Lompat ke isi

Afrika: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28780705; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
[[File:Africa_(orthographic_projection).svg|thumb|right|280px|Africa (orthographic projection)]]
'''Afrika''' adalah [[benua]] terbesar dan dengan penduduk terbanyak kedua di dunia setelah [[Asia]]. Dengan luas wilayah 30.224.050 [[kilometer persegi|km²]] termasuk pulau-pulau yang berdekatan, Afrika meliputi 20,3% dari seluruh total daratan [[Bumi]].  Dengan populasi
'''Afrika''' adalah [[benua]] terbesar dan dengan penduduk terbanyak kedua di dunia setelah [[Asia]]. Dengan luas wilayah 30.224.050 [[kilometer persegi|km²]] termasuk pulau-pulau yang berdekatan, Afrika meliputi 20,3% dari seluruh total daratan [[Bumi]].  Dengan populasi
  miliar orang  per tahun , benua ini menyumbang sekitar 16% dari [[populasi manusia]] di dunia.
  miliar orang  per tahun , benua ini menyumbang sekitar 16% dari [[populasi manusia]] di dunia.  


Benua ini dikelilingi oleh [[Laut Mediterania]] di utara, [[Isthmus of Suez]] dan [[Laut Merah]] di timur laut, [[Samudra Hindia]] di tenggara dan [[Samudra Atlantik]] di sebelah barat. Benua ini mencakup wilayah [[Madagaskar]] dan berbagai [[kepulauan]] di sekitarnya. [[Asia]], [[Eropa]], [[Afrika]], dan [[Amerika]] menjalin hubungan dagang melalui [[Pelabuhan Algeciras]] yang menjadi simpul penting jalur maritim internasional.
Benua ini dikelilingi oleh [[Laut Mediterania]] di utara, [[Isthmus of Suez]] dan [[Laut Merah]] di timur laut, [[Samudra Hindia]] di tenggara dan [[Samudra Atlantik]] di sebelah barat. Benua ini mencakup wilayah [[Madagaskar]] dan berbagai [[kepulauan]] di sekitarnya. [[Asia]], [[Eropa]], [[Afrika]], dan [[Amerika]] menjalin hubungan dagang melalui [[Pelabuhan Algeciras]] yang menjadi simpul penting jalur maritim internasional.  


Benua ini berisi 54 [[negara berdaulat]] yang [[pengakuan diplomatik|sepenuhnya diakui]], sembilan [[Wilayah (pembagian negara)|wilayah]] dan dua [[Daftar negara dengan pengakuan terbatas|negara dengan pengakuan terbatas atau tidak ada]] secara ''[[de facto]]'' independen. Mayoritas benua dan negaranya berada di [[Belahan Utara]], dengan sebagian besar dan jumlah negara di [[Belahan Selatan]].
Benua ini berisi 54 [[negara berdaulat]] yang [[pengakuan diplomatik|sepenuhnya diakui]], sembilan [[Wilayah (pembagian negara)|wilayah]] dan dua [[Daftar negara dengan pengakuan terbatas|negara dengan pengakuan terbatas atau tidak ada]] secara ''[[de facto]]'' independen.<ref>Lihat Daftar negara berdaulat dan wilayah tergantung di Afrika.</ref> Mayoritas benua dan negaranya berada di [[Belahan Utara]], dengan sebagian besar dan jumlah negara di [[Belahan Selatan]].


Populasi rata-rata penduduk Afrika adalah yang termuda di antara semua benua; usia [[median]] pada 2012 adalah 19,7, ketika usia rata-rata di seluruh dunia adalah 30,4. [[Aljazair]] adalah negara terbesar di Afrika berdasarkan wilayah, dan [[Nigeria]] merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar.
Populasi rata-rata penduduk Afrika adalah yang termuda di antara semua benua;<ref>Ana Swanson. [https://www.washingtonpost.com/news/wonk/wp/2015/08/17/5-ways-the-world-will-look-dramatically-different-in-2100/ 5 ways the world will look dramatically different in 2100]. ''Washington Post''. 17 August 2015.</ref><ref>Njideka U. Harry. [http://www.huffingtonpost.com/njideka-u-harry/african-youth-innovation-_b_3904408.html African Youth, Innovation and the Changing Society]. ''Huffington Post''. 11 September 2013.</ref> usia [[median]] pada 2012 adalah 19,7, ketika usia rata-rata di seluruh dunia adalah 30,4.<ref>Janneh, Abdoulie. [https://www.un.org/esa/population/cpd/cpd2012/Agenda%20item%204/UN%20system%20statements/ECA_Item4.pdf item,4 of the provisional agenda – General debate on national experience in population matters: adolescents and youth]. ''United Nations Economic Commission for Africa''. April 2012.</ref> [[Aljazair]] adalah negara terbesar di Afrika berdasarkan wilayah, dan [[Nigeria]] merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar.  


Afrika, khususnya pusat [[Afrika Timur]], diterima secara luas sebagai tempat asal [[manusia]] dan [[klad]] [[Hominidae]] (kera besar), sebagaimana dibuktikan oleh penemuan [[hominid]] paling awal dan leluhur mereka serta yang kemudian yang telah berumur sekitar 7 juta tahun yang lalu, termasuk ''[[Sahelanthropus tchadensis]]'', ''[[Australopithecus africanus]]'', ''[[Australopithecus afarensis|A. afarensis]]'', ''[[Homo erectus]]'', ''[[Homo habilis|H. habilis]]'' dan ''[[Homo ergaster|H. ergaster]]'' - ''[[Homo sapiens]]'' yang paling awal (manusia modern), ditemukan di [[Ethiopia]], sekitar 200.000 tahun yang lalu.
Afrika, khususnya pusat [[Afrika Timur]], diterima secara luas sebagai tempat asal [[manusia]] dan [[klad]] [[Hominidae]] (kera besar), sebagaimana dibuktikan oleh penemuan [[hominid]] paling awal dan leluhur mereka serta yang kemudian yang telah berumur sekitar 7 juta tahun yang lalu, termasuk ''[[Sahelanthropus tchadensis]]'', ''[[Australopithecus africanus]]'', ''[[Australopithecus afarensis|A. afarensis]]'', ''[[Homo erectus]]'', ''[[Homo habilis|H. habilis]]'' dan ''[[Homo ergaster|H. ergaster]]'' - ''[[Homo sapiens]]'' yang paling awal (manusia modern), ditemukan di [[Ethiopia]], sekitar 200.000 tahun yang lalu.<ref>[http://web.utah.edu/unews/releases/05/feb/homosapiens.html Homo sapiens: University of Utah News Release: 16 February 2005].</ref>


Afrika mengangkangi [[khatulistiwa]] dan meliputi banyak daerah iklim; benua ini adalah satu-satunya benua yang membentang dari zona beriklim utara ke zona beriklim selatan.
Afrika mengangkangi [[khatulistiwa]] dan meliputi banyak daerah iklim; benua ini adalah satu-satunya benua yang membentang dari zona beriklim utara ke zona beriklim selatan.<ref>[http://www.visualgeography.com/continents/africa.html Africa. General info]. Visual Geography.</ref>


Afrika menjadi tuan rumah keragaman besar [[kelompok etnis Afrika|etnis]] manusia, budaya, dan [[Bahasa Afrika|bahasa]]. Pada [[Imperialisme Baru|akhir abad ke-19]], negara-negara Eropa [[Perebutan Afrika|menjajah hampir seluruh Afrika]]; sebagian besar negara di Afrika muncul dari proses [[Dekolonisasi Afrika|dekolonisasi]] pada abad ke-20. Negara-negara Afrika bekerja sama melalui pembentukan [[Uni Afrika]], yang berkantor pusat di [[Addis Ababa]].
Afrika menjadi tuan rumah keragaman besar [[kelompok etnis Afrika|etnis]] manusia, budaya, dan [[Bahasa Afrika|bahasa]]. Pada [[Imperialisme Baru|akhir abad ke-19]], negara-negara Eropa [[Perebutan Afrika|menjajah hampir seluruh Afrika]]; sebagian besar negara di Afrika muncul dari proses [[Dekolonisasi Afrika|dekolonisasi]] pada abad ke-20. Negara-negara Afrika bekerja sama melalui pembentukan [[Uni Afrika]], yang berkantor pusat di [[Addis Ababa]].


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Kata '''Afrika''' berasal dari bahasa [[Bahasa Latin|Latin]], ''Africa terra'' — "tanah Afri" (bentuk jamak dari "Afer") — untuk menunjukkan bagian utara benua tersebut, saat ini merupakan bagian dari [[Tunisia]], tempat kedudukan provinsi Romawi untuk Afrika. Asal kata Afer mungkin dari [[bahasa Fenisia|bahasa]] [[huruf Fenisia|Fenisia]], 'afar berarti debu; atau dari suku Afridi, yang mendiami bagian utara benua dekat [[Kartago]]; atau dari bahasa [[bahasa Yunani|Yunani]] aphrike berarti tanpa dingin; atau dari bahasa [[Bahasa Latin|Latin]] aprica berarti cerah.
Kata '''Afrika''' berasal dari bahasa [[Bahasa Latin|Latin]], ''Africa terra'' — "tanah Afri" (bentuk jamak dari "Afer") — untuk menunjukkan bagian utara benua tersebut, saat ini merupakan bagian dari [[Tunisia]], tempat kedudukan provinsi Romawi untuk Afrika. Asal kata Afer mungkin dari [[bahasa Fenisia|bahasa]] [[huruf Fenisia|Fenisia]], 'afar berarti debu; atau dari suku Afridi, yang mendiami bagian utara benua dekat [[Kartago]]; atau dari bahasa [[bahasa Yunani|Yunani]] aphrike berarti tanpa dingin; atau dari bahasa [[Bahasa Latin|Latin]] aprica berarti cerah.


Baris 22: Baris 22:


== Geografi ==
== Geografi ==
Afrika adalah yang terbesar dari ketiga benua di belahan selatan Bumi dan yang terbesar kedua setelah [[Asia]] dari semua benua. Luasnya kurang lebih 30,244,050&nbsp;km<sup>2</sup> (11,677,240 mil<sup>2</sup>) termasuk kepulauan disekitarnya, meliputi 20.3% dari total daratan di [[bumi]] dan didiami lebih dari 800 juta manusia, atau sekitar sepertujuh populasi manusia di bumi.
Afrika adalah yang terbesar dari ketiga benua di belahan selatan Bumi dan yang terbesar kedua setelah [[Asia]] dari semua benua. Luasnya kurang lebih 30,244,050&nbsp;km<sup>2</sup> (11,677,240 mil<sup>2</sup>) termasuk kepulauan disekitarnya, meliputi 20.3% dari total daratan di [[bumi]] dan didiami lebih dari 800 juta manusia, atau sekitar sepertujuh populasi manusia di bumi.


