Lompat ke isi

Asia: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula
Maintenance script (bicara | kontrib)
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula
 
Baris 24: Baris 24:
[[Maut Hitam|Black Death]] adalah salah satu [[pandemi]] yang paling menghancurkan dalam sejarah manusia, diperkirakan berasal dari dataran gersang di Asia Tengah, di mana pandemi tersebut kemudian menyebar di sepanjang [[Jalur Sutra]].<ref>[https://www.bbc.co.uk/history/british/middle_ages/blackdisease_01.shtml History – Black Death]. BBC. 17 February 2011.</ref>
[[Maut Hitam|Black Death]] adalah salah satu [[pandemi]] yang paling menghancurkan dalam sejarah manusia, diperkirakan berasal dari dataran gersang di Asia Tengah, di mana pandemi tersebut kemudian menyebar di sepanjang [[Jalur Sutra]].<ref>[https://www.bbc.co.uk/history/british/middle_ages/blackdisease_01.shtml History – Black Death]. BBC. 17 February 2011.</ref>


[[Kekaisaran Rusia]] mulai meluas ke Asia sejak abad ke-17, dan pada akhirnya akan menguasai seluruh Siberia dan sebagian besar Asia Tengah pada akhir abad ke-19. [[Kesultanan Utsmaniyah|Kekaisaran Ottoman]] kemudian menguasai [[Anatolia]], sebagian besar Timur Tengah, Afrika Utara, dan Balkan sejak pertengahan abad ke-16 dan seterusnya. Pada abad ke-17, [[Orang Manchu]] menaklukkan Tiongkok dan mendirikan [[Dinasti Qing]]. [[Kesultanan Mughal]] Islam dan [[Kemaharajaan Maratha|Kekaisaran Maratha]] Hindu menguasai sebagian besar India pada abad ke-16 dan ke-18.<ref>Sailendra Nath Sen. [https://books.google.com/books?id=bXWiACEwPR8C&pg=PA1941-IA82 An Advanced History of Modern India]. 2010. hlm. 11. ISBN 978-0-230-32885-3.</ref> [[Kekaisaran Jepang]] menguasai sebagian besar Asia Timur dan sebagian besar Asia Tenggara, Nugini, dan pulau-pulau Pasifik hingga akhir [[Perang Dunia II]].
[[Kekaisaran Rusia]] mulai meluas ke Asia sejak abad ke-17, dan pada akhirnya akan menguasai seluruh Siberia dan sebagian besar Asia Tengah pada akhir abad ke-19. [[Kesultanan Utsmaniyah|Kekaisaran Ottoman]] kemudian menguasai [[Anatolia]], sebagian besar Timur Tengah, Afrika Utara, dan Balkan sejak pertengahan abad ke-16 dan seterusnya. Pada abad ke-17, [[Orang Manchu]] menaklukkan Tiongkok dan mendirikan [[Dinasti Qing]]. [https://books.google.com/books?id=bXWiACEwPR8C&pg=PA1941-IA82 An Advanced History of Modern India]. 2010. hlm. 11. ISBN 978-0-230-32885-3.</ref> [[Kekaisaran Jepang]] menguasai sebagian besar Asia Timur dan sebagian besar Asia Tenggara, Nugini, dan pulau-pulau Pasifik hingga akhir [[Perang Dunia II]].


== Geografi ==
== Geografi ==

Revisi terkini sejak 9 September 2026 09.10

Asia (orthographic projection)

Asia adalah benua terbesar dan terpadat di dunia, mencakup sekitar 44,58 juta kilometer persegi, atau hampir 30% dari total luas daratan di bumi. Terletak terutama di belahan bumi utara dan timur, Asia berbatasan dengan Samudra Arktik di utara, Samudra Pasifik di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Laut Merah, Laut Mediterania, dan Eropa di barat.[1] Secara geologis dan geografis, Asia terhubung dengan benua Eropa, membentuk benua gabungan besar yang dikenal sebagai Eurasia. Benua ini memiliki keanekaragaman geografi yang luar biasa, dari gurun di Timur Tengah dan Asia Tengah, Pegunungan Himalaya di Asia Selatan hingga hutan hujan tropis di Asia Tenggara, serta memiliki gunung tertinggi di dunia, yaitu Gunung Everest. Benua yang telah lama menjadi rumah bagi sebagian besar populasi manusia, merupakan tempat bagi banyak peradaban pertama. Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika menjalin hubungan dagang melalui Pelabuhan Algeciras yang menjadi simpul penting jalur maritim internasional.


