Lompat ke isi

Perang Dunia III: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29317214; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''Perang Dunia III''' atau  '''Perang Dunia Ketiga''', sering disingkat sebagai '''PD III''' atau '''PD 3''', adalah nama yang diberikan untuk konflik militer hipotetis skala besar ketiga di seluruh dunia setelah [[Perang Dunia I]] dan [[Perang Dunia II]]. Banyak pihak memprediksi bahwa perang semacam ini akan melibatkan semua [[Kekuatan besar|negara adikuasa]] seperti yang terjadi dalam dua perang dunia sebelumnya, dan penggunaan [[senjata nuklir]] atau [[senjata pemusnah massal]] lainnya, sehingga akan melampaui baik dalam lingkup, skala, dampak destruktif, serta kematian. Istilah ini telah digunakan setidaknya sejak 1941. Istilah ini kadang juga digunakan untuk merujuk pada konflik yang terbatas atau konflik yang kecil seperti [[Perang Dingin]] atau perang melawan terorisme.
[[File:Castle_Bravo_Blast.jpg|thumb|right|280px|Castle Bravo Blast]]
 
'''Perang Dunia III''' atau  '''Perang Dunia Ketiga''', sering disingkat sebagai '''PD III''' atau '''PD 3''', adalah nama yang diberikan untuk konflik militer hipotetis skala besar ketiga di seluruh dunia setelah [[Perang Dunia I]] dan [[Perang Dunia II]]. Banyak pihak memprediksi bahwa perang semacam ini akan melibatkan semua [[Kekuatan besar|negara adikuasa]] seperti yang terjadi dalam dua perang dunia sebelumnya, dan penggunaan [[senjata nuklir]] atau [[senjata pemusnah massal]] lainnya, sehingga akan melampaui baik dalam lingkup, skala, dampak destruktif, serta kematian.<ref>''The New Quotable Einstein''. Alice Calaprice (2005), p. 173.</ref> Istilah ini telah digunakan setidaknya sejak 1941. Istilah ini kadang juga digunakan untuk merujuk pada konflik yang terbatas atau konflik yang kecil seperti [[Perang Dingin]] atau perang melawan terorisme.  


Potensi risiko [[kiamat nuklir]] yang menyebabkan kehancuran luas peradaban dan kehidupan Bumi adalah tema umum dalam spekulasi tentang perang dunia ketiga. Hal ini terutama didorong oleh pengembangan [[senjata nuklir]] di [[Proyek Manhattan]], yang digunakan dalam [[Serangan bom atom Hiroshima dan Nagasaki|pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki]] menjelang akhir Perang Dunia II, serta akuisisi serta penyebaran senjata nuklir oleh banyak negara setelahnya. Kekhawatiran utama lainnya adalah berkembangnya [[perang biologis]] yang dapat menyebabkan banyak korban. Perang ini bisa terjadi secara sengaja atau tidak sengaja, misalnya akibat pelepasan agen biologis yang tidak disengaja, mutasi agen yang tidak terduga, atau adaptasi [[senjata biologis]] menjadi spesies lain setelah digunakan. Peristiwa apokaliptik skala besar seperti ini, yang disebabkan oleh teknologi senjata pemusnah dan penghancur canggih, dapat mengakibatkan permukaan [[Bumi]] tidak dapat dihuni.
Potensi risiko [[kiamat nuklir]] yang menyebabkan kehancuran luas peradaban dan kehidupan Bumi adalah tema umum dalam spekulasi tentang perang dunia ketiga. Hal ini terutama didorong oleh pengembangan [[senjata nuklir]] di [[Proyek Manhattan]], yang digunakan dalam [[Serangan bom atom Hiroshima dan Nagasaki|pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki]] menjelang akhir Perang Dunia II, serta akuisisi serta penyebaran senjata nuklir oleh banyak negara setelahnya. Kekhawatiran utama lainnya adalah berkembangnya [[perang biologis]] yang dapat menyebabkan banyak korban. Perang ini bisa terjadi secara sengaja atau tidak sengaja, misalnya akibat pelepasan agen biologis yang tidak disengaja, mutasi agen yang tidak terduga, atau adaptasi [[senjata biologis]] menjadi spesies lain setelah digunakan. Peristiwa apokaliptik skala besar seperti ini, yang disebabkan oleh teknologi senjata pemusnah dan penghancur canggih, dapat mengakibatkan permukaan [[Bumi]] tidak dapat dihuni.


Sebelum dimulainya Perang Dunia II pada tahun 1939, Perang Dunia I (1914–1918) diyakini sebagai "perang untuk mengakhiri [semua] perang". Secara populer diyakini bahwa tidak akan pernah lagi mungkin ada konflik global sebesar itu. Selama periode antar perang, Perang Dunia I biasanya hanya disebut sebagai "Perang Besar". Pecahnya Perang Dunia II menyangkal harapan bahwa umat manusia telah berhasil mencegah terjadinya perang global yang meluas.
Sebelum dimulainya Perang Dunia II pada tahun 1939, Perang Dunia I (1914–1918) diyakini sebagai "perang untuk mengakhiri [semua] perang". Secara populer diyakini bahwa tidak akan pernah lagi mungkin ada konflik global sebesar itu. Selama periode antar perang, Perang Dunia I biasanya hanya disebut sebagai "Perang Besar". Pecahnya Perang Dunia II menyangkal harapan bahwa umat manusia telah berhasil mencegah terjadinya perang global yang meluas.<ref>William Safire. [https://books.google.com/books?id=jK-0NPoMiYoC&pg=PA792 Safire's Political Dictionary]. Oxford University Press US. 2008. hlm. 792–3. ISBN 978-0-19-534334-2.</ref>


Dengan munculnya Perang Dingin pada tahun 1945 dan dengan penyebaran teknologi senjata nuklir ke [[Uni Soviet]], kemungkinan konflik global ketiga menjadi lebih masuk akal. Selama tahun-tahun Perang Dingin, kemungkinan perang dunia ketiga diantisipasi dan direncanakan oleh otoritas militer dan sipil di banyak negara. Skenario ini berkisar dari perang konvensional hingga perang nuklir terbatas atau total. Pada puncak Perang Dingin, doktrin penghancuran bersama (MAD "Mutually Assured Destruction" ), yang menetapkan bahwa konfrontasi nuklir habis-habisan akan menghancurkan semua negara yang terlibat dalam konflik, telah dikembangkan. Potensi kehancuran mutlak spesies manusia mungkin telah berkontribusi pada kemampuan para pemimpin Amerika dan Soviet untuk menghindari skenario tersebut.
Dengan munculnya Perang Dingin pada tahun 1945 dan dengan penyebaran teknologi senjata nuklir ke [[Uni Soviet]], kemungkinan konflik global ketiga menjadi lebih masuk akal. Selama tahun-tahun Perang Dingin, kemungkinan perang dunia ketiga diantisipasi dan direncanakan oleh otoritas militer dan sipil di banyak negara. Skenario ini berkisar dari perang konvensional hingga perang nuklir terbatas atau total. Pada puncak Perang Dingin, doktrin penghancuran bersama (MAD "Mutually Assured Destruction" ), yang menetapkan bahwa konfrontasi nuklir habis-habisan akan menghancurkan semua negara yang terlibat dalam konflik, telah dikembangkan. Potensi kehancuran mutlak spesies manusia mungkin telah berkontribusi pada kemampuan para pemimpin Amerika dan Soviet untuk menghindari skenario tersebut.


