Lompat ke isi

KRI Siwar (646): Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27212295; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''KRI Siwar (646)''' adalah sebuah [[kapal cepat rudal]] yang dimiliki [[TNI Angkatan Laut]] Republik Indonesia. Nama Siwar diambil dari senjata tradisional khas Sumatra yang menyerupai golok panjang dengan salah tajam di satu sisinya. Nama Siwat disematkan dalam kapal ini dengan harapan seluruh prajurit KRI Siwar-646 mampu menyelesaikan masalah dengan baik, cepat dan tajam serta menerapkan nilai keindahan, ketekunan, ketelitihan dan kesabaran dalam kehidupan sehari-hari. Kapal cepat rudal ini merupakan keluaran 27 September 2014 dan diresmikan oleh [[Daftar Menteri Pertahanan Indonesia|Menteri Pertahanan]] saat itu, [[Purnomo Yusgiantoro]], bersamaan dengan [[KRI Surik (645)|KRI Surik-645]], [[KRI Parang (647)|KRI Parang-647,]] [[KRI Terapang (648)|KRI Terapang-648]] dan [[KRI Sidat (851)|KRI Sidat-851]].
'''KRI Siwar (646)''' adalah sebuah [[kapal cepat rudal]] yang dimiliki [[TNI Angkatan Laut]] Republik Indonesia. Nama Siwar diambil dari senjata tradisional<ref>Masriadi. [https://regional.kompas.com/read/2019/06/23/09330331/mengenal-kri-siwar-646-kapal-cepat-rudal-yang-amankan-selat-malaka?page=all. Mengenal KRI Siwar 646, Kapal Cepat Rudal yang Amankan Selat Malaka]. ''Kompas.com''. 23 Juni 2019.</ref> khas Sumatra yang menyerupai golok panjang dengan salah tajam di satu sisinya.<ref>[https://sumeks.co/kri-siwar-646-pulang-kampung/ KRI Siwar-646 Pulang Kampung]. ''sumeks.co''. 16 Agustus 2019.</ref> Nama Siwat disematkan dalam kapal ini dengan harapan seluruh prajurit KRI Siwar-646 mampu menyelesaikan masalah dengan baik, cepat dan tajam serta menerapkan nilai keindahan, ketekunan, ketelitihan dan kesabaran dalam kehidupan sehari-hari.<ref>Syamsul Anwar Khoemaeni. [https://nasional.okezone.com/read/2015/08/02/337/1189136/filosofi-penamaan-tiga-kapal-perang-terbaru-milik-tni-al Filosofi Penamaan Tiga Kapal Perang Terbaru Milik TNI AL]. ''Okezone.com''. 2 Agustus 2015.</ref> Kapal cepat rudal ini merupakan keluaran 27 September 2014<ref>[https://jateng.tribunnews.com/2019/06/23/inilah-kri-siwar-646-pengawas-yang-taktis-dan-mematikan-milik-tni-al-di-selat-malaka Inilah KRI Siwar 646, Pengawas yang Taktis dan Mematikan Milik TNI AL di Selat Malaka]. ''Tribunnews.com''. jateng.tribunnews.com. 23 Juni 2019.</ref> dan diresmikan oleh [[Daftar Menteri Pertahanan Indonesia|Menteri Pertahanan]] saat itu, [[Purnomo Yusgiantoro]], bersamaan dengan [[KRI Surik (645)|KRI Surik-645]], [[KRI Parang (647)|KRI Parang-647,]] [[KRI Terapang (648)|KRI Terapang-648]] dan [[KRI Sidat (851)|KRI Sidat-851]].<ref>[https://www.jpnn.com/news/menhan-resmikan-5-kri-baru-buatan-batam Menhan Resmikan 5 KRI Baru Buatan Batam]. ''JPNN.com''. 28 September 2014.</ref>