Dalam hal demografi, Asia dihuni oleh lebih dari 4,7 miliar orang, yang mewakili sekitar 60% populasi dunia.[2] Benua ini terdiri dari 49 negara yang diakui secara internasional, dengan beberapa negara, seperti Rusia dan Turki, memiliki wilayah yang melintasi batas antara Asia dan Eropa. Kota-kota besar seperti Tokyo, Shanghai,Mumbai, Hong Kong, dan Jakarta menjadi pusat ekonomi, politik, dan budaya yang penting. Meskipun terdapat perbedaan besar dalam hal standar hidup, sistem politik, dan tingkat perkembangan ekonomi antarnegara, Asia terus mengalami pertumbuhan pesat dalam sektor teknologi, industri, dan perdagangan, yang memainkan peran penting dalam panggung global.[3]

Etimologi

Asia berasal dari bahasa Yunani kuno, “Ἀσία” (Asía), yang merujuk pada wilayah yang terletak di sebelah timur Eropa. Istilah ini kemungkinan pertama kali digunakan oleh orang-orang Yunani kuno untuk merujuk pada wilayah Anatolia, yang sekarang merupakan bagian dari Turki modern. Pada awalnya, kata "Asia" digunakan oleh Herodotus (sekitar abad ke-5 SM) untuk menyebutkan dataran tinggi Anatolia dan daerah di sekitarnya, tetapi kemudian penggunaannya berkembang untuk mencakup seluruh benua.

Asal mula kata "Asia" sendiri tidak sepenuhnya jelas, tetapi beberapa ahli bahasa dan sejarawan menduga bahwa nama ini berasal dari bahasa Akkadia, bahasa yang digunakan di Mesopotamia kuno, yang mengacu pada kata "asu," yang berarti "timur" atau "matahari terbit." Penafsiran ini didukung oleh pandangan geografis orang-orang Mesopotamia, yang melihat Asia sebagai wilayah di sebelah timur mereka, tempat matahari terbit. Teori lain menyatakan bahwa istilah tersebut mungkin berasal dari nama lokal yang digunakan oleh bangsa Lidia, kelompok masyarakat kuno yang hidup di Anatolia barat, tetapi bukti linguistik yang mendukung hipotesis ini lebih terbatas.

Seiring berjalannya waktu, istilah "Asia" berkembang penggunaannya, khususnya setelah penaklukan oleh Alexander Agung pada abad ke-4 SM, yang memperluas pemahaman geografis orang Yunani tentang dunia. Selama periode Kekaisaran Romawi dan periode selanjutnya, istilah ini digunakan untuk menggambarkan wilayah yang jauh lebih luas daripada Anatolia, mencakup semua wilayah yang kini dianggap sebagai bagian dari benua Asia, termasuk Asia Barat, Asia Tengah, dan akhirnya seluruh benua yang kita kenal sekarang.

Sejarah

Sejarah Asia dapat dilihat sebagai sejarah yang berbeda dari beberapa wilayah pesisir di pinggiran, seperti Asia Timur, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Timur Tengah, yang dihubungkan oleh massa interior stepa Asia Tengah. Pinggiran pesisir merupakan rumah bagi beberapa peradaban paling awal yang diketahui di dunia, dan masing-masing berkembang di sekitar lembah sungai yang subur. Peradaban di Mesopotamia, Lembah Indus dan Sungai Kuning memiliki banyak kesamaan. Peradaban ini mungkin telah bertukar teknologi dan ide seperti matematika dan roda. Inovasi lain, seperti menulis, tampaknya dikembangkan secara individual di setiap daerah. Kota, negara bagian, dan kerajaan berkembang di dataran rendah ini.

