Abkhazia: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28957160; atribusi sumber disertakan. |
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Flag_of_the_Republic_of_Abkhazia.svg|thumb|right|280px|Flag of the Republic of Abkhazia]] | |||
'''Abkhazia''' ([[bahasa Abkhaz]]: Аԥсны Аҳәынҭқарра/''Aphsny Aħwynthqarra'', [[bahasa Georgia]]: აფხაზეთი/''Apkhazeti'', [[bahasa Rusia]]: Республика Абхазия/''Respublika Abkhaziya'') dengan nama resmi '''Republik Abkhazia''', adalah sebuah [[Daftar negara dengan pengakuan terbatas|negara pengakuan terbatas]] yang terletak di bekas wilayah [[Republik Abkhazia|Republik Otonom Abkhazia]], [[Georgia]]. Abkhazia terletak di pantai timur [[Laut Hitam]], berbatasan dengan [[Rusia]] di utara, dan dengan [[Georgia]] di sebelah timur. | '''Abkhazia''' ([[bahasa Abkhaz]]: Аԥсны Аҳәынҭқарра/''Aphsny Aħwynthqarra'', [[bahasa Georgia]]: აფხაზეთი/''Apkhazeti'', [[bahasa Rusia]]: Республика Абхазия/''Respublika Abkhaziya'') dengan nama resmi '''Republik Abkhazia''', adalah sebuah [[Daftar negara dengan pengakuan terbatas|negara pengakuan terbatas]] yang terletak di bekas wilayah [[Republik Abkhazia|Republik Otonom Abkhazia]], [[Georgia]]. Abkhazia terletak di pantai timur [[Laut Hitam]], berbatasan dengan [[Rusia]] di utara, dan dengan [[Georgia]] di sebelah timur. | ||
| Baris 7: | Baris 9: | ||
Meskipun perjanjian [[gencatan senjata]] tahun [[1994]] dan [[negosiasi]] bertahun-tahun, perselisihan tetap belum terselesaikan. Kehadiran jangka panjang [[Misi Pengamat Perserikatan Bangsa-Bangsa di Prevlaka|Misi Pengamat PBB]] dan pasukan penjaga perdamaian [[Persemakmuran Negara-Negara Merdeka]] yang dipimpin [[Rusia]] gagal mencegah meletusnya kekerasan dalam beberapa kesempatan. | Meskipun perjanjian [[gencatan senjata]] tahun [[1994]] dan [[negosiasi]] bertahun-tahun, perselisihan tetap belum terselesaikan. Kehadiran jangka panjang [[Misi Pengamat Perserikatan Bangsa-Bangsa di Prevlaka|Misi Pengamat PBB]] dan pasukan penjaga perdamaian [[Persemakmuran Negara-Negara Merdeka]] yang dipimpin [[Rusia]] gagal mencegah meletusnya kekerasan dalam beberapa kesempatan. | ||
Pada bulan [[Agustus 2008]], pasukan Abkhazia dan [[Rusia]] berperang melawan pasukan Georgia, yang menyebabkan pengakuan resmi Abkhazia oleh Rusia, pembatalan perjanjian gencatan senjata [[1994]] dan penghentian [[Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Timor Timur|misi PBB]]. Pada tanggal [[28 Agustus]] [[2008]], [[Parlemen Georgia]] mendeklarasikan Abkhazia sebagai [[wilayah yang diduduki Rusia]], sebuah posisi yang dicerminkan oleh sebagian besar negara anggota [[Perserikatan Bangsa-Bangsa|PBB]]. | Pada bulan [[Agustus 2008]], pasukan Abkhazia dan [[Rusia]] berperang melawan pasukan Georgia, yang menyebabkan pengakuan resmi Abkhazia oleh Rusia, pembatalan perjanjian gencatan senjata [[1994]] dan penghentian [[Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Timor Timur|misi PBB]]. Pada tanggal [[28 Agustus]] [[2008]], [[Parlemen Georgia]] mendeklarasikan Abkhazia sebagai [[wilayah yang diduduki Rusia]], sebuah posisi yang dicerminkan oleh sebagian besar negara anggota [[Perserikatan Bangsa-Bangsa|PBB]].<ref>[https://www.golos-ameriki.ru/a/georgian-territorial-issue-unga/4036911.html Территориальная целостность Грузии опирается на твердую международную поддержку]. ''golos-ameriki.ru''.</ref> | ||
== Etimologi == | == Etimologi == | ||
[[Bangsa Abkhaz|Orang Abkhazia]] menyebut tanah air mereka ('''', ''''), yang artinya negara jiwa, tetapi [[Terjemahan harfiah|secara harfiah]] berarti "negara [[fana]]". Ini mungkin pertama kali muncul pada [[Abad ke-1 hingga 10|abad ketujuh]] dalam teks [[Armenia]], mungkin mengacu pada Apsilians kuno. Istilah ''Apkhazeti'' pertama kali muncul dalam sejarah [[Georgia]], yang berasal dari [[bahasa Mingrelia]] "''Apkha''" yang berarti punggung atau bahu. | [[Bangsa Abkhaz|Orang Abkhazia]] menyebut tanah air mereka ('''', ''''), yang artinya negara jiwa,<ref>[http://poli.vub.ac.be/publi/ContBorders/eng/ch0103.htm Contested Borders in the Caucasus : Chapter I (3/4)]. ''vub.ac.be''.</ref> tetapi [[Terjemahan harfiah|secara harfiah]] berarti "negara [[fana]]".<ref>Konstantin Ozgan. [http://www.abkhazalliance.com/ozganp.html Contrasts and Solutions in the Caucasus]. Aarhus University Press. 1998. hlm. 184. ISBN 978-87-7288-708-1.</ref> Ini mungkin pertama kali muncul pada [[Abad ke-1 hingga 10|abad ketujuh]] dalam teks [[Armenia]], mungkin mengacu pada Apsilians kuno.<ref>George B. Hewitt. [https://books.google.com/books?id=eshhfkTqkXkC&pg=PA9 Discordant Neighbours: A Reassessment of the Georgian-Abkhazian and Georgian-South Ossetian Conflicts]. BRILL. 2013. hlm. 9. ISBN 978-90-04-24893-9.</ref> Istilah ''Apkhazeti'' pertama kali muncul dalam sejarah [[Georgia]], yang berasal dari [[bahasa Mingrelia]] "''Apkha''" yang berarti punggung atau bahu.<ref>[http://titus.fkidg1.uni-frankfurt.de/texte/etca/cauc/megr/kajaia/kajai.htm TITUS Texts: Megrelian-Georgian Dictionary Kajaia: Frame]. ''titus.fkidg1.uni-frankfurt.de''.</ref><ref>[http://www.nplg.gov.ge/gwdict/index.php?a=term&d=33&t=2954 აფხა (აფხას) – მეგრულ-ქართული ლექსიკონი]. ''www.nplg.gov.ge''.</ref><ref>Harry Kodua. [https://www.megrulad.ge/ მეგრულ ქართული ლექსიკონი]. ''www.megrulad.ge''.</ref> | ||
Itu digunakan untuk menunjukkan wilayah ''Abasgia'' yang tepat dan seluruh wilayah [[Georgia]] barat di dalam [[Kerajaan Georgia]]. Dalam sumber-sumber [[Muslim]] awal, istilah ''Abkhazia'' umumnya digunakan dalam arti Georgia. [[Bangsa Rusia|Orang Rusia]] menyebutnya ('''') diadaptasi dari penyebutan sehari-hari [[orang Georgia]] (''''). | Itu digunakan untuk menunjukkan wilayah ''Abasgia'' yang tepat dan seluruh wilayah [[Georgia]] barat di dalam [[Kerajaan Georgia]]. Dalam sumber-sumber [[Muslim]] awal, istilah ''Abkhazia'' umumnya digunakan dalam arti Georgia.<ref>[https://www.amsi.ge/istoria/div/m.lordkiPaniZe_abkh.html მარიამ ლორთქიფანიძე - აფხაზები და აფხაზეთი]. ''www.amsi.ge''.</ref><ref>For all practical purposes the term Abkhdz or Afkhdz, in early Muslim sources covers Georgia and Georgians . Barthold, Wasil & Minorsky, Vladimir, "Abkhaz", in ''The Encyclopaedia of Islam'', Vol. 1, 1960.</ref> [[Bangsa Rusia|Orang Rusia]] menyebutnya ('''') diadaptasi dari penyebutan sehari-hari [[orang Georgia]] (''''). | ||
Nama Abkhazia di sebagian besar bahasa termasuk [[bahasa Indonesia]] berasal dari [[bahasa Rusia]]. Negara secara resmi ditunjuk sebagai "Republik Abkhazia" atau "Apsny". Ejaan umum dalam [[bahasa Inggris]] sebelum abad ke-20 adalah ''Abhasia''. | Nama Abkhazia di sebagian besar bahasa termasuk [[bahasa Indonesia]] berasal dari [[bahasa Rusia]]. Negara secara resmi ditunjuk sebagai "Republik Abkhazia" atau "Apsny".<ref>[http://abkhazworld.com/aw/reports-and-key-texts/607-constitution-of-the-republic-of-abkhazia-apsny Constitution of the Republic of Abkhazia (Apsny)]. Abkhazworld.com.</ref> Ejaan umum dalam [[bahasa Inggris]] sebelum abad ke-20 adalah ''Abhasia''.<ref>The British and Foreign Review: Or, European Quarterly. 1838, p. 422.;</ref><ref>Edmund Ollier. Cassell's illustrated history of the Russo-Turkish. 1885</ref> | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
=== Sejarah awal === | === Sejarah awal === | ||
Antara [[Abad ke-1 hingga 10|abad ke-9]] dan ke-6 SM, wilayah Abkhazia modern adalah bagian dari [[kerajaan Georgia]] kuno [[Kolkhis]]. Sekitar abad ke-6 SM, [[Bangsa Yunani|orang Yunani]] mendirikan koloni perdagangan di sepanjang pantai [[Laut Hitam]] yang sekarang menjadi Abkhazia, khususnya di Pitiunt dan Dioscurias. | Antara [[Abad ke-1 hingga 10|abad ke-9]] dan ke-6 SM, wilayah Abkhazia modern adalah bagian dari [[kerajaan Georgia]] kuno [[Kolkhis]].<ref>David Braund. ''Georgia in Antiquity: A History of Colchis and Transcaucasian Iberia, 550 BC – AD 562''. Clarendon. 1994. hlm. 359..</ref><ref>Ronald Grigor. ''The Making of the Georgian Nation''. SUNY. hlm. 13..</ref><ref>Stuart J Kaufman. ''Modern Hatreds: The Symbolic Politics of Ethnic War''. hlm. 91..</ref><ref>[http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/europe/3261059.stm BBC News – Regions and territories: Abkhazia]. ''BBC News''. BBC. 22 November 2011.</ref> Sekitar abad ke-6 SM, [[Bangsa Yunani|orang Yunani]] mendirikan koloni perdagangan di sepanjang pantai [[Laut Hitam]] yang sekarang menjadi Abkhazia, khususnya di Pitiunt dan Dioscurias. | ||
Penulis klasik menggambarkan berbagai orang yang tinggal di wilayah tersebut dan banyak sekali bahasa yang mereka gunakan. [[Arrianos|Arrian]], [[Plinius Tua|Pliny]], dan [[Strabo]] telah memberikan laporan tentang masyarakat Abasgoi dan [[Moschiano|Moschoi]] di suatu tempat di Abkhazia modern di pantai timur [[Laut Hitam]]. Wilayah ini kemudian diserap pada 63 SM ke dalam Kerajaan Lazika. | Penulis klasik menggambarkan berbagai orang yang tinggal di wilayah tersebut dan banyak sekali bahasa yang mereka gunakan.<ref>Graham Smith, Edward A. Allworth, Vivien A. Law et al., pages 56–58; ''Abkhaz'' by W. Barthold V. Minorsky in the Encyclopaedia of Islam.</ref> [[Arrianos|Arrian]], [[Plinius Tua|Pliny]], dan [[Strabo]] telah memberikan laporan tentang masyarakat Abasgoi dan [[Moschiano|Moschoi]] di suatu tempat di Abkhazia modern di pantai timur [[Laut Hitam]]. Wilayah ini kemudian diserap pada 63 SM ke dalam Kerajaan Lazika.<ref>David Braund. ''Georgia in Antiquity: A History of Colchis and Transcaucasian Iberia, 550 BC – AD 562''. Oxford University Press. 8 September 1994. hlm. 27..</ref><ref>Timothy E Gregory. ''A History of Byzantium''. 2005. hlm. 78. ISBN 978-0-631-23512-5..</ref> | ||
=== Di dalam Kekaisaran Romawi === | === Di dalam Kekaisaran Romawi === | ||
[[Kekaisaran Romawi]] menaklukkan Lazika pada abad ke-1 Masehi; namun, [[Romawi Kuno|orang-orang Romawi]] hanya memiliki sedikit kendali atas pedalaman Abkhazia. Menurut [[Arrianos|Arrian]], orang-orang Abasgoi dan Apsilae adalah subjek Romawi nominal, dan ada pos Romawi kecil di Dioscurias. Setelah abad ke-4 Lazika mendapatkan kembali kemerdekaannya, tetapi tetap berada dalam lingkup pengaruh [[Kekaisaran Romawi Timur|Kekaisaran Bizantium]]. Anacopia adalah ibu kota kerajaan. | [[Kekaisaran Romawi]] menaklukkan Lazika pada abad ke-1 Masehi; namun, [[Romawi Kuno|orang-orang Romawi]] hanya memiliki sedikit kendali atas pedalaman Abkhazia. Menurut [[Arrianos|Arrian]], orang-orang Abasgoi dan Apsilae adalah subjek Romawi nominal, dan ada pos Romawi kecil di Dioscurias.<ref>Charles King. [https://archive.org/details/blackseahistory00king The Black Sea. A history]. Oxford University Press. 2004. ISBN 978-0-19-924161-3.</ref> Setelah abad ke-4 Lazika mendapatkan kembali kemerdekaannya, tetapi tetap berada dalam lingkup pengaruh [[Kekaisaran Romawi Timur|Kekaisaran Bizantium]]. Anacopia adalah ibu kota kerajaan. | ||
Sekitar pertengahan abad ke-6 M, [[Kekaisaran Romawi Timur|Bizantium]] dan tetangga [[Kekaisaran Sasaniyah|Sasania]] berjuang untuk supremasi atas Abkhazia selama 20 tahun, konflik yang dikenal sebagai Perang Malas. Pada tahun [[550]], selama [[Perang Lazika]], orang Abasgia memberontak melawan [[Kekaisaran Romawi Timur|Kekaisaran Bizantium]] dan meminta bantuan [[Kekaisaran Sasaniyah|Sasania]]. [[Jenderal|Jenderal Bessas]], bagaimanapun, menekan pemberontakan Abasgian. | Sekitar pertengahan abad ke-6 M, [[Kekaisaran Romawi Timur|Bizantium]] dan tetangga [[Kekaisaran Sasaniyah|Sasania]] berjuang untuk supremasi atas Abkhazia selama 20 tahun, konflik yang dikenal sebagai Perang Malas. Pada tahun [[550]], selama [[Perang Lazika]], orang Abasgia memberontak melawan [[Kekaisaran Romawi Timur|Kekaisaran Bizantium]] dan meminta bantuan [[Kekaisaran Sasaniyah|Sasania]]. [[Jenderal|Jenderal Bessas]], bagaimanapun, menekan pemberontakan Abasgian. | ||
Sebuah serangan [[bangsa Arab]] ke Abasgia, dipimpin oleh [[Marwan bin Muhammad|Marwan II]], ditolak oleh Pangeran Leon I bersama-sama dengan sekutu Lazik dan [[Iberia]] pada tahun [[736]]. Leon I kemudian menikahi putri Mirian dan penerusnya, Leon II memanfaatkan persatuan dinasti ini untuk mengakuisisi Lazika pada tahun [[770]]-an. | Sebuah serangan [[bangsa Arab]] ke Abasgia, dipimpin oleh [[Marwan bin Muhammad|Marwan II]], ditolak oleh Pangeran Leon I bersama-sama dengan sekutu Lazik dan [[Iberia]] pada tahun [[736]]. Leon I kemudian menikahi putri Mirian dan penerusnya, Leon II memanfaatkan persatuan dinasti ini untuk mengakuisisi Lazika pada tahun [[770]]-an.<ref>Graham Smith. [https://archive.org/details/nationbuildingin0000unse/page/56 Nation-building in the post-Soviet borderlands]. Cambridge University Press. 1998. hlm. [https://archive.org/details/nationbuildingin0000unse/page/56 56]. ISBN 978-0-521-59968-9.</ref> | ||
Sepertinya dianggap sebagai negara penerus Lazika, pemerintahan baru ini terus disebut sebagai Egrisi dalam beberapa [[Kronik (sejarah)|kronik]] Georgia dan [[Armenia]] [[Seni kontemporer|kontemporer]] (misalnya ''The Vitae of the Georgian Kings'' oleh Leonti Mroveli dan ''The History of Armenia'' oleh Hovannes Draskhanakertsi). | Sepertinya dianggap sebagai negara penerus Lazika, pemerintahan baru ini terus disebut sebagai Egrisi dalam beberapa [[Kronik (sejarah)|kronik]] Georgia dan [[Armenia]] [[Seni kontemporer|kontemporer]] (misalnya ''The Vitae of the Georgian Kings'' oleh Leonti Mroveli dan ''The History of Armenia'' oleh Hovannes Draskhanakertsi). | ||
=== Dalam lingkup Georgia === | === Dalam lingkup Georgia === | ||
Pertahanan yang berhasil melawan [[Bangsa Arab|Kekhalifahan Arab]], dan perolehan teritorial baru di timur, memberi pangeran Abasgian kekuatan yang cukup untuk mengklaim lebih banyak otonomi dari [[Kekaisaran Romawi Timur|Kekaisaran Bizantium]]. Menjelang sekitar tahun [[778]], Pangeran Leon II, dengan bantuan [[bangsa Khazar]] mendeklarasikan kemerdekaan dari Kekaisaran Bizantium dan memindahkan kediamannya ke [[Kutaisi]]. Selama periode ini [[bahasa Georgia]] menggantikan [[bahasa Yunani]] sebagai bahasa literasi dan budaya.<ref>Alexei Zverev, ''Ethnic Conflicts in the Caucasus''; Graham Smith, Edward A Allworth, Vivien A Law et al., pages 56–58; ''Abkhaz'' by W. Barthold [V. Minorsky] in the Encyclopaedia of Islam; ''The Georgian-Abkhaz State'' (summary), by George Anchabadze, in: Paul Garb, Arda Inal-Ipa, Paata Zakareishvili, editors, Aspects of the Georgian-Abkhaz Conflict: Cultural Continuity in the Context of Statebuilding, Volume 5, 26–28 August 2000.</ref> | |||
