Pejuang keadilan sosial: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29204632; atribusi sumber disertakan. |
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Pejuang keadilan sosial''' (, umumnya disingkat '''SJW''') adalah sebuah istilah [[peyoratif]] dan meme internet bagi seseorang yang mengusung pandangan [[progresivisme]], sayap kiri atau liberal, termasuk [[feminisme]], [[hak sipil]], [[Aktivisme lingkungan hidup|lingkungan hidup]], tindakan afirmatif, pengendalian senjata, perawatan kesehatan satu pembayar, perpajakan progresif, [[aborsi]], hak LGBTQ, dan [[multikulturalisme]], Tuduhan bahwa seseorang adalah SJW mengandung implikasi bahwa mereka mengejar pembenaran diri, bukan karena benar-benar yakin dengan pandangan mereka, dan pura-pura ikut berdebat. | '''Pejuang keadilan sosial''' (, umumnya disingkat '''SJW''') adalah sebuah istilah [[peyoratif]] dan meme internet bagi seseorang yang mengusung pandangan [[progresivisme]], sayap kiri atau liberal, termasuk [[feminisme]], [[hak sipil]], [[Aktivisme lingkungan hidup|lingkungan hidup]], tindakan afirmatif, pengendalian senjata, perawatan kesehatan satu pembayar, perpajakan progresif, [[aborsi]], hak LGBTQ, dan [[multikulturalisme]],<ref>Blistein, Jon. [http://www.rollingstone.com/music/news/billy-corgan-compares-social-justice-warriors-to-cults-maoists-kkk-20160419 Billy Corgan Compares 'Social Justice Warriors' to Cults, Maoists, KKK]. ''Rolling Stone''. April 19, 2016.</ref> Tuduhan bahwa seseorang adalah SJW mengandung implikasi bahwa mereka mengejar pembenaran diri, bukan karena benar-benar yakin dengan pandangan mereka, dan pura-pura ikut berdebat. | ||
Frasa tersebut bermula pada akhir [[abad ke-20]] sebagai istilah netral atau positif untuk orang-orang yang memperjuangkan [[keadilan sosial]]. Pada 2011, saat istilah tersebut mula-mula muncul di [[Twitter]], maknanya mulai berubah dari positif menjadi negatif. Saat [[kontroversi Gamergate]], makna negatif tersebut semakin populer dan biasanya diarahkan kepada orang-orang yang memperjuangkan [[liberalisme sosial]], [[inklusif]], atau feminisme, serta pandangan-pandangan yang santun secara [[politis]]. | Frasa tersebut bermula pada akhir [[abad ke-20]] sebagai istilah netral atau positif untuk orang-orang yang memperjuangkan [[keadilan sosial]]. Pada 2011, saat istilah tersebut mula-mula muncul di [[Twitter]], maknanya mulai berubah dari positif menjadi negatif. Saat [[kontroversi Gamergate]], makna negatif tersebut semakin populer dan biasanya diarahkan kepada orang-orang yang memperjuangkan [[liberalisme sosial]], [[inklusif]], atau feminisme, serta pandangan-pandangan yang santun secara [[politis]]. | ||
Istilah tersebut telah masuk [[budaya populer]], termasuk [[permainan bermain peran]] [[parodi]] yang dirilis pada [[2014]] berjudul ''Social Justice Warriors''. | Istilah tersebut telah masuk [[budaya populer]], termasuk [[permainan bermain peran]] [[parodi]] yang dirilis pada [[2014]] berjudul ''Social Justice Warriors''.<ref>Andrew Breiner. [http://thinkprogress.org/culture/2015/03/13/3632998/game-fight-off-internet-trolls/ Don't Feed The Trolls, Fight Them]. ''ThinkProgress''. March 13, 2015.</ref> | ||
== Asal-usul == | == Asal-usul == | ||
