Lompat ke isi

Batu berangkal: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28498275; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 7: Baris 7:


=== Pengunaan hari ini ===
=== Pengunaan hari ini ===
Batu berangkal sebagian besar digantikan oleh batuan granit galian (juga dikenal sebagai blok Belgia ) pada abad kesembilan belas. Kata batu berangkal sering digunakan untuk menggambarkan perlakuan tersebut. Blok Belgia dalah batu yang relatif rata dan berbentuk persegi panjang yang disusun dalam pola teratur. Mereka memberikan perjalanan yang lebih mulus untuk gerobak daripada jalan berbatu berangkal, meskipun di bagian yang sering digunakan, seperti di pekarangan dan sejenisnya, praktik yang biasa dilakukan adalah mengganti blok Belgia dengan lempengan granit paralel yang dipisahkan berdasarkan panjang poros standar waktu.
Batu berangkal sebagian besar digantikan oleh batuan granit galian (juga dikenal sebagai blok Belgia <ref>Chris Potter. [http://www.pittsburghcitypaper.ws/gyrobase/Content?oid=oid%3A27568 Were Pittsburgh's original finished roads and streets paved with cobblestone, Belgian block or some other type of brick?]. ''Pittsburgh City Paper''. 14 October 2004.</ref> ) pada abad kesembilan belas. Kata batu berangkal sering digunakan untuk menggambarkan perlakuan tersebut. Blok Belgia dalah batu yang relatif rata dan berbentuk persegi panjang yang disusun dalam pola teratur. Mereka memberikan perjalanan yang lebih mulus untuk gerobak daripada jalan berbatu berangkal, meskipun di bagian yang sering digunakan, seperti di pekarangan dan sejenisnya, praktik yang biasa dilakukan adalah mengganti blok Belgia dengan lempengan granit paralel yang dipisahkan berdasarkan panjang poros standar waktu.


Di Inggris, sejak zaman kuno, sudah menjadi hal yang lumrah untuk memasang batu datar dengan tepi datar dan sempit untuk menghasilkan permukaan beraspal yang rata. Ini dikenal sebagai permukaan 'celah sempit' dan umum terjadi di seluruh Inggris, karena tidak memerlukan kerikil bulat. Permukaan landai sudah ada lebih dari seribu tahun sebelum penggunaan kumpulan granit berukuran biasa. Perkerasan dengan celah sempit seperti ini sangat berbeda dengan perkerasan yang terbuat dari batu berangkal meskipun kedua bentuk tersebut umumnya disebut sebagai permukaan 'berbatu'. Sebagian besar area 'berbatu' tua yang masih bertahan sebenarnya adalah permukaan yang bernada tinggi. Daerah berbatu dikenal sebagai "causey", "cassay" atau "cassie" dalam [[Bahasa Skots|bahasa Skotlandia]] (mungkin dari ''causeway'' ).
Di Inggris, sejak zaman kuno, sudah menjadi hal yang lumrah untuk memasang batu datar dengan tepi datar dan sempit untuk menghasilkan permukaan beraspal yang rata. Ini dikenal sebagai permukaan 'celah sempit' dan umum terjadi di seluruh Inggris, karena tidak memerlukan kerikil bulat. Permukaan landai sudah ada lebih dari seribu tahun sebelum penggunaan kumpulan granit berukuran biasa. Perkerasan dengan celah sempit seperti ini sangat berbeda dengan perkerasan yang terbuat dari batu berangkal meskipun kedua bentuk tersebut umumnya disebut sebagai permukaan 'berbatu'. Sebagian besar area 'berbatu' tua yang masih bertahan sebenarnya adalah permukaan yang bernada tinggi. Daerah berbatu dikenal sebagai "causey", "cassay" atau "cassie" dalam [[Bahasa Skots|bahasa Skotlandia]] (mungkin dari ''causeway'' ).<ref>Scottish National Dictionary Association (1999) ''Concise Scots Dictionary ''. Edinburgh, Polygon.</ref>


Jalan-jalan yang terbuat dari batu berangkal secara bertahap digantikan oleh jalan LAPEN (lapisan penetrasi makadam) dan kemudian menjadi aspal, dan akhirnya menjadi betonpada awal abad ke-20. Namun, penggunaan batu berangkal sebagai jalan masih ­dijaga kelestariannya di kawasan bersejarah, bahkan di jalan dengan lalu lintas kendaraan modern. Banyak desa dan kota tua di [[Eropa]] yang masih dilapisi batu berangkal.
Jalan-jalan yang terbuat dari batu berangkal secara bertahap digantikan oleh jalan LAPEN (lapisan penetrasi makadam) dan kemudian menjadi aspal, dan akhirnya menjadi betonpada awal abad ke-20. Namun, penggunaan batu berangkal sebagai jalan masih ­dijaga kelestariannya di kawasan bersejarah, bahkan di jalan dengan lalu lintas kendaraan modern. Banyak desa dan kota tua di [[Eropa]] yang masih dilapisi batu berangkal.