Baris 36: Baris 34:
=== Kilimanjaro ===
=== Kilimanjaro ===
Pegunungan Afrika yang tertinggi ditemukan di deretan timur yang menjulang. [[Kilimanjaro]], pegunungan tertinggi di Afrika, terdapat di timur [[Afrika Tengah]]. [[Kilimanjaro]] adalah [[gunung]] aktif yang mempunyai ketinggian 19.341 kaki (5.895 meter).
Pegunungan Afrika yang tertinggi ditemukan di deretan timur yang menjulang. [[Kilimanjaro]], pegunungan tertinggi di Afrika, terdapat di timur [[Afrika Tengah]]. [[Kilimanjaro]] adalah [[gunung]] aktif yang mempunyai ketinggian 19.341 kaki (5.895 meter).


== Negara-negara ==
== Negara-negara ==
Sebagian besar negara di Afrika adalah bekas negara jajahan, kecuali [[Afrika Selatan]], [[Etiopia]], dan [[Liberia]].
Sebagian besar negara di Afrika adalah bekas negara jajahan, kecuali [[Afrika Selatan]], [[Etiopia]], dan [[Liberia]].  
* [[Republik Demokratik Kongo]] merupakan bekas jajahan [[Belgia]].
* [[Republik Demokratik Kongo]] merupakan bekas jajahan [[Belgia]].  
* [[Mesir]], [[Sudan]], [[Uganda]], [[Kenya]], [[Jibuti]], [[Sierra Leone]], [[Ghana]], [[Nigeria]], [[Zambia]], [[Zimbabwe]], dan [[Botswana]] merupakan bekas jajahan [[Britania Raya]].
* [[Mesir]], [[Sudan]], [[Uganda]], [[Kenya]], [[Jibuti]], [[Sierra Leone]], [[Ghana]], [[Nigeria]], [[Zambia]], [[Zimbabwe]], dan [[Botswana]] merupakan bekas jajahan [[Britania Raya]].  
* [[Maroko]], [[Aljazair]], [[Mauritania]], [[Mali]], [[Senegal]], [[Guinea]], [[Pantai Gading]], [[Burkina Faso]], [[Benin]], [[Niger]], [[Chad]], [[Republik Afrika Tengah]], [[Gabon]], [[Republik Kongo]], dan [[Madagaskar]] merupakan bekas jajahan [[Prancis]].
* [[Maroko]], [[Aljazair]], [[Mauritania]], [[Mali]], [[Senegal]], [[Guinea]], [[Pantai Gading]], [[Burkina Faso]], [[Benin]], [[Niger]], [[Chad]], [[Republik Afrika Tengah]], [[Gabon]], [[Republik Kongo]], dan [[Madagaskar]] merupakan bekas jajahan [[Prancis]].  
* [[Togo]], [[Kamerun]], [[Burundi]], [[Rwanda]], [[Tanzania]], dan [[Namibia]] merupakan bekas jajahan [[Jerman]].
* [[Togo]], [[Kamerun]], [[Burundi]], [[Rwanda]], [[Tanzania]], dan [[Namibia]] merupakan bekas jajahan [[Jerman]].  
* [[Libya]], [[Eritrea]], [[Somalia]] merupakan bekas jajahan [[Italia]].
* [[Libya]], [[Eritrea]], [[Somalia]] merupakan bekas jajahan [[Italia]].  
* [[Guinea Bissau]], [[Angola]], [[Malawi]], dan [[Mozambik]] merupakan bekas jajahan [[Portugal]].
* [[Guinea Bissau]], [[Angola]], [[Malawi]], dan [[Mozambik]] merupakan bekas jajahan [[Portugal]].  
* [[Arab Sahrawi]] yang merupakan bekas jajahan [[Spanyol]].
* [[Arab Sahrawi]] yang merupakan bekas jajahan [[Spanyol]].


Sepertiganya yaitu 15 dari 47 negara terkurung oleh daratan.
Sepertiganya yaitu 15 dari 47 negara terkurung oleh daratan.
 