Istilah keadilan sosial atau "''social justice''" sudah ada sejak 1824 dan mengacu pada keadilan di tingkat masyarakat.<ref>[http://oed.com/search?searchType=dictionary&q=social+justice social justice]. ''The Oxford English Dictionary''. Oxford University Press. September 2005.</ref> Sejak awal 1990-an sampai awal 2000-an, pejuang keadilan sosial atau "''social-justice warrior''" digunakan sebagai kata netral atau pujian. Berikut adalah contoh artikel ''[[Montreal Gazette]]'' tahun 1991 tentang festival musik setempat: | |||
Istilah keadilan sosial atau "''social justice''" sudah ada sejak 1824 dan mengacu pada keadilan di tingkat masyarakat. Sejak awal 1990-an sampai awal 2000-an, pejuang keadilan sosial atau "''social-justice warrior''" digunakan sebagai kata netral atau pujian. Berikut adalah contoh artikel ''[[Montreal Gazette]]'' tahun 1991 tentang festival musik setempat: | |||
Katherine Martin, kepala kamus Amerika Serikat di [[Oxford University Press]], mengatakan pada tahun 2015 bahwa "[s]emua contoh yang saya lihat sejauh ini justru bersifat memuji". , ''[[Oxford English Dictionary]]'' belum mencari asal mula istilah ini. | Katherine Martin, kepala kamus Amerika Serikat di [[Oxford University Press]], mengatakan pada tahun 2015 bahwa "[s]emua contoh yang saya lihat sejauh ini justru bersifat memuji". , ''[[Oxford English Dictionary]]'' belum mencari asal mula istilah ini. | ||
== Makna peyoratif == | == Makna peyoratif == | ||
Menurut Martin, makna istilah ini berubah dari positif menjadi sangat negatif sekitar tahun 2011 ketika dilontarkan sebagai celaan untuk pertama kalinya di [[Twitter]]. Pada tahun itu pula, [[Urban Dictionary]] menerbitkan entri definisi untuk istilah ini. Penggunaan istilah ini secara negatif meluas di tengah [[kontroversi Gamergate]] tahun 2014.<ref>Sarah Jeong. [https://books.google.com/books?id=i24nCgAAQBAJ The Internet of Garbage]. Forbes Media. 2015.</ref> Pendukung Gamergate memakai istilah ini untuk menyebut lawan mereka yang berbeda ideologi. Dalam [[budaya Internet]] dan [[budaya permainan video]], istilah ini dikaitkan dengan kontroversi Gamergate dan dampaknya terhadap [[perang budaya]] secara luas, termasuk kampanye [[Sad Puppies]] tahun 2015 yang memengaruhi [[Hugo Award]].<ref>Eric Johnson. [http://recode.net/2014/10/10/understanding-the-jargon-of-gamergate/ Understanding the Jargon of Gamergate]. ''Re/code''. October 10, 2014.</ref><ref>Allegra Ringo. [https://www.vice.com/read/meet-the-female-gamer-mascot-created-by-anti-feminists-828 Meet the Female Gamer Mascot Born of Anti-Feminist Internet Drama]. ''Vice''. August 28, 2014.</ref><ref>Donald Clarke. [http://www.irishtimes.com/news/technology/game-reviews/are-gamers-misogynistic-some-certainly-are-1.1968159 Are Gamers Misogynistic? Some Certainly Are]. ''The Irish Times''. October 18, 2014.</ref><ref>Caitlin Dewey. [https://www.washingtonpost.com/news/the-intersect/wp/2014/10/14/the-only-guide-to-gamergate-you-will-ever-need-to-read/ The Only Guide to Gamergate You Will Ever Need to Read]. ''The Washington Post''. October 14, 2014.</ref><ref>Katy Waldman. [http://www.slate.com/blogs/browbeat/2015/04/08/_2015_hugo_awards_how_the_sad_and_rabid_puppies_took_over_the_sci_fi_nominations.html 2015 Hugo Awards: How the sad and rabid puppies took over the sci-fi nominations]. ''Slate''. April 8, 2015.</ref> Pemakaian istilah secara negatif meluas di berbagai situs web seperti [[Reddit]], [[4chan]],<ref>Max Hill. [http://www.the-peak.ca/2014/11/in-defence-of-social-justice-warriors/ In defence of 'social justice warriors']. ''The Peak''. November 17, 2014.</ref> and [[YouTube]]. | |||