Dalam beberapa dekade terakhir, batu berangkal telah menjadi bahan yang populer untuk membuat jalan-jalan yang baru menjadi [[Pejalan kaki|jalur pejalan kaki]] di Eropa. Dalam hal ini, sifat bising di permukaan merupakan suatu keuntungan karena pejalan kaki dapat mendengar suara kendaraan yang mendekat. Isyarat visual dari batu-batuan tersebut juga memperjelas bahwa kawasan tersebut lebih dari sekadar jalan biasa. Penggunaan batu berangkal/blok Belgia juga dianggap sebagai solusi jalan raya yang lebih "mewah", karena digambarkan sebagai "unik dan artistik" dibandingkan dengan lingkungan jalan aspal pada umumnya.
Dalam beberapa dekade terakhir, batu berangkal telah menjadi bahan yang populer untuk membuat jalan-jalan yang baru menjadi [[Pejalan kaki|jalur pejalan kaki]] di Eropa. Dalam hal ini, sifat bising di permukaan merupakan suatu keuntungan karena pejalan kaki dapat mendengar suara kendaraan yang mendekat. Isyarat visual dari batu-batuan tersebut juga memperjelas bahwa kawasan tersebut lebih dari sekadar jalan biasa.<ref>[http://www.salemnews.com/local/x2036003030/Architect-Open-Salem-pedestrian-mall-to-cars-parking Architect: Open Salem pedestrian mall to cars, parking]. ''The Salem News''. 13 April 2011.</ref> Penggunaan batu berangkal/blok Belgia juga dianggap sebagai solusi jalan raya yang lebih "mewah", karena digambarkan sebagai "unik dan artistik" dibandingkan dengan lingkungan jalan aspal pada umumnya.<ref>Cecilia Frances Page. ''Authentic Insights''. 2010.</ref>


Di kota-kota tua AS seperti [[Philadelphia, Pennsylvania|Philadelphia]], [[Boston]], [[Pittsburgh]], [[Kota New York|New York City]], [[Chicago]], [[San Francisco]], New Castle, [[Portland, Maine|Portland (Maine)]], [[Baltimore, Maryland|Baltimore]], [[Charleston, Carolina Selatan|Charleston]], dan [[New Orleans]], banyak jalan-jalan tua yang diaspal dengan batu-batuan dan blok belgia (kebanyakan blok Belgia); namun, banyak jalan yang telah diaspal dengan aspal, yang dapat retak dan terkikis akibat lalu lintas yang padat, sehingga memperlihatkan perkerasan batu aslinya.
Di kota-kota tua AS seperti [[Philadelphia, Pennsylvania|Philadelphia]], [[Boston]], [[Pittsburgh]],<ref>Chris Potter. [http://www.pittsburghcitypaper.ws/gyrobase/Content?oid=oid%3A27568 Were Pittsburgh's original finished roads and streets paved with cobblestone, Belgian block or some other type of brick?]. ''Pittsburgh City Paper''. 14 October 2004.</ref> [[Kota New York|New York City]], [[Chicago]], [[San Francisco]], New Castle, [[Portland, Maine|Portland (Maine)]], [[Baltimore, Maryland|Baltimore]], [[Charleston, Carolina Selatan|Charleston]], dan [[New Orleans]], banyak jalan-jalan tua yang diaspal dengan batu-batuan dan blok belgia (kebanyakan blok Belgia); namun, banyak jalan yang telah diaspal dengan aspal, yang dapat retak dan terkikis akibat lalu lintas yang padat, sehingga memperlihatkan perkerasan batu aslinya.


Di beberapa tempat seperti [[Saskatoon|Saskatoon, Saskatchewan]], [[Kanada]], hingga akhir tahun 1990-an, beberapa persimpangan yang ramai masih memperlihatkan bebatuan di bagian trotoar yang sudah rusak. Di Toronto, jalan-jalan yang menggunakan blok Belgia digunakan sebagai jalur trem dan menghilang pada tahun 1980-an, tetapi masih ditemukan di Distrik Penyulingan.
Di beberapa tempat seperti [[Saskatoon|Saskatoon, Saskatchewan]], [[Kanada]], hingga akhir tahun 1990-an, beberapa persimpangan yang ramai masih memperlihatkan bebatuan di bagian trotoar yang sudah rusak. Di Toronto, jalan-jalan yang menggunakan blok Belgia digunakan sebagai jalur trem dan menghilang pada tahun 1980-an, tetapi masih ditemukan di Distrik Penyulingan.
Baris 23: Baris 23:
Di [[Ceko|Republik Ceko]], terdapat jalan berbatu berangkal tua dengan [[marmer]] berwarna dan [[Gamping|batu kapur]]. Desain dengan tiga warna (merah/batu kapur, hitam/batu kapur, putih/marmer) memiliki tradisi panjang di [[Bohemia]]. Kubus dari cara lama adalah buatan tangan.
Di [[Ceko|Republik Ceko]], terdapat jalan berbatu berangkal tua dengan [[marmer]] berwarna dan [[Gamping|batu kapur]]. Desain dengan tiga warna (merah/batu kapur, hitam/batu kapur, putih/marmer) memiliki tradisi panjang di [[Bohemia]]. Kubus dari cara lama adalah buatan tangan.


