1147: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28895199; atribusi sumber disertakan. |
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
== Peristiwa == | == Peristiwa == | ||
=== Tempat === | === Tempat === | ||
==== Perang Salib Kedua ==== | ==== Perang Salib Kedua ==== | ||
* Akhir musim semi – Ekspedisi Tentara Salib, Inggris bersama dengan pasukan dari [[County of Flanders|Flanders]], [[Frisia]], [[Kerajaan Skotlandia|Skotlandia]] dan beberapa pemerintahan Jerman, berangkat dari [[Dartmouth, Devon|Dartmouth]] di [[Kerajaan Inggris|Inggris]] untuk [[Tanah Suci]]. Kepemimpinan diberikan oleh [[Hervey de Glanvill]], seorang bangsawan Norman dan polisi [[Suffolk]], yang memimpin armada sekitar 200 kapal. Cuaca buruk memaksa mereka berlindung di muara [[Douro|Sungai Douro]], di pantai Portugis, pada [[16 Juni]]. | * Akhir musim semi – Ekspedisi Tentara Salib, Inggris bersama dengan pasukan dari [[County of Flanders|Flanders]], [[Frisia]], [[Kerajaan Skotlandia|Skotlandia]] dan beberapa pemerintahan Jerman, berangkat dari [[Dartmouth, Devon|Dartmouth]] di [[Kerajaan Inggris|Inggris]] untuk [[Tanah Suci]]. Kepemimpinan diberikan oleh [[Hervey de Glanvill]], seorang bangsawan Norman dan polisi [[Suffolk]], yang memimpin armada sekitar 200 kapal. Cuaca buruk memaksa mereka berlindung di muara [[Douro|Sungai Douro]], di pantai Portugis, pada [[16 Juni]]. | ||
* [[Mei]] – [[Juli]] – Pasukan ekspedisi Jerman (sekitar 20.000 orang) di bawah pimpinan Raja [[Conrad III dari Jerman|Conrad III]] meninggalkan [[Regensburg]] dan masuk ke [[Kerajaan Hongaria (1000–1301)|Hongaria]]. [[bangsawan]] Jerman dipimpin oleh keponakan dan pewaris Conrad, [[Frederick I, Kaisar Romawi Suci|Frederick I]], adipati [[Kadipaten Swabia|Swabia]]. Pada [[20 Juli]], Conrad menyeberang ke [[Kekaisaran Bizantium]], dan mencapai [[Sofia]] – di mana [[Michael Palaiologos (umum)|Michael Palaiologos]] (keponakan Kaisar [[Manuel I Komnenos|Manuel I]]) memberikan sambutan resmi kepada Conrad dan menyediakan makanan bagi Tentara Salib. | * [[Mei]] – [[Juli]] – Pasukan ekspedisi Jerman (sekitar 20.000 orang) di bawah pimpinan Raja [[Conrad III dari Jerman|Conrad III]] meninggalkan [[Regensburg]] dan masuk ke [[Kerajaan Hongaria (1000–1301)|Hongaria]]. [[bangsawan]] Jerman dipimpin oleh keponakan dan pewaris Conrad, [[Frederick I, Kaisar Romawi Suci|Frederick I]], adipati [[Kadipaten Swabia|Swabia]]. Pada [[20 Juli]], Conrad menyeberang ke [[Kekaisaran Bizantium]], dan mencapai [[Sofia]] – di mana [[Michael Palaiologos (umum)|Michael Palaiologos]] (keponakan Kaisar [[Manuel I Komnenos|Manuel I]]) memberikan sambutan resmi kepada Conrad dan menyediakan makanan bagi Tentara Salib.<ref>Steven Runciman (1952). ''A History of The Crusades. Vol II: The Kingdom of Jerusalem'', pp. 211–212. .</ref> | ||
* Juni – Pasukan ekspedisi Prancis (sekitar 18.000 orang) yang dipimpin oleh Raja [[Louis VII dari Prancis|Louis VII]] berangkat dari [[Metz]] dan melakukan perjalanan melalui [[Kadipaten Bavaria|Bavaria]]. Louis didampingi oleh bangsawan Prancis dan istrinya, Ratu [[Eleanor dari Aquitaine]], pewaris [[Prancis pada Abad Pertengahan|Prancis]]. Di Regensburg, tempat pasukan tiba pada [[29 Juni]], Tentara Salib melakukan perjalanan damai selama lima belas hari melalui Hongaria dan mencapai perbatasan Bizantium pada akhir Agustus. | * Juni – Pasukan ekspedisi Prancis (sekitar 18.000 orang) yang dipimpin oleh Raja [[Louis VII dari Prancis|Louis VII]] berangkat dari [[Metz]] dan melakukan perjalanan melalui [[Kadipaten Bavaria|Bavaria]]. Louis didampingi oleh bangsawan Prancis dan istrinya, Ratu [[Eleanor dari Aquitaine]], pewaris [[Prancis pada Abad Pertengahan|Prancis]]. Di Regensburg, tempat pasukan tiba pada [[29 Juni]], Tentara Salib melakukan perjalanan damai selama lima belas hari melalui Hongaria dan mencapai perbatasan Bizantium pada akhir Agustus.<ref>Steven Runciman (1952). ''A History of The Crusades. Vol II: The Kingdom of Jerusalem'', pp. 213–214. .</ref> | ||
