Lompat ke isi

Oksidasi Swern: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25154353; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Oksidasi Swern''', dinamai dari [[Daniel Swern]], adalah suatu [[reaksi kimia]] di mana [[alkohol]] primer atau sekunder [[oksidasi|teroksidasi]] menjadi suatu [[aldehida]] atau [[keton]] menggunakan [[oksalil klorida]], [[dimetil sulfoksida]] (DMSO) dan basa organik, seperti [[trietilamina]]. Reaksi ini dikenal dengan karakternya yang ringan dan toleransi yang luas pada [[gugus fungsional]].
'''Oksidasi Swern''', dinamai dari [[Daniel Swern]], adalah suatu [[reaksi kimia]] di mana [[alkohol]] primer atau sekunder [[oksidasi|teroksidasi]] menjadi suatu [[aldehida]] atau [[keton]] menggunakan [[oksalil klorida]], [[dimetil sulfoksida]] (DMSO) dan basa organik, seperti [[trietilamina]].<ref>Omura, K.; Swern, D. ''Oxidation of alcohols by "activated" dimethyl sulfoxide. A preparative, steric and mechanistic study''. ''Tetrahedron''. 1978. Vol. 34 (11). hlm. 1651. doi:10.1016/0040-4020(78)80197-5.</ref><ref>Mancuso, A. J.; Brownfain, D. S.; Swern, D. ''Structure of the dimethyl sulfoxide-oxalyl chloride reaction product. Oxidation of heteroaromatic and diverse alcohols to carbonyl compounds''. ''J. Org. Chem''. 1979. Vol. 44 (23). hlm. 4148–4150. doi:10.1021/jo01337a028.</ref><ref>Mancuso, A. J.; Huang, S.-L.; Swern, D. ''Oxidation of long-chain and related alcohols to carbonyls by dimethyl sulfoxide "activated" by oxalyl chloride''. ''J. Org. Chem''. 1978. Vol. 43 (12). hlm. 2480–2482. doi:10.1021/jo00406a041.</ref> Reaksi ini dikenal dengan karakternya yang ringan dan toleransi yang luas pada [[gugus fungsional]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oksidasi+Swern&oldid=25154353 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oksidasi+Swern&oldid=25154353 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oksidasi+Swern&oldid=25154353 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Tojo, G. [https://archive.org/details/oxidationofalcoh0000tojo Oxidation of alcohols to aldehydes and ketones: A guide to current common practice]. Springer. 2006. ISBN 0-387-23607-4.</ref>


 
Produk samping reaksi ini adalah [[dimetil sulfida]] (Me<sub>2</sub>S), [[karbon monoksida]] (CO), [[karbon dioksida]] (CO<sub>2</sub>) dan — ketika [[trietilamina]] digunakan sebagai [[basa]] — trietilamonium klorida (Et<sub>3</sub>NHCl). Dua dari produk samping tersebut, dimetil sulfida dan karbon monoksida, adalah senyawa volatil yang sangat beracun, sehingga reaksi dan pengerjaan perlu dilakukan dalam lemari asam.<ref>Mancuso, A. J.; Swern, D. ''Activated dimethyl sulfoxide: Useful reagents for synthesis''. ''Synthesis''. 1981. Vol. 1981 (03). hlm. 165–185. doi:10.1055/s-1981-29377.</ref><ref>Tidwell, T. T. ''Oxidation of alcohols to carbonyl compounds via alkoxysulfonium ylides: The Moffatt, Swern, and related oxidations''. ''Org. React''. 1990. Vol. 39. hlm. 297–572. doi:10.1002/0471264180.or039.03.</ref><ref>Tidwell, T. T. ''Oxidation of alcohols by activated dimethyl sulfoxide and related reactions: An update''. ''Synthesis''. 1990. Vol. 1990 (10). hlm. 857–870. doi:10.1055/s-1990-27036.</ref>
Produk samping reaksi ini adalah [[dimetil sulfida]] (Me<sub>2</sub>S), [[karbon monoksida]] (CO), [[karbon dioksida]] (CO<sub>2</sub>) dan — ketika [[trietilamina]] digunakan sebagai [[basa]] — trietilamonium klorida (Et<sub>3</sub>NHCl). Dua dari produk samping tersebut, dimetil sulfida dan karbon monoksida, adalah senyawa volatil yang sangat beracun, sehingga reaksi dan pengerjaan perlu dilakukan dalam lemari asam.


