Genta Raja Seongdeok: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29150364; atribusi sumber disertakan. |
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Genta Raja Seongdeok''' (성덕대왕 신종) adalah sebuah [[genta]] [[perunggu]] raksasa yang terdapat di [[Gyeongju]], [[Korea Selatan]]. Genta ini merupakan yang terbesar di Korea. Ia digantung di sebuah paviliun halaman [[Museum Nasional Gyeongju]], Provinsi [[Gyeongsang Utara]]. | [[File:Korea_south_silla_bell.jpg|thumb|right|280px|Korea south silla bell]] | ||
'''Genta Raja Seongdeok''' (성덕대왕 신종) adalah sebuah [[genta]] [[perunggu]] raksasa yang terdapat di [[Gyeongju]], [[Korea Selatan]].<ref>[http://www.parandeul.co.kr/emillebell..htm Emille bell] , ''parandeul''. Access date: 7 April 2011</ref><ref>[http://www.koreanhero.net/fiftywonders/FiftyWonders_English.pdf Fifty Wonders of Korea, Volume 1 - Culture and Art]. Korean Spirit & Culture Promotion Project. 2007. hlm. 82-87.</ref> Genta ini merupakan yang terbesar di Korea. Ia digantung di sebuah paviliun halaman [[Museum Nasional Gyeongju]], Provinsi [[Gyeongsang Utara]]. | |||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Dinamakan juga '''Genta Emille''', '''Genta Bongdeoksa''' atau '''Genta Suci Raja Seongdeok''', dibuat atas perintah [[Gyeongdeok dari Silla|Raja Gyeongdeok]] (bertahta 742-765), raja ke-35 dari kerajaan [[Silla]] sebagai bentuk bakti terhadap sang ayah, [[Seongdeok dari Silla|Raja Seongdeok]] (?-737, bertahta 702-727). Raja Gyeongdeok wafat sebelum pembuatan genta diselesaikan dan dilanjutkan oleh [[Hyegong dari Silla|Raja Hyegong]] sampai selesai tahun 771. | Dinamakan juga '''Genta Emille''', '''Genta Bongdeoksa''' atau '''Genta Suci Raja Seongdeok''', dibuat atas perintah [[Gyeongdeok dari Silla|Raja Gyeongdeok]] (bertahta 742-765), raja ke-35 dari kerajaan [[Silla]] sebagai bentuk bakti terhadap sang ayah, [[Seongdeok dari Silla|Raja Seongdeok]] (?-737, bertahta 702-727). Raja Gyeongdeok wafat sebelum pembuatan genta diselesaikan dan dilanjutkan oleh [[Hyegong dari Silla|Raja Hyegong]] sampai selesai tahun 771.<ref>[http://www.koreanhero.net/fiftywonders/FiftyWonders_English.pdf Fifty Wonders of Korea, Volume 1 - Culture and Art]. Korean Spirit & Culture Promotion Project. 2007. hlm. 82-87.</ref> | ||
== Suara yang dihasilkan == | == Suara yang dihasilkan == | ||
Genta Raja Seongdeok menghasilkan suara yang rendah namun dapat bertahan selama 3 menit, durasi yang terlama di dunia. Pada malam hari, dentang lonceng dapat merambat sejauh 3 km. | Genta Raja Seongdeok menghasilkan suara yang rendah namun dapat bertahan selama 3 menit, durasi yang terlama di dunia. Pada malam hari, dentang lonceng dapat merambat sejauh 3 km. | ||
Dalam Bahasa Silla, Emille bermakna "ibu". Menurut legenda, genta tidak berbunyi ketika pertama kali diselesaikan. Pendeta kepala memerintahkan agar genta dilelehkan kembali dan menurut mimpinya, ia melempar seorang anak ke dalamnya. Ketika genta selesai, suaranya menyerupai tangisan bayi yang mengucapkan "emille". | Dalam Bahasa Silla, Emille bermakna "ibu".<ref>[http://www.lifeinkorea.com/Travel2/122 Gyeongju National Museum] , ''lifeinkorea''. Akses:27-01-2013</ref> Menurut legenda, genta tidak berbunyi ketika pertama kali diselesaikan. Pendeta kepala memerintahkan agar genta dilelehkan kembali dan menurut mimpinya, ia melempar seorang anak ke dalamnya.<ref>[http://www.lifeinkorea.com/Travel2/122 Gyeongju National Museum] , ''lifeinkorea''. Akses:27-01-2013</ref> Ketika genta selesai, suaranya menyerupai tangisan bayi yang mengucapkan "emille". | ||
== Keunikan == | == Keunikan == | ||
Untuk membuat genta, diperkirakan memerlukan 27 ton perunggu. Namun, teknik pembuatannya masih menjadi misteri oleh para ilmuwan masa kini. Genta berukuran sama dapat dibuat tanpa kesulitan, tetapi dengan harus bantuan [[tanur]] tinggi dan perlengkapan modern. | Untuk membuat genta, diperkirakan memerlukan 27 ton perunggu. Namun, teknik pembuatannya masih menjadi misteri oleh para ilmuwan masa kini.<ref>[http://www.koreanhero.net/fiftywonders/FiftyWonders_English.pdf Fifty Wonders of Korea, Volume 1 - Culture and Art]. Korean Spirit & Culture Promotion Project. 2007. hlm. 82-87.</ref> Genta berukuran sama dapat dibuat tanpa kesulitan, tetapi dengan harus bantuan [[tanur]] tinggi dan perlengkapan modern. | ||