* [[1 Juli]]–[[25 Oktober]] – [[Pengepungan Lisbon]]: Raja [[Afonso I dari Portugal]] menaklukkan [[Lisbon]] dari [[Taifa dari Badajoz]] setelah pengepungan selama empat bulan, dengan dukungan Tentara Salib Inggris, Flemish, dan Jerman. Garnisun menyerah dengan jaminan bahwa nyawa mereka akan terselamatkan. Tentara Salib melanggar ketentuan dan mengambil bagian dalam pembantaian berdarah. Afonso memerintah dari ibu kotanya di [[Coimbra]], merebut [[Sintra]] dan [[Santarém, Portugal|Santarém]], dan memecat [[Palmela]]. | * [[1 Juli]]–[[25 Oktober]] – [[Pengepungan Lisbon]]: Raja [[Afonso I dari Portugal]] menaklukkan [[Lisbon]] dari [[Taifa dari Badajoz]] setelah pengepungan selama empat bulan, dengan dukungan Tentara Salib Inggris, Flemish, dan Jerman.<ref>''King John'' by Warren. Published by University of California Press in 1961. p. 67.</ref> Garnisun menyerah dengan jaminan bahwa nyawa mereka akan terselamatkan. Tentara Salib melanggar ketentuan dan mengambil bagian dalam pembantaian berdarah.<ref>Steven Runciman (1952). ''A History of The Crusades. Vol II: The Kingdom of Jerusalem'', p. 210. .</ref> Afonso memerintah dari ibu kotanya di [[Coimbra]], merebut [[Sintra]] dan [[Santarém, Portugal|Santarém]], dan memecat [[Palmela]].<ref>Christophe Picard. ''Le Portugal musulman (VIIIe-XIIIe siècle). L'Occident d'al-Andalus sous domination islamique''. Maisonneuve & Larose. 2000. hlm. 109. ISBN 2-7068-1398-9.</ref> | ||
* [[7 September]] – Tentara salib Jerman mengalami bencana alam di dekat [[Konstantinopel]], ketika sebagian dari perkemahan mereka tersapu oleh banjir bandang dengan banyak korban jiwa. Kaisar [[Manuel I Komnenos]] memerintahkan Tentara Salib untuk menyeberang ke [[Anatolia|Asia Kecil]] melalui [[Dardanelles|Hellespont]]. Conrad III mengabaikan nasihat Manuel dan setelah beberapa bentrokan kecil dengan Bizantium, ia bergerak menuju Konstantinopel. | * [[7 September]] – Tentara salib Jerman mengalami bencana alam di dekat [[Konstantinopel]], ketika sebagian dari perkemahan mereka tersapu oleh banjir bandang dengan banyak korban jiwa. Kaisar [[Manuel I Komnenos]] memerintahkan Tentara Salib untuk menyeberang ke [[Anatolia|Asia Kecil]] melalui [[Dardanelles|Hellespont]]. Conrad III mengabaikan nasihat Manuel dan setelah beberapa bentrokan kecil dengan Bizantium, ia bergerak menuju Konstantinopel.<ref>Steven Runciman (1952). ''A History of The Crusades. Vol II: The Kingdom of Jerusalem'', p. 217. .</ref> | ||
* [[10 September]] – Tentara salib Jerman di bawah Conrad III mencapai Konstantinopel, di mana terjadi pertukaran surat yang dingin antara Conrad dan Manuel I. Pasukan Jerman berkemah di [[Galata]] di pantai utara [[Golden Horn]]. Manuel memerintahkan agar upaya skala penuh harus dilakukan untuk mengangkut tentara Jerman, yang menyebabkan masalah dengan memecat [[Philopium]], melintasi [[Bosporus]]. | * [[10 September]] – Tentara salib Jerman di bawah Conrad III mencapai Konstantinopel, di mana terjadi pertukaran surat yang dingin antara Conrad dan Manuel I. Pasukan Jerman berkemah di [[Galata]] di pantai utara [[Golden Horn]]. Manuel memerintahkan agar upaya skala penuh harus dilakukan untuk mengangkut tentara Jerman, yang menyebabkan masalah dengan memecat [[Philopium]], melintasi [[Bosporus]].<ref>David Nicolle (2009). ''The Second Crusade 1148: Disaster outside Damascus'', p. 42. .</ref> | ||
* Musim gugur – Conrad III memutuskan untuk tidak menunggu Prancis dan menyeberangi Bosporus ke Asia Kecil. Dia memimpin tentara salib Jerman ke [[Nicomedia]], dan membagi pasukannya menjadi dua divisi. Conrad membawa para ksatria dan tentara profesionalnya melintasi wilayah tengah Seljuk sementara [[Kereta Gerobak|kereta bagasi]], peziarah dan pasukan pertahanan di bawah pimpinan Uskup [[Otto dari Freising]] melakukan perjalanan di sepanjang [[Laut Aegea|Pantai Aegea]]. | * Musim gugur – Conrad III memutuskan untuk tidak menunggu Prancis dan menyeberangi Bosporus ke Asia Kecil. Dia memimpin tentara salib Jerman ke [[Nicomedia]], dan membagi pasukannya menjadi dua divisi. Conrad membawa para ksatria dan tentara profesionalnya melintasi wilayah tengah Seljuk sementara [[Kereta Gerobak|kereta bagasi]], peziarah dan pasukan pertahanan di bawah pimpinan Uskup [[Otto dari Freising]] melakukan perjalanan di sepanjang [[Laut Aegea|Pantai Aegea]].<ref>David Nicolle (2009). ''The Second Crusade 1148: Disaster outside Damascus'', p. 46. .</ref> | ||