Beberapa konflik berskala besar yang berlangsung di dekade 2020-an, seperti [[Invasi Rusia ke Ukraina 2022|invasi Rusia ke Ukraina]] (2022-sekarang), [[Krisis Timur Tengah (2023–sekarang)|krisis di Timur Tengah]] termasuk [[Perang Israel–Hamas|perang di Gaza]] (2023-sekarang), tensi politik yang meningkat terkait [[status politik Taiwan]], dan [[Serangan Israel–Amerika Serikat terhadap Iran 2026|perang Iran]] (2026-sekarang) telah dianggap berpotensi menjadi pemicu Perang Dunia III. Pada April 2022, televisi pemerintah Rusia bahkan telah menyatakan bahwa perang dunia ketiga telah dimulai, memberi tahu Rusia untuk "mengakui" bahwa negara itu sekarang "berperang melawan infrastruktur NATO, jika bukan NATO sendiri" di [[Ukraina]].


== Rencana militer ==
== Rencana militer ==
Baris 13: Baris 14:


=== Operasi Unthinkable ===
=== Operasi Unthinkable ===
[[Perdana Menteri Inggris]] [[Winston Churchill]] khawatir bahwa, dengan besarnya jumlah pasukan Soviet yang dikerahkan di Eropa pada akhir Perang Dunia II dan pemimpin Soviet [[Joseph Stalin]] yang tidak dapat diandalkan, ada ancaman serius bagi [[Eropa Barat]]. Pada April – Mei 1945, Angkatan Bersenjata Inggris mengembangkan Operasi Unthinkable, yang dianggap sebagai skenario pertama Perang Dunia Ketiga. Tujuan utamanya adalah "untuk memaksakan keinginan Amerika Serikat dan Kerajaan Inggris kepada Rusia".  Rencana tersebut ditolak oleh Kepala Staf Komite Inggris karena tidak sah secara militer.
[[Perdana Menteri Inggris]] [[Winston Churchill]] khawatir bahwa, dengan besarnya jumlah pasukan Soviet yang dikerahkan di Eropa pada akhir Perang Dunia II dan pemimpin Soviet [[Joseph Stalin]] yang tidak dapat diandalkan, ada ancaman serius bagi [[Eropa Barat]]. Pada April – Mei 1945, Angkatan Bersenjata Inggris mengembangkan Operasi Unthinkable, yang dianggap sebagai skenario pertama Perang Dunia Ketiga.<ref>Walker, Jonathan, 1953-. [https://www.worldcat.org/oclc/854617249 Operation Unthinkable : the Third World War : British plans to attack the Soviet Empire 1945]. ISBN 978-0-7524-8718-2.</ref> Tujuan utamanya adalah "untuk memaksakan keinginan Amerika Serikat dan Kerajaan Inggris kepada Rusia".<ref>Irina Sandomirskaia. [http://dx.doi.org/10.1057/9780230582781_8 Russia and its Other(s) on Film]. Palgrave Macmillan UK. 2008. hlm. 130–147. ISBN 978-1-349-35509-9.</ref> Rencana tersebut ditolak oleh Kepala Staf Komite Inggris karena tidak sah secara militer.


=== Operasi Dropshot ===
=== Operasi Dropshot ===
"Operation Dropshot" adalah rencana kontingensi Amerika Serikat tahun 1950-an untuk kemungkinan perang nuklir dan konvensional dengan Uni Soviet di teater Eropa dan Asia Barat. Meskipun skenario tersebut menggunakan senjata nuklir, mereka tidak diharapkan tidak akan terlibat.
"Operation Dropshot" adalah rencana kontingensi Amerika Serikat tahun 1950-an untuk kemungkinan perang nuklir dan konvensional dengan Uni Soviet di teater Eropa dan Asia Barat. Meskipun skenario tersebut menggunakan senjata nuklir, mereka tidak diharapkan tidak akan terlibat.


Baris 24: Baris 24:


=== Latihan Grand Slam, Longstep, dan Mainbrace ===
=== Latihan Grand Slam, Longstep, dan Mainbrace ===
 
Pada Januari 1950, [[Dewan Atlantik Utara]] menyetujui strategi penahanan militer NATO.<ref>[http://dx.doi.org/10.1163/2468-1733_shafr_sim140120065 NATO, The First Five Years, 1949-1954]. ''The SHAFR Guide Online''.</ref> Perencanaan militer NATO menjadi semakin mendesak setelah pecahnya [[Perang Korea]] pada awal 1950-an, yang akhirnya mendorong NATO untuk membentuk "kekuatan di bawah komando terpusat, yang memadai untuk mencegah agresi dan untuk memastikan pertahanan Eropa Barat". Komando Sekutu Eropa didirikan di bawah Jenderal Angkatan Darat [[Dwight D. Eisenhower]], [[Angkatan Darat AS]], pada 2 April 1951. [[The Western Union]] Organisasi Pertahanan sebelumnya melakukan [[Latihan Verity]], latihan multilateral tahun 1949 yang melibatkan serangan udara angkatan laut dan serangan kapal selam. Latihan Mainbrace mengumpulkan 200 kapal dan lebih dari 50.000 personel untuk melatih pertahanan Denmark dan Norwegia dari serangan Soviet pada tahun 1952. Ini merupakan latihan besar NATO yang pertama.<ref>"Chapter 4 – The Pace Quickens". NATO the first five years 1949–1954. NATO. Archived from the original on 27 December 2013.</ref><ref>X. [https://www.jstor.org/stable/10.2307/20030065?origin=crossref The Sources of Soviet Conduct]. ''Foreign Affairs''. 1947. Vol. 25 (4). hlm. 566. doi:10.2307/20030065.</ref> Latihan itu dipimpin bersama oleh Komandan Tertinggi Sekutu Laksamana Atlantik [[Lynde D. McCormick]], USN, dan Komandan Tertinggi Sekutu Eropa [[Jenderal Matthew B Ridgeway]], dari Angkatan Darat AS, selama musim gugur tahun 1952.
Pada Januari 1950, [[Dewan Atlantik Utara]] menyetujui strategi penahanan militer NATO. Perencanaan militer NATO menjadi semakin mendesak setelah pecahnya [[Perang Korea]] pada awal 1950-an, yang akhirnya mendorong NATO untuk membentuk "kekuatan di bawah komando terpusat, yang memadai untuk mencegah agresi dan untuk memastikan pertahanan Eropa Barat". Komando Sekutu Eropa didirikan di bawah Jenderal Angkatan Darat [[Dwight D. Eisenhower]], [[Angkatan Darat AS]], pada 2 April 1951. [[The Western Union]] Organisasi Pertahanan sebelumnya melakukan [[Latihan Verity]], latihan multilateral tahun 1949 yang melibatkan serangan udara angkatan laut dan serangan kapal selam. Latihan Mainbrace mengumpulkan 200 kapal dan lebih dari 50.000 personel untuk melatih pertahanan Denmark dan Norwegia dari serangan Soviet pada tahun 1952. Ini merupakan latihan besar NATO yang pertama. Latihan itu dipimpin bersama oleh Komandan Tertinggi Sekutu Laksamana Atlantik [[Lynde D. McCormick]], USN, dan Komandan Tertinggi Sekutu Eropa [[Jenderal Matthew B Ridgeway]], dari Angkatan Darat AS, selama musim gugur tahun 1952.


