Lompat ke isi

Teorema binomial: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
Maintenance script (bicara | kontrib)
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula
 
Baris 13: Baris 13:
Abad ke-4 SM [[[[Matematika Yunani|matematikawan Yunani]]]] [[Euklides]] menyebutkan kasus khusus teorema binomial untuk eksponen&nbsp;2.<ref>Eric W. Weisstein. [http://mathworld.wolfram.com/BinomialTheorem.html Binomial Theorem]. ''Wolfram MathWorld''.</ref><ref>J. L. Coolidge. [http://www.jstor.org/pss/2305028 The Story of the Binomial Theorem]. ''The American Mathematical Monthly''. 1949. Vol. 56 (3). doi:10.2307/2305028.</ref> Ada bukti bahwa teorema binomial untuk [[kubus]] telah diketahui pada abad ke-6 di [[India]].<ref>Eric W. Weisstein. [http://mathworld.wolfram.com/BinomialTheorem.html Binomial Theorem]. ''Wolfram MathWorld''.</ref><ref>J. L. Coolidge. [http://www.jstor.org/pss/2305028 The Story of the Binomial Theorem]. ''The American Mathematical Monthly''. 1949. Vol. 56 (3). doi:10.2307/2305028.</ref>
Abad ke-4 SM [[[[Matematika Yunani|matematikawan Yunani]]]] [[Euklides]] menyebutkan kasus khusus teorema binomial untuk eksponen&nbsp;2.<ref>Eric W. Weisstein. [http://mathworld.wolfram.com/BinomialTheorem.html Binomial Theorem]. ''Wolfram MathWorld''.</ref><ref>J. L. Coolidge. [http://www.jstor.org/pss/2305028 The Story of the Binomial Theorem]. ''The American Mathematical Monthly''. 1949. Vol. 56 (3). doi:10.2307/2305028.</ref> Ada bukti bahwa teorema binomial untuk [[kubus]] telah diketahui pada abad ke-6 di [[India]].<ref>Eric W. Weisstein. [http://mathworld.wolfram.com/BinomialTheorem.html Binomial Theorem]. ''Wolfram MathWorld''.</ref><ref>J. L. Coolidge. [http://www.jstor.org/pss/2305028 The Story of the Binomial Theorem]. ''The American Mathematical Monthly''. 1949. Vol. 56 (3). doi:10.2307/2305028.</ref>


Koefisien binomial, seperti jumlah kombinasi yang menunjukkan banyak cara untuk memilih ''k'' objek dari ''n'' tanpa penggantian, telah menjadi perhatian orang-orang Hindu kuno. Referensi paling awal yang diketahui mengenai permasalahan kombinasi ini adalah ''Chandaḥśāstra'' karya penulis Hindu, [[Pingala]] (sekitar 200 SM), yang memuat suatu metode untuk solusinya.<ref>Jean-Claude Martzloff. ''A history of Chinese mathematics''. Springer. 1987.</ref> Seorang peneliti bernama [[Halayudha]] dari abad ke-10 M menjelaskan mengenai metode ini menggunakan yang kini dikenal sebagai [[segitiga Pascal]].<ref>Jean-Claude Martzloff. ''A history of Chinese mathematics''. Springer. 1987.</ref> Pada abad ke-6 M, matematikawan Hindu mungkin telah mengetahui cara menunjukkannya dalam sebuah persamaan <math>\frac{n!}{(n-k)!k!}</math>,<ref>N. L. Biggs. ''The roots of combinatorics''. ''Historia Math''. 1979. Vol. 6 (2). doi:10.1016/0315-0860(79)90074-0.</ref> dan suatu pernyataan yang jelas mengenai aturan ini dapat ditemukan dalam naskah abad ke-12 ''Lilavati'' karya [[Bhāskara II|Bhaskara]].<ref>N. L. Biggs. ''The roots of combinatorics''. ''Historia Math''. 1979. Vol. 6 (2). doi:10.1016/0315-0860(79)90074-0.</ref>
''A history of Chinese mathematics''. Springer. 1987.</ref> Seorang peneliti bernama [[Halayudha]] dari abad ke-10 M menjelaskan mengenai metode ini menggunakan yang kini dikenal sebagai [[segitiga Pascal]].<ref>Jean-Claude Martzloff. ''A history of Chinese mathematics''. Springer. L. Biggs. ''The roots of combinatorics''. ''Historia Math''. 1979. Vol. 6 (2). doi:10.1016/0315-0860(79)90074-0.</ref> dan suatu pernyataan yang jelas mengenai aturan ini dapat ditemukan dalam naskah abad ke-12 ''Lilavati'' karya [[Bhāskara II|Bhaskara]].<ref>N. L. Biggs. ''The roots of combinatorics''. ''Historia Math''. 1979. Vol. 6 (2). doi:10.1016/0315-0860(79)90074-0.</ref>