== Gunakan dalam arsitektur ==
Di Wilayah Finger Lakes di Negara Bagian New York, menyusutnya gletser selama zaman es terakhir menyebabkan banyak batu berangkal kecil kecil tersedia untuk dibangun. Arsitektur sebelum Perang Saudara di wilayah tersebut banyak menggunakan batu berangkal sebagai dinding. Saat ini, kurang dari 600 bangunan batu berangkal yang tersisa dianggap sebagai lokasi bersejarah, sebagian besar merupakan rumah pribadi. Sembilan puluh persen bangunan batu berangkal di Amerika dapat ditemukan dalam radius 75 mil dari Rochester, New York. Ada juga sekelompok bangunan batu berangkal besar di Kota Paris, [[Ontario]]. Selain rumah, batu berangkal digunakan untuk membangun lumbung, kedai kereta pos, rumah asap, toko, gereja, sekolah, pabrik, dan penanda kuburan.


Satu-satunya bangunan batu berangkal umum di AS adalah Alexander Classical School, yang terletak di Alexander, New York.
Satu-satunya bangunan batu berangkal umum di AS adalah Alexander Classical School, yang terletak di Alexander, New York.
Baris 32: Baris 30:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Batu+berangkal&oldid=28498275 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28498275 (2025-11-15T04:21:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Batu+berangkal&oldid=28498275 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28498275 (2025-11-15T04:21:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.37

Batu berangkal adalah bahan bangunan alami yang terbuat dari batu berukuran seperti berang dan digunakan untuk perkerasan jalan, jalan raya, dan bangunan.

Penggunaan di jalan raya

Batu berangkal biasanya dipasang di pasir atau bahan serupa, atau diaci dengan lepa. Pengaspalan jalan dengan batu berangkal memungkinkan jalan digunakan secara luas sepanjang tahun. Ini mencegah penumpukan bekas roda yang sering ditemukan di jalan tanah. Keuntungan tambahannya adalah mengalirkan air dengan segera, dan tidak menjadi becek saat cuaca basah atau berdebu saat cuaca kering. Kuda bersepatu juga bisa mendapatkan traksi yang lebih baik di jalan berbatu, lapangan, atau permukaan tanah dibandingkan semen atau aspal. Fakta bahwa roda kereta, tapak kuda, dan bahkan mobil modern menimbulkan banyak kebisingan ketika terguling di atas jalan berbatu mungkin dianggap sebagai kerugian, tetapi hal ini memiliki keuntungan dalam memperingatkan pejalan kaki akan pendekatan mereka. Di Inggris, ada kebiasaan untuk menaburkan jerami di atas jalan batu berangkal di luar rumah orang yang sakit atau sekarat untuk meredam suara.

Batu berangkal yang dipasang di pasir memiliki keuntungan lingkungan karena merupakan perkerasan jalan yang permeabel, dan dapat bergerak dibandingkan retak akibat gerakan di dalam tanah.

Pengunaan hari ini

Batu berangkal sebagian besar digantikan oleh batuan granit galian (juga dikenal sebagai blok Belgia [1] ) pada abad kesembilan belas. Kata batu berangkal sering digunakan untuk menggambarkan perlakuan tersebut. Blok Belgia dalah batu yang relatif rata dan berbentuk persegi panjang yang disusun dalam pola teratur. Mereka memberikan perjalanan yang lebih mulus untuk gerobak daripada jalan berbatu berangkal, meskipun di bagian yang sering digunakan, seperti di pekarangan dan sejenisnya, praktik yang biasa dilakukan adalah mengganti blok Belgia dengan lempengan granit paralel yang dipisahkan berdasarkan panjang poros standar waktu.