Wilayah stepa tengah telah lama dihuni oleh pengembara berkuda yang dapat menjangkau seluruh wilayah stepa Asia. Ekspansi paling awal dari stepa adalah Indo-Eropa yang menyebarkan bahasa mereka ke Timur Tengah, Asia Selatan, dan perbatasan Tiongkok, di mana Bangsa Tokharia tinggal. Bagian paling utara Asia, termasuk sebagian besar Siberia, sebagian besar tidak dapat diakses oleh pengembara stepa, karena hutan lebat, iklim, dan tundra. Daerah-daerah ini sangat jarang penduduknya hingga saat ini.

Pusat dan pinggiran sebagian besar dipisahkan oleh pegunungan dan gurun. Pegunungan Kaukasus dan Himalaya serta gurun Karakum dan Gobi membentuk penghalang yang hanya bisa dilintasi oleh penunggang kuda stepa dengan susah payah. Sementara penduduk kota lebih maju secara teknologi dan sosial, dalam banyak kasus mereka tidak dapat berbuat banyak dalam aspek militer untuk bertahan melawan gerombolan stepa yang berkuda. Namun, dataran rendah tidak memiliki padang rumput terbuka yang cukup untuk mendukung pasukan kuda yang besar; untuk alasan ini dan lainnya, pengembara yang menaklukkan negara-negara di Tiongkok, India, dan Timur Tengah sering mendapati diri mereka beradaptasi dengan masyarakat lokal yang lebih makmur.

Kekalahan Kekhalifahan Islam atas kekaisaran Bizantium dan Persia menyebabkan Asia Barat dan bagian selatan Asia Tengah dan bagian barat Asia Selatan berada di bawah kendalinya selama penaklukannya pada abad ke-7. Kekaisaran Mongol menaklukkan sebagian besar Asia pada abad ke-13, wilayah yang membentang dari Tiongkok hingga Eropa. Sebelum invasi Mongol, Dinasti Song dilaporkan memiliki sekitar 120 juta warga; sensus 1300 yang mengikuti invasi melaporkan sekitar 60 juta orang.[4]

Black Death adalah salah satu pandemi yang paling menghancurkan dalam sejarah manusia, diperkirakan berasal dari dataran gersang di Asia Tengah, di mana pandemi tersebut kemudian menyebar di sepanjang Jalur Sutra.[5]

Kekaisaran Rusia mulai meluas ke Asia sejak abad ke-17, dan pada akhirnya akan menguasai seluruh Siberia dan sebagian besar Asia Tengah pada akhir abad ke-19. Kekaisaran Ottoman kemudian menguasai Anatolia, sebagian besar Timur Tengah, Afrika Utara, dan Balkan sejak pertengahan abad ke-16 dan seterusnya. Pada abad ke-17, Orang Manchu menaklukkan Tiongkok dan mendirikan Dinasti Qing. An Advanced History of Modern India. 2010. hlm. 11. ISBN 978-0-230-32885-3.</ref> Kekaisaran Jepang menguasai sebagian besar Asia Timur dan sebagian besar Asia Tenggara, Nugini, dan pulau-pulau Pasifik hingga akhir Perang Dunia II.

Geografi

Asia adalah benua terbesar di Bumi. Benua ini mencakup 9% dari total luas permukaan Bumi (atau 30% dari luas daratannya), dan memiliki garis pantai terpanjang sekitar . Asia secara umum didefinisikan terdiri dari empat perlima bagian timur Eurasia. Terletak di sebelah timur Terusan Suez dan Pegunungan Ural, di selatan Pegunungan Kaukasus (atau Cekungan Kuma–Manych), Kaspia, dan Laut Hitam.[6][7] Di sebelah timur benua ini dibatasi oleh Samudra Pasifik, di selatan oleh Samudra Hindia, dan di utara oleh Samudra Arktik. Asia dibagi menjadi 49 negara, lima di antaranya (Georgia, Azerbaijan, Rusia, Kazakstan dan Turki) merupakan negara lintas benua yang terletak sebagian di Eropa. Secara geografis, Rusia sebagian berada di Asia, tetapi dianggap sebagai negara Eropa, baik secara budaya maupun secara politik.

