Saraf fasialis: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28593266; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Saraf fasialis''' adalah [[saraf kranial]]is ke-7 berperan besar dalam mengatur ekspresi dan indra perasa di kulit wajah manusia. Saraf fasialis memiliki 2 komponen utama. Komponen yang lebih besar merupakan murni saraf motorik dan berperan dalam persarafan otot [[ekspresi wajah]]. Komponen ini yang merupakan saraf fasialis sesungguhnya. Akan tetapi sepanjang perjalanan komponen besar terdapat komponen yang lebih tipis yang disebut saraf intermedius. Saraf intermedius mengandung serabut saraf viseral dan serabut aferen somatis. | [[File:Cranial_nerve_VII.svg|thumb|right|280px|Cranial nerve VII]] | ||
'''Saraf fasialis''' adalah [[saraf kranial]]is ke-7 berperan besar dalam mengatur ekspresi dan indra perasa di kulit wajah manusia. Saraf fasialis memiliki 2 komponen utama. Komponen yang lebih besar merupakan murni saraf motorik dan berperan dalam persarafan otot [[ekspresi wajah]]. Komponen ini yang merupakan saraf fasialis sesungguhnya. Akan tetapi sepanjang perjalanan komponen besar terdapat komponen yang lebih tipis yang disebut saraf intermedius. Saraf intermedius mengandung serabut saraf viseral dan serabut aferen somatis.<ref>M Baehr and M Frotscher. ''Duus' Topical Diagnosis in Neurology''. Thieme. 2005.</ref> | |||
== Fungsi == | == Fungsi == | ||
Saraf fasialis utamanya berperan dalam memasok impuls untuk otot-otot ekspresi wajah. Disamping itu saraf fasialis juga berfungsi sebagai: | Saraf fasialis utamanya berperan dalam memasok impuls untuk otot-otot ekspresi wajah. Disamping itu saraf fasialis juga berfungsi sebagai: | ||
• Penyalur sensasi dari bagian anterior lidah dan rongga mulut | • Penyalur sensasi dari bagian anterior lidah dan rongga mulut | ||
• Melalui persarafan parasimpatis saraf facialis, kelenjar saliva,lakrimal, hidung dan kelenjar palatina bisa menghasilkan sekret | • Melalui persarafan parasimpatis saraf facialis, kelenjar saliva,lakrimal, hidung dan kelenjar palatina bisa menghasilkan sekret <ref>STANLEY MONKHOUSE MA, MB, BChir, PhD. ''Cranial Nerve Functional Anatomy''. Cambridge University Press. 2006.</ref> | ||
== Letak == | == Letak == | ||
Saraf fasialis berasal dari sudut cerebellopontine - bagian lateral dari persimpangan pontomedullary | Saraf fasialis berasal dari sudut cerebellopontine - bagian lateral dari persimpangan pontomedullary | ||
• Memiliki dua akar saraf yang berdekatan yakni ''motor'' ''root'' (lebih besar, lebih medial)dan saraf | • Memiliki dua akar saraf yang berdekatan yakni ''motor'' ''root'' (lebih besar, lebih medial)dan saraf | ||
intermedius (lebih kecil, lebih lateral) - disebut saraf intermedius karena ditemukan di antara dua saraf yang lebih besar (akar utama VII dan VIII). Nervus intermedius memiliki serat parasimpatis dan sensorik dan yang awalnya merupakan bagian dari saraf VIII. | intermedius (lebih kecil, lebih lateral) - disebut saraf intermedius karena ditemukan di antara dua saraf yang lebih besar (akar utama VII dan VIII). Nervus intermedius memiliki serat parasimpatis dan sensorik dan yang awalnya merupakan bagian dari saraf VIII.<ref>STANLEY MONKHOUSE MA, MB, BChir, PhD. ''Cranial Nerve Functional Anatomy''. Cambridge University Press. 2006.</ref> | ||
== Kelainan Saraf Fasialis == | == Kelainan Saraf Fasialis == | ||
