Lompat ke isi

Ossetia Selatan–Alania: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28957161; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''Ossetia Selatan''' ([[bahasa Ossetia]]: ''Республикæ Хуссар Ирыстон'', ''Respublikae Xussar Iryston''; [[bahasa Rusia]]: ''Республика Южная Осетия'', ''Respublika Yuzhnaya Osetiya''), dengan nama resmi '''Republik Ossetia Selatan''' atau '''Negara Alania''', atau juga dikenal dengan '''Tskhinvali''', adalah sebuah negara yang terletak di bekas wilayah [[Shida Kartli]], [[Georgia]] tepatnya sebelah selatan [[Republik Ossetia Utara-Alania|Republik Ossetia Utara–Alania]], [[Rusia]]. Kedaulatan republik ini tidak diakui secara internasional, kecuali [[Rusia]] yang mengakuinya pada [[26 Agustus]] [[2008]] bersamaan dengan pengakuan kedaulatan [[Abkhazia]].
[[File:Flag_of_South_Ossetia.svg|thumb|right|280px|Flag of South Ossetia]]


Georgia tidak mengakui keberadaan Ossetia Selatan sebagai [[Entitas|entitas politik]], dan wilayah yang terdiri dari Ossetia Selatan tidak sesuai dengan wilayah administrasi [[Georgia]] mana pun (meskipun otoritas Georgia telah membentuk Administrasi Sementara Ossetia Selatan sebagai tindakan [[Transisi demografi|transisi]] yang mengarah pada penyelesaian status Ossetia Selatan), dengan sebagian besar wilayah membentuk bagian dari provinsi [[Shida Kartli]]. [[Parlemen Georgia|Konstitusi Georgia]] menetapkan daerah tersebut sebagai bekas [[Republik Soviet (sistem pemerintahan)|republik soviet otonom]], mengacu pada RSS Otonom Ossetia Selatan yang dibubarkan pada tahun [[1990]]. Ketika bahasa netral dianggap perlu, baik Georgia maupun organisasi internasional sering menyebut wilayah tersebut secara informal sebagai '''Provinsi''' '''Tskhinvali'''.
'''Ossetia Selatan''' ([[bahasa Ossetia]]: ''Республикæ Хуссар Ирыстон'', ''Respublikae Xussar Iryston''; [[bahasa Rusia]]: ''Республика Южная Осетия'', ''Respublika Yuzhnaya Osetiya''), dengan nama resmi '''Republik Ossetia Selatan''' atau '''Negara Alania''', atau juga dikenal dengan '''Tskhinvali''', adalah sebuah negara yang terletak di bekas wilayah [[Shida Kartli]], [[Georgia]] tepatnya sebelah selatan [[Republik Ossetia Utara-Alania|Republik Ossetia Utara–Alania]], [[Rusia]]. Kedaulatan republik ini tidak diakui secara internasional, kecuali [[Rusia]] yang mengakuinya pada [[26 Agustus]] [[2008]] bersamaan dengan pengakuan kedaulatan [[Abkhazia]].<ref>[http://www.mediaindonesia.com/index.php?ar_id=MjYwNDQ=Rusia Akui Kemerdekaan Ossetia Selatan dan Abkhazia] , ''MediaIndonesia.com'', 26 Agustus 2008</ref>


RSS Otonom Ossetia Selatan, didirikan oleh otoritas [[Uni Soviet|Soviet]] pada tahun [[1922]], mendeklarasikan kemerdekaan dari [[Republik Sosialis Soviet Georgia|RSS Georgia]] pada tahun [[1991]]. Pemerintah Georgia menanggapi dengan menghapus otonomi Ossetia Selatan dan mencoba untuk membangun kembali kontrol atas wilayah tersebut dengan paksa. Krisis yang meningkat menyebabkan [[Perang Ossetia Selatan 1991-1992]]. Georgia telah berperang melawan mereka yang mengendalikan Ossetia Selatan pada dua kesempatan lain: pada tahun [[2004]] dan pada tahun [[2008]]. Konflik terakhir menyebabkan [[Perang Ossetia Selatan 2008|Perang Ossetia 2008]], di mana pasukan Ossetia dan [[Rusia]] memperoleh kendali secara ''[[de facto]]'' atas wilayah bekas RSS Otonom Ossetia Selatan.  Sejak perang [[2008]], Georgia dan sebagian besar komunitas internasional menganggap Ossetia Selatan [[Wilayah yang diduduki Rusia|diduduki oleh militer Rusia]].
Georgia tidak mengakui keberadaan Ossetia Selatan sebagai [[Entitas|entitas politik]], dan wilayah yang terdiri dari Ossetia Selatan tidak sesuai dengan wilayah administrasi [[Georgia]] mana pun (meskipun otoritas Georgia telah membentuk Administrasi Sementara Ossetia Selatan sebagai tindakan [[Transisi demografi|transisi]] yang mengarah pada penyelesaian status Ossetia Selatan), dengan sebagian besar wilayah membentuk bagian dari provinsi [[Shida Kartli]]. [[Parlemen Georgia|Konstitusi Georgia]] menetapkan daerah tersebut sebagai bekas [[Republik Soviet (sistem pemerintahan)|republik soviet otonom]], mengacu pada RSS Otonom Ossetia Selatan yang dibubarkan pada tahun [[1990]].<ref>[http://gov.ge/index.php?lang_id=ENG&sec_id=222 Occupied Territories of Georgia. Tskhinvali region].</ref> Ketika bahasa netral dianggap perlu, baik Georgia maupun organisasi internasional sering menyebut wilayah tersebut secara informal sebagai '''Provinsi''' '''Tskhinvali'''.


Ossetia Selatan sangat bergantung pada bantuan militer, politik, dan keuangan dari Rusia.  Sejak [[2008]], pemerintah Ossetia Selatan telah menyatakan niat mereka untuk bergabung dengan [[Rusia|Federasi Rusia]]; jika berhasil, ini akan mengakhiri [[Proklamasi|proklamasi kemerdekaannya]]. Prospek referendum tentang masalah ini telah diangkat beberapa kali dalam politik [[Domestikasi|domestik]], tetapi tidak ada yang terjadi.
RSS Otonom Ossetia Selatan, didirikan oleh otoritas [[Uni Soviet|Soviet]] pada tahun [[1922]], mendeklarasikan kemerdekaan dari [[Republik Sosialis Soviet Georgia|RSS Georgia]] pada tahun [[1991]]. Pemerintah Georgia menanggapi dengan menghapus otonomi Ossetia Selatan dan mencoba untuk membangun kembali kontrol atas wilayah tersebut dengan paksa.<ref>[https://www.crisisgroup.org/europe-central-asia/caucasus/georgia/georgia-avoiding-war-south-ossetia Georgia: Avoiding War in South Ossetia]. International Crisis Group. 2004-11-26.</ref> Krisis yang meningkat menyebabkan [[Perang Ossetia Selatan 1991-1992]].<ref>Robert H. Donaldson. ''The Foreign Policy of Russia: Changing Systems, Enduring Interests''. M.E. Sharpe. 2005. hlm. 199. ISBN 9780765615688.</ref> Georgia telah berperang melawan mereka yang mengendalikan Ossetia Selatan pada dua kesempatan lain: pada tahun [[2004]] dan pada tahun [[2008]].<ref>Charles King. [http://faculty.georgetown.edu/kingch/King_Five_Day_War.pdf The Five-Day War: Managing Moscow After the Georgia Crisis]. ''Foreign Affairs''. Georgetown University. 2008.</ref> Konflik terakhir menyebabkan [[Perang Ossetia Selatan 2008|Perang Ossetia 2008]], di mana pasukan Ossetia dan [[Rusia]] memperoleh kendali secara ''[[de facto]]'' atas wilayah bekas RSS Otonom Ossetia Selatan.  Sejak perang [[2008]], Georgia dan sebagian besar komunitas internasional menganggap Ossetia Selatan [[Wilayah yang diduduki Rusia|diduduki oleh militer Rusia]].
 
Ossetia Selatan sangat bergantung pada bantuan militer, politik, dan keuangan dari Rusia.<ref>[http://www.themoscowtimes.com/opinion/article/south-ossetia-looking-much-like-a-failed-state/408685.html South Ossetia Looking Much Like a Failed State].</ref><ref>Piotr Smolar. [https://www.theguardian.com/world/2013/oct/08/georgia-russia-border-conflict-south-ossetia Georgia wary of Russian encroachment]. ''The Guardian''. 8 October 2013.</ref> Sejak [[2008]], pemerintah Ossetia Selatan telah menyatakan niat mereka untuk bergabung dengan [[Rusia|Federasi Rusia]]; jika berhasil, ini akan mengakhiri [[Proklamasi|proklamasi kemerdekaannya]]. Prospek referendum tentang masalah ini telah diangkat beberapa kali dalam politik [[Domestikasi|domestik]], tetapi tidak ada yang terjadi.


== Sejarah ==
== Sejarah ==
=== Periode abad pertengahan dan awal modern ===
=== Periode abad pertengahan dan awal modern ===
Ossetia diyakini berasal dari [[suku Alan]], salah satu suku [[Iran]] [[nomaden]].<ref>David Marshall Lang, The Georgians, New York, p. 239</ref> Pada [[Abad ke-1 hingga 10|abad ke-8]] kerajaan Alan yang terkonsolidasi, disebut dalam sumber-sumber periode sebagai [[Alania]], muncul di [[Pegunungan Kaukasus]] bagian utara. Sekitar tahun [[1239]]–[[1277]] Alania jatuh ke tangan [[bangsa Mongol]] dan kemudian ke tangan [[Timur Jauh|tentara Timur]], yang membantai sebagian besar penduduk Alania. Orang-orang yang selamat di antara orang Alan mundur ke pegunungan di [[Kaukasus|Kaukasus tengah]] dan secara bertahap mulai bermigrasi ke selatan, melintasi Pegunungan Kaukasus ke [[Kerajaan Georgia]].<ref>Gerard Toal. [https://oxford.universitypressscholarship.com/view/10.1093/oso/9780190253301.001.0001/isbn-9780190253301 Near Abroad – Putin, the West, and the Contest Over Ukraine and the Caucasus]. Oxford University Press. 2017. hlm. 129–131. ISBN 978-0-19-025330-1.</ref>


Ossetia diyakini berasal dari [[suku Alan]], salah satu suku [[Iran]] [[nomaden]]. Pada [[Abad ke-1 hingga 10|abad ke-8]] kerajaan Alan yang terkonsolidasi, disebut dalam sumber-sumber periode sebagai [[Alania]], muncul di [[Pegunungan Kaukasus]] bagian utara. Sekitar tahun [[1239]][[1277]] Alania jatuh ke tangan [[bangsa Mongol]] dan kemudian ke tangan [[Timur Jauh|tentara Timur]], yang membantai sebagian besar penduduk Alania. Orang-orang yang selamat di antara orang Alan mundur ke pegunungan di [[Kaukasus|Kaukasus tengah]] dan secara bertahap mulai bermigrasi ke selatan, melintasi Pegunungan Kaukasus ke [[Kerajaan Georgia]].
Pada abad ke-17, atas tekanan para pangeran Kabardian, [[Suku Ossetia|orang Ossetia]] memulai gelombang migrasi kedua dari [[Kaukasus Utara]] ke [[Kerajaan Kartli]].<ref>Merab Basilaia. [http://dspace.nplg.gov.ge/bitstream/1234/8477/1/Etnosebi_Saqartveloshi.pdf sumber]. 2008. hlm. 9, 63. ISBN 978-9941-0-0901-3.</ref> Petani Ossetia, yang bermigrasi ke daerah pegunungan di [[Kaukasus Selatan]], sering menetap di tanah tuan [[Feodalisme|feodal]] Georgia. Raja Georgia dari Kerajaan Kartli mengizinkan orang Ossetia untuk [[Imigrasi|berimigrasi]]. Menurut [[duta besar]] [[Rusia]] untuk Georgia Mikhail Tatishchev, pada awal [[Abad ke-11 hingga 20|abad ke-17]] sudah ada sekelompok kecil orang Ossetia yang tinggal di dekat hulu Sungai Liakhvi Raya.<ref>С. А. Белокуров. Сношения России с Кавказом, Москва, 1889, с. 508</ref> Pada [[1770]]-an ada lebih banyak orang Ossetia yang tinggal di [[Shida Kartli|Kartli]] daripada sebelumnya.


Periode ini telah didokumentasikan dalam buku harian perjalanan Johann Anton Güldenstädt yang mengunjungi Georgia pada tahun [[1772]]. Penjelajah [[Jerman Baltik]] menyebut Ossetia Utara modern hanya Ossetia, sementara dia menulis bahwa [[Shida Kartli|Kartli]] (daerah Ossetia Selatan modern) dihuni oleh orang Georgia dan daerah pegunungan dihuni oleh [[orang Georgia]] dan [[Suku Ossetia|orang Ossetia]]. Güldenstädt juga menulis bahwa pemimpin perbatasan utara Kartli adalah [[Mayor|Mayor Kaukasus]] Ridge.<ref>Гюльденштедт. Путешествие в Грузию, Тбилиси, 1962</ref><ref>Гильденштедт И. А. Путешествие по Кавказу в 1770–1773 гг. – СПб.: Петербургское Востоковедение, 2002.</ref> Pada akhir abad ke-18, [[Situs Warisan Dunia|situs utama]] pemukiman Ossetia di wilayah Ossetia Selatan modern berada di Kudaro (muara sungai Jejora), Ngarai Liakhvi Besar, Ngarai Liakhvi Kecil, Ngarai Ksani, [[Gudauta|Guda]], dan Truso (muara sungai Terek).<ref>Roland Topchishvili. [http://press.tsu.edu.ge/data/file_db/nashromebi/inglisuri%20osebis%20texti.pdf Georgian-Ossetian ethno-historical review]. Tbilisi State University. 2009.</ref>


Pada abad ke-17, atas tekanan para pangeran Kabardian, [[Suku Ossetia|orang Ossetia]] memulai gelombang migrasi kedua dari [[Kaukasus Utara]] ke [[Kerajaan Kartli]]. Petani Ossetia, yang bermigrasi ke daerah pegunungan di [[Kaukasus Selatan]], sering menetap di tanah tuan [[Feodalisme|feodal]] Georgia. Raja Georgia dari Kerajaan Kartli mengizinkan orang Ossetia untuk [[Imigrasi|berimigrasi]]. Menurut [[duta besar]] [[Rusia]] untuk Georgia Mikhail Tatishchev, pada awal [[Abad ke-11 hingga 20|abad ke-17]] sudah ada sekelompok kecil orang Ossetia yang tinggal di dekat hulu Sungai Liakhvi Raya. Pada [[1770]]-an ada lebih banyak orang Ossetia yang tinggal di [[Shida Kartli|Kartli]] daripada sebelumnya.
[[Kerajaan Georgia]] [[Kerajaan Kartli-Kakheti|Kartli-Kakheti]], termasuk wilayah Ossetia Selatan modern, dianeksasi oleh [[Kekaisaran Rusia]] pada tahun [[1801]]. Ossetia, daerah yang terdiri dari Ossetia Utara modern, adalah salah satu daerah pertama di [[Kaukasus Utara]] yang berada di bawah dominasi [[Rusia]], mulai tahun [[1774]]. Ibu kota, [[Vladikavkaz]], adalah pos terdepan [[Angkatan Bersenjata Rusia|militer Rusia]] pertama di wilayah tersebut.<ref>Richard Foltz. [https://books.google.com/books?id=YZswEAAAQBAJ The Ossetes: Modern-Day Scythians of the Caucasus]. Bloomsbury. 2022. hlm. 82–83. ISBN 9780755618453.</ref> Pada [[1806]], Ossetia sepenuhnya berada di bawah kendali Rusia. Migrasi Ossetia ke wilayah Georgia berlanjut pada abad ke-19 dan ke-20, ketika Georgia adalah bagian dari Kekaisaran Rusia dan pemukiman Ossetia muncul di Trialeti, [[Borjomi]], Bakuriani dan [[Kakheti]] juga.<ref>Roland Topchishvili. [http://press.tsu.edu.ge/data/file_db/nashromebi/inglisuri%20osebis%20texti.pdf Georgian-Ossetian ethno-historical review]. Tbilisi State University. 2009.</ref>
 
 
Periode ini telah didokumentasikan dalam buku harian perjalanan Johann Anton Güldenstädt yang mengunjungi Georgia pada tahun [[1772]]. Penjelajah [[Jerman Baltik]] menyebut Ossetia Utara modern hanya Ossetia, sementara dia menulis bahwa [[Shida Kartli|Kartli]] (daerah Ossetia Selatan modern) dihuni oleh orang Georgia dan daerah pegunungan dihuni oleh [[orang Georgia]] dan [[Suku Ossetia|orang Ossetia]]. Güldenstädt juga menulis bahwa pemimpin perbatasan utara Kartli adalah [[Mayor|Mayor Kaukasus]] Ridge. Pada akhir abad ke-18, [[Situs Warisan Dunia|situs utama]] pemukiman Ossetia di wilayah Ossetia Selatan modern berada di Kudaro (muara sungai Jejora), Ngarai Liakhvi Besar, Ngarai Liakhvi Kecil, Ngarai Ksani, [[Gudauta|Guda]], dan Truso (muara sungai Terek).
 
[[Kerajaan Georgia]] [[Kerajaan Kartli-Kakheti|Kartli-Kakheti]], termasuk wilayah Ossetia Selatan modern, dianeksasi oleh [[Kekaisaran Rusia]] pada tahun [[1801]]. Ossetia, daerah yang terdiri dari Ossetia Utara modern, adalah salah satu daerah pertama di [[Kaukasus Utara]] yang berada di bawah dominasi [[Rusia]], mulai tahun [[1774]]. Ibu kota, [[Vladikavkaz]], adalah pos terdepan [[Angkatan Bersenjata Rusia|militer Rusia]] pertama di wilayah tersebut. Pada [[1806]], Ossetia sepenuhnya berada di bawah kendali Rusia. Migrasi Ossetia ke wilayah Georgia berlanjut pada abad ke-19 dan ke-20, ketika Georgia adalah bagian dari Kekaisaran Rusia dan pemukiman Ossetia muncul di Trialeti, [[Borjomi]], Bakuriani dan [[Kakheti]] juga.


Ossetia terus berperang melawan [[Kekaisaran Rusia]] dan tidak pernah mengakui otoritas Rusia di atas mereka. Pada tahun [[1850]] ketika [[Georgia]] sepenuhnya berada di bawah kendali Kekaisaran Rusia, anggota militer Georgia, Machabeli, mengeluh kepada pihak berwenang Rusia karena tidak dapat menguasai ngarai gunung tempat penduduk [[Suku Ossetia|Ossetia]] tinggal.
Ossetia terus berperang melawan [[Kekaisaran Rusia]] dan tidak pernah mengakui otoritas Rusia di atas mereka. Pada tahun [[1850]] ketika [[Georgia]] sepenuhnya berada di bawah kendali Kekaisaran Rusia, anggota militer Georgia, Machabeli, mengeluh kepada pihak berwenang Rusia karena tidak dapat menguasai ngarai gunung tempat penduduk [[Suku Ossetia|Ossetia]] tinggal.
Baris 24: Baris 23:
Inilah yang ditulis oleh pejabat Rusia, penilai perguruan tinggi Yanovsky dan Kozachkovsky, pada tahun [[1831]] tentang hubungan antara tuan-tuan [[Feodalisme|feodal]] [[Georgia]] dengan penduduk Ossetia dari ngarai gunung dalam catatan tentang [[ngarai]] Ossetia yang diambil alih oleh [[pangeran]] Eristov-Ksani. Kemudian di ngarai yang lebih jauh, seperti Magrandoletsky, Tliysky, Chipransky, Gvidisk, Knogsky, dan lainnya, yang Eristov menyatakan klaim, tak ada jejak kendali mereka.
Inilah yang ditulis oleh pejabat Rusia, penilai perguruan tinggi Yanovsky dan Kozachkovsky, pada tahun [[1831]] tentang hubungan antara tuan-tuan [[Feodalisme|feodal]] [[Georgia]] dengan penduduk Ossetia dari ngarai gunung dalam catatan tentang [[ngarai]] Ossetia yang diambil alih oleh [[pangeran]] Eristov-Ksani. Kemudian di ngarai yang lebih jauh, seperti Magrandoletsky, Tliysky, Chipransky, Gvidisk, Knogsky, dan lainnya, yang Eristov menyatakan klaim, tak ada jejak kendali mereka.


Sebelum ditaklukkan oleh pasukan Georgia, [[Suku Ossetia|orang Ossetia]] yang tinggal di ngarai ini adalah model dari masyarakat [[primitif]]. Di desa-desa dan [[ngarai]] sama sekali tidak ada ketertiban dan kepatuhan. Setiap orang yang mampu membawa [[senjata]] menganggap dirinya benar-benar mandiri. Contoh yang diberikan Eristov memunculkan ide dari [[Pangeran|pangeran Machabeli]] untuk mengambil Ossetia yang baru ditaklukkan yang tinggal di sepanjang Bolshaya Liakhva, di ngarai Roksky, Jomaksky, Urschuarsky, yang tidak pernah patuh dan bukan milik mereka.
Sebelum ditaklukkan oleh pasukan Georgia, [[Suku Ossetia|orang Ossetia]] yang tinggal di ngarai ini adalah model dari masyarakat [[primitif]]. Di desa-desa dan [[ngarai]] sama sekali tidak ada ketertiban dan kepatuhan. Setiap orang yang mampu membawa [[senjata]] menganggap dirinya benar-benar mandiri. Contoh yang diberikan Eristov memunculkan ide dari [[Pangeran|pangeran Machabeli]] untuk mengambil Ossetia yang baru ditaklukkan yang tinggal di sepanjang Bolshaya Liakhva, di ngarai Roksky, Jomaksky, Urschuarsky, yang tidak pernah patuh dan bukan milik mereka.<ref>[http://osinform.org/6192-genocid-1920-g-tradicii-nacizma-v-gruzii.html Genocide 1920: Traditions of Nazism in Georgia]. ''Alania Inform''. 2008-06-20.</ref>


===Ossetia Selatan sebagai bagian dari Uni Soviet===
===Ossetia Selatan sebagai bagian dari Uni Soviet===
Setelah [[revolusi Rusia]], wilayah Ossetia Selatan modern menjadi bagian dari [[Republik Demokratik Georgia]]. Pada tahun [[1918]], konflik dimulai antara petani Ossetia yang tak memiliki tanah yang tinggal di [[Shida Kartli]], dipengaruhi oleh [[Bolshevik]], dan menuntut kepemilikan tanah tempat mereka bekerja, serta [[Menshevik|pemerintah Menshevik]] mendukung aristokrat [[Orang Georgia|etnis Georgia]] yang merupakan pemilik sah.
Setelah [[revolusi Rusia]], wilayah Ossetia Selatan modern menjadi bagian dari [[Republik Demokratik Georgia]]. Pada tahun [[1918]], konflik dimulai antara petani Ossetia yang tak memiliki tanah yang tinggal di [[Shida Kartli]], dipengaruhi oleh [[Bolshevik]], dan menuntut kepemilikan tanah tempat mereka bekerja, serta [[Menshevik|pemerintah Menshevik]] mendukung aristokrat [[Orang Georgia|etnis Georgia]] yang merupakan pemilik sah.