Gurun Gobi yang berada di Mongolia dan Gurun Arab membentang di sebagian besar Timur Tengah. Sungai Yangtze di Tiongkok adalah sungai terpanjang di Asia. Himalaya yang terletak di antara Nepal dan Tiongkok adalah pegunungan tertinggi di dunia. Hutan hujan tropis membentang di sebagian besar Asia selatan dan hutan jenis konifera dan gugur terletak lebih jauh ke utara.

Wilayah utama

Terdapat berbagai pendekatan untuk pembagian regional Asia. Pembagian wilayah berikut digunakan, antara lain, oleh UNSD. Pembagian Asia menjadi beberapa wilayah oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dilakukan semata-mata untuk alasan statistik dan tidak menyiratkan asumsi apa pun tentang afiliasi politik atau afiliasi lain dari negara dan wilayah.[8]

Iklim

Asia memiliki fitur iklim yang sangat beragam. Iklim Asia berkisar dari arktik dan subarktik di Siberia hingga tropis di India selatan dan Asia Tenggara. Beberapa rentang suhu harian terbesar di Bumi terjadi di bagian barat Asia. Sirkulasi monsun mendominasi di bagian selatan dan timur, karena kehadiran pegunungan Himalaya yang memaksa terbentuknya suhu rendah yang menarik kelembapan selama musim panas. Bagian barat daya benua itu cukup panas. Siberia adalah salah satu tempat terdingin di Belahan Bumi Utara, dan dapat menjadi sumber massa udara Arktik untuk Amerika Utara. Tempat paling aktif di Bumi untuk aktivitas siklon tropis terletak di timur laut Filipina dan selatan Jepang. Umumnya, wilayah tenggara Benua Asia mengalami presipitasi yang cukup signifikan daripada wilayah lain di Asia mengingat banyaknya evaporasi yang terjadi hampir sepanjang tahun di kawasan tersebut.

Perubahan iklim

Perubahan iklim berdampak besar pada banyak negara di benua ini. Sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2010 oleh pertanian analisis risiko global Maplecroft mengidentifikasi 16 negara yang sangat rentan terhadap perubahan iklim. Kerentanan setiap negara dihitung menggunakan 42 indikator sosial, ekonomi dan lingkungan, yang mengidentifikasi kemungkinan dampak perubahan iklim selama 30 tahun ke depan. Negara-negara Asia seperti Indonesia, Banglades, India, Filipina, Tailan, Tiongkok dan Sri Lanka adalah di antara 16 negara menghadapi risiko ekstrem dari perubahan iklim.[9][10][11] Beberapa pergeseran sudah terjadi. Misalnya, di bagian tropis India dengan iklim semi-kering, suhu meningkat sebesar 0,4 °C antara tahun 1901 dan 2003. Sebuah studi tahun 2013 oleh International Crops Research Institute for the Semi-Arid Tropics (ICRISAT) bertujuan untuk menemukan pendekatan dan teknik berbasis ilmu pengetahuan yang berpihak pada kaum miskin yang akan memungkinkan sistem pertanian Asia untuk mengatasi perubahan iklim, sekaligus menguntungkan kaum miskin. dan petani yang rentan. Rekomendasi studi berkisar dari meningkatkan penggunaan informasi iklim dalam perencanaan lokal dan memperkuat layanan penasehat pertanian berbasis cuaca, untuk merangsang diversifikasi pendapatan rumah tangga pedesaan dan memberikan insentif kepada petani untuk mengadopsi langkah-langkah konservasi sumber daya alam untuk meningkatkan tutupan hutan, mengisi air tanah dan menggunakan energi terbarukan.[12]