Latihan Grand Slam dan Longstep adalah latihan angkatan laut yang diadakan di [[Laut Mediterania]] selama tahun 1952 untuk melatih bagaimana mengusir pasukan pendudukan musuh dan penyerangan amfibi. Ini melibatkan lebih dari 170 kapal perang dan 700 pesawat di bawah komando keseluruhan Laksamana [[Robert B. Carney]]. Komandan latihan militer, Laksamana Carney merangkum pencapaian Latihan Grand Slam dengan menyatakan: "Kami telah menunjukkan bahwa komandan senior dari keempat kekuatan dapat berhasil mengambil alih gugus tugas campuran dan menanganinya secara efektif sebagai unit kerja."
Latihan Grand Slam dan Longstep adalah latihan angkatan laut yang diadakan di [[Laut Mediterania]] selama tahun 1952 untuk melatih bagaimana mengusir pasukan pendudukan musuh dan penyerangan amfibi. Ini melibatkan lebih dari 170 kapal perang dan 700 pesawat di bawah komando keseluruhan Laksamana [[Robert B. Carney]]. Komandan latihan militer, Laksamana Carney merangkum pencapaian Latihan Grand Slam dengan menyatakan: "Kami telah menunjukkan bahwa komandan senior dari keempat kekuatan dapat berhasil mengambil alih gugus tugas campuran dan menanganinya secara efektif sebagai unit kerja."


Uni Soviet menyebut latihan tersebut sebagai "tindakan seperti perang" oleh NATO, dengan sumber khusus bahwa partisipasi Norwegia dan Denmark, dan mempersiapkan manuver militernya sendiri di Zona Soviet.
Uni Soviet menyebut latihan tersebut sebagai "tindakan seperti perang" oleh NATO, dengan sumber khusus bahwa partisipasi Norwegia dan Denmark, dan mempersiapkan manuver militernya sendiri di Zona Soviet.<ref>Waktu, 29 September 1952</ref><ref>"NATO Ships Enter Baltic Sea" – Sydney Morning Herald, hal. 2</ref>


=== Latihan Strikeback ===
=== Latihan Strikeback ===
 
"Latihan Strikeback" adalah latihan besar angkatan laut NATO yang diadakan pada tahun 1957, yang menyimulasikan respons terhadap serangan habis-habisan Soviet terhadap NATO. Latihan ini melibatkan lebih dari 200 kapal perang, 650 pesawat, dan 75.000 personel dari [[Angkatan Laut Amerika Serikat]], [[Royal Navy]] Britania Raya, [[Royal Canadian Navy]], [[Angkatan Laut Prancis]], [[Angkatan Laut Kerajaan Belanda]], dan [[Angkatan Laut Kerajaan Norwegia]]. Latihan ini dianggap sebagai operasi angkatan laut masa damai terbesar hingga saat itu, Latihan Serangan balik ini dianggap oleh analis militer [[Hanson W. Baldwin]] dari ''[[The New York Times]]'' sebagai "merupakan armada penyerang terkuat yang dikumpulkan sejak Perang Dunia II".<ref>[http://dx.doi.org/10.3886/icpsr03919 New York Times New York City Poll, September 2003]. ''ICPSR Data Holdings''. 2004-04-21.</ref>
"Latihan Strikeback" adalah latihan besar angkatan laut NATO yang diadakan pada tahun 1957, yang menyimulasikan respons terhadap serangan habis-habisan Soviet terhadap NATO. Latihan ini melibatkan lebih dari 200 kapal perang, 650 pesawat, dan 75.000 personel dari [[Angkatan Laut Amerika Serikat]], [[Royal Navy]] Britania Raya, [[Royal Canadian Navy]], [[Angkatan Laut Prancis]], [[Angkatan Laut Kerajaan Belanda]], dan [[Angkatan Laut Kerajaan Norwegia]]. Latihan ini dianggap sebagai operasi angkatan laut masa damai terbesar hingga saat itu, Latihan Serangan balik ini dianggap oleh analis militer [[Hanson W. Baldwin]] dari ''[[The New York Times]]'' sebagai "merupakan armada penyerang terkuat yang dikumpulkan sejak Perang Dunia II".


=== Latihan Reforger ===
=== Latihan Reforger ===
Latihan Reforger (dari '''re'''turn '''for'''ces for '''Ger'''many) adalah latihan tahunan yang dilakukan, selama Perang Dingin, oleh NATO. Latihan itu dimaksudkan untuk memastikan bahwa NATO memiliki kemampuan untuk segera mengerahkan pasukan ke [[Jerman Barat]] jika terjadi konflik dengan [[Pakta Warsawa]]. Pakta Warsawa memiliki kekuatan konvensional melebihi jumlah NATO selama Perang Dingin, terutama hal [[kendaraan lapis baja]]. Oleh karena itu, jika terjadi invasi Soviet, agar tidak menggunakan serangan nuklir taktis, pasukan NATO yang menahan garis melawan ujung tombak kendaraan lapis baja Pakta Warsawa harus segera disuplai dan diganti. Sebagian besar dari dukungan ini akan datang dari seberang Atlantik Amerika Utara.
Latihan Reforger (dari '''re'''turn '''for'''ces for '''Ger'''many) adalah latihan tahunan yang dilakukan, selama Perang Dingin, oleh NATO. Latihan itu dimaksudkan untuk memastikan bahwa NATO memiliki kemampuan untuk segera mengerahkan pasukan ke [[Jerman Barat]] jika terjadi konflik dengan [[Pakta Warsawa]]. Pakta Warsawa memiliki kekuatan konvensional melebihi jumlah NATO selama Perang Dingin, terutama hal [[kendaraan lapis baja]]. Oleh karena itu, jika terjadi invasi Soviet, agar tidak menggunakan serangan nuklir taktis, pasukan NATO yang menahan garis melawan ujung tombak kendaraan lapis baja Pakta Warsawa harus segera disuplai dan diganti. Sebagian besar dari dukungan ini akan datang dari seberang Atlantik Amerika Utara.


Baris 42: Baris 39:


=== Tujuh Hari ke Sungai Rhine ===
=== Tujuh Hari ke Sungai Rhine ===
 
"Tujuh hari ke Sungai Rhine" adalah latihan simulasi militer rahasia yang dikembangkan pada tahun 1979 oleh Pakta Warsawa.<ref>Nicholas Watt in Warsaw (26 November 2005). "Poland risks Russia's wrath with Soviet nuclear attack map | World news". The Guardian. Archived from the original on 5 February 2017.</ref> Ini dimulai dengan perkiraan bahwa NATO akan melancarkan serangan nuklir di lembah [[sungai Vistula]] dalam skenario serangan pertama, yang akan mengakibatkan sebanyak dua juta korban sipil Polandia. Sebagai tanggapan, serangan balik Soviet akan dilakukan terhadap Jerman Barat, Belgia, Belanda dan Denmark, dengan pasukan Pakta Warsawa menyerang Jerman Barat dan bertujuan untuk berhenti di Sungai Rhine pada hari ketujuh. Rencana Uni Soviet lainnya berhenti hanya setelah mencapai perbatasan Prancis pada hari kesembilan. Masing-masing negara bagian Pakta Warsawa hanya diberi bagian gambar strategis mereka sendiri; dalam hal ini, pasukan Polandia diharapkan hanya maju sampai ke Jerman. Rencana Tujuh Hari ke Rhine membayangkan bahwa sebagian besar wilayah Polandia dan Jerman akan dihancurkan oleh ledakan nuklir, dan sejumlah besar pasukan akan mati karena [[radiasi nuklir]]. Diperkirakan NATO akan menembakkan senjata nuklir di belakang garis Soviet yang bergerak maju untuk memutus jalur pasokan mereka dan dengan demikian mengumpulkan kemajuan mereka. Sementara rencana ini mengasumsikan bahwa NATO akan menggunakan senjata nuklir untuk mendorong kembali setiap invasi Pakta Warsawa, hal itu tidak termasuk dalam serangan nuklir ke Prancis atau Inggris. Surat kabar berspekulasi ketika rencana ini dideklasifikasi, Prancis dan Inggris tidak boleh diserang dalam upaya membuat mereka menahan penggunaan senjata nuklir mereka sendiri.
"Tujuh hari ke Sungai Rhine" adalah latihan simulasi militer rahasia yang dikembangkan pada tahun 1979 oleh Pakta Warsawa. Ini dimulai dengan perkiraan bahwa NATO akan melancarkan serangan nuklir di lembah [[sungai Vistula]] dalam skenario serangan pertama, yang akan mengakibatkan sebanyak dua juta korban sipil Polandia. Sebagai tanggapan, serangan balik Soviet akan dilakukan terhadap Jerman Barat, Belgia, Belanda dan Denmark, dengan pasukan Pakta Warsawa menyerang Jerman Barat dan bertujuan untuk berhenti di Sungai Rhine pada hari ketujuh. Rencana Uni Soviet lainnya berhenti hanya setelah mencapai perbatasan Prancis pada hari kesembilan. Masing-masing negara bagian Pakta Warsawa hanya diberi bagian gambar strategis mereka sendiri; dalam hal ini, pasukan Polandia diharapkan hanya maju sampai ke Jerman. Rencana Tujuh Hari ke Rhine membayangkan bahwa sebagian besar wilayah Polandia dan Jerman akan dihancurkan oleh ledakan nuklir, dan sejumlah besar pasukan akan mati karena [[radiasi nuklir]]. Diperkirakan NATO akan menembakkan senjata nuklir di belakang garis Soviet yang bergerak maju untuk memutus jalur pasokan mereka dan dengan demikian mengumpulkan kemajuan mereka. Sementara rencana ini mengasumsikan bahwa NATO akan menggunakan senjata nuklir untuk mendorong kembali setiap invasi Pakta Warsawa, hal itu tidak termasuk dalam serangan nuklir ke Prancis atau Inggris. Surat kabar berspekulasi ketika rencana ini dideklasifikasi, Prancis dan Inggris tidak boleh diserang dalam upaya membuat mereka menahan penggunaan senjata nuklir mereka sendiri.


=== Latihan Able Archer ===
=== Latihan Able Archer ===
"Able Archer 83" adalah latihan pos komando Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) lima hari dan dimulai pada 7 November 1983, yang membentang di Eropa Barat, berpusat di Markas Besar Tertinggi Sekutu Eropa (SHAPE) Markas Besar di [[Casteau]], utara kota [[Mons]]. Latihan Able Archer menyimulasikan periode eskalasi konflik, yang berpuncak pada serangan nuklir terkoordinasi.
"Able Archer 83" adalah latihan pos komando Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) lima hari dan dimulai pada 7 November 1983, yang membentang di Eropa Barat, berpusat di Markas Besar Tertinggi Sekutu Eropa (SHAPE) Markas Besar di [[Casteau]], utara kota [[Mons]]. Latihan Able Archer menyimulasikan periode eskalasi konflik, yang berpuncak pada serangan nuklir terkoordinasi.


Sifat realistis dari latihan tahun 1983, ditambah dengan memburuknya hubungan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dan antisipasi kedatangan rudal nuklir strategis Pershing II di Eropa, membuat beberapa anggota Politbiro dan militer Soviet percaya bahwa Able Archer 83 adalah tipu muslihat, yang mengaburkan persiapan untuk serangan nuklir pertama yang asli. Sebagai tanggapan, Soviet menyiapkan kekuatan nuklir mereka dan menempatkan unit udara di Jerman Timur dan Polandia dalam keadaan siaga. "Ketakutan perang tahun 1983" dianggap oleh banyak sejarawan sebagai yang paling dekat dengan perang nuklir dunia sejak [[Krisis Rudal Kuba]] 1962. Ancaman perang nuklir berakhir dengan berakhirnya latihan pada 11 November.
Sifat realistis dari latihan tahun 1983, ditambah dengan memburuknya hubungan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dan antisipasi kedatangan rudal nuklir strategis Pershing II di Eropa, membuat beberapa anggota Politbiro dan militer Soviet percaya bahwa Able Archer 83 adalah tipu muslihat, yang mengaburkan persiapan untuk serangan nuklir pertama yang asli. Sebagai tanggapan, Soviet menyiapkan kekuatan nuklir mereka dan menempatkan unit udara di Jerman Timur dan Polandia dalam keadaan siaga. "Ketakutan perang tahun 1983" dianggap oleh banyak sejarawan sebagai yang paling dekat dengan perang nuklir dunia sejak [[Krisis Rudal Kuba]] 1962. Ancaman perang nuklir berakhir dengan berakhirnya latihan pada 11 November.<ref>Benjamin B. Fischer (17 March 2007). "A Cold War Conundrum: The 1983 Soviet War Scare". Central Intelligence Agency. Archived from the original on 14 January 2009.</ref><ref>Benjamin B. Fischer (17 March 2007). "A Cold War Conundrum: The 1983 Soviet War Scare". Central Intelligence Agency. Archived from the original on 14 January 2009.</ref><ref>Beth Fischer, Reagan Reversal, 123, 131.</ref><ref>Andrew and Gordievsky, Comrade Kryucvcov's Instructions, 85–7.</ref><ref>Pry, War Scare, 37–9.</ref><ref>Oberdorfer, A New Era, 66.</ref><ref>SNIE 11–10–84 "Implications of Recent Soviet Military-Political Activities" Central Intelligence Agency, 18 May 1984.</ref><ref>Andrew and Gordievsky, Comrade Kryucvcov's Instructions, 87–8.</ref><ref>Pry, War Scare, 43–4.</ref>


=== Inisiatif Pertahanan Strategis ===
=== Inisiatif Pertahanan Strategis ===
 
Inisiatif Pertahanan Strategis (SDI) diusulkan oleh Presiden AS [[Ronald Reagan]] pada tanggal 23 Maret 1983.<ref>Thomas Withington. [http://dx.doi.org/10.2968/059006005 Civil Defense: March, citizens, march]. ''Bulletin of the Atomic Scientists''. 2003-11-01. Vol. 59 (6). hlm. 15–16. doi:10.2968/059006005.</ref> Di akhir masa kepresidenannya, banyak faktor (termasuk penonton di film 1983 ''[[The Day After]]'' dan kejadiannya didengarkan melalui pemberontak Soviet [[Archer 83]] yang hampir memicu serangan pertama Rusia) telah membuat Ronald Reagan menentang konsep perang nuklir yang dapat dimenangkan, dan dia mulai melihat senjata nuklir lebih sebagai "kartu liar" daripada pencegah strategis. Meskipun ia kemudian percaya pada perjanjian pelucutan senjata yang secara perlahan mengumpulkan bahaya persenjataan nuklir dengan mengurangi jumlah dan status kewaspadaan mereka, ia juga percaya bahwa solusi teknologi dapat memungkinkan [[ICBM]] yang masuk akan ditembak jatuh, sehingga membuat AS kebal terhadap serangan pertama. Namun, Uni Soviet melihat konsep SDI sebagai ancaman besar, karena penyebaran sistem secara sepihak akan memungkinkan AS untuk melancarkan serangan pertama besar-besaran terhadap Uni Soviet tanpa rasa takut akan pembalasan.
Inisiatif Pertahanan Strategis (SDI) diusulkan oleh Presiden AS [[Ronald Reagan]] pada tanggal 23 Maret 1983. Di akhir masa kepresidenannya, banyak faktor (termasuk penonton di film 1983 ''[[The Day After]]'' dan kejadiannya didengarkan melalui pemberontak Soviet [[Archer 83]] yang hampir memicu serangan pertama Rusia) telah membuat Ronald Reagan menentang konsep perang nuklir yang dapat dimenangkan, dan dia mulai melihat senjata nuklir lebih sebagai "kartu liar" daripada pencegah strategis. Meskipun ia kemudian percaya pada perjanjian pelucutan senjata yang secara perlahan mengumpulkan bahaya persenjataan nuklir dengan mengurangi jumlah dan status kewaspadaan mereka, ia juga percaya bahwa solusi teknologi dapat memungkinkan [[ICBM]] yang masuk akan ditembak jatuh, sehingga membuat AS kebal terhadap serangan pertama. Namun, Uni Soviet melihat konsep SDI sebagai ancaman besar, karena penyebaran sistem secara sepihak akan memungkinkan AS untuk melancarkan serangan pertama besar-besaran terhadap Uni Soviet tanpa rasa takut akan pembalasan.