Meskipun Ossetia awalnya tidak puas dengan [[kebijakan ekonomi]] pemerintah pusat, ketegangan segera berubah menjadi konflik etnis. [[Perang Ossetia Selatan 2008|Pemberontakan Ossetia]] pertama dimulai pada [[Februari]] [[1918]], ketika tiga pangeran Georgia terbunuh dan tanah mereka direbut oleh Ossetia. Pemerintah pusat [[Tbilisi]] membalas dengan mengirim Garda Nasional ke daerah itu. Namun, unit Georgia mundur setelah mereka menyerang Ossetia.
Meskipun Ossetia awalnya tidak puas dengan [[kebijakan ekonomi]] pemerintah pusat, ketegangan segera berubah menjadi konflik etnis. [[Perang Ossetia Selatan 2008|Pemberontakan Ossetia]] pertama dimulai pada [[Februari]] [[1918]], ketika tiga pangeran Georgia terbunuh dan tanah mereka direbut oleh Ossetia. Pemerintah pusat [[Tbilisi]] membalas dengan mengirim Garda Nasional ke daerah itu. Namun, unit Georgia mundur setelah mereka menyerang Ossetia.<ref>Arsène Saparov. [https://books.google.com/books?id=AW5eBAAAQBAJ&pg=PA67 From Conflict to Autonomy in the Caucasus: The Soviet Union and the Making of Abkhazia, South Ossetia and Nagorno Karabakh]. Routledge. 2014. ISBN 9781317637844.</ref>


Pemberontak Ossetia kemudian melanjutkan untuk menduduki kota [[Tskhinvali]] dan mulai menyerang penduduk sipil etnis Georgia. Selama pemberontakan pada tahun [[1919]] dan [[1920]], Ossetia diam-diam didukung oleh [[Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia|RSFS Rusia]], tetapi meskipun demikian, dikalahkan. Menurut tuduhan yang dibuat oleh sumber-sumber Ossetia, penumpasan pemberontakan tahun [[1920]] menyebabkan kematian 5.000 orang Ossetia, sementara [[kelaparan]] dan [[epidemi]] berikutnya menjadi penyebab kematian lebih dari 13.000 orang.
Pemberontak Ossetia kemudian melanjutkan untuk menduduki kota [[Tskhinvali]] dan mulai menyerang penduduk sipil etnis Georgia. Selama pemberontakan pada tahun [[1919]] dan [[1920]], Ossetia diam-diam didukung oleh [[Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia|RSFS Rusia]], tetapi meskipun demikian, dikalahkan. Menurut tuduhan yang dibuat oleh sumber-sumber Ossetia, penumpasan pemberontakan tahun [[1920]] menyebabkan kematian 5.000 orang Ossetia, sementara [[kelaparan]] dan [[epidemi]] berikutnya menjadi penyebab kematian lebih dari 13.000 orang.


Pemerintah [[Republik Sosialis Soviet Georgia|RSS Georgia]], didirikan setelah invasi [[Tentara Merah]] ke Georgia pada tahun [[1921]], membentuk unit administrasi otonom untuk Ossetia–[[Kaukasus Selatan|Transkaukasia]] pada [[April]] [[1922]] di bawah tekanan dari [[Kavbiuro]], yang pada saat itu wilayah tersebut dikuasai oleh RSS Otonom Ossetia Selatan.
Pemerintah [[Republik Sosialis Soviet Georgia|RSS Georgia]], didirikan setelah invasi [[Tentara Merah]] ke Georgia pada tahun [[1921]], membentuk unit administrasi otonom untuk Ossetia–[[Kaukasus Selatan|Transkaukasia]] pada [[April]] [[1922]] di bawah tekanan dari [[Kavbiuro]], yang pada saat itu wilayah tersebut dikuasai oleh RSS Otonom Ossetia Selatan.


Beberapa percaya bahwa kaum [[Bolshevik]] memberikan otonomi ini kepada Ossetia sebagai imbalan atas loyalitas dalam memerangi [[Republik Demokratik Georgia]] dan mendukung [[Separatisme|separatis]] lokal, karena daerah ini tidak pernah menjadi entitas yang terpisah sebelum invasi Rusia. Penarikan batas administratif Oblast Otonom Ossetia Selatan merupakan proses yang cukup rumit. Banyak desa di Georgia termasuk ke dalam Oblast Otonom Ossetia Selatan meskipun banyak protes oleh penduduk [[Georgia]].
Beberapa percaya bahwa kaum [[Bolshevik]] memberikan otonomi ini kepada Ossetia sebagai imbalan atas loyalitas dalam memerangi [[Republik Demokratik Georgia]] dan mendukung [[Separatisme|separatis]] lokal, karena daerah ini tidak pernah menjadi entitas yang terpisah sebelum invasi Rusia.<ref>[https://www.loc.gov/law/help/russian-georgia-war.php Russian Federation: Legal Aspects of War in Georgia]. Library of Congress.</ref> Penarikan batas administratif Oblast Otonom Ossetia Selatan merupakan proses yang cukup rumit. Banyak desa di Georgia termasuk ke dalam Oblast Otonom Ossetia Selatan meskipun banyak protes oleh penduduk [[Georgia]].


Meskipun kota [[Tskhinvali]] tidak memiliki mayoritas penduduk [[Suku Ossetia|Ossetia]], kota ini dijadikan ibu kota Oblast Otonom Ossetia Selatan. Selain sebagian Gori Uyezd dan Dusheti Uyezd dari [[Tbilisi|Kegubernuran Tbilisi]], sebagian Racha Uyezd dari [[Kegubernuran Kutais]] (bagian barat Georgia)  juga termasuk dalam Oblast Otonom Ossetia Selatan. Semua wilayah ini secara [[Historisisme|historis]] adalah tanah asli Georgia.
Meskipun kota [[Tskhinvali]] tidak memiliki mayoritas penduduk [[Suku Ossetia|Ossetia]], kota ini dijadikan ibu kota Oblast Otonom Ossetia Selatan.<ref>[https://eleven.co.il/article/14652 sumber]. ''eleven.co.il''.</ref> Selain sebagian Gori Uyezd dan Dusheti Uyezd dari [[Tbilisi|Kegubernuran Tbilisi]], sebagian Racha Uyezd dari [[Kegubernuran Kutais]] (bagian barat Georgia)  juga termasuk dalam Oblast Otonom Ossetia Selatan. Semua wilayah ini secara [[Historisisme|historis]] adalah tanah asli Georgia.


Ossetia yang bersejarah di Kaukasus Utara tidak memiliki entitas politiknya sendiri sebelum tahun [[1924]], ketika [[Republik Ossetia Utara-Alania|Republik Ossetia Utara]] dibentuk.
Ossetia yang bersejarah di Kaukasus Utara tidak memiliki entitas politiknya sendiri sebelum tahun [[1924]], ketika [[Republik Ossetia Utara-Alania|Republik Ossetia Utara]] dibentuk.


Meskipun Ossetia memiliki bahasa mereka sendiri ([[bahasa Ossetia]]), [[bahasa Rusia]], dan [[bahasa Georgia]] adalah bahasa administratif negara. Di bawah pemerintahan pemerintah Georgia selama masa [[Uni Soviet|Soviet]], Ossetia menikmati otonomi budaya minoritas, termasuk berbicara bahasa Ossetia dan mengajarkannya di sekolah.  Pada tahun [[1989]], dua pertiga orang Ossetia di [[Republik Sosialis Soviet Georgia]] tinggal di luar Oblast Otonom Ossetia Selatan.
Meskipun Ossetia memiliki bahasa mereka sendiri ([[bahasa Ossetia]]), [[bahasa Rusia]], dan [[bahasa Georgia]] adalah bahasa administratif negara.<ref>D.M. Lang, History of Modern Georgia, 1963</ref> Di bawah pemerintahan pemerintah Georgia selama masa [[Uni Soviet|Soviet]], Ossetia menikmati otonomi budaya minoritas, termasuk berbicara bahasa Ossetia dan mengajarkannya di sekolah.<ref>D.M. Lang, History of Modern Georgia, 1963</ref> Pada tahun [[1989]], dua pertiga orang Ossetia di [[Republik Sosialis Soviet Georgia]] tinggal di luar Oblast Otonom Ossetia Selatan.


===Konflik Georgia–Ossenia===
===Konflik Georgia–Ossenia===
====1989–2008====
====1989–2008====
Ketegangan di kawasan itu mulai meningkat di tengah meningkatnya nasionalisme di antara [[orang Georgia]] dan Ossetia pada tahun [[1989]]. Sebelum ini, dua komunitas Oblast Otonom Ossetia Selatan dan [[Republik Sosialis Soviet Georgia|RSS Georgia]] telah hidup damai satu sama lain kecuali untuk peristiwa [[1918]]–[[1920]]. Kedua etnis memiliki tingkat interaksi yang normal dan ada banyak perkawinan campur Georgia-Ossetia.
Ketegangan di kawasan itu mulai meningkat di tengah meningkatnya nasionalisme di antara [[orang Georgia]] dan Ossetia pada tahun [[1989]].<ref>[https://www.independent.co.uk/news/world/europe/ethnic-tensions-war-in-the-caucasus-is-stalins-legacy-899615.html Ethnic tensions: War in the Caucasus is Stalin's legacy]. ''The Independent''. 2008-08-17.</ref> Sebelum ini, dua komunitas Oblast Otonom Ossetia Selatan dan [[Republik Sosialis Soviet Georgia|RSS Georgia]] telah hidup damai satu sama lain kecuali untuk peristiwa [[1918]]–[[1920]]. Kedua etnis memiliki tingkat interaksi yang normal dan ada banyak perkawinan campur Georgia-Ossetia.


Perselisihan seputar keberadaan [[Suku Ossetia|orang Ossetia]] di [[Kaukasus Selatan]] menjadi salah satu penyebab konflik. Meskipun [[historiografi]] Georgia percaya bahwa [[migrasi]] massal Ossetia ke Kaukasus Selatan ([[Georgia]]) dimulai pada abad ke-17, mengklaim telah tinggal di daerah itu sejak [[Abad Kuno Akhir|zaman kuno]], yang tidak didukung oleh sumber yang tersedia.
Perselisihan seputar keberadaan [[Suku Ossetia|orang Ossetia]] di [[Kaukasus Selatan]] menjadi salah satu penyebab konflik. Meskipun [[historiografi]] Georgia percaya bahwa [[migrasi]] massal Ossetia ke Kaukasus Selatan ([[Georgia]]) dimulai pada abad ke-17, mengklaim telah tinggal di daerah itu sejak [[Abad Kuno Akhir|zaman kuno]],<ref>[https://www.crisisgroup.org/europe-central-asia/caucasus/georgia/georgia-avoiding-war-south-ossetia Georgia: Avoiding War in South Ossetia]. International Crisis Group. 2004-11-26.</ref> yang tidak didukung oleh sumber yang tersedia.


Beberapa [[sejarawan]] Ossetia menerima bahwa migrasi [[Leluhur|nenek moyang]] Ossetia ke Ossetia Selatan modern dimulai setelah [[Ekspansi Mongol|invasi Mongol]] pada abad ke-13, sementara seorang [[menteri luar negeri]] ''[[de facto]]'' Ossetia Selatan pada [[1990]]-an mengatakan bahwa orang Ossetia pertama kali muncul di daerah itu hanya pada awal abad ke-17. Karena dibuat setelah invasi Rusia tahun [[1921]], Ossetia Selatan dianggap sebagai ciptaan buatan oleh [[orang Georgia]] selama era [[Uni Soviet|Soviet]].
Beberapa [[sejarawan]] Ossetia menerima bahwa migrasi [[Leluhur|nenek moyang]] Ossetia ke Ossetia Selatan modern dimulai setelah [[Ekspansi Mongol|invasi Mongol]] pada abad ke-13, sementara seorang [[menteri luar negeri]] ''[[de facto]]'' Ossetia Selatan pada [[1990]]-an mengatakan bahwa orang Ossetia pertama kali muncul di daerah itu hanya pada awal abad ke-17.<ref>Stuart J. Kaufman. [https://books.google.com/books?id=2Plw98pTk5wC&pg=PA110 Modern Hatreds: The Symbolic Politics of Ethnic War]. Cornell University Press. 2001. hlm. 98. ISBN 0801487366.</ref> Karena dibuat setelah invasi Rusia tahun [[1921]], Ossetia Selatan dianggap sebagai ciptaan buatan oleh [[orang Georgia]] selama era [[Uni Soviet|Soviet]].<ref>[https://www.crisisgroup.org/europe-central-asia/caucasus/georgia/georgia-avoiding-war-south-ossetia Georgia: Avoiding War in South Ossetia]. International Crisis Group. 2004-11-26.</ref>


Front Populer Ossetia Selatan (''Ademon Nykhas'') dibentuk pada tahun [[1988]]. Pada tanggal [[10 November]] [[1989]], dewan regional Ossetia Selatan meminta Dewan Tertinggi Georgia untuk meningkatkan status wilayah tersebut menjadi "[[Daerah otonom|republik otonom]]". Keputusan untuk mengubah Oblast Otonom Ossetia Selatan menjadi RSS Otonom Ossetia Selatan oleh otoritas Ossetia Selatan meningkatkan [[konflik]]. Pada [[11 November]], keputusan ini dicabut oleh [[parlemen Georgia]], [[Majelis Agung Uni Soviet]]. Pihak berwenang Georgia mencopot Sekretaris Partai Pertama [[oblast]] dari posisinya.
Front Populer Ossetia Selatan (''Ademon Nykhas'') dibentuk pada tahun [[1988]]. Pada tanggal [[10 November]] [[1989]], dewan regional Ossetia Selatan meminta Dewan Tertinggi Georgia untuk meningkatkan status wilayah tersebut menjadi "[[Daerah otonom|republik otonom]]".<ref>[https://www.crisisgroup.org/europe-central-asia/caucasus/georgia/georgia-avoiding-war-south-ossetia Georgia: Avoiding War in South Ossetia]. International Crisis Group. 2004-11-26.</ref> Keputusan untuk mengubah Oblast Otonom Ossetia Selatan menjadi RSS Otonom Ossetia Selatan oleh otoritas Ossetia Selatan meningkatkan [[konflik]]. Pada [[11 November]], keputusan ini dicabut oleh [[parlemen Georgia]], [[Majelis Agung Uni Soviet]].<ref>Alexei Zverev. [https://www.vub.be/sites/vub/files/nieuws/users/bcoppiet/130zverev.pdf Ethnic Conflicts in the Caucasus 1988–1994]. 1996.</ref> Pihak berwenang Georgia mencopot Sekretaris Partai Pertama [[oblast]] dari posisinya.<ref>[http://www.caucasus.dk/chapter8.htm The Georgian – South Ossetian Conflict, chapter 8 & appendix]. Caucasus.dk.</ref><ref>[http://content.time.com/time/magazine/article/0,9171,972214,00.html Hastening The End of the Empire]. Time Magazine. 1991-01-28.</ref>


Dewan Tertinggi Georgia mengadopsi [[Legislasi|undang-undang]] yang melarang partai regional pada musim panas [[1990]]. Dewan regional Ossetia Selatan menafsirkan ini sebagai langkah menentang ''Ademon Nykhas'' dan kemudian mengesahkan "deklarasi kedaulatan nasional", memproklamirkan Republik Soviet Demokratik Ossetia Selatan di dalam [[Uni Soviet]] pada [[20 September]] [[1990]]. Ossetia [[Boikot|memboikot]] pemilihan [[parlemen Georgia]] berikutnya dan mengadakan kontes mereka sendiri pada bulan Desember.
Dewan Tertinggi Georgia mengadopsi [[Legislasi|undang-undang]] yang melarang partai regional pada musim panas [[1990]]. Dewan regional Ossetia Selatan menafsirkan ini sebagai langkah menentang ''Ademon Nykhas'' dan kemudian mengesahkan "deklarasi kedaulatan nasional", memproklamirkan Republik Soviet Demokratik Ossetia Selatan di dalam [[Uni Soviet]] pada [[20 September]] [[1990]].<ref>[http://www.geopolitics.ru/2014/01/nepriznannye-gosudarstva-yuzhnaya-osetiya/ Unrecognized states: South Ossetia]. 28 January 2014.</ref> Ossetia [[Boikot|memboikot]] pemilihan [[parlemen Georgia]] berikutnya dan mengadakan kontes mereka sendiri pada bulan Desember.<ref>[https://www.crisisgroup.org/europe-central-asia/caucasus/georgia/georgia-avoiding-war-south-ossetia Georgia: Avoiding War in South Ossetia]. International Crisis Group. 2004-11-26.</ref>


Pada bulan [[Oktober]] [[1990]], pemilihan parlemen di Georgia dimenangkan oleh blok "[[Meja Bundar]]" [[Zviad Gamsakhurdia]]. Pada [[11 Desember]] [[1990]], pemerintah Zviad Gamsakhurdia menyatakan pemilihan Ossetia tidak sah dan menghapus status otonomi Ossetia Selatan sama sekali. Gamsakhurdia [[Rasionalitas|merasionalisasi]] penghapusan otonomi Ossetia dengan mengatakan, "''Mereka Ossetia tidak memiliki hak untuk sebuah negara di sini, di [[Georgia]]. Mereka adalah minoritas nasional. Tanah air mereka adalah [[Republik Ossetia Utara-Alania|Ossetia Utara]]. Ini mereka pendatang baru''."
Pada bulan [[Oktober]] [[1990]], pemilihan parlemen di Georgia dimenangkan oleh blok "[[Meja Bundar]]" [[Zviad Gamsakhurdia]].<ref>[https://www.crisisgroup.org/europe-central-asia/caucasus/georgia/georgia-avoiding-war-south-ossetia Georgia: Avoiding War in South Ossetia]. International Crisis Group. 2004-11-26.</ref> Pada [[11 Desember]] [[1990]], pemerintah Zviad Gamsakhurdia menyatakan pemilihan Ossetia tidak sah dan menghapus status otonomi Ossetia Selatan sama sekali.<ref>[https://www.crisisgroup.org/europe-central-asia/caucasus/georgia/georgia-avoiding-war-south-ossetia Georgia: Avoiding War in South Ossetia]. International Crisis Group. 2004-11-26.</ref> Gamsakhurdia [[Rasionalitas|merasionalisasi]] penghapusan otonomi Ossetia dengan mengatakan, "''Mereka Ossetia tidak memiliki hak untuk sebuah negara di sini, di [[Georgia]]. Mereka adalah minoritas nasional. Tanah air mereka adalah [[Republik Ossetia Utara-Alania|Ossetia Utara]]. Ini mereka pendatang baru''."<ref>Stuart J. Kaufman. [https://books.google.com/books?id=2Plw98pTk5wC&pg=PA110 Modern Hatreds: The Symbolic Politics of Ethnic War]. Cornell University Press. 2001. hlm. 98. ISBN 0801487366.</ref>


Ketika [[parlemen Georgia]] menyatakan keadaan darurat di wilayah Oblast Otonom Ossetia Selatan pada [[12 Desember]] [[1990]], pasukan dari [[Kementerian Dalam Negeri|kementerian dalam negeri]] Georgia dan [[Uni Soviet|Soviet]] dikirim ke wilayah tersebut. Setelah Garda Nasional Georgia dibentuk pada awal [[1991]], Pasukan Georgia memasuki [[Tskhinvali]] pada [[5 Januari]] [[1991]]. [[Perang Ossetia Selatan 1991-1992]] ditandai dengan pengabaian umum terhadap ''[[Hukum kemanusiaan internasional|hukum humaniter]]'' internasional oleh milisi yang tidak terkendali, dengan kedua belah pihak melaporkan kekejaman.
Ketika [[parlemen Georgia]] menyatakan keadaan darurat di wilayah Oblast Otonom Ossetia Selatan pada [[12 Desember]] [[1990]], pasukan dari [[Kementerian Dalam Negeri|kementerian dalam negeri]] Georgia dan [[Uni Soviet|Soviet]] dikirim ke wilayah tersebut. Setelah Garda Nasional Georgia dibentuk pada awal [[1991]], Pasukan Georgia memasuki [[Tskhinvali]] pada [[5 Januari]] [[1991]].<ref>[http://www.caucasus.dk/chapter4.htm The Georgian – South Ossetian Conflict, chapter 4]. Caucasus.dk.</ref> [[Perang Ossetia Selatan 1991-1992]] ditandai dengan pengabaian umum terhadap ''[[Hukum kemanusiaan internasional|hukum humaniter]]'' internasional oleh milisi yang tidak terkendali, dengan kedua belah pihak melaporkan kekejaman.<ref>[http://www.caucasus.dk/chapter4.htm The Georgian – South Ossetian Conflict, chapter 4]. Caucasus.dk.</ref>


[[Angkatan Bersenjata Uni Soviet|Militer Soviet]] memfasilitasi [[gencatan senjata]] seperti yang diperintahkan oleh [[Mikhail Gorbachev]] pada bulan [[Januari]] [[1991]]. Pada bulan [[Maret]] dan [[April]] [[1991]], pasukan dalam negeri Soviet dilaporkan secara aktif melucuti senjata milisi di kedua sisi, dan menghalangi kekerasan antar-etnis.
[[Angkatan Bersenjata Uni Soviet|Militer Soviet]] memfasilitasi [[gencatan senjata]] seperti yang diperintahkan oleh [[Mikhail Gorbachev]] pada bulan [[Januari]] [[1991]]. Pada bulan [[Maret]] dan [[April]] [[1991]], pasukan dalam negeri Soviet dilaporkan secara aktif melucuti senjata milisi di kedua sisi, dan menghalangi kekerasan antar-etnis.<ref>Stuart J. Kaufman. [https://books.google.com/books?id=2Plw98pTk5wC&pg=PA110 Modern Hatreds: The Symbolic Politics of Ethnic War]. Cornell University Press. 2001. hlm. 98. ISBN 0801487366.</ref><ref>[https://pesd.princeton.edu/?q=node/274 Georgia: Abkhazia and South Ossetia]. ''www.pesd.princeton.edu''. Encyclopedia Princetoniensis.</ref>