== Mekanisme ==
== Mekanisme ==
Tahapan pertama pada reaksi '''oksidasi Swern''' adalah reaksi [[dimetil sulfoksida]] (DMSO) pada suhu rendah, '''1a''', secara formal sebagai kontributor dalam [[Resonansi Molekul|resonansi]] '''1b''', dengan oksalil klorida, '''2'''. [[Zat antara]] pertama, '''3''', secara cepat terurai menghasilkan [[Karbon dioksida|CO<sub>2</sub>]] dan [[Karbon monoksida|CO]] dan memproduksi kloro(dimetil)sulfonium klorida, '''4'''.
Tahapan pertama pada reaksi '''oksidasi Swern''' adalah reaksi [[dimetil sulfoksida]] (DMSO) pada suhu rendah, '''1a''', secara formal sebagai kontributor dalam [[Resonansi Molekul|resonansi]] '''1b''', dengan oksalil klorida, '''2'''. [[Zat antara]] pertama, '''3''', secara cepat terurai menghasilkan [[Karbon dioksida|CO<sub>2</sub>]] dan [[Karbon monoksida|CO]] dan memproduksi kloro(dimetil)sulfonium klorida, '''4'''.


Setelah penambahan alkohol '''5''', kloro(dimetil)sulfonium klorida '''4''' bereaksi dengan alkohol untuk memberi ion intermediet penting alkoksisulfonium, '''6'''. Penambahan minimal 2 ekivalen basa - biasanya [[trietilamina]] - akan [[deprotonasi|mendeprotonasi]] ion alkoksisulfonium untuk menghasilkan [[sulfur]] ilida '''7'''. Dalam [[keadaan transisi]] cincin beranggota-5, sulfur ilida '''7''' terurai untuk menghasilkan dimetil sulfida dan [[keton]] yang diinginkan (atau aldehida) '''8'''.
Setelah penambahan alkohol '''5''', kloro(dimetil)sulfonium klorida '''4''' bereaksi dengan alkohol untuk memberi ion intermediet penting alkoksisulfonium, '''6'''. Penambahan minimal 2 ekivalen basa - biasanya [[trietilamina]] - akan [[deprotonasi|mendeprotonasi]] ion alkoksisulfonium untuk menghasilkan [[sulfur]] ilida '''7'''. Dalam [[keadaan transisi]] cincin beranggota-5, sulfur ilida '''7''' terurai untuk menghasilkan dimetil sulfida dan [[keton]] yang diinginkan (atau aldehida) '''8'''.