# Penyakit Parotis | # Penyakit Parotis | ||
[[Tumor]] parotis, trauma atau operasi parotis dapat merusak cabang dari saraf fasialis. Hal ini akan mengakibatkan palsy wajah ipsilateral(satu sisi) dan kehilangan fungsi fungsionalnya. Sejauh ini tidak ada pasien yang dapat pulih sempurna dari kondisi ini. | [[Tumor]] parotis, trauma atau operasi parotis dapat merusak cabang dari saraf fasialis. Hal ini akan mengakibatkan palsy wajah ipsilateral(satu sisi) dan kehilangan fungsi fungsionalnya. Sejauh ini tidak ada pasien yang dapat pulih sempurna dari kondisi ini. | ||
# Gangguang pada [[otot]] Stapedius: ''hyperacusis'' | # Gangguang pada [[otot]] Stapedius: ''hyperacusis''<ref>STANLEY MONKHOUSE MA, MB, BChir, PhD. ''Cranial Nerve Functional Anatomy''. Cambridge University Press. 2006.</ref> | ||
Disfungsi dari otot terkecil diakibatkan oleh saraf fasialis dapat menyebabkan gejala yang menyedihkan. Otot stapedius mengatur gerakan dari rantai tulang pendengaran dan jika tidak aktif, suara akan menyimpang dan bergema yang diswebut kelainan ''hyperacusis'' | Disfungsi dari otot terkecil diakibatkan oleh saraf fasialis dapat menyebabkan gejala yang menyedihkan. Otot stapedius mengatur gerakan dari rantai tulang pendengaran dan jika tidak aktif, suara akan menyimpang dan bergema yang diswebut kelainan ''hyperacusis''<ref>STANLEY MONKHOUSE MA, MB, BChir, PhD. ''Cranial Nerve Functional Anatomy''. Cambridge University Press. 2006.</ref> | ||
# Bell palsy | # Bell palsy | ||
Merupakan kelainan yang sering dijumpai akibat kerusakan saraf fasialis, biasa disebut facial palsy. [[Etiologi]] sebenarnya hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi beberapa faktor seperti spasme [[pembuluh darah]] arteri di kanal wajah yang memasok nutrisi dari saraf fasialis ataupun [[Radang|peradangan]] dan pembengkakan saraf dalam kanal tulang kemungkinan bertanggung jawab terhadap kondisi ini. | Merupakan kelainan yang sering dijumpai akibat kerusakan saraf fasialis, biasa disebut facial palsy. [[Etiologi]] sebenarnya hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi beberapa faktor seperti spasme [[pembuluh darah]] arteri di kanal wajah yang memasok nutrisi dari saraf fasialis ataupun [[Radang|peradangan]] dan pembengkakan saraf dalam kanal tulang kemungkinan bertanggung jawab terhadap kondisi ini.<ref>STANLEY MONKHOUSE MA, MB, BChir, PhD. ''Cranial Nerve Functional Anatomy''. Cambridge University Press. 2006.</ref> | ||
== Gambar tambahan == | == Gambar tambahan == | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Saraf aksesorius]] | * [[Saraf aksesorius]] | ||
* [[Saraf okulomotor]] | * [[Saraf okulomotor]] | ||
| Baris 28: | Baris 27: | ||
* [[Saraf vagus]] | * [[Saraf vagus]] | ||
* [[Saraf vestibulokoklear]] | * [[Saraf vestibulokoklear]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* | |||
* | |||
* [http://www.med.harvard.edu/AANLIB/cases/caseM/mr1_t/015.html position of facial nerve on MRI] | * [http://www.med.harvard.edu/AANLIB/cases/caseM/mr1_t/015.html position of facial nerve on MRI] | ||
* [http://www.neuro.wustl.edu/neuromuscular/pathol/diagrams/viianat.htm WUSTL - map] | * [http://www.neuro.wustl.edu/neuromuscular/pathol/diagrams/viianat.htm WUSTL - map] | ||