{| border="1" cellpadding="4" cellspacing="0" style="border:1px solid #aaa; border-collapse:collapse"
|-
! Nama [[region]] dan territoral dengan bendera
! [[Daftar negara menurut luas wilayah|Luas]](km²)
! [[Daftar negara menurut jumlah penduduk|Populasi]](perkiraan 1 Juli 2008)
! [[Daftar negara menurut kepadatan penduduk|Kepadatan Penduduk]](per km²)
! [[Ibu kota]]
|-
| colspan=5 style="background:#eee;" align="center"| '''[[Afrika Timur]]'''
|-
|[[Burundi]]||27,830
| 8,988,091<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right" |
322.9
| style="text-align:left;"| [[Bujumbura]]     
|-
|  [[Komoro]]
| style="text-align:right;"| 2,170
| style="text-align:right;"| 752,438<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 346.7
| [[Moroni, Comoros|Moroni]]
|-
|  [[Jibuti]]
| style="text-align:right;"| 23,000
| style="text-align:right;"| 516,055<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 22.4
| [[Djibouti City|Djibouti]]
|-
|  [[Eritrea]]
| style="text-align:right;"| 121,320
| style="text-align:right;"| 5,647,168<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 46.5
| [[Asmara, Eritrea|Asmara]]
|-
|  [[Etiopia]]
| style="text-align:right;"| 1,127,127
| style="text-align:right;"| 85,237,338<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 75.6
| [[Addis Ababa]]
|-
|  [[Kenya]]
| style="text-align:right;"| 582,650
| style="text-align:right;"| 39,002,772<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 66.0
| [[Nairobi]]
|-
|  [[Madagaskar]]
| style="text-align:right;"| 587,040
| style="text-align:right;"| 20,653,556<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 35.1
| [[Antananarivo]]
|-
|  [[Malawi]]
| style="text-align:right;"| 118,480
| style="text-align:right;"| 14,268,711<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 120.4
| [[Lilongwe]]
|-
| ,  [[Mauritius]]
| style="text-align:right;"| 2,040
| style="text-align:right;"| 1,284,264<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 629.5
| [[Port Louis]]
|-
|  [[Mayotte]] (Prancis)
| style="text-align:right;"| 374
| style="text-align:right;"| 223,765<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 489.7
| [[Mamoudzou]]
|-
|  [[Mozambik]]
| style="text-align:right;"| 801,590
| style="text-align:right;"| 21,669,278<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 27.0
| [[Maputo]]
|-
|  [[Réunion]] (Prancis)
| style="text-align:right;"| 2,512
| style="text-align:right;"| 743,981(2002)
| style="text-align:right;"| 296.2
| [[Saint-Denis, Réunion|Saint-Denis]]
|-
|  [[Rwanda]]
| style="text-align:right;"| 26,338
| style="text-align:right;"| 10,473,282<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 397.6
| [[Kigali]]
|-
|  [[Seychelles]]
| style="text-align:right;"| 455
| style="text-align:right;"| 87,476<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 192.2
| [[Victoria, Seychelles|Victoria]]
|-
|  [[Somalia]]
| style="text-align:right;"| 637,657
| style="text-align:right;"| 9,832,017<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 15.4
| [[Mogadishu]]
|-
|  [[Tanzania]]
| style="text-align:right;"| 945,087
| style="text-align:right;"| 41,048,532<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 43.3
| [[Dodoma]]
|-
|  [[Uganda]]
| style="text-align:right;"| 236,040
| style="text-align:right;"| 32,369,558<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 137.1
| [[Kampala]]
|-
|  [[Zambia]]
| style="text-align:right;"| 752,614
| style="text-align:right;"| 11,862,740<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 15.7
| [[Lusaka]]
|-
| colspan=5 style="background:#eee;" align="center"| '''[[Afrika Tengah]]'''
|-
|  [[Angola]]
| style="text-align:right;"| 1,246,700
| style="text-align:right;"| 12,799,293<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 10.3
| [[Luanda]]
|-
|  [[Kamerun]]
| style="text-align:right;"| 475,440
| style="text-align:right;"| 18,879,301<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 39.7
| [[Yaoundé]]
|-
|  [[Republik Afrika Tengah]]
| style="text-align:right;"| 622,984
| style="text-align:right;"| 4,511,488<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 7.2
| [[Bangui]]
|-
|  [[Chad]]
| style="text-align:right;"| 1,284,000
| style="text-align:right;"| 10,329,208<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 8.0
| [[N'Djamena]]
|-
|  [[Republik Kongo]]
| style="text-align:right;"| 342,000
| style="text-align:right;"| 4,012,809<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 11.7
| [[Brazzaville]]
|- http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Africa&
|  [[Republik Demokratik Kongo]]
| style="text-align:right;"| 2,345,410
| style="text-align:right;"| 68,692,542<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 29.2
| [[Kinshasa]]
|-
|  [[Guinea Khatulistiwa]]
| style="text-align:right;"| 28,051
| style="text-align:right;"| 633,441<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 22.6
| [[Malabo]]
|-
|  [[Gabon]]
| style="text-align:right;"| 267,667
| style="text-align:right;"| 1,514,993<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 5.6
| [[Libreville]]
|-
|  [[Sao Tome dan Principe]]
| style="text-align:right;"| 1,001
| style="text-align:right;"| 212,679<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 212.4
| [[São Tomé]]
|- style="background:#eee;"
|colspan=5 style="background:#eee;" align="center"| '''[[Afrika Utara]]'''
|-
|  [[Aljazair]]
| style="text-align:right;"| 2,381,740
| style="text-align:right;"| 34,178,188<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 14.3
| [[Algiers]]
|-
|  [[Mesir]]<ref>Egypt is generally considered a transcontinental country in Northern Africa (UN region) and Western Asia; population and area figures are for African portion only, west of the Suez Canal.</ref>
| style="text-align:right;"| 1,001,450
| style="text-align:right;"| 83,082,869<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref> total, Asia 1.4m
| style="text-align:right;"| 82.9
| [[Kairo]]
|-
|  [[Libya]]
| style="text-align:right;"| 1,759,540
| style="text-align:right;"| 6,310,434<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 3.6
| [[Tripoli]]
|-
|  [[Maroko]]
| style="text-align:right;"| 446,550
| style="text-align:right;"| 34,859,364<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 78.0
| [[Rabat]]
|-
|  [[Sudan]]
| style="text-align:right;"| 2,505,810
| style="text-align:right;"| 41,087,825<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 16.4
| [[Khartoum]]
|-
|  [[Sudan Selatan]]
| style="text-align:right;"| 619,745
| style="text-align:right;"| 8.260.490
| style="text-align:right;"| 13.3
| [[Juba]]
|-
|  [[Tunisia]]
| style="text-align:right;"| 163,610
| style="text-align:right;"| 10,486,339<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 64.1
| [[Tunis]]
|-
|  [[Arab Sahrawi]]<ref>The Sahrawi Arab Democratic Republic is recognized as a sovereign state by the African Union, however, Morocco claims the entirety of the country as Morocco's own Southern Provinces, and has occupied most of its territory since it declared its independence from Spain in 1976. Morocco's occupation and annexation of this territory has not been recognized internationally.</ref>
| style="text-align:right;"| 266,000
| style="text-align:right;"| 405,210<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 1.5
| [[El Aaiún]]
|-
| colspan=5 | ''Teritori Spanyol dan Portugal di Afrika Utara''
|-
|  [[Kepulauan Canaria]] (Spanyol)<ref>The Spanish Canary Islands, of which Las Palmas de Gran Canaria are Santa Cruz de Tenerife are co-capitals, are often considered part of Northern Africa due to their relative proximity to Morocco and Western Sahara; population and area figures are for 2001.</ref>
| style="text-align:right;"| 7,492
| style="text-align:right;"| 1,694,477(2001)
| style="text-align:right;"| 226.2
| [[Las Palmas de Gran Canaria]],<br />[[Santa Cruz de Tenerife]]
|-
|  [[Ceuta]] (Spanyol)<ref>The Spanish exclave of Ceuta is surrounded on land by Morocco in Northern Africa; population and area figures are for 2001.</ref>
| style="text-align:right;"| 20
| style="text-align:right;"| 71,505(2001)
| style="text-align:right;"| 3,575.2
| —
|-
|  [[Kepulauan Madeira]] (Portugal)<ref>The Portuguese Madeira Islands are often considered part of Northern Africa due to their relative proximity to Morocco; population and area figures are for 2001.</ref>
| style="text-align:right;"| 797
| style="text-align:right;"| 245,000(2001)
| style="text-align:right;"| 307.4
| [[Funchal]]
|-
|  [[Melilla]] (Spanyol)<ref>The Spanish exclave of Melilla is surrounded on land by Morocco in Northern Africa; population and area figures are for 2001.</ref>
| style="text-align:right;"| 12
| style="text-align:right;"| 66,411(2001)
| style="text-align:right;"| 5,534.2
| —
|- style="background:#eee;"
|colspan=5 style="background:#eee;" align="center"| '''[[Afrika bagian selatan]]'''
|-
|  [[Afrika Selatan]]
| style="text-align:right;"| 1,219,912
| style="text-align:right;"| 49,052,489<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 40.2
| [[Bloemfontein]], [[Cape Town]], [[Pretoria]]<ref>Bloemfontein is the judicial capital of South Africa, while Cape Town is its legislative seat, and Pretoria is the country's administrative seat.</ref>
|-
|  [[Botswana]]
| style="text-align:right;"| 600,370
| style="text-align:right;"| 1,990,876<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 3.3
| [[Gaborone]]
|-
|  [[Eswatini]]
| style="text-align:right;"| 17,363
| style="text-align:right;"| 1,123,913<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 64.7
| [[Mbabane]]
|-
|  [[Lesotho]]
| style="text-align:right;"| 30,355
| style="text-align:right;"| 2,130,819<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 70.2
| [[Maseru]]
|-
|  [[Zimbabwe]]
| style="text-align:right;"| 390,580
| style="text-align:right;"| 11,392,629<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 29.1
| [[Harare]]
|-
|  [[Namibia]]
| style="text-align:right;"| 825,418
| style="text-align:right;"| 2,108,665<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 2.6
| [[Windhoek]]
|-
style="background:#eee;"
| colspan=5 style="background:#eee;" align="center"| '''[[Afrika Barat]]'''
|-
|  [[Benin]]
| style="text-align:right;"| 112,620
| style="text-align:right;"| 8,791,832<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 78.0
| [[Porto-Novo]]
|-
|  [[Burkina Faso]]
| style="text-align:right;"| 274,200
| style="text-align:right;"| 15,746,232<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 57.4
| [[Ouagadougou]]
|-
|  [[Tanjung Verde]]
| style="text-align:right;"| 4,033
| style="text-align:right;"| 429,474<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 107.3
| [[Praia]]
|-
|  [[Pantai Gading]]
| style="text-align:right;"| 322,460
| style="text-align:right;"| 20,617,068<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 63.9
|style="font-size:89%"| [[Abidjan]],<ref>Yamoussoukro is the official capital of Côte d'Ivoire, while Abidjan is the ''de facto'' seat.</ref> [[Yamoussoukro]]
|-
|  [[Gambia]]
| style="text-align:right;"| 11,300
| style="text-align:right;"| 1,782,893<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 157.7
| [[Banjul]]
|-
|  [[Ghana]]
| style="text-align:right;"| 239,460
| style="text-align:right;"| 23,832,495<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 99.5
| [[Accra]]
|-
|  [[Guinea]]
| style="text-align:right;"| 245,857
| style="text-align:right;"| 10,057,975<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 40.9
| [[Conakry]]
|-
|  [[Guinea-Bissau]]
| style="text-align:right;"| 36,120
| style="text-align:right;"| 1,533,964<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 42.5
| [[Bissau]]
|-
|  [[Liberia]]
| style="text-align:right;"| 111,370
| style="text-align:right;"| 3,441,790<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 30.9
| [[Monrovia]]
|-
|  [[Mali]]
| style="text-align:right;"| 1,240,000
| style="text-align:right;"| 12,666,987<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 10.2
| [[Bamako]]
|-
|  [[Mauritania]]
| style="text-align:right;"| 1,030,700
| style="text-align:right;"| 3,129,486<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 3.0
| [[Nouakchott]]
|-
|  [[Niger]]
| style="text-align:right;"| 1,267,000
| style="text-align:right;"| 15,306,252<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 12.1
| [[Niamey]]
|-
|  [[Nigeria]]
| style="text-align:right;"| 923,768
| style="text-align:right;"| 158,259,000<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 161.5
| [[Abuja]]
|-
|  [[Saint Helena, Ascension, dan Tristan da Cunha|Saint Helena]] (Britania Raya)
| style="text-align:right;"| 410
| style="text-align:right;"| 7,637<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 14.4
| [[Jamestown, Saint Helena|Jamestown]]
|-
|  [[Senegal]]
| style="text-align:right;"| 196,190
| style="text-align:right;"| 13,711,597<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 69.9
| [[Dakar]]
|-
|  [[Sierra Leone]]
| style="text-align:right;"| 71,740
| style="text-align:right;"| 6,440,053<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 89.9
| [[Freetown]]
|-
|  [[Togo]]
| style="text-align:right;"| 56,785
| style="text-align:right;"| 6,019,877<ref>[http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/idbrank.pl USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009].</ref>
| style="text-align:right;"| 106.0
| [[Lomé]]
|- style=" font-weight:bold; "
| Total Afrika
| style="text-align:right; background:#eee;"| 30,368,609
| style="text-align:right; background:#eee;"| 1,001,320,281
| style="text-align:right; background:#eee;"| 33.0
|}


== Ekonomi ==
== Ekonomi ==
Meskipun memiliki sumber daya alam yang melimpah, Afrika tetap menjadi benua termiskin dan [[Indeks Pembangunan Manusia|terbelakang]] di dunia, akibat dari berbagai sebab yang mencakup [[Indeks Persepsi Korupsi|pemerintah yang korup]] yang sering melakukan [[pelanggaran hak asasi manusia]] yang serius, [[perencanaan pusat]] yang gagal, tingkat [[buta huruf]] yang tinggi, kurangnya akses ke modal asing, dan seringnya konflik suku dan militer (mulai dari [[perang gerilya]] hingga [[genosida]]).<ref>Sandbrook, Richard (1985) ''The Politics of Africa's Economic Stagnation'', Cambridge University Press. passim</ref> Total [[pendapatan domestik bruto]] (PDB) nominalnya tetap di belakang Amerika Serikat, Cina, Jepang, Jerman, Inggris, India, dan Prancis. Menurut Laporan Pembangunan Manusia [[Perserikatan Bangsa-Bangsa]] pada tahun 2003, peringkat 24 terbawah (151 hingga 175) semuanya merupakan negara-negara Afrika.<ref>[http://hdr.undp.org/ Human Development Reports – United Nations Development Programme]. ''hdr.undp.org''.</ref>


[[Kemiskinan di Afrika|Kemiskinan]], buta huruf, [[malnutrisi]] dan pasokan air dan sanitasi yang tidak memadai, serta kesehatan yang buruk, mempengaruhi sebagian besar orang yang tinggal di benua Afrika. Pada bulan Agustus 2008, [[Bank Dunia]]<ref>[http://econ.worldbank.org/WBSITE/EXTERNAL/EXTDEC/EXTRESEARCH/0,,contentMDK:21882162~pagePK:64165401~piPK:64165026~theSitePK:469382,00.html World Bank Updates Poverty Estimates for the Developing World]. World Bank. 26 August 2008.</ref> mengumumkan perkiraan kemiskinan global yang direvisi berdasarkan garis kemiskinan internasional baru sebesar $1,25 per hari (dibandingkan ukuran sebelumnya sebesar $1,00). 81% dari populasi [[Afrika Sub-Sahara]] hidup dengan kurang dari $ 2,50 (PPP) per hari pada tahun 2005, dibandingkan dengan 86% untuk India.<ref>[http://econ.worldbank.org/external/default/main?pagePK=64165259&piPK=64165421&theSitePK=469372&menuPK=64166093&entityID=000158349_20080826113239 The developing world is poorer than we thought, but no less successful in the fight against poverty]. World Bank.</ref>


