Arcade (arsitektur): Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27550645; atribusi sumber disertakan. |
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Arkade adalah elemen arsitektur yang terdiri dari serangkaian lengkungan yang didukung oleh [[kolom]], tiang, atau [[pilar]]. Arkade dapat berfungsi sebagai bagian dari bangunan atau berdiri sendiri sebagai struktur yang berdiri bebas. Arkade dapat menjadi bagian dari bangunan utama maupun berdiri sendiri sebagai elemen independen. Dalam berbagai peradaban, arkade digunakan untuk menciptakan jalur beratap yang memberikan perlindungan bagi pejalan kaki dari cuaca ekstrem, baik panas matahari maupun hujan. | Arkade adalah elemen arsitektur yang terdiri dari serangkaian lengkungan yang didukung oleh [[kolom]], tiang, atau [[pilar]]. Arkade dapat berfungsi sebagai bagian dari bangunan atau berdiri sendiri sebagai struktur yang berdiri bebas. Arkade dapat menjadi bagian dari bangunan utama maupun berdiri sendiri sebagai elemen independen. Dalam berbagai peradaban, arkade digunakan untuk menciptakan jalur beratap yang memberikan perlindungan bagi pejalan kaki dari cuaca ekstrem, baik panas matahari maupun hujan.<ref>[https://heald.nga.gov/mediawiki/index.php/Arcade Arcade - History of Early American Landscape Design]. ''heald.nga.gov''.</ref> | ||
Beberapa karakteristik utama arkade meliputi: | Beberapa karakteristik utama arkade meliputi: | ||
| Baris 10: | Baris 10: | ||
== Sejarah Arkade == | == Sejarah Arkade == | ||
=== Periode Kuno === | === Periode Kuno === | ||
Konsep arkade telah dikenal sejak zaman peradaban kuno, khususnya dalam arsitektur [[Romawi Kuno|Romawi]] dan [[Yunani]]. Bangsa Romawi secara luas mengadopsi penggunaan arkade dalam berbagai struktur monumental, di antaranya: | Konsep arkade telah dikenal sejak zaman peradaban kuno, khususnya dalam arsitektur [[Romawi Kuno|Romawi]] dan [[Yunani]]. Bangsa Romawi secara luas mengadopsi penggunaan arkade dalam berbagai struktur monumental, di antaranya: | ||
* '''''[[Aqueduct|Aqueducts]]'' (saluran air)''' – Salah satu contoh terkenal adalah [[Pont du Gard]] di [[Prancis]], yang memanfaatkan rangkaian lengkungan bertingkat untuk menyalurkan air ke pemukiman. | * '''''[[Aqueduct|Aqueducts]]'' (saluran air)''' – Salah satu contoh terkenal adalah [[Pont du Gard]] di [[Prancis]], yang memanfaatkan rangkaian lengkungan bertingkat untuk menyalurkan air ke pemukiman. | ||
| Baris 25: | Baris 24: | ||
* Kompleks [[Biara Mont Saint-Michel]], Prancis | * Kompleks [[Biara Mont Saint-Michel]], Prancis | ||
Selain dalam bangunan keagamaan, arkade juga dimanfaatkan dalam desain pasar dan jalur perbelanjaan tertutup di kota-kota [[Eropa]], memberikan perlindungan bagi pedagang dan pembeli. | Selain dalam bangunan keagamaan, arkade juga dimanfaatkan dalam desain pasar dan jalur perbelanjaan tertutup di kota-kota [[Eropa]], memberikan perlindungan bagi pedagang dan pembeli.<ref>layakarchitect. [https://layakarchitect.com/arcade-definition-types-examples/ What is Arcade in Architecture? (Types & Styles)]. ''Layak Architect''. 2022-06-03.</ref> | ||
=== Renaisans dan Barok === | === Renaisans dan Barok === | ||
| Baris 32: | Baris 31: | ||
* [[Piazza San Marco]], [[Venesia]] – [[Alun-alun]] ini dikelilingi oleh arkade yang menyatu dengan berbagai bangunan bersejarah di sekitarnya. | * [[Piazza San Marco]], [[Venesia]] – [[Alun-alun]] ini dikelilingi oleh arkade yang menyatu dengan berbagai bangunan bersejarah di sekitarnya. | ||
* [[Galleria degli Uffizi]], [[Firenze|Florence]] – Memiliki deretan arkade dengan kolom klasik yang membentuk koridor panjang dan elegan. | * [[Galleria degli Uffizi]], [[Firenze|Florence]] – Memiliki deretan arkade dengan kolom klasik yang membentuk koridor panjang dan elegan. | ||