* [http://www.rahulgladwin.com/noteblog/neurology/facial-nerve.php Notes on Facial Nerve] | * [http://www.rahulgladwin.com/noteblog/neurology/facial-nerve.php Notes on Facial Nerve] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Saraf+fasialis&oldid=28593266 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28593266 (2025-11-21T20:13:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 04.04

Saraf fasialis adalah saraf kranialis ke-7 berperan besar dalam mengatur ekspresi dan indra perasa di kulit wajah manusia. Saraf fasialis memiliki 2 komponen utama. Komponen yang lebih besar merupakan murni saraf motorik dan berperan dalam persarafan otot ekspresi wajah. Komponen ini yang merupakan saraf fasialis sesungguhnya. Akan tetapi sepanjang perjalanan komponen besar terdapat komponen yang lebih tipis yang disebut saraf intermedius. Saraf intermedius mengandung serabut saraf viseral dan serabut aferen somatis.[1]
Fungsi
Saraf fasialis utamanya berperan dalam memasok impuls untuk otot-otot ekspresi wajah. Disamping itu saraf fasialis juga berfungsi sebagai: • Penyalur sensasi dari bagian anterior lidah dan rongga mulut • Melalui persarafan parasimpatis saraf facialis, kelenjar saliva,lakrimal, hidung dan kelenjar palatina bisa menghasilkan sekret [2]
Letak
Saraf fasialis berasal dari sudut cerebellopontine - bagian lateral dari persimpangan pontomedullary • Memiliki dua akar saraf yang berdekatan yakni motor root (lebih besar, lebih medial)dan saraf intermedius (lebih kecil, lebih lateral) - disebut saraf intermedius karena ditemukan di antara dua saraf yang lebih besar (akar utama VII dan VIII). Nervus intermedius memiliki serat parasimpatis dan sensorik dan yang awalnya merupakan bagian dari saraf VIII.[3]
Kelainan Saraf Fasialis
- Penyakit Parotis
Tumor parotis, trauma atau operasi parotis dapat merusak cabang dari saraf fasialis. Hal ini akan mengakibatkan palsy wajah ipsilateral(satu sisi) dan kehilangan fungsi fungsionalnya. Sejauh ini tidak ada pasien yang dapat pulih sempurna dari kondisi ini.
Disfungsi dari otot terkecil diakibatkan oleh saraf fasialis dapat menyebabkan gejala yang menyedihkan. Otot stapedius mengatur gerakan dari rantai tulang pendengaran dan jika tidak aktif, suara akan menyimpang dan bergema yang diswebut kelainan hyperacusis[5]
- Bell palsy
Merupakan kelainan yang sering dijumpai akibat kerusakan saraf fasialis, biasa disebut facial palsy. Etiologi sebenarnya hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi beberapa faktor seperti spasme pembuluh darah arteri di kanal wajah yang memasok nutrisi dari saraf fasialis ataupun peradangan dan pembengkakan saraf dalam kanal tulang kemungkinan bertanggung jawab terhadap kondisi ini.[6]
Gambar tambahan
Lihat pula
Pranala luar
Referensi
- ↑ M Baehr and M Frotscher. Duus' Topical Diagnosis in Neurology. Thieme. 2005.
- ↑ STANLEY MONKHOUSE MA, MB, BChir, PhD. Cranial Nerve Functional Anatomy. Cambridge University Press. 2006.
- ↑ STANLEY MONKHOUSE MA, MB, BChir, PhD. Cranial Nerve Functional Anatomy. Cambridge University Press. 2006.
- ↑ STANLEY MONKHOUSE MA, MB, BChir, PhD. Cranial Nerve Functional Anatomy. Cambridge University Press. 2006.
- ↑ STANLEY MONKHOUSE MA, MB, BChir, PhD. Cranial Nerve Functional Anatomy. Cambridge University Press. 2006.
- ↑ STANLEY MONKHOUSE MA, MB, BChir, PhD. Cranial Nerve Functional Anatomy. Cambridge University Press. 2006.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28593266 (2025-11-21T20:13:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.