Sebagai akibat dari perang, sekitar 100.000 etnis Ossetia melarikan diri dari wilayah itu dan Georgia, sebagian besar melintasi perbatasan ke [[Republik Ossetia Utara-Alania|Ossetia Utara]]. Selanjutnya 23.000 etnis Georgia melarikan diri dari Ossetia Selatan ke bagian lain Georgia. Banyak pengungsi pergi ke distrik Prigorodnyi Ossetia Utara. Pada tahun [[1944]], banyak [[Suku Ossetia|orang Ossetia]] dimukimkan kembali di daerah Ossetia Utara dari mana [[Republik Ingushetia|Ingush]] telah diusir oleh [[Josef Stalin|Stalin]] pada tahun [[1944]].  Pada [[1990]]-an gelombang baru orang Ossetia Selatan bermigrasi ke bekas wilayah Ingush memicu konflik antara Ossetia dan Ingush.
Sebagai akibat dari perang, sekitar 100.000 etnis Ossetia melarikan diri dari wilayah itu dan Georgia, sebagian besar melintasi perbatasan ke [[Republik Ossetia Utara-Alania|Ossetia Utara]]. Selanjutnya 23.000 etnis Georgia melarikan diri dari Ossetia Selatan ke bagian lain Georgia. Banyak pengungsi pergi ke distrik Prigorodnyi Ossetia Utara. Pada tahun [[1944]], banyak [[Suku Ossetia|orang Ossetia]] dimukimkan kembali di daerah Ossetia Utara dari mana [[Republik Ingushetia|Ingush]] telah diusir oleh [[Josef Stalin|Stalin]] pada tahun [[1944]].  Pada [[1990]]-an gelombang baru orang Ossetia Selatan bermigrasi ke bekas wilayah Ingush memicu konflik antara Ossetia dan Ingush.<ref>Ekaterina Sokirianskaia. [http://pdc.ceu.edu/archive/00002841/ Getting Back Home? Towards Sustainable Return of Ingush Forced Migrants and Lasting Peace in Prigorodny District of North Ossetia]. Central European University – Center for Policy Studies. 2006. hlm. 10.</ref>


Pada tanggal [[29 April]] [[1991]], bagian barat Ossetia Selatan dilanda [[gempa bumi]], yang menewaskan lebih dari 200 orang dan menyebabkan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal.
Pada tanggal [[29 April]] [[1991]], bagian barat Ossetia Selatan dilanda [[gempa bumi]], yang menewaskan lebih dari 200 orang dan menyebabkan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal.<ref>[https://apnews.com/article/a0c172bf49c8c9c54ba490253a768b8c Aftershocks in Soviet Georgia; Death Toll Said to Rise to 300]. ''AP News''. 1991-05-04.</ref><ref>[https://www.radiotavisupleba.ge/a/31230008.html "Mountains collided in the air" – 30 years after the Racha earthquake]. ''Radio Tavisupleba''. 2021-04-29.</ref>


Pada akhir [[1991]], perbedaan pendapat meningkat terhadap Gamsakhurdia di Georgia karena intoleransinya terhadap kritik dan upaya untuk memusatkan kekuatan politik. Pada tanggal [[22 Desember]] [[1991]], setelah [[kudeta]], Gamsakhurdia dan pendukungnya dikepung oleh oposisi, yang didukung oleh garda nasional, di beberapa gedung pemerintah di [[Tbilisi]]. Pertempuran sengit berikutnya mengakibatkan lebih dari 200 korban dan meninggalkan pusat ibu kota Georgia dalam reruntuhan.
Pada akhir [[1991]], perbedaan pendapat meningkat terhadap Gamsakhurdia di Georgia karena intoleransinya terhadap kritik dan upaya untuk memusatkan kekuatan politik.<ref>[https://pesd.princeton.edu/?q=node/274 Georgia: Abkhazia and South Ossetia]. ''www.pesd.princeton.edu''. Encyclopedia Princetoniensis.</ref> Pada tanggal [[22 Desember]] [[1991]], setelah [[kudeta]], Gamsakhurdia dan pendukungnya dikepung oleh oposisi, yang didukung oleh garda nasional, di beberapa gedung pemerintah di [[Tbilisi]]. Pertempuran sengit berikutnya mengakibatkan lebih dari 200 korban dan meninggalkan pusat ibu kota Georgia dalam reruntuhan.


Pada [[6 Januari]], Gamsakhurdia dan beberapa pendukungnya meninggalkan kota untuk diasingkan. Setelah itu, dewan militer Georgia, dan pemerintahan sementara, dibentuk oleh tiga serangkai Jaba Ioseliani, Tengiz Kitovani dan Tengiz Sigua, serta pada [[Maret]] [[1992]], mereka mengundang [[Eduard Shevardnadze]], seorang mantan [[Uni Soviet|menteri Soviet]], untuk datang ke Georgia untuk mengambil alih Dewan Negara Georgia.
Pada [[6 Januari]], Gamsakhurdia dan beberapa pendukungnya meninggalkan kota untuk diasingkan. Setelah itu, dewan militer Georgia, dan pemerintahan sementara, dibentuk oleh tiga serangkai Jaba Ioseliani, Tengiz Kitovani dan Tengiz Sigua, serta pada [[Maret]] [[1992]], mereka mengundang [[Eduard Shevardnadze]], seorang mantan [[Uni Soviet|menteri Soviet]], untuk datang ke Georgia untuk mengambil alih Dewan Negara Georgia.<ref>R.P Engels. [https://theses.ubn.ru.nl/handle/123456789/29874 Georgia's struggles : Conflict resolution through entrepreneurship in a fragile state]. Radboud Universiteit Nijmegen. 2009. hlm. 25–26.</ref>
 
Referendum [[kemerdekaan]] diadakan di Ossetia Selatan pada [[19 Januari]] [[1992]], dengan para pemilih ditanyai dua pertanyaan: "Apakah Anda setuju bahwa Ossetia Selatan harus menjadi negara merdeka?" dan "Apakah Anda setuju dengan solusi parlemen Ossetia Selatan pada [[1 September]] [[1991]] tentang [[Reunifikasi|reuni]] dengan [[Rusia]]?" Kedua proposal disetujui, tetapi hasilnya tidak diakui secara internasional. Meskipun demikian, dewan regional Ossetia Selatan kemudian mengesahkan tindakan kemerdekaan negara dan mendeklarasikan kemerdekaan Republik Ossetia Selatan pada [[29 Mei]] [[1992]].


Referendum [[kemerdekaan]] diadakan di Ossetia Selatan pada [[19 Januari]] [[1992]], dengan para pemilih ditanyai dua pertanyaan: "Apakah Anda setuju bahwa Ossetia Selatan harus menjadi negara merdeka?" dan "Apakah Anda setuju dengan solusi parlemen Ossetia Selatan pada [[1 September]] [[1991]] tentang [[Reunifikasi|reuni]] dengan [[Rusia]]?"<ref>[http://www.sudd.ch/event.php?lang=en&id=ge011992 Süd-Ossetien (Georgien), 19. Januar 1992 : Unabhängigkeit von Georgien und Anschluss an Russland] Direct Democracy</ref> Kedua proposal disetujui,<ref>[http://www.sudd.ch/event.php?lang=en&id=ge011992 Süd-Ossetien (Georgien), 19. Januar 1992 : Unabhängigkeit von Georgien und Anschluss an Russland] Direct Democracy</ref> tetapi hasilnya tidak diakui secara internasional.<ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=13522 S.Ossetia Sets Repeat Independence Referendum] Civil, 11 September 2006</ref> Meskipun demikian, dewan regional Ossetia Selatan kemudian mengesahkan tindakan kemerdekaan negara dan mendeklarasikan kemerdekaan Republik Ossetia Selatan pada [[29 Mei]] [[1992]].<ref>[http://www.geopolitics.ru/2014/01/nepriznannye-gosudarstva-yuzhnaya-osetiya/ Unrecognized states: South Ossetia]. 28 January 2014.</ref>


Pada [[24 Juni]] [[1992]], Shevardnadze dan pemerintah Ossetia Selatan menandatangani perjanjian gencatan senjata di Sochi. [[Pasukan pemelihara perdamaian|Pasukan Penjaga Perdamaian]] gabungan dari Ossetia, [[Rusia]], dan [[Georgia]] didirikan. Pada [[6 November]] [[1992]], ''[[Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa|OSCE]]'' mendirikan misi di Georgia untuk memantau operasi penjaga perdamaian. Sejak saat itu hingga pertengahan [[2004]], Ossetia Selatan umumnya damai.
Pada [[24 Juni]] [[1992]], Shevardnadze dan pemerintah Ossetia Selatan menandatangani perjanjian gencatan senjata di Sochi. [[Pasukan pemelihara perdamaian|Pasukan Penjaga Perdamaian]] gabungan dari Ossetia, [[Rusia]], dan [[Georgia]] didirikan. Pada [[6 November]] [[1992]], ''[[Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa|OSCE]]'' mendirikan misi di Georgia untuk memantau operasi penjaga perdamaian. Sejak saat itu hingga pertengahan [[2004]], Ossetia Selatan umumnya damai.


Setelah [[Revolusi Mawar|Revolusi Mawar 2003]], [[Mikheil Saakashvili]] menjadi [[Daftar Presiden Georgia|Presiden Georgia]] pada tahun [[2004]]. Menjelang pemilihan parlemen dan presiden tahun 2004, ia berjanji untuk mengembalikan [[integritas]] wilayah Georgia. Dalam salah satu pidato awalnya, Saakashvili berbicara kepada daerah-daerah separatis, dengan mengatakan, "''Baik Georgia maupun presidennya tidak akan tahan dengan [[disintegrasi]] Georgia. Oleh karena itu, kami menawarkan negosiasi langsung kepada teman-teman [[Abkhazia]] dan Ossetia kami. Kami siap membahas setiap model kenegaraan dengan mempertimbangkan kepentingan mereka untuk memajukan''."
Setelah [[Revolusi Mawar|Revolusi Mawar 2003]], [[Mikheil Saakashvili]] menjadi [[Daftar Presiden Georgia|Presiden Georgia]] pada tahun [[2004]]. Menjelang pemilihan parlemen dan presiden tahun 2004, ia berjanji untuk mengembalikan [[integritas]] wilayah Georgia.<ref>[http://dfwatch.net/saakashvili-promises-georgians-nato-membership-in-2014-2014-10271 Saakashvili promises Georgians NATO membership in 2014 | Democracy & Freedom Watch]. 26 June 2012.</ref> Dalam salah satu pidato awalnya, Saakashvili berbicara kepada daerah-daerah separatis, dengan mengatakan, "''Baik Georgia maupun presidennya tidak akan tahan dengan [[disintegrasi]] Georgia. Oleh karena itu, kami menawarkan negosiasi langsung kepada teman-teman [[Abkhazia]] dan Ossetia kami. Kami siap membahas setiap model kenegaraan dengan mempertimbangkan kepentingan mereka untuk memajukan''."<ref>[http://www.saakashviliarchive.info/en/PressOffice/News?2777 Speech delivered by President Mikheil Saakashvili at the Parade dedicated to the Independence Day of Georgia]. The Administratin of the President of Georgia. 2004-05-26.</ref>


Sejak tahun [[2004]], ketegangan mulai meningkat ketika pihak berwenang Georgia memperkuat upaya mereka untuk membawa wilayah itu kembali di bawah kekuasaan mereka, setelah berhasil di [[Republik Otonom Ajaria|Ajaria]]. Georgia mengirim polisi untuk menutup [[pasar gelap]] Ergneti, yang merupakan salah satu sumber pendapatan utama kawasan itu, yang menjual bahan makanan dan bahan bakar yang diselundupkan dari [[Rusia]]. Pihak berwenang Georgia mengklaim penyelundupan besar-besaran barang untuk pasar Ergneti melalui [[Terowongan Roki]],  yang tidak berada di bawah kendali Georgia, merugikan negara dalam jumlah yang signifikan dari pendapatan [[Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia|bea cukai]].
Sejak tahun [[2004]], ketegangan mulai meningkat ketika pihak berwenang Georgia memperkuat upaya mereka untuk membawa wilayah itu kembali di bawah kekuasaan mereka, setelah berhasil di [[Republik Otonom Ajaria|Ajaria]]. Georgia mengirim polisi untuk menutup [[pasar gelap]] Ergneti, yang merupakan salah satu sumber pendapatan utama kawasan itu, yang menjual bahan makanan dan bahan bakar yang diselundupkan dari [[Rusia]]. Pihak berwenang Georgia mengklaim penyelundupan besar-besaran barang untuk pasar Ergneti melalui [[Terowongan Roki]],  yang tidak berada di bawah kendali Georgia, merugikan negara dalam jumlah yang signifikan dari pendapatan [[Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia|bea cukai]].


Georgia mengusulkan untuk membawa terowongan Roki di bawah kendali dan pemantauan bersama, yang ditolak oleh pihak Ossetia Selatan. Operasi antipenyelundupan terhadap pasar mengakibatkan runtuhnya kepercayaan Ossetia Selatan pada niat Georgia. Gelombang kekerasan meletus antara [[Pasukan pemelihara perdamaian|pasukan penjaga perdamaian]] Georgia dan milisi Ossetia Selatan dan pejuang lepas dari Rusia. Ini termasuk penyanderaan terhadap lusinan pasukan penjaga perdamaian Georgia,  baku tembak dan penembakan di desa-desa yang dikuasai Georgia, yang menyebabkan puluhan orang tewas dan terluka. Kesepakatan [[gencatan senjata]] dicapai pada [[13 Agustus]] meskipun berulang kali dilanggar.
Georgia mengusulkan untuk membawa terowongan Roki di bawah kendali dan pemantauan bersama, yang ditolak oleh pihak Ossetia Selatan.<ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=8384 Georgian State Minister to Discuss Roki Pass with North Ossetian Leader]. Civil Georgia. 2004-11-19.</ref> Operasi antipenyelundupan terhadap pasar mengakibatkan runtuhnya kepercayaan Ossetia Selatan pada niat Georgia. Gelombang kekerasan meletus antara [[Pasukan pemelihara perdamaian|pasukan penjaga perdamaian]] Georgia dan milisi Ossetia Selatan dan pejuang lepas dari Rusia.<ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=7353 Tbilisi Says "No" to the Use of Force, Despite Attacks on Georgian Checkpoints in South Ossetia]. Civil Georgia. 2004-07-08.</ref><ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=8712 Timeline – 2004]. Civil Georgia. 2005-01-03.</ref> Ini termasuk penyanderaan terhadap lusinan pasukan penjaga perdamaian Georgia,<ref>[https://eurasianet.org/south-ossetian-hostages-released South Ossetian Hostages Released]. Eurasianet. 2004-07-09.</ref> baku tembak dan penembakan di desa-desa yang dikuasai Georgia, yang menyebabkan puluhan orang tewas dan terluka. Kesepakatan [[gencatan senjata]] dicapai pada [[13 Agustus]] meskipun berulang kali dilanggar.<ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=8712 Timeline – 2004]. Civil Georgia. 2005-01-03.</ref>


Pemerintah Georgia memprotes kehadiran ekonomi dan politik Rusia yang diduga meningkat di wilayah tersebut dan terhadap militer yang tidak terkendali dari pihak Ossetia Selatan. Pejabat pemerintah Georgia telah menyatakan posisi keamanan kunci Ossetia Selatan diduduki oleh mantan pejabat keamanan Rusia, sementara beberapa peneliti politik berbicara tentang lembaga yang dialihdayakan ke [[Rusia|Federasi Rusia]].
Pemerintah Georgia memprotes kehadiran ekonomi dan politik Rusia yang diduga meningkat di wilayah tersebut dan terhadap militer yang tidak terkendali dari pihak Ossetia Selatan.<ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=12857 Russia's Separate Funding for S.Ossetia Angers Georgia]. Civil Georgia. 2006-06-17.</ref><ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=10916 Georgia's UN Envoy Slams Russia over Arming Breakaway Regions]. Civil Georgia. 2005-10-05.</ref> Pejabat pemerintah Georgia telah menyatakan posisi keamanan kunci Ossetia Selatan diduduki oleh mantan pejabat keamanan Rusia, sementara beberapa peneliti politik berbicara tentang lembaga yang dialihdayakan ke [[Rusia|Federasi Rusia]].


Itu juga menganggap pasukan penjaga perdamaian (terdiri dari bagian yang sama dari Ossetia Selatan, [[Republik Ossetia Utara-Alania|Ossetia Utara]], [[Rusia]], dan [[Georgia]]) tidak netral dan menuntut penggantiannya. Berbagai proposal diluncurkan oleh pihak Georgia untuk menginternasionalkan penjaga perdamaian di Ossetia Selatan. Menurut [[Senat Amerika Serikat|senat AS]] [[Richard Lugar]], [[Amerika Serikat]] mendukung seruan Georgia pada tahun [[2006]] untuk penarikan pasukan penjaga perdamaian Rusia dari zona konflik.
Itu juga menganggap pasukan penjaga perdamaian (terdiri dari bagian yang sama dari Ossetia Selatan, [[Republik Ossetia Utara-Alania|Ossetia Utara]], [[Rusia]], dan [[Georgia]]) tidak netral dan menuntut penggantiannya. Berbagai proposal diluncurkan oleh pihak Georgia untuk menginternasionalkan penjaga perdamaian di Ossetia Selatan.<ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=11056 Georgian PM Outlines South Ossetia Action Plan at OSCE]. Civil Georgia. 2005-10-27.</ref><ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=11833 Resolution on Peacekeepers Leaves Room for More Diplomacy]. Civil Georgia. 2006-02-16.</ref><ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=13084 Parliament Instructs the Government to Cease Russian Peacekeeping]. Civil Georgia. 2006-06-18.</ref><ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=13640 GUAM Ministerial Discusses Joint Peacekeeping Forces]. Civil Georgia. 2006-09-26.</ref> Menurut [[Senat Amerika Serikat|senat AS]] [[Richard Lugar]], [[Amerika Serikat]] mendukung seruan Georgia pada tahun [[2006]] untuk penarikan pasukan penjaga perdamaian Rusia dari zona konflik.<ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=13366 Senator: U.S. Not in Favor of Russian Peacekeeping]. Civil Georgia. 2006-08-23.</ref>


Kemudian, utusan [[Uni Eropa]] [[Kaukasus Selatan]] Peter Semneby mengatakan bahwa "''Tindakan Rusia dalam rangkaian mata-mata Georgia telah merusak kredibilitasnya sebagai penjaga perdamaian netral di lingkungan [[Laut Hitam]] Uni Eropa''." [[Joe Biden]] (Ketua, [[Komite Hubungan Luar Negeri Senat Amerika Serikat|Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS]]), [[Richard Lugar]], dan [[Mel Martínez|Mel Martinez]] mensponsori resolusi pada [[Juni 2008]] yang menuduh Rusia berusaha merusak integritas teritorial Georgia dan menyerukan penggantian pasukan penjaga perdamaian berawak Rusia yang beroperasi di bawah [[Mandat (politik)|mandat]] ''[[Persemakmuran Negara-Negara Merdeka|CIS]]''.
Kemudian, utusan [[Uni Eropa]] [[Kaukasus Selatan]] Peter Semneby mengatakan bahwa "''Tindakan Rusia dalam rangkaian mata-mata Georgia telah merusak kredibilitasnya sebagai penjaga perdamaian netral di lingkungan [[Laut Hitam]] Uni Eropa''."<ref>[https://euobserver.com/foreign/22622 Russia 'not neutral' in Black Sea conflict, EU says]. EUobserver. 2006-10-10.</ref> [[Joe Biden]] (Ketua, [[Komite Hubungan Luar Negeri Senat Amerika Serikat|Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS]]), [[Richard Lugar]], dan [[Mel Martínez|Mel Martinez]] mensponsori resolusi pada [[Juni 2008]] yang menuduh Rusia berusaha merusak integritas teritorial Georgia dan menyerukan penggantian pasukan penjaga perdamaian berawak Rusia yang beroperasi di bawah [[Mandat (politik)|mandat]] ''[[Persemakmuran Negara-Negara Merdeka|CIS]]''.<ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=18472 Bush to Raise Georgia at U.S.-EU Summit]. Civil Georgia. 2008-06-05.</ref><ref>John Pike. [http://www.globalsecurity.org/military/library/news/2008/06/mil-080605-rianovosti04.htm U.S. calls for peacekeeping review in Georgia's rebel regions]. Globalsecurity.org. 2008-06-05.</ref>


====Perang tahun 2008====
====Perang tahun 2008====
Ketegangan antara Georgia dan Rusia mulai meningkat pada [[April 2008]].<ref>Brian Whitmore. [http://www.rferl.org/content/Is_The_Clock_Ticking_For_Saakashvili/1199512.html Is The Clock Ticking For Saakashvili?']. RFE/RL. 12 September 2008.</ref><ref>[http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/7364544.stm Russia criticised over Abkhazia]. ''BBC News''. 24 April 2008.</ref><ref>[https://www.cnn.com/2014/03/13/world/europe/2008-georgia-russia-conflict/index.html 2008 Georgia Russia Conflict Fast Facts]. ''CNN''. 2021-03-25.</ref> Sebuah [[Bom|ledakan bom]] pada [[1 Agustus]] [[2008]] menargetkan sebuah mobil yang mengangkut pasukan penjaga perdamaian Georgia. Ossetia Selatan bertanggung jawab untuk memicu insiden ini, yang menandai pembukaan permusuhan dan melukai lima prajurit Georgia. Sebagai tanggapan,<ref>[http://www.ft.com/cms/s/0/af25400a-739d-11dd-8a66-0000779fd18c,dwp_uuid=f2b40164-cfea-11dc-9309-0000779fd2ac.html Countdown in the Caucasus: Seven days that brought Russia and Georgia to war]. ''Financial Times''. 26 August 2008.</ref> beberapa milisi Ossetia Selatan dipukul.<ref>Marc Champion. [http://online.wsj.com/articles/SB121884450978145997 Smoldering Feud, Then War]. The Wall Street Journal. 16 August 2008.</ref> [[Separatisme|Separatis]] Ossetia Selatan mulai menembaki desa-desa Georgia pada 1 Agustus. Serangan [[artileri]] ini menyebabkan prajurit Georgia membalas tembakan secara berkala mulai [[1 Agustus]].<ref>Brian Whitmore. [http://www.rferl.org/content/Is_The_Clock_Ticking_For_Saakashvili/1199512.html Is The Clock Ticking For Saakashvili?']. RFE/RL. 12 September 2008.</ref><ref>Marc Champion. [http://online.wsj.com/articles/SB121884450978145997 Smoldering Feud, Then War]. The Wall Street Journal. 16 August 2008.</ref><ref>Luke Harding. [https://www.theguardian.com/world/2008/nov/19/georgia-russia-eu-media-inquiry Georgia calls on EU for independent inquiry into war]. ''The Guardian''. 19 November 2008.</ref><ref>Roy Allison. [http://commonweb.unifr.ch/artsdean/pub/gestens/f/as/files/4760/39349_201918.pdf Russia resurgent? Moscow's campaign to 'coerce Georgia to peace']. ''International Affairs''. 2008. Vol. 84 (6). hlm. 1145–1171. doi:10.1111/j.1468-2346.2008.00762.x.</ref><ref>Jean-Rodrigue Paré. [http://www.parl.gc.ca/Content/LOP/ResearchPublications/prb0836-e.htm The Conflict Between Russia and Georgia]. Parliament of Canada. 13 February 2009.</ref>