Pertahanan yang berhasil melawan [[Bangsa Arab|Kekhalifahan Arab]], dan perolehan teritorial baru di timur, memberi pangeran Abasgian kekuatan yang cukup untuk mengklaim lebih banyak otonomi dari [[Kekaisaran Romawi Timur|Kekaisaran Bizantium]]. Menjelang sekitar tahun [[778]], Pangeran Leon II, dengan bantuan [[bangsa Khazar]] mendeklarasikan kemerdekaan dari Kekaisaran Bizantium dan memindahkan kediamannya ke [[Kutaisi]]. Selama periode ini [[bahasa Georgia]] menggantikan [[bahasa Yunani]] sebagai bahasa literasi dan budaya. | |||
[[Kerajaan Georgia]] barat dari Abkhazia berkembang antara [[850]] dan [[950]], yang berakhir dengan penyatuan Abkhazia dan [[negara bagian]] [[Georgia]] timur di bawah satu [[monarki]] Georgia yang diperintah oleh Raja Bagrat III pada akhir abad ke-10 dan awal abad ke-11. | [[Kerajaan Georgia]] barat dari Abkhazia berkembang antara [[850]] dan [[950]], yang berakhir dengan penyatuan Abkhazia dan [[negara bagian]] [[Georgia]] timur di bawah satu [[monarki]] Georgia yang diperintah oleh Raja Bagrat III pada akhir abad ke-10 dan awal abad ke-11. | ||
| Baris 42: | Baris 42: | ||
=== Pendudukan Ottoman === | === Pendudukan Ottoman === | ||
Pada abad ke-16, setelah pecahnya [[Kerajaan Georgia]] menjadi kerajaan dan kerajaan kecil, Kerajaan Abkhazia (secara nominal merupakan pengikut [[Kerajaan Imereti]]) muncul, diperintah oleh dinasti Shervashidze. Sejak tahun 1570-an, ketika angkatan laut [[Kesultanan Utsmaniyah|Ottoman]] menduduki [[Sukhum|benteng Sukhum]], Abkhazia berada di bawah pengaruh [[Kesultanan Utsmaniyah|Kekaisaran Ottoman]] dan [[Islam]]. Di bawah pemerintahan Ottoman, mayoritas elite Abkhaz masuk Islam. Kerajaan mempertahankan tingkat otonomi. Abkhazia mencari perlindungan dari [[Kekaisaran Rusia]] pada tahun [[1801]], tetapi dinyatakan sebagai kerajaan otonom oleh [[Rusia]] pada tahun [[1810]]. Rusia kemudian mencaplok Abkhazia pada tahun [[1864]], dan perlawanan Abkhazia digagalkan ketika Rusia [[Deportasi|mendeportasi]] Muslim Abkhazia ke wilayah Ottoman (sekarang menjadi bagian negara [[Turki]]). | Pada abad ke-16, setelah pecahnya [[Kerajaan Georgia]] menjadi kerajaan dan kerajaan kecil, Kerajaan Abkhazia (secara nominal merupakan pengikut [[Kerajaan Imereti]]) muncul, diperintah oleh dinasti Shervashidze.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Abkhazia&oldid=28957160 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sejak tahun 1570-an, ketika angkatan laut [[Kesultanan Utsmaniyah|Ottoman]] menduduki [[Sukhum|benteng Sukhum]], Abkhazia berada di bawah pengaruh [[Kesultanan Utsmaniyah|Kekaisaran Ottoman]] dan [[Islam]]. Di bawah pemerintahan Ottoman, mayoritas elite Abkhaz masuk Islam. Kerajaan mempertahankan tingkat otonomi. Abkhazia mencari perlindungan dari [[Kekaisaran Rusia]] pada tahun [[1801]], tetapi dinyatakan sebagai kerajaan otonom oleh [[Rusia]] pada tahun [[1810]].<ref>T. Beradze. [http://www.kas.de/wf/doc/kas_18802-544-2-30.pdf A Historical-Geographical Review of Modern Abkhazia in:Causes of War-Prospects for Peace. Proceedings of the Holy Synod of the Georgian Orthodox Church and the Konrad-Adenauer-Stiftung scientific conference on the theme: Causes of War – Prospects for Peace (2008), 2–3 December: CGS ltd]. ''www.kas.de''. 2009. hlm. 10–12.</ref><ref>A. Mikaberidze. [http://rustaveli.tripod.com/history.html HIstory]. ''Georgia: Past, Present and Future''. 2007.</ref> Rusia kemudian mencaplok Abkhazia pada tahun [[1864]], dan perlawanan Abkhazia digagalkan ketika Rusia [[Deportasi|mendeportasi]] Muslim Abkhazia ke wilayah Ottoman (sekarang menjadi bagian negara [[Turki]]).<ref>[http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/europe/3261059.stm BBC News – Regions and territories: Abkhazia]. ''BBC News''. BBC. 22 November 2011.</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Abkhazia&oldid=28957160 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>T. Beradze. [http://www.kas.de/wf/doc/kas_18802-544-2-30.pdf A Historical-Geographical Review of Modern Abkhazia in:Causes of War-Prospects for Peace. Proceedings of the Holy Synod of the Georgian Orthodox Church and the Konrad-Adenauer-Stiftung scientific conference on the theme: Causes of War – Prospects for Peace (2008), 2–3 December: CGS ltd]. ''www.kas.de''. 2009. hlm. 10–12.</ref> | ||
===Di dalam Kekaisaran Rusia=== | ===Di dalam Kekaisaran Rusia=== | ||
Pada awal abad ke-19, ketika [[Rusia]] dan [[Kesultanan Utsmaniyah|Ottoman]] berlomba-lomba untuk menguasai wilayah tersebut, para penguasa Abkhazia bergeser bolak-balik melintasi perpecahan agama.<ref>George Hewitt. [https://archive.org/details/abkhazianshandbo00geor The Abkhazians. A Handbook]. St. Martin's Press. 1998. hlm. [https://archive.org/details/abkhazianshandbo00geor/page/67 67]–77. ISBN 9780312219758.</ref> Upaya pertama untuk menjalin hubungan dengan Rusia dilakukan oleh Kelesh-Bey pada tahun [[1803]], tak lama setelah penggabungan [[Georgia]] timur ke dalam kerajaan Tsar yang berkembang ([[1801]]). Namun, orientasi pro-Ottoman berlaku untuk waktu yang singkat setelah pembunuhannya oleh putranya Aslan-Bey pada [[2 Mei]] [[1808]].<ref>Mikaberidze, Alexander, "Historical Dictionary of Georgia", Rowman & Littlefield, 2015, p.84</ref> | |||
[[Perang Rusia-Turki]] berikutnya sangat meningkatkan posisi Rusia, yang mengarah ke perpecahan lebih lanjut di elite [[Bangsa Abkhaz|Abkhaz]], terutama di sepanjang divisi agama. Selama [[Perang Krimea|Perang Krimea (1853–1856)]], pasukan Rusia harus mengevakuasi Abkhazia dan [[Michael Andreas Barclay de Tolly|Pangeran Michael]] (1822–1864) tampaknya beralih ke Ottoman.<ref>George Hewitt. [https://archive.org/details/abkhazianshandbo00geor The Abkhazians. A Handbook]. St. Martin's Press. 1998. hlm. [https://archive.org/details/abkhazianshandbo00geor/page/81 81]. ISBN 9780312219758.</ref> | |||
Belakangan | Belakangan, kehadiran Rusia diperkuat dan dataran tinggi [[Kaukasus|Kaukasia Barat]] akhirnya ditaklukkan oleh Rusia pada tahun [[1864]]. Otonomi Abkhazia, yang berfungsi sebagai zona penyangga pro-Rusia di wilayah yang bermasalah ini, tidak lagi diperlukan oleh pemerintah Tsar dan kekuasaan Shervashidze berakhir; pada [[November]] [[1864]], Pangeran Michael terpaksa melepaskan haknya dan bermukim kembali di [[Voronezh]].<ref>George Hewitt. [https://archive.org/details/abkhazianshandbo00geor The Abkhazians. A Handbook]. St. Martin's Press. 1998. hlm. [https://archive.org/details/abkhazianshandbo00geor/page/81 81]–82. ISBN 9780312219758.</ref> | ||
Belakangan ini juga pada tahun yang sama, Abkhazia dimasukkan ke dalam [[Kekaisaran Rusia]] sebagai provinsi militer khusus<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Abkhazia&oldid=28957160 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sukhum-Kale yang pada tahun [[1883]] diubah menjadi ''[[okrug]]'' sebagai bagian dari [[Kegubernuran Kutais]]. Sejumlah besar Muslim Abkhazia, dikatakan telah membentuk sebanyak 40% dari populasi Abkhazia, beremigrasi ke [[Kesultanan Utsmaniyah|Kekaisaran Ottoman]] antara tahun [[1864]] dan [[1878]], bersama dengan populasi Muslim Kaukasus lainnya, sebuah proses yang dikenal sebagai ''[[Kaum Muhajirin|Muhajirin]]''. | |||
Sebagian besar wilayah tersebut tidak berpenghuni dan banyak [[Bangsa Armenia|orang Armenia]], [[Orang Georgia|Georgia]], [[Bangsa Rusia|Rusia]], dan lainnya kemudian bermigrasi ke Abkhazia, memukimkan kembali sebagian besar wilayah yang dikosongkan. Beberapa [[sejarawan]] Georgia menyatakan bahwa suku-suku Georgia (Svans dan Mingrelians) telah menghuni Abkhazia sejak zaman [[Kolkhis|kerajaan Kolkhis]]. | Sebagian besar wilayah tersebut tidak berpenghuni dan banyak [[Bangsa Armenia|orang Armenia]], [[Orang Georgia|Georgia]], [[Bangsa Rusia|Rusia]], dan lainnya kemudian bermigrasi ke Abkhazia, memukimkan kembali sebagian besar wilayah yang dikosongkan.<ref>M. Th. Houtsma. [https://books.google.com/books?id=GEl6N2tQeawC&q=Abkhazia+history+19th+century&pg=PA70 E.J. Brill's first encyclopaedia of Islam 1913–1936]. BRILL. 1993. hlm. 71. ISBN 978-90-04-09796-4.</ref> Beberapa [[sejarawan]] Georgia menyatakan bahwa suku-suku Georgia (Svans dan Mingrelians) telah menghuni Abkhazia sejak zaman [[Kolkhis|kerajaan Kolkhis]].<ref>Lortkipanidze M., ''The Abkhazians and Abkhazia'', Tbilisi 1990.</ref> | ||
Dengan keputusan resmi dari otoritas Rusia, penduduk Abkhazia dan Samurzakano harus belajar dan berdoa dalam [[bahasa Rusia]]. Setelah deportasi massal tahun [[1878]], [[Bangsa Abkhaz|orang Abkhaz]] menjadi minoritas, secara resmi dicap sebagai orang yang bersalah, dan tidak memiliki pemimpin yang mampu melakukan perlawanan serius terhadap [[rusifikasi]]. | Dengan keputusan resmi dari otoritas Rusia, penduduk Abkhazia dan Samurzakano harus belajar dan berdoa dalam [[bahasa Rusia]]. Setelah deportasi massal tahun [[1878]], [[Bangsa Abkhaz|orang Abkhaz]] menjadi minoritas, secara resmi dicap sebagai orang yang bersalah, dan tidak memiliki pemimpin yang mampu melakukan perlawanan serius terhadap [[rusifikasi]].<ref>[http://eng.expertclub.ge/portal/cnid__5160/alias__Expertclub/lang__en/tabid__2546/default.aspx Some of the issues of Russian imperial language policy in Abkhazia and its results (part II)]. Experts' Club. 28 July 2010.</ref> | ||
Pendaki gunung [[Inggris]] Douglas Freshfield (yang memimpin ekspedisi ke [[Kaukasus]] dan yang pertama mendaki [[Gunung Kazbek|Kazbek]]) menggambarkan wilayah Abkhazia yang [[gundul]] dalam bab ''The Solitude of Abkhazia'' di buku ''The Exploration of the Caucasus'' yang diterbitkan pada tahun [[1892]]. | Pendaki gunung [[Inggris]] Douglas Freshfield (yang memimpin ekspedisi ke [[Kaukasus]] dan yang pertama mendaki [[Gunung Kazbek|Kazbek]]) menggambarkan wilayah Abkhazia yang [[gundul]] dalam bab ''The Solitude of Abkhazia'' di buku ''The Exploration of the Caucasus'' yang diterbitkan pada tahun [[1892]]. | ||
===Di dalam Uni Soviet=== | ===Di dalam Uni Soviet=== | ||
[[Revolusi Oktober|Revolusi Rusia tahun 1917]] menyebabkan terciptanya Georgia yang merdeka pada tahun [[1918]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Abkhazia&oldid=28957160 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Abkhazia tetap menjadi bagian dari Georgia setelah [[pemberontakan petani]] yang didukung oleh [[Bolshevik]] dan ekspedisi Turki dikalahkan pada tahun [[1918]] dan [[Parlemen Georgia|konstitusi Georgia]] tahun 1921 memberikan otonomi kepada Abkhazia. Pada tahun [[1921]], [[Tentara Merah]] [[Bolshevik]] menginvasi Georgia dan mengakhiri kemerdekaannya yang berumur pendek. Abkhazia dijadikan [[Republik Sosialis Soviet Abkhazia|RSS Abkhazia]] dengan status ambigu dari republik perjanjian yang terkait dengan [[Republik Sosialis Soviet Georgia|RSS Georgia]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Abkhazia&oldid=28957160 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[http://abkhazia.narod.ru/constitution1.htm sumber]. 1 April 1925.</ref><ref>A. Ju. Neproshin. [http://www.abkhaziya.org/server-articles/article-c165f1f9be6ab370d75a0b3d2af71a59.html sumber]. MGIMO. 16–17 May 2006..</ref> Pada tahun [[1931]], [[Josef Stalin]] menjadikannya sebuah republik otonom ([[Republik Sosialis Soviet Otonom Abkhaz|RSS Otonom Abkhaz]]) di dalam [[Republik Sosialis Soviet Georgia|RSS Georgia]]. Terlepas dari otonomi nominalnya, ia tunduk pada pemerintahan langsung yang kuat dari otoritas Soviet pusat. Di bawah pemerintahan [[Josef Stalin|Stalin]] dan [[Lavrenti Beria|Beria]], sekolah di Abkhazia ditutup, dan mengharuskan anak-anak Abkhazia untuk belajar dalam [[bahasa Georgia]].<ref>''Eastern Europe and the Commonwealth of Independent States''. Europa Publications Limited. 1999. hlm. 363. ISBN 978-1-85743-058-5.</ref><ref>George Hewitt. [https://archive.org/details/abkhazianshandbo00geor/page/96 The Abkhazians: a handbook]. Palgrave Macmillan. 1999. hlm. [https://archive.org/details/abkhazianshandbo00geor/page/96 96]. ISBN 978-0-312-21975-8.</ref> Penerbitan materi dalam [[bahasa Abkhaz]] menyusut dan akhirnya dihentikan sama sekali; sekolah-sekolah Abkhazia ditutup pada tahun [[1945]]/[[1946|46]].<ref>George Hewitt. ''Abkhaz – A Comprehensive Self-Tutor''. hlm. 17..</ref> Dalam [[Terorisme|teror]] tahun [[1937]]–[[1938]], elite penguasa disingkirkan dari Abkhazia dan pada tahun [[1952]] lebih dari 80% dari 228 pejabat tinggi partai dan pemerintah serta manajer perusahaan adalah [[Orang Georgia|etnis Georgia]]; akan tetapi masih ada 34 orang [[Bangsa Abkhaz|etnis Abkhaz]], 7 orang [[Bangsa Rusia|etnis Rusia]], dan 3 orang [[Bangsa Armenia|etnis Armenia]] di posisi ini.<ref>Gélson Fernandes. [https://kwin.in.net/ kwin]. ''kwin.in.net''. 2023-04-05.</ref><ref>Abkhaz World. [https://abkhazworld.com/aw/history/https%3A%2F%2Fabkhazworld.com%2Faw%2Fhistory%2F499-stalin-beria-terror-in-abkhazia-1936-53-by-stephen-shenfield The Stalin-Beria Terror in Abkhazia, 1936-1953, by Stephen Shenfield]. ''Abkhaz World''. 2010-06-30.</ref> Pemimpin [[Partai Komunis Georgia (Uni Soviet)|Partai Komunis Georgia]] Candide Charkviani mendukung Georgianisasi wilayah Abkhazia.<ref>Bernard A. Cook. [https://books.google.com/books?id=P7-2AgAAQBAJ&pg=PT46 Europe Since 1945: An Encyclopedia]. Routledge. 2014-01-27. ISBN 978-1-135-17932-8.</ref> | |||
Kebijakan represi dilonggarkan setelah [[Josef Stalin|kematian Stalin]]<ref>[http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/europe/3261059.stm BBC News – Regions and territories: Abkhazia]. ''BBC News''. BBC. 22 November 2011.</ref> dan [[Hukuman mati|eksekusi]] [[Lavrenti Beria|Beria]], [[bahasa Abkhaz]] diberi peran yang lebih besar dalam pemerintahan republik.<ref>[http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/europe/3261059.stm BBC News – Regions and territories: Abkhazia]. ''BBC News''. BBC. 22 November 2011.</ref> Seperti di sebagian besar republik otonom yang lebih kecil, pemerintah [[Uni Soviet|Soviet]] mendorong pengembangan budaya dan khususnya sastra.<ref>Arsène Saparov. ''From Conflict to Autonomy in the Caucasus: The Soviet Union and the Making of Abkhazia, South Ossetia and Nagorno Karabakh''. Routledge. 2014. hlm. 150. ISBN 9781317637844.</ref> [[Republik Sosialis Soviet Otonom Abkhaz|RSS Otonom Abkhaz]] adalah satu-satunya republik otonom di Uni Soviet di mana bahasa [[Tituler|negara tituler]], dalam hal ini [[bahasa Abkhaz]] dikukuhkan dalam konstitusinya sebagai salah satu bahasa resminya.<ref>[http://geocities.com/abkhazia_dream/public/19.htm sumber]. geocities.com. February 1997.</ref> | |||
===Pasca kekuasaan Georgia === | ===Pasca kekuasaan Georgia === | ||