* [[4 Oktober]]–[[5 Oktober|5]] – Louis VII tiba di Konstantinopel dan bergabung dengan pasukan dari [[Kadipaten Savoy|Savoy]] di bawah [[Amadeus III, Pangeran Savoy|Amadeus III]] (pamannya) – yang telah mengambil jalur darat melalui [[Kerajaan Italia (Kekaisaran Romawi Suci)|Italia]]. Louis melintasi Bosporus, dan memimpin tentara salib Prancis ke Asia Kecil – di mana dia mendengar di [[Nicaea]] tentang kekalahan Conrad pada akhir Oktober. Louis mengirimkan pengawal militer untuk Conrad dan setuju untuk bertemu di [[Uluabat|Lopardium]]. Tentara salib Jerman di bawah pimpinan Otto dari Freising mengikuti jalan pesisir sebelum berbelok ke pedalaman, menyusuri lembah [[Sungai Gediz]] ke [[Alaşehir|Philadelphia]]. Pasukan Otto disergap oleh bangsa Turki Seljuk, tepat di luar [[Laodicea di Lycus|Laodicea]], kehilangan banyak orang yang terbunuh atau ditawan. Otto dan para penyintas berjuang menuju [[Antalya|Adalia]], dari sana mereka berlayar menuju Tanah Suci. Yang lain berupaya melanjutkan perjalanan di sepanjang pantai selatan [[Anatolia]]. | * [[4 Oktober]]–[[5 Oktober|5]] – Louis VII tiba di Konstantinopel dan bergabung dengan pasukan dari [[Kadipaten Savoy|Savoy]] di bawah [[Amadeus III, Pangeran Savoy|Amadeus III]] (pamannya) – yang telah mengambil jalur darat melalui [[Kerajaan Italia (Kekaisaran Romawi Suci)|Italia]]. Louis melintasi Bosporus, dan memimpin tentara salib Prancis ke Asia Kecil – di mana dia mendengar di [[Nicaea]] tentang kekalahan Conrad pada akhir Oktober. Louis mengirimkan pengawal militer untuk Conrad dan setuju untuk bertemu di [[Uluabat|Lopardium]].<ref>David Nicolle (2009). ''The Second Crusade 1148: Disaster outside Damascus'', p. 37. .</ref> Tentara salib Jerman di bawah pimpinan Otto dari Freising mengikuti jalan pesisir sebelum berbelok ke pedalaman, menyusuri lembah [[Sungai Gediz]] ke [[Alaşehir|Philadelphia]]. Pasukan Otto disergap oleh bangsa Turki Seljuk, tepat di luar [[Laodicea di Lycus|Laodicea]], kehilangan banyak orang yang terbunuh atau ditawan. Otto dan para penyintas berjuang menuju [[Antalya|Adalia]], dari sana mereka berlayar menuju Tanah Suci. Yang lain berupaya melanjutkan perjalanan di sepanjang pantai selatan [[Anatolia]].<ref>David Nicolle (2009). ''The Second Crusade 1148: Disaster outside Damascus'', p. 46. .</ref> | ||
* [[25 Oktober]] – [[Pertempuran Dorylaeum (1147)|Pertempuran Dorylaeum]]: Tentara salib Jerman di bawah pimpinan Conrad III dikalahkan oleh Turki Seljuk yang dipimpin oleh Sultan [[Mesud I]]. Conrad terpaksa berbalik dan terluka oleh panah saat mundur ke Nicea. Di wilayah Seljuk, Tentara Salib terus-menerus diganggu dan kehilangan semangat karena serangan yang semakin intensif. Banyak orang yang paling lemah tertinggal dan ditangkap oleh kaum Muslim. | * [[25 Oktober]] – [[Pertempuran Dorylaeum (1147)|Pertempuran Dorylaeum]]: Tentara salib Jerman di bawah pimpinan Conrad III dikalahkan oleh Turki Seljuk yang dipimpin oleh Sultan [[Mesud I]]. Conrad terpaksa berbalik dan terluka oleh panah saat mundur ke Nicea. Di wilayah Seljuk, Tentara Salib terus-menerus diganggu dan kehilangan semangat karena serangan yang semakin intensif. Banyak orang yang paling lemah tertinggal dan ditangkap oleh kaum Muslim.<ref>Steven Runciman (1952). ''A History of The Crusades. Vol II: The Kingdom of Jerusalem'', p. 220. .</ref> | ||
* [[November]] – Pasukan gabungan Louis VII dan Conrad III bertemu di Lopardium dan berbaris di sepanjang jalan pesisir melalui [[Pergamon]] dan [[Smyrna]] ke [[Ephesus]], tempat mereka merayakan [[Natal]]. Conrad, yang masih menderita luka-lukanya, berlayar kembali ke Konstantinopel untuk ditempatkan di bawah perawatan dokter Manuel sendiri. Sementara itu, kamp Tentara Salib diserang oleh perampok Turki di dekat Efesus | * [[November]] – Pasukan gabungan Louis VII dan Conrad III bertemu di Lopardium dan berbaris di sepanjang jalan pesisir melalui [[Pergamon]] dan [[Smyrna]] ke [[Ephesus]], tempat mereka merayakan [[Natal]]. Conrad, yang masih menderita luka-lukanya, berlayar kembali ke Konstantinopel untuk ditempatkan di bawah perawatan dokter Manuel sendiri. Sementara itu, kamp Tentara Salib diserang oleh perampok Turki di dekat Efesus <ref>David Nicolle (2009). ''The Second Crusade 1148: Disaster outside Damascus'', p. 50. .</ref> | ||