Di Inggris, sejak zaman kuno, sudah menjadi hal yang lumrah untuk memasang batu datar dengan tepi datar dan sempit untuk menghasilkan permukaan beraspal yang rata. Ini dikenal sebagai permukaan 'celah sempit' dan umum terjadi di seluruh Inggris, karena tidak memerlukan kerikil bulat. Permukaan landai sudah ada lebih dari seribu tahun sebelum penggunaan kumpulan granit berukuran biasa. Perkerasan dengan celah sempit seperti ini sangat berbeda dengan perkerasan yang terbuat dari batu berangkal meskipun kedua bentuk tersebut umumnya disebut sebagai permukaan 'berbatu'. Sebagian besar area 'berbatu' tua yang masih bertahan sebenarnya adalah permukaan yang bernada tinggi. Daerah berbatu dikenal sebagai "causey", "cassay" atau "cassie" dalam bahasa Skotlandia (mungkin dari causeway ).[2]

Jalan-jalan yang terbuat dari batu berangkal secara bertahap digantikan oleh jalan LAPEN (lapisan penetrasi makadam) dan kemudian menjadi aspal, dan akhirnya menjadi betonpada awal abad ke-20. Namun, penggunaan batu berangkal sebagai jalan masih ­dijaga kelestariannya di kawasan bersejarah, bahkan di jalan dengan lalu lintas kendaraan modern. Banyak desa dan kota tua di Eropa yang masih dilapisi batu berangkal.

Dalam beberapa dekade terakhir, batu berangkal telah menjadi bahan yang populer untuk membuat jalan-jalan yang baru menjadi jalur pejalan kaki di Eropa. Dalam hal ini, sifat bising di permukaan merupakan suatu keuntungan karena pejalan kaki dapat mendengar suara kendaraan yang mendekat. Isyarat visual dari batu-batuan tersebut juga memperjelas bahwa kawasan tersebut lebih dari sekadar jalan biasa.[3] Penggunaan batu berangkal/blok Belgia juga dianggap sebagai solusi jalan raya yang lebih "mewah", karena digambarkan sebagai "unik dan artistik" dibandingkan dengan lingkungan jalan aspal pada umumnya.[4]

Di kota-kota tua AS seperti Philadelphia, Boston, Pittsburgh,[5] New York City, Chicago, San Francisco, New Castle, Portland (Maine), Baltimore, Charleston, dan New Orleans, banyak jalan-jalan tua yang diaspal dengan batu-batuan dan blok belgia (kebanyakan blok Belgia); namun, banyak jalan yang telah diaspal dengan aspal, yang dapat retak dan terkikis akibat lalu lintas yang padat, sehingga memperlihatkan perkerasan batu aslinya.

Di beberapa tempat seperti Saskatoon, Saskatchewan, Kanada, hingga akhir tahun 1990-an, beberapa persimpangan yang ramai masih memperlihatkan bebatuan di bagian trotoar yang sudah rusak. Di Toronto, jalan-jalan yang menggunakan blok Belgia digunakan sebagai jalur trem dan menghilang pada tahun 1980-an, tetapi masih ditemukan di Distrik Penyulingan.

Banyak kota di Amerika Latin, seperti Buenos Aires, Argentina ; Zacatecas dan Guanajuato, di Meksiko ; San Juan Lama, Puerto Riko ; Vigan, Filipina ; dan Montevideo, Uruguay, terkenal dengan banyaknya jalan berbatu yang masih beroperasi dan dalam kondisi baik. Masih dirawat dan diperbaiki secara tradisional, yaitu dengan meletakkan dan menata batu granit secara manual.

Di Republik Ceko, terdapat jalan berbatu berangkal tua dengan marmer berwarna dan batu kapur. Desain dengan tiga warna (merah/batu kapur, hitam/batu kapur, putih/marmer) memiliki tradisi panjang di Bohemia. Kubus dari cara lama adalah buatan tangan.


Satu-satunya bangunan batu berangkal umum di AS adalah Alexander Classical School, yang terletak di Alexander, New York.

Gunakan dalam bersepeda

Dalam balap sepeda jalan raya, batu berangkal digunakan sebagai kesulitan tambahan bagi pengendara. Dibutuhkan keterampilan tertentu untuk mengendarai batu berangkal dengan efisien, tanpa terjatuh atau ban kempes. Tur Flanders dan Paris – Roubaix adalah karya klasik berbatu yang terkenal.

Referensi

  1. Chris Potter. Were Pittsburgh's original finished roads and streets paved with cobblestone, Belgian block or some other type of brick?. Pittsburgh City Paper. 14 October 2004.
  2. Scottish National Dictionary Association (1999) Concise Scots Dictionary . Edinburgh, Polygon.
  3. Architect: Open Salem pedestrian mall to cars, parking. The Salem News. 13 April 2011.
  4. Cecilia Frances Page. Authentic Insights. 2010.
  5. Chris Potter. Were Pittsburgh's original finished roads and streets paved with cobblestone, Belgian block or some other type of brick?. Pittsburgh City Paper. 14 October 2004.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28498275 (2025-11-15T04:21:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.