Sepuluh negara Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) – Indonesia, Brunei, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Tailan, dan Vietnam – termasuk yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim di dunia, namun upaya mitigasi iklim ASEAN tidak sepadan dengan ancaman dan risiko iklim yang dihadapinya.[13]

Ekonomi

Asia memiliki ekonomi benua terbesar di dunia berdasarkan nilai PDB nominal dan PPP, dan merupakan kawasan ekonomi dengan pertumbuhan tercepat.[14] , Tiongkok sejauh ini merupakan ekonomi terbesar di benua Asia, dan menghasilkan hampir setengah dari ekonomi benua itu berdasarkan PDB nominal. Diikuti oleh Jepang, India, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Turki, yang semuanya berada di peringkat 20 ekonomi terbesar teratas baik berdasarkan nilai nominal maupun PPP.[15] Berdasarkan Lokasi Kantor Global 2011, Asia mendominasi lokasi kantor dengan 4 dari 5 teratas berada di Asia: Hong Kong, Singapura, Tokyo dan Seoul. Sekitar 68 persen perusahaan internasional memiliki kantor di Hong Kong.[16]


Menurut sejarawan ekonomi Angus Maddison dalam bukunya The World Economy: A Millennial Perspective, India memiliki ekonomi terbesar di dunia selama 0 SM dan 1000 SM. Secara historis, India adalah ekonomi terbesar di dunia selama hampir dua milenium dari abad ke-1 hingga ke-19, menyumbang 25% dari hasil industri dunia.[17][18][19][20] Tiongkok adalah negara dengan ekonomi terbesar dan termaju di dunia untuk sebagian besar sejarah yang tercatat dan berbagi mantel dengan India.[21][22][23] Selama beberapa dekade di akhir abad ke-20, Jepang adalah ekonomi terbesar di Asia dan terbesar kedua di antara negara mana pun di dunia, setelah melampaui Uni Soviet (diukur dalam produk material bersih) pada tahun 1990 dan Jerman pada tahun 1968. (NB: Sejumlah ekonomi supernasional lebih besar, seperti Uni Eropa (UE), Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) atau APEC). Ini berakhir pada 2010 ketika Tiongkok mengambil alih posisi Jepang menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia. Diperkirakan bahwa India akan menyusul Jepang dalam hal PDB nominal pada tahun 2027.[24]

Pada akhir 1980-an dan awal 1990-an, PDB Jepang menurut nilai tukar mata uang hampir sebesar gabungan negara-negara Asia lainnya.[25] Pada tahun 1995, ekonomi Jepang hampir menyamai AS sebagai ekonomi terbesar di dunia selama sehari, setelah mata uang Jepang mencapai rekor tertinggi 79 Yen/US$. Pertumbuhan ekonomi di Asia sejak Perang Dunia II hingga tahun 1990-an terkonsentrasi di Jepang serta empat wilayah yaitu Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong dan Singapura yang terletak di Lingkar Pasifik, yang dikenal sebagai Asian tigers, yang sekarang semuanya dianggap sebagai ekonomi maju, memiliki PDB per kapita tertinggi di Asia.[26][27]

Asia adalah benua terbesar di dunia dengan margin yang cukup besar, dan kaya akan sumber daya alam, seperti minyak bumi, hutan, ikan, air, beras, tembaga, dan perak. Manufaktur di Asia secara tradisional terkuat di Asia Timur dan Tenggara, terutama di Tiongkok, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, India, Filipina, dan Singapura. Jepang dan Korea Selatan terus mendominasi di bidang perusahaan multinasional, tetapi Tiongkok dan India semakin membuat terobosan yang signifikan. Banyak perusahaan dari Eropa, Amerika Utara, Korea Selatan, dan Jepang beroperasi di negara-negara berkembang Asia untuk memanfaatkan pasokan tenaga kerja murah yang berlimpah dan infrastruktur yang relatif maju.