Ketika [[Uni Soviet]] mulai hancur pada akhir [[1980]]-an, ketegangan etnis tumbuh antara [[Bangsa Abkhaz|Abkhaz]] dan [[Orang Georgia|Georgia]] atas gerakan Georgia menuju kemerdekaan. Banyak orang Abkhaz menentang hal ini, khawatir bahwa [[Georgia]] yang merdeka akan menyebabkan penghapusan otonomi mereka, dan sebaliknya berpendapat untuk pembentukan Abkhazia sebagai [[Republik Soviet (sistem pemerintahan)|republik Soviet]] yang terpisah dengan haknya sendiri. Dengan dimulainya ''[[perestroika]]'', agenda nasionalis Abkhaz menjadi lebih [[Radikal bebas|radikal]] dan eksklusif. | Ketika [[Uni Soviet]] mulai hancur pada akhir [[1980]]-an, ketegangan etnis tumbuh antara [[Bangsa Abkhaz|Abkhaz]] dan [[Orang Georgia|Georgia]] atas gerakan Georgia menuju kemerdekaan. Banyak orang Abkhaz menentang hal ini, khawatir bahwa [[Georgia]] yang merdeka akan menyebabkan penghapusan otonomi mereka, dan sebaliknya berpendapat untuk pembentukan Abkhazia sebagai [[Republik Soviet (sistem pemerintahan)|republik Soviet]] yang terpisah dengan haknya sendiri. Dengan dimulainya ''[[perestroika]]'', agenda nasionalis Abkhaz menjadi lebih [[Radikal bebas|radikal]] dan eksklusif.<ref>Francis Céline. ''Conflict Resolution and Status : the Case of Georgia and Abkhazia (1989–2008)''. ASP. 2011. ISBN 9789054878995.</ref> | ||
Pada tahun [[1988]] mereka mulai meminta pemulihan status mantan [[Republik Sosialis Soviet Abkhazia|RSS Abkhazia]], karena penyerahan Abkhazia ke republik persatuan lain tidak dianggap memberikan jaminan yang cukup untuk perkembangan mereka. Mereka membenarkan permintaan mereka dengan mengacu pada tradisi ''[[Leninisme]]'' tentang hak bangsa-bangsa untuk menentukan nasib sendiri, yang, menurut mereka, dilanggar ketika kedaulatan Abkhazia dibatasi pada tahun [[1931]]. Pada bulan [[Juni]] [[1988]], sebuah ''[[manifesto]]'' yang membela [[kekhanan]] Abkhazia (dikenal sebagai Surat Abkhazia) dikirim kepada pemimpin [[Uni Soviet|Soviet]] [[Mikhail Gorbachev]]. | Pada tahun [[1988]] mereka mulai meminta pemulihan status mantan [[Republik Sosialis Soviet Abkhazia|RSS Abkhazia]], karena penyerahan Abkhazia ke republik persatuan lain tidak dianggap memberikan jaminan yang cukup untuk perkembangan mereka.<ref>Francis Céline. ''Conflict Resolution and Status : the Case of Georgia and Abkhazia (1989–2008)''. ASP. 2011. ISBN 9789054878995.</ref> Mereka membenarkan permintaan mereka dengan mengacu pada tradisi ''[[Leninisme]]'' tentang hak bangsa-bangsa untuk menentukan nasib sendiri, yang, menurut mereka, dilanggar ketika kedaulatan Abkhazia dibatasi pada tahun [[1931]]. Pada bulan [[Juni]] [[1988]], sebuah ''[[manifesto]]'' yang membela [[kekhanan]] Abkhazia (dikenal sebagai Surat Abkhazia) dikirim kepada pemimpin [[Uni Soviet|Soviet]] [[Mikhail Gorbachev]]. | ||
Perselisihan Georgia–Abkhaz berubah menjadi kekerasan pada [[16 Juli]] [[1989]] di [[Sukhum]]. Banyak [[orang Georgia]] terbunuh atau terluka ketika mereka mencoba mendaftar di universitas Georgia alih-alih universitas Abkhaz. Setelah beberapa hari kekerasan, pasukan Soviet memulihkan ketertiban di kota. | Perselisihan Georgia–Abkhaz berubah menjadi kekerasan pada [[16 Juli]] [[1989]] di [[Sukhum]]. Banyak [[orang Georgia]] terbunuh atau terluka ketika mereka mencoba mendaftar di universitas Georgia alih-alih universitas Abkhaz. Setelah beberapa hari kekerasan, pasukan Soviet memulihkan ketertiban di kota. | ||
Pada bulan [[Maret]] [[1990]], [[Georgia]] mendeklarasikan kedaulatan, secara sepihak membatalkan perjanjian yang dibuat oleh [[Pemerintah Uni Soviet|pemerintah Soviet]] sejak [[1921]] dan dengan demikian semakin mendekati kemerdekaan. Republik Georgia [[Boikot|memboikot]] referendum seluruh serikat pada [[17 Maret]] [[1991]] tentang pembaruan [[Uni Soviet]] yang diadakan oleh [[Mikhail Gorbachev|Gorbachev]]; tetapi, 52,3% dari populasi Abkhazia (hampir semua etnis non-Georgia) mengambil bagian dalam referendum dan dipilih oleh mayoritas (98,6%) untuk mempertahankan persatuan. | Pada bulan [[Maret]] [[1990]], [[Georgia]] mendeklarasikan kedaulatan, secara sepihak membatalkan perjanjian yang dibuat oleh [[Pemerintah Uni Soviet|pemerintah Soviet]] sejak [[1921]] dan dengan demikian semakin mendekati kemerdekaan. Republik Georgia [[Boikot|memboikot]] referendum seluruh serikat pada [[17 Maret]] [[1991]] tentang pembaruan [[Uni Soviet]] yang diadakan oleh [[Mikhail Gorbachev|Gorbachev]]; tetapi, 52,3% dari populasi Abkhazia (hampir semua etnis non-Georgia) mengambil bagian dalam referendum dan dipilih oleh mayoritas (98,6%) untuk mempertahankan persatuan.<ref>[http://www.c-r.org/our-work/accord/georgia-abkhazia/chronology.php Georgia-Abkhazia: Chronology]. ''www.c-r.org''.</ref><ref>[http://www.pnp.ru/archive/18870125.html Парламентская газета :: Архив :: Грузия строит демократию на беззаконии]. ''www.pnp.ru''.</ref> | ||
Sebagian besar etnis non-Georgia di Abkhazia kemudian [[Boikot|memboikot]] referendum [[31 Maret]] tentang kemerdekaan Georgia, yang didukung oleh sebagian besar penduduk Georgia. Dalam beberapa minggu, Georgia mendeklarasikan kemerdekaan pada [[9 April]] [[1991]], di bawah mantan pembangkang Soviet [[Zviad Gamsakhurdia]]. Di bawah Gamsakhurdia, situasi relatif tenang di Abkhazia dan kesepakatan pembagian kekuasaan segera dicapai antara [[faksi]] Abkhazia dan Georgia, memberikan Abkhaz suatu perwakilan berlebihan tertentu di [[Lembaga legislatif|legislatif]] lokal. | Sebagian besar etnis non-Georgia di Abkhazia kemudian [[Boikot|memboikot]] referendum [[31 Maret]] tentang kemerdekaan Georgia, yang didukung oleh sebagian besar penduduk Georgia. Dalam beberapa minggu, Georgia mendeklarasikan kemerdekaan pada [[9 April]] [[1991]], di bawah mantan pembangkang Soviet [[Zviad Gamsakhurdia]]. Di bawah Gamsakhurdia, situasi relatif tenang di Abkhazia dan kesepakatan pembagian kekuasaan segera dicapai antara [[faksi]] Abkhazia dan Georgia, memberikan Abkhaz suatu perwakilan berlebihan tertentu di [[Lembaga legislatif|legislatif]] lokal.<ref>[https://pesd.princeton.edu/?q=node/274 Georgia: Abkhazia and South Ossetia]. ''www.pesd.princeton.edu''. Encyclopedia Princetoniensis.</ref><ref>Coppieters, Bruno ''et al.''(2005), ''Statehood and security: Georgia after the Rose Revolution'', p. 384. American Academy of Arts and Sciences,</ref> | ||
Aturan Gamsakhurdia segera ditentang oleh kelompok [[Senjata|oposisi bersenjata]], di bawah komando Tengiz Kitovani, yang memaksanya meninggalkan negara itu dalam kudeta militer pada [[Januari]] [[1992]]. Mantan [[menteri luar negeri]] Soviet dan arsitek disintegrasi [[Uni Soviet]] [[Eduard Shevardnadze]] menjadi [[Kepala negara|kepala negara-negara]], mewarisi pemerintahan yang didominasi oleh garis keras nasionalis Georgia. | Aturan Gamsakhurdia segera ditentang oleh kelompok [[Senjata|oposisi bersenjata]], di bawah komando Tengiz Kitovani, yang memaksanya meninggalkan negara itu dalam kudeta militer pada [[Januari]] [[1992]]. Mantan [[menteri luar negeri]] Soviet dan arsitek disintegrasi [[Uni Soviet]] [[Eduard Shevardnadze]] menjadi [[Kepala negara|kepala negara-negara]], mewarisi pemerintahan yang didominasi oleh garis keras nasionalis Georgia. | ||
Pada tanggal [[21 Februari]] [[1992]], dewan militer yang berkuasa di Georgia mengumumkan bahwa mereka menghapus [[konstitusi]] era Soviet dan memulihkan [[Parlemen Georgia|Konstitusi Republik Demokratik Georgia]] tahun [[1921]]. Banyak warga Abkhaz menafsirkan ini sebagai penghapusan status otonomi mereka, meskipun [[1921|konstitusi 1921]] memuat ketentuan tentang [[Daerah otonom|otonomi daerah]]. | Pada tanggal [[21 Februari]] [[1992]], dewan militer yang berkuasa di Georgia mengumumkan bahwa mereka menghapus [[konstitusi]] era Soviet dan memulihkan [[Parlemen Georgia|Konstitusi Republik Demokratik Georgia]] tahun [[1921]]. Banyak warga Abkhaz menafsirkan ini sebagai penghapusan status otonomi mereka, meskipun [[1921|konstitusi 1921]] memuat ketentuan tentang [[Daerah otonom|otonomi daerah]].<ref>[http://www.rrc.ge/law/konstG_1921_02_21_e.htm?lawid=108&lng_3=en 1921 Constitution of the Democratic Republic of Georgia] : Chapter XI, Articles 107–108 (adopted by the Constituent Assembly of Georgia 21 February 1921): "Abkhasie (district of Soukhoum), ..., which are integral parts of the Georgian Republic, enjoy autonomy in the administration of their affairs. The statute concerning the autonomy of [these] districts ... will be the object of special legislation". Regional Research Centre. Retrieved on 25 November 2008.</ref> | ||
Pada tanggal [[23 Juli]] [[1992]], [[faksi]] Abkhaz di [[Mahkamah Agung|Dewan Tertinggi]] republik itu mendeklarasikan kemerdekaan efektif dari Georgia, meskipun sesi itu diboikot oleh deputi [[Orang Georgia|etnis Georgia]] dan gerakan itu tidak diakui oleh [[Negara berdaulat|negara lain]] mana pun. Kepemimpinan Abkhaz meluncurkan [[Kampanye politik|kampanye]] pengusiran pejabat Georgia dari kantor mereka, sebuah proses yang disertai dengan kekerasan. | Pada tanggal [[23 Juli]] [[1992]], [[faksi]] Abkhaz di [[Mahkamah Agung|Dewan Tertinggi]] republik itu mendeklarasikan kemerdekaan efektif dari Georgia, meskipun sesi itu diboikot oleh deputi [[Orang Georgia|etnis Georgia]] dan gerakan itu tidak diakui oleh [[Negara berdaulat|negara lain]] mana pun. Kepemimpinan Abkhaz meluncurkan [[Kampanye politik|kampanye]] pengusiran pejabat Georgia dari kantor mereka, sebuah proses yang disertai dengan kekerasan. | ||
Sementara itu, pemimpin Abkhaz [[Vladislav Ardzinba]] mengintensifkan hubungannya dengan politikus garis keras [[Rusia]] dan elite militer dan menyatakan dia siap berperang dengan Georgia. | Sementara itu, pemimpin Abkhaz [[Vladislav Ardzinba]] mengintensifkan hubungannya dengan politikus garis keras [[Rusia]] dan elite militer dan menyatakan dia siap berperang dengan Georgia.<ref>Svante E. Cornell (2001), Small Nations and Great Powers: A Study of Ethnopolitical Conflict in the Caucasus, pp. 345–9. Routledge, .</ref> | ||
=== Perang di Abkhazia === | === Perang di Abkhazia === | ||
Pada [[Agustus]] [[1992]], pemerintah Georgia menuduh para pendukung Gamsakhurdia menculik [[Kementerian Dalam Negeri|Menteri Dalam Negeri Georgia]] dan menahannya di Abkhazia. Pemerintah Georgia mengirim 3.000 tentara ke wilayah tersebut, seolah-olah untuk memulihkan ketertiban. | Pada [[Agustus]] [[1992]], pemerintah Georgia menuduh para pendukung Gamsakhurdia menculik [[Kementerian Dalam Negeri|Menteri Dalam Negeri Georgia]] dan menahannya di Abkhazia. Pemerintah Georgia mengirim 3.000 tentara ke wilayah tersebut, seolah-olah untuk memulihkan ketertiban. | ||
Abkhaz relatif tidak bersenjata pada saat itu dan pasukan Georgia mampu berbaris ke [[Sukhum]] dengan perlawanan yang relatif kecil dan kemudian terlibat dalam penjarahan, penjarahan, penyerangan, dan pembunuhan berbasis etnis. Unit-unit Abkhaz terpaksa mundur ke [[Gudauta]] dan [[Tkvarcheli]]. | Abkhaz relatif tidak bersenjata pada saat itu dan pasukan Georgia mampu berbaris ke [[Sukhum]] dengan perlawanan yang relatif kecil<ref>Ons Ruins of Empire: Ethnicity and Nationalism in the Former Soviet Union, pg 72, by Georgiy I. Mirsky, published by Greenwood Publishing Group, sponsored by the London School of Economics</ref> dan kemudian terlibat dalam penjarahan, penjarahan, penyerangan, dan pembunuhan berbasis etnis.<ref>[https://www.hrw.org/reports/pdfs/g/georgia/georgia953.pdf Full Report by Human Rights Watch. Human Rights Watch. Georgia/Abkhazia. Violations of the laws of war and Russia's role in the conflict] Helsinki, March 1995. p. 22</ref> Unit-unit Abkhaz terpaksa mundur ke [[Gudauta]] dan [[Tkvarcheli]]. | ||
Kekalahan militer Abkhaz ditanggapi dengan sikap bermusuhan oleh [[Kaukasus|Konfederasi Penduduk Pegunungan Kaukasus]], kelompok payung yang menyatukan sejumlah gerakan di [[Kaukasus Utara]], termasuk elemen [[Sirkasia]], Abazin, [[Chechnya]], [[Bangsa Kazaki|Cossack]], [[Ossetia Selatan|Ossetia]] dan ratusan paramiliter sukarelawan dan tentara bayaran dari [[Rusia]], termasuk yang saat itu kurang dikenal [[Shamil Basayev]], kemudian menjadi pemimpin separatis [[Chechnya]] anti-[[Moskow]]. | Kekalahan militer Abkhaz ditanggapi dengan sikap bermusuhan oleh [[Kaukasus|Konfederasi Penduduk Pegunungan Kaukasus]], kelompok payung yang menyatukan sejumlah gerakan di [[Kaukasus Utara]], termasuk elemen [[Sirkasia]], Abazin, [[Chechnya]], [[Bangsa Kazaki|Cossack]], [[Ossetia Selatan|Ossetia]] dan ratusan paramiliter sukarelawan dan tentara bayaran dari [[Rusia]], termasuk yang saat itu kurang dikenal [[Shamil Basayev]], kemudian menjadi pemimpin separatis [[Chechnya]] anti-[[Moskow]]. | ||
Mereka memihak separatis Abkhaz untuk melawan pemerintah Georgia. Dalam kasus Basayev, telah disarankan bahwa ketika dia dan anggota [[batalyon]]nya datang ke Abkhazia, mereka menerima pelatihan oleh [[Angkatan Darat Rusia]] (meskipun yang lain membantahnya), menyajikan kemungkinan motif lain. Pada bulan September, paramiliter Abkhaz dan [[Kaukasus Utara]] melancarkan serangan besar-besaran terhadap [[Gagra]] setelah melanggar [[gencatan senjata]], yang mendorong pasukan Georgia keluar dari sebagian besar republik. | Mereka memihak separatis Abkhaz untuk melawan pemerintah Georgia. Dalam kasus Basayev, telah disarankan bahwa ketika dia dan anggota [[batalyon]]nya datang ke Abkhazia, mereka menerima pelatihan oleh [[Angkatan Darat Rusia]] (meskipun yang lain membantahnya), menyajikan kemungkinan motif lain.<ref>C.J.Shivers. [https://www.nytimes.com/2004/09/15/international/europe/15chechen.html?pagewanted=1 The Chechen's Story: From Unrivaled Guerrilla Leader to the Terror of Russia]. ''The New York Times''. 15 September 2004.</ref> Pada bulan September, paramiliter Abkhaz dan [[Kaukasus Utara]] melancarkan serangan besar-besaran terhadap [[Gagra]] setelah melanggar [[gencatan senjata]], yang mendorong pasukan Georgia keluar dari sebagian besar republik. | ||
Pemerintah Shevardnadze menuduh Rusia memberikan dukungan militer rahasia kepada pemberontak dengan tujuan memisahkan dari Georgia wilayah asalnya dan tanah perbatasan [[Georgia]]-[[Rusia]]. Pada tahun [[1992]] berakhir dengan pemberontak menguasai sebagian besar Abkhazia di barat laut [[Sukhum]]. | Pemerintah Shevardnadze menuduh Rusia memberikan dukungan militer rahasia kepada pemberontak dengan tujuan memisahkan dari Georgia wilayah asalnya dan tanah perbatasan [[Georgia]]-[[Rusia]]. Pada tahun [[1992]] berakhir dengan pemberontak menguasai sebagian besar Abkhazia di barat laut [[Sukhum]]. | ||
| Baris 106: | Baris 98: | ||