Sejumlah peneliti memandang bahwa istilah ini bertujuan menjatuhkan motivasi orang yang dituduh sebagai SJW dan menyiratkan bahwa motif mereka adalah "mencari pembenaran diri, bukan karena benar-benar yakin dengan pandangan mereka".<ref>Michael James Heron. ''Sexism in the circuitry: female participation in male-dominated popular computer culture''. ''ACM SIGCAS Computers and Society''. 2014. Vol. 44 (4). hlm. 18–29. doi:10.1145/2695577.2695582.</ref> | |||
Sejumlah peneliti memandang bahwa istilah ini bertujuan menjatuhkan motivasi orang yang dituduh sebagai SJW dan menyiratkan bahwa motif mereka adalah "mencari pembenaran diri, bukan karena benar-benar yakin dengan pandangan mereka". | |||
Konotasi negatifnya ditujukan kepada orang-orang yang berpandangan [[progresivisme sosial]], inklusivitas budaya, atau [[feminisme]]. Pemakaian negatif ini menyiratkan bahwa seseorang ikut dalam perdebatan atau aktivisme keadilan sosial untuk menaikkan reputasi pribadinya. Allegra Ringo menulis di ''[[Vice (majalah)|Vice]]'' bahwa "[d]engan kata lain, para SJW tidak memiliki prinsip yang kuat, tetapi berpura-pura [berprinsip kuat]. Masalahnya, itu bukan kelompok masyarakat yang sesungguhnya. Itu hanyalah cara untuk membungkam siapapun yang mengangkat topik keadilan sosial." | Konotasi negatifnya ditujukan kepada orang-orang yang berpandangan [[progresivisme sosial]], inklusivitas budaya, atau [[feminisme]]. Pemakaian negatif ini menyiratkan bahwa seseorang ikut dalam perdebatan atau aktivisme keadilan sosial untuk menaikkan reputasi pribadinya. Allegra Ringo menulis di ''[[Vice (majalah)|Vice]]'' bahwa "[d]engan kata lain, para SJW tidak memiliki prinsip yang kuat, tetapi berpura-pura [berprinsip kuat]. Masalahnya, itu bukan kelompok masyarakat yang sesungguhnya. Itu hanyalah cara untuk membungkam siapapun yang mengangkat topik keadilan sosial." | ||
Rita Panahi menggunakan istilah ini untuk mengkritik [[standar ganda]] dalam keadilan sosial. | Rita Panahi menggunakan istilah ini untuk mengkritik [[standar ganda]] dalam keadilan sosial.<ref>Rita Panahi. [https://www.dailytelegraph.com.au/rendezview/curious-double-standards-of-the-perpetually-outraged/news-story/2c4c618b905c27150840851e17f99852 Curious double standards of the perpetually outraged]. ''The Daily Telegraph''.</ref> | ||
Wartawan ''[[Vice (majalah)|Vice]]'', Clinton Nguyen, mengutip istilah ini dalam sebuah artikel yang menganalisis perilaku agresif di balik pengguna [[Tumblr]] yang mengangkat topik 'keadilan sosial'. Para pengguna Tumblr berulang-ulang mencela seorang seniman di situs tersebut karena merasa tersinggung oleh karya seninya sampai sang seniman melakukan [[upaya bunuh diri]]. | Wartawan ''[[Vice (majalah)|Vice]]'', Clinton Nguyen, mengutip istilah ini dalam sebuah artikel yang menganalisis perilaku agresif di balik pengguna [[Tumblr]] yang mengangkat topik 'keadilan sosial'. Para pengguna Tumblr berulang-ulang mencela seorang seniman di situs tersebut karena merasa tersinggung oleh karya seninya sampai sang seniman melakukan [[upaya bunuh diri]].<ref>Clinton Nguyen. [https://motherboard.vice.com/en_us/article/3da838/an-attempted-suicide-forced-a-tumblr-community-to-open-its-eyes-about-bullying An Attempted Suicide Forced a Tumblr Community to Open Its Eyes About Bullying]. ''Vice''.</ref> | ||