Berdasarkan teori, tangkai tersebut setidaknya harus berdiameter 15 cm untuk dapat menahan berat genta. Analisis ini menunjukkan keterampilan tinggi orang Silla yang tak bisa dipahami. Mereka diduga menempa banyak lapisan [[aloi]] [[metal]] berukuran tipis menjadi massa padat berbentuk silinder untuk membuatnya menjadi kuat. Tangkai asli dikembalikan dan masih bertahan untuk menggantung genta sampai kini. | Berdasarkan teori, tangkai tersebut setidaknya harus berdiameter 15 cm untuk dapat menahan berat genta. Analisis ini menunjukkan keterampilan tinggi orang Silla yang tak bisa dipahami. Mereka diduga menempa banyak lapisan [[aloi]] [[metal]] berukuran tipis menjadi massa padat berbentuk silinder untuk membuatnya menjadi kuat. Tangkai asli dikembalikan dan masih bertahan untuk menggantung genta sampai kini. | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.hometokorea.org/node/168 Sacred Bell of King Songdok-wang] | * [http://www.hometokorea.org/node/168 Sacred Bell of King Songdok-wang] | ||
* [http://www.markinsamerica.com/MA5/emille.php History and Legend of Emille Bell] | * [http://www.markinsamerica.com/MA5/emille.php History and Legend of Emille Bell] | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Genta+Raja+Seongdeok&oldid=29150364 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29150364 (2026-04-21T17:10:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.40

Genta Raja Seongdeok (성덕대왕 신종) adalah sebuah genta perunggu raksasa yang terdapat di Gyeongju, Korea Selatan.[1][2] Genta ini merupakan yang terbesar di Korea. Ia digantung di sebuah paviliun halaman Museum Nasional Gyeongju, Provinsi Gyeongsang Utara.
Sejarah
Dinamakan juga Genta Emille, Genta Bongdeoksa atau Genta Suci Raja Seongdeok, dibuat atas perintah Raja Gyeongdeok (bertahta 742-765), raja ke-35 dari kerajaan Silla sebagai bentuk bakti terhadap sang ayah, Raja Seongdeok (?-737, bertahta 702-727). Raja Gyeongdeok wafat sebelum pembuatan genta diselesaikan dan dilanjutkan oleh Raja Hyegong sampai selesai tahun 771.[3]
Suara yang dihasilkan
Genta Raja Seongdeok menghasilkan suara yang rendah namun dapat bertahan selama 3 menit, durasi yang terlama di dunia. Pada malam hari, dentang lonceng dapat merambat sejauh 3 km.
Dalam Bahasa Silla, Emille bermakna "ibu".[4] Menurut legenda, genta tidak berbunyi ketika pertama kali diselesaikan. Pendeta kepala memerintahkan agar genta dilelehkan kembali dan menurut mimpinya, ia melempar seorang anak ke dalamnya.[5] Ketika genta selesai, suaranya menyerupai tangisan bayi yang mengucapkan "emille".
Keunikan
Untuk membuat genta, diperkirakan memerlukan 27 ton perunggu. Namun, teknik pembuatannya masih menjadi misteri oleh para ilmuwan masa kini.[6] Genta berukuran sama dapat dibuat tanpa kesulitan, tetapi dengan harus bantuan tanur tinggi dan perlengkapan modern.
Berdasarkan teori, tangkai tersebut setidaknya harus berdiameter 15 cm untuk dapat menahan berat genta. Analisis ini menunjukkan keterampilan tinggi orang Silla yang tak bisa dipahami. Mereka diduga menempa banyak lapisan aloi metal berukuran tipis menjadi massa padat berbentuk silinder untuk membuatnya menjadi kuat. Tangkai asli dikembalikan dan masih bertahan untuk menggantung genta sampai kini.
Pranala luar
Referensi
- ↑ Emille bell , parandeul. Access date: 7 April 2011
- ↑ Fifty Wonders of Korea, Volume 1 - Culture and Art. Korean Spirit & Culture Promotion Project. 2007. hlm. 82-87.
- ↑ Fifty Wonders of Korea, Volume 1 - Culture and Art. Korean Spirit & Culture Promotion Project. 2007. hlm. 82-87.
- ↑ Gyeongju National Museum , lifeinkorea. Akses:27-01-2013
- ↑ Gyeongju National Museum , lifeinkorea. Akses:27-01-2013
- ↑ Fifty Wonders of Korea, Volume 1 - Culture and Art. Korean Spirit & Culture Promotion Project. 2007. hlm. 82-87.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29150364 (2026-04-21T17:10:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.