* [[Place des Vosges]], [[Paris]] – Salah satu contoh alun-alun pertama di Prancis yang mengintegrasikan arkade sebagai bagian dari tata kota. | * [[Place des Vosges]], [[Paris]] – Salah satu contoh alun-alun pertama di Prancis yang mengintegrasikan arkade sebagai bagian dari tata kota. | ||
=== Abad ke-19 dan ke-20 === | === Abad ke-19 dan ke-20 === | ||
| Baris 41: | Baris 40: | ||
* [[The Passage]], [[Sankt-Peterburg|Saint Petersburg]], [[Rusia]] – Memiliki arkade besar dengan atap kaca, memberikan kesan mewah dan luas. | * [[The Passage]], [[Sankt-Peterburg|Saint Petersburg]], [[Rusia]] – Memiliki arkade besar dengan atap kaca, memberikan kesan mewah dan luas. | ||
Dalam arsitektur modern, arkade tetap digunakan dalam berbagai bentuk, baik sebagai bagian dari desain perkotaan maupun dalam pusat perbelanjaan dan jalur pedestrian tertutup. | Dalam arsitektur modern, arkade tetap digunakan dalam berbagai bentuk, baik sebagai bagian dari desain perkotaan maupun dalam pusat perbelanjaan dan jalur pedestrian tertutup. | ||
== Jenis-Jenis Arkade == | == Jenis-Jenis Arkade == | ||
Arkade dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis berdasarkan desain dan fungsinya, antara lain: | Arkade dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis berdasarkan desain dan fungsinya, antara lain: | ||
# Arkade Tertutup – Arkade yang memiliki atap kaca atau struktur pelindung lainnya, umumnya diterapkan pada pusat perbelanjaan tertutup. | # Arkade Tertutup – Arkade yang memiliki atap kaca atau struktur pelindung lainnya, umumnya diterapkan pada pusat perbelanjaan tertutup. | ||
# Arkade Bertingkat – Arkade yang memiliki lebih dari satu tingkat lengkungan, sering ditemukan dalam arsitektur Romawi dan Renaisans. | # Arkade Bertingkat – Arkade yang memiliki lebih dari satu tingkat lengkungan, sering ditemukan dalam arsitektur Romawi dan Renaisans. | ||
# Arkade Kolonial – Gaya arkade yang umum pada bangunan kolonial di [[Amerika Latin]] dan [[Asia Tenggara]], sering kali digunakan dalam desain rumah besar dan bangunan pemerintahan. | # Arkade Kolonial – Gaya arkade yang umum pada bangunan kolonial di [[Amerika Latin]] dan [[Asia Tenggara]], sering kali digunakan dalam desain rumah besar dan bangunan pemerintahan. <ref>[https://www.tegaraya.com/2023/03/definisi-seni-arsitektur-sejarah-tujuan-dan-jenis-jenisnya.html?m=1 Seni Arsitektur - Definisi, Sejarah, Tujuan dan Jenis-jenisnya]. ''tegaraya.com''.</ref> | ||
== Arkade dalam Budaya Populer == | == Arkade dalam Budaya Populer == | ||
| Baris 73: | Baris 71: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Arcade+%28arsitektur%29&oldid=27550645 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27550645 (2025-07-15T02:16:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Arcade+%28arsitektur%29&oldid=27550645 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27550645 (2025-07-15T02:16:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.31
Arkade adalah elemen arsitektur yang terdiri dari serangkaian lengkungan yang didukung oleh kolom, tiang, atau pilar. Arkade dapat berfungsi sebagai bagian dari bangunan atau berdiri sendiri sebagai struktur yang berdiri bebas. Arkade dapat menjadi bagian dari bangunan utama maupun berdiri sendiri sebagai elemen independen. Dalam berbagai peradaban, arkade digunakan untuk menciptakan jalur beratap yang memberikan perlindungan bagi pejalan kaki dari cuaca ekstrem, baik panas matahari maupun hujan.[1]
Beberapa karakteristik utama arkade meliputi:
- Pola Lengkungan Berulang – Arkade umumnya terdiri atas rangkaian lengkungan yang diulang secara ritmis. Bentuk lengkungan ini bervariasi tergantung pada gaya arsitektur yang digunakan.