Istilah ini sering digunakan oleh peserta diskusi daring saat [[kritik terhadap feminisme|mengkritik feminisme]]. Dalam ''[[New Literary History]]'', Scott Selisker menulis, "[Peserta forum] sering melontarkan kritik pribadi semua yang mereka anggap sebagai 'pejuang keadilan sosial', stereotip bahwa feminis itu tidak masuk akal, berlagak suci, bias, dan angkuh". | Istilah ini sering digunakan oleh peserta diskusi daring saat [[kritik terhadap feminisme|mengkritik feminisme]].<ref>Scott Selisker. [https://archive.org/details/sim_new-literary-history_summer-2015_46_3/page/505 The Bechdel Test and the Social Form of Character Networks]. ''New Literary History''. 2015. Vol. 46 (3). hlm. 505–523. doi:10.1353/nlh.2015.0024.</ref> Dalam ''[[New Literary History]]'', Scott Selisker menulis, "[Peserta forum] sering melontarkan kritik pribadi semua yang mereka anggap sebagai 'pejuang keadilan sosial', stereotip bahwa feminis itu tidak masuk akal, berlagak suci, bias, dan angkuh". | ||
Pada Agustus 2015, ''social justice warrior'' menjadi salah satu kata atau frasa yang masuk [[Oxford Dictionaries]]. Martin mengatakan bahwa "anggapan ortodokso [politik progresif] memancing respon negatif dari orang-orang yang merasa kebebasan berbicara mereka dibatasi". | Pada Agustus 2015, ''social justice warrior'' menjadi salah satu kata atau frasa yang masuk [[Oxford Dictionaries]].<ref>Laura Wagner. [https://www.npr.org/sections/thetwo-way/2015/08/27/435232388/can-you-use-that-in-a-sentence-dictionary-adds-new-words Can You Use That In A Sentence? Dictionary Adds New Words]. NPR. August 27, 2015.</ref><ref>Katy Steinmetz. [http://time.com/4010748/oxford-dictionary-update-2015/ Oxford Dictionaries Adds 'Fat-Shame,' 'Butthurt' and 'Redditor']. ''Time''. August 26, 2015.</ref> Martin mengatakan bahwa "anggapan ortodokso [politik progresif] memancing respon negatif dari orang-orang yang merasa kebebasan berbicara mereka dibatasi". | ||
Elizabeth Nolan Brown menulis di ''[[Reason (majalah)|Reason]]'' bahwa pendukung "keadilan sosial" di sayap kiri dan kanan memiliki ciri-ciri yang sama, yaitu suka mengamuk, mengaku sebagai korban, mencap lawan itu perisak dan jahat, dan memandang diri merekalah yang benar-benar tertindas/terzalimi. | Elizabeth Nolan Brown menulis di ''[[Reason (majalah)|Reason]]'' bahwa pendukung "keadilan sosial" di sayap kiri dan kanan memiliki ciri-ciri yang sama, yaitu suka mengamuk, mengaku sebagai korban, mencap lawan itu perisak dan jahat, dan memandang diri merekalah yang benar-benar tertindas/terzalimi.<ref>Elizabeth Brown. [http://reason.com/blog/2016/05/12/trump-fans-and-social-justice-warriors Trump Fans and 'Social Justice Warriors,' Two Sides of the Same Authoritarian Coin]. Reason.</ref> | ||
Pada Mei 2014, konsep ini diangkat ke dalam [[permainan video peran]] [[parodi]] berjudul ''Social Justice Warriors''. Permainan ini dikembangkan oleh Nonadecimal Creative. Pemain berdebat melawan [[trol Internet]] yang melontarkan komentar [[rasis]] atau provokatif dengan memilih salah satu respons, misalnya "gunakan logikamu untuk membantah klaim mereka", menyebarkan komentar mereka agar diserang orang lain, atau menyerang secara pribadi. Pemain bisa memilih [[kelas karakter]] dan melihat perubahan tingkat kewarasan (''Sanity'') dan reputasinya (''Reputation''). Pencipta permainan, Eric Ford, menjelaskan bahwa permainan ini dirancang untuk mendorong [[pemikiran kritis]] dan "tidak bertujuan membiarkan komentar rasis, seksis, dan komentar buruk di Internet. Tujuannya adalah mendorong pemain berpikir kritis dalam melontarkan pandangan mereka secara efektif sehingga membantu pejuang keadilan sosial di dunia nyata." | Pada Mei 2014, konsep ini diangkat ke dalam [[permainan video peran]] [[parodi]] berjudul ''Social Justice Warriors''.