Konsep SDI menggunakan sistem berbasis darat dan ruang angkasa untuk melindungi Amerika Serikat dari serangan rudal balistik nuklir strategis. Inisiatif ini berfokus pada pertahanan strategis daripada doktrin pelanggaran strategis sebelumnya dari Mutual Assured Destruction (MAD). [[Organisasi Inisiatif Pertahanan Strategis]] (SDIO) didirikan pada tahun 1984 di dalam [[Departemen Pertahanan Amerika Serikat]] untuk mengawasi Inisiatif Pertahanan Strategis.
Konsep SDI menggunakan sistem berbasis darat dan ruang angkasa untuk melindungi Amerika Serikat dari serangan rudal balistik nuklir strategis. Inisiatif ini berfokus pada pertahanan strategis daripada doktrin pelanggaran strategis sebelumnya dari Mutual Assured Destruction (MAD). [[Organisasi Inisiatif Pertahanan Strategis]] (SDIO) didirikan pada tahun 1984 di dalam [[Departemen Pertahanan Amerika Serikat]] untuk mengawasi Inisiatif Pertahanan Strategis.


=== Pembagian nuklir NATO ===
=== Pembagian nuklir NATO ===
Rencana operasional NATO untuk Perang Dunia Ketiga telah melibatkan sekutu NATO yang tidak memiliki senjata nuklir, yang menggunakan senjata nuklir yang dipasok oleh Amerika Serikat sebagai bagian dari rencana umum perang NATO, di bawah arahan Panglima Tertinggi Sekutu NATO.
Rencana operasional NATO untuk Perang Dunia Ketiga telah melibatkan sekutu NATO yang tidak memiliki senjata nuklir, yang menggunakan senjata nuklir yang dipasok oleh Amerika Serikat sebagai bagian dari rencana umum perang NATO, di bawah arahan Panglima Tertinggi Sekutu NATO.<ref>[http://dx.doi.org/10.1787/888932328997 United States, Employment in ICT and selected services, March 1996-March 2010]. ''dx.doi.org''.</ref><ref>"Der Spiegel: Foreign Minister Wants US Nukes out of Germany (2009-04-10)". Spiegel Online. 10 April 2009. Archived from the original on 14 February 2012.</ref><ref>Clearwater, John. [https://www.worldcat.org/oclc/244771111 Canadian nuclear weapons : the untold story of Canada's Cold War arsenal]. Dundurn Press. 1998. ISBN 978-1-55488-121-5.</ref><ref>[http://dx.doi.org/10.1787/888932328997 United States, Employment in ICT and selected services, March 1996-March 2010]. ''dx.doi.org''.</ref>


Dari tiga kekuatan nuklir di NATO (Prancis, Britania Raya, dan Amerika Serikat) hanya Amerika Serikat yang menyediakan senjata untuk pembagian nuklir. Sampai November 2009, Belgia, Jerman, Italia, Belanda dan Turki masih menjadi tuan rumah senjata nuklir AS sebagai bagian dari kebijakan pembagian nuklir NATO. Kanada memiliki senjata nuklir sampai tahun 1984, dan Yunani sampai tahun 2001. Senjata nuklir taktis Britania Raya dari AS juga menerima seperti artileri nuklir dan [[misil Lance]] hingga 1992, meskipun Inggris adalah negara yang memiliki senjata nuklirnya sendiri; walaupun kebanyakan disimpan di Jerman.
Dari tiga kekuatan nuklir di NATO (Prancis, Britania Raya, dan Amerika Serikat) hanya Amerika Serikat yang menyediakan senjata untuk pembagian nuklir. Sampai November 2009, Belgia, Jerman, Italia, Belanda dan Turki masih menjadi tuan rumah senjata nuklir AS sebagai bagian dari kebijakan pembagian nuklir NATO. Kanada memiliki senjata nuklir sampai tahun 1984, dan Yunani sampai tahun 2001. Senjata nuklir taktis Britania Raya dari AS juga menerima seperti artileri nuklir dan [[misil Lance]] hingga 1992, meskipun Inggris adalah negara yang memiliki senjata nuklirnya sendiri; walaupun kebanyakan disimpan di Jerman.


Di masa damai, senjata nuklir yang disimpan di negara-negara non-nuklir dijaga oleh penerbang AS meskipun sebelumnya beberapa sistem artileri dan rudal dijaga oleh tentara [[Angkatan Darat Amerika Serikat|Angkatan Darat AS]]; kode yang diperlukan untuk meledakkannya berada di bawah kendali Amerika. Jika terjadi perang, senjata harus dipasang di pesawat tempur negara kontestan. Senjata-senjata tersebut berada di bawah pengawasan dan kendali Skuadron Dukungan Munisi USAF yang ditempatkan di pangkalan operasi utama [[Pakta Pertahanan Atlantik Utara|NATO]] yang bekerja sama dengan pasukan negara tuan rumah.
Di masa damai, senjata nuklir yang disimpan di negara-negara non-nuklir dijaga oleh penerbang AS meskipun sebelumnya beberapa sistem artileri dan rudal dijaga oleh tentara [[Angkatan Darat Amerika Serikat|Angkatan Darat AS]]; kode yang diperlukan untuk meledakkannya berada di bawah kendali Amerika. Jika terjadi perang, senjata harus dipasang di pesawat tempur negara kontestan. Senjata-senjata tersebut berada di bawah pengawasan dan kendali Skuadron Dukungan Munisi USAF yang ditempatkan di pangkalan operasi utama [[Pakta Pertahanan Atlantik Utara|NATO]] yang bekerja sama dengan pasukan negara tuan rumah.<ref>[http://dx.doi.org/10.1787/888932328997 United States, Employment in ICT and selected services, March 1996-March 2010]. ''dx.doi.org''.</ref>
 
Pada tahun 2005, 180 bom nuklir taktis '''[[B61]]''' dari 480 senjata nuklir AS yang diyakini akan ditempatkan di Eropa berada di bawah pengaturan pembagian nuklir. Senjata tersebut disimpan di dalam lemari besi di tempat penampungan pesawat yang diperkuat, menggunakan [[Sistem Penyimpanan dan Keamanan Senjata USAF WS3]]. Pesawat tempur pengiriman yang digunakan adalah [[General Dynamics F-16 Fighting Falcon|F-16 Fighting Falcons]] dan [[Panavia Tornado]]s.
 