Meskipun memiliki sumber daya alam yang melimpah, Afrika tetap menjadi benua termiskin dan [[Indeks Pembangunan Manusia|terbelakang]] di dunia, akibat dari berbagai sebab yang mencakup [[Indeks Persepsi Korupsi|pemerintah yang korup]] yang sering melakukan [[pelanggaran hak asasi manusia]] yang serius, [[perencanaan pusat]] yang gagal, tingkat [[buta huruf]] yang tinggi, kurangnya akses ke modal asing, dan seringnya konflik suku dan militer (mulai dari [[perang gerilya]] hingga [[genosida]]). Total [[pendapatan domestik bruto]] (PDB) nominalnya tetap di belakang Amerika Serikat, Cina, Jepang, Jerman, Inggris, India, dan Prancis. Menurut Laporan Pembangunan Manusia [[Perserikatan Bangsa-Bangsa]] pada tahun 2003, peringkat 24 terbawah (151 hingga 175) semuanya merupakan negara-negara Afrika.
Afrika Sub-Sahara adalah wilayah yang paling tidak berhasil di dunia dalam mengurangi kemiskinan ($1,25 per hari); sekitar 50% [[Kemiskinan di Afrika|penduduk hidup dalam kemiskinan]] pada tahun 1981 (200 juta orang), suatu angka yang meningkat menjadi 58% pada tahun 1996 sebelum turun menjadi 50% pada tahun 2005 (380 juta orang). Rata-rata orang miskin di sub-Sahara Afrika diperkirakan hidup hanya dengan 70 sen per hari, dan lebih miskin pada tahun 2003 dibandingkan pada tahun 1973,<ref>[https://www.un.org/Depts/rcnyo/newsletter/survs/ecasurv2004.doc Economic report on Africa 2004: unlocking Africa's potential in the global economy] (Substantive session 28 June–23 July 2004), United Nations</ref>] yang menunjukkan peningkatan kemiskinan di beberapa daerah. Beberapa di antaranya dikaitkan dengan program liberalisasi ekonomi yang tidak berhasil yang dipelopori oleh perusahaan dan pemerintah asing, tetapi penelitian lain merujuk pada kebijakan pemerintah dalam negeri yang buruk lebih dari faktor eksternal.<ref>[http://www.globalpolitician.com/21498-africa-malawi-poverty Neo-Liberalism and the Economic and Political Future of Africa]. Globalpolitician.com. 19 December 2005.</ref><ref>[http://science.jrank.org/pages/8526/Capitalism-Africa-Neoliberalism-Structural-Adjustment-African-Reaction.html Capitalism – Africa – Neoliberalism, Structural Adjustment, And The African Reaction]. Science.jrank.org.</ref><ref>[http://www.turkishweekly.net/news.php?id=58925 The Number of the Poor Increasing Worldwide while Sub-Saharan Africa is the Worst of All]. Turkish Weekly. 29 August 2008.</ref>
 
[[Kemiskinan di Afrika|Kemiskinan]], buta huruf, [[malnutrisi]] dan pasokan air dan sanitasi yang tidak memadai, serta kesehatan yang buruk, mempengaruhi sebagian besar orang yang tinggal di benua Afrika. Pada bulan Agustus 2008, [[Bank Dunia]] mengumumkan perkiraan kemiskinan global yang direvisi berdasarkan garis kemiskinan internasional baru sebesar $1,25 per hari (dibandingkan ukuran sebelumnya sebesar $1,00). 81% dari populasi [[Afrika Sub-Sahara]] hidup dengan kurang dari $ 2,50 (PPP) per hari pada tahun 2005, dibandingkan dengan 86% untuk India.
 
Afrika Sub-Sahara adalah wilayah yang paling tidak berhasil di dunia dalam mengurangi kemiskinan ($1,25 per hari); sekitar 50% [[Kemiskinan di Afrika|penduduk hidup dalam kemiskinan]] pada tahun 1981 (200 juta orang), suatu angka yang meningkat menjadi 58% pada tahun 1996 sebelum turun menjadi 50% pada tahun 2005 (380 juta orang). Rata-rata orang miskin di sub-Sahara Afrika diperkirakan hidup hanya dengan 70 sen per hari, dan lebih miskin pada tahun 2003 dibandingkan pada tahun 1973,] yang menunjukkan peningkatan kemiskinan di beberapa daerah. Beberapa di antaranya dikaitkan dengan program liberalisasi ekonomi yang tidak berhasil yang dipelopori oleh perusahaan dan pemerintah asing, tetapi penelitian lain merujuk pada kebijakan pemerintah dalam negeri yang buruk lebih dari faktor eksternal.
 


Afrika sekarang berisiko untuk berhutang lagi, terutama di negara-negara Afrika Sub-Sahara. Krisis hutang terakhir pada tahun 2005 diselesaikan dengan bantuan dari skema negara-negara miskin yang berhutang banyak (''heavily indebted poor countries'' HIPC). HIPC menghasilkan beberapa efek positif dan negatif pada perekonomian di Afrika. Kira-kira sepuluh tahun setelah krisis utang tahun 2005 di Afrika Sub-Sahara diselesaikan, Zambia kembali berhutang. Alasan kecil adalah karena jatuhnya harga tembaga pada tahun 2011, tetapi alasan yang lebih besar adalah bahwa sejumlah besar uang yang dipinjam Zambia disia-siakan atau dikantongi oleh kaum elit.
Afrika sekarang berisiko untuk berhutang lagi, terutama di negara-negara Afrika Sub-Sahara. Krisis hutang terakhir pada tahun 2005 diselesaikan dengan bantuan dari skema negara-negara miskin yang berhutang banyak (''heavily indebted poor countries'' HIPC). HIPC menghasilkan beberapa efek positif dan negatif pada perekonomian di Afrika. Kira-kira sepuluh tahun setelah krisis utang tahun 2005 di Afrika Sub-Sahara diselesaikan, Zambia kembali berhutang. Alasan kecil adalah karena jatuhnya harga tembaga pada tahun 2011, tetapi alasan yang lebih besar adalah bahwa sejumlah besar uang yang dipinjam Zambia disia-siakan atau dikantongi oleh kaum elit.<ref>[https://www.economist.com/leaders/2018/09/15/zambias-looming-debt-crisis-is-a-warning-for-the-rest-of-africa Zambia's looming debt crisis is a warning for the rest of Africa]. ''The Economist''.</ref>


Dari tahun 1995 hingga 2005, tingkat pertumbuhan ekonomi Afrika meningkat, rata-rata 5% pada tahun 2005. Beberapa negara mengalami tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi, terutama [[Angola]], [[Sudan]], dan [[Guinea Khatulistiwa]], yang semuanya baru-baru ini mulai mengekstraksi cadangan minyaknya atau telah memperbesar kapasitas ekstraksi minyaknya.
Dari tahun 1995 hingga 2005, tingkat pertumbuhan ekonomi Afrika meningkat, rata-rata 5% pada tahun 2005. Beberapa negara mengalami tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi, terutama [[Angola]], [[Sudan]], dan [[Guinea Khatulistiwa]], yang semuanya baru-baru ini mulai mengekstraksi cadangan minyaknya atau telah memperbesar kapasitas ekstraksi minyaknya.


Dalam analisis yang diterbitkan baru-baru ini berdasarkan data [[Survei Nilai Dunia]], ilmuwan politik Austria [[Arno Tausch]] menyatakan bahwa beberapa negara Afrika, terutama [[Ghana]], memiliki kinerja yang cukup baik pada skala dukungan massa untuk [[demokrasi]] dan [[ekonomi pasar]].
Dalam analisis yang diterbitkan baru-baru ini berdasarkan data [[Survei Nilai Dunia]], ilmuwan politik Austria [[Arno Tausch]] menyatakan bahwa beberapa negara Afrika, terutama [[Ghana]], memiliki kinerja yang cukup baik pada skala dukungan massa untuk [[demokrasi]] dan [[ekonomi pasar]].<ref>Arno Tausch. [https://mpra.ub.uni-muenchen.de/87966/1/MPRA_paper_87966.pdf Africa on the Maps of Global Values: Comparative Analyses, Based on Recent World Values Survey Data]. 2018. doi:10.2139/ssrn.3214715.</ref>


Perbandingan nilai global Tausch berdasarkan [[World Values Survey]] memperoleh skala analisis faktor berikut: 1. Masyarakat tanpa kekerasan dan taat hukum 2. Gerakan demokrasi 3. Iklim non-kekerasan pribadi 4. Kepercayaan pada institusi 5. Kebahagiaan, kesehatan yang baik 6. Tidak ada fundamentalisme agama redistributif 7. Menerima pasar 8. Feminisme 9. Keterlibatan dalam politik 10. Optimisme dan keterlibatan 11. Tidak ada mentalitas kesejahteraan, penerimaan etika kerja Calvinis. Tausch menyimpulkan bahwa sebaran kinerja negara-negara Afrika dengan data yang lengkap "sungguh luar biasa". Sementara seseorang harus sangat berharap tentang perkembangan demokrasi masa depan dan ekonomi pasar di Ghana, artikel tersebut menunjukkan kecenderungan pesimis untuk [[Mesir]] dan [[Aljazair]], dan terutama untuk ekonomi terkemuka Afrika, [[Afrika Selatan]]. [[Ketidaksetaraan manusia]] yang tinggi, yang diukur oleh [[Indeks Ketidaksetaraan Manusia]] dari [[Laporan Pembangunan Manusia]] [[UNDP]], semakin mengganggu perkembangan [[keamanan manusia]]. Tausch juga berpendapat bahwa optimisme baru-baru ini, sesuai dengan data ekonomi dan [[hak asasi manusia]], yang muncul dari Afrika, tercermin dalam perkembangan [[masyarakat sipil]].
Perbandingan nilai global Tausch berdasarkan [[World Values Survey]] memperoleh skala analisis faktor berikut: 1. Masyarakat tanpa kekerasan dan taat hukum 2. Gerakan demokrasi 3. Iklim non-kekerasan pribadi 4. Kepercayaan pada institusi 5. Kebahagiaan, kesehatan yang baik 6. Tidak ada fundamentalisme agama redistributif 7. Menerima pasar 8. Feminisme 9. Keterlibatan dalam politik 10. Optimisme dan keterlibatan 11. Tidak ada mentalitas kesejahteraan, penerimaan etika kerja Calvinis. Tausch menyimpulkan bahwa sebaran kinerja negara-negara Afrika dengan data yang lengkap "sungguh luar biasa". Sementara seseorang harus sangat berharap tentang perkembangan demokrasi masa depan dan ekonomi pasar di Ghana, artikel tersebut menunjukkan kecenderungan pesimis untuk [[Mesir]] dan [[Aljazair]], dan terutama untuk ekonomi terkemuka Afrika, [[Afrika Selatan]]. [[Ketidaksetaraan manusia]] yang tinggi, yang diukur oleh [[Indeks Ketidaksetaraan Manusia]] dari [[Laporan Pembangunan Manusia]] [[UNDP]], semakin mengganggu perkembangan [[keamanan manusia]]. Tausch juga berpendapat bahwa optimisme baru-baru ini, sesuai dengan data ekonomi dan [[hak asasi manusia]], yang muncul dari Afrika, tercermin dalam perkembangan [[masyarakat sipil]].