Konflik tersebut menemui jalan buntu hingga [[Juli]] [[1993]], ketika milisi separatis Abkhaz melancarkan serangan yang gagal terhadap Sukhum yang dikuasai Georgia. Mereka mengepung dan menembaki ibu kota, tempat Shevardnadze tinggal. Pihak yang bertikai menyetujui gencatan senjata yang ditengahi [[Rusia]] di [[Sochi]] pada akhir [[Juli]]. Namun gencatan senjata kembali gagal pada [[16 September]] [[1993]]. | Konflik tersebut menemui jalan buntu hingga [[Juli]] [[1993]], ketika milisi separatis Abkhaz melancarkan serangan yang gagal terhadap Sukhum yang dikuasai Georgia. Mereka mengepung dan menembaki ibu kota, tempat Shevardnadze tinggal. Pihak yang bertikai menyetujui gencatan senjata yang ditengahi [[Rusia]] di [[Sochi]] pada akhir [[Juli]]. Namun gencatan senjata kembali gagal pada [[16 September]] [[1993]]. | ||
Pasukan Abkhazia, dengan dukungan bersenjata dari luar Abkhazia, melancarkan serangan ke Sukhum dan [[Ochamchire]]. Terlepas dari seruan [[Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa|Dewan Keamanan PBB]] untuk penghentian segera permusuhan dan kecamannya atas pelanggaran [[gencatan senjata]] oleh pihak Abkhaz, pertempuran terus berlanjut. Setelah sepuluh hari pertempuran sengit, [[Sukhum]] direbut oleh pasukan Abkhazia pada [[27 September]] [[1993]]. Shevardnadze nyaris lolos dari maut, setelah itu dia bersumpah untuk tetap tinggal di kota apapun yang terjadi. | Pasukan Abkhazia, dengan dukungan bersenjata dari luar Abkhazia, melancarkan serangan ke Sukhum dan [[Ochamchire]]. Terlepas dari seruan [[Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa|Dewan Keamanan PBB]] untuk penghentian segera permusuhan dan kecamannya atas pelanggaran [[gencatan senjata]] oleh pihak Abkhaz, pertempuran terus berlanjut.<ref>[https://www.un.org/en/peacekeeping/missions/past/unomig/background.html UNOMIG: United Nations Observer Mission in Georgia – Background]. ''un.org''.</ref> Setelah sepuluh hari pertempuran sengit, [[Sukhum]] direbut oleh pasukan Abkhazia pada [[27 September]] [[1993]]. Shevardnadze nyaris lolos dari maut, setelah itu dia bersumpah untuk tetap tinggal di kota apapun yang terjadi. | ||
Kemudian tak lama Shevardnadze berubah pikiran, bagaimanapun, dia memutuskan untuk melarikan diri ketika penembak [[Separatisme|separatis]] menembaki hotel tempat dia menginap. Abkhaz, militan [[Kaukasus Utara|Kaukasia Utara]], dan sekutu mereka melakukan banyak kekejaman melawan [[Orang Georgia|etnis Georgia]] yang tersisa di kota itu, dalam apa yang disebut [[Sukhum|Pembantaian Sukhum]]. [[Pembunuhan|Pembunuhan massal]] dan perusakan berlanjut selama dua minggu, menyebabkan ribuan orang tewas dan hilang. | Kemudian tak lama Shevardnadze berubah pikiran, bagaimanapun, dia memutuskan untuk melarikan diri ketika penembak [[Separatisme|separatis]] menembaki hotel tempat dia menginap. Abkhaz, militan [[Kaukasus Utara|Kaukasia Utara]], dan sekutu mereka melakukan banyak kekejaman melawan [[Orang Georgia|etnis Georgia]] yang tersisa di kota itu, dalam apa yang disebut [[Sukhum|Pembantaian Sukhum]]. [[Pembunuhan|Pembunuhan massal]] dan perusakan berlanjut selama dua minggu, menyebabkan ribuan orang tewas dan hilang. | ||
| Baris 112: | Baris 104: | ||
Pasukan Abkhazia dengan cepat menyerbu sisa Abkhazia saat pemerintah Georgia menghadapi ancaman kedua; pemberontakan oleh para pendukung [[Zviad Gamsakhurdia]] yang digulingkan di wilayah Mingrelia ([[Samegrelo-Zemo Svaneti|Samegrelo]]). Hanya sebagian kecil wilayah timur Abkhazia, Ngarai Kodori Atas, yang tetap berada di bawah kendali [[Georgia]] (sampai tahun [[2008]]). | Pasukan Abkhazia dengan cepat menyerbu sisa Abkhazia saat pemerintah Georgia menghadapi ancaman kedua; pemberontakan oleh para pendukung [[Zviad Gamsakhurdia]] yang digulingkan di wilayah Mingrelia ([[Samegrelo-Zemo Svaneti|Samegrelo]]). Hanya sebagian kecil wilayah timur Abkhazia, Ngarai Kodori Atas, yang tetap berada di bawah kendali [[Georgia]] (sampai tahun [[2008]]). | ||
Selama perang, pelanggaran [[Hak asasi manusia|HAM]] berat dilaporkan di kedua sisi. Pasukan Georgia dituduh melakukan [[penjarahan]] dan pembunuhan untuk tujuan meneror, merampok dan mengusir penduduk Abkhaz dari rumah mereka. Kemudian di fase pertama perang (menurut [[Human Rights Watch]]), sementara Georgia menyalahkan pasukan Abkhazia dan sekutu mereka atas [[Pembersihan etnik|pembersihan etnis]] Georgia di Abkhazia, yang juga telah diakui oleh ''[[Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa|OSCE Summit]]'' di [[Budapest]] (1994), [[Lisboa]] (1996) dan [[Istanbul]] (1999). | Selama perang, pelanggaran [[Hak asasi manusia|HAM]] berat dilaporkan di kedua sisi. Pasukan Georgia dituduh melakukan [[penjarahan]]<ref>Ons Ruins of Empire: Ethnicity and Nationalism in the Former Soviet Union, pg 72, by Georgiy I. Mirsky, published by Greenwood Publishing Group, sponsored by the London School of Economics</ref> dan pembunuhan untuk tujuan meneror, merampok dan mengusir penduduk Abkhaz dari rumah mereka. Kemudian di fase pertama perang (menurut [[Human Rights Watch]]), sementara Georgia menyalahkan pasukan Abkhazia dan sekutu mereka atas [[Pembersihan etnik|pembersihan etnis]] Georgia di Abkhazia, yang juga telah diakui oleh ''[[Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa|OSCE Summit]]'' di [[Budapest]] (1994),<ref>[http://www1.umn.edu/humanrts/osce/new/Regional-Issues.html CSCE Budapest Document 1994, Budapest Decisions, Regional Issues]. umn.edu.</ref> [[Lisboa]] (1996)<ref>[http://www.osce.org/documents/html/pdftohtml/4049_en.pdf Lisbon OSCE Summit Declaration].</ref> dan [[Istanbul]] (1999).<ref>[https://www.osce.org/documents/mcs/1999/11/4050_en.pdf Istanbul Document 1999]. ''www.osce.org''. 1999-11-19.</ref> | ||
=== Pembersihan etnis orang Georgia === | === Pembersihan etnis orang Georgia === | ||
Sebelum [[Perang di Abkhazia (1992–1993)|Perang 1992]], [[orang Georgia]] membentuk hampir setengah dari populasi Abkhazia, sementara kurang dari seperlima populasi adalah Abkhazia.<ref>Vladimir Kolossov. ''After the Wars in the South CaucasusState of Georgia: Economic Insecuritiesand Migration in the "De Facto" Statesof Abkhazia and South Ossetia''. ''Eurasian Geography and Economics''. 2011. Vol. 52 (5). hlm. 634. doi:10.2747/1539-7216.52.5.631.</ref> Saat perang berlangsung, dihadapkan dengan ratusan ribu etnis Georgia yang tidak mau meninggalkan rumah mereka, [[Separatisme|separatis]] Abkhazia melaksanakan proses pembersihan etnis untuk mengusir dan menghilangkan populasi etnis Georgia di Abkhazia.<ref>The Guns of August 2008, Russia's Uar in Georgia, Svante Cornell & Frederick Starr, p. 27</ref><ref>US State Department, Country Reports ons Human Rights Practices for 1993, February 1994, pp. 120</ref> Sekitar 5.000 tewas, 400 hilang<ref>Jemal Gamakharia. [http://dspace.nplg.gov.ge/bitstream/1234/117908/1/Genocidi.pdf INTERNATIONAL SOCIETY TO BRING A VERDICT ON THE TRAGEDY OF ABKHAZIA/GEORGIA]. 2015. hlm. 7. ISBN 978-9941-461-12-5.</ref> dan hingga 250.000 etnis Georgia diusir dari rumah mereka.<ref>[http://www.radionetherlandsarchives.org/abkhazia-the-disputed-land-of-the-soul/ Abkhazia – the disputed land of the soul]. 20 August 1997.</ref> Berdasarkan [[ICG|''International Crisis Group'']], pada tahun [[2006]] sedikit lebih dari 200.000 orang Georgia tetap mengungsi di [[Georgia]].<ref>[http://www.crisisgroup.org/en/regions/europe/south-caucasus/georgia/176-abkhazia-today.aspx Europe Report N°176: Abkhazia Today]. Crisisgroup.org. 15 September 2006.</ref> | |||
Dari sekitar 250.000 pengungsi Georgia, sekitar 60.000 kemudian kembali ke [[Gali|Distrik Gali]] Abkhazia antara tahun [[1994]] dan [[1998]], tetapi puluhan ribu mengungsi lagi ketika pertempuran berlanjut di Distrik Gali pada tahun [[1998]]. Namun demikian, antara 40.000–60.000 pengungsi telah kembali ke Distrik Gali sejak tahun 1998, termasuk orang-orang yang bepergian setiap hari melintasi garis [[gencatan senjata]] dan mereka yang [[Migrasi|bermigrasi]] secara musiman sesuai dengan siklus pertanian.<ref>[http://www.unhcr.org/publ/RSDLEGAL/43a6878d4.pdf UN High Commissioner for refugees. Background note on the Protection of Asylum Seekers and Refugees in Georgia remaining outside Georgia],</ref> | |||
Situasi hak asasi manusia tetap [[Genting (disambiguasi)|genting]] untuk sementara waktu di daerah berpenduduk Georgia di Distrik Gali. [[Perserikatan Bangsa-Bangsa]] dan organisasi internasional lainnya tanpa hasil mendesak otoritas ''[[de facto]]'' Abkhaz untuk menahan diri dari mengadopsi langkah-langkah yang tidak sesuai dengan standar [[hak asasi manusia]] internasional, seperti undang-undang yang [[Diskriminasi|diskriminatif]].<ref>Walter Kälin. [http://www.brook.edu/fp/projects/idp/200603_rpt_Georgia.pdf Report of the Representative of the Secretary-General on the human rights of internally displaced persons – Mission to Georgia (21 to 24 December 2005)]. United Nations. 24 March 2006.</ref> Pejabat kunci Distrik Gali hampir semuanya [[Bangsa Abkhaz|etnis Abkhaz]], meskipun staf pendukung mereka adalah etnis Georgia.<ref>[http://www.crisisgroup.org/home/index.cfm?l=1&id=4377 Abkhazia Today.] ''The International Crisis Group Europe Report N°176, 15 September 2006'', page 10. Retrieved on 30 May 2007. ''Free registration needed to view full report''</ref> | |||
Situasi hak asasi manusia tetap [[Genting (disambiguasi)|genting]] untuk sementara waktu di daerah berpenduduk Georgia di Distrik Gali. [[Perserikatan Bangsa-Bangsa]] dan organisasi internasional lainnya tanpa hasil mendesak otoritas ''[[de facto]]'' Abkhaz untuk menahan diri dari mengadopsi langkah-langkah yang tidak sesuai dengan standar [[hak asasi manusia]] internasional, seperti undang-undang yang [[Diskriminasi|diskriminatif]]. Pejabat kunci Distrik Gali hampir semuanya [[Bangsa Abkhaz|etnis Abkhaz]], meskipun staf pendukung mereka adalah etnis Georgia. | |||
=== Pascaperang === | === Pascaperang === | ||
Pemilihan presiden diadakan di Abkhazia pada [[3 Oktober]] [[2004]]. Rusia mendukung [[Raul Khajimba]], perdana menteri yang didukung oleh Presiden separatis yang sedang sakit [[Vladislav Ardzinba]].<ref>[https://freedomhouse.org/report/freedom-world/2013/abkhazia Abkhazia *]. ''freedomhouse.org''.</ref> Poster Presiden Rusia [[Vladimir Putin]] bersama Khajimba, yang sama-sama pernah bekerja sebagai pejabat [[Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti|''KGB'']].<ref>Vitalii Sharia. [http://www.kavkaz-uzel.eu/articles/62425 sumber]. Caucasian Knot. 2 October 2004.</ref> Deputi parlemen Rusia dan penyanyi Rusia, yang dipimpin oleh Joseph Cobsohn, wakil [[Duma Negara]] dan penyanyi populer, datang ke Abkhazia, berkampanye untuk Khajimba.<ref>[https://lenta.ru/lib/14159612/ Хаджимба, Рауль]. ''Lenta.RU''.</ref> | |||
Namun, Raul Khajimba kalah dalam pemilihan dari [[Sergei Bagapsh]]. Situasi tegang di republik menyebabkan pembatalan hasil pemilihan oleh [[Mahkamah Agung]]. Setelah itu, kesepakatan dibuat antara mantan saingan untuk mencalonkan diri bersama, dengan Bagapsh sebagai calon presiden dan Khajimba sebagai calon wakil presiden. Mereka menerima lebih dari 90% suara dalam pemilihan baru.<ref>[http://kavkaz-uzel.ru/docstext/docs/id/755026.html Кавказский Узел – Протокол N 7 Центральной избирательной комиссии по выборам Президента Республики Абхазия от 14 января 2005 г]. ''Кавказский Узел''.</ref> | |||
Pada [[Juli 2006]], pasukan Georgia melancarkan operasi polisi yang berhasil melawan administrator yang memberontak di Ngarai Kodori yang berpenduduk [[Georgia]], Emzar Kvitsiani. Kvitsiani telah ditunjuk oleh [[Daftar Presiden Georgia|presiden Georgia]] sebelumnya [[Eduard Shevardnadze]] dan menolak untuk mengakui wewenang presiden [[Mikheil Saakashvili]], yang menggantikan Shevardnadze setelah [[Revolusi Mawar]]. Meskipun Kvitsiani lolos dari penangkapan oleh polisi Georgia, Ngarai Kodori dibawa kembali di bawah kendali pemerintah pusat di [[Tbilisi]].<ref>[http://www.civil.ge/eng/article.php?id=13180 Official: Government Forces Control Most of Kodori Gorge]. ''civil.ge''.</ref> | |||
Pada [[Juli 2006]], pasukan Georgia melancarkan operasi polisi yang berhasil melawan administrator yang memberontak di Ngarai Kodori yang berpenduduk [[Georgia]], Emzar Kvitsiani. Kvitsiani telah ditunjuk oleh [[Daftar Presiden Georgia|presiden Georgia]] sebelumnya [[Eduard Shevardnadze]] dan menolak untuk mengakui wewenang presiden [[Mikheil Saakashvili]], yang menggantikan Shevardnadze setelah [[Revolusi Mawar]]. Meskipun Kvitsiani lolos dari penangkapan oleh polisi Georgia, Ngarai Kodori dibawa kembali di bawah kendali pemerintah pusat di [[Tbilisi]]. | |||
Tindakan kekerasan ''sporadis'' berlanjut selama tahun-tahun pascaperang. Terlepas dari status penjaga perdamaian penjaga perdamaian Rusia di Abkhazia, Pejabat Georgia secara rutin mengklaim bahwa penjaga perdamaian Rusia menghasut kekerasan dengan memasok pemberontak Abkhaz dengan senjata dan dukungan keuangan. | Tindakan kekerasan ''sporadis'' berlanjut selama tahun-tahun pascaperang. Terlepas dari status penjaga perdamaian penjaga perdamaian Rusia di Abkhazia, Pejabat Georgia secara rutin mengklaim bahwa penjaga perdamaian Rusia menghasut kekerasan dengan memasok pemberontak Abkhaz dengan senjata dan dukungan keuangan. | ||
Dukungan [[Rusia]] terhadap Abkhazia menjadi nyata ketika [[rubel Rusia]] menjadi mata uang ''[[de facto]]'' dan Rusia mulai mengeluarkan [[paspor]] kepada penduduk Abkhazia. Georgia juga menuduh Rusia melanggar wilayah udaranya dengan mengirim helikopter untuk menyerang kota-kota yang dikuasai Georgia di Ngarai Kodori. Pada [[April 2008]], sebuah [[Mikoyan|''MiG'']] Rusia dilarang dari wilayah udara Georgia, termasuk Abkhazia yang bertujuan untuk menembak jatuh sebuah ''[[Pesawat nirawak|Pesawat Nirawak]]'' Georgia. | Dukungan [[Rusia]] terhadap Abkhazia menjadi nyata ketika [[rubel Rusia]] menjadi mata uang ''[[de facto]]'' dan Rusia mulai mengeluarkan [[paspor]] kepada penduduk Abkhazia.<ref>[http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/3261059.stm Regions and territories: Abkhazia]. ''BBC.co.uk''. 15 December 2009.</ref> Georgia juga menuduh Rusia melanggar wilayah udaranya dengan mengirim helikopter untuk menyerang kota-kota yang dikuasai Georgia di Ngarai Kodori. Pada [[April 2008]], sebuah [[Mikoyan|''MiG'']] Rusia dilarang dari wilayah udara Georgia, termasuk Abkhazia yang bertujuan untuk menembak jatuh sebuah ''[[Pesawat nirawak|Pesawat Nirawak]]'' Georgia.<ref>[http://www.airforcetimes.com/news/2008/04/airforce_georgian_uav_042208/ Video shows Russian MiG downing Georgian UAV]. Airforcetimes.com. 23 April 2008.</ref><ref>[https://www.youtube.com/watch?v=AfRHMbz2nuU Russian Jet shoots Georgian UAV]. Youtube.</ref> | ||