* [[24 Desember]] – [[Pertempuran Efesus (1147)|Pertempuran Efesus]]: Tentara salib Prancis di bawah pimpinan Louis VII meninggalkan Efesus, dan mendaki [[Sungai Büyük Menderes|Lembah Berliku]]. Louis diperingatkan oleh utusan Manuel bahwa pasukan Seljuk dan [[Danishmendids|Danishmendid]] sedang berkumpul di sebelah barat Adalia. Louis mengabaikan nasihat tersebut dan berhasil menangkis serangan di luar Efesus. | * [[24 Desember]] – [[Pertempuran Efesus (1147)|Pertempuran Efesus]]: Tentara salib Prancis di bawah pimpinan Louis VII meninggalkan Efesus, dan mendaki [[Sungai Büyük Menderes|Lembah Berliku]]. Louis diperingatkan oleh utusan Manuel bahwa pasukan Seljuk dan [[Danishmendids|Danishmendid]] sedang berkumpul di sebelah barat Adalia. Louis mengabaikan nasihat tersebut dan berhasil menangkis serangan di luar Efesus.<ref>Christopher Tyerman (2006). ''God's War: A New History of the Crusades'', p. 326. Penguin Books.</ref> | ||
==== Eropa ==== | ==== Eropa ==== | ||
* [[13 April]] – Paus [[Paus Eugenius III|Eugene III]] mengeluarkan banteng (dikenal sebagai ''[[Divina dispensatione]]''), yang mengizinkan Konrad III untuk menyerang [[Slavia Polabia]] (atau [[Wends]]) di bawah bimbingan spiritual Uskup [[Anselmus dari Havelberg]]. Tentara Salib diperbolehkan memakai salib suci, dan [[Bernard dari Clairvaux]] menginstruksikan Jerman bagaimana memperlakukan Slavia di bawah kendali mereka. “Dengan pertolongan Tuhan”, kata kepala biara, “mereka akan bertobat atau dibantai”. | * [[13 April]] – Paus [[Paus Eugenius III|Eugene III]] mengeluarkan banteng (dikenal sebagai ''[[Divina dispensatione]]''), yang mengizinkan Konrad III untuk menyerang [[Slavia Polabia]] (atau [[Wends]]) di bawah bimbingan spiritual Uskup [[Anselmus dari Havelberg]]. Tentara Salib diperbolehkan memakai salib suci, dan [[Bernard dari Clairvaux]] menginstruksikan Jerman bagaimana memperlakukan Slavia di bawah kendali mereka. “Dengan pertolongan Tuhan”, kata kepala biara, “mereka akan bertobat atau dibantai”.<ref>Christiansen, Eric (1997). ''The Northern Crusades'', p. 53. Penguin Books. .</ref> | ||
* Juni – [[Perang Salib Wendish]]: Ekspedisi Tentara Salib – terdiri dari [[Jerman]], [[Saxon]] dan [[Denmark (suku Jermanik)|Denmark]] – mengusir [[Obotrit]] dari [[Wagria]] ([[Schleswig-Holstein]]). Dua armada Denmark yang dipimpin oleh Raja [[Canute V dari Denmark|Canute V]] bersekutu dengan rekan penguasa [[Sweyn III dari Denmark|Sweyn III]], menghancurkan pantai utara. Pedesaan [[Mecklenburg]] dan [[Pommerania]] dijarah dan dikosongkan dengan banyak pertumpahan darah, terutama oleh pasukan Jerman di bawah [[Heinrich der Löwe]]. | * Juni – [[Perang Salib Wendish]]: Ekspedisi Tentara Salib – terdiri dari [[Jerman]], [[Saxon]] dan [[Denmark (suku Jermanik)|Denmark]] – mengusir [[Obotrit]] dari [[Wagria]] ([[Schleswig-Holstein]]). Dua armada Denmark yang dipimpin oleh Raja [[Canute V dari Denmark|Canute V]] bersekutu dengan rekan penguasa [[Sweyn III dari Denmark|Sweyn III]], menghancurkan pantai utara. Pedesaan [[Mecklenburg]] dan [[Pommerania]] dijarah dan dikosongkan dengan banyak pertumpahan darah, terutama oleh pasukan Jerman di bawah [[Heinrich der Löwe]].<ref>Barraclough, Geoffrey (1984). ''The Origins of Modern Germany'', p. 263. New York: W. W. Norton & Company. .</ref> | ||
* [[17 Juli]] – Raja [[Alfonso VII dari León dan Kastilia]], memimpin kampanye sebagai pemimpin pasukan campuran [[Catalonia]], [[Republik Genoa|Genoa]], [[Republik Pisa|Pisa]] dan Prancis. Dia mengepung [[Almería]] di selatan [[Al-Andalus]] (modern [[Spanyol]]); armada Genoa yang terdiri dari 63 galai dan 163 kapal lainnya, memblokade pelabuhan yang dikuasai [[Dinasti Almoravid|Almoravid]], yang direbut setelah pengepungan selama 2 bulan pada [[17 Oktober]]. | * [[17 Juli]] – Raja [[Alfonso VII dari León dan Kastilia]], memimpin kampanye sebagai pemimpin pasukan campuran [[Catalonia]], [[Republik Genoa|Genoa]], [[Republik Pisa|Pisa]] dan Prancis. Dia mengepung [[Almería]] di selatan [[Al-Andalus]] (modern [[Spanyol]]); armada Genoa yang terdiri dari 63 galai dan 163 kapal lainnya, memblokade pelabuhan yang dikuasai [[Dinasti Almoravid|Almoravid]], yang direbut setelah pengepungan selama 2 bulan pada [[17 Oktober]].<ref>Rogers, Clifford J. (2010). ''The Oxford Encyclopedia of Medieval Warfare and Military Technology: Vol. 1'', p. 36. Oxford University Press. .</ref> | ||
