Papirus: Perbedaan antara revisi
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula |
||
| Baris 5: | Baris 5: | ||
Papirus pertama kali digunakan di Mesir (setidaknya sejak [[Dinasti pertama Mesir|Dinasti Pertama]]) karena tumbuhan papirus pernah tumbuh melimpah di [[Delta Nil]]. Papirus juga digunakan di [[Sejarah wilayah Mediterania|wilayah Mediterania]] dan di [[Kerajaan Kush]]. Selain sebagai media tulisan, orang-orang Mesir kuno juga menggunakan papirus dalam konstruksi [[artefak]] lain, seperti [[perahu alang-alang]], [[keset]], tali, sandal, dan keranjang.<ref>[http://www.britannica.com/EBchecked/topic/177583/Ebers-papyrus Ebers Papyrus].</ref> | Papirus pertama kali digunakan di Mesir (setidaknya sejak [[Dinasti pertama Mesir|Dinasti Pertama]]) karena tumbuhan papirus pernah tumbuh melimpah di [[Delta Nil]]. Papirus juga digunakan di [[Sejarah wilayah Mediterania|wilayah Mediterania]] dan di [[Kerajaan Kush]]. Selain sebagai media tulisan, orang-orang Mesir kuno juga menggunakan papirus dalam konstruksi [[artefak]] lain, seperti [[perahu alang-alang]], [[keset]], tali, sandal, dan keranjang.<ref>[http://www.britannica.com/EBchecked/topic/177583/Ebers-papyrus Ebers Papyrus].</ref> | ||
Bagian lembaran papirus dapat melekat satu sama lain karena mengandung [[getah]]. Getah ini berfungsi sebagai perekat bagian-bagian papirus yang salin bersilangan.<ref>Hubbard, D. A., dan Bush, F. W. [https://www.google.co.id/books/edition/Pengantar_Perjanjian_Lama_1/dhh-rAl_4wsC?hl=id&gbpv=1&dq=Papirus&pg=PA62&printsec=frontcover Pengantar Perjanjian Lama 1: Taurat dan Sejarah]. Gunung Mulia. 2008. hlm. 62. ISBN 978-979-415-815-9.</ref> | Bagian lembaran papirus dapat melekat satu sama lain karena mengandung [[getah]]. Getah ini berfungsi sebagai perekat bagian-bagian papirus yang salin bersilangan.<ref>Hubbard, D. A., dan Bush, F. W. [https://www.google.co.id/books/edition/Pengantar_Perjanjian_Lama_1/dhh-rAl_4wsC?hl=id&gbpv=1&dq=Papirus&pg=PA62&printsec=frontcover Pengantar Perjanjian Lama 1: Taurat dan Sejarah]. Gunung Mulia. 2008. hlm. 62. ISBN 978-979-415-815-9.</ref> | ||
Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.34

Papirus adalah bahan menyerupai kertas tebal yang digunakan pada zaman dahulu sebagai tempat menulis. Bahan ini dibuat dari empulur tumbuhan papirus, Cyperus papyrus, yang tumbuh di lahan basah.[1] Papirus juga dapat merujuk pada dokumen yang ditulis pada lembaran dari bahan tersebut, yang kemudian digabungkan berdampingan dan digulung menjadi gulungan, bentuk awal sebuah buku.
Papirus pertama kali digunakan di Mesir (setidaknya sejak Dinasti Pertama) karena tumbuhan papirus pernah tumbuh melimpah di Delta Nil. Papirus juga digunakan di wilayah Mediterania dan di Kerajaan Kush. Selain sebagai media tulisan, orang-orang Mesir kuno juga menggunakan papirus dalam konstruksi artefak lain, seperti perahu alang-alang, keset, tali, sandal, dan keranjang.[2]
Bagian lembaran papirus dapat melekat satu sama lain karena mengandung getah. Getah ini berfungsi sebagai perekat bagian-bagian papirus yang salin bersilangan.[3]
Manfaat
Pengetahuan masa lampau
Para sejarawan meneliti papirus yang ditinggalkan oleh para penduduk Mesir Kuno untuk mengetahui kehidupan mereka. Tanpa penemuan papirus, sejarah tentang kehidupan masa Mesir Kuno tidak akan diketahui. Catatan-catatan pada papirus telah memberikan informasi penting mengenai penguasa-penguasa dan penakluk-penakluk besar dalam sejarah dunia.[4]
Praktis medis di Mesir Kuno tercatat dalam papirus medis Mesir. Di dalamnya terdapat keterangan mengenai praktik medis pada masa Mesir Kuno. Isinya memuat jenis penyakit, cara mengenalinya dan cara menyembuhkannya. Metode pengobatannya ada tiga yaitu menggunakan herbal, pembedahan dan mantra sihir. Jumlah papirus medis di dunia hanya sedikit karena banyaknya perampokan makam.[5]
Referensi
- ↑ Papyrus definition. Dictionary.com.
- ↑ Ebers Papyrus.
- ↑ Hubbard, D. A., dan Bush, F. W. Pengantar Perjanjian Lama 1: Taurat dan Sejarah. Gunung Mulia. 2008. hlm. 62. ISBN 978-979-415-815-9.
- ↑ Louis Gottschalk. Mengerti Sejarah. Penerbit Universitas Indonesia. 2015. hlm. 22-23. ISBN 979-8034-27-9.
- ↑ Yavor Mendel. Pengobatan Kuno. hlm. 70.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28056515 (2025-10-17T07:48:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.