Menurut Citigroup pada tahun 2011, 9 dari 11 Global Growth Generators negara berasal dari Asia didorong oleh pertumbuhan populasi dan pendapatan. Mereka adalah Bangladesh, Tiongkok, India, Irak, Mongolia, Filipina, Sri Lanka, dan Vietnam.[28] Asia memiliki tiga pusat keuangan utama: Hong Kong, Tokyo, dan Singapura. Pusat panggilan dan pengalihdayaan proses bisnis (BPO) menjadi pemberi kerja utama di India dan Filipina karena ketersediaan sejumlah besar pekerja terampil berbahasa Inggris. Meningkatnya penggunaan outsourcing telah membantu kebangkitan India dan China sebagai pusat keuangan. Karena industri teknologi informasi yang besar dan sangat kompetitif, India telah menjadi pusat utama untuk outsourcing.[29]

Perdagangan antara negara-negara Asia dengan negara-negara di benua lain sebagian besar dilakukan di jalur laut yang penting bagi Asia. Rute utama individu telah muncul dari sini. Rute utama mengarah dari pantai Tiongkok selatan melalui Hanoi ke Jakarta, Singapura, dan Kuala Lumpur melalui Selat Malaka melalui Kolombo di Sri Lanka ke ujung selatan India melalui Malé ke Mombasa di Afrika Timur, dari dari sana ke Jibuti, lalu melalui Laut Merah melewati Terusan Suez ke Mediterania, ke sana melalui Haifa, Istanbul, dan Athena ke Adriatik atas ke hub Italia utara di Trieste dengan koneksi relnya ke Eropa Tengah dan Timur atau lebih jauh ke Barcelona dan di sekitar Spanyol dan Prancis ke pelabuhan utara Eropa. Bagian yang jauh lebih kecil dari lalu lintas barang berjalan melalui Afrika Selatan ke Eropa. Bagian yang sangat signifikan dari lalu lintas barang Asia dilakukan melintasi Pasifik menuju Los Angeles dan Long Beach. Berbeda dengan jalur laut, Jalur Sutra melalui jalur darat ke Eropa di satu sisi masih dalam pembangunan dan di sisi lain cakupannya jauh lebih kecil. Perdagangan intra-Asia, termasuk perdagangan laut, berkembang pesat.[30][31][32][33][34][35][36][37]

Pada tahun 2010, Asia memiliki 3,3 juta jutawan (orang dengan kekayaan bersih lebih dari US$1 juta tidak termasuk rumah mereka), sedikit di bawah Amerika Utara dengan 3,4 juta jutawan. Tahun lalu Asia telah menggulingkan Eropa.[38] Citigroup dalam The Wealth Report 2012 menyatakan bahwa centa-miliuner Asia mengambil alih kekayaan Amerika Utara untuk pertama kalinya karena "pusat gravitasi ekonomi" dunia terus bergerak ke timur. Pada akhir tahun 2011, ada 18.000 orang Asia terutama di Asia Tenggara, Tiongkok, dan Jepang yang memiliki setidaknya $100 juta aset yang dapat dibuang, sedangkan Amerika Utara dengan 17.000 orang dan Eropa Barat dengan 14.000 orang.[39]

Peringkat Negara GDP (nominal, Tahun Puncak)
jutaan USD
Tahun Puncak
1 19,373,586 2023
2 6,272,362 2012
3 3,736,882 2023
4 2,288,428 2013
5 1,810,966 2021
6 1,391,778 2023
7 1,108,149 2022
8 1,029,303 2023
9 790,728 2023
10 625,430 2011
Peringkat Negara GDP sebelumnya dan yang diproyeksikan (PPP, Tahun Puncak)
jutaan USD
Tahun Puncak
1 33,014,998 2023
2 13,033,443 2023
3 6,456,527 2023
4 [40] 5,326,855 2022
5 4,398,729 2023
6 3,572,551 2023
7 2,924,038 2023
8 2,300,967 2023
9 1,803,584 2023
10 1,710,399 2023

Pembagian wilayah

Sebagaimana telah disebutkan, Asia dapat dianggap sebagai suatu bagian dari benua Eurasia yang lebih besar. Untuk pembagian berdasarkan istilah ini, lihat Eurasia Utara dan Eurasia Tengah.