== Referensi ==


Pada tahun 2005, 180 bom nuklir taktis '''[[B61]]''' dari 480 senjata nuklir AS yang diyakini akan ditempatkan di Eropa berada di bawah pengaturan pembagian nuklir.<ref>Hans M. Kristensen. [http://dx.doi.org/10.1063/1.4876456 Nuclear weapons modernizations]. AIP Publishing LLC. 2014. doi:10.1063/1.4876456.</ref> Senjata tersebut disimpan di dalam lemari besi di tempat penampungan pesawat yang diperkuat, menggunakan [[Sistem Penyimpanan dan Keamanan Senjata USAF WS3]]. Pesawat tempur pengiriman yang digunakan adalah [[General Dynamics F-16 Fighting Falcon|F-16 Fighting Falcons]] dan [[Panavia Tornado]]s.<ref>Robert S. Norris. [http://dx.doi.org/10.1080/00963402.2016.1124664 Declassified: US nuclear weapons at sea during the Cold War]. ''Bulletin of the Atomic Scientists''. 2016-01-02. Vol. 72 (1). hlm. 58–61. doi:10.1080/00963402.2016.1124664.</ref>


== Bacaan lanjutan ==
== Bacaan lanjutan ==
* [[Samuel P. Huntington|Huntington, Samuel]] (1996). ''[[The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order]]'' Simon & Schuster, New York. .
* [[Samuel P. Huntington|Huntington, Samuel]] (1996). ''[[The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order]]'' Simon & Schuster, New York. .
*
*  
* [[John Mearsheimer|Mearsheimer, John]] (2001). ''[[The Tragedy of Great Power Politics]]''. W. W. Norton, New York. .
* [[John Mearsheimer|Mearsheimer, John]] (2001). ''[[The Tragedy of Great Power Politics]]''. W. W. Norton, New York. .
*
*  
* Piepers, Ingo (2016). ''[https://global4cast.org 2020: WARning]''. Conijn Advies. .
* Piepers, Ingo (2016). ''[https://global4cast.org 2020: WARning]''. Conijn Advies. .


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perang+Dunia+III&oldid=29317214 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29317214 (2026-06-06T01:41:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perang+Dunia+III&oldid=29317214 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29317214 (2026-06-06T01:41:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.34

Castle Bravo Blast

Perang Dunia III atau Perang Dunia Ketiga, sering disingkat sebagai PD III atau PD 3, adalah nama yang diberikan untuk konflik militer hipotetis skala besar ketiga di seluruh dunia setelah Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Banyak pihak memprediksi bahwa perang semacam ini akan melibatkan semua negara adikuasa seperti yang terjadi dalam dua perang dunia sebelumnya, dan penggunaan senjata nuklir atau senjata pemusnah massal lainnya, sehingga akan melampaui baik dalam lingkup, skala, dampak destruktif, serta kematian.[1] Istilah ini telah digunakan setidaknya sejak 1941. Istilah ini kadang juga digunakan untuk merujuk pada konflik yang terbatas atau konflik yang kecil seperti Perang Dingin atau perang melawan terorisme.

Potensi risiko kiamat nuklir yang menyebabkan kehancuran luas peradaban dan kehidupan Bumi adalah tema umum dalam spekulasi tentang perang dunia ketiga. Hal ini terutama didorong oleh pengembangan senjata nuklir di Proyek Manhattan, yang digunakan dalam pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki menjelang akhir Perang Dunia II, serta akuisisi serta penyebaran senjata nuklir oleh banyak negara setelahnya. Kekhawatiran utama lainnya adalah berkembangnya perang biologis yang dapat menyebabkan banyak korban. Perang ini bisa terjadi secara sengaja atau tidak sengaja, misalnya akibat pelepasan agen biologis yang tidak disengaja, mutasi agen yang tidak terduga, atau adaptasi senjata biologis menjadi spesies lain setelah digunakan. Peristiwa apokaliptik skala besar seperti ini, yang disebabkan oleh teknologi senjata pemusnah dan penghancur canggih, dapat mengakibatkan permukaan Bumi tidak dapat dihuni.

Sebelum dimulainya Perang Dunia II pada tahun 1939, Perang Dunia I (1914–1918) diyakini sebagai "perang untuk mengakhiri [semua] perang". Secara populer diyakini bahwa tidak akan pernah lagi mungkin ada konflik global sebesar itu. Selama periode antar perang, Perang Dunia I biasanya hanya disebut sebagai "Perang Besar". Pecahnya Perang Dunia II menyangkal harapan bahwa umat manusia telah berhasil mencegah terjadinya perang global yang meluas.[2]

Dengan munculnya Perang Dingin pada tahun 1945 dan dengan penyebaran teknologi senjata nuklir ke Uni Soviet, kemungkinan konflik global ketiga menjadi lebih masuk akal. Selama tahun-tahun Perang Dingin, kemungkinan perang dunia ketiga diantisipasi dan direncanakan oleh otoritas militer dan sipil di banyak negara. Skenario ini berkisar dari perang konvensional hingga perang nuklir terbatas atau total. Pada puncak Perang Dingin, doktrin penghancuran bersama (MAD "Mutually Assured Destruction" ), yang menetapkan bahwa konfrontasi nuklir habis-habisan akan menghancurkan semua negara yang terlibat dalam konflik, telah dikembangkan. Potensi kehancuran mutlak spesies manusia mungkin telah berkontribusi pada kemampuan para pemimpin Amerika dan Soviet untuk menghindari skenario tersebut.


Rencana militer

Perencana militer telah menciptakan berbagai skenario, yang bersiap untuk bagian yang terburuk, sejak hari-hari awal Perang Dingin. Beberapa dari rencana tersebut sekarang sudah usang dan telah dibuka sebagian atau seluruhnya.

Operasi Unthinkable

Perdana Menteri Inggris Winston Churchill khawatir bahwa, dengan besarnya jumlah pasukan Soviet yang dikerahkan di Eropa pada akhir Perang Dunia II dan pemimpin Soviet Joseph Stalin yang tidak dapat diandalkan, ada ancaman serius bagi Eropa Barat. Pada April – Mei 1945, Angkatan Bersenjata Inggris mengembangkan Operasi Unthinkable, yang dianggap sebagai skenario pertama Perang Dunia Ketiga.[3] Tujuan utamanya adalah "untuk memaksakan keinginan Amerika Serikat dan Kerajaan Inggris kepada Rusia".[4] Rencana tersebut ditolak oleh Kepala Staf Komite Inggris karena tidak sah secara militer.

Operasi Dropshot

"Operation Dropshot" adalah rencana kontingensi Amerika Serikat tahun 1950-an untuk kemungkinan perang nuklir dan konvensional dengan Uni Soviet di teater Eropa dan Asia Barat. Meskipun skenario tersebut menggunakan senjata nuklir, mereka tidak diharapkan tidak akan terlibat.

Pada saat persenjataan nuklir AS terbatas jumlahnya, sebagian besar berbasis di Amerika Serikat, dan bergantung pada pengirim pembom-nya. "Dropshot" merupakan misi yang akan menggunakan 300 bom nuklir dan 29.000 bom dengan daya ledak tinggi sekitar 200 target di 100 kota besar dan kecil untuk memusnahkan 85% potensi industri Uni Soviet dengan satu pukulan. Sekitar 75 dan 100 dari 300 senjata nuklir ditargetkan untuk menghancurkan pesawat tempur Soviet di darat.

Skenario ini dirancang sebelum pengembangan rudal balistik antarbenua. Hal ini juga dirancang sebelum Presiden AS John F. Kennedy dan Menteri Pertahanan-nya Robert McNamara mengubah rencana AS Perang Nuklir dari 'kota pembunuhan' imbangan rencana pemogokan untuk"penangkis" Rencana (ditargetkan lebih lanjut di pasukan militer). Senjata nuklir saat ini belum cukup akurat untuk menghantam pangkalan angkatan laut tanpa menghancurkan kota yang berdekatan dengannya, sehingga tujuan penggunaannya adalah untuk menghancurkan kapasitas industri musuh dalam upaya melumpuhkan ekonomi perang mereka.