Ketegangan antara Georgia dan Rusia mulai meningkat pada [[April 2008]]. Sebuah [[Bom|ledakan bom]] pada [[1 Agustus]] [[2008]] menargetkan sebuah mobil yang mengangkut pasukan penjaga perdamaian Georgia. Ossetia Selatan bertanggung jawab untuk memicu insiden ini, yang menandai pembukaan permusuhan dan melukai lima prajurit Georgia. Sebagai tanggapan, beberapa milisi Ossetia Selatan dipukul. [[Separatisme|Separatis]] Ossetia Selatan mulai menembaki desa-desa Georgia pada 1 Agustus. Serangan [[artileri]] ini menyebabkan prajurit Georgia membalas tembakan secara berkala mulai [[1 Agustus]].
Sekitar pukul 19.00 pada tanggal [[7 Agustus]] [[2008]], [[Daftar Presiden Georgia|presiden Georgia]] [[Mikheil Saakashvili]] mengumumkan gencatan senjata sepihak dan menyerukan pembicaraan damai.<ref>[http://www.civil.ge/eng/article.php?id=18931 Saakashvili Appeals for Peace in Televised Address]. Civil.Ge. 7 August 2008.</ref> Namun, serangan yang meningkat terhadap desa-desa Georgia (terletak di zona konflik Ossetia Selatan) segera diimbangi dengan tembakan dari pasukan Georgia,<ref>[http://www.jamestown.org/single/?no_cache=1&tx_ttnews%5Bswords%5D=8fd5893941d69d0be3f378576261ae3e&tx_ttnews%5Ball_the_words%5D=Georgia%20Moscow%20proxy&tx_ttnews%5Btt_news%5D=33872&tx_ttnews%5BbackPid%5D=7&cHash=56f9d06976 The Goals Behind Moscow's Proxy Offensive in South Ossetia]. The Jamestown Foundation. 8 August 2008.</ref><ref>[http://articles.chicagotribune.com/2008-08-09/news/0808080649_1_south-ossetia-russian-peacekeeping-troops-russian-president-dmitry-medvedev/2 Georgian conflict puts U.S. in middle]. Chicago Tribune. 9 August 2008.</ref> yang kemudian bergerak ke arah ibu kota Republik Ossetia Selatan yang memproklamirkan diri ([[Tskhinvali]]) pada malam [[8 Agustus]], mencapai pusatnya di pagi hari tanggal 8 Agustus.<ref>Peter Finn. [https://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2008/08/16/AR2008081600502_pf.html A Two-Sided Descent into Full-Scale War]. ''The Washington Post''. 17 August 2008.</ref> Seorang [[diplomat]] Georgia mengatakan kepada surat kabar Rusia Kommersant pada 8 Agustus bahwa dengan mengambil alih Tskhinvali, [[Tbilisi]] ingin menunjukkan bahwa Georgia tidak akan mentolerir pembunuhan warga Georgia.<ref>Olga Allenova. [http://www.kommersant.ru/doc-y.aspx?DocsID=1009540 sumber]. Kommersant. 8 August 2008.</ref>


Sekitar pukul 19.00 pada tanggal [[7 Agustus]] [[2008]], [[Daftar Presiden Georgia|presiden Georgia]] [[Mikheil Saakashvili]] mengumumkan gencatan senjata sepihak dan menyerukan pembicaraan damai. Namun, serangan yang meningkat terhadap desa-desa Georgia (terletak di zona konflik Ossetia Selatan) segera diimbangi dengan tembakan dari pasukan Georgia, yang kemudian bergerak ke arah ibu kota Republik Ossetia Selatan yang memproklamirkan diri ([[Tskhinvali]]) pada malam [[8 Agustus]], mencapai pusatnya di pagi hari tanggal 8 Agustus. Seorang [[diplomat]] Georgia mengatakan kepada surat kabar Rusia Kommersant pada 8 Agustus bahwa dengan mengambil alih Tskhinvali, [[Tbilisi]] ingin menunjukkan bahwa Georgia tidak akan mentolerir pembunuhan warga Georgia.
Menurut [[Pakar|pakar militer]] Rusia Pavel Felgenhauer, provokasi Ossetia ditujukan untuk memicu respons Georgia, yang dibutuhkan sebagai dalih untuk invasi militer Rusia yang direncanakan.<ref>Pavel Felgenhauer. [http://www.jamestown.org/programs/edm/single/?tx_ttnews%5Btt_news%5D=33888 THE RUSSIAN-GEORGIAN WAR WAS PREPLANNED IN MOSCOW]. 14 August 2008.</ref> Menurut intelijen Georgia,<ref>C.J. Chivers. [https://www.nytimes.com/2008/09/16/world/europe/16georgia.html Georgia Offers Fresh Evidence on War's Start]. ''The New York Times''. 15 September 2008.</ref> dan beberapa laporan media Rusia, bagian dari reguler (non-penjaga perdamaian) [[Angkatan Darat Rusia|Tentara Rusia]] telah pindah ke wilayah Ossetia Selatan melalui Terowongan Roki sebelum aksi militer Georgia.<ref>[http://www.newsru.com/russia/11sep2008/voshli.html sumber]. NEWSru.com. 11 September 2008.</ref>


Menurut [[Pakar|pakar militer]] Rusia Pavel Felgenhauer, provokasi Ossetia ditujukan untuk memicu respons Georgia, yang dibutuhkan sebagai dalih untuk invasi militer Rusia yang direncanakan. Menurut intelijen Georgia, dan beberapa laporan media Rusia, bagian dari reguler (non-penjaga perdamaian) [[Angkatan Darat Rusia|Tentara Rusia]] telah pindah ke wilayah Ossetia Selatan melalui Terowongan Roki sebelum aksi militer Georgia.
Rusia menuduh Georgia melakukan [[agresi]] terhadap Ossetia Selatan,<ref>[https://www.loc.gov/law/help/russian-georgia-war.php Russian Federation: Legal Aspects of War in Georgia]. Library of Congress.</ref> dan meluncurkan invasi darat, udara, dan laut skala besar ke Georgia dengan dalih "operasi penegakan perdamaian" pada [[8 Agustus]] [[2008]].<ref>Roy Allison. [http://commonweb.unifr.ch/artsdean/pub/gestens/f/as/files/4760/39349_201918.pdf Russia resurgent? Moscow's campaign to 'coerce Georgia to peace']. ''International Affairs''. 2008. Vol. 84 (6). hlm. 1145–1171. doi:10.1111/j.1468-2346.2008.00762.x.</ref> Serangan udara Rusia terhadap target di Georgia juga diluncurkan.<ref>Luke Harding. [https://www.theguardian.com/world/2008/aug/11/georgia.russia11 I got my children out minutes before the bombs fell]. ''The Guardian''. 11 August 2008.</ref>


Rusia menuduh Georgia melakukan [[agresi]] terhadap Ossetia Selatan, dan meluncurkan invasi darat, udara, dan laut skala besar ke Georgia dengan dalih "operasi penegakan perdamaian" pada [[8 Agustus]] [[2008]]. Serangan udara Rusia terhadap target di Georgia juga diluncurkan.
Pasukan Abkhaz membuka front kedua pada [[9 Agustus]] dengan menyerang Ngarai Kodori, yang dikuasai oleh Georgia.<ref>[https://www.reuters.com/article/us-georgia-abkhazia-kodori-idUSL932653720080809 Abkhaz separatists strike disputed Georgia gorge]. Reuters. 9 August 2008.</ref> Tskhinvali ditangkap oleh militer Rusia pada [[10 Agustus]].<ref>Luke Harding. [https://www.theguardian.com/world/2008/aug/11/georgia.russia11 I got my children out minutes before the bombs fell]. ''The Guardian''. 11 August 2008.</ref> Pasukan Rusia menduduki kota-kota Georgia di [[Zugdidi]],<ref>[http://ap.google.com/article/ALeqM5hV2N6fVKS5slf10A13Dj_uIdaZ4QD92GE8780 Russia opens new front, drives deeper into Georgia]. Associated Press. 11 August 2008.</ref> [[Senaki]],<ref>Michael Schwirtz. [https://www.nytimes.com/2008/08/12/world/europe/12georgia.html Russian Forces Capture Military Base in Georgia]. ''The New York Times''. 11 August 2008.</ref> [[Poti]],<ref>Andrew E. Kramer. [https://www.nytimes.com/2008/08/13/world/europe/13georgia.html Russia, in Accord With Georgians, Sets Withdrawal]. ''The New York Times''. 12 August 2008.</ref> dan [[Gori, Georgia|Gori]] (yang terakhir setelah perjanjian [[gencatan senjata]] dinegosiasikan).<ref>Steven Lee Myers. [https://www.nytimes.com/2008/08/14/world/europe/14georgia.html Bush, Sending Aid, Demands That Moscow Withdraw]. ''The New York Times''. 13 August 2008.</ref> [[Angkatan Darat Rusia|Armada Laut Hitam Rusia]] memblokade pantai Georgia.<ref>Roy Allison. [http://commonweb.unifr.ch/artsdean/pub/gestens/f/as/files/4760/39349_201918.pdf Russia resurgent? Moscow's campaign to 'coerce Georgia to peace']. ''International Affairs''. 2008. Vol. 84 (6). hlm. 1145–1171. doi:10.1111/j.1468-2346.2008.00762.x.</ref>


Pasukan Abkhaz membuka front kedua pada [[9 Agustus]] dengan menyerang Ngarai Kodori, yang dikuasai oleh Georgia. Tskhinvali ditangkap oleh militer Rusia pada [[10 Agustus]]. Pasukan Rusia menduduki kota-kota Georgia di [[Zugdidi]], [[Senaki]], [[Poti]], dan [[Gori, Georgia|Gori]] (yang terakhir setelah perjanjian [[gencatan senjata]] dinegosiasikan). [[Angkatan Darat Rusia|Armada Laut Hitam Rusia]] memblokade pantai Georgia.
Kampanye [[Pembersihan etnik|pembersihan etnis]] terhadap [[orang Georgia]] di Ossetia Selatan dilakukan oleh orang Ossetia Selatan,<ref>[http://www.ceiig.ch/pdf/IIFFMCG_Volume_I.pdf Report. Volume I]. Independent International Fact-Finding Mission on the Conflict in Georgia. September 2009. hlm. 27.</ref> dengan desa-desa Georgia di sekitar [[Tskhinvali]] dihancurkan setelah perang berakhir.<ref>[https://www.reuters.com/article/2008/10/09/idUS200979+09-Oct-2008+PRN20081009 Amnesty International Satellite Images Reveal Damage to South Ossetian Villages After]. Reuters. 9 October 2008.</ref> Perang membuat 192.000 orang mengungsi,<ref>[http://www.refworld.org/pdfid/4922c0b22.pdf Civilians in the line of fire]. Amnesty International. November 2008.</ref> dan sementara banyak yang dapat kembali ke rumah mereka setelah perang, setahun kemudian sekitar 30.000 etnis Georgia tetap mengungsi.<ref>[http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/8188904.stm Georgia Marks Anniversary of War]. ''BBC News''. 7 August 2009.</ref> Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan di ''Kommersant'', pemimpin Ossetia Selatan [[Eduard Kokoity]] mengatakan dia tidak akan mengizinkan orang Georgia kembali.<ref>[http://www.kommersant.ru/doc/1011783 sumber]. Kommersant. 15 August 2008.</ref><ref>[http://www.rferl.org/content/Ossetian_Militias_Burn_Georgian_Villages/1292746.html Rights Groups Say South Ossetian Militias Burning Georgian Villages]. RFE/RL. 30 September 2008.</ref>


[[Daftar presiden Prancis|Presiden Prancis]] [[Nicolas Sarkozy]] merundingkan perjanjian gencatan senjata pada [[12 Agustus]] [[2008]].<ref>[http://www.civil.ge/eng/article.php?id=19069 Russia Endorses Six-Point Plan]. Civil.Ge. 12 August 2008.</ref> Pada [[17 Agustus]], [[presiden Rusia]] [[Dmitry Medvedev]] mengumumkan bahwa pasukan Rusia akan mulai menarik diri dari Georgia pada hari berikutnya.<ref>Fredrick Kunkle. [https://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2008/08/17/AR2008081700294.html Bush, European Leaders Urge Quick Withdrawal From Georgia]. ''The Washington Post''. 18 August 2008.</ref> Rusia mengakui [[Abkhazia]] dan Ossetia Selatan sebagai republik terpisah pada [[26 Agustus]].<ref>[http://kremlin.ru/eng/speeches/2008/08/26/1543_type82912_205752.shtml Statement by President of Russia Dmitry Medvedev]. The Kremlin. 26 August 2008.</ref> Menanggapi pengakuan Rusia, pemerintah Georgia memutuskan [[Diplomasi|hubungan diplomatik]] dengan Rusia.<ref>[http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/7588428.stm Georgia breaks ties with Russia]. ''BBC News''. 29 August 2008.</ref>


Kampanye [[Pembersihan etnik|pembersihan etnis]] terhadap [[orang Georgia]] di Ossetia Selatan dilakukan oleh orang Ossetia Selatan, dengan desa-desa Georgia di sekitar [[Tskhinvali]] dihancurkan setelah perang berakhir. Perang membuat 192.000 orang mengungsi, dan sementara banyak yang dapat kembali ke rumah mereka setelah perang, setahun kemudian sekitar 30.000 etnis Georgia tetap mengungsi. Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan di ''Kommersant'', pemimpin Ossetia Selatan [[Eduard Kokoity]] mengatakan dia tidak akan mengizinkan orang Georgia kembali.
Pasukan Rusia meninggalkan daerah penyangga yang berbatasan dengan Abkhazia dan Ossetia Selatan pada [[8 Oktober]] dan [[Uni Eropa|Misi Pemantau Uni Eropa]] di Georgia mengambil alih otoritas atas daerah penyangga.<ref>[http://en.rian.ru/world/20081009/117637460.html Russia hands over control of Georgian buffer zones to EU]. RIA Novosti. 9 October 2008.</ref> Sejak perang, Georgia menyatakan bahwa Abkhazia dan Ossetia Selatan sebagai [[wilayah yang diduduki Rusia]].<ref>[http://www.parliament.ge/index.php?lang_id=ENG&sec_id=98&info_id=20047 Resolution of the Parliament of Georgia on the Occupation of the Georgian Territories by the Russian Federation]. 29 August 2008.</ref><ref>[http://www.civil.ge/eng/article.php?id=19330 Abkhazia, S.Ossetia Formally Declared Occupied Territory]. Civil.Ge. 28 August 2008.</ref>


[[Daftar presiden Prancis|Presiden Prancis]] [[Nicolas Sarkozy]] merundingkan perjanjian gencatan senjata pada [[12 Agustus]] [[2008]]. Pada [[17 Agustus]], [[presiden Rusia]] [[Dmitry Medvedev]] mengumumkan bahwa pasukan Rusia akan mulai menarik diri dari Georgia pada hari berikutnya. Rusia mengakui [[Abkhazia]] dan Ossetia Selatan sebagai republik terpisah pada [[26 Agustus]]. Menanggapi pengakuan Rusia, pemerintah Georgia memutuskan [[Diplomasi|hubungan diplomatik]] dengan Rusia.
Pada tanggal [[30 September]] [[2009]], ''Misi Pencari Fakta Internasional Independen'' yang disponsori [[Uni Eropa]] tentang konflik di Georgia menyatakan bahwa, sementara didahului oleh provokasi bersama selama berbulan-bulan, "''permusuhan terbuka dimulai dengan operasi militer Georgia skala besar terhadap kota [[Tskhinvali]] dan daerah sekitarnya, diluncurkan pada malam [[7 Agustus|7]] sampai [[8 Agustus]] [[2008]]''."<ref>[http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/8281990.stm Georgia 'started unjustified war']. ''BBC News''. 30 September 2009.</ref><ref>[http://www.spiegel.de/international/world/eu-report-independent-experts-blame-georgia-for-south-ossetia-war-a-650228.html EU Report: Independent Experts Blame Georgia for South Ossetia War]. ''Der Spiegel''. 21 September 2009.</ref>
 
Pasukan Rusia meninggalkan daerah penyangga yang berbatasan dengan Abkhazia dan Ossetia Selatan pada [[8 Oktober]] dan [[Uni Eropa|Misi Pemantau Uni Eropa]] di Georgia mengambil alih otoritas atas daerah penyangga. Sejak perang, Georgia menyatakan bahwa Abkhazia dan Ossetia Selatan sebagai [[wilayah yang diduduki Rusia]].
 
Pada tanggal [[30 September]] [[2009]], ''Misi Pencari Fakta Internasional Independen'' yang disponsori [[Uni Eropa]] tentang konflik di Georgia menyatakan bahwa, sementara didahului oleh provokasi bersama selama berbulan-bulan, "''permusuhan terbuka dimulai dengan operasi militer Georgia skala besar terhadap kota [[Tskhinvali]] dan daerah sekitarnya, diluncurkan pada malam [[7 Agustus|7]] sampai [[8 Agustus]] [[2008]]''."


=== Setelah perang tahun 2008 ===
=== Setelah perang tahun 2008 ===
Pada tahun [[2016]], sebuah referendum tentang integrasi dengan Rusia diusulkan selama kampanye pemilihan, tetapi ditunda tanpa batas waktu. Referendum tentang nama resmi Ossetia Selatan diadakan pada [[9 April]] [[2017]]; lebih dari tiga perempat dari mereka yang memilih mendukung amendemen [[konstitusi]] Ossetia Selatan yang memberi nama "Republik Ossetia Selatan dan Negara Bagian Alania" kedudukan yang sama di mata hukum.
Pada tahun [[2016]], sebuah referendum tentang integrasi dengan Rusia diusulkan selama kampanye pemilihan, tetapi ditunda tanpa batas waktu.<ref>[https://www.rferl.org/a/georgia-russia-south-ossetia-accession-referendum-delay/27766068.html South Ossetia Postpones Referendum On Accession To Russian Federation]. ''Radio Free Europe''. 2016-05-30.</ref> Referendum tentang nama resmi Ossetia Selatan diadakan pada [[9 April]] [[2017]]; lebih dari tiga perempat dari mereka yang memilih mendukung amendemen [[konstitusi]] Ossetia Selatan yang memberi nama "Republik Ossetia Selatan dan Negara Bagian Alania" kedudukan yang sama di mata hukum.<ref>[http://ossetia.news/2017/04/12/tsik-yuzhnoy-osetii-ozvuchil-okonchatelnyie-itogi-vyiborov-prezidenta-i-referenduma/ ЦИК Южной Осетии озвучил окончательные итоги выборов президента и референдума] Ossetia.news 12.04.2017</ref>


Presiden Anatoly Bibilov mengumumkan pada [[26 Maret]] [[2022]] bahwa pasukan Ossetia Selatan telah dikirim untuk membantu Rusia dalam [[Invasi Rusia ke Ukraina 2022|invasinya ke Ukraina]].  Bibilov mengumumkan pada [[30 Maret]] [[2022]] bahwa Ossetia Selatan akan memulai proses hukum untuk menjadi bagian dari Rusia. Politisi Rusia bereaksi positif dan mengatakan hukum Rusia akan mengizinkan (sebagian) negara asing untuk bergabung dengan federasi. Mereka menyoroti perlunya "mengekspresikan keinginan rakyat Ossetia" melalui referendum.