Benua ini diyakini memiliki 90% [[kobalt]], 90% [[platinum]], 50% [[emas]], 98% [[kromium]], 70% [[tantalit]], 64% [[mangan]] dan sepertiga dari [[uranium]] di dunia. [[Republik Demokratik Kongo]] (DRC) memiliki 70% [[coltan]] dunia, mineral yang digunakan dalam produksi [[kapasitor tantalum]] untuk perangkat elektronik seperti telepon seluler. DRC juga memiliki lebih dari 30% cadangan [[intan]] dunia. [[Guinea]] adalah pengekspor [[bauksit]] terbesar di dunia. Karena pertumbuhan di Afrika telah didorong terutama oleh jasa dan bukan manufaktur atau pertanian, pertumbuhan itu merupakan pertumbuhan tanpa pekerjaan dan tanpa pengurangan tingkat kemiskinan. Faktanya, [[Krisis harga pangan dunia 2007–08|krisis ketahanan pangan tahun 2008]] yang terjadi di tengah krisis keuangan global telah mendorong 100 juta orang menjadi rawan pangan.
Benua ini diyakini memiliki 90% [[kobalt]], 90% [[platinum]], 50% [[emas]], 98% [[kromium]], 70% [[tantalit]],<ref>"[http://allafrica.com/stories/200802070635.html Africa: Developed Countries' Leverage On the Continent]". AllAfrica.com. 7 February 2008</ref> 64% [[mangan]] dan sepertiga dari [[uranium]] di dunia.<ref>[http://www.timesonline.co.uk/tol/news/world/africa/article3319909.ece Africa, China's new frontier]. ''Times Online''. 10 February 2008</ref> [[Republik Demokratik Kongo]] (DRC) memiliki 70% [[coltan]] dunia, mineral yang digunakan dalam produksi [[kapasitor tantalum]] untuk perangkat elektronik seperti telepon seluler. DRC juga memiliki lebih dari 30% cadangan [[intan]] dunia.<ref>[http://news.bbc.co.uk/2/hi/africa/5209428.stm DR Congo poll crucial for Africa]. ''BBC''. 16 November 2006.</ref> [[Guinea]] adalah pengekspor [[bauksit]] terbesar di dunia.<ref>[http://www.thetimes.co.uk/tto/news/world/africa/article2594373.ece China tightens grip on Africa with $4.4bn lifeline for Guinea junta]. The Times. 13 October 2009</ref> Karena pertumbuhan di Afrika telah didorong terutama oleh jasa dan bukan manufaktur atau pertanian, pertumbuhan itu merupakan pertumbuhan tanpa pekerjaan dan tanpa pengurangan tingkat kemiskinan. Faktanya, [[Krisis harga pangan dunia 2007–08|krisis ketahanan pangan tahun 2008]] yang terjadi di tengah krisis keuangan global telah mendorong 100 juta orang menjadi rawan pangan.<ref>[http://www.strategicforesight.com/african_decade.htm The African Decade?]. Ilmas Futehally. Strategic Foresight Group.</ref>


Dalam beberapa tahun terakhir, [[Republik Rakyat Tiongkok]] telah membangun hubungan yang semakin kuat dengan negara-negara Afrika dan merupakan mitra dagang terbesar Afrika. Pada tahun 2007, perusahaan-perusahaan Tiongkok menginvestasikan total US$1 miliar di Afrika.
Dalam beberapa tahun terakhir, [[Republik Rakyat Tiongkok]] telah membangun hubungan yang semakin kuat dengan negara-negara Afrika dan merupakan mitra dagang terbesar Afrika. Pada tahun 2007, perusahaan-perusahaan Tiongkok menginvestasikan total US$1 miliar di Afrika.<ref>[http://www.migrationinformation.org/Feature/display.cfm?id=690 Malia Politzer, "China and Africa: Stronger Economic Ties Mean More Migration"], ''Migration Information Source''. August 2008</ref>


Sebuah studi Universitas Harvard yang dipimpin oleh profesor [[Calestous Juma]] menunjukkan bahwa Afrika dapat memberi makan dirinya sendiri dengan melakukan transisi dari importir ke swasembada. "Pertanian Afrika berada di persimpangan jalan; kita telah sampai pada akhir abad kebijakan yang mendukung ekspor bahan mentah dan impor makanan Afrika. Afrika mulai fokus pada inovasi pertanian sebagai mesin baru untuk perdagangan regional dan kemakmuran."
Sebuah studi Universitas Harvard yang dipimpin oleh profesor [[Calestous Juma]] menunjukkan bahwa Afrika dapat memberi makan dirinya sendiri dengan melakukan transisi dari importir ke swasembada. "Pertanian Afrika berada di persimpangan jalan; kita telah sampai pada akhir abad kebijakan yang mendukung ekspor bahan mentah dan impor makanan Afrika. Afrika mulai fokus pada inovasi pertanian sebagai mesin baru untuk perdagangan regional dan kemakmuran."<ref>[https://www.sciencedaily.com/releases/2010/12/101202124337.htm "Africa Can Feed Itself in a Generation, Experts Say"], ''Science Daily'', 3 December 2010</ref>


== Politik ==
== Politik ==
=== Afrika sebelum penjajahan ===
=== Afrika sebelum penjajahan ===
Sebelum penjajahan Afrika memang merupakan negara yang miskin karena kondisi iklimnya yang kering sehingga tidak mungkin untuk bercocok tanam di sana. Masih terdapat banyak suku-suku pedalaman yang terbelakang di sana.
Sebelum penjajahan Afrika memang merupakan negara yang miskin karena kondisi iklimnya yang kering sehingga tidak mungkin untuk bercocok tanam di sana. Masih terdapat banyak suku-suku pedalaman yang terbelakang di sana.


=== Afrika pada masa penjajahan ===
=== Afrika pada masa penjajahan ===
Di negara-negara yang memiliki banyak penduduk Eropa, misalnya di [[Rhodesia]] dan [[Afrika Selatan]], sebuah sistem warganegara kelas dua dibuat untuk memberikan orang Eropa lebih banyak kekuasaan politik.
Di negara-negara yang memiliki banyak penduduk Eropa, misalnya di [[Rhodesia]] dan [[Afrika Selatan]], sebuah sistem warganegara kelas dua dibuat untuk memberikan orang Eropa lebih banyak kekuasaan politik.


Baris 87: Baris 476:
Orang Afrika dapat dibagi-bagi menurut tempat tinggal mereka, sebelah utara atau selatan dari gurun Sahara; kelompok-kelompok ini disebut orang Afrika Utara dan orang Afrika Sub-Sahara.
Orang Afrika dapat dibagi-bagi menurut tempat tinggal mereka, sebelah utara atau selatan dari gurun Sahara; kelompok-kelompok ini disebut orang Afrika Utara dan orang Afrika Sub-Sahara.


=== Agama ===
Orang Afrika memeluk [[agama]] yang berbeda-beda, dengan [[Kristen]] dan [[Islam]] sebagai agama mayoritas di benua Afrika. Sekitar 50% orang Afrika adalah Kristen dan 35% lainnya Muslim. Kurang lebih 15% orang Afrika memeluk agama asli Afrika. Sejumlah kecil juga memeluk [[Yudaisme]], seperti suku [[Beta Israel]] dan [[Lemba]].


=== Bahasa ===
=== Bahasa ===
Menurut sebagian besar perkiraan, Afrika mempunyai lebih dari ribuan [[bahasa]]. Ada empat [[kelompok bahasa]] besar yang berasal dari benua ini.
Menurut sebagian besar perkiraan, Afrika mempunyai lebih dari ribuan [[bahasa]]. Ada empat [[kelompok bahasa]] besar yang berasal dari benua ini.


Baris 103: Baris 488:


=== Kesehatan ===
=== Kesehatan ===
Lebih dari 85% orang di Afrika menggunakan [[pengobatan tradisional]] sebagai alternatif dari perawatan kesehatan medis alopatik yang mahal dan produk farmasi yang mahal. Kepala Negara dan Pemerintahan [[Organisation of African Unity]] (OAU) menyatakan dekade 2000-an sebagai Dekade Afrika tentang [[pengobatan tradisional Afrika]] dalam upaya untuk mempromosikan resolusi yang diadopsi WHO Wilayah Afrika untuk melembagakan pengobatan tradisional dalam sistem perawatan kesehatan di seluruh benua.<ref>Mawuli Kofi-Tsekpo. ''Institutionalization of African traditional medicine in health care systems in Africa''. ''African Journal of Health Sciences''. 2004. Vol. 11 (1–2). hlm. i–ii. doi:10.4314/ajhs.v11i1.30772.</ref> Para pembuat kebijakan publik di Afrika ditantang dengan pertimbangan pentingnya sistem kesehatan tradisional/adat dan apakah koeksistensi mereka dengan sub-sektor medis dan kesehatan modern akan meningkatkan kesetaraan dan aksesibilitas distribusi perawatan kesehatan, status kesehatan penduduk, dan perkembangan sosial-ekonomi negara-negara di [[Afrika Sub-Sahara]].<ref>David W. Dunlop. ''Alternatives to "modern" health delivery systems in Africa: Public policy issues of traditional health systems''. ''Social Science & Medicine''. November 1975. Vol. 9 (11–12). hlm. 581–586. doi:10.1016/0037-7856(75)90171-7.</ref>


 
[[AIDS di Afrika]] pasca-kolonial adalah masalah yang umum. Meskipun benua itu adalah rumah bagi sekitar 15,2 persen populasi dunia,<ref>[http://www.nationsonline.org/oneworld/world_population.htm World Population by continents and countries – Nations Online Project].</ref> lebih dari dua pertiga dari total orang yang terinfeksi [[HIV]] di seluruh dunia - sekitar 35 juta orang - adalah orang Afrika, di antaranya 15 juta telah meninggal.<ref>Anthony Appiah. ''Encyclopedia of Africa''. Oxford University Press. 2010. hlm. 8.</ref> Afrika Sub-Sahara saja menyumbang sekitar 69 persen dari semua orang yang hidup dengan HIV<ref>[http://www.unaids.org/en/media/unaids/contentassets/documents/epidemiology/2012/gr2012/20121120_FactSheet_Global_en.pdf "Global Fact Sheet", Joint United Nations Programme on HIV and AIDS, 20 November 2012]</ref> dan 70 persen dari semua kematian akibat AIDS pada tahun 2011.<ref>[http://www.unaids.org/en/media/unaids//documents/epidemiology/2012/gr2012/20121120_UNAIDS_Global_Report_2012_with_annexes_en.pdf UNAIDS Report on the Global AIDS Epidemic 2012].</ref> Di negara-negara Afrika Sub-Sahara yang paling terpengaruh, AIDS telah meningkatkan angka kematian dan menurunkan harapan hidup di antara orang dewasa antara usia 20 dan 49 sekitar dua puluh tahun.<ref>Anthony Appiah. ''Encyclopedia of Africa''. Oxford University Press. 2010. hlm. 8.</ref> Selain itu, angka harapan hidup di banyak bagian Afrika menurun, sebagian besar akibat epidemi HIV/AIDS dengan angka harapan hidup di beberapa negara mencapai serendah 34 tahun.<ref>Peter N. Stearns. ''The Oxford Encyclopedia of The Modern World''. Oxford University Press. 2008. hlm. 556.</ref>
Lebih dari 85% orang di Afrika menggunakan [[pengobatan tradisional]] sebagai alternatif dari perawatan kesehatan medis alopatik yang mahal dan produk farmasi yang mahal. Kepala Negara dan Pemerintahan [[Organisation of African Unity]] (OAU) menyatakan dekade 2000-an sebagai Dekade Afrika tentang [[pengobatan tradisional Afrika]] dalam upaya untuk mempromosikan resolusi yang diadopsi WHO Wilayah Afrika untuk melembagakan pengobatan tradisional dalam sistem perawatan kesehatan di seluruh benua. Para pembuat kebijakan publik di Afrika ditantang dengan pertimbangan pentingnya sistem kesehatan tradisional/adat dan apakah koeksistensi mereka dengan sub-sektor medis dan kesehatan modern akan meningkatkan kesetaraan dan aksesibilitas distribusi perawatan kesehatan, status kesehatan penduduk, dan perkembangan sosial-ekonomi negara-negara di [[Afrika Sub-Sahara]].
 
