Komunikasi militer: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28033598; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Komunikasi militer''' atau '''Semboyan militer''' adalah hal yang melibatkan semua aspek [[komunikasi]], atau penyampaian [[informasi]], dalam [[Militer|kemiliteran]]. Komunikasi militer telah ada dan dilakukan sejak dari masa [[prasejarah]] hingga saat ini. Komunikasi militer yang paling awal yang pernah dilakukan disampaikan oleh [[Prajurit|pelari]]. Selanjutnya komunikasi berkembang menjadi sinyal suara dan visual, dan kemudian beralih ke era elektornik. Contoh komunikasi militer antara lain: [[Kode|teks]], [[audio]], [[faksimili]], komunikasi berbasis taktis darat, sinyal angkatan laut, [[gelombang mikro]] [[terestrial]], pemancar [[troposfer]], [[Satelit komunikasi|sistem dan peralatan komunikasi satelit]], [[pengawasan]] dan [[Pengolahan isyarat|analisis sinyal]], [[keamanan]], pencarian arah dan ''jamming''. | '''Komunikasi militer''' atau '''Semboyan militer''' adalah hal yang melibatkan semua aspek [[komunikasi]], atau penyampaian [[informasi]], dalam [[Militer|kemiliteran]]. Komunikasi militer telah ada dan dilakukan sejak dari masa [[prasejarah]] hingga saat ini. Komunikasi militer yang paling awal yang pernah dilakukan disampaikan oleh [[Prajurit|pelari]]. Selanjutnya komunikasi berkembang menjadi sinyal suara dan visual, dan kemudian beralih ke era elektornik. Contoh komunikasi militer antara lain: [[Kode|teks]], [[audio]], [[faksimili]], komunikasi berbasis taktis darat, sinyal angkatan laut, [[gelombang mikro]] [[terestrial]], pemancar [[troposfer]], [[Satelit komunikasi|sistem dan peralatan komunikasi satelit]], [[pengawasan]] dan [[Pengolahan isyarat|analisis sinyal]], [[keamanan]], pencarian arah dan ''jamming''.<ref>[https://www.janes.com/products/janes/defence/systems/military-communications.aspx?pu=1&rd=janes_com IHS Jane's Military Communication]. ''www.Janes.com''.</ref> | ||
== Sejarah singkat == | == Sejarah singkat == | ||
Pada abad-abad yang lampau, untuk mengomunikasikan sebuah pesan biasanya membutuhkan seseorang untuk pergi dari suatu tempat ke tempat tujuan dengan membawa pesan tersebut. Oleh karena itu, istilah "''komunikasi''" sering menyiratkan kemampuan untuk mengangkut orang dan juga perlengkapan. Sehingga hubungan antara transportasi dan komunikasi sangat berkaitan erat. Dengan demikian, tempat yang telah [[Pengepungan|dikepung]] adalah tempat yang telah kehilangan komunikasi dari dua arah. Seiring dengan perkembangan teknologi keterkaitan antara transportasi dengan komunikasi/pengiriman pesan semakin menurun, dan bisa dihilangkan sama sekali. | Pada abad-abad yang lampau, untuk mengomunikasikan sebuah pesan biasanya membutuhkan seseorang untuk pergi dari suatu tempat ke tempat tujuan dengan membawa pesan tersebut. Oleh karena itu, istilah "''komunikasi''" sering menyiratkan kemampuan untuk mengangkut orang dan juga perlengkapan. Sehingga hubungan antara transportasi dan komunikasi sangat berkaitan erat. Dengan demikian, tempat yang telah [[Pengepungan|dikepung]] adalah tempat yang telah kehilangan komunikasi dari dua arah. Seiring dengan perkembangan teknologi keterkaitan antara transportasi dengan komunikasi/pengiriman pesan semakin menurun, dan bisa dihilangkan sama sekali.<ref>Joseph Connors. [https://www.cato.org/cato-journal/winter-2020/transportation-communication-revolution-50-years-dramatic-change-economic# The Transportation-Communication Revolution: 50 Years of Dramatic Change in Economic Development]. ''www.cato.org''. Cato Journal. Winter 2020.</ref> | ||