Pemimpin Ossetia, Bibilov mengatakan dalam sebuah wawancara panjang bahwa dia berencana untuk mengadakan dua referendum, satu tentang pencaplokan oleh Rusia, dan pemungutan suara kedua untuk bergabung dengan [[Republik Ossetia Utara-Alania|Ossetia Utara]], untuk itu dia mengatur proses pemilihan pada [[7 April]] [[2022]]. Pada [[13 Mei]], referendum [[aneksasi]] dijadwalkan berlangsung pada [[17 Juli]]. Menyusul kekalahan Bibilov dalam pemilihan 2022, presiden baru, Alan Gagloev, menjadwalkan ulang referendum pada [[30 Mei]] [[2022]].
Pemimpin Ossetia, Bibilov mengatakan dalam sebuah wawancara panjang bahwa dia berencana untuk mengadakan dua referendum, satu tentang pencaplokan oleh Rusia, dan pemungutan suara kedua untuk bergabung dengan [[Republik Ossetia Utara-Alania|Ossetia Utara]],<ref>[https://civil.ge/archives/483953 Bibilov on Two Referendums, Unlikely 'Provocations' from Tbilisi]. ''Civil Georgia''. 2022-04-05.</ref> untuk itu dia mengatur proses pemilihan pada [[7 April]] [[2022]].<ref>[https://civil.ge/archives/484565 Tskhinvali Registers Group for Russian Annexation Referendum]. ''Civil Georgia''. 2022-04-05.</ref> Pada [[13 Mei]], referendum [[aneksasi]] dijadwalkan berlangsung pada [[17 Juli]].<ref>Agence France-Presse. [https://www.theguardian.com/world/2022/may/13/breakaway-region-of-georgia-to-hold-referendum-on-joining-russia Breakaway region of Georgia to hold referendum on joining Russia]. ''The Guardian''. 13 May 2022.</ref><ref>[https://tass.com/world/1450769 South Ossetia to hold referendum on accession to Russia on July 17 — presidential decree].</ref> Menyusul kekalahan Bibilov dalam pemilihan 2022, presiden baru, Alan Gagloev, menjadwalkan ulang referendum pada [[30 Mei]] [[2022]].<ref>[https://news.yahoo.com/georgian-breakaway-territory-suspends-announced-195458812.html Georgian breakaway territory suspends announced referendum on joining Russia – decree]. ''news.yahoo.com''.</ref>


== Status politik ==
== Status politik ==
Setelah [[perang Ossetia Selatan 2008]], [[Rusia]] mengakui Ossetia Selatan sebagai negara merdeka.<ref>The Earthtimes. [http://www.earthtimes.org/articles/show/229515,nicaragua-joins-russia-in-recognizing-south-ossetia-abkhazia.html Nicaragua joins Russia in recognizing South Ossetia, Abkhazia, 3 September 2008]. Earthtimes.org.</ref> Pengakuan sepihak oleh Rusia ini disambut dengan kecaman dari [[Blok Barat]], seperti [[Pakta Pertahanan Atlantik Utara|''NATO'']], ''[[Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa|OSCE]]'', dan [[Dewan Eropa]] karena pelanggaran integritas teritorial Georgia.<ref>[http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/7583164.stm West condemns Russia over Georgia, BBC, 26 August 2008]. ''BBC News''. 26 August 2008.</ref><ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=19301 Scheffer 'Rejects' Russia's Move]. Civil Georgia. 2008-08-26.</ref><ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=19300 CoE, PACE Chairs Condemn Russia's Move]. Civil Georgia. 2008-08-26.</ref><ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=19296 OSCE Chair Condemns Russia's Recognition of Abkhazia, S.Ossetia]. Civil Georgia. 2008-08-26.</ref> Tanggapan diplomatik [[Uni Eropa]] terhadap berita itu tertunda oleh ketidaksepakatan antara negara-negara [[Eropa Timur|Eropa timur]], [[Inggris]] menginginkan tanggapan yang lebih keras dan keinginan [[Jerman]], [[Prancis]], dan negara-negara lain untuk tidak mengisolasi Rusia.<ref>Reuters,[https://www.forbes.com/feeds/afx/2008/08/31/afx5374521.html UPDATE 1-EU faces tough test of unity on Russia]. ''Forbes''. , Forbes, 31 August 2008.</ref>


Mantan utusan [[Amerika Serikat|AS]] [[Richard Holbrooke]] mengatakan konflik itu dapat mendorong gerakan separatis di [[Uni Soviet|negara-negara bekas Soviet]] lainnya di sepanjang perbatasan barat Rusia.<ref>AP, [https://www.nytimes.com/aponline/world/AP-Georgia-The-Domino-Effect.html Russia support for separatists could have ripples] , ''New York Times'', 31 August 2008.</ref> Beberapa hari kemudian, [[Nikaragua]] menjadi negara kedua yang mengakui Ossetia Selatan.<ref>The Earthtimes. [http://www.earthtimes.org/articles/show/229515,nicaragua-joins-russia-in-recognizing-south-ossetia-abkhazia.html Nicaragua joins Russia in recognizing South Ossetia, Abkhazia, 3 September 2008]. Earthtimes.org.</ref> [[Venezuela]] mengakui Ossetia Selatan pada [[10 September]] [[2009]], menjadi negara anggota [[Perserikatan Bangsa-Bangsa|PBB]] ketiga yang melakukannya.<ref>[https://af.reuters.com/article/worldNews/idAFTRE58924U20090910 Venezuela recognises Georgia rebel regions – reports]. Reuters. 10 September 2009.</ref>


Setelah [[perang Ossetia Selatan 2008]], [[Rusia]] mengakui Ossetia Selatan sebagai negara merdeka. Pengakuan sepihak oleh Rusia ini disambut dengan kecaman dari [[Blok Barat]], seperti [[Pakta Pertahanan Atlantik Utara|''NATO'']], ''[[Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa|OSCE]]'', dan [[Dewan Eropa]] karena pelanggaran integritas teritorial Georgia. Tanggapan diplomatik [[Uni Eropa]] terhadap berita itu tertunda oleh ketidaksepakatan antara negara-negara [[Eropa Timur|Eropa timur]], [[Inggris]] menginginkan tanggapan yang lebih keras dan keinginan [[Jerman]], [[Prancis]], dan negara-negara lain untuk tidak mengisolasi Rusia.
[[Uni Eropa]], [[Dewan Eropa]], [[Pakta Pertahanan Atlantik Utara|Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)]], dan sebagian besar negara anggota PBB tidak mengakui Ossetia Selatan sebagai [[Negara berdaulat|negara merdeka]]. Republik ''[[de facto]]'' yang diperintah oleh pemerintah yang memisahkan diri mengadakan referendum kemerdekaan kedua<ref>Niko Mchedlishvili. [http://reliefweb.int/report/georgia/georgian-rebel-region-vote-independence Georgian rebel region to vote on independence]. Reuters. 11 September 2006.</ref> pada [[12 November]] [[2006]], setelah referendum pertamanya pada tahun [[1992]] tidak diakui oleh sebagian besar pemerintah sebagai sah.<ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=13522 S.Ossetia Sets Repeat Independence Referendum]. Civil Georgia. 2006-09-11.</ref> Menurut otoritas pemilihan [[Tskhinvali]], referendum ternyata mayoritas untuk kemerdekaan dari [[Georgia]] di mana 99% pemilih Ossetia Selatan mendukung kemerdekaan dan jumlah pemilih untuk pemungutan suara adalah 95%.<ref>[http://www.regnum.ru/english/737823.html 99% of South Ossetian voters approve independence]. ''Regnum''. 13 November 2006.</ref>


Mantan utusan [[Amerika Serikat|AS]] [[Richard Holbrooke]] mengatakan konflik itu dapat mendorong gerakan separatis di [[Uni Soviet|negara-negara bekas Soviet]] lainnya di sepanjang perbatasan barat Rusia. Beberapa hari kemudian, [[Nikaragua]] menjadi negara kedua yang mengakui Ossetia Selatan. [[Venezuela]] mengakui Ossetia Selatan pada [[10 September]] [[2009]], menjadi negara anggota [[Perserikatan Bangsa-Bangsa|PBB]] ketiga yang melakukannya.
Referendum dipantau oleh tim yang terdiri dari 34 pengamat internasional dari [[Jerman]], [[Austria]], [[Polandia]], [[Swedia]], dan 78 negara-negara lain.<ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=14058 S.Ossetia Says 'International Observers' Arrive to Monitor Polls]. Civil Georgia. 2006-11-11.</ref> Namun, itu tidak diakui secara internasional oleh [[Perserikatan Bangsa-Bangsa|PBB]], [[Uni Eropa]], ''[[Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa|OSCE]]'', ''[[Pakta Pertahanan Atlantik Utara|NATO]]'', dan [[Rusia|Federasi Rusia]], mengingat kurangnya partisipasi [[Orang Georgia|etnis Georgia]] dan ilegalitas referendum semacam itu tanpa pengakuan dari pemerintah Georgia di [[Tbilisi]].<ref>[http://www.cnn.com/2006/WORLD/europe/11/13/sossetia.independence.ap/index.html S. Ossetia: 99% back independence]. CNN.com. 13 November 2006.</ref> Uni Eropa, OSCE dan NATO mengutuk referendum tersebut.


[[Uni Eropa]], [[Dewan Eropa]], [[Pakta Pertahanan Atlantik Utara|Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)]], dan sebagian besar negara anggota PBB tidak mengakui Ossetia Selatan sebagai [[Negara berdaulat|negara merdeka]]. Republik ''[[de facto]]'' yang diperintah oleh pemerintah yang memisahkan diri mengadakan referendum kemerdekaan kedua pada [[12 November]] [[2006]], setelah referendum pertamanya pada tahun [[1992]] tidak diakui oleh sebagian besar pemerintah sebagai sah. Menurut otoritas pemilihan [[Tskhinvali]], referendum ternyata mayoritas untuk kemerdekaan dari [[Georgia]] di mana 99% pemilih Ossetia Selatan mendukung kemerdekaan dan jumlah pemilih untuk pemungutan suara adalah 95%.
Sejajar dengan [[Separatisme|separatis]] mengadakan referendum dan pemilihan untuk [[Eduard Kokoity]], [[Daftar Presiden Ossetia Selatan|Presiden Ossetia Selatan]] saat itu, gerakan oposisi Ossetia menyelenggarakan pemilihan mereka sendiri secara serentak di daerah-daerah yang dikuasai Georgia di Ossetia Selatan, di mana Georgia dan beberapa penduduk [[Suku Ossetia|Ossetia]] di wilayah tersebut memilih Dmitry Sanakoyev sebagai presiden alternatif Ossetia Selatan.<ref>[http://www.caucaz.com/home_eng/breve_contenu.php?id=279 Two Referendums and Two "Presidents" in South Ossetia]. Caucaz.Com. 20 November 2006.</ref> Pemilihan alternatif Sanakoyev mengklaim dukungan penuh dari penduduk [[Orang Georgia|etnis Georgia]].<ref>[https://reliefweb.int/report/georgia/georgia-results-sossetia-alternative-polls-announced Georgia: Results of S.Ossetia 'alternative' polls announced]. UNA Georgia via Reliefweb. 2006-11-16.</ref>


Referendum dipantau oleh tim yang terdiri dari 34 pengamat internasional dari [[Jerman]], [[Austria]], [[Polandia]], [[Swedia]], dan 78 negara-negara lain. Namun, itu tidak diakui secara internasional oleh [[Perserikatan Bangsa-Bangsa|PBB]], [[Uni Eropa]], ''[[Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa|OSCE]]'', ''[[Pakta Pertahanan Atlantik Utara|NATO]]'', dan [[Rusia|Federasi Rusia]], mengingat kurangnya partisipasi [[Orang Georgia|etnis Georgia]] dan ilegalitas referendum semacam itu tanpa pengakuan dari pemerintah Georgia di [[Tbilisi]]. Uni Eropa, OSCE dan NATO mengutuk referendum tersebut.
Pada [[April 2007]], Georgia membentuk Entitas Administratif Sementara Ossetia Selatan,<ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=15080 Parliament Sets Up S.Ossetia Provisional Administration]. Civil Georgia. 2007-05-08.</ref><ref>[https://iwpr.net/global-voices/georgias-showcase-south-ossetia-0 Georgia's Showcase in South Ossetia]. Institute for War and Peace Reporting. 2008-02-02.</ref> dikelola oleh anggota [[Suku Ossetia|etnis Ossetia]] dari gerakan separatis. Dmitry Sanakoyev ditugaskan sebagai pemimpin [[entitas]]. Dimaksudkan bahwa pemerintahan sementara ini akan bernegosiasi dengan otoritas Georgia tengah mengenai status akhir dan resolusi konfliknya.<ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=14865 Some Details on 'S.Ossetia Administration' Emerge]. Civil Georgia. 2007-03-27.</ref> Pada [[10 Mei]] [[2007]], Sanakoyev diangkat oleh [[Daftar Presiden Georgia|Presiden Georgia]] sebagai Kepala Badan Administrasi Sementara Ossetia Selatan.


Sejajar dengan [[Separatisme|separatis]] mengadakan referendum dan pemilihan untuk [[Eduard Kokoity]], [[Daftar Presiden Ossetia Selatan|Presiden Ossetia Selatan]] saat itu, gerakan oposisi Ossetia menyelenggarakan pemilihan mereka sendiri secara serentak di daerah-daerah yang dikuasai Georgia di Ossetia Selatan, di mana Georgia dan beberapa penduduk [[Suku Ossetia|Ossetia]] di wilayah tersebut memilih Dmitry Sanakoyev sebagai presiden alternatif Ossetia Selatan. Pemilihan alternatif Sanakoyev mengklaim dukungan penuh dari penduduk [[Orang Georgia|etnis Georgia]].
Pada [[13 Juli]] [[2007]], [[Georgia]] membentuk komisi negara bagian, diketuai oleh [[Perdana menteri|Perdana Menteri]] [[Zurab Nogaideli]], untuk mengembangkan status otonomi Ossetia Selatan di negara bagian Georgia. Menurut pejabat Georgia, status itu harus dijabarkan dalam kerangka dialog menyeluruh dengan semua kekuatan dan komunitas dalam masyarakat Ossetia.<ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=15431 Commission to Work on S.Ossetia Status]. Civil Georgia. 2007-07-13.</ref>


Pada [[April 2007]], Georgia membentuk Entitas Administratif Sementara Ossetia Selatan, dikelola oleh anggota [[Suku Ossetia|etnis Ossetia]] dari gerakan separatis. Dmitry Sanakoyev ditugaskan sebagai pemimpin [[entitas]]. Dimaksudkan bahwa pemerintahan sementara ini akan bernegosiasi dengan otoritas Georgia tengah mengenai status akhir dan resolusi konfliknya. Pada [[10 Mei]] [[2007]], Sanakoyev diangkat oleh [[Daftar Presiden Georgia|Presiden Georgia]] sebagai Kepala Badan Administrasi Sementara Ossetia Selatan.
Ossetia Selatan, [[Transnistria]], [[Artsakh]], dan [[Abkhazia]] kadang-kadang disebut sebagai zona konflik beku pasca-Soviet.<ref>[http://www.globalsecurity.org/military/library/news/2006/05/mil-060523-rferl01.htm OSCE: De Gucht Discusses Montenegro Referendum, Frozen Conflicts] , [http://www.globalsecurity.org/index.html GlobalSecurity.org] , [http://www.rferl.org/ Radio Free Europe/Radio Liberty] , May 2006.</ref><ref>Vladimir Socor, [http://www.iasps.org/eng_editor/socor_show.php?lang=&main=&type=6&article_id=356 Frozen Conflicts in the Black Sea-South Caucasus Region]., IASPS Policy Briefings, 1 March 2004.</ref>
 
Pada [[13 Juli]] [[2007]], [[Georgia]] membentuk komisi negara bagian, diketuai oleh [[Perdana menteri|Perdana Menteri]] [[Zurab Nogaideli]], untuk mengembangkan status otonomi Ossetia Selatan di negara bagian Georgia. Menurut pejabat Georgia, status itu harus dijabarkan dalam kerangka dialog menyeluruh dengan semua kekuatan dan komunitas dalam masyarakat Ossetia.
 
Ossetia Selatan, [[Transnistria]], [[Artsakh]], dan [[Abkhazia]] kadang-kadang disebut sebagai zona konflik beku pasca-Soviet.


===Rencana integrasi dengan Federasi Rusia===
===Rencana integrasi dengan Federasi Rusia===
Pada tanggal [[30 Agustus]] [[2008]], Tarzan Kokoity, Wakil Ketua [[Parlemen|parlemen Ossetia Selatan]], mengumumkan bahwa wilayah tersebut akan segera diserap ke dalam [[Rusia|Federasi Rusia]], sehingga Ossetia Selatan dan [[Republik Ossetia Utara-Alania|Ossetia Utara]] dapat hidup bersama dalam satu negara Rusia yang bersatu. Pasukan Rusia dan Ossetia Selatan mulai memberikan penduduk di Akhalgori, kota terbesar di bagian timur Ossetia Selatan yang didominasi [[Orang Georgia|etnis Georgia]], pilihan untuk menerima kewarganegaraan Rusia atau pergi.
Pada tanggal [[30 Agustus]] [[2008]], Tarzan Kokoity, Wakil Ketua [[Parlemen|parlemen Ossetia Selatan]], mengumumkan bahwa wilayah tersebut akan segera diserap ke dalam [[Rusia|Federasi Rusia]], sehingga Ossetia Selatan dan [[Republik Ossetia Utara-Alania|Ossetia Utara]] dapat hidup bersama dalam satu negara Rusia yang bersatu.<ref>Tony Halpin. [http://www.timesonline.co.uk/tol/news/world/europe/article4635843.ece Kremlin announces that South Ossetia will join 'one united Russian state']. ''The Times''. News Corp. 30 August 2008.</ref> Pasukan Rusia dan Ossetia Selatan mulai memberikan penduduk di Akhalgori, kota terbesar di bagian timur Ossetia Selatan yang didominasi [[Orang Georgia|etnis Georgia]], pilihan untuk menerima kewarganegaraan Rusia atau pergi.<ref>Damien McElroy. [https://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/europe/georgia/2651836/South-Ossetian-police-tell-Georgians-to-take-a-Russian-passport-or-leave-their-homes.html South Ossetian police tell Georgians to take a Russian passport, or leave their homes] . ''The Daily Telegraph'', 31 August 2008.</ref>


Namun, [[Eduard Kokoity]], [[Daftar Presiden Ossetia Selatan|presiden Ossetia Selatan]] saat itu, kemudian menyatakan bahwa Ossetia Selatan tidak akan melepaskan kemerdekaannya dengan bergabung dengan Rusia: "''Kami tidak akan mengatakan '''tidak''' pada kemerdekaan kami, yang telah dicapai dengan mengorbankan banyak nyawa; Ossetia Selatan tidak memiliki rencana untuk bergabung dengan Rusia''." [[Warga sipil]] Georgia telah mengatakan bahwa pernyataan ini bertentangan dengan yang sebelumnya dibuat oleh Tarzan Kokoity sebelumnya hari itu, ketika dia mengindikasikan bahwa Ossetia Selatan akan bergabung dengan [[Republik Ossetia Utara-Alania|Ossetia Utara]] di Federasi Rusia.
Namun, [[Eduard Kokoity]], [[Daftar Presiden Ossetia Selatan|presiden Ossetia Selatan]] saat itu, kemudian menyatakan bahwa Ossetia Selatan tidak akan melepaskan kemerdekaannya dengan bergabung dengan Rusia: "''Kami tidak akan mengatakan '''tidak''' pada kemerdekaan kami, yang telah dicapai dengan mengorbankan banyak nyawa; Ossetia Selatan tidak memiliki rencana untuk bergabung dengan Rusia''." [[Warga sipil]] Georgia telah mengatakan bahwa pernyataan ini bertentangan dengan yang sebelumnya dibuat oleh Tarzan Kokoity sebelumnya hari itu, ketika dia mengindikasikan bahwa Ossetia Selatan akan bergabung dengan [[Republik Ossetia Utara-Alania|Ossetia Utara]] di Federasi Rusia.<ref>Tony Halpin. [http://www.timesonline.co.uk/tol/news/world/europe/article4635843.ece Kremlin announces that South Ossetia will join 'one united Russian state']. ''The Times''. News Corp. 30 August 2008.</ref><ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=19467 Kokoity Reverses Remarks on S.Ossetia Joining Russia]. ''Civil Georgia''. 2008-09-11.</ref>


[[Daftar Presiden Ossetia Selatan|Presiden Ossetia Selatan]] dan [[Presiden Rusia]] menandatangani perjanjian [[aliansi]] dan [[Integrasionisme|integrasi]] pada [[18 Maret]] [[2015]]. Perjanjian tersebut mencakup ketentuan untuk memasukkan militer Ossetia Selatan ke dalam [[Angkatan Bersenjata Rusia|angkatan bersenjata Rusia]], mengintegrasikan layanan [[Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia|bea cukai]] Ossetia Selatan ke dalam layanan Rusia, dan mengikat Rusia untuk membayar gaji pekerja negara di Ossetia Selatan dengan tarif yang sama dengan yang ada di [[Kaukasus Utara|Distrik Federal Kaukasus Utara]].
[[Daftar Presiden Ossetia Selatan|Presiden Ossetia Selatan]] dan [[Presiden Rusia]] menandatangani perjanjian [[aliansi]] dan [[Integrasionisme|integrasi]] pada [[18 Maret]] [[2015]].<ref>[https://news.yahoo.com/putin-signs-treaty-integrating-south-ossetia-russia-134209512.html Putin signs treaty integrating South Ossetia into Russia]. 18 March 2015.</ref> Perjanjian tersebut mencakup ketentuan untuk memasukkan militer Ossetia Selatan ke dalam [[Angkatan Bersenjata Rusia|angkatan bersenjata Rusia]], mengintegrasikan layanan [[Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia|bea cukai]] Ossetia Selatan ke dalam layanan Rusia, dan mengikat Rusia untuk membayar gaji pekerja negara di Ossetia Selatan dengan tarif yang sama dengan yang ada di [[Kaukasus Utara|Distrik Federal Kaukasus Utara]].<ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=28106 Putin Endorses Draft Treaty on 'Integration' with Tskhinvali]. ''Civil Georgia''. 2015-03-06.</ref>


''[[Associated Press]]'' menggambarkan perjanjian itu sebagai menyerukan integrasi hampir penuh dan membandingkannya dengan perjanjian [[2014]] antara Rusia dan [[Abkhazia]]. [[Menteri luar negeri|Kementerian Luar Negeri]] Georgia menggambarkan penandatanganan perjanjian itu sebagai "aneksasi sebenarnya" dari [[Wilayah yang diduduki Rusia|wilayah yang disengketakan]] oleh Rusia, dan [[Amerika Serikat]] dan [[Uni Eropa]] mengatakan mereka tidak akan mengakuinya.
''[[Associated Press]]'' menggambarkan perjanjian itu sebagai menyerukan integrasi hampir penuh dan membandingkannya dengan perjanjian [[2014]] antara Rusia dan [[Abkhazia]].<ref>[https://news.yahoo.com/putin-signs-treaty-integrating-south-ossetia-russia-134209512.html Putin signs treaty integrating South Ossetia into Russia]. 18 March 2015.</ref> [[Menteri luar negeri|Kementerian Luar Negeri]] Georgia menggambarkan penandatanganan perjanjian itu sebagai "aneksasi sebenarnya" dari [[Wilayah yang diduduki Rusia|wilayah yang disengketakan]] oleh Rusia, dan [[Amerika Serikat]] dan [[Uni Eropa]] mengatakan mereka tidak akan mengakuinya.<ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=28143 Moscow, Tskhinvali Sign 'Integration Treaty']. ''Civil Georgia''. 2015-03-18.</ref><ref>[http://www.swissinfo.ch/eng/reuters/russian-treaty-with-rebel-georgian-region-alarms-west/41332340 Russian treaty with rebel Georgian region alarms West]. 18 March 2015.</ref>


Dalam langkah lain menuju integrasi dengan Federasi Rusia, [[Daftar Presiden Ossetia Selatan|Presiden Ossetia Selatan]] [[Leonid Tibilov]] mengusulkan pada bulan [[Desember 2015]] perubahan nama menjadi "Ossetia Selatan–Alania" yang dalam [[analogi]] sama dengan "[[Republik Ossetia Utara-Alania|Ossetia Utara–Alania]]", [[Subjek federal di Rusia|subjek federal Rusia]].  Tibilov selanjutnya menyarankan mengadakan referendum untuk bergabung dengan [[Rusia|Federasi Rusia]] sebelum [[April]] [[2017]], yang akan mengarah pada persatuan "Ossetia–Alania".
Dalam langkah lain menuju integrasi dengan Federasi Rusia, [[Daftar Presiden Ossetia Selatan|Presiden Ossetia Selatan]] [[Leonid Tibilov]] mengusulkan pada bulan [[Desember 2015]] perubahan nama menjadi "Ossetia Selatan–Alania" yang dalam [[analogi]] sama dengan "[[Republik Ossetia Utara-Alania|Ossetia Utara–Alania]]", [[Subjek federal di Rusia|subjek federal Rusia]].  Tibilov selanjutnya menyarankan mengadakan referendum untuk bergabung dengan [[Rusia|Federasi Rusia]] sebelum [[April]] [[2017]], yang akan mengarah pada persatuan "Ossetia–Alania".<ref>[http://agenda.ge/news/49405/eng Breakaway Tskhinvali proposes name change]. ''Agenda.ge''. 29 December 2015.</ref>


Pada [[April 2016]], Tibilov mengatakan dia bermaksud mengadakan referendum sebelum [[Agustus]] tahun itu. Namun, pada [[30 Mei]], Tibilov menunda referendum hingga setelah pemilihan presiden yang dijadwalkan pada [[April]] [[2017]]. Pada [[referendum]] perubahan nama, hampir 80% dari mereka yang memilih mendukung perubahan nama, sementara [[pemilihan presiden]] dimenangkan oleh Anatoliy Bibilov yang sebelumnya melawan [[petahana]], Tibilov, yang telah didukung oleh [[Moskow]] dan tidak seperti Bibilov, siap mengindahkan keinginan Moskow agar referendum integrasi tidak diadakan dalam waktu dekat.
Pada [[April 2016]], Tibilov mengatakan dia bermaksud mengadakan referendum sebelum [[Agustus]] tahun itu.<ref>[https://www.bbc.com/news/world-europe-18269210 South Ossetia profile – BBC News]. Bbc.com. 21 April 2016.</ref><ref>[http://tass.ru/en/world/868630 President: South Ossetia plans to hold referendum on becoming part of Russia before August]. ''TASS''.</ref> Namun, pada [[30 Mei]], Tibilov menunda referendum hingga setelah pemilihan presiden yang dijadwalkan pada [[April]] [[2017]].<ref>Liz Fuller. [http://www.rferl.org/content/georgia-russia-south-ossetia-accession-referendum-delay/27766068.html South Ossetia Postpones Referendum on Accession To Russian Federation]. ''RadioFreeEurope/RadioLiberty''. 30 May 2016.</ref> Pada [[referendum]] perubahan nama, hampir 80% dari mereka yang memilih mendukung perubahan nama, sementara [[pemilihan presiden]] dimenangkan oleh Anatoliy Bibilov yang sebelumnya melawan [[petahana]], Tibilov, yang telah didukung oleh [[Moskow]] dan tidak seperti Bibilov, siap mengindahkan keinginan Moskow agar referendum integrasi tidak diadakan dalam waktu dekat.<ref>[http://www.rferl.org/a/south-ossetia-bibilov-victory-presidential-election/28424108.html South Ossetia's Bibilov Wins Election, Puts Moscow in a Bind]. ''RadioFreeEurope/RadioLiberty''.</ref>


Pada [[30 Maret]] [[2022]], [[Daftar Presiden Ossetia Selatan|Presiden]] Anatoly Bibilov mengumumkan niatnya untuk memulai proses hukum dalam waktu dekat untuk integrasi dengan [[Rusia|Federasi Rusia]], meskipun ia kemudian kehilangan kursi kepresidenan dalam pemilihan presiden Ossetia Selatan [[2022]].
Pada [[30 Maret]] [[2022]], [[Daftar Presiden Ossetia Selatan|Presiden]] Anatoly Bibilov mengumumkan niatnya untuk memulai proses hukum dalam waktu dekat untuk integrasi dengan [[Rusia|Federasi Rusia]],<ref>[https://www.bloomberg.com/news/articles/2022-03-30/breakaway-georgian-region-seeks-to-be-putin-s-next-annexation Breakaway Georgian Region Seeks to Be Putin's Next Annexation]. ''Bloomberg''. 2022-03-30.</ref> meskipun ia kemudian kehilangan kursi kepresidenan dalam pemilihan presiden Ossetia Selatan [[2022]].