[[AIDS di Afrika]] pasca-kolonial adalah masalah yang umum. Meskipun benua itu adalah rumah bagi sekitar 15,2 persen populasi dunia, lebih dari dua pertiga dari total orang yang terinfeksi [[HIV]] di seluruh dunia - sekitar 35 juta orang - adalah orang Afrika, di antaranya 15 juta telah meninggal. Afrika Sub-Sahara saja menyumbang sekitar 69 persen dari semua orang yang hidup dengan HIV dan 70 persen dari semua kematian akibat AIDS pada tahun 2011. Di negara-negara Afrika Sub-Sahara yang paling terpengaruh, AIDS telah meningkatkan angka kematian dan menurunkan harapan hidup di antara orang dewasa antara usia 20 dan 49 sekitar dua puluh tahun. Selain itu, angka harapan hidup di banyak bagian Afrika menurun, sebagian besar akibat epidemi HIV/AIDS dengan angka harapan hidup di beberapa negara mencapai serendah 34 tahun.
 
== Referensi ==
 


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Afrika&oldid=28780705 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28780705 (2026-01-05T04:17:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Afrika&oldid=28780705 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28780705 (2026-01-05T04:17:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.36

Africa (orthographic projection)

Afrika adalah benua terbesar dan dengan penduduk terbanyak kedua di dunia setelah Asia. Dengan luas wilayah 30.224.050 km² termasuk pulau-pulau yang berdekatan, Afrika meliputi 20,3% dari seluruh total daratan Bumi. Dengan populasi

miliar orang  per tahun , benua ini menyumbang sekitar 16% dari populasi manusia di dunia. 

Benua ini dikelilingi oleh Laut Mediterania di utara, Isthmus of Suez dan Laut Merah di timur laut, Samudra Hindia di tenggara dan Samudra Atlantik di sebelah barat. Benua ini mencakup wilayah Madagaskar dan berbagai kepulauan di sekitarnya. Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika menjalin hubungan dagang melalui Pelabuhan Algeciras yang menjadi simpul penting jalur maritim internasional.

Benua ini berisi 54 negara berdaulat yang sepenuhnya diakui, sembilan wilayah dan dua negara dengan pengakuan terbatas atau tidak ada secara de facto independen.[1] Mayoritas benua dan negaranya berada di Belahan Utara, dengan sebagian besar dan jumlah negara di Belahan Selatan.

Populasi rata-rata penduduk Afrika adalah yang termuda di antara semua benua;[2][3] usia median pada 2012 adalah 19,7, ketika usia rata-rata di seluruh dunia adalah 30,4.[4] Aljazair adalah negara terbesar di Afrika berdasarkan wilayah, dan Nigeria merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar.

Afrika, khususnya pusat Afrika Timur, diterima secara luas sebagai tempat asal manusia dan klad Hominidae (kera besar), sebagaimana dibuktikan oleh penemuan hominid paling awal dan leluhur mereka serta yang kemudian yang telah berumur sekitar 7 juta tahun yang lalu, termasuk Sahelanthropus tchadensis, Australopithecus africanus, A. afarensis, Homo erectus, H. habilis dan H. ergaster - Homo sapiens yang paling awal (manusia modern), ditemukan di Ethiopia, sekitar 200.000 tahun yang lalu.[5]

Afrika mengangkangi khatulistiwa dan meliputi banyak daerah iklim; benua ini adalah satu-satunya benua yang membentang dari zona beriklim utara ke zona beriklim selatan.[6]

Afrika menjadi tuan rumah keragaman besar etnis manusia, budaya, dan bahasa. Pada akhir abad ke-19, negara-negara Eropa menjajah hampir seluruh Afrika; sebagian besar negara di Afrika muncul dari proses dekolonisasi pada abad ke-20. Negara-negara Afrika bekerja sama melalui pembentukan Uni Afrika, yang berkantor pusat di Addis Ababa.

Sejarah

Kata Afrika berasal dari bahasa Latin, Africa terra — "tanah Afri" (bentuk jamak dari "Afer") — untuk menunjukkan bagian utara benua tersebut, saat ini merupakan bagian dari Tunisia, tempat kedudukan provinsi Romawi untuk Afrika. Asal kata Afer mungkin dari bahasa Fenisia, 'afar berarti debu; atau dari suku Afridi, yang mendiami bagian utara benua dekat Kartago; atau dari bahasa Yunani aphrike berarti tanpa dingin; atau dari bahasa Latin aprica berarti cerah.

Afrika adalah tempat tinggal manusia yang paling awal, dari benua ini manusia kemudian menyebar ke benua-benua lain. Afrika adalah tempat di mana garis evolusi kera menjadi berbeda dari protohuman tujuh juta tahun yang lalu. Afrika merupakan satu-satunya benua yang ditinggali nenek moyang manusia hingga sekitar dua juta tahun lampau ketika Homo erectus berkembang ke luar Afrika menuju Eropa dan Asia. Lebih dari 1,5 juta tahun kemudian, populasi dari tiga benua itu mengikuti evolusi yang berlainan sehingga mereka menjadi spesies yang berbeda. Yang di Eropa menjadi Neanderthal, yang di Asia tetap Homo erectus, tetapi yang di Afrika berevolusi menjadi Homo sapiens.

Geografi

Afrika adalah yang terbesar dari ketiga benua di belahan selatan Bumi dan yang terbesar kedua setelah Asia dari semua benua. Luasnya kurang lebih 30,244,050 km2 (11,677,240 mil2) termasuk kepulauan disekitarnya, meliputi 20.3% dari total daratan di bumi dan didiami lebih dari 800 juta manusia, atau sekitar sepertujuh populasi manusia di bumi.

Dipisahkan dari Eropa oleh Laut Tengah, Afrika menyatu dengan Asia di ujung timur lautnya melalui Terusan Suez yang memiliki lebar 130 km. Semenanjung Sinai yang dimiliki oleh Mesir sering dianggap secara geopolitis sebagai bagian dari Afrika. Dari ujung paling utara, Cape Spartel di Maroko, di 37°21′ lintang Utara, ke ujung paling selatan, Cape Agulhas di Afrika Selatan, 34°51′15″ lintang Selatan, terbentang jarak sekitar 8000 km; dari ujung paling barat, Cape Verde, 17°33′22″ bujur Barat, sampai ujung paling timur, Ras Hafun di Somalia, 51°27′52″ bujur Timur, jaraknya sekitar 7.400 km. Panjang garis pantainya 26.000 km (sebagai perbandingan, Eropa, yang memiliki luas 9.700.000 km² memiliki garis pantai 32.000 km.

Nil

Sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia. Sungai ini bermuara di Laut Mediterania di bagian timur laut Afrika. Mesir Kuno adalah salah satu peradaban besar pertama di dunia, yang berkembang di sepanjang sungai Nil yang perkasa lebih dari 5.000 tahun yang lalu. Sampai sekarang piramida-piramida yang megah masih menjulang di negeri itu.

Sahara

Sahara adalah gurun pasir terbesar di dunia, meliputi petak tanah yang luas di lintas Afrika utara. Gurun itu terbentang mulai dari Samudra Atlantik di barat hingga Laut Merah di sebelah timur. Sahara meliputi ¼ dari seluruh benua itu. Sebagian besar Sahara panas, kering, dan kosong. Sejak zaman kuno, manusia menggunakan unta untuk membawa barang-barang melintasi gurun yang sangat luas itu.

Kilimanjaro

Pegunungan Afrika yang tertinggi ditemukan di deretan timur yang menjulang. Kilimanjaro, pegunungan tertinggi di Afrika, terdapat di timur Afrika Tengah. Kilimanjaro adalah gunung aktif yang mempunyai ketinggian 19.341 kaki (5.895 meter).

Negara-negara

Sebagian besar negara di Afrika adalah bekas negara jajahan, kecuali Afrika Selatan, Etiopia, dan Liberia.