<ref>Ryan Parreno. [http://gameranx.com/updates/id/24055/article/social-justice-warriors-now-have-their-own-rpg/ Social Justice Warriors Now Have Their Own RPG]. ''Gameranx''. September 9, 2014.</ref><ref>[http://www.technologytell.com/gaming/144852/social-justice-warrior-review-meh/ Social Justice Warrior Review]. ''Technology Tell''. March 30, 2015.</ref> Permainan ini dikembangkan oleh Nonadecimal Creative. Pemain berdebat melawan [[trol Internet]] yang melontarkan komentar [[rasis]] atau provokatif dengan memilih salah satu respons, misalnya "gunakan logikamu untuk membantah klaim mereka", menyebarkan komentar mereka agar diserang orang lain, atau menyerang secara pribadi. Pemain bisa memilih [[kelas karakter]] dan melihat perubahan tingkat kewarasan (''Sanity'') dan reputasinya (''Reputation''). Pencipta permainan, Eric Ford, menjelaskan bahwa permainan ini dirancang untuk mendorong [[pemikiran kritis]] dan "tidak bertujuan membiarkan komentar rasis, seksis, dan komentar buruk di Internet. Tujuannya adalah mendorong pemain berpikir kritis dalam melontarkan pandangan mereka secara efektif sehingga membantu pejuang keadilan sosial di dunia nyata." | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Pasukan nasi bungkus]] | * [[Pasukan nasi bungkus]] | ||
* [[Pasukan 50 Cent]] | * [[Pasukan 50 Cent]] | ||
| Baris 45: | Baris 39: | ||
* [[Kritik sosial]] | * [[Kritik sosial]] | ||
* [[Kesetaraan sosial]] | * [[Kesetaraan sosial]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pejuang+keadilan+sosial&oldid=29204632 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29204632 (2026-05-08T21:28:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pejuang+keadilan+sosial&oldid=29204632 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29204632 (2026-05-08T21:28:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.30
Pejuang keadilan sosial (, umumnya disingkat SJW) adalah sebuah istilah peyoratif dan meme internet bagi seseorang yang mengusung pandangan progresivisme, sayap kiri atau liberal, termasuk feminisme, hak sipil, lingkungan hidup, tindakan afirmatif, pengendalian senjata, perawatan kesehatan satu pembayar, perpajakan progresif, aborsi, hak LGBTQ, dan multikulturalisme,[1] Tuduhan bahwa seseorang adalah SJW mengandung implikasi bahwa mereka mengejar pembenaran diri, bukan karena benar-benar yakin dengan pandangan mereka, dan pura-pura ikut berdebat.
Frasa tersebut bermula pada akhir abad ke-20 sebagai istilah netral atau positif untuk orang-orang yang memperjuangkan keadilan sosial. Pada 2011, saat istilah tersebut mula-mula muncul di Twitter, maknanya mulai berubah dari positif menjadi negatif. Saat kontroversi Gamergate, makna negatif tersebut semakin populer dan biasanya diarahkan kepada orang-orang yang memperjuangkan liberalisme sosial, inklusif, atau feminisme, serta pandangan-pandangan yang santun secara politis.