=== Hukum tentang Wilayah Pendudukan Georgia ===
=== Hukum tentang Wilayah Pendudukan Georgia ===
Pada akhir [[Oktober 2008]], Presiden Saakashvili menandatangani undang-undang undang-undang tentang wilayah pendudukan yang disahkan oleh [[Parlemen Georgia]]. Hukum mencakup wilayah yang memisahkan diri dari [[Abkhazia]] dan [[Tskhinvali]] (wilayah bekas Oblast Otonom Ossetia Selatan).<ref>[https://old.civil.ge/eng/article.php?id=19868 Bill on Occupied Territories Signed into Law]. ''Civil Georgia''. 2008-10-31.</ref><ref>[https://matsne.gov.ge/en/document/view/19132?publication=6 Law of Georgia on Occupied Territories]. The Legislative Herald of Georgia. 2008-10-30.</ref> [[Legislasi|Undang-undang]] tersebut merinci pembatasan pergerakan bebas, aktivitas ekonomi, dan penyelesaian transaksi ''[[Lahan yasan|real estat]]'' di wilayah ini. Secara khusus, menurut undang-undang, warga negara asing harus memasuki dua wilayah yang memisahkan diri hanya melalui [[Georgia]]. Masuk ke [[Abkhazia]] harus dilakukan dari kota [[Zugdidi]] dan ke Ossetia Selatan dari kota [[Gori]].


 
Jalan utama menuju Ossetia Selatan dari seluruh Georgia melewati kota [[Gori]]. Namun, jalan ini ditutup di kedua arah di Ergneti sejak [[2008]].<ref>[https://en.hromadske.ua/posts/life-through-barbed-wire-the-georgia-south-ossetia-demarcation-line Life Through Barbed Wire: The Georgia–South Ossetia Demarcation Line]. ''Hromadske''.</ref> Titik penyeberangan utama yang tetap terbuka untuk Georgia dan Ossetia Selatan, ke distrik Akhalgori, telah ditutup oleh Ossetia Selatan sejak [[2019]].<ref>[https://civil.ge/archives/477536 105th IPRM Meeting Held in Ergneti]. ''Civil Georgia''. 2022-03-04.</ref> Selain itu, otoritas Ossetia Selatan hanya mengizinkan masuknya orang asing melalui wilayah [[Rusia|Federasi Rusia]].<ref>[https://mfa.rsogov.org/en/node/1398 Entry procedures for foreign citizens arriving to the Republic of South Ossetia]. ''Ministry of Foreign Affairs of the Republic of South Ossetia''.</ref>
Pada akhir [[Oktober 2008]], Presiden Saakashvili menandatangani undang-undang undang-undang tentang wilayah pendudukan yang disahkan oleh [[Parlemen Georgia]]. Hukum mencakup wilayah yang memisahkan diri dari [[Abkhazia]] dan [[Tskhinvali]] (wilayah bekas Oblast Otonom Ossetia Selatan). [[Legislasi|Undang-undang]] tersebut merinci pembatasan pergerakan bebas, aktivitas ekonomi, dan penyelesaian transaksi ''[[Lahan yasan|real estat]]'' di wilayah ini. Secara khusus, menurut undang-undang, warga negara asing harus memasuki dua wilayah yang memisahkan diri hanya melalui [[Georgia]]. Masuk ke [[Abkhazia]] harus dilakukan dari kota [[Zugdidi]] dan ke Ossetia Selatan dari kota [[Gori]].
 
Jalan utama menuju Ossetia Selatan dari seluruh Georgia melewati kota [[Gori]]. Namun, jalan ini ditutup di kedua arah di Ergneti sejak [[2008]]. Titik penyeberangan utama yang tetap terbuka untuk Georgia dan Ossetia Selatan, ke distrik Akhalgori, telah ditutup oleh Ossetia Selatan sejak [[2019]]. Selain itu, otoritas Ossetia Selatan hanya mengizinkan masuknya orang asing melalui wilayah [[Rusia|Federasi Rusia]].


Namun, undang-undang Georgia juga mencantumkan kasus-kasus khusus di mana masuk ke wilayah yang memisahkan diri tidak akan dianggap ''[[Hukum|ilegal]]''. Ini menetapkan bahwa izin khusus untuk masuk ke wilayah yang memisahkan diri dapat dikeluarkan jika perjalanan ke sana "''melayani kepentingan negara Georgia; penyelesaian konflik seunara damai; tidak melakukan okupasi untuk tujuan kemanusiaan''."
Namun, undang-undang Georgia juga mencantumkan kasus-kasus khusus di mana masuk ke wilayah yang memisahkan diri tidak akan dianggap ''[[Hukum|ilegal]]''. Ini menetapkan bahwa izin khusus untuk masuk ke wilayah yang memisahkan diri dapat dikeluarkan jika perjalanan ke sana "''melayani kepentingan negara Georgia; penyelesaian konflik seunara damai; tidak melakukan okupasi untuk tujuan kemanusiaan''."
Baris 165: Baris 154:
[[Legislasi|Undang-undang]] tersebut juga mengatakan bahwa lembaga dan pejabat negara ''[[de facto]]'' yang beroperasi di wilayah pendudukan dianggap oleh Georgia sebagai [[Hukum|ilegal]]. Hukum akan tetap berlaku sampai pemulihan penuh [[yurisdiksi]] Georgia atas wilayah yang memisahkan diri terwujud.
[[Legislasi|Undang-undang]] tersebut juga mengatakan bahwa lembaga dan pejabat negara ''[[de facto]]'' yang beroperasi di wilayah pendudukan dianggap oleh Georgia sebagai [[Hukum|ilegal]]. Hukum akan tetap berlaku sampai pemulihan penuh [[yurisdiksi]] Georgia atas wilayah yang memisahkan diri terwujud.


Pada bulan [[November 2009]], saat upacara pembukaan [[Perwakilan diplomatik|gedung Kedutaan Besar]] Georgia yang baru di [[Kyiv]], [[Ukraina]], [[Daftar Presiden Georgia|Presiden Georgia]] [[Mikheil Saakashvili]]  menyatakan bahwa penduduk Ossetia Selatan dan [[Abkhazia]] juga dapat menggunakan fasilitasnya "''Saya ingin meyakinkan Anda, teman-teman terkasih, bahwa ini adalah rumah Anda, dan juga di sini Anda akan selalu dapat menemukan dukungan serta pengertian''".
Pada bulan [[November 2009]], saat upacara pembukaan [[Perwakilan diplomatik|gedung Kedutaan Besar]] Georgia yang baru di [[Kyiv]], [[Ukraina]], [[Daftar Presiden Georgia|Presiden Georgia]] [[Mikheil Saakashvili]]  menyatakan bahwa penduduk Ossetia Selatan dan [[Abkhazia]] juga dapat menggunakan fasilitasnya "''Saya ingin meyakinkan Anda, teman-teman terkasih, bahwa ini adalah rumah Anda, dan juga di sini Anda akan selalu dapat menemukan dukungan serta pengertian''".<ref>[https://en.interfax.com.ua/news/general/25516.html Yuschenko, Saakashvili open new building of Georgian Embassy]. ''Interfax Ukraine''. 2009-11-19.</ref>
 
== Referensi ==
 


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*  [http://southosetia.euro.ru/en.html Southosetia.euro.ru]
*  [http://southosetia.euro.ru/en.html Southosetia.euro.ru]  
*  [http://ossetia.ru Ossetia.ru]
*  [http://ossetia.ru Ossetia.ru]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ossetia+Selatan%E2%80%93Alania&oldid=28957161 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28957161 (2026-02-13T13:32:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ossetia+Selatan%E2%80%93Alania&oldid=28957161 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28957161 (2026-02-13T13:32:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.39

Flag of South Ossetia

Ossetia Selatan (bahasa Ossetia: Республикæ Хуссар Ирыстон, Respublikae Xussar Iryston; bahasa Rusia: Республика Южная Осетия, Respublika Yuzhnaya Osetiya), dengan nama resmi Republik Ossetia Selatan atau Negara Alania, atau juga dikenal dengan Tskhinvali, adalah sebuah negara yang terletak di bekas wilayah Shida Kartli, Georgia tepatnya sebelah selatan Republik Ossetia Utara–Alania, Rusia. Kedaulatan republik ini tidak diakui secara internasional, kecuali Rusia yang mengakuinya pada 26 Agustus 2008 bersamaan dengan pengakuan kedaulatan Abkhazia.[1]

Georgia tidak mengakui keberadaan Ossetia Selatan sebagai entitas politik, dan wilayah yang terdiri dari Ossetia Selatan tidak sesuai dengan wilayah administrasi Georgia mana pun (meskipun otoritas Georgia telah membentuk Administrasi Sementara Ossetia Selatan sebagai tindakan transisi yang mengarah pada penyelesaian status Ossetia Selatan), dengan sebagian besar wilayah membentuk bagian dari provinsi Shida Kartli. Konstitusi Georgia menetapkan daerah tersebut sebagai bekas republik soviet otonom, mengacu pada RSS Otonom Ossetia Selatan yang dibubarkan pada tahun 1990.[2] Ketika bahasa netral dianggap perlu, baik Georgia maupun organisasi internasional sering menyebut wilayah tersebut secara informal sebagai Provinsi Tskhinvali.

RSS Otonom Ossetia Selatan, didirikan oleh otoritas Soviet pada tahun 1922, mendeklarasikan kemerdekaan dari RSS Georgia pada tahun 1991. Pemerintah Georgia menanggapi dengan menghapus otonomi Ossetia Selatan dan mencoba untuk membangun kembali kontrol atas wilayah tersebut dengan paksa.[3] Krisis yang meningkat menyebabkan Perang Ossetia Selatan 1991-1992.[4] Georgia telah berperang melawan mereka yang mengendalikan Ossetia Selatan pada dua kesempatan lain: pada tahun 2004 dan pada tahun 2008.[5] Konflik terakhir menyebabkan Perang Ossetia 2008, di mana pasukan Ossetia dan Rusia memperoleh kendali secara de facto atas wilayah bekas RSS Otonom Ossetia Selatan. Sejak perang 2008, Georgia dan sebagian besar komunitas internasional menganggap Ossetia Selatan diduduki oleh militer Rusia.

Ossetia Selatan sangat bergantung pada bantuan militer, politik, dan keuangan dari Rusia.[6][7] Sejak 2008, pemerintah Ossetia Selatan telah menyatakan niat mereka untuk bergabung dengan Federasi Rusia; jika berhasil, ini akan mengakhiri proklamasi kemerdekaannya. Prospek referendum tentang masalah ini telah diangkat beberapa kali dalam politik domestik, tetapi tidak ada yang terjadi.

Sejarah

Periode abad pertengahan dan awal modern

Ossetia diyakini berasal dari suku Alan, salah satu suku Iran nomaden.[8] Pada abad ke-8 kerajaan Alan yang terkonsolidasi, disebut dalam sumber-sumber periode sebagai Alania, muncul di Pegunungan Kaukasus bagian utara. Sekitar tahun 12391277 Alania jatuh ke tangan bangsa Mongol dan kemudian ke tangan tentara Timur, yang membantai sebagian besar penduduk Alania. Orang-orang yang selamat di antara orang Alan mundur ke pegunungan di Kaukasus tengah dan secara bertahap mulai bermigrasi ke selatan, melintasi Pegunungan Kaukasus ke Kerajaan Georgia.[9]

Pada abad ke-17, atas tekanan para pangeran Kabardian, orang Ossetia memulai gelombang migrasi kedua dari Kaukasus Utara ke Kerajaan Kartli.[10] Petani Ossetia, yang bermigrasi ke daerah pegunungan di Kaukasus Selatan, sering menetap di tanah tuan feodal Georgia. Raja Georgia dari Kerajaan Kartli mengizinkan orang Ossetia untuk berimigrasi. Menurut duta besar Rusia untuk Georgia Mikhail Tatishchev, pada awal abad ke-17 sudah ada sekelompok kecil orang Ossetia yang tinggal di dekat hulu Sungai Liakhvi Raya.[11] Pada 1770-an ada lebih banyak orang Ossetia yang tinggal di Kartli daripada sebelumnya.

Periode ini telah didokumentasikan dalam buku harian perjalanan Johann Anton Güldenstädt yang mengunjungi Georgia pada tahun 1772. Penjelajah Jerman Baltik menyebut Ossetia Utara modern hanya Ossetia, sementara dia menulis bahwa Kartli (daerah Ossetia Selatan modern) dihuni oleh orang Georgia dan daerah pegunungan dihuni oleh orang Georgia dan orang Ossetia. Güldenstädt juga menulis bahwa pemimpin perbatasan utara Kartli adalah Mayor Kaukasus Ridge.[12][13] Pada akhir abad ke-18, situs utama pemukiman Ossetia di wilayah Ossetia Selatan modern berada di Kudaro (muara sungai Jejora), Ngarai Liakhvi Besar, Ngarai Liakhvi Kecil, Ngarai Ksani, Guda, dan Truso (muara sungai Terek).[14]

Kerajaan Georgia Kartli-Kakheti, termasuk wilayah Ossetia Selatan modern, dianeksasi oleh Kekaisaran Rusia pada tahun 1801. Ossetia, daerah yang terdiri dari Ossetia Utara modern, adalah salah satu daerah pertama di Kaukasus Utara yang berada di bawah dominasi Rusia, mulai tahun 1774. Ibu kota, Vladikavkaz, adalah pos terdepan militer Rusia pertama di wilayah tersebut.[15] Pada 1806, Ossetia sepenuhnya berada di bawah kendali Rusia. Migrasi Ossetia ke wilayah Georgia berlanjut pada abad ke-19 dan ke-20, ketika Georgia adalah bagian dari Kekaisaran Rusia dan pemukiman Ossetia muncul di Trialeti, Borjomi, Bakuriani dan Kakheti juga.[16]

Ossetia terus berperang melawan Kekaisaran Rusia dan tidak pernah mengakui otoritas Rusia di atas mereka. Pada tahun 1850 ketika Georgia sepenuhnya berada di bawah kendali Kekaisaran Rusia, anggota militer Georgia, Machabeli, mengeluh kepada pihak berwenang Rusia karena tidak dapat menguasai ngarai gunung tempat penduduk Ossetia tinggal.

Inilah yang ditulis oleh pejabat Rusia, penilai perguruan tinggi Yanovsky dan Kozachkovsky, pada tahun 1831 tentang hubungan antara tuan-tuan feodal Georgia dengan penduduk Ossetia dari ngarai gunung dalam catatan tentang ngarai Ossetia yang diambil alih oleh pangeran Eristov-Ksani. Kemudian di ngarai yang lebih jauh, seperti Magrandoletsky, Tliysky, Chipransky, Gvidisk, Knogsky, dan lainnya, yang Eristov menyatakan klaim, tak ada jejak kendali mereka.

Sebelum ditaklukkan oleh pasukan Georgia, orang Ossetia yang tinggal di ngarai ini adalah model dari masyarakat primitif. Di desa-desa dan ngarai sama sekali tidak ada ketertiban dan kepatuhan. Setiap orang yang mampu membawa senjata menganggap dirinya benar-benar mandiri. Contoh yang diberikan Eristov memunculkan ide dari pangeran Machabeli untuk mengambil Ossetia yang baru ditaklukkan yang tinggal di sepanjang Bolshaya Liakhva, di ngarai Roksky, Jomaksky, Urschuarsky, yang tidak pernah patuh dan bukan milik mereka.[17]

Ossetia Selatan sebagai bagian dari Uni Soviet

Setelah revolusi Rusia, wilayah Ossetia Selatan modern menjadi bagian dari Republik Demokratik Georgia. Pada tahun 1918, konflik dimulai antara petani Ossetia yang tak memiliki tanah yang tinggal di Shida Kartli, dipengaruhi oleh Bolshevik, dan menuntut kepemilikan tanah tempat mereka bekerja, serta pemerintah Menshevik mendukung aristokrat etnis Georgia yang merupakan pemilik sah.

Meskipun Ossetia awalnya tidak puas dengan kebijakan ekonomi pemerintah pusat, ketegangan segera berubah menjadi konflik etnis. Pemberontakan Ossetia pertama dimulai pada Februari 1918, ketika tiga pangeran Georgia terbunuh dan tanah mereka direbut oleh Ossetia. Pemerintah pusat Tbilisi membalas dengan mengirim Garda Nasional ke daerah itu. Namun, unit Georgia mundur setelah mereka menyerang Ossetia.[18]

Pemberontak Ossetia kemudian melanjutkan untuk menduduki kota Tskhinvali dan mulai menyerang penduduk sipil etnis Georgia. Selama pemberontakan pada tahun 1919 dan 1920, Ossetia diam-diam didukung oleh RSFS Rusia, tetapi meskipun demikian, dikalahkan. Menurut tuduhan yang dibuat oleh sumber-sumber Ossetia, penumpasan pemberontakan tahun 1920 menyebabkan kematian 5.000 orang Ossetia, sementara kelaparan dan epidemi berikutnya menjadi penyebab kematian lebih dari 13.000 orang.

Pemerintah RSS Georgia, didirikan setelah invasi Tentara Merah ke Georgia pada tahun 1921, membentuk unit administrasi otonom untuk Ossetia–Transkaukasia pada April 1922 di bawah tekanan dari Kavbiuro, yang pada saat itu wilayah tersebut dikuasai oleh RSS Otonom Ossetia Selatan.

Beberapa percaya bahwa kaum Bolshevik memberikan otonomi ini kepada Ossetia sebagai imbalan atas loyalitas dalam memerangi Republik Demokratik Georgia dan mendukung separatis lokal, karena daerah ini tidak pernah menjadi entitas yang terpisah sebelum invasi Rusia.[19] Penarikan batas administratif Oblast Otonom Ossetia Selatan merupakan proses yang cukup rumit. Banyak desa di Georgia termasuk ke dalam Oblast Otonom Ossetia Selatan meskipun banyak protes oleh penduduk Georgia.

Meskipun kota Tskhinvali tidak memiliki mayoritas penduduk Ossetia, kota ini dijadikan ibu kota Oblast Otonom Ossetia Selatan.[20] Selain sebagian Gori Uyezd dan Dusheti Uyezd dari Kegubernuran Tbilisi, sebagian Racha Uyezd dari Kegubernuran Kutais (bagian barat Georgia) juga termasuk dalam Oblast Otonom Ossetia Selatan. Semua wilayah ini secara historis adalah tanah asli Georgia.

Ossetia yang bersejarah di Kaukasus Utara tidak memiliki entitas politiknya sendiri sebelum tahun 1924, ketika Republik Ossetia Utara dibentuk.

Meskipun Ossetia memiliki bahasa mereka sendiri (bahasa Ossetia), bahasa Rusia, dan bahasa Georgia adalah bahasa administratif negara.[21] Di bawah pemerintahan pemerintah Georgia selama masa Soviet, Ossetia menikmati otonomi budaya minoritas, termasuk berbicara bahasa Ossetia dan mengajarkannya di sekolah.[22] Pada tahun 1989, dua pertiga orang Ossetia di Republik Sosialis Soviet Georgia tinggal di luar Oblast Otonom Ossetia Selatan.

Konflik Georgia–Ossenia

1989–2008

Ketegangan di kawasan itu mulai meningkat di tengah meningkatnya nasionalisme di antara orang Georgia dan Ossetia pada tahun 1989.[23] Sebelum ini, dua komunitas Oblast Otonom Ossetia Selatan dan RSS Georgia telah hidup damai satu sama lain kecuali untuk peristiwa 19181920. Kedua etnis memiliki tingkat interaksi yang normal dan ada banyak perkawinan campur Georgia-Ossetia.

Perselisihan seputar keberadaan orang Ossetia di Kaukasus Selatan menjadi salah satu penyebab konflik. Meskipun historiografi Georgia percaya bahwa migrasi massal Ossetia ke Kaukasus Selatan (Georgia) dimulai pada abad ke-17, mengklaim telah tinggal di daerah itu sejak zaman kuno,[24] yang tidak didukung oleh sumber yang tersedia.