Teorema binomial yang sama dapat ditemukan pada hasil tulisan [[Matematika Islam abad pertengahan|matematikawan Persia]] abad ke-11, [[Al-Karaji]], yang menggambarkan pola segitiga dari koefisien binomial.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teorema+binomial&oldid=29587241 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Ia juga memberikan [[pembuktian matematika]] dari teorema binomial dan segitiga dengan menggunakan suatu bentuk sederhana dari [[induksi matematika]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teorema+binomial&oldid=29587241 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Penyari dan matematikawan Persia [[Umar Khayyām]] mungkin telah akrab dengan rumus-rumus dengan pangkat yang lebih tinggi, meskipun banyak karya-karya matematikanya hilang.<ref>J. L. Coolidge. [http://www.jstor.org/pss/2305028 The Story of the Binomial Theorem]. ''The American Mathematical Monthly''. 1949. Vol. 56 (3). doi:10.2307/2305028.</ref> Ekspansi binomial dengan derajat kecil telah diketahui oleh matematikawan abad ke-13 bernama [[Yang Hui]]<ref>James A. Landau. [http://archives.math.utk.edu/hypermail/historia/may99/0073.html Historia Matematica Mailing List Archive: Re: [HM] Pascal's Triangle]. ''Archives of Historia Matematica''. 1999-05-08.</ref> dan [[Zhu Shijie]].<ref>J. L. Coolidge. [http://www.jstor.org/pss/2305028 The Story of the Binomial Theorem]. ''The American Mathematical Monthly''. 1949. Vol. 56 (3). doi:10.2307/2305028.</ref> Yang Hui menghubungkan metode itu dengan naskah yang jauh lebih awal berasal dari abad ke-11 tulisan [[Jia Xian]], meskipun tulisan-tulisannya kini juga hilang.<ref>Jean-Claude Martzloff. ''A history of Chinese mathematics''. Springer. 1987.</ref>
Teorema binomial yang sama dapat ditemukan pada hasil tulisan [[Matematika Islam abad pertengahan|matematikawan Persia]] abad ke-11, [[Al-Karaji]], yang menggambarkan pola segitiga dari koefisien binomial.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teorema+binomial&oldid=29587241 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Ia juga memberikan [[pembuktian matematika]] dari teorema binomial dan segitiga dengan menggunakan suatu bentuk sederhana dari [[induksi matematika]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teorema+binomial&oldid=29587241 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Penyari dan matematikawan Persia [[Umar Khayyām]] mungkin telah akrab dengan rumus-rumus dengan pangkat yang lebih tinggi, meskipun banyak karya-karya matematikanya hilang.<ref>J. L. Coolidge. [http://www.jstor.org/pss/2305028 The Story of the Binomial Theorem]. ''The American Mathematical Monthly''. 1949. Vol. 56 (3). doi:10.2307/2305028.</ref> Ekspansi binomial dengan derajat kecil telah diketahui oleh matematikawan abad ke-13 bernama [[Yang Hui]]<ref>James A. Landau. [http://archives.math.utk.edu/hypermail/historia/may99/0073.html Historia Matematica Mailing List Archive: Re: [HM] Pascal's Triangle]. ''Archives of Historia Matematica''. 1999-05-08.</ref> dan [[Zhu Shijie]].<ref>J. L. Coolidge. [http://www.jstor.org/pss/2305028 The Story of the Binomial Theorem]. ''The American Mathematical Monthly''. 1949. Vol. 56 (3). doi:10.2307/2305028.</ref> Yang Hui menghubungkan metode itu dengan naskah yang jauh lebih awal berasal dari abad ke-11 tulisan [[Jia Xian]], meskipun tulisan-tulisannya kini juga hilang.<ref>Jean-Claude Martzloff. ''A history of Chinese mathematics''. Springer. 1987.</ref>

Revisi terkini sejak 9 September 2026 09.09

Berkas:Pascal's triangle 5.svg
Pascal's triangle 5

Dalam aljabar elementer, teorema binomial adalah teorema yang menjelaskan mengenai pengembangan eksponen dari penjumlahan antara dua variabel (binomial). Berdasarkan teorema ini, dimungkinkan untuk mengembangkan eksponen (x + y)n menjadi sebuah penjumlahan dari suku-suku dengan bentuk axbyc, di mana eksponen b dan c adalah bilangan bulat non negatif dengan , dan koefisien a dari setiap suku adalah bilangan bulat positif tertentu tergantung pada n dan b. Ketika suatu eksponen adalah nol, faktor yang bereksponen nol tersebut biasanya dihilangkan dari sukunya. Contohnya,

(x+y)4=x4y0+4x3y+6x2y2+4xy3+x0y4.
(x+y)4=x4+4x3y+6x2y2+4xy3+y4.