- Struktur Penopang Berupa Kolom atau Pilar – Lengkungan arkade ditopang oleh kolom atau pilar, yang dapat memiliki ornamen dekoratif sesuai dengan gaya arsitektural bangunan atau tetap sederhana untuk menonjolkan aspek fungsionalitasnya.
- Koridor Pejalan Kaki atau Area Semi-Tertutup – Arkade sering kali menciptakan jalur yang teduh dan terlindungi, yang dapat digunakan untuk keperluan pejalan kaki atau difungsikan sebagai ruang komersial.
Arkade telah menjadi bagian dari arsitektur berbagai peradaban sejak zaman kuno hingga era modern. Selain berfungsi sebagai elemen struktural dan praktis, arkade juga memiliki nilai estetika yang menambah keindahan suatu bangunan.
Sejarah Arkade
Periode Kuno
Konsep arkade telah dikenal sejak zaman peradaban kuno, khususnya dalam arsitektur Romawi dan Yunani. Bangsa Romawi secara luas mengadopsi penggunaan arkade dalam berbagai struktur monumental, di antaranya:
- Aqueducts (saluran air) – Salah satu contoh terkenal adalah Pont du Gard di Prancis, yang memanfaatkan rangkaian lengkungan bertingkat untuk menyalurkan air ke pemukiman.
- Amfiteater – Struktur seperti Colosseum di Roma mengandalkan arkade bertingkat untuk mendukung struktur tempat duduk serta menciptakan jalur pergerakan bagi penonton.
- Forum dan Basilika – Kompleks publik seperti forum dan basilika di kota-kota Romawi sering kali dikelilingi oleh arkade, menciptakan ruang komunal yang luas dan tertata.
Abad Pertengahan
Pada masa Abad Pertengahan, arkade banyak digunakan dalam bangunan keagamaan dan benteng pertahanan. Salah satu penerapannya yang paling umum adalah di klaustrum (halaman tertutup di dalam kompleks Biara), yang memberikan ruang meditatif dan tenang bagi para biarawan. Contoh terkenal dari penerapan arkade di era ini antara lain:
- Klaustrum Katedral Canterbury, Inggris
- Arkade Masjid Agung Córdoba, Spanyol
- Kompleks Biara Mont Saint-Michel, Prancis
Selain dalam bangunan keagamaan, arkade juga dimanfaatkan dalam desain pasar dan jalur perbelanjaan tertutup di kota-kota Eropa, memberikan perlindungan bagi pedagang dan pembeli.[2]
Renaisans dan Barok
Pada periode Renaisans dan Barok arkade tidak hanya berfungsi sebagai elemen struktural, tetapi juga menjadi bagian dari estetika yang lebih dekoratif dan monumental. Beberapa contoh arkade terkenal dari periode ini meliputi:
- Piazza San Marco, Venesia – Alun-alun ini dikelilingi oleh arkade yang menyatu dengan berbagai bangunan bersejarah di sekitarnya.
- Galleria degli Uffizi, Florence – Memiliki deretan arkade dengan kolom klasik yang membentuk koridor panjang dan elegan.