Beberapa sejarawan Ossetia menerima bahwa migrasi nenek moyang Ossetia ke Ossetia Selatan modern dimulai setelah invasi Mongol pada abad ke-13, sementara seorang menteri luar negeri de facto Ossetia Selatan pada 1990-an mengatakan bahwa orang Ossetia pertama kali muncul di daerah itu hanya pada awal abad ke-17.[25] Karena dibuat setelah invasi Rusia tahun 1921, Ossetia Selatan dianggap sebagai ciptaan buatan oleh orang Georgia selama era Soviet.[26]

Front Populer Ossetia Selatan (Ademon Nykhas) dibentuk pada tahun 1988. Pada tanggal 10 November 1989, dewan regional Ossetia Selatan meminta Dewan Tertinggi Georgia untuk meningkatkan status wilayah tersebut menjadi "republik otonom".[27] Keputusan untuk mengubah Oblast Otonom Ossetia Selatan menjadi RSS Otonom Ossetia Selatan oleh otoritas Ossetia Selatan meningkatkan konflik. Pada 11 November, keputusan ini dicabut oleh parlemen Georgia, Majelis Agung Uni Soviet.[28] Pihak berwenang Georgia mencopot Sekretaris Partai Pertama oblast dari posisinya.[29][30]

Dewan Tertinggi Georgia mengadopsi undang-undang yang melarang partai regional pada musim panas 1990. Dewan regional Ossetia Selatan menafsirkan ini sebagai langkah menentang Ademon Nykhas dan kemudian mengesahkan "deklarasi kedaulatan nasional", memproklamirkan Republik Soviet Demokratik Ossetia Selatan di dalam Uni Soviet pada 20 September 1990.[31] Ossetia memboikot pemilihan parlemen Georgia berikutnya dan mengadakan kontes mereka sendiri pada bulan Desember.[32]

Pada bulan Oktober 1990, pemilihan parlemen di Georgia dimenangkan oleh blok "Meja Bundar" Zviad Gamsakhurdia.[33] Pada 11 Desember 1990, pemerintah Zviad Gamsakhurdia menyatakan pemilihan Ossetia tidak sah dan menghapus status otonomi Ossetia Selatan sama sekali.[34] Gamsakhurdia merasionalisasi penghapusan otonomi Ossetia dengan mengatakan, "Mereka Ossetia tidak memiliki hak untuk sebuah negara di sini, di Georgia. Mereka adalah minoritas nasional. Tanah air mereka adalah Ossetia Utara. Ini mereka pendatang baru."[35]

Ketika parlemen Georgia menyatakan keadaan darurat di wilayah Oblast Otonom Ossetia Selatan pada 12 Desember 1990, pasukan dari kementerian dalam negeri Georgia dan Soviet dikirim ke wilayah tersebut. Setelah Garda Nasional Georgia dibentuk pada awal 1991, Pasukan Georgia memasuki Tskhinvali pada 5 Januari 1991.[36] Perang Ossetia Selatan 1991-1992 ditandai dengan pengabaian umum terhadap hukum humaniter internasional oleh milisi yang tidak terkendali, dengan kedua belah pihak melaporkan kekejaman.[37]

Militer Soviet memfasilitasi gencatan senjata seperti yang diperintahkan oleh Mikhail Gorbachev pada bulan Januari 1991. Pada bulan Maret dan April 1991, pasukan dalam negeri Soviet dilaporkan secara aktif melucuti senjata milisi di kedua sisi, dan menghalangi kekerasan antar-etnis.[38][39]

Sebagai akibat dari perang, sekitar 100.000 etnis Ossetia melarikan diri dari wilayah itu dan Georgia, sebagian besar melintasi perbatasan ke Ossetia Utara. Selanjutnya 23.000 etnis Georgia melarikan diri dari Ossetia Selatan ke bagian lain Georgia. Banyak pengungsi pergi ke distrik Prigorodnyi Ossetia Utara. Pada tahun 1944, banyak orang Ossetia dimukimkan kembali di daerah Ossetia Utara dari mana Ingush telah diusir oleh Stalin pada tahun 1944. Pada 1990-an gelombang baru orang Ossetia Selatan bermigrasi ke bekas wilayah Ingush memicu konflik antara Ossetia dan Ingush.[40]

Pada tanggal 29 April 1991, bagian barat Ossetia Selatan dilanda gempa bumi, yang menewaskan lebih dari 200 orang dan menyebabkan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal.[41][42]

Pada akhir 1991, perbedaan pendapat meningkat terhadap Gamsakhurdia di Georgia karena intoleransinya terhadap kritik dan upaya untuk memusatkan kekuatan politik.[43] Pada tanggal 22 Desember 1991, setelah kudeta, Gamsakhurdia dan pendukungnya dikepung oleh oposisi, yang didukung oleh garda nasional, di beberapa gedung pemerintah di Tbilisi. Pertempuran sengit berikutnya mengakibatkan lebih dari 200 korban dan meninggalkan pusat ibu kota Georgia dalam reruntuhan.

Pada 6 Januari, Gamsakhurdia dan beberapa pendukungnya meninggalkan kota untuk diasingkan. Setelah itu, dewan militer Georgia, dan pemerintahan sementara, dibentuk oleh tiga serangkai Jaba Ioseliani, Tengiz Kitovani dan Tengiz Sigua, serta pada Maret 1992, mereka mengundang Eduard Shevardnadze, seorang mantan menteri Soviet, untuk datang ke Georgia untuk mengambil alih Dewan Negara Georgia.[44]

Referendum kemerdekaan diadakan di Ossetia Selatan pada 19 Januari 1992, dengan para pemilih ditanyai dua pertanyaan: "Apakah Anda setuju bahwa Ossetia Selatan harus menjadi negara merdeka?" dan "Apakah Anda setuju dengan solusi parlemen Ossetia Selatan pada 1 September 1991 tentang reuni dengan Rusia?"[45] Kedua proposal disetujui,[46] tetapi hasilnya tidak diakui secara internasional.[47] Meskipun demikian, dewan regional Ossetia Selatan kemudian mengesahkan tindakan kemerdekaan negara dan mendeklarasikan kemerdekaan Republik Ossetia Selatan pada 29 Mei 1992.[48]

Pada 24 Juni 1992, Shevardnadze dan pemerintah Ossetia Selatan menandatangani perjanjian gencatan senjata di Sochi. Pasukan Penjaga Perdamaian gabungan dari Ossetia, Rusia, dan Georgia didirikan. Pada 6 November 1992, OSCE mendirikan misi di Georgia untuk memantau operasi penjaga perdamaian. Sejak saat itu hingga pertengahan 2004, Ossetia Selatan umumnya damai.

Setelah Revolusi Mawar 2003, Mikheil Saakashvili menjadi Presiden Georgia pada tahun 2004. Menjelang pemilihan parlemen dan presiden tahun 2004, ia berjanji untuk mengembalikan integritas wilayah Georgia.[49] Dalam salah satu pidato awalnya, Saakashvili berbicara kepada daerah-daerah separatis, dengan mengatakan, "Baik Georgia maupun presidennya tidak akan tahan dengan disintegrasi Georgia. Oleh karena itu, kami menawarkan negosiasi langsung kepada teman-teman Abkhazia dan Ossetia kami. Kami siap membahas setiap model kenegaraan dengan mempertimbangkan kepentingan mereka untuk memajukan."[50]

Sejak tahun 2004, ketegangan mulai meningkat ketika pihak berwenang Georgia memperkuat upaya mereka untuk membawa wilayah itu kembali di bawah kekuasaan mereka, setelah berhasil di Ajaria. Georgia mengirim polisi untuk menutup pasar gelap Ergneti, yang merupakan salah satu sumber pendapatan utama kawasan itu, yang menjual bahan makanan dan bahan bakar yang diselundupkan dari Rusia. Pihak berwenang Georgia mengklaim penyelundupan besar-besaran barang untuk pasar Ergneti melalui Terowongan Roki, yang tidak berada di bawah kendali Georgia, merugikan negara dalam jumlah yang signifikan dari pendapatan bea cukai.

Georgia mengusulkan untuk membawa terowongan Roki di bawah kendali dan pemantauan bersama, yang ditolak oleh pihak Ossetia Selatan.[51] Operasi antipenyelundupan terhadap pasar mengakibatkan runtuhnya kepercayaan Ossetia Selatan pada niat Georgia. Gelombang kekerasan meletus antara pasukan penjaga perdamaian Georgia dan milisi Ossetia Selatan dan pejuang lepas dari Rusia.[52][53] Ini termasuk penyanderaan terhadap lusinan pasukan penjaga perdamaian Georgia,[54] baku tembak dan penembakan di desa-desa yang dikuasai Georgia, yang menyebabkan puluhan orang tewas dan terluka. Kesepakatan gencatan senjata dicapai pada 13 Agustus meskipun berulang kali dilanggar.[55]

Pemerintah Georgia memprotes kehadiran ekonomi dan politik Rusia yang diduga meningkat di wilayah tersebut dan terhadap militer yang tidak terkendali dari pihak Ossetia Selatan.[56][57] Pejabat pemerintah Georgia telah menyatakan posisi keamanan kunci Ossetia Selatan diduduki oleh mantan pejabat keamanan Rusia, sementara beberapa peneliti politik berbicara tentang lembaga yang dialihdayakan ke Federasi Rusia.

Itu juga menganggap pasukan penjaga perdamaian (terdiri dari bagian yang sama dari Ossetia Selatan, Ossetia Utara, Rusia, dan Georgia) tidak netral dan menuntut penggantiannya. Berbagai proposal diluncurkan oleh pihak Georgia untuk menginternasionalkan penjaga perdamaian di Ossetia Selatan.[58][59][60][61] Menurut senat AS Richard Lugar, Amerika Serikat mendukung seruan Georgia pada tahun 2006 untuk penarikan pasukan penjaga perdamaian Rusia dari zona konflik.[62]

Kemudian, utusan Uni Eropa Kaukasus Selatan Peter Semneby mengatakan bahwa "Tindakan Rusia dalam rangkaian mata-mata Georgia telah merusak kredibilitasnya sebagai penjaga perdamaian netral di lingkungan Laut Hitam Uni Eropa."[63] Joe Biden (Ketua, Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS), Richard Lugar, dan Mel Martinez mensponsori resolusi pada Juni 2008 yang menuduh Rusia berusaha merusak integritas teritorial Georgia dan menyerukan penggantian pasukan penjaga perdamaian berawak Rusia yang beroperasi di bawah mandat CIS.[64][65]

Perang tahun 2008

Ketegangan antara Georgia dan Rusia mulai meningkat pada April 2008.[66][67][68] Sebuah ledakan bom pada 1 Agustus 2008 menargetkan sebuah mobil yang mengangkut pasukan penjaga perdamaian Georgia. Ossetia Selatan bertanggung jawab untuk memicu insiden ini, yang menandai pembukaan permusuhan dan melukai lima prajurit Georgia. Sebagai tanggapan,[69] beberapa milisi Ossetia Selatan dipukul.[70] Separatis Ossetia Selatan mulai menembaki desa-desa Georgia pada 1 Agustus. Serangan artileri ini menyebabkan prajurit Georgia membalas tembakan secara berkala mulai 1 Agustus.[71][72][73][74][75]

Sekitar pukul 19.00 pada tanggal 7 Agustus 2008, presiden Georgia Mikheil Saakashvili mengumumkan gencatan senjata sepihak dan menyerukan pembicaraan damai.[76] Namun, serangan yang meningkat terhadap desa-desa Georgia (terletak di zona konflik Ossetia Selatan) segera diimbangi dengan tembakan dari pasukan Georgia,[77][78] yang kemudian bergerak ke arah ibu kota Republik Ossetia Selatan yang memproklamirkan diri (Tskhinvali) pada malam 8 Agustus, mencapai pusatnya di pagi hari tanggal 8 Agustus.[79] Seorang diplomat Georgia mengatakan kepada surat kabar Rusia Kommersant pada 8 Agustus bahwa dengan mengambil alih Tskhinvali, Tbilisi ingin menunjukkan bahwa Georgia tidak akan mentolerir pembunuhan warga Georgia.[80]

Menurut pakar militer Rusia Pavel Felgenhauer, provokasi Ossetia ditujukan untuk memicu respons Georgia, yang dibutuhkan sebagai dalih untuk invasi militer Rusia yang direncanakan.[81] Menurut intelijen Georgia,[82] dan beberapa laporan media Rusia, bagian dari reguler (non-penjaga perdamaian) Tentara Rusia telah pindah ke wilayah Ossetia Selatan melalui Terowongan Roki sebelum aksi militer Georgia.[83]

Rusia menuduh Georgia melakukan agresi terhadap Ossetia Selatan,[84] dan meluncurkan invasi darat, udara, dan laut skala besar ke Georgia dengan dalih "operasi penegakan perdamaian" pada 8 Agustus 2008.[85] Serangan udara Rusia terhadap target di Georgia juga diluncurkan.[86]

Pasukan Abkhaz membuka front kedua pada 9 Agustus dengan menyerang Ngarai Kodori, yang dikuasai oleh Georgia.[87] Tskhinvali ditangkap oleh militer Rusia pada 10 Agustus.[88] Pasukan Rusia menduduki kota-kota Georgia di Zugdidi,[89] Senaki,[90] Poti,[91] dan Gori (yang terakhir setelah perjanjian gencatan senjata dinegosiasikan).[92] Armada Laut Hitam Rusia memblokade pantai Georgia.[93]

Kampanye pembersihan etnis terhadap orang Georgia di Ossetia Selatan dilakukan oleh orang Ossetia Selatan,[94] dengan desa-desa Georgia di sekitar Tskhinvali dihancurkan setelah perang berakhir.[95] Perang membuat 192.000 orang mengungsi,[96] dan sementara banyak yang dapat kembali ke rumah mereka setelah perang, setahun kemudian sekitar 30.000 etnis Georgia tetap mengungsi.[97] Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan di Kommersant, pemimpin Ossetia Selatan Eduard Kokoity mengatakan dia tidak akan mengizinkan orang Georgia kembali.[98][99]

Presiden Prancis Nicolas Sarkozy merundingkan perjanjian gencatan senjata pada 12 Agustus 2008.[100] Pada 17 Agustus, presiden Rusia Dmitry Medvedev mengumumkan bahwa pasukan Rusia akan mulai menarik diri dari Georgia pada hari berikutnya.[101] Rusia mengakui Abkhazia dan Ossetia Selatan sebagai republik terpisah pada 26 Agustus.[102] Menanggapi pengakuan Rusia, pemerintah Georgia memutuskan hubungan diplomatik dengan Rusia.[103]

Pasukan Rusia meninggalkan daerah penyangga yang berbatasan dengan Abkhazia dan Ossetia Selatan pada 8 Oktober dan Misi Pemantau Uni Eropa di Georgia mengambil alih otoritas atas daerah penyangga.[104] Sejak perang, Georgia menyatakan bahwa Abkhazia dan Ossetia Selatan sebagai wilayah yang diduduki Rusia.[105][106]

Pada tanggal 30 September 2009, Misi Pencari Fakta Internasional Independen yang disponsori Uni Eropa tentang konflik di Georgia menyatakan bahwa, sementara didahului oleh provokasi bersama selama berbulan-bulan, "permusuhan terbuka dimulai dengan operasi militer Georgia skala besar terhadap kota Tskhinvali dan daerah sekitarnya, diluncurkan pada malam 7 sampai 8 Agustus 2008."[107][108]

Setelah perang tahun 2008

Pada tahun 2016, sebuah referendum tentang integrasi dengan Rusia diusulkan selama kampanye pemilihan, tetapi ditunda tanpa batas waktu.[109] Referendum tentang nama resmi Ossetia Selatan diadakan pada 9 April 2017; lebih dari tiga perempat dari mereka yang memilih mendukung amendemen konstitusi Ossetia Selatan yang memberi nama "Republik Ossetia Selatan dan Negara Bagian Alania" kedudukan yang sama di mata hukum.[110]


Pemimpin Ossetia, Bibilov mengatakan dalam sebuah wawancara panjang bahwa dia berencana untuk mengadakan dua referendum, satu tentang pencaplokan oleh Rusia, dan pemungutan suara kedua untuk bergabung dengan Ossetia Utara,[111] untuk itu dia mengatur proses pemilihan pada 7 April 2022.[112] Pada 13 Mei, referendum aneksasi dijadwalkan berlangsung pada 17 Juli.[113][114] Menyusul kekalahan Bibilov dalam pemilihan 2022, presiden baru, Alan Gagloev, menjadwalkan ulang referendum pada 30 Mei 2022.[115]

Status politik

Setelah perang Ossetia Selatan 2008, Rusia mengakui Ossetia Selatan sebagai negara merdeka.[116] Pengakuan sepihak oleh Rusia ini disambut dengan kecaman dari Blok Barat, seperti NATO, OSCE, dan Dewan Eropa karena pelanggaran integritas teritorial Georgia.[117][118][119][120] Tanggapan diplomatik Uni Eropa terhadap berita itu tertunda oleh ketidaksepakatan antara negara-negara Eropa timur, Inggris menginginkan tanggapan yang lebih keras dan keinginan Jerman, Prancis, dan negara-negara lain untuk tidak mengisolasi Rusia.[121]

Mantan utusan AS Richard Holbrooke mengatakan konflik itu dapat mendorong gerakan separatis di negara-negara bekas Soviet lainnya di sepanjang perbatasan barat Rusia.[122] Beberapa hari kemudian, Nikaragua menjadi negara kedua yang mengakui Ossetia Selatan.[123] Venezuela mengakui Ossetia Selatan pada 10 September 2009, menjadi negara anggota PBB ketiga yang melakukannya.[124]

Uni Eropa, Dewan Eropa, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), dan sebagian besar negara anggota PBB tidak mengakui Ossetia Selatan sebagai negara merdeka. Republik de facto yang diperintah oleh pemerintah yang memisahkan diri mengadakan referendum kemerdekaan kedua[125] pada 12 November 2006, setelah referendum pertamanya pada tahun 1992 tidak diakui oleh sebagian besar pemerintah sebagai sah.[126] Menurut otoritas pemilihan Tskhinvali, referendum ternyata mayoritas untuk kemerdekaan dari Georgia di mana 99% pemilih Ossetia Selatan mendukung kemerdekaan dan jumlah pemilih untuk pemungutan suara adalah 95%.[127]

Referendum dipantau oleh tim yang terdiri dari 34 pengamat internasional dari Jerman, Austria, Polandia, Swedia, dan 78 negara-negara lain.[128] Namun, itu tidak diakui secara internasional oleh PBB, Uni Eropa, OSCE, NATO, dan Federasi Rusia, mengingat kurangnya partisipasi etnis Georgia dan ilegalitas referendum semacam itu tanpa pengakuan dari pemerintah Georgia di Tbilisi.[129] Uni Eropa, OSCE dan NATO mengutuk referendum tersebut.

Sejajar dengan separatis mengadakan referendum dan pemilihan untuk Eduard Kokoity, Presiden Ossetia Selatan saat itu, gerakan oposisi Ossetia menyelenggarakan pemilihan mereka sendiri secara serentak di daerah-daerah yang dikuasai Georgia di Ossetia Selatan, di mana Georgia dan beberapa penduduk Ossetia di wilayah tersebut memilih Dmitry Sanakoyev sebagai presiden alternatif Ossetia Selatan.[130] Pemilihan alternatif Sanakoyev mengklaim dukungan penuh dari penduduk etnis Georgia.[131]

Pada April 2007, Georgia membentuk Entitas Administratif Sementara Ossetia Selatan,[132][133] dikelola oleh anggota etnis Ossetia dari gerakan separatis. Dmitry Sanakoyev ditugaskan sebagai pemimpin entitas. Dimaksudkan bahwa pemerintahan sementara ini akan bernegosiasi dengan otoritas Georgia tengah mengenai status akhir dan resolusi konfliknya.[134] Pada 10 Mei 2007, Sanakoyev diangkat oleh Presiden Georgia sebagai Kepala Badan Administrasi Sementara Ossetia Selatan.

Pada 13 Juli 2007, Georgia membentuk komisi negara bagian, diketuai oleh Perdana Menteri Zurab Nogaideli, untuk mengembangkan status otonomi Ossetia Selatan di negara bagian Georgia. Menurut pejabat Georgia, status itu harus dijabarkan dalam kerangka dialog menyeluruh dengan semua kekuatan dan komunitas dalam masyarakat Ossetia.[135]

Ossetia Selatan, Transnistria, Artsakh, dan Abkhazia kadang-kadang disebut sebagai zona konflik beku pasca-Soviet.[136][137]

Rencana integrasi dengan Federasi Rusia

Pada tanggal 30 Agustus 2008, Tarzan Kokoity, Wakil Ketua parlemen Ossetia Selatan, mengumumkan bahwa wilayah tersebut akan segera diserap ke dalam Federasi Rusia, sehingga Ossetia Selatan dan Ossetia Utara dapat hidup bersama dalam satu negara Rusia yang bersatu.[138] Pasukan Rusia dan Ossetia Selatan mulai memberikan penduduk di Akhalgori, kota terbesar di bagian timur Ossetia Selatan yang didominasi etnis Georgia, pilihan untuk menerima kewarganegaraan Rusia atau pergi.[139]

Namun, Eduard Kokoity, presiden Ossetia Selatan saat itu, kemudian menyatakan bahwa Ossetia Selatan tidak akan melepaskan kemerdekaannya dengan bergabung dengan Rusia: "Kami tidak akan mengatakan tidak pada kemerdekaan kami, yang telah dicapai dengan mengorbankan banyak nyawa; Ossetia Selatan tidak memiliki rencana untuk bergabung dengan Rusia." Warga sipil Georgia telah mengatakan bahwa pernyataan ini bertentangan dengan yang sebelumnya dibuat oleh Tarzan Kokoity sebelumnya hari itu, ketika dia mengindikasikan bahwa Ossetia Selatan akan bergabung dengan Ossetia Utara di Federasi Rusia.[140][141]

Presiden Ossetia Selatan dan Presiden Rusia menandatangani perjanjian aliansi dan integrasi pada 18 Maret 2015.[142] Perjanjian tersebut mencakup ketentuan untuk memasukkan militer Ossetia Selatan ke dalam angkatan bersenjata Rusia, mengintegrasikan layanan bea cukai Ossetia Selatan ke dalam layanan Rusia, dan mengikat Rusia untuk membayar gaji pekerja negara di Ossetia Selatan dengan tarif yang sama dengan yang ada di Distrik Federal Kaukasus Utara.[143]

Associated Press menggambarkan perjanjian itu sebagai menyerukan integrasi hampir penuh dan membandingkannya dengan perjanjian 2014 antara Rusia dan Abkhazia.[144] Kementerian Luar Negeri Georgia menggambarkan penandatanganan perjanjian itu sebagai "aneksasi sebenarnya" dari wilayah yang disengketakan oleh Rusia, dan Amerika Serikat dan Uni Eropa mengatakan mereka tidak akan mengakuinya.[145][146]

Dalam langkah lain menuju integrasi dengan Federasi Rusia, Presiden Ossetia Selatan Leonid Tibilov mengusulkan pada bulan Desember 2015 perubahan nama menjadi "Ossetia Selatan–Alania" yang dalam analogi sama dengan "Ossetia Utara–Alania", subjek federal Rusia. Tibilov selanjutnya menyarankan mengadakan referendum untuk bergabung dengan Federasi Rusia sebelum April 2017, yang akan mengarah pada persatuan "Ossetia–Alania".[147]

Pada April 2016, Tibilov mengatakan dia bermaksud mengadakan referendum sebelum Agustus tahun itu.[148][149] Namun, pada 30 Mei, Tibilov menunda referendum hingga setelah pemilihan presiden yang dijadwalkan pada April 2017.[150] Pada referendum perubahan nama, hampir 80% dari mereka yang memilih mendukung perubahan nama, sementara pemilihan presiden dimenangkan oleh Anatoliy Bibilov yang sebelumnya melawan petahana, Tibilov, yang telah didukung oleh Moskow dan tidak seperti Bibilov, siap mengindahkan keinginan Moskow agar referendum integrasi tidak diadakan dalam waktu dekat.[151]

Pada 30 Maret 2022, Presiden Anatoly Bibilov mengumumkan niatnya untuk memulai proses hukum dalam waktu dekat untuk integrasi dengan Federasi Rusia,[152] meskipun ia kemudian kehilangan kursi kepresidenan dalam pemilihan presiden Ossetia Selatan 2022.