KRI Siwar 646 yang memiliki bobot 250 ton dengan panjang 44 meter dan lebar 7,40 meter adalah buatan PT Palindo Marine Industries, Batam. KRI Siwar 646 beroperasi mengawasi laut di Selat Malaka bekerjasama dengan para nelayan sekitar. Kapal ini menjadi salah satu andalan di gugus tempur laut Koarmada Satu TNI AL Indonesia. Di bagian belakang kapal lantai satu, terdapat dua rudal yang siap diluncurkan dan tiga meriam.
KRI Siwar 646 yang memiliki bobot 250 ton dengan panjang 44 meter dan lebar 7,40 meter adalah buatan PT Palindo Marine Industries, Batam. KRI Siwar 646 beroperasi mengawasi laut di Selat Malaka bekerjasama dengan para nelayan sekitar.<ref>[https://jateng.tribunnews.com/2019/06/23/inilah-kri-siwar-646-pengawas-yang-taktis-dan-mematikan-milik-tni-al-di-selat-malaka Inilah KRI Siwar 646, Pengawas yang Taktis dan Mematikan Milik TNI AL di Selat Malaka]. ''Tribunnews.com''. jateng.tribunnews.com. 23 Juni 2019.</ref> Kapal ini menjadi salah satu andalan di gugus tempur laut Koarmada Satu TNI AL Indonesia. Di bagian belakang kapal lantai satu, terdapat dua rudal yang siap diluncurkan dan tiga meriam.<ref>Masriadi. [https://regional.kompas.com/read/2019/06/23/09330331/mengenal-kri-siwar-646-kapal-cepat-rudal-yang-amankan-selat-malaka?page=all. Mengenal KRI Siwar 646, Kapal Cepat Rudal yang Amankan Selat Malaka]. ''Kompas.com''. 23 Juni 2019.</ref>


KRI Siwar menangkap Kapal MV Vox Maxima berbendera Belanda yang membuang limbah di perairan Pulau Galang, Bintan, Kepulauan Riau pada 8 April 2019.
KRI Siwar menangkap Kapal MV Vox Maxima berbendera Belanda yang membuang limbah di perairan Pulau Galang, Bintan, Kepulauan Riau pada 8 April 2019.<ref>Hadi Maulana. [https://regional.kompas.com/read/2019/04/10/19244691/buang-limbah-di-galang-kri-siwar-646-amankan-kapal-berbendera-belanda. Buang Limbah di Galang, KRI Siwar-646 Amankan Kapal Berbendera Belanda]. ''Kompas.com''. 10 April 2019.</ref><ref>[https://daerah.sindonews.com/read/1394612/174/kapal-perang-kri-siwar-646-tangkap-kapal-belanda-di-perairan-bintan-1554892704 Kapal Perang KRI Siwar-646 Tangkap Kapal Belanda di Perairan Bintan]. ''Sindonews.com''. sindonews.com. 10 April 2019.</ref>


== Misi-misi ==
== Misi-misi ==
Beberapa misi yang pernah dilakukan oleh KRI Siwar (646) antara lain:
Beberapa misi yang pernah dilakukan oleh KRI Siwar (646) antara lain:
 
{| class="wikitable"
!Tanggal
!Misi
!Komandan
|-
|4 Mei 2017
|Menemukan Kapal Yacht Sunrise berbendera Singapura yang dilaporkan hilang kontak sejak 2 Mei 2017. Kapal ini merupakan rombongan dari tiga kapal lain yang dilaporkan terpisah.<ref>[https://kepritoday.com/kri-siwar-646-akhirnya-temukan-yacht-sunrise-milik-singapura-yang-sempat-hilang/ KRI Siwar-646 Akhirnya Temukan Yacht Sunrise Milik Singapura Yang Sempat Hilang]. ''Kepritoday''. 4 Mei 2017.</ref>
|–
|-
|8 April 2019
|Mengamankan kapal berbendera Belanda yang membuang limbah di perairan [[Kota Batam|Batam]]<ref>Hadi Maulana. [https://regional.kompas.com/read/2019/04/10/19244691/buang-limbah-di-galang-kri-siwar-646-amankan-kapal-berbendera-belanda. Buang Limbah di Galang, KRI Siwar-646 Amankan Kapal Berbendera Belanda]. ''Kompas.com''. kompas.com. 10 April 2019.</ref>
|–
|-
|11 Juli 2019
|Melaksanakan pengejaran, penangkapan, dan penyelidikan yang dilanjutkan dengan peran pemeriksaan dan penggeledehan terhadap muatan, dokumen, dan ABK kapal isap pasir di perairan Pulau Rangsang, [[Riau]]<ref>[https://dnewsradio.com/kri-siwar-646-tangkap-kapal-isap-pasir-di-perairan-pulau-rangsang/ KRI Siwar-646 Tangkap Kapal Isap Pasir Di Perairan Pulau Rangsang]. ''D News Radio''. 15 Juli 2019.</ref>
|Mayor Laut (P) Ricky Intriadi, S.E., M.Tr.Opsla.
|-
|16 Maret 2020
|Menggagalkan upaya perompakan terhadap Kapal Motor Vessel (MV) Sam Jaguar berbendera Liberia di sekitar perairan Nipah, [[Kepulauan Riau]]<ref>[http://kepri.haluan.co/2020/03/16/guskamla-koarmada-i-bekuk-perompak-mv-sam-jaguar/ Guskamla Koarmada I Bekuk Perompak MV Sam Jaguar]. ''kepri.haluan.co''.</ref>
|–
|}