Komunikasi militer pada awalnya menggunakan tenaga pelari atau pengiriman dan alat pengirim/penerima [[sinyal]] sederhana (terkadang pesan [[Kriptografi|dikodekan]] agar tidak dapat diketahui oleh pihak lain). Penggunaan peralatan khusus pertama kalinya di komunikasi militer dengan menggunakan alat yang disebut [[Semapur]]. Dalam satuan militer saat ini, unit yang mengkhususkan diri pada taktik ini biasanya disebut sebagai [[Korps perhubungan|''Signal Corps''/Korps Sinyal]]. Sistem satuan militer Romawi yang berhubungan dengan komunikasi (''Cursus Publicus'' atau ''Cursus Vehicularis'') adalah contoh awal dalam hal ini. Selanjutnya, penggunaan istilah ''Signal'' dan ''Signaller'' menjadi sebutan yang mengacu pada istilah militer yang pemahamannya sangat berbeda dengan metode komunikasi umum (yang digunakan [[sipil]]) dalam penggunaan [[senjata]]. | Komunikasi militer pada awalnya menggunakan tenaga pelari atau pengiriman dan alat pengirim/penerima [[sinyal]] sederhana (terkadang pesan [[Kriptografi|dikodekan]] agar tidak dapat diketahui oleh pihak lain). Penggunaan peralatan khusus pertama kalinya di komunikasi militer dengan menggunakan alat yang disebut [[Semapur]]. Dalam satuan militer saat ini, unit yang mengkhususkan diri pada taktik ini biasanya disebut sebagai [[Korps perhubungan|''Signal Corps''/Korps Sinyal]]. Sistem satuan militer Romawi yang berhubungan dengan komunikasi (''Cursus Publicus'' atau ''Cursus Vehicularis'') adalah contoh awal dalam hal ini. Selanjutnya, penggunaan istilah ''Signal'' dan ''Signaller'' menjadi sebutan yang mengacu pada istilah militer yang pemahamannya sangat berbeda dengan metode komunikasi umum (yang digunakan [[sipil]]) dalam penggunaan [[senjata]]. | ||
Militer dari berbagai negara saat ini melakukan aktivitas komunikasi yang sangat intens dan rumit setiap hari, menggunakan metode telekomunikasi dan komputasi modern. Hanya sebagian kecil dari kegiatan ini yang berhubungan langsung dengan aksi [[pertempuran]]/[[Perang|perperangan]]. Konsep modern perang saat ini yang disebut dengan istilah '''''Network Centric Warfare'' (NCW)''' mengandalkan metode komunikasi dan kontrol berorientasi [[Jaringan telekomunikasi|jaringan]] untuk membuat kekuatan yang ada jauh lebih efektif. | Militer dari berbagai negara saat ini melakukan aktivitas komunikasi yang sangat intens dan rumit setiap hari, menggunakan metode telekomunikasi dan komputasi modern. Hanya sebagian kecil dari kegiatan ini yang berhubungan langsung dengan aksi [[pertempuran]]/[[Perang|perperangan]]. Konsep modern perang saat ini yang disebut dengan istilah '''''Network Centric Warfare'' (NCW)''' mengandalkan metode komunikasi dan kontrol berorientasi [[Jaringan telekomunikasi|jaringan]] untuk membuat kekuatan yang ada jauh lebih efektif.<ref>Melissa Petruzzello. [https://britannica.com/topic/Signal-Corps Signal Corps]. ''www.britannica.com''.</ref> | ||
Kerangka kerja NCW ini mempunyai peran baru, yaitu adanya: (1) ''Information superiority'', Informasi dan data menjadi aset penting dalam peperangan; (2) ''Situational Awareness'', Pemahaman situasi lebih cepat dan tepat; (3) ''Speed of Command'', Kecepatan bertindak; (4) ''Deep Sensor Reach'', Data lebih rinci. | Kerangka kerja NCW ini mempunyai peran baru, yaitu adanya: (1) ''Information superiority'', Informasi dan data menjadi aset penting dalam peperangan; (2) ''Situational Awareness'', Pemahaman situasi lebih cepat dan tepat; (3) ''Speed of Command'', Kecepatan bertindak; (4) ''Deep Sensor Reach'', Data lebih rinci.<ref>Suhono Harso Supangkat. [https://www.kompas.com/tren/read/2021/08/12/164040865/network-centric-warfare-gaya-perang-baru-di-era-digital Network Centric Warfare, Gaya Perang Baru di Era Digital]. ''www.kompas.com''. 12 Agustus 2021.</ref> | ||