Latihan Grand Slam, Longstep, dan Mainbrace

Pada Januari 1950, Dewan Atlantik Utara menyetujui strategi penahanan militer NATO.[5] Perencanaan militer NATO menjadi semakin mendesak setelah pecahnya Perang Korea pada awal 1950-an, yang akhirnya mendorong NATO untuk membentuk "kekuatan di bawah komando terpusat, yang memadai untuk mencegah agresi dan untuk memastikan pertahanan Eropa Barat". Komando Sekutu Eropa didirikan di bawah Jenderal Angkatan Darat Dwight D. Eisenhower, Angkatan Darat AS, pada 2 April 1951. The Western Union Organisasi Pertahanan sebelumnya melakukan Latihan Verity, latihan multilateral tahun 1949 yang melibatkan serangan udara angkatan laut dan serangan kapal selam. Latihan Mainbrace mengumpulkan 200 kapal dan lebih dari 50.000 personel untuk melatih pertahanan Denmark dan Norwegia dari serangan Soviet pada tahun 1952. Ini merupakan latihan besar NATO yang pertama.[6][7] Latihan itu dipimpin bersama oleh Komandan Tertinggi Sekutu Laksamana Atlantik Lynde D. McCormick, USN, dan Komandan Tertinggi Sekutu Eropa Jenderal Matthew B Ridgeway, dari Angkatan Darat AS, selama musim gugur tahun 1952.

Latihan Grand Slam dan Longstep adalah latihan angkatan laut yang diadakan di Laut Mediterania selama tahun 1952 untuk melatih bagaimana mengusir pasukan pendudukan musuh dan penyerangan amfibi. Ini melibatkan lebih dari 170 kapal perang dan 700 pesawat di bawah komando keseluruhan Laksamana Robert B. Carney. Komandan latihan militer, Laksamana Carney merangkum pencapaian Latihan Grand Slam dengan menyatakan: "Kami telah menunjukkan bahwa komandan senior dari keempat kekuatan dapat berhasil mengambil alih gugus tugas campuran dan menanganinya secara efektif sebagai unit kerja."

Uni Soviet menyebut latihan tersebut sebagai "tindakan seperti perang" oleh NATO, dengan sumber khusus bahwa partisipasi Norwegia dan Denmark, dan mempersiapkan manuver militernya sendiri di Zona Soviet.[8][9]

Latihan Strikeback

"Latihan Strikeback" adalah latihan besar angkatan laut NATO yang diadakan pada tahun 1957, yang menyimulasikan respons terhadap serangan habis-habisan Soviet terhadap NATO. Latihan ini melibatkan lebih dari 200 kapal perang, 650 pesawat, dan 75.000 personel dari Angkatan Laut Amerika Serikat, Royal Navy Britania Raya, Royal Canadian Navy, Angkatan Laut Prancis, Angkatan Laut Kerajaan Belanda, dan Angkatan Laut Kerajaan Norwegia. Latihan ini dianggap sebagai operasi angkatan laut masa damai terbesar hingga saat itu, Latihan Serangan balik ini dianggap oleh analis militer Hanson W. Baldwin dari The New York Times sebagai "merupakan armada penyerang terkuat yang dikumpulkan sejak Perang Dunia II".[10]

Latihan Reforger

Latihan Reforger (dari return forces for Germany) adalah latihan tahunan yang dilakukan, selama Perang Dingin, oleh NATO. Latihan itu dimaksudkan untuk memastikan bahwa NATO memiliki kemampuan untuk segera mengerahkan pasukan ke Jerman Barat jika terjadi konflik dengan Pakta Warsawa. Pakta Warsawa memiliki kekuatan konvensional melebihi jumlah NATO selama Perang Dingin, terutama hal kendaraan lapis baja. Oleh karena itu, jika terjadi invasi Soviet, agar tidak menggunakan serangan nuklir taktis, pasukan NATO yang menahan garis melawan ujung tombak kendaraan lapis baja Pakta Warsawa harus segera disuplai dan diganti. Sebagian besar dari dukungan ini akan datang dari seberang Atlantik Amerika Utara.

Reforger bukan hanya unjuk kekuatan — jika terjadi konflik, latihan akan menjadi rencana aktual untuk memperkuat kehadiran NATO di Eropa. Dalam hal ini, latihan ini akan disebut sebagai Operasi Reforger. Komponen penting dalam Reforger termasuk Komando Pengangkutan Udara Militer, Komando Pengangkutan Laut Militer, dan Armada Udara Cadangan Sipil.

Tujuh Hari ke Sungai Rhine

"Tujuh hari ke Sungai Rhine" adalah latihan simulasi militer rahasia yang dikembangkan pada tahun 1979 oleh Pakta Warsawa.[11] Ini dimulai dengan perkiraan bahwa NATO akan melancarkan serangan nuklir di lembah sungai Vistula dalam skenario serangan pertama, yang akan mengakibatkan sebanyak dua juta korban sipil Polandia. Sebagai tanggapan, serangan balik Soviet akan dilakukan terhadap Jerman Barat, Belgia, Belanda dan Denmark, dengan pasukan Pakta Warsawa menyerang Jerman Barat dan bertujuan untuk berhenti di Sungai Rhine pada hari ketujuh. Rencana Uni Soviet lainnya berhenti hanya setelah mencapai perbatasan Prancis pada hari kesembilan. Masing-masing negara bagian Pakta Warsawa hanya diberi bagian gambar strategis mereka sendiri; dalam hal ini, pasukan Polandia diharapkan hanya maju sampai ke Jerman. Rencana Tujuh Hari ke Rhine membayangkan bahwa sebagian besar wilayah Polandia dan Jerman akan dihancurkan oleh ledakan nuklir, dan sejumlah besar pasukan akan mati karena radiasi nuklir. Diperkirakan NATO akan menembakkan senjata nuklir di belakang garis Soviet yang bergerak maju untuk memutus jalur pasokan mereka dan dengan demikian mengumpulkan kemajuan mereka. Sementara rencana ini mengasumsikan bahwa NATO akan menggunakan senjata nuklir untuk mendorong kembali setiap invasi Pakta Warsawa, hal itu tidak termasuk dalam serangan nuklir ke Prancis atau Inggris. Surat kabar berspekulasi ketika rencana ini dideklasifikasi, Prancis dan Inggris tidak boleh diserang dalam upaya membuat mereka menahan penggunaan senjata nuklir mereka sendiri.

Latihan Able Archer

"Able Archer 83" adalah latihan pos komando Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) lima hari dan dimulai pada 7 November 1983, yang membentang di Eropa Barat, berpusat di Markas Besar Tertinggi Sekutu Eropa (SHAPE) Markas Besar di Casteau, utara kota Mons. Latihan Able Archer menyimulasikan periode eskalasi konflik, yang berpuncak pada serangan nuklir terkoordinasi.

