para pendayung ataupun untuk bertempur ketika diperlukan. Yang kedua adalah '''''pamphylos''''' yang berukuran sedikit lebih besar dengan jumlah awak antara 120 dan 160 pelaut. Yang ketiga adalah dromon yang diawaki oleh 200 orang pelaut: 50 pelaut di susunan terbawah, dan 100 pelaut di susunan atas dan terbagi atas dua lapis, serta dilengkapi oleh 50 orang tentara untuk menjalankan pertempuran.
Sumber-sumber tertulis dan dokumen yang ada telah menunjukkan kepada kita bahwa setidaknya terdapat tiga variasi dalam pembangunan dromon, sedangkan hubungan antara dromon dengan ''[[chelandion]]'', istilah yang juga sering dipergunakan, belum bisa dipastikan. Variasi-variasi ini terdiri atas, yang pertama, '''''ousiakon''''' yang dinamai atas kesatuan sebesar satu kompi atau ''[[ousia]]'' yang terdiri dari 100 pelaut. Kapal ini merupakan kapal ‘’galley’’ dua susun dengan susunan terbawah dikhususkan untuk para pendayung sedangkan susunan atas dipakai untuk para pendayung ataupun untuk bertempur ketika diperlukan. Yang kedua adalah '''''pamphylos''''' yang berukuran sedikit lebih besar dengan jumlah awak antara 120 dan 160 pelaut. Yang ketiga adalah dromon yang diawaki oleh 200 orang pelaut: 50 pelaut di susunan terbawah, dan 100 pelaut di susunan atas dan terbagi atas dua lapis, serta dilengkapi oleh 50 orang tentara untuk menjalankan pertempuran.
Dromon memiliki sebuah menara tengah (''xylokastron'' – Yunani: "istana kayu") dekat [[Tiang (pelayaran)|tiang]] utama, yang dapat digunakan oleh para tentara untuk menembakkan [[panah (senjata)|panah]] atau melontarkan [[lembing]] dan sejenisnya. Dromon terkadang dilengkapi oleh [[penyembur api]] (''siphones'', dan kapal-kapal semacam ini disebut ''siphōnophoroi dromones'') yang menyemburkan [[api Yunani]] dan melontarkan proyektil-proyektil [[katapel]] yang bobotnya dapat mencapai 10&nbsp;kg sejauh 250 meter.
Dromon memiliki sebuah menara tengah (''xylokastron'' – Yunani: "istana kayu") dekat [[Tiang (pelayaran)|tiang]] utama, yang dapat digunakan oleh para tentara untuk menembakkan [[panah (senjata)|panah]] atau melontarkan [[lembing]] dan sejenisnya. Dromon terkadang dilengkapi oleh [[penyembur api]] (''siphones'', dan kapal-kapal semacam ini disebut ''siphōnophoroi dromones'') yang menyemburkan [[api Yunani]] dan melontarkan proyektil-proyektil [[katapel]] yang bobotnya dapat mencapai 10&nbsp;kg sejauh 250 meter.
== Catatan kaki ==


== Referensi ==
== Referensi ==
*
<references />
*
*
*
* [http://cma.soton.ac.uk/HistShip/shlect29.htm History and Archaeology of the Ship: The Byzantine Navy]
*
*


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dromon&oldid=28439797 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28439797 (2025-11-13T03:28:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dromon&oldid=28439797 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28439797 (2025-11-13T03:28:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 04.00

Berkas:Greekfire-madridskylitzes1.jpg
Greekfire-madridskylitzes1

Dromon () adalah salah satu tipe kapal perang layar dan merupakan kapal perang terpenting dalam Angkatan laut Bizantium sejak abad ke-5 hingga abad ke-12 M saat digantikan dengan kapal perang layar bergaya Italia. Kapal ini dikembangkan dari basis kapal liburna, yang merupakan andalan angkatan laut Romawi Kunp.[1]

Bahasa Inggris Pertengahan dromond dan Bahasa Prancis Kuno dromont diturunkan dari kata dromon, dan diartikan sebagai kapal abad pertengahan yang dianggap cukup besar.[2]

Evolusi dan fitur

Penampilan dan evolusi kapal perang abad pertengahan selalu diperdebatkan dan hanya berupa dugaan. Sampai saat ini, tidak ada sisa-sisa kapal perang berdayung dari abad pertengahan yang ditemukan, dan informasi harus dikumpulkan dengan menganalisis bukti sastra, gambar-gambar artistik mentah, dan sisa-sisa beberapa kapal dagang (seperti rongsokan Pantano Longarini abad ke-7 dari Sisilia, rongsokan kapal Yassi Ada dari abad ke-7, dan Serçe Limanı dari abad ke-11 di Turki). Hanya pada tahun 2005-2006 penggalian arkeologi proyek Marmaray di lokasi Pelabuhan Theodosius (saat ini Yenikapi) menemukan sisa-sisa lebih dari 36 kapal Bizantium dari abad ke-6 sampai abad ke-10, termasuk empat kapal perang layar kecil dari jenis galea.[3]