* Armada Sisilia (sekitar 70 kapal) di bawah [[George dari Antiokhia]] menyerang [[Corfu]], pulau itu menyerah dan menyambut bangsa Normandia sebagai pembebas mereka. Meninggalkan garnisun yang terdiri dari 1.000 orang, George berlayar ke [[Peloponnese|Peloponnesus]]. Dia menjarah kota [[Korintus]], [[Athena]] dan [[Thebes, Yunani|Thebes]]. Raja [[Roger II dari Sisilia|Roger II]] memulai perang 11 tahun antara [[Kerajaan Sisilia|Sisilia]] dan [[Kekaisaran Bizantium]]. | * Armada Sisilia (sekitar 70 kapal) di bawah [[George dari Antiokhia]] menyerang [[Corfu]], pulau itu menyerah dan menyambut bangsa Normandia sebagai pembebas mereka. Meninggalkan garnisun yang terdiri dari 1.000 orang, George berlayar ke [[Peloponnese|Peloponnesus]]. Dia menjarah kota [[Korintus]], [[Athena]] dan [[Thebes, Yunani|Thebes]]. Raja [[Roger II dari Sisilia|Roger II]] memulai perang 11 tahun antara [[Kerajaan Sisilia|Sisilia]] dan [[Kekaisaran Bizantium]]. | ||
* Referensi pertama yang diketahui tentang [[Moskow]] sebagai tempat pertemuan [[Dinasti Rurik|Rurikid]] pangeran [[Yuri Dolgoruky]] dan [[Sviatoslav Olgovich]]. | * Referensi pertama yang diketahui tentang [[Moskow]] sebagai tempat pertemuan [[Dinasti Rurik|Rurikid]] pangeran [[Yuri Dolgoruky]] dan [[Sviatoslav Olgovich]]. | ||
==== Syam ==== | ==== Syam ==== | ||
* Mei–Juni – [[Nuruddin Zanki]], penguasa Seljuk (''[[atabeg]]'') dari [[Aleppo]], menandatangani perjanjian damai dengan [[Mu'in ad- Din Unur|Mu'in al-Din Unur]]. Sebagai bagian dari perjanjian, ia menikahi putri Mu'in al-Din [[Ismat ad-Din Khatun|Ismat al-Din Khatun]]. Bersama-sama Mu'in al-Din dan Nur al-Din mengepung benteng [[Bozrah|Bosra]] dan [[Salkhad]], yang telah direbut oleh pasukan pemberontak Muslim. | * Mei–Juni – [[Nuruddin Zanki]], penguasa Seljuk (''[[atabeg]]'') dari [[Aleppo]], menandatangani perjanjian damai dengan [[Mu'in ad- Din Unur|Mu'in al-Din Unur]]. Sebagai bagian dari perjanjian, ia menikahi putri Mu'in al-Din [[Ismat ad-Din Khatun|Ismat al-Din Khatun]]. Bersama-sama Mu'in al-Din dan Nur al-Din mengepung benteng [[Bozrah|Bosra]] dan [[Salkhad]], yang telah direbut oleh pasukan pemberontak Muslim.<ref>David Nicolle (2009). ''The Second Crusade 1148: Disaster outside Damascus'', p. 39. .</ref> | ||
* [[Pertempuran Bosra (1147)|Pertempuran Bosra]]: Pasukan Tentara Salib di bawah Raja [[Baldwin III dari Yerusalem|Baldwin III]] melakukan pertempuran yang tidak meyakinkan melawan pasukan Seljuk dari [[Damaskus]] yang dipimpin oleh Mu'in al -Din dibantu kontingen Nuruddin dari Aleppo dan [[Mosul]]. Baldwin mundur ke [[Kerajaan Yerusalem|Yerusalem]], sementara Turki Seljuk menyerang barisan belakangnya dan orang-orang yang tersesat sedang berjalan kembali ke [[Palestina (wilayah)|Palestina]]. | * [[Pertempuran Bosra (1147)|Pertempuran Bosra]]: Pasukan Tentara Salib di bawah Raja [[Baldwin III dari Yerusalem|Baldwin III]] melakukan pertempuran yang tidak meyakinkan melawan pasukan Seljuk dari [[Damaskus]] yang dipimpin oleh Mu'in al -Din dibantu kontingen Nuruddin dari Aleppo dan [[Mosul]]. Baldwin mundur ke [[Kerajaan Yerusalem|Yerusalem]], sementara Turki Seljuk menyerang barisan belakangnya dan orang-orang yang tersesat sedang berjalan kembali ke [[Palestina (wilayah)|Palestina]].<ref>Steven Runciman (1952). ''A History of The Crusades. Vol II: The Kingdom of Jerusalem'', pp. 195–196. .</ref> | ||
==== Afrika ==== | ==== Afrika ==== | ||
* Musim semi – [[Kekhalifahan Almohad|Almohad]] di bawah [[Abd al-Mu'min]] menghancurkan [[Dinasti Almoravid|Kekaisaran Almoravid]]. Mereka menangkap [[Marrakesh]] dan membunuh emir terakhir, [[Ishaq ibn Ali]]. Abd al-Mu'min memerintahkan pemusnahan 30.000 Almoravid dalam pembersihan. | * Musim semi – [[Kekhalifahan Almohad|Almohad]] di bawah [[Abd al-Mu'min]] menghancurkan [[Dinasti Almoravid|Kekaisaran Almoravid]]. Mereka menangkap [[Marrakesh]] dan membunuh emir terakhir, [[Ishaq ibn Ali]]. Abd al-Mu'min memerintahkan pemusnahan 30.000 Almoravid dalam pembersihan.<ref>Encyclopædia Britannica, Inc 2010. pp. 15–16. .</ref> | ||