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=KRI+Siwar+%28646%29&oldid=27212295 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27212295 (2025-05-01T00:38:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=KRI+Siwar+%28646%29&oldid=27212295 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27212295 (2025-05-01T00:38:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 04.04

KRI Siwar (646) adalah sebuah kapal cepat rudal yang dimiliki TNI Angkatan Laut Republik Indonesia. Nama Siwar diambil dari senjata tradisional[1] khas Sumatra yang menyerupai golok panjang dengan salah tajam di satu sisinya.[2] Nama Siwat disematkan dalam kapal ini dengan harapan seluruh prajurit KRI Siwar-646 mampu menyelesaikan masalah dengan baik, cepat dan tajam serta menerapkan nilai keindahan, ketekunan, ketelitihan dan kesabaran dalam kehidupan sehari-hari.[3] Kapal cepat rudal ini merupakan keluaran 27 September 2014[4] dan diresmikan oleh Menteri Pertahanan saat itu, Purnomo Yusgiantoro, bersamaan dengan KRI Surik-645, KRI Parang-647, KRI Terapang-648 dan KRI Sidat-851.[5]

KRI Siwar 646 yang memiliki bobot 250 ton dengan panjang 44 meter dan lebar 7,40 meter adalah buatan PT Palindo Marine Industries, Batam. KRI Siwar 646 beroperasi mengawasi laut di Selat Malaka bekerjasama dengan para nelayan sekitar.[6] Kapal ini menjadi salah satu andalan di gugus tempur laut Koarmada Satu TNI AL Indonesia. Di bagian belakang kapal lantai satu, terdapat dua rudal yang siap diluncurkan dan tiga meriam.[7]

KRI Siwar menangkap Kapal MV Vox Maxima berbendera Belanda yang membuang limbah di perairan Pulau Galang, Bintan, Kepulauan Riau pada 8 April 2019.[8][9]

Misi-misi

Beberapa misi yang pernah dilakukan oleh KRI Siwar (646) antara lain:

Tanggal Misi Komandan
4 Mei 2017 Menemukan Kapal Yacht Sunrise berbendera Singapura yang dilaporkan hilang kontak sejak 2 Mei 2017. Kapal ini merupakan rombongan dari tiga kapal lain yang dilaporkan terpisah.[10]
8 April 2019 Mengamankan kapal berbendera Belanda yang membuang limbah di perairan Batam[11]
11 Juli 2019 Melaksanakan pengejaran, penangkapan, dan penyelidikan yang dilanjutkan dengan peran pemeriksaan dan penggeledehan terhadap muatan, dokumen, dan ABK kapal isap pasir di perairan Pulau Rangsang, Riau[12] Mayor Laut (P) Ricky Intriadi, S.E., M.Tr.Opsla.
16 Maret 2020 Menggagalkan upaya perompakan terhadap Kapal Motor Vessel (MV) Sam Jaguar berbendera Liberia di sekitar perairan Nipah, Kepulauan Riau[13]

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27212295 (2025-05-01T00:38:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.