== Variasi ==
== Variasi ==
Bila menggunakan oksalil klorida sebagai agen [[dehidrasi]], reaksi harus dijaga lebih dingin dari −60&nbsp;°C untuk menghindari reaksi samping. Dengan [[sianurat klorida]] atau [[anhidrida asam|anhidrida]] trifluoroasetat dan bukan oksalil klorida, reaksi dapat dihangatkan sampai −30&nbsp;°C tanpa reaksi samping. Metode lain untuk mengaktifkan DMSO untuk memulai pembentukan intermediet kunci '''6''' adalah penggunaan [[imida|karbodiimida]] ([[oksidasi Pfitzner–Moffatt]]) dan kompleks piridina-sulfur trioksida ([[oksidasi Parikh-Doering]]). Zat antara '''4''' juga dapat dibuat dari dimetil sulfida dan ''N''-klorosuksinimida ([[oksidasi Corey-Kim]]).
Bila menggunakan oksalil klorida sebagai agen [[dehidrasi]], reaksi harus dijaga lebih dingin dari −60&nbsp;°C untuk menghindari reaksi samping. Dengan [[sianurat klorida]]<ref>http://pubs.acs.org/doi/abs/10.1021/jo015935s De Luca, L.; Giacomelli, G.; Procheddu, A. J. Org. Chem. 2001, 7907.</ref> atau [[anhidrida asam|anhidrida]] trifluoroasetat dan bukan oksalil klorida, reaksi dapat dihangatkan sampai −30&nbsp;°C tanpa reaksi samping. Metode lain untuk mengaktifkan DMSO untuk memulai pembentukan intermediet kunci '''6''' adalah penggunaan [[imida|karbodiimida]] ([[oksidasi Pfitzner–Moffatt]]) dan kompleks piridina-sulfur trioksida ([[oksidasi Parikh-Doering]]). Zat antara '''4''' juga dapat dibuat dari dimetil sulfida dan ''N''-klorosuksinimida ([[oksidasi Corey-Kim]]).


Dalam beberapa kasus, penggunaan [[trietilamina]] sebagai basa dapat menyebabkan epimerisasi di bagian karbon pada karbonil yang baru dibentuk. Menggunakan basa [[diisopropiletilamina]] (''i''Pr<sub>2</sub>NEt, basa Hünig) yang lebih meruah dapat mengurangi reaksi samping tersebut.
Dalam beberapa kasus, penggunaan [[trietilamina]] sebagai basa dapat menyebabkan epimerisasi di bagian karbon pada karbonil yang baru dibentuk. Menggunakan basa [[diisopropiletilamina]] (''i''Pr<sub>2</sub>NEt, basa Hünig) yang lebih meruah dapat mengurangi reaksi samping tersebut.


== Pertimbangan ==
== Pertimbangan ==
[[Dimetil sulfida]], hasil samping oksidasi Swern, adalah salah satu senyawa dengan bau yang paling busuk yang dikenal dalam [[kimia organik]]. [[Kelenjar]] penciuman manusia dapat mendeteksi senyawa ini dalam konsentrasi serendah 0.02-0.1 [[bagian per juta]]. Penanganan sederhana untuk masalah ini adalah untuk membilas [[gelas kimia]] yang digunakan dengan pemutih (biasanya mengandung [[natrium hipoklorit]]), yang akan mengoksidasi dimetil sulfida, yang dapat menghilangkan bau tersebut.
[[Dimetil sulfida]], hasil samping oksidasi Swern, adalah salah satu senyawa dengan bau yang paling busuk yang dikenal dalam [[kimia organik]]. [[Kelenjar]] penciuman manusia dapat mendeteksi senyawa ini dalam konsentrasi serendah 0.02-0.1 [[bagian per juta]].<ref>Morton, T. H. ''Of Molecules and Mind''. Oxford University Press. 2000. hlm. 205–216.</ref> Penanganan sederhana untuk masalah ini adalah untuk membilas [[gelas kimia]] yang digunakan dengan pemutih (biasanya mengandung [[natrium hipoklorit]]), yang akan mengoksidasi dimetil sulfida, yang dapat menghilangkan bau tersebut.
 
Kondisi reaksi memungkinkan oksidasi senyawa yang sensitif terhadap asam, yang mungkin membusuk di bawah kondisi asam pada metode tradisional seperti [[oksidasi Jones]]. Misalnya, dalam sintesis Thompson & Heathcock pada [[seskuiterpena]] isovelleral, tahapan akhir menggunakan protokol Swern, untuk menghindari [[reaksi penataan ulang|penataan]] pada bagian siklopropanametanol yang sensitif terhadap asam.