* [[Siculo-Norman]] mengambil alih [[Gabes]] ([[Tunisia]] modern). | * [[Siculo-Norman]] mengambil alih [[Gabes]] ([[Tunisia]] modern).<ref>Henri Bresc. [http://www.storiamediterranea.it/public/md1_dir/b1462.pdf La Sicile et l'espace libyen au Moyen Age]. 2003.</ref> | ||
== Kelahiran == | == Kelahiran == | ||
| Baris 36: | Baris 35: | ||
* [[Hugh de Kevelioc, Earl ketiga dari Chester]] (m. [[1181]]) | * [[Hugh de Kevelioc, Earl ketiga dari Chester]] (m. [[1181]]) | ||
* [[Ibn Qudamah]], cendekiawan muslim (m. [[1223]]) | * [[Ibn Qudamah]], cendekiawan muslim (m. [[1223]]) | ||
* Raja [[István III dari Hungaria]] (m. [[1172]]) | * Raja [[István III dari Hungaria]] (m. [[1172]]) | ||
* [[Taira no Munemori]], prajurit Jepang (m. [[1185]]) | * [[Taira no Munemori]], prajurit Jepang (m. [[1185]]) | ||
| Baris 54: | Baris 52: | ||
** [[Pietro Polani]], Doge Venesia ke-36 | ** [[Pietro Polani]], Doge Venesia ke-36 | ||
** [[William Fitz Duncan]], pangeran dari Skotlandia | ** [[William Fitz Duncan]], pangeran dari Skotlandia | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 63: | Baris 58: | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=1147&oldid=28895199 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28895199 (2026-01-26T14:34:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=1147&oldid=28895199 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28895199 (2026-01-26T14:34:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 9 September 2026 09.09
Peristiwa
Tempat
Perang Salib Kedua
- Akhir musim semi – Ekspedisi Tentara Salib, Inggris bersama dengan pasukan dari Flanders, Frisia, Skotlandia dan beberapa pemerintahan Jerman, berangkat dari Dartmouth di Inggris untuk Tanah Suci. Kepemimpinan diberikan oleh Hervey de Glanvill, seorang bangsawan Norman dan polisi Suffolk, yang memimpin armada sekitar 200 kapal. Cuaca buruk memaksa mereka berlindung di muara Sungai Douro, di pantai Portugis, pada 16 Juni.
- Mei – Juli – Pasukan ekspedisi Jerman (sekitar 20.000 orang) di bawah pimpinan Raja Conrad III meninggalkan Regensburg dan masuk ke Hongaria. bangsawan Jerman dipimpin oleh keponakan dan pewaris Conrad, Frederick I, adipati Swabia. Pada 20 Juli, Conrad menyeberang ke Kekaisaran Bizantium, dan mencapai Sofia – di mana Michael Palaiologos (keponakan Kaisar Manuel I) memberikan sambutan resmi kepada Conrad dan menyediakan makanan bagi Tentara Salib.[1]
- Juni – Pasukan ekspedisi Prancis (sekitar 18.000 orang) yang dipimpin oleh Raja Louis VII berangkat dari Metz dan melakukan perjalanan melalui Bavaria. Louis didampingi oleh bangsawan Prancis dan istrinya, Ratu Eleanor dari Aquitaine, pewaris Prancis. Di Regensburg, tempat pasukan tiba pada 29 Juni, Tentara Salib melakukan perjalanan damai selama lima belas hari melalui Hongaria dan mencapai perbatasan Bizantium pada akhir Agustus.[2]
- 1 Juli–25 Oktober – Pengepungan Lisbon: Raja Afonso I dari Portugal menaklukkan Lisbon dari Taifa dari Badajoz setelah pengepungan selama empat bulan, dengan dukungan Tentara Salib Inggris, Flemish, dan Jerman.[3] Garnisun menyerah dengan jaminan bahwa nyawa mereka akan terselamatkan. Tentara Salib melanggar ketentuan dan mengambil bagian dalam pembantaian berdarah.[4] Afonso memerintah dari ibu kotanya di Coimbra, merebut Sintra dan Santarém, dan memecat Palmela.[5]
- 7 September – Tentara salib Jerman mengalami bencana alam di dekat Konstantinopel, ketika sebagian dari perkemahan mereka tersapu oleh banjir bandang dengan banyak korban jiwa. Kaisar Manuel I Komnenos memerintahkan Tentara Salib untuk menyeberang ke Asia Kecil melalui Hellespont. Conrad III mengabaikan nasihat Manuel dan setelah beberapa bentrokan kecil dengan Bizantium, ia bergerak menuju Konstantinopel.[6]
- 10 September – Tentara salib Jerman di bawah Conrad III mencapai Konstantinopel, di mana terjadi pertukaran surat yang dingin antara Conrad dan Manuel I. Pasukan Jerman berkemah di Galata di pantai utara Golden Horn. Manuel memerintahkan agar upaya skala penuh harus dilakukan untuk mengangkut tentara Jerman, yang menyebabkan masalah dengan memecat Philopium, melintasi Bosporus.[7]