Sepertiganya yaitu 15 dari 47 negara terkurung oleh daratan.

style="background:#eee;"
Nama region dan territoral dengan bendera Luas(km²) Populasi(perkiraan 1 Juli 2008) Kepadatan Penduduk(per km²) Ibu kota
Afrika Timur
Burundi 27,830 8,988,091[7]

322.9

Bujumbura
Komoro 2,170 752,438[8] 346.7 Moroni
Jibuti 23,000 516,055[9] 22.4 Djibouti
Eritrea 121,320 5,647,168[10] 46.5 Asmara
Etiopia 1,127,127 85,237,338[11] 75.6 Addis Ababa
Kenya 582,650 39,002,772[12] 66.0 Nairobi
Madagaskar 587,040 20,653,556[13] 35.1 Antananarivo
Malawi 118,480 14,268,711[14] 120.4 Lilongwe
, Mauritius 2,040 1,284,264[15] 629.5 Port Louis
Mayotte (Prancis) 374 223,765[16] 489.7 Mamoudzou
Mozambik 801,590 21,669,278[17] 27.0 Maputo
Réunion (Prancis) 2,512 743,981(2002) 296.2 Saint-Denis
Rwanda 26,338 10,473,282[18] 397.6 Kigali
Seychelles 455 87,476[19] 192.2 Victoria
Somalia 637,657 9,832,017[20] 15.4 Mogadishu
Tanzania 945,087 41,048,532[21] 43.3 Dodoma
Uganda 236,040 32,369,558[22] 137.1 Kampala
Zambia 752,614 11,862,740[23] 15.7 Lusaka
Afrika Tengah
Angola 1,246,700 12,799,293[24] 10.3 Luanda
Kamerun 475,440 18,879,301[25] 39.7 Yaoundé
Republik Afrika Tengah 622,984 4,511,488[26] 7.2 Bangui
Chad 1,284,000 10,329,208[27] 8.0 N'Djamena
Republik Kongo 342,000 4,012,809[28] 11.7 Brazzaville
Republik Demokratik Kongo 2,345,410 68,692,542[29] 29.2 Kinshasa
Guinea Khatulistiwa 28,051 633,441[30] 22.6 Malabo
Gabon 267,667 1,514,993[31] 5.6 Libreville
Sao Tome dan Principe 1,001 212,679[32] 212.4 São Tomé
Afrika Utara
Aljazair 2,381,740 34,178,188[33] 14.3 Algiers
Mesir[34] 1,001,450 83,082,869[35] total, Asia 1.4m 82.9 Kairo
Libya 1,759,540 6,310,434[36] 3.6 Tripoli
Maroko 446,550 34,859,364[37] 78.0 Rabat
Sudan 2,505,810 41,087,825[38] 16.4 Khartoum
Sudan Selatan 619,745 8.260.490 13.3 Juba
Tunisia 163,610 10,486,339[39] 64.1 Tunis
Arab Sahrawi[40] 266,000 405,210[41] 1.5 El Aaiún
Teritori Spanyol dan Portugal di Afrika Utara
Kepulauan Canaria (Spanyol)[42] 7,492 1,694,477(2001) 226.2 Las Palmas de Gran Canaria,
Santa Cruz de Tenerife
Ceuta (Spanyol)[43] 20 71,505(2001) 3,575.2
Kepulauan Madeira (Portugal)[44] 797 245,000(2001) 307.4 Funchal
Melilla (Spanyol)[45] 12 66,411(2001) 5,534.2
Afrika bagian selatan
Afrika Selatan 1,219,912 49,052,489[46] 40.2 Bloemfontein, Cape Town, Pretoria[47]
Botswana 600,370 1,990,876[48] 3.3 Gaborone
Eswatini 17,363 1,123,913[49] 64.7 Mbabane
Lesotho 30,355 2,130,819[50] 70.2 Maseru
Zimbabwe 390,580 11,392,629[51] 29.1 Harare
Namibia 825,418 2,108,665[52] 2.6 Windhoek
Afrika Barat
Benin 112,620 8,791,832[53] 78.0 Porto-Novo
Burkina Faso 274,200 15,746,232[54] 57.4 Ouagadougou
Tanjung Verde 4,033 429,474[55] 107.3 Praia
Pantai Gading 322,460 20,617,068[56] 63.9 Abidjan,[57] Yamoussoukro
Gambia 11,300 1,782,893[58] 157.7 Banjul
Ghana 239,460 23,832,495[59] 99.5 Accra
Guinea 245,857 10,057,975[60] 40.9 Conakry
Guinea-Bissau 36,120 1,533,964[61] 42.5 Bissau
Liberia 111,370 3,441,790[62] 30.9 Monrovia
Mali 1,240,000 12,666,987[63] 10.2 Bamako
Mauritania 1,030,700 3,129,486[64] 3.0 Nouakchott
Niger 1,267,000 15,306,252[65] 12.1 Niamey
Nigeria 923,768 158,259,000[66] 161.5 Abuja
Saint Helena (Britania Raya) 410 7,637[67] 14.4 Jamestown
Senegal 196,190 13,711,597[68] 69.9 Dakar
Sierra Leone 71,740 6,440,053[69] 89.9 Freetown
Togo 56,785 6,019,877[70] 106.0 Lomé
Total Afrika 30,368,609 1,001,320,281 33.0

Ekonomi

Meskipun memiliki sumber daya alam yang melimpah, Afrika tetap menjadi benua termiskin dan terbelakang di dunia, akibat dari berbagai sebab yang mencakup pemerintah yang korup yang sering melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang serius, perencanaan pusat yang gagal, tingkat buta huruf yang tinggi, kurangnya akses ke modal asing, dan seringnya konflik suku dan militer (mulai dari perang gerilya hingga genosida).[71] Total pendapatan domestik bruto (PDB) nominalnya tetap di belakang Amerika Serikat, Cina, Jepang, Jerman, Inggris, India, dan Prancis. Menurut Laporan Pembangunan Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2003, peringkat 24 terbawah (151 hingga 175) semuanya merupakan negara-negara Afrika.[72]

Kemiskinan, buta huruf, malnutrisi dan pasokan air dan sanitasi yang tidak memadai, serta kesehatan yang buruk, mempengaruhi sebagian besar orang yang tinggal di benua Afrika. Pada bulan Agustus 2008, Bank Dunia[73] mengumumkan perkiraan kemiskinan global yang direvisi berdasarkan garis kemiskinan internasional baru sebesar $1,25 per hari (dibandingkan ukuran sebelumnya sebesar $1,00). 81% dari populasi Afrika Sub-Sahara hidup dengan kurang dari $ 2,50 (PPP) per hari pada tahun 2005, dibandingkan dengan 86% untuk India.[74]

Afrika Sub-Sahara adalah wilayah yang paling tidak berhasil di dunia dalam mengurangi kemiskinan ($1,25 per hari); sekitar 50% penduduk hidup dalam kemiskinan pada tahun 1981 (200 juta orang), suatu angka yang meningkat menjadi 58% pada tahun 1996 sebelum turun menjadi 50% pada tahun 2005 (380 juta orang). Rata-rata orang miskin di sub-Sahara Afrika diperkirakan hidup hanya dengan 70 sen per hari, dan lebih miskin pada tahun 2003 dibandingkan pada tahun 1973,[75]] yang menunjukkan peningkatan kemiskinan di beberapa daerah. Beberapa di antaranya dikaitkan dengan program liberalisasi ekonomi yang tidak berhasil yang dipelopori oleh perusahaan dan pemerintah asing, tetapi penelitian lain merujuk pada kebijakan pemerintah dalam negeri yang buruk lebih dari faktor eksternal.[76][77][78]

Afrika sekarang berisiko untuk berhutang lagi, terutama di negara-negara Afrika Sub-Sahara. Krisis hutang terakhir pada tahun 2005 diselesaikan dengan bantuan dari skema negara-negara miskin yang berhutang banyak (heavily indebted poor countries HIPC). HIPC menghasilkan beberapa efek positif dan negatif pada perekonomian di Afrika. Kira-kira sepuluh tahun setelah krisis utang tahun 2005 di Afrika Sub-Sahara diselesaikan, Zambia kembali berhutang. Alasan kecil adalah karena jatuhnya harga tembaga pada tahun 2011, tetapi alasan yang lebih besar adalah bahwa sejumlah besar uang yang dipinjam Zambia disia-siakan atau dikantongi oleh kaum elit.[79]

Dari tahun 1995 hingga 2005, tingkat pertumbuhan ekonomi Afrika meningkat, rata-rata 5% pada tahun 2005. Beberapa negara mengalami tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi, terutama Angola, Sudan, dan Guinea Khatulistiwa, yang semuanya baru-baru ini mulai mengekstraksi cadangan minyaknya atau telah memperbesar kapasitas ekstraksi minyaknya.

Dalam analisis yang diterbitkan baru-baru ini berdasarkan data Survei Nilai Dunia, ilmuwan politik Austria Arno Tausch menyatakan bahwa beberapa negara Afrika, terutama Ghana, memiliki kinerja yang cukup baik pada skala dukungan massa untuk demokrasi dan ekonomi pasar.[80]

Perbandingan nilai global Tausch berdasarkan World Values Survey memperoleh skala analisis faktor berikut: 1. Masyarakat tanpa kekerasan dan taat hukum 2. Gerakan demokrasi 3. Iklim non-kekerasan pribadi 4. Kepercayaan pada institusi 5. Kebahagiaan, kesehatan yang baik 6. Tidak ada fundamentalisme agama redistributif 7. Menerima pasar 8. Feminisme 9. Keterlibatan dalam politik 10. Optimisme dan keterlibatan 11. Tidak ada mentalitas kesejahteraan, penerimaan etika kerja Calvinis. Tausch menyimpulkan bahwa sebaran kinerja negara-negara Afrika dengan data yang lengkap "sungguh luar biasa". Sementara seseorang harus sangat berharap tentang perkembangan demokrasi masa depan dan ekonomi pasar di Ghana, artikel tersebut menunjukkan kecenderungan pesimis untuk Mesir dan Aljazair, dan terutama untuk ekonomi terkemuka Afrika, Afrika Selatan. Ketidaksetaraan manusia yang tinggi, yang diukur oleh Indeks Ketidaksetaraan Manusia dari Laporan Pembangunan Manusia UNDP, semakin mengganggu perkembangan keamanan manusia. Tausch juga berpendapat bahwa optimisme baru-baru ini, sesuai dengan data ekonomi dan hak asasi manusia, yang muncul dari Afrika, tercermin dalam perkembangan masyarakat sipil.

Benua ini diyakini memiliki 90% kobalt, 90% platinum, 50% emas, 98% kromium, 70% tantalit,[81] 64% mangan dan sepertiga dari uranium di dunia.[82] Republik Demokratik Kongo (DRC) memiliki 70% coltan dunia, mineral yang digunakan dalam produksi kapasitor tantalum untuk perangkat elektronik seperti telepon seluler. DRC juga memiliki lebih dari 30% cadangan intan dunia.[83] Guinea adalah pengekspor bauksit terbesar di dunia.[84] Karena pertumbuhan di Afrika telah didorong terutama oleh jasa dan bukan manufaktur atau pertanian, pertumbuhan itu merupakan pertumbuhan tanpa pekerjaan dan tanpa pengurangan tingkat kemiskinan. Faktanya, krisis ketahanan pangan tahun 2008 yang terjadi di tengah krisis keuangan global telah mendorong 100 juta orang menjadi rawan pangan.[85]

Dalam beberapa tahun terakhir, Republik Rakyat Tiongkok telah membangun hubungan yang semakin kuat dengan negara-negara Afrika dan merupakan mitra dagang terbesar Afrika. Pada tahun 2007, perusahaan-perusahaan Tiongkok menginvestasikan total US$1 miliar di Afrika.[86]

Sebuah studi Universitas Harvard yang dipimpin oleh profesor Calestous Juma menunjukkan bahwa Afrika dapat memberi makan dirinya sendiri dengan melakukan transisi dari importir ke swasembada. "Pertanian Afrika berada di persimpangan jalan; kita telah sampai pada akhir abad kebijakan yang mendukung ekspor bahan mentah dan impor makanan Afrika. Afrika mulai fokus pada inovasi pertanian sebagai mesin baru untuk perdagangan regional dan kemakmuran."[87]

Politik

Afrika sebelum penjajahan

Sebelum penjajahan Afrika memang merupakan negara yang miskin karena kondisi iklimnya yang kering sehingga tidak mungkin untuk bercocok tanam di sana. Masih terdapat banyak suku-suku pedalaman yang terbelakang di sana.