Koefisien a pada suku axbyc dikenal sebagai koefisien binomial (nb) atau (nc) (keduanya memiliki nilai yang sama). Koefisien untuk setiap variasi n dan b dapat disusun membentuk segitiga Pascal. Angka-angka ini juga muncul dalam kombinatorika, di mana (nb) menunjukkan banyaknya kombinasi yang berbeda dari unsur b yang dapat dipilih dari suatu himpunan dengan unsur sebanyak n.

Sejarah

Peristiwa-peristiwa khusus terkait teorema binomial yang diketahui sejak zaman kuno diikhtisarkan berikut ini:

Abad ke-4 SM [[matematikawan Yunani]] Euklides menyebutkan kasus khusus teorema binomial untuk eksponen 2.[1][2] Ada bukti bahwa teorema binomial untuk kubus telah diketahui pada abad ke-6 di India.[3][4]

A history of Chinese mathematics. Springer. 1987.</ref> Seorang peneliti bernama Halayudha dari abad ke-10 M menjelaskan mengenai metode ini menggunakan yang kini dikenal sebagai segitiga Pascal.[5] dan suatu pernyataan yang jelas mengenai aturan ini dapat ditemukan dalam naskah abad ke-12 Lilavati karya Bhaskara.[6]

Teorema binomial yang sama dapat ditemukan pada hasil tulisan matematikawan Persia abad ke-11, Al-Karaji, yang menggambarkan pola segitiga dari koefisien binomial.[7] Ia juga memberikan pembuktian matematika dari teorema binomial dan segitiga dengan menggunakan suatu bentuk sederhana dari induksi matematika.[8] Penyari dan matematikawan Persia Umar Khayyām mungkin telah akrab dengan rumus-rumus dengan pangkat yang lebih tinggi, meskipun banyak karya-karya matematikanya hilang.[9] Ekspansi binomial dengan derajat kecil telah diketahui oleh matematikawan abad ke-13 bernama Yang Hui[10] dan Zhu Shijie.[11] Yang Hui menghubungkan metode itu dengan naskah yang jauh lebih awal berasal dari abad ke-11 tulisan Jia Xian, meskipun tulisan-tulisannya kini juga hilang.[12]

Pernyataan teorema

Berdasarkan teorema binomial, dimungkinkan untuk mengembangkan setiap eksponen dari x + y menjadi suatu penjumlahan dengan bentuk

(x+y)n=(n0)xny0+(n1)xn1y1+(n2)xn2y2++(nn1)x1yn1+(nn)x0yn,

di mana setiap (nk) adalah bilangan bulat positif tertentu yang dikenal sebagai koefisien binomial. Rumus ini dikenal juga sebagai rumus binomial atau identitas binomial. Dengan menggunakan notasi penjumlahan, rumus itu dapat ditulis

(x+y)n=k=0n(nk)xnkyk=k=0n(nk)xkynk.

Ekspresi akhir mengikuti ekspresi sebelumnya dengan cara menukar letak x dan y dari ekspresi pertama, dan dengan perbandingan keduanya diketahui bahwa urutan koefisien binomial dalam rumus tersebut adalah simetris.

Sebuah varian sederhana dari rumus binomial diperoleh dengan mensubstitusi y dengan 1, sehingga hanya terdapat satu variabel. Dengan bentuk ini, rumus akan menjadi

(1+x)n=(n0)x0+(n1)x1+(n2)x2++(nn1)xn1+(nn)xn,

atau ekuivalen

(1+x)n=k=0n(nk)xk.

Contoh

Contoh paling dasar teorema binomial adalah rumus untuk x + y kuadrat

(x+y)2=x2+2xy+y2.

Koefisien binomial 1, 2, 1 muncul dalam pengembangan ini sesuai dengan baris ketiga dari segitiga Pascal. Koefisien tingkat yang lebih tinggi dari x + y sesuai dengan baris selanjutnya dari segitiga itu:

(x+y)3=x3+3x2y+3xy2+y3,(x+y)4=x4+4x3y+6x2y2+4xy3+y4,(x+y)5=x5+5x4y+10x3y2+10x2y3+5xy4+y5,(x+y)6=x6+6x5y+15x4y2+20x3y3+15x2y4+6xy5+y6,(x+y)7=x7+7x6y+21x5y2+35x4y3+35x3y4+21x2y5+7xy6+y7.