- Musim gugur – Conrad III memutuskan untuk tidak menunggu Prancis dan menyeberangi Bosporus ke Asia Kecil. Dia memimpin tentara salib Jerman ke Nicomedia, dan membagi pasukannya menjadi dua divisi. Conrad membawa para ksatria dan tentara profesionalnya melintasi wilayah tengah Seljuk sementara kereta bagasi, peziarah dan pasukan pertahanan di bawah pimpinan Uskup Otto dari Freising melakukan perjalanan di sepanjang Pantai Aegea.[8]
- 4 Oktober–5 – Louis VII tiba di Konstantinopel dan bergabung dengan pasukan dari Savoy di bawah Amadeus III (pamannya) – yang telah mengambil jalur darat melalui Italia. Louis melintasi Bosporus, dan memimpin tentara salib Prancis ke Asia Kecil – di mana dia mendengar di Nicaea tentang kekalahan Conrad pada akhir Oktober. Louis mengirimkan pengawal militer untuk Conrad dan setuju untuk bertemu di Lopardium.[9] Tentara salib Jerman di bawah pimpinan Otto dari Freising mengikuti jalan pesisir sebelum berbelok ke pedalaman, menyusuri lembah Sungai Gediz ke Philadelphia. Pasukan Otto disergap oleh bangsa Turki Seljuk, tepat di luar Laodicea, kehilangan banyak orang yang terbunuh atau ditawan. Otto dan para penyintas berjuang menuju Adalia, dari sana mereka berlayar menuju Tanah Suci. Yang lain berupaya melanjutkan perjalanan di sepanjang pantai selatan Anatolia.[10]
- 25 Oktober – Pertempuran Dorylaeum: Tentara salib Jerman di bawah pimpinan Conrad III dikalahkan oleh Turki Seljuk yang dipimpin oleh Sultan Mesud I. Conrad terpaksa berbalik dan terluka oleh panah saat mundur ke Nicea. Di wilayah Seljuk, Tentara Salib terus-menerus diganggu dan kehilangan semangat karena serangan yang semakin intensif. Banyak orang yang paling lemah tertinggal dan ditangkap oleh kaum Muslim.[11]
- November – Pasukan gabungan Louis VII dan Conrad III bertemu di Lopardium dan berbaris di sepanjang jalan pesisir melalui Pergamon dan Smyrna ke Ephesus, tempat mereka merayakan Natal. Conrad, yang masih menderita luka-lukanya, berlayar kembali ke Konstantinopel untuk ditempatkan di bawah perawatan dokter Manuel sendiri. Sementara itu, kamp Tentara Salib diserang oleh perampok Turki di dekat Efesus [12]
- 24 Desember – Pertempuran Efesus: Tentara salib Prancis di bawah pimpinan Louis VII meninggalkan Efesus, dan mendaki Lembah Berliku. Louis diperingatkan oleh utusan Manuel bahwa pasukan Seljuk dan Danishmendid sedang berkumpul di sebelah barat Adalia. Louis mengabaikan nasihat tersebut dan berhasil menangkis serangan di luar Efesus.[13]
Eropa
- 13 April – Paus Eugene III mengeluarkan banteng (dikenal sebagai Divina dispensatione), yang mengizinkan Konrad III untuk menyerang Slavia Polabia (atau Wends) di bawah bimbingan spiritual Uskup Anselmus dari Havelberg. Tentara Salib diperbolehkan memakai salib suci, dan Bernard dari Clairvaux menginstruksikan Jerman bagaimana memperlakukan Slavia di bawah kendali mereka. “Dengan pertolongan Tuhan”, kata kepala biara, “mereka akan bertobat atau dibantai”.[14]
- Juni – Perang Salib Wendish: Ekspedisi Tentara Salib – terdiri dari Jerman, Saxon dan Denmark – mengusir Obotrit dari Wagria (Schleswig-Holstein). Dua armada Denmark yang dipimpin oleh Raja Canute V bersekutu dengan rekan penguasa Sweyn III, menghancurkan pantai utara. Pedesaan Mecklenburg dan Pommerania dijarah dan dikosongkan dengan banyak pertumpahan darah, terutama oleh pasukan Jerman di bawah Heinrich der Löwe.[15]
- 17 Juli – Raja Alfonso VII dari León dan Kastilia, memimpin kampanye sebagai pemimpin pasukan campuran Catalonia, Genoa, Pisa dan Prancis. Dia mengepung Almería di selatan Al-Andalus (modern Spanyol); armada Genoa yang terdiri dari 63 galai dan 163 kapal lainnya, memblokade pelabuhan yang dikuasai Almoravid, yang direbut setelah pengepungan selama 2 bulan pada 17 Oktober.[16]
- Armada Sisilia (sekitar 70 kapal) di bawah George dari Antiokhia menyerang Corfu, pulau itu menyerah dan menyambut bangsa Normandia sebagai pembebas mereka. Meninggalkan garnisun yang terdiri dari 1.000 orang, George berlayar ke Peloponnesus. Dia menjarah kota Korintus, Athena dan Thebes. Raja Roger II memulai perang 11 tahun antara Sisilia dan Kekaisaran Bizantium.