- Place des Vosges, Paris – Salah satu contoh alun-alun pertama di Prancis yang mengintegrasikan arkade sebagai bagian dari tata kota.
Abad ke-19 dan ke-20
Pada abad ke-19, konsep arkade berkembang lebih lanjut dalam bentuk pusat perbelanjaan tertutup, yang dikenal sebagai shopping arcade. Pusat perbelanjaan ini menjadi cikal bakal mal modern. Beberapa contoh bersejarah meliputi:
- Galleria Vittorio Emanuele II, Milan, Italia – Dibangun pada tahun 1865 dan menjadi salah satu pusat perbelanjaan tertutup pertama di dunia.
- The Burlington Arcade, London, Inggris – Salah satu pusat perbelanjaan mewah tertua yang masih beroperasi hingga kini.
- The Passage, Saint Petersburg, Rusia – Memiliki arkade besar dengan atap kaca, memberikan kesan mewah dan luas.
Dalam arsitektur modern, arkade tetap digunakan dalam berbagai bentuk, baik sebagai bagian dari desain perkotaan maupun dalam pusat perbelanjaan dan jalur pedestrian tertutup.
Jenis-Jenis Arkade
Arkade dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis berdasarkan desain dan fungsinya, antara lain:
- Arkade Tertutup – Arkade yang memiliki atap kaca atau struktur pelindung lainnya, umumnya diterapkan pada pusat perbelanjaan tertutup.
- Arkade Bertingkat – Arkade yang memiliki lebih dari satu tingkat lengkungan, sering ditemukan dalam arsitektur Romawi dan Renaisans.
- Arkade Kolonial – Gaya arkade yang umum pada bangunan kolonial di Amerika Latin dan Asia Tenggara, sering kali digunakan dalam desain rumah besar dan bangunan pemerintahan. [3]
Arkade dalam Budaya Populer
Selain dalam arsitektur, istilah "arkade" juga merujuk pada beberapa aspek budaya populer, seperti:
- Permainan Video Arkade – Ruang hiburan yang berisi mesin permainan elektronik, yang populer pada era 1970-an hingga 1990-an.
- Pusat Perbelanjaan – Banyak mal modern masih menerapkan konsep arkade dalam desain lorong-lorongnya yang berisi deretan toko.
- Stasiun Kereta dan Bandara – Beberapa stasiun dan bandara menggunakan konsep arkade untuk menciptakan jalur komersial yang nyaman bagi penumpang.
Contoh Arkade Terkenal di Dunia
Beberapa arkade yang terkenal di dunia antara lain:
- Galleria Vittorio Emanuele II, Milan, Italia
- Palais Royal, Paris, Prancis
- The Burlington Arcade, London, Inggris
- Galeries Royales Saint-Hubert, Brussels, Belgia
- The Cleveland Arcade, Ohio, Amerika Serikat
- Galleria Umberto I, Napoli, Italia
- The Royal Arcade, Melbourne, Australia
Simpulan
Sebagai elemen arsitektural yang telah berkembang sejak zaman kuno, arkade memiliki nilai estetika dan fungsional yang signifikan dalam berbagai bentuk bangunan. Penggunaannya yang beragam, mulai dari saluran air Romawi hingga pusat perbelanjaan modern, mencerminkan adaptabilitas dan daya tariknya dalam berbagai konteks budaya. Selain itu, konsep arkade juga terus berkembang, baik dalam perancangan perkotaan maupun dalam budaya populer. Dengan sejarah panjang dan aplikasinya yang beragam, arkade tetap menjadi elemen desain yang relevan dalam arsitektur kontemporer.
Referensi
- ↑ Arcade - History of Early American Landscape Design. heald.nga.gov.
- ↑ layakarchitect. What is Arcade in Architecture? (Types & Styles). Layak Architect. 2022-06-03.
- ↑ Seni Arsitektur - Definisi, Sejarah, Tujuan dan Jenis-jenisnya. tegaraya.com.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27550645 (2025-07-15T02:16:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.