Perhatikan bahwa:

  1. Eksponen dari x menurun hingga mencapai 0 (x0=1) dengan nilai awal adalah n (n pada (x+y)n).
  2. Eksponen dari y naik dari 0 (y0=1) hingga mencapai n (juga n pada (x+y)n).
  3. Baris ke-n pada segitiga Pascal akan menjadi koefisien binomial yang dikembangkan (perhatikan bahwa puncaknya adalah baris 0).
  4. Untuk setiap baris, jumlah semua unsur (yaitu jumlah dari koefisien) sama dengan 2n.
  5. Untuk setiap baris, banyaknya unsur sama dengan n+1.

Teorema binomial dapat diterapkan ke eksponen dari binomial apapun. Contohnya,

(x+4)3=x3+3x2(4)+3x(4)2+43=x3+12x2+48x+64.

Untuk binomial dalam pengurangan, teorema binomial dapat diterapkan dengan menggunakan rumus . Rumus ini memberikan pengaruh berubahnya tanda pada setiap suku yang jika dikembangkan:

(xy)3=x33x2y+3xy2y3.

Penjelasan geometris

Untuk setiap a dan b bernilai positif, teorema binomial dengan n = 2 adalah fakta bukti geometris bahwa sebuah bujur sangkar dengan sisi dapat dipotong menjadi sebuah bujur sangkar dengan sisi a, sebuah bujur sangkar dengan sisi b, dan dua persegi panjang dengan sisi a dan b. Dengan n = 3, teorema binomial menyatakan bahwa sebuah kubus dengan sisi dapat dipotong-potong menjadi sebuah kubus dengan sisi a, sebuah kubus dengan sisi b, tiga buah kotak persegi panjang berdimensi a×a×b, dan tiga buah kotak persegi panjang berdimensi a×b×b.

Dalam kalkulus, gambar ini juga memberikan bukti geometris bahwa turunan (xn)=nxn1:[13] jika ditentukan a=x dan b=Δx, dengan menginterpretasi b sebagai suatu perubahan yang sangat kecil (mendekati nol) dalam a, maka gambar ini menunjukkan perubahan yang sangat kecil (mendekati nol) dalam volume sebuah hiperkubus berdimensi n, (x+Δx)n, dengan suku koefisien linearnya (dalam Δx) adalah nxn1, wilayah dengan n permukaan, dimensi masing-masing (n1):

(x+Δx)n=xn+nxn1Δx+(n2)xn2(Δx)2+.

Dengan menggantinya menjadi suatu turunan melalui suatu Kuosien (bilangan yang merupakan sisa hasil bagi) Diferensiasi (penghitungan nilai turunan) [apabila digabungkan yaitu Kuosien Diferensiasi: istilah penggambaran rasio suatu fungsi terhadap perubahan nilai variabel bebas] dan memasukkan limit: yang berarti bahwa suku berpangkat lebih tinggi – (Δx)2 dan lebih tinggi – sehingga diabaikan, dan menghasilkan rumus (xn)=nxn1, yang diinterpretasikan sebagai

"tingkat perubahan sangat kecil dalam volume suatu kubus dengan panjang sisi n bervariasi pada rentang n dari permukaannya yang berdimensi (n1)".

Catatan

Referensi

  1. Eric W. Weisstein. Binomial Theorem. Wolfram MathWorld.
  2. J. L. Coolidge. The Story of the Binomial Theorem. The American Mathematical Monthly. 1949. Vol. 56 (3). doi:10.2307/2305028.
  3. Eric W. Weisstein. Binomial Theorem. Wolfram MathWorld.
  4. J. L. Coolidge. The Story of the Binomial Theorem. The American Mathematical Monthly. 1949. Vol. 56 (3). doi:10.2307/2305028.
  5. Jean-Claude Martzloff. A history of Chinese mathematics. Springer. L. Biggs. The roots of combinatorics. Historia Math. 1979. Vol. 6 (2). doi:10.1016/0315-0860(79)90074-0.
  6. N. L. Biggs. The roots of combinatorics. Historia Math. 1979. Vol. 6 (2). doi:10.1016/0315-0860(79)90074-0.
  7. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  8. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  9. J. L. Coolidge. The Story of the Binomial Theorem. The American Mathematical Monthly. 1949. Vol. 56 (3). doi:10.2307/2305028.
  10. James A. Landau. Historia Matematica Mailing List Archive: Re: [HM Pascal's Triangle]. Archives of Historia Matematica. 1999-05-08.
  11. J. L. Coolidge. The Story of the Binomial Theorem. The American Mathematical Monthly. 1949. Vol. 56 (3). doi:10.2307/2305028.
  12. Jean-Claude Martzloff. A history of Chinese mathematics. Springer. 1987.
  13. Nils R. Barth. Computing Cavalieri's Quadrature Formula by a Symmetry of the n-Cube. The American Mathematical Monthly. Mathematical Association of America. 2004. Vol. 111 (9). hlm. 811–813. doi:10.2307/4145193.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29587241 (2026-08-16T07:44:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.