- Referensi pertama yang diketahui tentang Moskow sebagai tempat pertemuan Rurikid pangeran Yuri Dolgoruky dan Sviatoslav Olgovich.
Syam
- Mei–Juni – Nuruddin Zanki, penguasa Seljuk (atabeg) dari Aleppo, menandatangani perjanjian damai dengan Mu'in al-Din Unur. Sebagai bagian dari perjanjian, ia menikahi putri Mu'in al-Din Ismat al-Din Khatun. Bersama-sama Mu'in al-Din dan Nur al-Din mengepung benteng Bosra dan Salkhad, yang telah direbut oleh pasukan pemberontak Muslim.[17]
- Pertempuran Bosra: Pasukan Tentara Salib di bawah Raja Baldwin III melakukan pertempuran yang tidak meyakinkan melawan pasukan Seljuk dari Damaskus yang dipimpin oleh Mu'in al -Din dibantu kontingen Nuruddin dari Aleppo dan Mosul. Baldwin mundur ke Yerusalem, sementara Turki Seljuk menyerang barisan belakangnya dan orang-orang yang tersesat sedang berjalan kembali ke Palestina.[18]
Afrika
- Musim semi – Almohad di bawah Abd al-Mu'min menghancurkan Kekaisaran Almoravid. Mereka menangkap Marrakesh dan membunuh emir terakhir, Ishaq ibn Ali. Abd al-Mu'min memerintahkan pemusnahan 30.000 Almoravid dalam pembersihan.[19]
- Siculo-Norman mengambil alih Gabes (Tunisia modern).[20]
Kelahiran
- 9 Mei – Minamoto no Yoritomo, salah satu shogun Jepang (m. 1199)
- Kaisar Song Guangzong (m. 1200)
- Putri Sukeko dari Jepang (m. 1216)
- Hugh de Kevelioc, Earl ketiga dari Chester (m. 1181)
- Ibn Qudamah, cendekiawan muslim (m. 1223)
- Raja István III dari Hungaria (m. 1172)
- Taira no Munemori, prajurit Jepang (m. 1185)
- Wada Yoshimori, komandan militer Jepang (m. 1213)
- kemungkinan – Raimbaut d'Aurenga, troubadour (m. 1173)
Kematian
- 13 Januari – Robert de Craon, Grand Master of the Knights Templar ke-dua
- 6 April – Frederick II, Adipati Swabia, (l. 1090)
- April – Fannu, putri Almoravid dan serdadu
- 19 September – Igor II dari Kiev
- 31 Oktober – Robert, Earl ke-1 dari Gloucester, politikus Inggris (l. s. 1090)
- 25 Desember – Guy II, Pangeran dari Ponthieu (l. s. 1120)
- tanggal tidak diketahui
- John Capellanus, uskup dari Skotlandia
- Comita II dari Arborea, penguasa Arborea
- Pietro Polani, Doge Venesia ke-36
- William Fitz Duncan, pangeran dari Skotlandia
Lihat pula
Pranala luar
Referensi
- ↑ Steven Runciman (1952). A History of The Crusades. Vol II: The Kingdom of Jerusalem, pp. 211–212. .
- ↑ Steven Runciman (1952). A History of The Crusades. Vol II: The Kingdom of Jerusalem, pp. 213–214. .
- ↑ King John by Warren. Published by University of California Press in 1961. p. 67.
- ↑ Steven Runciman (1952). A History of The Crusades. Vol II: The Kingdom of Jerusalem, p. 210. .
- ↑ Christophe Picard. Le Portugal musulman (VIIIe-XIIIe siècle). L'Occident d'al-Andalus sous domination islamique. Maisonneuve & Larose. 2000. hlm. 109. ISBN 2-7068-1398-9.
- ↑ Steven Runciman (1952). A History of The Crusades. Vol II: The Kingdom of Jerusalem, p. 217. .
- ↑ David Nicolle (2009). The Second Crusade 1148: Disaster outside Damascus, p. 42. .
- ↑ David Nicolle (2009). The Second Crusade 1148: Disaster outside Damascus, p. 46. .
- ↑ David Nicolle (2009). The Second Crusade 1148: Disaster outside Damascus, p. 37. .
- ↑ David Nicolle (2009). The Second Crusade 1148: Disaster outside Damascus, p. 46. .
- ↑ Steven Runciman (1952). A History of The Crusades. Vol II: The Kingdom of Jerusalem, p. 220. .
- ↑ David Nicolle (2009). The Second Crusade 1148: Disaster outside Damascus, p. 50. .
- ↑ Christopher Tyerman (2006). God's War: A New History of the Crusades, p. 326. Penguin Books.
- ↑ Christiansen, Eric (1997). The Northern Crusades, p. 53. Penguin Books. .
- ↑ Barraclough, Geoffrey (1984). The Origins of Modern Germany, p. 263. New York: W. W. Norton & Company. .
- ↑ Rogers, Clifford J. (2010). The Oxford Encyclopedia of Medieval Warfare and Military Technology: Vol. 1, p. 36. Oxford University Press. .
- ↑ David Nicolle (2009). The Second Crusade 1148: Disaster outside Damascus, p. 39. .
- ↑ Steven Runciman (1952). A History of The Crusades. Vol II: The Kingdom of Jerusalem, pp. 195–196. .
- ↑ Encyclopædia Britannica, Inc 2010. pp. 15–16. .
- ↑ Henri Bresc. La Sicile et l'espace libyen au Moyen Age. 2003.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28895199 (2026-01-26T14:34:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.