Pada [[9 Agustus]] [[2008]], pasukan Abkhazia menembaki pasukan Georgia di Ngarai Kodori. Ini bertepatan dengan [[perang Ossetia Selatan 2008]] di mana Rusia memutuskan untuk mendukung separatis [[Ossetia Selatan]] yang telah diserang Georgia.<ref>[http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/8281990.stm Georgia 'started unjustified war']. ''BBC News''. 30 September 2009.</ref><ref>[http://www.earthtimes.org/articles/show/287861,report-blames-georgia-for-starting-war-with-russia-newspapers.html Report blames Georgia for starting war with Russia: newspapers]. Earthtimes.org. 30 September 2009.</ref> Konflik meningkat menjadi perang skala penuh antara [[Rusia|Federasi Rusia]] dan Republik Georgia. | |||
Pada [[ | Pada [[10 Agustus]] [[2008]], diperkirakan 9.000 tentara Rusia memasuki Abkhazia seolah-olah untuk memperkuat pasukan penjaga perdamaian Rusia di republik tersebut. Sekitar 1.000 tentara Abkhazia bergerak untuk mengusir sisa pasukan Georgia di Abkhazia di Ngarai Kodori Atas.<ref>[http://uk.reuters.com/article/topNews/idUKLA46909520080810 Russia in operation to storm Abkhazia gorge]. ''Reuters''. 10 August 2008.</ref> Pada [[12 Agustus]] pasukan Georgia dan warga sipil telah mengevakuasi bagian terakhir Abkhazia di bawah kendali pemerintah Georgia. Rusia mengakui kemerdekaan Abkhazia pada [[26 Agustus]] [[2008]].<ref>David Nowak. [https://abcnews.go.com/International/wireStory?id=5576812 Russia: Georgia can 'forget' regaining provinces]. ''ABC News''. The Associated Press. 14 August 2008..</ref> | ||
Ini diikuti oleh pembatalan perjanjian [[gencatan senjata]] [[1994]] dan penghentian [[Perserikatan Bangsa-Bangsa|misi pemantauan PBB]] dan ''[[Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa|OSCE]]''.<ref>[http://en.rian.ru/russia/20080826/116291407.html Russia recognises Georgia's breakaway republics −2]. RIA Novosti. 26 August 2008.</ref><ref>Jean-Christophe Peuch. [http://www.eurasianet.org/departments/insightb/articles/eav063009.shtml Georgia: OSCE Terminates Its 17-Year Georgian Mission]. Eurasianet. 29 June 2009.</ref> Pada tanggal [[28 Agustus]] [[2008]], [[Parlemen Georgia]] mengeluarkan resolusi yang menyatakan Abkhazia sebagai [[wilayah yang diduduki Rusia]].<ref>[http://www.parliament.ge/index.php?lang_id=ENG&sec_id=98&info_id=20047 Resolution of the Parliament of Georgia declaring Abkhazia and South Ossetia occupied territories]. Parliament of Georgia. 29 August 2008.</ref><ref>[http://www.civil.ge/eng/article.php?id=19330 Abkhazia, S.Ossetia Formally Declared Occupied Territory]. ''Civil.Ge''. 28 August 2008.</ref> | |||
Sejak kemerdekaan diakui oleh Rusia, serangkaian perjanjian kontroversial dibuat antara pemerintah Abkhazia dan [[Rusia|Federasi Rusia]] yang menyewakan atau menjual sejumlah aset utama negara. Pada [[Mei 2009]] beberapa partai oposisi dan kelompok veteran perang memprotes kesepakatan ini dengan mengeluh bahwa kesepakatan tersebut merusak kedaulatan negara dan berisiko menukar satu kekuatan kolonial (Georgia) dengan satu kekuatan kolonial.<ref>[http://www.rferl.org/content/Abkhaz_Leadership_Opposition_Exchange_Accusations/1738893.html Abkhaz Leadership, Opposition Exchange Accusations]. ''Caucasus Report''. Radio Free Europe. 24 May 2009.</ref> | |||
Wakil presiden, Raul Khajimba, mengundurkan diri pada [[28 Mei]] dengan mengatakan dia setuju dengan kritik yang dibuat oposisi.<ref>[http://www.apsnypress.info/news2009/May/28.htm sumber]. Apsnypress. 28 May 2009.</ref> Selanjutnya, sebuah konferensi partai-partai oposisi menominasikan Raul Khajimba sebagai kandidat mereka dalam pemilihan presiden Abkhazia bulan [[Desember 2009]] yang dimenangkan oleh [[Sergei Bagapsh]]. | |||
Wakil presiden, Raul Khajimba, mengundurkan diri pada [[28 Mei]] dengan mengatakan dia setuju dengan kritik yang dibuat oposisi. Selanjutnya, sebuah konferensi partai-partai oposisi menominasikan Raul Khajimba sebagai kandidat mereka dalam pemilihan presiden Abkhazia bulan [[Desember 2009]] yang dimenangkan oleh [[Sergei Bagapsh]]. | |||
==== Perkembangan politik sejak 2014 ==== | ==== Perkembangan politik sejak 2014 ==== | ||
Pada musim semi [[2014]], oposisi mengajukan ultimatum kepada Presiden Aleksandr Ankvab untuk membubarkan pemerintah dan melakukan reformasi radikal. Pada [[27 Mei]] [[2014]], di pusat [[Sukhum]], 10.000 pendukung oposisi Abkhaz berkumpul untuk [[Unjuk rasa|demonstrasi massa]]. Pada hari yang sama, markas besar Ankvab di Sukhum diserbu oleh kelompok-kelompok [[Oposisi (politik)|oposisi]] yang dipimpin oleh Raul Khajimba, memaksanya melarikan diri ke [[Gudauta]]. | Pada musim semi [[2014]], oposisi mengajukan ultimatum kepada Presiden Aleksandr Ankvab untuk membubarkan pemerintah dan melakukan reformasi radikal.<ref>Michael H. Cecire. [https://www.bbc.com/news/world-europe-27607559 Analysis: Unrest in Abkhazia]. BBC.com. 28 May 2014.</ref> Pada [[27 Mei]] [[2014]], di pusat [[Sukhum]], 10.000 pendukung oposisi Abkhaz berkumpul untuk [[Unjuk rasa|demonstrasi massa]].<ref>[http://gordonua.com/news/worldnews/glava-abhazii-otpravil-v-otstavku-pravitelstvo-posle-popytki-shturma-oppoziciey-administracii-prezidenta-24617.html sumber]. 27 May 2014.</ref> Pada hari yang sama, markas besar Ankvab di Sukhum diserbu oleh kelompok-kelompok [[Oposisi (politik)|oposisi]] yang dipimpin oleh Raul Khajimba, memaksanya melarikan diri ke [[Gudauta]].<ref>[https://www.bbc.com/news/world-europe-27600919 Georgia Abkhazia: Leader 'flees' protesters in Sukhumi]. 28 May 2014.</ref> | ||
Oposisi mengklaim bahwa protes dipicu oleh kemiskinan, tetapi poin utama pertentangan adalah kebijakan [[Liberalisme|liberal]] Presiden Ankvab terhadap etnis Georgia di wilayah [[Gali]]. Oposisi mengatakan kebijakan ini dapat membahayakan identitas [[Bangsa Abkhaz|etnis Abkhaz]]. Pada [[November 2014]], [[Vladimir Putin]] meresmikan hubungan militer Abkhazia sebagai bagian dari [[Angkatan Bersenjata Rusia|angkatan bersenjata Rusia]], menandatangani perjanjian dengan Khajimba. Pemerintah Georgia mengecam perjanjian itu sebagai "langkah menuju [[aneksasi]]". Pada [[Desember 2021]], terjadi kerusuhan di wilayah itu. | Oposisi mengklaim bahwa protes dipicu oleh kemiskinan, tetapi poin utama pertentangan adalah kebijakan [[Liberalisme|liberal]] Presiden Ankvab terhadap etnis Georgia di wilayah [[Gali]]. Oposisi mengatakan kebijakan ini dapat membahayakan identitas [[Bangsa Abkhaz|etnis Abkhaz]]. Pada [[November 2014]], [[Vladimir Putin]] meresmikan hubungan militer Abkhazia sebagai bagian dari [[Angkatan Bersenjata Rusia|angkatan bersenjata Rusia]], menandatangani perjanjian dengan Khajimba.<ref>Katie Dahlstrom. [https://www.bbc.com/news/world-europe-30071915 Georgians protest against Russia-Abkhazia agreement]. ''BBC.com''. 15 November 2014.</ref><ref>Jack Farchy. [http://www.ft.com/cms/s/0/24239f90-73e8-11e4-82a6-00144feabdc0.html#axzz3OO6EwaPi Vladimir Putin signs treaty with Abkhazia and puts Tbilisi on edge]. ''Financial Times''. 24 November 2014.</ref> Pemerintah Georgia mengecam perjanjian itu sebagai "langkah menuju [[aneksasi]]".<ref>[https://www.reuters.com/article/us-russia-georgia-abkhazia-idUSKCN0J81KI20141124 Putin strengthens ties with Georgia breakaway region; Tbilisi protests]. ''Reuters''. 24 November 2014.</ref> Pada [[Desember 2021]], terjadi kerusuhan di wilayah itu.<ref>[https://www.rferl.org/a/georgia-abkhazia-opposition-protests/31620013.html Opposition Protests In Georgia's Breakaway Abkhazia Turn Violent]. ''RadioFreeEurope/RadioLiberty''.</ref> | ||
== Demografi == | == Demografi == | ||
Menurut sensus terakhir tahun [[2011]], Abkhazia memiliki 240.705 penduduk. Jumlah yang tepat dari populasi Abkhazia tak jelas. Menurut sensus yang dilakukan pada tahun [[2003]] diperkirakan 215.972 orang, tetapi ini dipersengketakan oleh otoritas [[Georgia]]. Departemen Statistik Georgia memperkirakan populasi Abkhazia sekitar 179.000 pada tahun [[2003]], dan 178.000 pada tahun [[2005]] (tahun terakhir ketika perkiraan tersebut diterbitkan di Georgia). | Menurut sensus terakhir tahun [[2011]], Abkhazia memiliki 240.705 penduduk. Jumlah yang tepat dari populasi Abkhazia tak jelas. Menurut sensus yang dilakukan pada tahun [[2003]] diperkirakan 215.972 orang, tetapi ini dipersengketakan oleh otoritas [[Georgia]]. Departemen Statistik Georgia memperkirakan populasi Abkhazia sekitar 179.000 pada tahun [[2003]], dan 178.000 pada tahun [[2005]] (tahun terakhir ketika perkiraan tersebut diterbitkan di Georgia). | ||
| Baris 161: | Baris 146: | ||
== Ekonomi == | == Ekonomi == | ||
Ekonomi Abkhazia sangat bergantung pada [[Rusia]], Abkhazia juga menggunakan [[Rubel Rusia]] sebagai mata uangnya. Abkhazia telah mengalami kenaikan ekonomi sederhana sejak [[Perang Ossetia Selatan 2008|Perang Ossetia Selatan tahun 2008]] dan pengakuan dari Rusia atas kemerdekaan Abkhazia. Sekitar setengah anggaran Abkhazia dibiayai dengan uang bantuan rusia | Ekonomi Abkhazia sangat bergantung pada [[Rusia]], Abkhazia juga menggunakan [[Rubel Rusia]] sebagai mata uangnya. Abkhazia telah mengalami kenaikan ekonomi sederhana sejak [[Perang Ossetia Selatan 2008|Perang Ossetia Selatan tahun 2008]] dan pengakuan dari Rusia atas kemerdekaan Abkhazia. Sekitar setengah anggaran Abkhazia dibiayai dengan uang bantuan rusia<ref>Nikolaus von Twickel. [http://www.themoscowtimes.com/news/article/no-clear-frontrunner-as-abkhazia-goes-to-poll/442702.html No Clear Frontrunner as Abkhazia Goes to Poll]. ''The Moscow Times''. 26 August 2011.</ref> | ||
== Budaya == | == Budaya == | ||
Literatur [[bahasa Abkhaz]] yang ditulis muncul masih relatif baru, padamemilawal [[Abad ke-11 hingga 20|abad ke-20]]. Namun rakyat [[Bangsa Abkhaz|Abkhaz]] mempunyai kisah budaya ''Nart Saga'', yaitu serangkaian kisah tentang pahlawan [[mitos]] dengan [[Orang kulit putih|bangsa Kaukasia]] lainnya. [[Alfabet Kiril|Alfabet Kiril Abkhaz]] diciptakan pada abad ke-19. Surat kabar pertama di Abkhazia, disebut ''Abkhazia Post'' dan diedit oleh Dmitry Gulia, muncul pada tahun [[1917]]. | Literatur [[bahasa Abkhaz]] yang ditulis muncul masih relatif baru, padamemilawal [[Abad ke-11 hingga 20|abad ke-20]]. Namun rakyat [[Bangsa Abkhaz|Abkhaz]] mempunyai kisah budaya ''Nart Saga'', yaitu serangkaian kisah tentang pahlawan [[mitos]] dengan [[Orang kulit putih|bangsa Kaukasia]] lainnya. [[Alfabet Kiril|Alfabet Kiril Abkhaz]] diciptakan pada abad ke-19. Surat kabar pertama di Abkhazia, disebut ''Abkhazia Post'' dan diedit oleh Dmitry Gulia, muncul pada tahun [[1917]]. | ||
== Militer == | == Militer == | ||
[[Angkatan bersenjata|Angkatan Bersenjata Abkhazia]] adalah militer Republik Abkhazia. Basis angkatan bersenjata Abkhazia dibentuk oleh [[Garda Nasional Udara|Garda Nasional]] etnis Abkhaz, yang didirikan pada awal [[1992]]. Sebagian besar senjata mereka berasal dari bekas pangkalan divisi lintas udara [[Rusia]] di [[Gudauta]].<ref>Chervonnaia, Svetlana Mikhailovna. Conflict in the Caucasus: Georgia, Abkhazia and the Russian Shadow. Gothic Image Publications, 1994</ref><ref>''White Book of Abkhazia. 1992–1993 Documents, Materials, Evidences''. Moscow, 1993.</ref> Militer utama Abkhazia ialah kekuatan darat, tetapi terdapat unit laut dan unit kecil udara. | |||
Rusia mengerahkan unit militernya sendiri sebagai bagian dari Pangkalan Militer ke-7 di Abkhazia. Unit-unit ini dilaporkan berada di bawah Angkatan Darat ke-49 Rusia dan mencakup elemen darat dan aset pertahanan udara.<ref>[http://de.rian.ru/postsowjetischen/20081030/118035800.html Russland legitimiert Beziehungen zu Abchasien und Südossetien]. De.rian.ru.</ref><ref>[https://www.gfsis.org/maps/view/russian-military-forces Russian Military Forces: Interactive Map].</ref> | |||
Rusia mengerahkan unit militernya sendiri sebagai bagian dari Pangkalan Militer ke-7 di Abkhazia. Unit-unit ini dilaporkan berada di bawah Angkatan Darat ke-49 Rusia dan mencakup elemen darat dan aset pertahanan udara. | |||
Angkatan Bersenjata Abkhazia terdiri dari: | Angkatan Bersenjata Abkhazia terdiri dari: | ||
*[[Angkatan darat|Angkatan Darat]] Abkhazia dengan kekuatan permanen sekitar 5.000 [[Personel militer|personel]]. Namun cadangan dan personel paramiliter dapat berjumlah hingga 50.000 pada saat [[Perang|konflik militer]]. Jumlah pasti dan jenis peralatan yang digunakan tetap tidak dapat diverifikasi. | *[[Angkatan darat|Angkatan Darat]] Abkhazia dengan kekuatan permanen sekitar 5.000 [[Personel militer|personel]]. Namun cadangan dan personel paramiliter dapat berjumlah hingga 50.000 pada saat [[Perang|konflik militer]]. Jumlah pasti dan jenis peralatan yang digunakan tetap tidak dapat diverifikasi. | ||
*[[Angkatan laut|Angkatan Laut]] Abkhazia terdiri dari tiga divisi yang berbasis di [[Sukhum]], [[Ochamchire]], dan Pitsunda, tetapi penjaga pantai Rusia berpatroli di perairan mereka. | *[[Angkatan laut|Angkatan Laut]] Abkhazia terdiri dari tiga divisi yang berbasis di [[Sukhum]], [[Ochamchire]], dan Pitsunda, tetapi penjaga pantai Rusia berpatroli di perairan mereka.<ref>John Pike. [http://www.globalsecurity.org/military/library/news/2009/12/mil-091212-rianovosti05.htm Russian patrol boats arrive in Abkhazia to guard border]. Globalsecurity.org. 13 May 2010.</ref> | ||
*[[Angkatan udara|Angkatan Udara]] Abkhazia, sebuah unit kecil yang terdiri dari beberapa [[pesawat tempur]] dan [[helikopter]]. | *[[Angkatan udara|Angkatan Udara]] Abkhazia, sebuah unit kecil yang terdiri dari beberapa [[pesawat tempur]] dan [[helikopter]]. | ||
| Baris 184: | Baris 167: | ||
* [[Perang di Abkhazia (1992–1993)]] | * [[Perang di Abkhazia (1992–1993)]] | ||
* [[Perang di Abkhazia (1998)]] | * [[Perang di Abkhazia (1998)]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.abkhaziagov.org/en/ President of the Republic of Abkhazia. Official site (en, ru, ab, tr)] | * [http://www.abkhaziagov.org/en/ President of the Republic of Abkhazia. Official site (en, ru, ab, tr)] | ||
* [http://www.abkhazia.org/ Abkhazia.org] | * [http://www.abkhazia.org/ Abkhazia.org] | ||
* [http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/europe/3261059.stm Profil di BBC] | * [http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/europe/3261059.stm Profil di BBC] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Abkhazia&oldid=28957160 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28957160 (2026-02-13T13:32:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.39
Abkhazia (bahasa Abkhaz: Аԥсны Аҳәынҭқарра/Aphsny Aħwynthqarra, bahasa Georgia: აფხაზეთი/Apkhazeti, bahasa Rusia: Республика Абхазия/Respublika Abkhaziya) dengan nama resmi Republik Abkhazia, adalah sebuah negara pengakuan terbatas yang terletak di bekas wilayah Republik Otonom Abkhazia, Georgia. Abkhazia terletak di pantai timur Laut Hitam, berbatasan dengan Rusia di utara, dan dengan Georgia di sebelah timur.