== Perang gaya baru == | == Perang gaya baru == | ||
Jika di masa lalu perang bertujuan untuk memperebutkan aset berbentuk fisik, maka pada saat ini telah meluas ke aset non fisik. Dalam perang biasanya lokasi dengan Sumber Daya Alam seperti pertambangan, perminyakan, dan SDA lainnya menjadi target penguasaan. Namun saat ini bahwa "'''''Data adalah Kekayaan Minyak Baru/Data is the New Oil'''''". Hal ini membuat data diperebutkan, caranya bisa dengan pencurian data atau penguasaan data tanpa batas wilayah melalui perusahaan atau organisasi yang tidak terlihat secara langsung. | Jika di masa lalu perang bertujuan untuk memperebutkan aset berbentuk fisik, maka pada saat ini telah meluas ke aset non fisik. Dalam perang biasanya lokasi dengan Sumber Daya Alam seperti pertambangan, perminyakan, dan SDA lainnya menjadi target penguasaan. Namun saat ini bahwa "'''''Data adalah Kekayaan Minyak Baru/Data is the New Oil'''''". Hal ini membuat data diperebutkan, caranya bisa dengan pencurian data atau penguasaan data tanpa batas wilayah melalui perusahaan atau organisasi yang tidak terlihat secara langsung. | ||
Ekosistem peperangan saat ini ibarat perkotaan, ada "''System of system''". Ada banyak sub-sistem yang menjadi bagian dari peperangan, bisa berupa gabungan dari berbagai macam angkatan (Darat, Laut, Udara, Siber, dll). Sementara di masing-masing angkatan mempunyai peralatan serta logistik dengan berbagai komponen yang terus terhubung dan hal-hal lainnya yang terkait. Ada juga sistem penginderaan, sistem komputasi, sistem pergerakan, sistem keamanan, dan lain sebagainya. | Ekosistem peperangan saat ini ibarat perkotaan, ada "''System of system''". Ada banyak sub-sistem yang menjadi bagian dari peperangan, bisa berupa gabungan dari berbagai macam angkatan (Darat, Laut, Udara, Siber, dll). Sementara di masing-masing angkatan mempunyai peralatan serta logistik dengan berbagai komponen yang terus terhubung dan hal-hal lainnya yang terkait. Ada juga sistem penginderaan, sistem komputasi, sistem pergerakan, sistem keamanan, dan lain sebagainya.<ref>Suhono Harso Supangkat. [https://www.kompas.com/tren/read/2021/08/12/164040865/network-centric-warfare-gaya-perang-baru-di-era-digital Network Centric Warfare, Gaya Perang Baru di Era Digital]. ''www.kompas.com''. 12 Agustus 2021.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komunikasi+militer&oldid=28033598 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28033598 (2025-10-16T20:30:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komunikasi+militer&oldid=28033598 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28033598 (2025-10-16T20:30:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 18.07
Komunikasi militer atau Semboyan militer adalah hal yang melibatkan semua aspek komunikasi, atau penyampaian informasi, dalam kemiliteran. Komunikasi militer telah ada dan dilakukan sejak dari masa prasejarah hingga saat ini. Komunikasi militer yang paling awal yang pernah dilakukan disampaikan oleh pelari. Selanjutnya komunikasi berkembang menjadi sinyal suara dan visual, dan kemudian beralih ke era elektornik. Contoh komunikasi militer antara lain: teks, audio, faksimili, komunikasi berbasis taktis darat, sinyal angkatan laut, gelombang mikro terestrial, pemancar troposfer, sistem dan peralatan komunikasi satelit, pengawasan dan analisis sinyal, keamanan, pencarian arah dan jamming.[1]
Sejarah singkat