Sifat realistis dari latihan tahun 1983, ditambah dengan memburuknya hubungan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dan antisipasi kedatangan rudal nuklir strategis Pershing II di Eropa, membuat beberapa anggota Politbiro dan militer Soviet percaya bahwa Able Archer 83 adalah tipu muslihat, yang mengaburkan persiapan untuk serangan nuklir pertama yang asli. Sebagai tanggapan, Soviet menyiapkan kekuatan nuklir mereka dan menempatkan unit udara di Jerman Timur dan Polandia dalam keadaan siaga. "Ketakutan perang tahun 1983" dianggap oleh banyak sejarawan sebagai yang paling dekat dengan perang nuklir dunia sejak Krisis Rudal Kuba 1962. Ancaman perang nuklir berakhir dengan berakhirnya latihan pada 11 November.[12][13][14][15][16][17][18][19][20]

Inisiatif Pertahanan Strategis

Inisiatif Pertahanan Strategis (SDI) diusulkan oleh Presiden AS Ronald Reagan pada tanggal 23 Maret 1983.[21] Di akhir masa kepresidenannya, banyak faktor (termasuk penonton di film 1983 The Day After dan kejadiannya didengarkan melalui pemberontak Soviet Archer 83 yang hampir memicu serangan pertama Rusia) telah membuat Ronald Reagan menentang konsep perang nuklir yang dapat dimenangkan, dan dia mulai melihat senjata nuklir lebih sebagai "kartu liar" daripada pencegah strategis. Meskipun ia kemudian percaya pada perjanjian pelucutan senjata yang secara perlahan mengumpulkan bahaya persenjataan nuklir dengan mengurangi jumlah dan status kewaspadaan mereka, ia juga percaya bahwa solusi teknologi dapat memungkinkan ICBM yang masuk akan ditembak jatuh, sehingga membuat AS kebal terhadap serangan pertama. Namun, Uni Soviet melihat konsep SDI sebagai ancaman besar, karena penyebaran sistem secara sepihak akan memungkinkan AS untuk melancarkan serangan pertama besar-besaran terhadap Uni Soviet tanpa rasa takut akan pembalasan.

Konsep SDI menggunakan sistem berbasis darat dan ruang angkasa untuk melindungi Amerika Serikat dari serangan rudal balistik nuklir strategis. Inisiatif ini berfokus pada pertahanan strategis daripada doktrin pelanggaran strategis sebelumnya dari Mutual Assured Destruction (MAD). Organisasi Inisiatif Pertahanan Strategis (SDIO) didirikan pada tahun 1984 di dalam Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk mengawasi Inisiatif Pertahanan Strategis.

Pembagian nuklir NATO

Rencana operasional NATO untuk Perang Dunia Ketiga telah melibatkan sekutu NATO yang tidak memiliki senjata nuklir, yang menggunakan senjata nuklir yang dipasok oleh Amerika Serikat sebagai bagian dari rencana umum perang NATO, di bawah arahan Panglima Tertinggi Sekutu NATO.[22][23][24][25]

Dari tiga kekuatan nuklir di NATO (Prancis, Britania Raya, dan Amerika Serikat) hanya Amerika Serikat yang menyediakan senjata untuk pembagian nuklir. Sampai November 2009, Belgia, Jerman, Italia, Belanda dan Turki masih menjadi tuan rumah senjata nuklir AS sebagai bagian dari kebijakan pembagian nuklir NATO. Kanada memiliki senjata nuklir sampai tahun 1984, dan Yunani sampai tahun 2001. Senjata nuklir taktis Britania Raya dari AS juga menerima seperti artileri nuklir dan misil Lance hingga 1992, meskipun Inggris adalah negara yang memiliki senjata nuklirnya sendiri; walaupun kebanyakan disimpan di Jerman.

Di masa damai, senjata nuklir yang disimpan di negara-negara non-nuklir dijaga oleh penerbang AS meskipun sebelumnya beberapa sistem artileri dan rudal dijaga oleh tentara Angkatan Darat AS; kode yang diperlukan untuk meledakkannya berada di bawah kendali Amerika. Jika terjadi perang, senjata harus dipasang di pesawat tempur negara kontestan. Senjata-senjata tersebut berada di bawah pengawasan dan kendali Skuadron Dukungan Munisi USAF yang ditempatkan di pangkalan operasi utama NATO yang bekerja sama dengan pasukan negara tuan rumah.[26]

Pada tahun 2005, 180 bom nuklir taktis B61 dari 480 senjata nuklir AS yang diyakini akan ditempatkan di Eropa berada di bawah pengaturan pembagian nuklir.[27] Senjata tersebut disimpan di dalam lemari besi di tempat penampungan pesawat yang diperkuat, menggunakan Sistem Penyimpanan dan Keamanan Senjata USAF WS3. Pesawat tempur pengiriman yang digunakan adalah F-16 Fighting Falcons dan Panavia Tornados.[28]

Bacaan lanjutan

Referensi

  1. The New Quotable Einstein. Alice Calaprice (2005), p. 173.
  2. William Safire. Safire's Political Dictionary. Oxford University Press US. 2008. hlm. 792–3. ISBN 978-0-19-534334-2.
  3. Walker, Jonathan, 1953-. Operation Unthinkable : the Third World War : British plans to attack the Soviet Empire 1945. ISBN 978-0-7524-8718-2.
  4. Irina Sandomirskaia. Russia and its Other(s) on Film. Palgrave Macmillan UK. 2008. hlm. 130–147. ISBN 978-1-349-35509-9.
  5. NATO, The First Five Years, 1949-1954. The SHAFR Guide Online.
  6. "Chapter 4 – The Pace Quickens". NATO the first five years 1949–1954. NATO. Archived from the original on 27 December 2013.
  7. X. The Sources of Soviet Conduct. Foreign Affairs. 1947. Vol. 25 (4). hlm. 566. doi:10.2307/20030065.
  8. Waktu, 29 September 1952
  9. "NATO Ships Enter Baltic Sea" – Sydney Morning Herald, hal. 2
  10. New York Times New York City Poll, September 2003. ICPSR Data Holdings. 2004-04-21.
  11. Nicholas Watt in Warsaw (26 November 2005). "Poland risks Russia's wrath with Soviet nuclear attack map | World news". The Guardian. Archived from the original on 5 February 2017.
  12. Benjamin B. Fischer (17 March 2007). "A Cold War Conundrum: The 1983 Soviet War Scare". Central Intelligence Agency. Archived from the original on 14 January 2009.
  13. Benjamin B. Fischer (17 March 2007). "A Cold War Conundrum: The 1983 Soviet War Scare". Central Intelligence Agency. Archived from the original on 14 January 2009.
  14. Beth Fischer, Reagan Reversal, 123, 131.
  15. Andrew and Gordievsky, Comrade Kryucvcov's Instructions, 85–7.
  16. Pry, War Scare, 37–9.
  17. Oberdorfer, A New Era, 66.
  18. SNIE 11–10–84 "Implications of Recent Soviet Military-Political Activities" Central Intelligence Agency, 18 May 1984.
  19. Andrew and Gordievsky, Comrade Kryucvcov's Instructions, 87–8.
  20. Pry, War Scare, 43–4.
  21. Thomas Withington. Civil Defense: March, citizens, march. Bulletin of the Atomic Scientists. 2003-11-01. Vol. 59 (6). hlm. 15–16. doi:10.2968/059006005.
  22. United States, Employment in ICT and selected services, March 1996-March 2010. dx.doi.org.
  23. "Der Spiegel: Foreign Minister Wants US Nukes out of Germany (2009-04-10)". Spiegel Online. 10 April 2009. Archived from the original on 14 February 2012.
  24. Clearwater, John. Canadian nuclear weapons : the untold story of Canada's Cold War arsenal. Dundurn Press. 1998. ISBN 978-1-55488-121-5.
  25. United States, Employment in ICT and selected services, March 1996-March 2010. dx.doi.org.
  26. United States, Employment in ICT and selected services, March 1996-March 2010. dx.doi.org.
  27. Hans M. Kristensen. Nuclear weapons modernizations. AIP Publishing LLC. 2014. doi:10.1063/1.4876456.
  28. Robert S. Norris. Declassified: US nuclear weapons at sea during the Cold War. Bulletin of the Atomic Scientists. 2016-01-02. Vol. 72 (1). hlm. 58–61. doi:10.1080/00963402.2016.1124664.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29317214 (2026-06-06T01:41:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.