Lompat ke isi

Jenang kapal: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22468791; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:


==Sejarah==
==Sejarah==
Jenang kapal adalah jabatan [[bintara tinggi]] di Angkatan Laut Britania Raya mulai awal abad ke-14 hingga tahun 1852. Pengembangan sistem bintara tinggi dimulai pada tahun 1040, saat [[Cinque Ports|lima pelabuhan di Inggris]] mulai melengkapi kapal perang untuk [[Edward sang Pengaku]] sebagai imbalan atas keistimewaan tertentu. Mereka juga melengkapi awak kapal, yang perwiranya meliputi [[nakhoda]], [[bosun]], [[tukang kayu]], dan [[koki kepala|koki]]. Kemudian perwira tersebut "dijamin" oleh [[Kantor Angkatan Laut]]. Jenang kapal tidak mendapat gaji, tetapi mendapat sebagian dari laba yang dihasilkan oleh kerjanya. Jenang kapal pun ikut berlayar dan menjadi perwira angkatan laut. Jenang kapal tetap berada di kapal saat berlabuh, dan bertugas sebagai pengawas perbaikan.
Jenang kapal adalah jabatan [[bintara tinggi]] di Angkatan Laut Britania Raya mulai awal abad ke-14 hingga tahun 1852. Pengembangan sistem bintara tinggi dimulai pada tahun 1040, saat [[Cinque Ports|lima pelabuhan di Inggris]] mulai melengkapi kapal perang untuk [[Edward sang Pengaku]] sebagai imbalan atas keistimewaan tertentu. Mereka juga melengkapi awak kapal, yang perwiranya meliputi [[nakhoda]], [[bosun]], [[tukang kayu]], dan [[koki kepala|koki]]. Kemudian perwira tersebut "dijamin" oleh [[Kantor Angkatan Laut]]. Jenang kapal tidak mendapat gaji, tetapi mendapat sebagian dari laba yang dihasilkan oleh kerjanya.<ref>[http://www.hmsrichmond.org/avast/customs.htm Royal Navy Customs and Traditions]</ref> Jenang kapal pun ikut berlayar dan menjadi perwira angkatan laut. Jenang kapal tetap berada di kapal saat berlabuh, dan bertugas sebagai pengawas perbaikan.<ref>Naval Historical Center. [http://www.history.navy.mil/trivia/triv4-5b.htm Why is the Colonel Called "Kernal"? The Origin of the Ranks and Rank Insignia Now Used by the United States Armed Forces]. United States Navy. 2005-07-20.</ref>


Jenang kapal juga bertanggung jawab atas makanan, minuman, pakaian, tempat tidur, dan lampu. Jenang kapal biasanya akan meminta komisi sebesar 5% dari pemasok, dan akan menagih biaya tertentu kepada awak kapal yang mengkonsumsi pasokan tersebut. Jenang kapal tidak bertugas membayar pasokan, tetapi ia harus mencatatnya, karena awak kapal harus membayar semua pasokan yang mereka konsumsi. Pembayaran tersebut dilakukan dengan memotong gaji awak kapal. Jenang kapal membeli apapun (kecuali makanan dan minuman) secara kredit, sehingga dapat disebut sebagai pedagang di atas kapal. Selain tugas resminya, jenang kapal biasanya juga bertugas sebagai pedagang barang mewah di atas kapal, seperti tembakau, dan menjadi bank bagi awak kapal.
Jenang kapal juga bertanggung jawab atas makanan, minuman, pakaian, tempat tidur, dan lampu.<ref>Naval Historical Center. [http://www.history.navy.mil/trivia/triv4-5b.htm Why is the Colonel Called "Kernal"? The Origin of the Ranks and Rank Insignia Now Used by the United States Armed Forces]. United States Navy. 2005-07-20.</ref> Jenang kapal biasanya akan meminta komisi sebesar 5% dari pemasok, dan akan menagih biaya tertentu kepada awak kapal yang mengkonsumsi pasokan tersebut. Jenang kapal tidak bertugas membayar pasokan, tetapi ia harus mencatatnya, karena awak kapal harus membayar semua pasokan yang mereka konsumsi. Pembayaran tersebut dilakukan dengan memotong gaji awak kapal. Jenang kapal membeli apapun (kecuali makanan dan minuman) secara kredit, sehingga dapat disebut sebagai pedagang di atas kapal. Selain tugas resminya, jenang kapal biasanya juga bertugas sebagai pedagang barang mewah di atas kapal, seperti tembakau, dan menjadi bank bagi awak kapal.


Sebagai hasilnya, jenang kapal beresiko merugi dan dimasukkan ke dalam [[penjara pengutang]]. Sebaliknya, awak kapal biasanya juga menuduh jenang kapal mengambil laba yang terlalu besar dari pasokan yang ia tawarkan. Ada juga jenang kapal yang memalsukan nota pembelian, untuk dapat memotong gaji dari awak kapal "siluman". Sehingga akhirnya rutin diadakan inspeksi, untuk mengkonfirmasi siapa saja yang bekerja di atas kapal. Walaupun tidak mendapat gaji, jabatan jenang kapal sangat diminati, karena dapat memperoleh laba yang cukup besar.
Sebagai hasilnya, jenang kapal beresiko merugi dan dimasukkan ke dalam [[penjara pengutang]]. Sebaliknya, awak kapal biasanya juga menuduh jenang kapal mengambil laba yang terlalu besar dari pasokan yang ia tawarkan. Ada juga jenang kapal yang memalsukan nota pembelian, untuk dapat memotong gaji dari awak kapal "siluman". Sehingga akhirnya rutin diadakan inspeksi, untuk mengkonfirmasi siapa saja yang bekerja di atas kapal.<ref>[http://www.hmsrichmond.org/avast/customs.htm Royal Navy Customs and Traditions]</ref> Walaupun tidak mendapat gaji, jabatan jenang kapal sangat diminati, karena dapat memperoleh laba yang cukup besar.