Hukum tentang Wilayah Pendudukan Georgia

Pada akhir Oktober 2008, Presiden Saakashvili menandatangani undang-undang undang-undang tentang wilayah pendudukan yang disahkan oleh Parlemen Georgia. Hukum mencakup wilayah yang memisahkan diri dari Abkhazia dan Tskhinvali (wilayah bekas Oblast Otonom Ossetia Selatan).[153][154] Undang-undang tersebut merinci pembatasan pergerakan bebas, aktivitas ekonomi, dan penyelesaian transaksi real estat di wilayah ini. Secara khusus, menurut undang-undang, warga negara asing harus memasuki dua wilayah yang memisahkan diri hanya melalui Georgia. Masuk ke Abkhazia harus dilakukan dari kota Zugdidi dan ke Ossetia Selatan dari kota Gori.

Jalan utama menuju Ossetia Selatan dari seluruh Georgia melewati kota Gori. Namun, jalan ini ditutup di kedua arah di Ergneti sejak 2008.[155] Titik penyeberangan utama yang tetap terbuka untuk Georgia dan Ossetia Selatan, ke distrik Akhalgori, telah ditutup oleh Ossetia Selatan sejak 2019.[156] Selain itu, otoritas Ossetia Selatan hanya mengizinkan masuknya orang asing melalui wilayah Federasi Rusia.[157]

Namun, undang-undang Georgia juga mencantumkan kasus-kasus khusus di mana masuk ke wilayah yang memisahkan diri tidak akan dianggap ilegal. Ini menetapkan bahwa izin khusus untuk masuk ke wilayah yang memisahkan diri dapat dikeluarkan jika perjalanan ke sana "melayani kepentingan negara Georgia; penyelesaian konflik seunara damai; tidak melakukan okupasi untuk tujuan kemanusiaan."

Hukum Undang-undang juga melarang semua jenis kegiatan ekonomi seperti kewirausahaan atau non-kewirausahaan, jika kegiatan tersebut memerlukan izin, lisensi, atau pendaftaran sesuai dengan undang-undang Georgia. Ini juga melarang komunikasi udara, laut dan kereta api dan transit internasional melalui wilayah, eksplorasi mineral dan transfer uang. Ketentuan yang mencakup kegiatan ekonomi berlaku surut, kembali ke tahun 1990.

Undang-undang tersebut mengatakan bahwa Federasi Rusia, negara yang telah melakukan pendudukan militer, bertanggung jawab penuh atas pelanggaran hak asasi manusia di Abkhazia dan Ossetia Selatan. Federasi Rusia, menurut dokumen itu, juga bertanggung jawab atas kompensasi kerusakan material dan moral yang diderita warga Georgia, orang tanpa kewarganegaraan dan warga negara asing, yang berada di Georgia dan memasuki wilayah pendudukan dengan izin yang sesuai.

Undang-undang tersebut juga mengatakan bahwa lembaga dan pejabat negara de facto yang beroperasi di wilayah pendudukan dianggap oleh Georgia sebagai ilegal. Hukum akan tetap berlaku sampai pemulihan penuh yurisdiksi Georgia atas wilayah yang memisahkan diri terwujud.

Pada bulan November 2009, saat upacara pembukaan gedung Kedutaan Besar Georgia yang baru di Kyiv, Ukraina, Presiden Georgia Mikheil Saakashvili menyatakan bahwa penduduk Ossetia Selatan dan Abkhazia juga dapat menggunakan fasilitasnya "Saya ingin meyakinkan Anda, teman-teman terkasih, bahwa ini adalah rumah Anda, dan juga di sini Anda akan selalu dapat menemukan dukungan serta pengertian".[158]

Pranala luar

Referensi

  1. Akui Kemerdekaan Ossetia Selatan dan Abkhazia , MediaIndonesia.com, 26 Agustus 2008
  2. Occupied Territories of Georgia. Tskhinvali region.
  3. Georgia: Avoiding War in South Ossetia. International Crisis Group. 2004-11-26.
  4. Robert H. Donaldson. The Foreign Policy of Russia: Changing Systems, Enduring Interests. M.E. Sharpe. 2005. hlm. 199. ISBN 9780765615688.
  5. Charles King. The Five-Day War: Managing Moscow After the Georgia Crisis. Foreign Affairs. Georgetown University. 2008.
  6. South Ossetia Looking Much Like a Failed State.
  7. Piotr Smolar. Georgia wary of Russian encroachment. The Guardian. 8 October 2013.
  8. David Marshall Lang, The Georgians, New York, p. 239
  9. Gerard Toal. Near Abroad – Putin, the West, and the Contest Over Ukraine and the Caucasus. Oxford University Press. 2017. hlm. 129–131. ISBN 978-0-19-025330-1.
  10. Merab Basilaia. sumber. 2008. hlm. 9, 63. ISBN 978-9941-0-0901-3.
  11. С. А. Белокуров. Сношения России с Кавказом, Москва, 1889, с. 508
  12. Гюльденштедт. Путешествие в Грузию, Тбилиси, 1962
  13. Гильденштедт И. А. Путешествие по Кавказу в 1770–1773 гг. – СПб.: Петербургское Востоковедение, 2002.
  14. Roland Topchishvili. Georgian-Ossetian ethno-historical review. Tbilisi State University. 2009.
  15. Richard Foltz. The Ossetes: Modern-Day Scythians of the Caucasus. Bloomsbury. 2022. hlm. 82–83. ISBN 9780755618453.
  16. Roland Topchishvili. Georgian-Ossetian ethno-historical review. Tbilisi State University. 2009.
  17. Genocide 1920: Traditions of Nazism in Georgia. Alania Inform. 2008-06-20.
  18. Arsène Saparov. From Conflict to Autonomy in the Caucasus: The Soviet Union and the Making of Abkhazia, South Ossetia and Nagorno Karabakh. Routledge. 2014. ISBN 9781317637844.
  19. Russian Federation: Legal Aspects of War in Georgia. Library of Congress.
  20. sumber. eleven.co.il.
  21. D.M. Lang, History of Modern Georgia, 1963
  22. D.M. Lang, History of Modern Georgia, 1963
  23. Ethnic tensions: War in the Caucasus is Stalin's legacy. The Independent. 2008-08-17.
  24. Georgia: Avoiding War in South Ossetia. International Crisis Group. 2004-11-26.
  25. Stuart J. Kaufman. Modern Hatreds: The Symbolic Politics of Ethnic War. Cornell University Press. 2001. hlm. 98. ISBN 0801487366.
  26. Georgia: Avoiding War in South Ossetia. International Crisis Group. 2004-11-26.
  27. Georgia: Avoiding War in South Ossetia. International Crisis Group. 2004-11-26.
  28. Alexei Zverev. Ethnic Conflicts in the Caucasus 1988–1994. 1996.
  29. The Georgian – South Ossetian Conflict, chapter 8 & appendix. Caucasus.dk.
  30. Hastening The End of the Empire. Time Magazine. 1991-01-28.
  31. Unrecognized states: South Ossetia. 28 January 2014.
  32. Georgia: Avoiding War in South Ossetia. International Crisis Group. 2004-11-26.
  33. Georgia: Avoiding War in South Ossetia. International Crisis Group. 2004-11-26.
  34. Georgia: Avoiding War in South Ossetia. International Crisis Group. 2004-11-26.
  35. Stuart J. Kaufman. Modern Hatreds: The Symbolic Politics of Ethnic War. Cornell University Press. 2001. hlm. 98. ISBN 0801487366.
  36. The Georgian – South Ossetian Conflict, chapter 4. Caucasus.dk.
  37. The Georgian – South Ossetian Conflict, chapter 4. Caucasus.dk.
  38. Stuart J. Kaufman. Modern Hatreds: The Symbolic Politics of Ethnic War. Cornell University Press. 2001. hlm. 98. ISBN 0801487366.
  39. Georgia: Abkhazia and South Ossetia. www.pesd.princeton.edu. Encyclopedia Princetoniensis.
  40. Ekaterina Sokirianskaia. Getting Back Home? Towards Sustainable Return of Ingush Forced Migrants and Lasting Peace in Prigorodny District of North Ossetia. Central European University – Center for Policy Studies. 2006. hlm. 10.
  41. Aftershocks in Soviet Georgia; Death Toll Said to Rise to 300. AP News. 1991-05-04.
  42. "Mountains collided in the air" – 30 years after the Racha earthquake. Radio Tavisupleba. 2021-04-29.
  43. Georgia: Abkhazia and South Ossetia. www.pesd.princeton.edu. Encyclopedia Princetoniensis.
  44. R.P Engels. Georgia's struggles : Conflict resolution through entrepreneurship in a fragile state. Radboud Universiteit Nijmegen. 2009. hlm. 25–26.
  45. Süd-Ossetien (Georgien), 19. Januar 1992 : Unabhängigkeit von Georgien und Anschluss an Russland Direct Democracy
  46. Süd-Ossetien (Georgien), 19. Januar 1992 : Unabhängigkeit von Georgien und Anschluss an Russland Direct Democracy
  47. S.Ossetia Sets Repeat Independence Referendum Civil, 11 September 2006
  48. Unrecognized states: South Ossetia. 28 January 2014.
  49. Saakashvili promises Georgians NATO membership in 2014 | Democracy & Freedom Watch. 26 June 2012.
  50. Speech delivered by President Mikheil Saakashvili at the Parade dedicated to the Independence Day of Georgia. The Administratin of the President of Georgia. 2004-05-26.
  51. Georgian State Minister to Discuss Roki Pass with North Ossetian Leader. Civil Georgia. 2004-11-19.
  52. Tbilisi Says "No" to the Use of Force, Despite Attacks on Georgian Checkpoints in South Ossetia. Civil Georgia. 2004-07-08.
  53. Timeline – 2004. Civil Georgia. 2005-01-03.
  54. South Ossetian Hostages Released. Eurasianet. 2004-07-09.
  55. Timeline – 2004. Civil Georgia. 2005-01-03.
  56. Russia's Separate Funding for S.Ossetia Angers Georgia. Civil Georgia. 2006-06-17.
  57. Georgia's UN Envoy Slams Russia over Arming Breakaway Regions. Civil Georgia. 2005-10-05.
  58. Georgian PM Outlines South Ossetia Action Plan at OSCE. Civil Georgia. 2005-10-27.
  59. Resolution on Peacekeepers Leaves Room for More Diplomacy. Civil Georgia. 2006-02-16.
  60. Parliament Instructs the Government to Cease Russian Peacekeeping. Civil Georgia. 2006-06-18.
  61. GUAM Ministerial Discusses Joint Peacekeeping Forces. Civil Georgia. 2006-09-26.
  62. Senator: U.S. Not in Favor of Russian Peacekeeping. Civil Georgia. 2006-08-23.
  63. Russia 'not neutral' in Black Sea conflict, EU says. EUobserver. 2006-10-10.
  64. Bush to Raise Georgia at U.S.-EU Summit. Civil Georgia. 2008-06-05.
  65. John Pike. U.S. calls for peacekeeping review in Georgia's rebel regions. Globalsecurity.org. 2008-06-05.
  66. Brian Whitmore. Is The Clock Ticking For Saakashvili?'. RFE/RL. 12 September 2008.
  67. Russia criticised over Abkhazia. BBC News. 24 April 2008.
  68. 2008 Georgia Russia Conflict Fast Facts. CNN. 2021-03-25.
  69. Countdown in the Caucasus: Seven days that brought Russia and Georgia to war. Financial Times. 26 August 2008.
  70. Marc Champion. Smoldering Feud, Then War. The Wall Street Journal. 16 August 2008.
  71. Brian Whitmore. Is The Clock Ticking For Saakashvili?'. RFE/RL. 12 September 2008.
  72. Marc Champion. Smoldering Feud, Then War. The Wall Street Journal. 16 August 2008.
  73. Luke Harding. Georgia calls on EU for independent inquiry into war. The Guardian. 19 November 2008.
  74. Roy Allison. Russia resurgent? Moscow's campaign to 'coerce Georgia to peace'. International Affairs. 2008. Vol. 84 (6). hlm. 1145–1171. doi:10.1111/j.1468-2346.2008.00762.x.
  75. Jean-Rodrigue Paré. The Conflict Between Russia and Georgia. Parliament of Canada. 13 February 2009.
  76. Saakashvili Appeals for Peace in Televised Address. Civil.Ge. 7 August 2008.
  77. The Goals Behind Moscow's Proxy Offensive in South Ossetia. The Jamestown Foundation. 8 August 2008.
  78. Georgian conflict puts U.S. in middle. Chicago Tribune. 9 August 2008.
  79. Peter Finn. A Two-Sided Descent into Full-Scale War. The Washington Post. 17 August 2008.
  80. Olga Allenova. sumber. Kommersant. 8 August 2008.
  81. Pavel Felgenhauer. THE RUSSIAN-GEORGIAN WAR WAS PREPLANNED IN MOSCOW. 14 August 2008.
  82. C.J. Chivers. Georgia Offers Fresh Evidence on War's Start. The New York Times. 15 September 2008.
  83. sumber. NEWSru.com. 11 September 2008.
  84. Russian Federation: Legal Aspects of War in Georgia. Library of Congress.
  85. Roy Allison. Russia resurgent? Moscow's campaign to 'coerce Georgia to peace'. International Affairs. 2008. Vol. 84 (6). hlm. 1145–1171. doi:10.1111/j.1468-2346.2008.00762.x.
  86. Luke Harding. I got my children out minutes before the bombs fell. The Guardian. 11 August 2008.
  87. Abkhaz separatists strike disputed Georgia gorge. Reuters. 9 August 2008.
  88. Luke Harding. I got my children out minutes before the bombs fell. The Guardian. 11 August 2008.
  89. Russia opens new front, drives deeper into Georgia. Associated Press. 11 August 2008.
  90. Michael Schwirtz. Russian Forces Capture Military Base in Georgia. The New York Times. 11 August 2008.
  91. Andrew E. Kramer. Russia, in Accord With Georgians, Sets Withdrawal. The New York Times. 12 August 2008.
  92. Steven Lee Myers. Bush, Sending Aid, Demands That Moscow Withdraw. The New York Times. 13 August 2008.
  93. Roy Allison. Russia resurgent? Moscow's campaign to 'coerce Georgia to peace'. International Affairs. 2008. Vol. 84 (6). hlm. 1145–1171. doi:10.1111/j.1468-2346.2008.00762.x.
  94. Report. Volume I. Independent International Fact-Finding Mission on the Conflict in Georgia. September 2009. hlm. 27.
  95. Amnesty International Satellite Images Reveal Damage to South Ossetian Villages After. Reuters. 9 October 2008.
  96. Civilians in the line of fire. Amnesty International. November 2008.
  97. Georgia Marks Anniversary of War. BBC News. 7 August 2009.
  98. sumber. Kommersant. 15 August 2008.
  99. Rights Groups Say South Ossetian Militias Burning Georgian Villages. RFE/RL. 30 September 2008.
  100. Russia Endorses Six-Point Plan. Civil.Ge. 12 August 2008.
  101. Fredrick Kunkle. Bush, European Leaders Urge Quick Withdrawal From Georgia. The Washington Post. 18 August 2008.
  102. Statement by President of Russia Dmitry Medvedev. The Kremlin. 26 August 2008.
  103. Georgia breaks ties with Russia. BBC News. 29 August 2008.
  104. Russia hands over control of Georgian buffer zones to EU. RIA Novosti. 9 October 2008.
  105. Resolution of the Parliament of Georgia on the Occupation of the Georgian Territories by the Russian Federation. 29 August 2008.
  106. Abkhazia, S.Ossetia Formally Declared Occupied Territory. Civil.Ge. 28 August 2008.
  107. Georgia 'started unjustified war'. BBC News. 30 September 2009.
  108. EU Report: Independent Experts Blame Georgia for South Ossetia War. Der Spiegel. 21 September 2009.
  109. South Ossetia Postpones Referendum On Accession To Russian Federation. Radio Free Europe. 2016-05-30.
  110. ЦИК Южной Осетии озвучил окончательные итоги выборов президента и референдума Ossetia.news 12.04.2017
  111. Bibilov on Two Referendums, Unlikely 'Provocations' from Tbilisi. Civil Georgia. 2022-04-05.
  112. Tskhinvali Registers Group for Russian Annexation Referendum. Civil Georgia. 2022-04-05.
  113. Agence France-Presse. Breakaway region of Georgia to hold referendum on joining Russia. The Guardian. 13 May 2022.
  114. South Ossetia to hold referendum on accession to Russia on July 17 — presidential decree.
  115. Georgian breakaway territory suspends announced referendum on joining Russia – decree. news.yahoo.com.
  116. The Earthtimes. Nicaragua joins Russia in recognizing South Ossetia, Abkhazia, 3 September 2008. Earthtimes.org.
  117. West condemns Russia over Georgia, BBC, 26 August 2008. BBC News. 26 August 2008.
  118. Scheffer 'Rejects' Russia's Move. Civil Georgia. 2008-08-26.
  119. CoE, PACE Chairs Condemn Russia's Move. Civil Georgia. 2008-08-26.
  120. OSCE Chair Condemns Russia's Recognition of Abkhazia, S.Ossetia. Civil Georgia. 2008-08-26.
  121. Reuters,UPDATE 1-EU faces tough test of unity on Russia. Forbes. , Forbes, 31 August 2008.
  122. AP, Russia support for separatists could have ripples , New York Times, 31 August 2008.
  123. The Earthtimes. Nicaragua joins Russia in recognizing South Ossetia, Abkhazia, 3 September 2008. Earthtimes.org.
  124. Venezuela recognises Georgia rebel regions – reports. Reuters. 10 September 2009.
  125. Niko Mchedlishvili. Georgian rebel region to vote on independence. Reuters. 11 September 2006.
  126. S.Ossetia Sets Repeat Independence Referendum. Civil Georgia. 2006-09-11.
  127. 99% of South Ossetian voters approve independence. Regnum. 13 November 2006.
  128. S.Ossetia Says 'International Observers' Arrive to Monitor Polls. Civil Georgia. 2006-11-11.
  129. S. Ossetia: 99% back independence. CNN.com. 13 November 2006.
  130. Two Referendums and Two "Presidents" in South Ossetia. Caucaz.Com. 20 November 2006.
  131. Georgia: Results of S.Ossetia 'alternative' polls announced. UNA Georgia via Reliefweb. 2006-11-16.
  132. Parliament Sets Up S.Ossetia Provisional Administration. Civil Georgia. 2007-05-08.
  133. Georgia's Showcase in South Ossetia. Institute for War and Peace Reporting. 2008-02-02.
  134. Some Details on 'S.Ossetia Administration' Emerge. Civil Georgia. 2007-03-27.
  135. Commission to Work on S.Ossetia Status. Civil Georgia. 2007-07-13.
  136. OSCE: De Gucht Discusses Montenegro Referendum, Frozen Conflicts , GlobalSecurity.org , Radio Free Europe/Radio Liberty , May 2006.
  137. Vladimir Socor, Frozen Conflicts in the Black Sea-South Caucasus Region., IASPS Policy Briefings, 1 March 2004.
  138. Tony Halpin. Kremlin announces that South Ossetia will join 'one united Russian state'. The Times. News Corp. 30 August 2008.
  139. Damien McElroy. South Ossetian police tell Georgians to take a Russian passport, or leave their homes . The Daily Telegraph, 31 August 2008.
  140. Tony Halpin. Kremlin announces that South Ossetia will join 'one united Russian state'. The Times. News Corp. 30 August 2008.
  141. Kokoity Reverses Remarks on S.Ossetia Joining Russia. Civil Georgia. 2008-09-11.
  142. Putin signs treaty integrating South Ossetia into Russia. 18 March 2015.
  143. Putin Endorses Draft Treaty on 'Integration' with Tskhinvali. Civil Georgia. 2015-03-06.
  144. Putin signs treaty integrating South Ossetia into Russia. 18 March 2015.
  145. Moscow, Tskhinvali Sign 'Integration Treaty'. Civil Georgia. 2015-03-18.
  146. Russian treaty with rebel Georgian region alarms West. 18 March 2015.
  147. Breakaway Tskhinvali proposes name change. Agenda.ge. 29 December 2015.
  148. South Ossetia profile – BBC News. Bbc.com. 21 April 2016.
  149. President: South Ossetia plans to hold referendum on becoming part of Russia before August. TASS.
  150. Liz Fuller. South Ossetia Postpones Referendum on Accession To Russian Federation. RadioFreeEurope/RadioLiberty. 30 May 2016.
  151. South Ossetia's Bibilov Wins Election, Puts Moscow in a Bind. RadioFreeEurope/RadioLiberty.
  152. Breakaway Georgian Region Seeks to Be Putin's Next Annexation. Bloomberg. 2022-03-30.
  153. Bill on Occupied Territories Signed into Law. Civil Georgia. 2008-10-31.
  154. Law of Georgia on Occupied Territories. The Legislative Herald of Georgia. 2008-10-30.
  155. Life Through Barbed Wire: The Georgia–South Ossetia Demarcation Line. Hromadske.
  156. 105th IPRM Meeting Held in Ergneti. Civil Georgia. 2022-03-04.
  157. Entry procedures for foreign citizens arriving to the Republic of South Ossetia. Ministry of Foreign Affairs of the Republic of South Ossetia.
  158. Yuschenko, Saakashvili open new building of Georgian Embassy. Interfax Ukraine. 2009-11-19.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28957161 (2026-02-13T13:32:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.