Afrika pada masa penjajahan

Di negara-negara yang memiliki banyak penduduk Eropa, misalnya di Rhodesia dan Afrika Selatan, sebuah sistem warganegara kelas dua dibuat untuk memberikan orang Eropa lebih banyak kekuasaan politik.

Demografi

Orang Afrika dapat dibagi-bagi menurut tempat tinggal mereka, sebelah utara atau selatan dari gurun Sahara; kelompok-kelompok ini disebut orang Afrika Utara dan orang Afrika Sub-Sahara.


Bahasa

Menurut sebagian besar perkiraan, Afrika mempunyai lebih dari ribuan bahasa. Ada empat kelompok bahasa besar yang berasal dari benua ini.

  • Kelompok Bahasa Afro-Asiatik adalah sebuah kelompok bahasa yang terdiri dari sekitar 240 bahasa dan 285 juta penutur yang tersebar luas di sepanjang Afrika Utara, Afrika Timur, Sahel, dan Asia Barat Daya.
  • Kelompok Bahasa Nil-Sahara terdiri dari lebih dari seratus bahasa yang dituturkan oleh 30 juta orang. Bahasa Nil-Sahara kebanyakan diucapkan di Chad, Sudan, Ethiopia, Uganda, Kenya, dan sebelah utara Tanzania.
  • Kelompok Bahasa Niger-Kongo mencakup kebanyakan dari Afrika bagian sub-Sahara dan kemungkinan adalah kelompok bahasa terbesar di dunia dari segi jumlah bahasa. Sejumlah besar di antaranta adalah bahasa-bahasa Bantu yang digunakan di sebagian besar Afrika bagian sub-Sahara.
  • Kelompok Bahasa Khoisan terdiri dari sekitar 50 bahasa dan dituturkan di sebelah selatan Afrika oleh sekitar 120.000 jiwa. Banyak dari bahasa-bahasa Khoisan adalah bahasa yang terancam punah. Suku Khoi dan San dianggap sebagai penduduk asli di wilayah ini.

Kecuali beberapa negara di Afrika Timur, hampir seluruh negara di Afrika telah mengadopsi bahasa resmi yang berasal dari luar benua tersebut dan menyebar melalui kolonialisme atau perpindahan manusia. Sebagai contoh, di beberapa negara, bahasa Inggris dan bahasa Prancis digunakan untuk komunikasi di lingkup publik seperti pemerintah, perniagaan, pendidikan dan media massa. Bahasa Arab, Portugis, Afrikaans, dan Malagasy adalah contoh-contoh lain bahasa-bahasa yang aslinya non-Afrika yang digunakan oleh jutaan warga Afrika saat ini, baik dalam lingkup publik maupun pribadi.

Kesehatan

Lebih dari 85% orang di Afrika menggunakan pengobatan tradisional sebagai alternatif dari perawatan kesehatan medis alopatik yang mahal dan produk farmasi yang mahal. Kepala Negara dan Pemerintahan Organisation of African Unity (OAU) menyatakan dekade 2000-an sebagai Dekade Afrika tentang pengobatan tradisional Afrika dalam upaya untuk mempromosikan resolusi yang diadopsi WHO Wilayah Afrika untuk melembagakan pengobatan tradisional dalam sistem perawatan kesehatan di seluruh benua.[88] Para pembuat kebijakan publik di Afrika ditantang dengan pertimbangan pentingnya sistem kesehatan tradisional/adat dan apakah koeksistensi mereka dengan sub-sektor medis dan kesehatan modern akan meningkatkan kesetaraan dan aksesibilitas distribusi perawatan kesehatan, status kesehatan penduduk, dan perkembangan sosial-ekonomi negara-negara di Afrika Sub-Sahara.[89]

AIDS di Afrika pasca-kolonial adalah masalah yang umum. Meskipun benua itu adalah rumah bagi sekitar 15,2 persen populasi dunia,[90] lebih dari dua pertiga dari total orang yang terinfeksi HIV di seluruh dunia - sekitar 35 juta orang - adalah orang Afrika, di antaranya 15 juta telah meninggal.[91] Afrika Sub-Sahara saja menyumbang sekitar 69 persen dari semua orang yang hidup dengan HIV[92] dan 70 persen dari semua kematian akibat AIDS pada tahun 2011.[93] Di negara-negara Afrika Sub-Sahara yang paling terpengaruh, AIDS telah meningkatkan angka kematian dan menurunkan harapan hidup di antara orang dewasa antara usia 20 dan 49 sekitar dua puluh tahun.[94] Selain itu, angka harapan hidup di banyak bagian Afrika menurun, sebagian besar akibat epidemi HIV/AIDS dengan angka harapan hidup di beberapa negara mencapai serendah 34 tahun.[95]

Pranala luar

Referensi

  1. Lihat Daftar negara berdaulat dan wilayah tergantung di Afrika.
  2. Ana Swanson. 5 ways the world will look dramatically different in 2100. Washington Post. 17 August 2015.
  3. Njideka U. Harry. African Youth, Innovation and the Changing Society. Huffington Post. 11 September 2013.
  4. Janneh, Abdoulie. item,4 of the provisional agenda – General debate on national experience in population matters: adolescents and youth. United Nations Economic Commission for Africa. April 2012.
  5. Homo sapiens: University of Utah News Release: 16 February 2005.
  6. Africa. General info. Visual Geography.
  7. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  8. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  9. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  10. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  11. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  12. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  13. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  14. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  15. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  16. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  17. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  18. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  19. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  20. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  21. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  22. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  23. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  24. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  25. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  26. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  27. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  28. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  29. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  30. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  31. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  32. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  33. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  34. Egypt is generally considered a transcontinental country in Northern Africa (UN region) and Western Asia; population and area figures are for African portion only, west of the Suez Canal.
  35. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  36. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  37. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  38. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  39. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  40. The Sahrawi Arab Democratic Republic is recognized as a sovereign state by the African Union, however, Morocco claims the entirety of the country as Morocco's own Southern Provinces, and has occupied most of its territory since it declared its independence from Spain in 1976. Morocco's occupation and annexation of this territory has not been recognized internationally.
  41. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  42. The Spanish Canary Islands, of which Las Palmas de Gran Canaria are Santa Cruz de Tenerife are co-capitals, are often considered part of Northern Africa due to their relative proximity to Morocco and Western Sahara; population and area figures are for 2001.
  43. The Spanish exclave of Ceuta is surrounded on land by Morocco in Northern Africa; population and area figures are for 2001.
  44. The Portuguese Madeira Islands are often considered part of Northern Africa due to their relative proximity to Morocco; population and area figures are for 2001.
  45. The Spanish exclave of Melilla is surrounded on land by Morocco in Northern Africa; population and area figures are for 2001.
  46. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  47. Bloemfontein is the judicial capital of South Africa, while Cape Town is its legislative seat, and Pretoria is the country's administrative seat.
  48. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  49. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  50. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  51. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  52. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  53. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  54. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  55. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  56. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  57. Yamoussoukro is the official capital of Côte d'Ivoire, while Abidjan is the de facto seat.
  58. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  59. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  60. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  61. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  62. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  63. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  64. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  65. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  66. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  67. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  68. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  69. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  70. USCensusBureau:Countries and Areas Ranked by Population: 2009.
  71. Sandbrook, Richard (1985) The Politics of Africa's Economic Stagnation, Cambridge University Press. passim
  72. Human Development Reports – United Nations Development Programme. hdr.undp.org.
  73. World Bank Updates Poverty Estimates for the Developing World. World Bank. 26 August 2008.
  74. The developing world is poorer than we thought, but no less successful in the fight against poverty. World Bank.
  75. Economic report on Africa 2004: unlocking Africa's potential in the global economy (Substantive session 28 June–23 July 2004), United Nations
  76. Neo-Liberalism and the Economic and Political Future of Africa. Globalpolitician.com. 19 December 2005.
  77. Capitalism – Africa – Neoliberalism, Structural Adjustment, And The African Reaction. Science.jrank.org.
  78. The Number of the Poor Increasing Worldwide while Sub-Saharan Africa is the Worst of All. Turkish Weekly. 29 August 2008.
  79. Zambia's looming debt crisis is a warning for the rest of Africa. The Economist.
  80. Arno Tausch. Africa on the Maps of Global Values: Comparative Analyses, Based on Recent World Values Survey Data. 2018. doi:10.2139/ssrn.3214715.
  81. "Africa: Developed Countries' Leverage On the Continent". AllAfrica.com. 7 February 2008
  82. Africa, China's new frontier. Times Online. 10 February 2008
  83. DR Congo poll crucial for Africa. BBC. 16 November 2006.
  84. China tightens grip on Africa with $4.4bn lifeline for Guinea junta. The Times. 13 October 2009
  85. The African Decade?. Ilmas Futehally. Strategic Foresight Group.
  86. Malia Politzer, "China and Africa: Stronger Economic Ties Mean More Migration", Migration Information Source. August 2008
  87. "Africa Can Feed Itself in a Generation, Experts Say", Science Daily, 3 December 2010
  88. Mawuli Kofi-Tsekpo. Institutionalization of African traditional medicine in health care systems in Africa. African Journal of Health Sciences. 2004. Vol. 11 (1–2). hlm. i–ii. doi:10.4314/ajhs.v11i1.30772.
  89. David W. Dunlop. Alternatives to "modern" health delivery systems in Africa: Public policy issues of traditional health systems. Social Science & Medicine. November 1975. Vol. 9 (11–12). hlm. 581–586. doi:10.1016/0037-7856(75)90171-7.
  90. World Population by continents and countries – Nations Online Project.
  91. Anthony Appiah. Encyclopedia of Africa. Oxford University Press. 2010. hlm. 8.
  92. "Global Fact Sheet", Joint United Nations Programme on HIV and AIDS, 20 November 2012
  93. UNAIDS Report on the Global AIDS Epidemic 2012.
  94. Anthony Appiah. Encyclopedia of Africa. Oxford University Press. 2010. hlm. 8.
  95. Peter N. Stearns. The Oxford Encyclopedia of The Modern World. Oxford University Press. 2008. hlm. 556.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28780705 (2026-01-05T04:17:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.