Pada [[kapal penumpang]] modern, jenang kapal telah berevolusi menjadi perwira yang menangani administrasi umum, penagihan, penukaran mata uang, dan kebutuhan kapal lain yang terkait dengan uang.
Pada [[kapal penumpang]] modern, jenang kapal telah berevolusi menjadi perwira yang menangani administrasi umum, penagihan, penukaran mata uang, dan kebutuhan kapal lain yang terkait dengan uang.
Baris 15: Baris 15:
==Catatan==
==Catatan==


 
== Referensi ==
==Referensi==
<references />
* Armstrong, William E. (1966). ''Purser's Handbook''. New York: Cornell Maritime Press.
* Hill, Charles E. (1941). ''Purser's Manual and Marine Store-Keeping''.  New York: Cornell Maritime Press
* Perry, Hobart S. (1931). ''Ship Management and Operation''. New York: Simmons Boardman Publishing.
*
 
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jenang+kapal&oldid=22468791 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22468791 (2022-12-26T02:00:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jenang+kapal&oldid=22468791 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22468791 (2022-12-26T02:00:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 04.09

Jenang kapal adalah awak kapal yang terutama bertanggung jawab mengelola uang. Pada kapal niaga modern, jenang kapal adalah perwira kapal yang bertanggung jawab atas semua administrasi (termasuk kargo kapal & manifes penumpang) dan pasokan. Biasanya koki kepala dan pelayan kepala juga bertanggung jawab kepada jenang kapal.

Sejarah

Jenang kapal adalah jabatan bintara tinggi di Angkatan Laut Britania Raya mulai awal abad ke-14 hingga tahun 1852. Pengembangan sistem bintara tinggi dimulai pada tahun 1040, saat lima pelabuhan di Inggris mulai melengkapi kapal perang untuk Edward sang Pengaku sebagai imbalan atas keistimewaan tertentu. Mereka juga melengkapi awak kapal, yang perwiranya meliputi nakhoda, bosun, tukang kayu, dan koki. Kemudian perwira tersebut "dijamin" oleh Kantor Angkatan Laut. Jenang kapal tidak mendapat gaji, tetapi mendapat sebagian dari laba yang dihasilkan oleh kerjanya.[1] Jenang kapal pun ikut berlayar dan menjadi perwira angkatan laut. Jenang kapal tetap berada di kapal saat berlabuh, dan bertugas sebagai pengawas perbaikan.[2]

Jenang kapal juga bertanggung jawab atas makanan, minuman, pakaian, tempat tidur, dan lampu.[3] Jenang kapal biasanya akan meminta komisi sebesar 5% dari pemasok, dan akan menagih biaya tertentu kepada awak kapal yang mengkonsumsi pasokan tersebut. Jenang kapal tidak bertugas membayar pasokan, tetapi ia harus mencatatnya, karena awak kapal harus membayar semua pasokan yang mereka konsumsi. Pembayaran tersebut dilakukan dengan memotong gaji awak kapal. Jenang kapal membeli apapun (kecuali makanan dan minuman) secara kredit, sehingga dapat disebut sebagai pedagang di atas kapal. Selain tugas resminya, jenang kapal biasanya juga bertugas sebagai pedagang barang mewah di atas kapal, seperti tembakau, dan menjadi bank bagi awak kapal.

Sebagai hasilnya, jenang kapal beresiko merugi dan dimasukkan ke dalam penjara pengutang. Sebaliknya, awak kapal biasanya juga menuduh jenang kapal mengambil laba yang terlalu besar dari pasokan yang ia tawarkan. Ada juga jenang kapal yang memalsukan nota pembelian, untuk dapat memotong gaji dari awak kapal "siluman". Sehingga akhirnya rutin diadakan inspeksi, untuk mengkonfirmasi siapa saja yang bekerja di atas kapal.[4] Walaupun tidak mendapat gaji, jabatan jenang kapal sangat diminati, karena dapat memperoleh laba yang cukup besar.

Pada kapal penumpang modern, jenang kapal telah berevolusi menjadi perwira yang menangani administrasi umum, penagihan, penukaran mata uang, dan kebutuhan kapal lain yang terkait dengan uang.

Pesawat terbang

Pada maskapai penerbangan modern, jabatan jenang kapal setara dengan manajer kabin (kepala pramugari). Manajer kabin bertugas mengawasi pramugari dengan memastikan penumpang aman dan nyaman. Manajer kabin harus mengisi laporan dan memastikan bahwa semua prosedur keamanan telah diikuti.

Catatan

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22468791 (2022-12-26T02:00:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.