Kondisi reaksi memungkinkan oksidasi senyawa yang sensitif terhadap asam, yang mungkin membusuk di bawah kondisi asam pada metode tradisional seperti [[oksidasi Jones]]. Misalnya, dalam sintesis Thompson & Heathcock pada [[seskuiterpena]] isovelleral,<ref>S. K. Thompson. ''Total synthesis of some marasmane and lactarane sesquiterpenes''. ''J. Org. Chem''. 1992. Vol. 57 (22). hlm. 5979–5989. doi:10.1021/jo00048a036.</ref> tahapan akhir menggunakan protokol Swern, untuk menghindari [[reaksi penataan ulang|penataan]] pada bagian siklopropanametanol yang sensitif terhadap asam.


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 27: Baris 23:
* [[Oksidasi Corey-Kim]]
* [[Oksidasi Corey-Kim]]
* [[Oksidasi Pfitzner–Moffatt]]
* [[Oksidasi Pfitzner–Moffatt]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [https://www.organic-chemistry.org/namedreactions/swern-oxidation.shtm Organic Chemistry Portal]
* [https://www.organic-chemistry.org/namedreactions/swern-oxidation.shtm Organic Chemistry Portal]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oksidasi+Swern&oldid=25154353 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25154353 (2024-01-11T01:30:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oksidasi+Swern&oldid=25154353 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25154353 (2024-01-11T01:30:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 04.01

Oksidasi Swern, dinamai dari Daniel Swern, adalah suatu reaksi kimia di mana alkohol primer atau sekunder teroksidasi menjadi suatu aldehida atau keton menggunakan oksalil klorida, dimetil sulfoksida (DMSO) dan basa organik, seperti trietilamina.[1][2][3] Reaksi ini dikenal dengan karakternya yang ringan dan toleransi yang luas pada gugus fungsional.[4][5][6][7]

Produk samping reaksi ini adalah dimetil sulfida (Me2S), karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2) dan — ketika trietilamina digunakan sebagai basa — trietilamonium klorida (Et3NHCl). Dua dari produk samping tersebut, dimetil sulfida dan karbon monoksida, adalah senyawa volatil yang sangat beracun, sehingga reaksi dan pengerjaan perlu dilakukan dalam lemari asam.[8][9][10]

Mekanisme

Tahapan pertama pada reaksi oksidasi Swern adalah reaksi dimetil sulfoksida (DMSO) pada suhu rendah, 1a, secara formal sebagai kontributor dalam resonansi 1b, dengan oksalil klorida, 2. Zat antara pertama, 3, secara cepat terurai menghasilkan CO2 dan CO dan memproduksi kloro(dimetil)sulfonium klorida, 4.

Setelah penambahan alkohol 5, kloro(dimetil)sulfonium klorida 4 bereaksi dengan alkohol untuk memberi ion intermediet penting alkoksisulfonium, 6. Penambahan minimal 2 ekivalen basa - biasanya trietilamina - akan mendeprotonasi ion alkoksisulfonium untuk menghasilkan sulfur ilida 7. Dalam keadaan transisi cincin beranggota-5, sulfur ilida 7 terurai untuk menghasilkan dimetil sulfida dan keton yang diinginkan (atau aldehida) 8.

Variasi

Bila menggunakan oksalil klorida sebagai agen dehidrasi, reaksi harus dijaga lebih dingin dari −60 °C untuk menghindari reaksi samping. Dengan sianurat klorida[11] atau anhidrida trifluoroasetat dan bukan oksalil klorida, reaksi dapat dihangatkan sampai −30 °C tanpa reaksi samping. Metode lain untuk mengaktifkan DMSO untuk memulai pembentukan intermediet kunci 6 adalah penggunaan karbodiimida (oksidasi Pfitzner–Moffatt) dan kompleks piridina-sulfur trioksida (oksidasi Parikh-Doering). Zat antara 4 juga dapat dibuat dari dimetil sulfida dan N-klorosuksinimida (oksidasi Corey-Kim).