Pendapat umum mengenai perkembangan utama yang membedakan antara dengan dromon awal dengan liburna, dan selanjutnya menjadi ciri kapal perang layar Mediterania, adalah adopsi dari geladak penuh (katastrōma), ditiadakannya alat penghancur di haluan yang diganti dengan alat pendorong () di atas permukaan air, dan pengenalan bertahap layar latin, yaitu layar segitiga dengan ujung layar bersudut 45 derajat.[4] Alasan yang pasti dari meniadakan alat penghancur (, ) masih belum jelas. Salah satu kemungkinan adalah bahwa perubahan itu terjadi karena evolusi bertahap dari metode kuno yang pertama kali membangun bagian luar lambung kapal dengan purus dan lubang, lemah terhadap alat penghancur, menjadi metode yang pertama membangun kerangka, yang menghasilkan lambung lebih kuat dan lebih fleksibel, sehingga lebih kuat menahan serangan alat penghancur.[5] Yang pasti pada awal abad ke-7, fungsi awal alat penghancur, yang menurut Isidore dari Sevilla adalah untuk melindungi kapal dari benturan dengan bebatuan bawah air, telah terlupakan.[6]

Adapun untuk layar latin, beberapa pendapat menyatakan bahwa layar tersebut diperkenalkan ke Mediterania oleh bangsa Arab. Tetapi, penemuan gambar-gambar dan referensi sastra terbaru dalam beberapa dekade terakhir telah menyebabkan para ahli untuk lebih mengutamakan fakta bahwa layar latin awalnya terlihat di Levant pada akhir periode Helenistik atau pada awal periode Romawi.[7][8][9][10]

Dalam perang Vandal, armada Belisarius, sebagaimana yang digambarkan oleh Procopius dari Caesarea, terlihat sebagian dilengkapi dengan layar latin, sehingga mungkin pada saat itu latin telah menjadi standar untuk dromon,[11] dan layar persegi mulai tidak digunakan dalam navigasi abad pertengahan.[12] Dromon abad ke-6 adalah kapal yang memiliki satu gundukan ("monoreme") dan kemungkinan 50 dayung, dengan 25 dayung di setiap sisi.[13] Tidak seperti kapal Helenistik, yang menggunakan cadik, dromon memanjang langsung dari lambung.[14] Dromon kemudian memiliki dua gundukan ("bireme") pada abad ke-9 dan 10, Kedua gundukan dayung (elasiai) dipisahkan oleh geladak, dengan gundukan dayung pertama berada di bawah dan yang kedua di atas geladak. Para pendayung diharapkan dapat ikut bertarung bersama pasukan di kapal pada saat operasi menaiki kapal.[15]

Variasi

Sumber-sumber tertulis dan dokumen yang ada telah menunjukkan kepada kita bahwa setidaknya terdapat tiga variasi dalam pembangunan dromon, sedangkan hubungan antara dromon dengan chelandion, istilah yang juga sering dipergunakan, belum bisa dipastikan. Variasi-variasi ini terdiri atas, yang pertama, ousiakon yang dinamai atas kesatuan sebesar satu kompi atau ousia yang terdiri dari 100 pelaut. Kapal ini merupakan kapal ‘’galley’’ dua susun dengan susunan terbawah dikhususkan untuk para pendayung sedangkan susunan atas dipakai untuk para pendayung ataupun untuk bertempur ketika diperlukan. Yang kedua adalah pamphylos yang berukuran sedikit lebih besar dengan jumlah awak antara 120 dan 160 pelaut. Yang ketiga adalah dromon yang diawaki oleh 200 orang pelaut: 50 pelaut di susunan terbawah, dan 100 pelaut di susunan atas dan terbagi atas dua lapis, serta dilengkapi oleh 50 orang tentara untuk menjalankan pertempuran. Dromon memiliki sebuah menara tengah (xylokastron – Yunani: "istana kayu") dekat tiang utama, yang dapat digunakan oleh para tentara untuk menembakkan panah atau melontarkan lembing dan sejenisnya. Dromon terkadang dilengkapi oleh penyembur api (siphones, dan kapal-kapal semacam ini disebut siphōnophoroi dromones) yang menyemburkan api Yunani dan melontarkan proyektil-proyektil katapel yang bobotnya dapat mencapai 10 kg sejauh 250 meter.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28439797 (2025-11-13T03:28:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.