Istilah tersebut telah masuk budaya populer, termasuk permainan bermain peran parodi yang dirilis pada 2014 berjudul Social Justice Warriors.[2]
Asal-usul
Istilah keadilan sosial atau "social justice" sudah ada sejak 1824 dan mengacu pada keadilan di tingkat masyarakat.[3] Sejak awal 1990-an sampai awal 2000-an, pejuang keadilan sosial atau "social-justice warrior" digunakan sebagai kata netral atau pujian. Berikut adalah contoh artikel Montreal Gazette tahun 1991 tentang festival musik setempat:
Katherine Martin, kepala kamus Amerika Serikat di Oxford University Press, mengatakan pada tahun 2015 bahwa "[s]emua contoh yang saya lihat sejauh ini justru bersifat memuji". , Oxford English Dictionary belum mencari asal mula istilah ini.
Makna peyoratif
Menurut Martin, makna istilah ini berubah dari positif menjadi sangat negatif sekitar tahun 2011 ketika dilontarkan sebagai celaan untuk pertama kalinya di Twitter. Pada tahun itu pula, Urban Dictionary menerbitkan entri definisi untuk istilah ini. Penggunaan istilah ini secara negatif meluas di tengah kontroversi Gamergate tahun 2014.[4] Pendukung Gamergate memakai istilah ini untuk menyebut lawan mereka yang berbeda ideologi. Dalam budaya Internet dan budaya permainan video, istilah ini dikaitkan dengan kontroversi Gamergate dan dampaknya terhadap perang budaya secara luas, termasuk kampanye Sad Puppies tahun 2015 yang memengaruhi Hugo Award.[5][6][7][8][9] Pemakaian istilah secara negatif meluas di berbagai situs web seperti Reddit, 4chan,[10] and YouTube.
Sejumlah peneliti memandang bahwa istilah ini bertujuan menjatuhkan motivasi orang yang dituduh sebagai SJW dan menyiratkan bahwa motif mereka adalah "mencari pembenaran diri, bukan karena benar-benar yakin dengan pandangan mereka".[11]
Konotasi negatifnya ditujukan kepada orang-orang yang berpandangan progresivisme sosial, inklusivitas budaya, atau feminisme. Pemakaian negatif ini menyiratkan bahwa seseorang ikut dalam perdebatan atau aktivisme keadilan sosial untuk menaikkan reputasi pribadinya. Allegra Ringo menulis di Vice bahwa "[d]engan kata lain, para SJW tidak memiliki prinsip yang kuat, tetapi berpura-pura [berprinsip kuat]. Masalahnya, itu bukan kelompok masyarakat yang sesungguhnya. Itu hanyalah cara untuk membungkam siapapun yang mengangkat topik keadilan sosial."
Rita Panahi menggunakan istilah ini untuk mengkritik standar ganda dalam keadilan sosial.[12]
Wartawan Vice, Clinton Nguyen, mengutip istilah ini dalam sebuah artikel yang menganalisis perilaku agresif di balik pengguna Tumblr yang mengangkat topik 'keadilan sosial'. Para pengguna Tumblr berulang-ulang mencela seorang seniman di situs tersebut karena merasa tersinggung oleh karya seninya sampai sang seniman melakukan upaya bunuh diri.[13]
Istilah ini sering digunakan oleh peserta diskusi daring saat mengkritik feminisme.[14] Dalam New Literary History, Scott Selisker menulis, "[Peserta forum] sering melontarkan kritik pribadi semua yang mereka anggap sebagai 'pejuang keadilan sosial', stereotip bahwa feminis itu tidak masuk akal, berlagak suci, bias, dan angkuh".
Pada Agustus 2015, social justice warrior menjadi salah satu kata atau frasa yang masuk Oxford Dictionaries.[15][16] Martin mengatakan bahwa "anggapan ortodokso [politik progresif] memancing respon negatif dari orang-orang yang merasa kebebasan berbicara mereka dibatasi".