Dalam beberapa kasus, penggunaan trietilamina sebagai basa dapat menyebabkan epimerisasi di bagian karbon pada karbonil yang baru dibentuk. Menggunakan basa diisopropiletilamina (iPr2NEt, basa Hünig) yang lebih meruah dapat mengurangi reaksi samping tersebut.

Pertimbangan

Dimetil sulfida, hasil samping oksidasi Swern, adalah salah satu senyawa dengan bau yang paling busuk yang dikenal dalam kimia organik. Kelenjar penciuman manusia dapat mendeteksi senyawa ini dalam konsentrasi serendah 0.02-0.1 bagian per juta.[12] Penanganan sederhana untuk masalah ini adalah untuk membilas gelas kimia yang digunakan dengan pemutih (biasanya mengandung natrium hipoklorit), yang akan mengoksidasi dimetil sulfida, yang dapat menghilangkan bau tersebut.

Kondisi reaksi memungkinkan oksidasi senyawa yang sensitif terhadap asam, yang mungkin membusuk di bawah kondisi asam pada metode tradisional seperti oksidasi Jones. Misalnya, dalam sintesis Thompson & Heathcock pada seskuiterpena isovelleral,[13] tahapan akhir menggunakan protokol Swern, untuk menghindari penataan pada bagian siklopropanametanol yang sensitif terhadap asam.

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Omura, K.; Swern, D. Oxidation of alcohols by "activated" dimethyl sulfoxide. A preparative, steric and mechanistic study. Tetrahedron. 1978. Vol. 34 (11). hlm. 1651. doi:10.1016/0040-4020(78)80197-5.
  2. Mancuso, A. J.; Brownfain, D. S.; Swern, D. Structure of the dimethyl sulfoxide-oxalyl chloride reaction product. Oxidation of heteroaromatic and diverse alcohols to carbonyl compounds. J. Org. Chem. 1979. Vol. 44 (23). hlm. 4148–4150. doi:10.1021/jo01337a028.
  3. Mancuso, A. J.; Huang, S.-L.; Swern, D. Oxidation of long-chain and related alcohols to carbonyls by dimethyl sulfoxide "activated" by oxalyl chloride. J. Org. Chem. 1978. Vol. 43 (12). hlm. 2480–2482. doi:10.1021/jo00406a041.
  4. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  5. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  6. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  7. Tojo, G. Oxidation of alcohols to aldehydes and ketones: A guide to current common practice. Springer. 2006. ISBN 0-387-23607-4.
  8. Mancuso, A. J.; Swern, D. Activated dimethyl sulfoxide: Useful reagents for synthesis. Synthesis. 1981. Vol. 1981 (03). hlm. 165–185. doi:10.1055/s-1981-29377.
  9. Tidwell, T. T. Oxidation of alcohols to carbonyl compounds via alkoxysulfonium ylides: The Moffatt, Swern, and related oxidations. Org. React. 1990. Vol. 39. hlm. 297–572. doi:10.1002/0471264180.or039.03.
  10. Tidwell, T. T. Oxidation of alcohols by activated dimethyl sulfoxide and related reactions: An update. Synthesis. 1990. Vol. 1990 (10). hlm. 857–870. doi:10.1055/s-1990-27036.
  11. http://pubs.acs.org/doi/abs/10.1021/jo015935s De Luca, L.; Giacomelli, G.; Procheddu, A. J. Org. Chem. 2001, 7907.
  12. Morton, T. H. Of Molecules and Mind. Oxford University Press. 2000. hlm. 205–216.
  13. S. K. Thompson. Total synthesis of some marasmane and lactarane sesquiterpenes. J. Org. Chem. 1992. Vol. 57 (22). hlm. 5979–5989. doi:10.1021/jo00048a036.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25154353 (2024-01-11T01:30:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.