Status Abkhazia adalah isu sentral dari konflik Georgia-Abkhazia dan hubungan Georgia-Rusia. Pemerintahan tersebut diakui sebagai negara oleh Rusia, Venezuela, Nikaragua, Nauru, dan Suriah. Sementara Georgia tak memiliki kendali atas Abkhazia, pemerintah Georgia dan sebagian besar negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa menganggap Abkhazia secara de jure sebagai bagian dari Georgia, dengan Georgia mempertahankan pemerintahan resmi.
Wilayah ini memiliki status otonomi di dalam RSS Georgia pada saat Uni Soviet mulai hancur pada akhir 1980-an. Ketegangan etnis yang memanas antara Abkhaz etnis tituler di kawasan itu dengan orang Georgia kelompok etnis tunggal terbesar pada waktu itu dan berpuncak pada Perang 1992-1993 di Abkhazia, yang mengakibatkan hilangnya kendali Georgia atas sebagian besar Abkhazia dan pembersihan etnis Georgia dari Abkhazia.
Meskipun perjanjian gencatan senjata tahun 1994 dan negosiasi bertahun-tahun, perselisihan tetap belum terselesaikan. Kehadiran jangka panjang Misi Pengamat PBB dan pasukan penjaga perdamaian Persemakmuran Negara-Negara Merdeka yang dipimpin Rusia gagal mencegah meletusnya kekerasan dalam beberapa kesempatan.
Pada bulan Agustus 2008, pasukan Abkhazia dan Rusia berperang melawan pasukan Georgia, yang menyebabkan pengakuan resmi Abkhazia oleh Rusia, pembatalan perjanjian gencatan senjata 1994 dan penghentian misi PBB. Pada tanggal 28 Agustus 2008, Parlemen Georgia mendeklarasikan Abkhazia sebagai wilayah yang diduduki Rusia, sebuah posisi yang dicerminkan oleh sebagian besar negara anggota PBB.[1]
Etimologi
Orang Abkhazia menyebut tanah air mereka (', '), yang artinya negara jiwa,[2] tetapi secara harfiah berarti "negara fana".[3] Ini mungkin pertama kali muncul pada abad ketujuh dalam teks Armenia, mungkin mengacu pada Apsilians kuno.[4] Istilah Apkhazeti pertama kali muncul dalam sejarah Georgia, yang berasal dari bahasa Mingrelia "Apkha" yang berarti punggung atau bahu.[5][6][7]
Itu digunakan untuk menunjukkan wilayah Abasgia yang tepat dan seluruh wilayah Georgia barat di dalam Kerajaan Georgia. Dalam sumber-sumber Muslim awal, istilah Abkhazia umumnya digunakan dalam arti Georgia.[8][9] Orang Rusia menyebutnya (') diadaptasi dari penyebutan sehari-hari orang Georgia (').
Nama Abkhazia di sebagian besar bahasa termasuk bahasa Indonesia berasal dari bahasa Rusia. Negara secara resmi ditunjuk sebagai "Republik Abkhazia" atau "Apsny".[10] Ejaan umum dalam bahasa Inggris sebelum abad ke-20 adalah Abhasia.[11][12]
Sejarah
Sejarah awal
Antara abad ke-9 dan ke-6 SM, wilayah Abkhazia modern adalah bagian dari kerajaan Georgia kuno Kolkhis.[13][14][15][16] Sekitar abad ke-6 SM, orang Yunani mendirikan koloni perdagangan di sepanjang pantai Laut Hitam yang sekarang menjadi Abkhazia, khususnya di Pitiunt dan Dioscurias.
Penulis klasik menggambarkan berbagai orang yang tinggal di wilayah tersebut dan banyak sekali bahasa yang mereka gunakan.[17] Arrian, Pliny, dan Strabo telah memberikan laporan tentang masyarakat Abasgoi dan Moschoi di suatu tempat di Abkhazia modern di pantai timur Laut Hitam. Wilayah ini kemudian diserap pada 63 SM ke dalam Kerajaan Lazika.[18][19]
Di dalam Kekaisaran Romawi
Kekaisaran Romawi menaklukkan Lazika pada abad ke-1 Masehi; namun, orang-orang Romawi hanya memiliki sedikit kendali atas pedalaman Abkhazia. Menurut Arrian, orang-orang Abasgoi dan Apsilae adalah subjek Romawi nominal, dan ada pos Romawi kecil di Dioscurias.[20] Setelah abad ke-4 Lazika mendapatkan kembali kemerdekaannya, tetapi tetap berada dalam lingkup pengaruh Kekaisaran Bizantium. Anacopia adalah ibu kota kerajaan.
Sekitar pertengahan abad ke-6 M, Bizantium dan tetangga Sasania berjuang untuk supremasi atas Abkhazia selama 20 tahun, konflik yang dikenal sebagai Perang Malas. Pada tahun 550, selama Perang Lazika, orang Abasgia memberontak melawan Kekaisaran Bizantium dan meminta bantuan Sasania. Jenderal Bessas, bagaimanapun, menekan pemberontakan Abasgian.
Sebuah serangan bangsa Arab ke Abasgia, dipimpin oleh Marwan II, ditolak oleh Pangeran Leon I bersama-sama dengan sekutu Lazik dan Iberia pada tahun 736. Leon I kemudian menikahi putri Mirian dan penerusnya, Leon II memanfaatkan persatuan dinasti ini untuk mengakuisisi Lazika pada tahun 770-an.[21]
Sepertinya dianggap sebagai negara penerus Lazika, pemerintahan baru ini terus disebut sebagai Egrisi dalam beberapa kronik Georgia dan Armenia kontemporer (misalnya The Vitae of the Georgian Kings oleh Leonti Mroveli dan The History of Armenia oleh Hovannes Draskhanakertsi).
Dalam lingkup Georgia
Pertahanan yang berhasil melawan Kekhalifahan Arab, dan perolehan teritorial baru di timur, memberi pangeran Abasgian kekuatan yang cukup untuk mengklaim lebih banyak otonomi dari Kekaisaran Bizantium. Menjelang sekitar tahun 778, Pangeran Leon II, dengan bantuan bangsa Khazar mendeklarasikan kemerdekaan dari Kekaisaran Bizantium dan memindahkan kediamannya ke Kutaisi. Selama periode ini bahasa Georgia menggantikan bahasa Yunani sebagai bahasa literasi dan budaya.[22]
Kerajaan Georgia barat dari Abkhazia berkembang antara 850 dan 950, yang berakhir dengan penyatuan Abkhazia dan negara bagian Georgia timur di bawah satu monarki Georgia yang diperintah oleh Raja Bagrat III pada akhir abad ke-10 dan awal abad ke-11.
Pada abad ke-12, raja David the Builder menunjuk Otagho sebagai Eristavi dari Abkhazia, yang kemudian menjadi pendiri House of Shervashidze (juga dikenal sebagai Chachba). Pada tahun 1240-an, bangsa Mongol membagi Georgia menjadi delapan sektor administrasi militer (duman). Wilayah Abkhazia kontemporer merupakan bagian dari duman yang dikelola oleh Tsotne Dadiani.
Pendudukan Ottoman
Pada abad ke-16, setelah pecahnya Kerajaan Georgia menjadi kerajaan dan kerajaan kecil, Kerajaan Abkhazia (secara nominal merupakan pengikut Kerajaan Imereti) muncul, diperintah oleh dinasti Shervashidze.[23] Sejak tahun 1570-an, ketika angkatan laut Ottoman menduduki benteng Sukhum, Abkhazia berada di bawah pengaruh Kekaisaran Ottoman dan Islam. Di bawah pemerintahan Ottoman, mayoritas elite Abkhaz masuk Islam. Kerajaan mempertahankan tingkat otonomi. Abkhazia mencari perlindungan dari Kekaisaran Rusia pada tahun 1801, tetapi dinyatakan sebagai kerajaan otonom oleh Rusia pada tahun 1810.[24][25] Rusia kemudian mencaplok Abkhazia pada tahun 1864, dan perlawanan Abkhazia digagalkan ketika Rusia mendeportasi Muslim Abkhazia ke wilayah Ottoman (sekarang menjadi bagian negara Turki).[26][27][28]
Di dalam Kekaisaran Rusia
Pada awal abad ke-19, ketika Rusia dan Ottoman berlomba-lomba untuk menguasai wilayah tersebut, para penguasa Abkhazia bergeser bolak-balik melintasi perpecahan agama.[29] Upaya pertama untuk menjalin hubungan dengan Rusia dilakukan oleh Kelesh-Bey pada tahun 1803, tak lama setelah penggabungan Georgia timur ke dalam kerajaan Tsar yang berkembang (1801). Namun, orientasi pro-Ottoman berlaku untuk waktu yang singkat setelah pembunuhannya oleh putranya Aslan-Bey pada 2 Mei 1808.[30]
Perang Rusia-Turki berikutnya sangat meningkatkan posisi Rusia, yang mengarah ke perpecahan lebih lanjut di elite Abkhaz, terutama di sepanjang divisi agama. Selama Perang Krimea (1853–1856), pasukan Rusia harus mengevakuasi Abkhazia dan Pangeran Michael (1822–1864) tampaknya beralih ke Ottoman.[31]
Belakangan, kehadiran Rusia diperkuat dan dataran tinggi Kaukasia Barat akhirnya ditaklukkan oleh Rusia pada tahun 1864. Otonomi Abkhazia, yang berfungsi sebagai zona penyangga pro-Rusia di wilayah yang bermasalah ini, tidak lagi diperlukan oleh pemerintah Tsar dan kekuasaan Shervashidze berakhir; pada November 1864, Pangeran Michael terpaksa melepaskan haknya dan bermukim kembali di Voronezh.[32]
Belakangan ini juga pada tahun yang sama, Abkhazia dimasukkan ke dalam Kekaisaran Rusia sebagai provinsi militer khusus[33] Sukhum-Kale yang pada tahun 1883 diubah menjadi okrug sebagai bagian dari Kegubernuran Kutais. Sejumlah besar Muslim Abkhazia, dikatakan telah membentuk sebanyak 40% dari populasi Abkhazia, beremigrasi ke Kekaisaran Ottoman antara tahun 1864 dan 1878, bersama dengan populasi Muslim Kaukasus lainnya, sebuah proses yang dikenal sebagai Muhajirin.
Sebagian besar wilayah tersebut tidak berpenghuni dan banyak orang Armenia, Georgia, Rusia, dan lainnya kemudian bermigrasi ke Abkhazia, memukimkan kembali sebagian besar wilayah yang dikosongkan.[34] Beberapa sejarawan Georgia menyatakan bahwa suku-suku Georgia (Svans dan Mingrelians) telah menghuni Abkhazia sejak zaman kerajaan Kolkhis.[35]
Dengan keputusan resmi dari otoritas Rusia, penduduk Abkhazia dan Samurzakano harus belajar dan berdoa dalam bahasa Rusia. Setelah deportasi massal tahun 1878, orang Abkhaz menjadi minoritas, secara resmi dicap sebagai orang yang bersalah, dan tidak memiliki pemimpin yang mampu melakukan perlawanan serius terhadap rusifikasi.[36]
Pendaki gunung Inggris Douglas Freshfield (yang memimpin ekspedisi ke Kaukasus dan yang pertama mendaki Kazbek) menggambarkan wilayah Abkhazia yang gundul dalam bab The Solitude of Abkhazia di buku The Exploration of the Caucasus yang diterbitkan pada tahun 1892.
Di dalam Uni Soviet
Revolusi Rusia tahun 1917 menyebabkan terciptanya Georgia yang merdeka pada tahun 1918.[37] Abkhazia tetap menjadi bagian dari Georgia setelah pemberontakan petani yang didukung oleh Bolshevik dan ekspedisi Turki dikalahkan pada tahun 1918 dan konstitusi Georgia tahun 1921 memberikan otonomi kepada Abkhazia. Pada tahun 1921, Tentara Merah Bolshevik menginvasi Georgia dan mengakhiri kemerdekaannya yang berumur pendek. Abkhazia dijadikan RSS Abkhazia dengan status ambigu dari republik perjanjian yang terkait dengan RSS Georgia.[38][39][40] Pada tahun 1931, Josef Stalin menjadikannya sebuah republik otonom (RSS Otonom Abkhaz) di dalam RSS Georgia. Terlepas dari otonomi nominalnya, ia tunduk pada pemerintahan langsung yang kuat dari otoritas Soviet pusat. Di bawah pemerintahan Stalin dan Beria, sekolah di Abkhazia ditutup, dan mengharuskan anak-anak Abkhazia untuk belajar dalam bahasa Georgia.[41][42] Penerbitan materi dalam bahasa Abkhaz menyusut dan akhirnya dihentikan sama sekali; sekolah-sekolah Abkhazia ditutup pada tahun 1945/46.[43] Dalam teror tahun 1937–1938, elite penguasa disingkirkan dari Abkhazia dan pada tahun 1952 lebih dari 80% dari 228 pejabat tinggi partai dan pemerintah serta manajer perusahaan adalah etnis Georgia; akan tetapi masih ada 34 orang etnis Abkhaz, 7 orang etnis Rusia, dan 3 orang etnis Armenia di posisi ini.[44][45] Pemimpin Partai Komunis Georgia Candide Charkviani mendukung Georgianisasi wilayah Abkhazia.[46]
Kebijakan represi dilonggarkan setelah kematian Stalin[47] dan eksekusi Beria, bahasa Abkhaz diberi peran yang lebih besar dalam pemerintahan republik.[48] Seperti di sebagian besar republik otonom yang lebih kecil, pemerintah Soviet mendorong pengembangan budaya dan khususnya sastra.[49] RSS Otonom Abkhaz adalah satu-satunya republik otonom di Uni Soviet di mana bahasa negara tituler, dalam hal ini bahasa Abkhaz dikukuhkan dalam konstitusinya sebagai salah satu bahasa resminya.[50]
Pasca kekuasaan Georgia
Ketika Uni Soviet mulai hancur pada akhir 1980-an, ketegangan etnis tumbuh antara Abkhaz dan Georgia atas gerakan Georgia menuju kemerdekaan. Banyak orang Abkhaz menentang hal ini, khawatir bahwa Georgia yang merdeka akan menyebabkan penghapusan otonomi mereka, dan sebaliknya berpendapat untuk pembentukan Abkhazia sebagai republik Soviet yang terpisah dengan haknya sendiri. Dengan dimulainya perestroika, agenda nasionalis Abkhaz menjadi lebih radikal dan eksklusif.[51]
Pada tahun 1988 mereka mulai meminta pemulihan status mantan RSS Abkhazia, karena penyerahan Abkhazia ke republik persatuan lain tidak dianggap memberikan jaminan yang cukup untuk perkembangan mereka.[52] Mereka membenarkan permintaan mereka dengan mengacu pada tradisi Leninisme tentang hak bangsa-bangsa untuk menentukan nasib sendiri, yang, menurut mereka, dilanggar ketika kedaulatan Abkhazia dibatasi pada tahun 1931. Pada bulan Juni 1988, sebuah manifesto yang membela kekhanan Abkhazia (dikenal sebagai Surat Abkhazia) dikirim kepada pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev.