Elizabeth Nolan Brown menulis di Reason bahwa pendukung "keadilan sosial" di sayap kiri dan kanan memiliki ciri-ciri yang sama, yaitu suka mengamuk, mengaku sebagai korban, mencap lawan itu perisak dan jahat, dan memandang diri merekalah yang benar-benar tertindas/terzalimi.[17]
Pada Mei 2014, konsep ini diangkat ke dalam permainan video peran parodi berjudul Social Justice Warriors.[18][19] Permainan ini dikembangkan oleh Nonadecimal Creative. Pemain berdebat melawan trol Internet yang melontarkan komentar rasis atau provokatif dengan memilih salah satu respons, misalnya "gunakan logikamu untuk membantah klaim mereka", menyebarkan komentar mereka agar diserang orang lain, atau menyerang secara pribadi. Pemain bisa memilih kelas karakter dan melihat perubahan tingkat kewarasan (Sanity) dan reputasinya (Reputation). Pencipta permainan, Eric Ford, menjelaskan bahwa permainan ini dirancang untuk mendorong pemikiran kritis dan "tidak bertujuan membiarkan komentar rasis, seksis, dan komentar buruk di Internet. Tujuannya adalah mendorong pemain berpikir kritis dalam melontarkan pandangan mereka secara efektif sehingga membantu pejuang keadilan sosial di dunia nyata."
Lihat pula
- Pasukan nasi bungkus
- Pasukan 50 Cent
- Budaya mempermalukan
- Egalitarianisme
- Politik sayap kiri
- Kiri regresif
- Kritik sosial
- Kesetaraan sosial
Pranala luar
Referensi
- ↑ Blistein, Jon. Billy Corgan Compares 'Social Justice Warriors' to Cults, Maoists, KKK. Rolling Stone. April 19, 2016.
- ↑ Andrew Breiner. Don't Feed The Trolls, Fight Them. ThinkProgress. March 13, 2015.
- ↑ social justice. The Oxford English Dictionary. Oxford University Press. September 2005.
- ↑ Sarah Jeong. The Internet of Garbage. Forbes Media. 2015.
- ↑ Eric Johnson. Understanding the Jargon of Gamergate. Re/code. October 10, 2014.
- ↑ Allegra Ringo. Meet the Female Gamer Mascot Born of Anti-Feminist Internet Drama. Vice. August 28, 2014.
- ↑ Donald Clarke. Are Gamers Misogynistic? Some Certainly Are. The Irish Times. October 18, 2014.
- ↑ Caitlin Dewey. The Only Guide to Gamergate You Will Ever Need to Read. The Washington Post. October 14, 2014.
- ↑ Katy Waldman. 2015 Hugo Awards: How the sad and rabid puppies took over the sci-fi nominations. Slate. April 8, 2015.
- ↑ Max Hill. In defence of 'social justice warriors'. The Peak. November 17, 2014.
- ↑ Michael James Heron. Sexism in the circuitry: female participation in male-dominated popular computer culture. ACM SIGCAS Computers and Society. 2014. Vol. 44 (4). hlm. 18–29. doi:10.1145/2695577.2695582.
- ↑ Rita Panahi. Curious double standards of the perpetually outraged. The Daily Telegraph.
- ↑ Clinton Nguyen. An Attempted Suicide Forced a Tumblr Community to Open Its Eyes About Bullying. Vice.
- ↑ Scott Selisker. The Bechdel Test and the Social Form of Character Networks. New Literary History. 2015. Vol. 46 (3). hlm. 505–523. doi:10.1353/nlh.2015.0024.
- ↑ Laura Wagner. Can You Use That In A Sentence? Dictionary Adds New Words. NPR. August 27, 2015.
- ↑ Katy Steinmetz. Oxford Dictionaries Adds 'Fat-Shame,' 'Butthurt' and 'Redditor'. Time. August 26, 2015.
- ↑ Elizabeth Brown. Trump Fans and 'Social Justice Warriors,' Two Sides of the Same Authoritarian Coin. Reason.
- ↑ Ryan Parreno. Social Justice Warriors Now Have Their Own RPG. Gameranx. September 9, 2014.
- ↑ Social Justice Warrior Review. Technology Tell. March 30, 2015.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29204632 (2026-05-08T21:28:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.