Pada abad-abad yang lampau, untuk mengomunikasikan sebuah pesan biasanya membutuhkan seseorang untuk pergi dari suatu tempat ke tempat tujuan dengan membawa pesan tersebut. Oleh karena itu, istilah "komunikasi" sering menyiratkan kemampuan untuk mengangkut orang dan juga perlengkapan. Sehingga hubungan antara transportasi dan komunikasi sangat berkaitan erat. Dengan demikian, tempat yang telah dikepung adalah tempat yang telah kehilangan komunikasi dari dua arah. Seiring dengan perkembangan teknologi keterkaitan antara transportasi dengan komunikasi/pengiriman pesan semakin menurun, dan bisa dihilangkan sama sekali.[2]
Komunikasi militer pada awalnya menggunakan tenaga pelari atau pengiriman dan alat pengirim/penerima sinyal sederhana (terkadang pesan dikodekan agar tidak dapat diketahui oleh pihak lain). Penggunaan peralatan khusus pertama kalinya di komunikasi militer dengan menggunakan alat yang disebut Semapur. Dalam satuan militer saat ini, unit yang mengkhususkan diri pada taktik ini biasanya disebut sebagai Signal Corps/Korps Sinyal. Sistem satuan militer Romawi yang berhubungan dengan komunikasi (Cursus Publicus atau Cursus Vehicularis) adalah contoh awal dalam hal ini. Selanjutnya, penggunaan istilah Signal dan Signaller menjadi sebutan yang mengacu pada istilah militer yang pemahamannya sangat berbeda dengan metode komunikasi umum (yang digunakan sipil) dalam penggunaan senjata.
Militer dari berbagai negara saat ini melakukan aktivitas komunikasi yang sangat intens dan rumit setiap hari, menggunakan metode telekomunikasi dan komputasi modern. Hanya sebagian kecil dari kegiatan ini yang berhubungan langsung dengan aksi pertempuran/perperangan. Konsep modern perang saat ini yang disebut dengan istilah Network Centric Warfare (NCW) mengandalkan metode komunikasi dan kontrol berorientasi jaringan untuk membuat kekuatan yang ada jauh lebih efektif.[3]
Kerangka kerja NCW ini mempunyai peran baru, yaitu adanya: (1) Information superiority, Informasi dan data menjadi aset penting dalam peperangan; (2) Situational Awareness, Pemahaman situasi lebih cepat dan tepat; (3) Speed of Command, Kecepatan bertindak; (4) Deep Sensor Reach, Data lebih rinci.[4]
Perang gaya baru
Jika di masa lalu perang bertujuan untuk memperebutkan aset berbentuk fisik, maka pada saat ini telah meluas ke aset non fisik. Dalam perang biasanya lokasi dengan Sumber Daya Alam seperti pertambangan, perminyakan, dan SDA lainnya menjadi target penguasaan. Namun saat ini bahwa "Data adalah Kekayaan Minyak Baru/Data is the New Oil". Hal ini membuat data diperebutkan, caranya bisa dengan pencurian data atau penguasaan data tanpa batas wilayah melalui perusahaan atau organisasi yang tidak terlihat secara langsung.
Ekosistem peperangan saat ini ibarat perkotaan, ada "System of system". Ada banyak sub-sistem yang menjadi bagian dari peperangan, bisa berupa gabungan dari berbagai macam angkatan (Darat, Laut, Udara, Siber, dll). Sementara di masing-masing angkatan mempunyai peralatan serta logistik dengan berbagai komponen yang terus terhubung dan hal-hal lainnya yang terkait. Ada juga sistem penginderaan, sistem komputasi, sistem pergerakan, sistem keamanan, dan lain sebagainya.[5]
Referensi
- ↑ IHS Jane's Military Communication. www.Janes.com.
- ↑ Joseph Connors. The Transportation-Communication Revolution: 50 Years of Dramatic Change in Economic Development. www.cato.org. Cato Journal. Winter 2020.
- ↑ Melissa Petruzzello. Signal Corps. www.britannica.com.
- ↑ Suhono Harso Supangkat. Network Centric Warfare, Gaya Perang Baru di Era Digital. www.kompas.com. 12 Agustus 2021.
- ↑ Suhono Harso Supangkat. Network Centric Warfare, Gaya Perang Baru di Era Digital. www.kompas.com. 12 Agustus 2021.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28033598 (2025-10-16T20:30:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.