Perselisihan Georgia–Abkhaz berubah menjadi kekerasan pada 16 Juli 1989 di Sukhum. Banyak orang Georgia terbunuh atau terluka ketika mereka mencoba mendaftar di universitas Georgia alih-alih universitas Abkhaz. Setelah beberapa hari kekerasan, pasukan Soviet memulihkan ketertiban di kota.
Pada bulan Maret 1990, Georgia mendeklarasikan kedaulatan, secara sepihak membatalkan perjanjian yang dibuat oleh pemerintah Soviet sejak 1921 dan dengan demikian semakin mendekati kemerdekaan. Republik Georgia memboikot referendum seluruh serikat pada 17 Maret 1991 tentang pembaruan Uni Soviet yang diadakan oleh Gorbachev; tetapi, 52,3% dari populasi Abkhazia (hampir semua etnis non-Georgia) mengambil bagian dalam referendum dan dipilih oleh mayoritas (98,6%) untuk mempertahankan persatuan.[53][54]
Sebagian besar etnis non-Georgia di Abkhazia kemudian memboikot referendum 31 Maret tentang kemerdekaan Georgia, yang didukung oleh sebagian besar penduduk Georgia. Dalam beberapa minggu, Georgia mendeklarasikan kemerdekaan pada 9 April 1991, di bawah mantan pembangkang Soviet Zviad Gamsakhurdia. Di bawah Gamsakhurdia, situasi relatif tenang di Abkhazia dan kesepakatan pembagian kekuasaan segera dicapai antara faksi Abkhazia dan Georgia, memberikan Abkhaz suatu perwakilan berlebihan tertentu di legislatif lokal.[55][56]
Aturan Gamsakhurdia segera ditentang oleh kelompok oposisi bersenjata, di bawah komando Tengiz Kitovani, yang memaksanya meninggalkan negara itu dalam kudeta militer pada Januari 1992. Mantan menteri luar negeri Soviet dan arsitek disintegrasi Uni Soviet Eduard Shevardnadze menjadi kepala negara-negara, mewarisi pemerintahan yang didominasi oleh garis keras nasionalis Georgia.
Pada tanggal 21 Februari 1992, dewan militer yang berkuasa di Georgia mengumumkan bahwa mereka menghapus konstitusi era Soviet dan memulihkan Konstitusi Republik Demokratik Georgia tahun 1921. Banyak warga Abkhaz menafsirkan ini sebagai penghapusan status otonomi mereka, meskipun konstitusi 1921 memuat ketentuan tentang otonomi daerah.[57]
Pada tanggal 23 Juli 1992, faksi Abkhaz di Dewan Tertinggi republik itu mendeklarasikan kemerdekaan efektif dari Georgia, meskipun sesi itu diboikot oleh deputi etnis Georgia dan gerakan itu tidak diakui oleh negara lain mana pun. Kepemimpinan Abkhaz meluncurkan kampanye pengusiran pejabat Georgia dari kantor mereka, sebuah proses yang disertai dengan kekerasan.
Sementara itu, pemimpin Abkhaz Vladislav Ardzinba mengintensifkan hubungannya dengan politikus garis keras Rusia dan elite militer dan menyatakan dia siap berperang dengan Georgia.[58]
Perang di Abkhazia
Pada Agustus 1992, pemerintah Georgia menuduh para pendukung Gamsakhurdia menculik Menteri Dalam Negeri Georgia dan menahannya di Abkhazia. Pemerintah Georgia mengirim 3.000 tentara ke wilayah tersebut, seolah-olah untuk memulihkan ketertiban.
Abkhaz relatif tidak bersenjata pada saat itu dan pasukan Georgia mampu berbaris ke Sukhum dengan perlawanan yang relatif kecil[59] dan kemudian terlibat dalam penjarahan, penjarahan, penyerangan, dan pembunuhan berbasis etnis.[60] Unit-unit Abkhaz terpaksa mundur ke Gudauta dan Tkvarcheli.
Kekalahan militer Abkhaz ditanggapi dengan sikap bermusuhan oleh Konfederasi Penduduk Pegunungan Kaukasus, kelompok payung yang menyatukan sejumlah gerakan di Kaukasus Utara, termasuk elemen Sirkasia, Abazin, Chechnya, Cossack, Ossetia dan ratusan paramiliter sukarelawan dan tentara bayaran dari Rusia, termasuk yang saat itu kurang dikenal Shamil Basayev, kemudian menjadi pemimpin separatis Chechnya anti-Moskow.
Mereka memihak separatis Abkhaz untuk melawan pemerintah Georgia. Dalam kasus Basayev, telah disarankan bahwa ketika dia dan anggota batalyonnya datang ke Abkhazia, mereka menerima pelatihan oleh Angkatan Darat Rusia (meskipun yang lain membantahnya), menyajikan kemungkinan motif lain.[61] Pada bulan September, paramiliter Abkhaz dan Kaukasus Utara melancarkan serangan besar-besaran terhadap Gagra setelah melanggar gencatan senjata, yang mendorong pasukan Georgia keluar dari sebagian besar republik.
Pemerintah Shevardnadze menuduh Rusia memberikan dukungan militer rahasia kepada pemberontak dengan tujuan memisahkan dari Georgia wilayah asalnya dan tanah perbatasan Georgia-Rusia. Pada tahun 1992 berakhir dengan pemberontak menguasai sebagian besar Abkhazia di barat laut Sukhum.
Konflik tersebut menemui jalan buntu hingga Juli 1993, ketika milisi separatis Abkhaz melancarkan serangan yang gagal terhadap Sukhum yang dikuasai Georgia. Mereka mengepung dan menembaki ibu kota, tempat Shevardnadze tinggal. Pihak yang bertikai menyetujui gencatan senjata yang ditengahi Rusia di Sochi pada akhir Juli. Namun gencatan senjata kembali gagal pada 16 September 1993.
Pasukan Abkhazia, dengan dukungan bersenjata dari luar Abkhazia, melancarkan serangan ke Sukhum dan Ochamchire. Terlepas dari seruan Dewan Keamanan PBB untuk penghentian segera permusuhan dan kecamannya atas pelanggaran gencatan senjata oleh pihak Abkhaz, pertempuran terus berlanjut.[62] Setelah sepuluh hari pertempuran sengit, Sukhum direbut oleh pasukan Abkhazia pada 27 September 1993. Shevardnadze nyaris lolos dari maut, setelah itu dia bersumpah untuk tetap tinggal di kota apapun yang terjadi.
Kemudian tak lama Shevardnadze berubah pikiran, bagaimanapun, dia memutuskan untuk melarikan diri ketika penembak separatis menembaki hotel tempat dia menginap. Abkhaz, militan Kaukasia Utara, dan sekutu mereka melakukan banyak kekejaman melawan etnis Georgia yang tersisa di kota itu, dalam apa yang disebut Pembantaian Sukhum. Pembunuhan massal dan perusakan berlanjut selama dua minggu, menyebabkan ribuan orang tewas dan hilang.
Pasukan Abkhazia dengan cepat menyerbu sisa Abkhazia saat pemerintah Georgia menghadapi ancaman kedua; pemberontakan oleh para pendukung Zviad Gamsakhurdia yang digulingkan di wilayah Mingrelia (Samegrelo). Hanya sebagian kecil wilayah timur Abkhazia, Ngarai Kodori Atas, yang tetap berada di bawah kendali Georgia (sampai tahun 2008).
Selama perang, pelanggaran HAM berat dilaporkan di kedua sisi. Pasukan Georgia dituduh melakukan penjarahan[63] dan pembunuhan untuk tujuan meneror, merampok dan mengusir penduduk Abkhaz dari rumah mereka. Kemudian di fase pertama perang (menurut Human Rights Watch), sementara Georgia menyalahkan pasukan Abkhazia dan sekutu mereka atas pembersihan etnis Georgia di Abkhazia, yang juga telah diakui oleh OSCE Summit di Budapest (1994),[64] Lisboa (1996)[65] dan Istanbul (1999).[66]
Pembersihan etnis orang Georgia
Sebelum Perang 1992, orang Georgia membentuk hampir setengah dari populasi Abkhazia, sementara kurang dari seperlima populasi adalah Abkhazia.[67] Saat perang berlangsung, dihadapkan dengan ratusan ribu etnis Georgia yang tidak mau meninggalkan rumah mereka, separatis Abkhazia melaksanakan proses pembersihan etnis untuk mengusir dan menghilangkan populasi etnis Georgia di Abkhazia.[68][69] Sekitar 5.000 tewas, 400 hilang[70] dan hingga 250.000 etnis Georgia diusir dari rumah mereka.[71] Berdasarkan International Crisis Group, pada tahun 2006 sedikit lebih dari 200.000 orang Georgia tetap mengungsi di Georgia.[72]
Dari sekitar 250.000 pengungsi Georgia, sekitar 60.000 kemudian kembali ke Distrik Gali Abkhazia antara tahun 1994 dan 1998, tetapi puluhan ribu mengungsi lagi ketika pertempuran berlanjut di Distrik Gali pada tahun 1998. Namun demikian, antara 40.000–60.000 pengungsi telah kembali ke Distrik Gali sejak tahun 1998, termasuk orang-orang yang bepergian setiap hari melintasi garis gencatan senjata dan mereka yang bermigrasi secara musiman sesuai dengan siklus pertanian.[73]
Situasi hak asasi manusia tetap genting untuk sementara waktu di daerah berpenduduk Georgia di Distrik Gali. Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi internasional lainnya tanpa hasil mendesak otoritas de facto Abkhaz untuk menahan diri dari mengadopsi langkah-langkah yang tidak sesuai dengan standar hak asasi manusia internasional, seperti undang-undang yang diskriminatif.[74] Pejabat kunci Distrik Gali hampir semuanya etnis Abkhaz, meskipun staf pendukung mereka adalah etnis Georgia.[75]
Pascaperang
Pemilihan presiden diadakan di Abkhazia pada 3 Oktober 2004. Rusia mendukung Raul Khajimba, perdana menteri yang didukung oleh Presiden separatis yang sedang sakit Vladislav Ardzinba.[76] Poster Presiden Rusia Vladimir Putin bersama Khajimba, yang sama-sama pernah bekerja sebagai pejabat KGB.[77] Deputi parlemen Rusia dan penyanyi Rusia, yang dipimpin oleh Joseph Cobsohn, wakil Duma Negara dan penyanyi populer, datang ke Abkhazia, berkampanye untuk Khajimba.[78]
Namun, Raul Khajimba kalah dalam pemilihan dari Sergei Bagapsh. Situasi tegang di republik menyebabkan pembatalan hasil pemilihan oleh Mahkamah Agung. Setelah itu, kesepakatan dibuat antara mantan saingan untuk mencalonkan diri bersama, dengan Bagapsh sebagai calon presiden dan Khajimba sebagai calon wakil presiden. Mereka menerima lebih dari 90% suara dalam pemilihan baru.[79]
Pada Juli 2006, pasukan Georgia melancarkan operasi polisi yang berhasil melawan administrator yang memberontak di Ngarai Kodori yang berpenduduk Georgia, Emzar Kvitsiani. Kvitsiani telah ditunjuk oleh presiden Georgia sebelumnya Eduard Shevardnadze dan menolak untuk mengakui wewenang presiden Mikheil Saakashvili, yang menggantikan Shevardnadze setelah Revolusi Mawar. Meskipun Kvitsiani lolos dari penangkapan oleh polisi Georgia, Ngarai Kodori dibawa kembali di bawah kendali pemerintah pusat di Tbilisi.[80]
Tindakan kekerasan sporadis berlanjut selama tahun-tahun pascaperang. Terlepas dari status penjaga perdamaian penjaga perdamaian Rusia di Abkhazia, Pejabat Georgia secara rutin mengklaim bahwa penjaga perdamaian Rusia menghasut kekerasan dengan memasok pemberontak Abkhaz dengan senjata dan dukungan keuangan.
Dukungan Rusia terhadap Abkhazia menjadi nyata ketika rubel Rusia menjadi mata uang de facto dan Rusia mulai mengeluarkan paspor kepada penduduk Abkhazia.[81] Georgia juga menuduh Rusia melanggar wilayah udaranya dengan mengirim helikopter untuk menyerang kota-kota yang dikuasai Georgia di Ngarai Kodori. Pada April 2008, sebuah MiG Rusia dilarang dari wilayah udara Georgia, termasuk Abkhazia yang bertujuan untuk menembak jatuh sebuah Pesawat Nirawak Georgia.[82][83]
Pada 9 Agustus 2008, pasukan Abkhazia menembaki pasukan Georgia di Ngarai Kodori. Ini bertepatan dengan perang Ossetia Selatan 2008 di mana Rusia memutuskan untuk mendukung separatis Ossetia Selatan yang telah diserang Georgia.[84][85] Konflik meningkat menjadi perang skala penuh antara Federasi Rusia dan Republik Georgia.
Pada 10 Agustus 2008, diperkirakan 9.000 tentara Rusia memasuki Abkhazia seolah-olah untuk memperkuat pasukan penjaga perdamaian Rusia di republik tersebut. Sekitar 1.000 tentara Abkhazia bergerak untuk mengusir sisa pasukan Georgia di Abkhazia di Ngarai Kodori Atas.[86] Pada 12 Agustus pasukan Georgia dan warga sipil telah mengevakuasi bagian terakhir Abkhazia di bawah kendali pemerintah Georgia. Rusia mengakui kemerdekaan Abkhazia pada 26 Agustus 2008.[87]
Ini diikuti oleh pembatalan perjanjian gencatan senjata 1994 dan penghentian misi pemantauan PBB dan OSCE.[88][89] Pada tanggal 28 Agustus 2008, Parlemen Georgia mengeluarkan resolusi yang menyatakan Abkhazia sebagai wilayah yang diduduki Rusia.[90][91]
Sejak kemerdekaan diakui oleh Rusia, serangkaian perjanjian kontroversial dibuat antara pemerintah Abkhazia dan Federasi Rusia yang menyewakan atau menjual sejumlah aset utama negara. Pada Mei 2009 beberapa partai oposisi dan kelompok veteran perang memprotes kesepakatan ini dengan mengeluh bahwa kesepakatan tersebut merusak kedaulatan negara dan berisiko menukar satu kekuatan kolonial (Georgia) dengan satu kekuatan kolonial.[92]
Wakil presiden, Raul Khajimba, mengundurkan diri pada 28 Mei dengan mengatakan dia setuju dengan kritik yang dibuat oposisi.[93] Selanjutnya, sebuah konferensi partai-partai oposisi menominasikan Raul Khajimba sebagai kandidat mereka dalam pemilihan presiden Abkhazia bulan Desember 2009 yang dimenangkan oleh Sergei Bagapsh.
Perkembangan politik sejak 2014
Pada musim semi 2014, oposisi mengajukan ultimatum kepada Presiden Aleksandr Ankvab untuk membubarkan pemerintah dan melakukan reformasi radikal.[94] Pada 27 Mei 2014, di pusat Sukhum, 10.000 pendukung oposisi Abkhaz berkumpul untuk demonstrasi massa.[95] Pada hari yang sama, markas besar Ankvab di Sukhum diserbu oleh kelompok-kelompok oposisi yang dipimpin oleh Raul Khajimba, memaksanya melarikan diri ke Gudauta.[96]
Oposisi mengklaim bahwa protes dipicu oleh kemiskinan, tetapi poin utama pertentangan adalah kebijakan liberal Presiden Ankvab terhadap etnis Georgia di wilayah Gali. Oposisi mengatakan kebijakan ini dapat membahayakan identitas etnis Abkhaz. Pada November 2014, Vladimir Putin meresmikan hubungan militer Abkhazia sebagai bagian dari angkatan bersenjata Rusia, menandatangani perjanjian dengan Khajimba.[97][98] Pemerintah Georgia mengecam perjanjian itu sebagai "langkah menuju aneksasi".[99] Pada Desember 2021, terjadi kerusuhan di wilayah itu.[100]
Demografi
Menurut sensus terakhir tahun 2011, Abkhazia memiliki 240.705 penduduk. Jumlah yang tepat dari populasi Abkhazia tak jelas. Menurut sensus yang dilakukan pada tahun 2003 diperkirakan 215.972 orang, tetapi ini dipersengketakan oleh otoritas Georgia. Departemen Statistik Georgia memperkirakan populasi Abkhazia sekitar 179.000 pada tahun 2003, dan 178.000 pada tahun 2005 (tahun terakhir ketika perkiraan tersebut diterbitkan di Georgia).
Encyclopædia Britannica memperkirakan populasi pada tahun 2007 yaitu 180.000 dan International Crisis Group memperkirakan jumlah penduduk Abkhazia pada tahun 2006 antara 157.000–190.000 (atau antara 180.000–220.000 yang diperkirakan oleh UNDP pada tahun 1998).
Ekonomi
Ekonomi Abkhazia sangat bergantung pada Rusia, Abkhazia juga menggunakan Rubel Rusia sebagai mata uangnya. Abkhazia telah mengalami kenaikan ekonomi sederhana sejak Perang Ossetia Selatan tahun 2008 dan pengakuan dari Rusia atas kemerdekaan Abkhazia. Sekitar setengah anggaran Abkhazia dibiayai dengan uang bantuan rusia[101]
Budaya
Literatur bahasa Abkhaz yang ditulis muncul masih relatif baru, padamemilawal abad ke-20. Namun rakyat Abkhaz mempunyai kisah budaya Nart Saga, yaitu serangkaian kisah tentang pahlawan mitos dengan bangsa Kaukasia lainnya. Alfabet Kiril Abkhaz diciptakan pada abad ke-19. Surat kabar pertama di Abkhazia, disebut Abkhazia Post dan diedit oleh Dmitry Gulia, muncul pada tahun 1917.
Militer
Angkatan Bersenjata Abkhazia adalah militer Republik Abkhazia. Basis angkatan bersenjata Abkhazia dibentuk oleh Garda Nasional etnis Abkhaz, yang didirikan pada awal 1992. Sebagian besar senjata mereka berasal dari bekas pangkalan divisi lintas udara Rusia di Gudauta.[102][103] Militer utama Abkhazia ialah kekuatan darat, tetapi terdapat unit laut dan unit kecil udara.
Rusia mengerahkan unit militernya sendiri sebagai bagian dari Pangkalan Militer ke-7 di Abkhazia. Unit-unit ini dilaporkan berada di bawah Angkatan Darat ke-49 Rusia dan mencakup elemen darat dan aset pertahanan udara.[104][105]
Angkatan Bersenjata Abkhazia terdiri dari:
- Angkatan Darat Abkhazia dengan kekuatan permanen sekitar 5.000 personel. Namun cadangan dan personel paramiliter dapat berjumlah hingga 50.000 pada saat konflik militer. Jumlah pasti dan jenis peralatan yang digunakan tetap tidak dapat diverifikasi.
- Angkatan Laut Abkhazia terdiri dari tiga divisi yang berbasis di Sukhum, Ochamchire, dan Pitsunda, tetapi penjaga pantai Rusia berpatroli di perairan mereka.[106]
- Angkatan Udara Abkhazia, sebuah unit kecil yang terdiri dari beberapa pesawat tempur dan helikopter.
Lihat pula
Pranala luar
Referensi
- ↑ Территориальная целостность Грузии опирается на твердую международную поддержку. golos-ameriki.ru.
- ↑ Contested Borders in the Caucasus : Chapter I (3/4). vub.ac.be.
- ↑ Konstantin Ozgan. Contrasts and Solutions in the Caucasus. Aarhus University Press. 1998. hlm. 184. ISBN 978-87-7288-708-1.
- ↑ George B. Hewitt. Discordant Neighbours: A Reassessment of the Georgian-Abkhazian and Georgian-South Ossetian Conflicts. BRILL. 2013. hlm. 9. ISBN 978-90-04-24893-9.
- ↑ TITUS Texts: Megrelian-Georgian Dictionary Kajaia: Frame. titus.fkidg1.uni-frankfurt.de.
- ↑ აფხა (აფხას) – მეგრულ-ქართული ლექსიკონი. www.nplg.gov.ge.
- ↑ Harry Kodua. მეგრულ ქართული ლექსიკონი. www.megrulad.ge.
- ↑ მარიამ ლორთქიფანიძე - აფხაზები და აფხაზეთი. www.amsi.ge.
- ↑ For all practical purposes the term Abkhdz or Afkhdz, in early Muslim sources covers Georgia and Georgians . Barthold, Wasil & Minorsky, Vladimir, "Abkhaz", in The Encyclopaedia of Islam, Vol. 1, 1960.
- ↑ Constitution of the Republic of Abkhazia (Apsny). Abkhazworld.com.
- ↑ The British and Foreign Review: Or, European Quarterly. 1838, p. 422.;
- ↑ Edmund Ollier. Cassell's illustrated history of the Russo-Turkish. 1885
- ↑ David Braund. Georgia in Antiquity: A History of Colchis and Transcaucasian Iberia, 550 BC – AD 562. Clarendon. 1994. hlm. 359..
- ↑ Ronald Grigor. The Making of the Georgian Nation. SUNY. hlm. 13..
- ↑ Stuart J Kaufman. Modern Hatreds: The Symbolic Politics of Ethnic War. hlm. 91..
- ↑ BBC News – Regions and territories: Abkhazia. BBC News. BBC. 22 November 2011.
- ↑ Graham Smith, Edward A. Allworth, Vivien A. Law et al., pages 56–58; Abkhaz by W. Barthold V. Minorsky in the Encyclopaedia of Islam.
- ↑ David Braund. Georgia in Antiquity: A History of Colchis and Transcaucasian Iberia, 550 BC – AD 562. Oxford University Press. 8 September 1994. hlm. 27..
- ↑ Timothy E Gregory. A History of Byzantium. 2005. hlm. 78. ISBN 978-0-631-23512-5..
- ↑ Charles King. The Black Sea. A history. Oxford University Press. 2004. ISBN 978-0-19-924161-3.
- ↑ Graham Smith. Nation-building in the post-Soviet borderlands. Cambridge University Press. 1998. hlm. 56. ISBN 978-0-521-59968-9.
- ↑ Alexei Zverev, Ethnic Conflicts in the Caucasus; Graham Smith, Edward A Allworth, Vivien A Law et al., pages 56–58; Abkhaz by W. Barthold [V. Minorsky] in the Encyclopaedia of Islam; The Georgian-Abkhaz State (summary), by George Anchabadze, in: Paul Garb, Arda Inal-Ipa, Paata Zakareishvili, editors, Aspects of the Georgian-Abkhaz Conflict: Cultural Continuity in the Context of Statebuilding, Volume 5, 26–28 August 2000.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ T. Beradze. A Historical-Geographical Review of Modern Abkhazia in:Causes of War-Prospects for Peace. Proceedings of the Holy Synod of the Georgian Orthodox Church and the Konrad-Adenauer-Stiftung scientific conference on the theme: Causes of War – Prospects for Peace (2008), 2–3 December: CGS ltd. www.kas.de. 2009. hlm. 10–12.
- ↑ A. Mikaberidze. HIstory. Georgia: Past, Present and Future. 2007.
- ↑ BBC News – Regions and territories: Abkhazia. BBC News. BBC. 22 November 2011.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ T. Beradze. A Historical-Geographical Review of Modern Abkhazia in:Causes of War-Prospects for Peace. Proceedings of the Holy Synod of the Georgian Orthodox Church and the Konrad-Adenauer-Stiftung scientific conference on the theme: Causes of War – Prospects for Peace (2008), 2–3 December: CGS ltd. www.kas.de. 2009. hlm. 10–12.
- ↑ George Hewitt. The Abkhazians. A Handbook. St. Martin's Press. 1998. hlm. 67–77. ISBN 9780312219758.
- ↑ Mikaberidze, Alexander, "Historical Dictionary of Georgia", Rowman & Littlefield, 2015, p.84
- ↑ George Hewitt. The Abkhazians. A Handbook. St. Martin's Press. 1998. hlm. 81. ISBN 9780312219758.
- ↑ George Hewitt. The Abkhazians. A Handbook. St. Martin's Press. 1998. hlm. 81–82. ISBN 9780312219758.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ M. Th. Houtsma. E.J. Brill's first encyclopaedia of Islam 1913–1936. BRILL. 1993. hlm. 71. ISBN 978-90-04-09796-4.
- ↑ Lortkipanidze M., The Abkhazians and Abkhazia, Tbilisi 1990.
- ↑ Some of the issues of Russian imperial language policy in Abkhazia and its results (part II). Experts' Club. 28 July 2010.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber. 1 April 1925.
- ↑ A. Ju. Neproshin. sumber. MGIMO. 16–17 May 2006..
- ↑ Eastern Europe and the Commonwealth of Independent States. Europa Publications Limited. 1999. hlm. 363. ISBN 978-1-85743-058-5.
- ↑ George Hewitt. The Abkhazians: a handbook. Palgrave Macmillan. 1999. hlm. 96. ISBN 978-0-312-21975-8.
- ↑ George Hewitt. Abkhaz – A Comprehensive Self-Tutor. hlm. 17..
- ↑ Gélson Fernandes. kwin. kwin.in.net. 2023-04-05.
- ↑ Abkhaz World. The Stalin-Beria Terror in Abkhazia, 1936-1953, by Stephen Shenfield. Abkhaz World. 2010-06-30.
- ↑ Bernard A. Cook. Europe Since 1945: An Encyclopedia. Routledge. 2014-01-27. ISBN 978-1-135-17932-8.
- ↑ BBC News – Regions and territories: Abkhazia. BBC News. BBC. 22 November 2011.
- ↑ BBC News – Regions and territories: Abkhazia. BBC News. BBC. 22 November 2011.
- ↑ Arsène Saparov. From Conflict to Autonomy in the Caucasus: The Soviet Union and the Making of Abkhazia, South Ossetia and Nagorno Karabakh. Routledge. 2014. hlm. 150. ISBN 9781317637844.
- ↑ sumber. geocities.com. February 1997.
- ↑ Francis Céline. Conflict Resolution and Status : the Case of Georgia and Abkhazia (1989–2008). ASP. 2011. ISBN 9789054878995.
- ↑ Francis Céline. Conflict Resolution and Status : the Case of Georgia and Abkhazia (1989–2008). ASP. 2011. ISBN 9789054878995.
- ↑ Georgia-Abkhazia: Chronology. www.c-r.org.
- ↑ Парламентская газета :: Архив :: Грузия строит демократию на беззаконии. www.pnp.ru.
- ↑ Georgia: Abkhazia and South Ossetia. www.pesd.princeton.edu. Encyclopedia Princetoniensis.
- ↑ Coppieters, Bruno et al.(2005), Statehood and security: Georgia after the Rose Revolution, p. 384. American Academy of Arts and Sciences,
- ↑ 1921 Constitution of the Democratic Republic of Georgia : Chapter XI, Articles 107–108 (adopted by the Constituent Assembly of Georgia 21 February 1921): "Abkhasie (district of Soukhoum), ..., which are integral parts of the Georgian Republic, enjoy autonomy in the administration of their affairs. The statute concerning the autonomy of [these] districts ... will be the object of special legislation". Regional Research Centre. Retrieved on 25 November 2008.
- ↑ Svante E. Cornell (2001), Small Nations and Great Powers: A Study of Ethnopolitical Conflict in the Caucasus, pp. 345–9. Routledge, .
- ↑ Ons Ruins of Empire: Ethnicity and Nationalism in the Former Soviet Union, pg 72, by Georgiy I. Mirsky, published by Greenwood Publishing Group, sponsored by the London School of Economics
- ↑ Full Report by Human Rights Watch. Human Rights Watch. Georgia/Abkhazia. Violations of the laws of war and Russia's role in the conflict Helsinki, March 1995. p. 22
- ↑ C.J.Shivers. The Chechen's Story: From Unrivaled Guerrilla Leader to the Terror of Russia. The New York Times. 15 September 2004.
- ↑ UNOMIG: United Nations Observer Mission in Georgia – Background. un.org.
- ↑ Ons Ruins of Empire: Ethnicity and Nationalism in the Former Soviet Union, pg 72, by Georgiy I. Mirsky, published by Greenwood Publishing Group, sponsored by the London School of Economics
- ↑ CSCE Budapest Document 1994, Budapest Decisions, Regional Issues. umn.edu.
- ↑ Lisbon OSCE Summit Declaration.
- ↑ Istanbul Document 1999. www.osce.org. 1999-11-19.
- ↑ Vladimir Kolossov. After the Wars in the South CaucasusState of Georgia: Economic Insecuritiesand Migration in the "De Facto" Statesof Abkhazia and South Ossetia. Eurasian Geography and Economics. 2011. Vol. 52 (5). hlm. 634. doi:10.2747/1539-7216.52.5.631.
- ↑ The Guns of August 2008, Russia's Uar in Georgia, Svante Cornell & Frederick Starr, p. 27
- ↑ US State Department, Country Reports ons Human Rights Practices for 1993, February 1994, pp. 120
- ↑ Jemal Gamakharia. INTERNATIONAL SOCIETY TO BRING A VERDICT ON THE TRAGEDY OF ABKHAZIA/GEORGIA. 2015. hlm. 7. ISBN 978-9941-461-12-5.
- ↑ Abkhazia – the disputed land of the soul. 20 August 1997.
- ↑ Europe Report N°176: Abkhazia Today. Crisisgroup.org. 15 September 2006.
- ↑ UN High Commissioner for refugees. Background note on the Protection of Asylum Seekers and Refugees in Georgia remaining outside Georgia,
- ↑ Walter Kälin. Report of the Representative of the Secretary-General on the human rights of internally displaced persons – Mission to Georgia (21 to 24 December 2005). United Nations. 24 March 2006.
- ↑ Abkhazia Today. The International Crisis Group Europe Report N°176, 15 September 2006, page 10. Retrieved on 30 May 2007. Free registration needed to view full report
- ↑ Abkhazia *. freedomhouse.org.
- ↑ Vitalii Sharia. sumber. Caucasian Knot. 2 October 2004.
- ↑ Хаджимба, Рауль. Lenta.RU.
- ↑ Кавказский Узел – Протокол N 7 Центральной избирательной комиссии по выборам Президента Республики Абхазия от 14 января 2005 г. Кавказский Узел.
- ↑ Official: Government Forces Control Most of Kodori Gorge. civil.ge.
- ↑ Regions and territories: Abkhazia. BBC.co.uk. 15 December 2009.
- ↑ Video shows Russian MiG downing Georgian UAV. Airforcetimes.com. 23 April 2008.
- ↑ Russian Jet shoots Georgian UAV. Youtube.
- ↑ Georgia 'started unjustified war'. BBC News. 30 September 2009.
- ↑ Report blames Georgia for starting war with Russia: newspapers. Earthtimes.org. 30 September 2009.
- ↑ Russia in operation to storm Abkhazia gorge. Reuters. 10 August 2008.
- ↑ David Nowak. Russia: Georgia can 'forget' regaining provinces. ABC News. The Associated Press. 14 August 2008..
- ↑ Russia recognises Georgia's breakaway republics −2. RIA Novosti. 26 August 2008.
- ↑ Jean-Christophe Peuch. Georgia: OSCE Terminates Its 17-Year Georgian Mission. Eurasianet. 29 June 2009.
- ↑ Resolution of the Parliament of Georgia declaring Abkhazia and South Ossetia occupied territories. Parliament of Georgia. 29 August 2008.
- ↑ Abkhazia, S.Ossetia Formally Declared Occupied Territory. Civil.Ge. 28 August 2008.
- ↑ Abkhaz Leadership, Opposition Exchange Accusations. Caucasus Report. Radio Free Europe. 24 May 2009.
- ↑ sumber. Apsnypress. 28 May 2009.
- ↑ Michael H. Cecire. Analysis: Unrest in Abkhazia. BBC.com. 28 May 2014.
- ↑ sumber. 27 May 2014.
- ↑ Georgia Abkhazia: Leader 'flees' protesters in Sukhumi. 28 May 2014.
- ↑ Katie Dahlstrom. Georgians protest against Russia-Abkhazia agreement. BBC.com. 15 November 2014.
- ↑ Jack Farchy. Vladimir Putin signs treaty with Abkhazia and puts Tbilisi on edge. Financial Times. 24 November 2014.
- ↑ Putin strengthens ties with Georgia breakaway region; Tbilisi protests. Reuters. 24 November 2014.
- ↑ Opposition Protests In Georgia's Breakaway Abkhazia Turn Violent. RadioFreeEurope/RadioLiberty.
- ↑ Nikolaus von Twickel. No Clear Frontrunner as Abkhazia Goes to Poll. The Moscow Times. 26 August 2011.
- ↑ Chervonnaia, Svetlana Mikhailovna. Conflict in the Caucasus: Georgia, Abkhazia and the Russian Shadow. Gothic Image Publications, 1994
- ↑ White Book of Abkhazia. 1992–1993 Documents, Materials, Evidences. Moscow, 1993.
- ↑ Russland legitimiert Beziehungen zu Abchasien und Südossetien. De.rian.ru.
- ↑ Russian Military Forces: Interactive Map.
- ↑ John Pike. Russian patrol boats arrive in Abkhazia to guard border. Globalsecurity.org. 13 May 2010.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28957160 (2026-02-13T13:32:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.