Asia sendiri sering dibagi-bagi menjadi beberapa wilayah:

Tidak ada konsensus pasti tentang penggunaan istilah ini, namun biasanya mencakup:

Asia Timur disebut juga Timur Jauh, karena orang Eropa melihat letak geografisnya sangat jauh dari Eropa. Istilah ini mencakup:

Daerah ini mencakup Semenanjung Malaka, Indochina dan kepulauan-kepulauan di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Negara-negara yang termasuk daerah ini adalah:

Malaysia dibagi menjadi dua bagian oleh Laut Tiongkok Selatan, dan daratan, daratan pertama di Semenanjung Malaka, dan yang kedua ada di Pulau Kalimantan. Dengan ini mempunyai bagian daratan dan bagian kepulauan

Nama dua kepulauan Malaysia:

Pulau Papua di bagian barat dan pulau Timor di bagian selatan yang menjadi milik Indonesia dimasukkan ke Asia Tenggara karena Politik

Asia Selatan terdiri dari:

Sering dipanggil dengan nama Timur Tengah meski istilah ini juga kadang digunakan untuk merujuk kepada negara-negara di Afrika Utara. Asia Barat dapat dibagi lagi kepada:

Juga lihat Negara-negara Teluk untuk pengelompokan berbeda yang berisi beberapa negara-negara di atas.

Kepadatan penduduk

Berikut ini adalah daftar negara-negara dan wilayah menurut kepadatan penduduknya dalam jumlah penduduk/km2.

Berbeda dengan angka-angka dalam artikel negara-negara, angka-angka pada tabel ini didasarkan pada area yang mencakup perairan (danau, reservoir, sungai) dan karenanya mungkin angkanya lebih kecil di sini.

Seluruh Rusia, Mesir, dan Turki disebutkan di dalam tabel ini, meskipun hanya sebagian dari wilayah negara-negara itu berada di Asia. Georgia, Armenia, dan Azerbaijan juga dicantumkan di sini, meskipun negara-negara itu juga dapat dianggap sebagai bagian dari Eropa.

Tepi Barat dan Jalur Gaza tidak dicantumkan secara terpisah, melainkan digabungkan sebagai bagian dari wilayah Palestina.

Penjelasan di atas memberikan pemahaman tentang flora dan fauna yang hidup di daerah benua Asia yang disesuaikan dengan iklim yang dimiliki. Selanjutnya, bagaimanakah keadaan penduduk di benua Asia. Yang dapat dijelaskan pada pembahasan di bawah ini.

Nama region dan territoral dengan bendera Luas(km²) Populasi(2021) Kepadatan Penduduk(per km²) Ibu kota
Asia Tengah:
[41] 2,724,927 19.196.465 5.7 Astana
198,500 6.527.743 24.3 Bishkek
143,100 9.750.064 47.0 Dushanbe
488,100 6.341.855 9.6 Ashgabat
447,400 34.081.449 57.1 Tashkent
Asia Timur:
[42] 9,584,492 1.425.893.465 134.0 Beijing
[43] 1,092 7.413.100 6,688.0 Hongkong
377,835 124.612.530 336.1 Tokyo
(Taiwan)[44] 35,980 23.859.912 626.7 Taipei
[45] 25 686.607 18,473.3 Macau
1,565,000 3.347.782 1.7 Ulan Bator
98,480 51.830.139 490.7 Seoul
120,540 25.971.909 184.4 Pyongyang
Asia Utara:
[46] 17,075,400 145.102.755 26.8 Moscow
Asia Tenggara:[47]
5,770 445.373 60.8 Bandar Seri Begawan
[48] 181,035 16.589.023 74 Phnom Penh
1,419,588 273.753.191 159.9 Jakarta
236,800 7.425.057 24.4 Vientiane
329,847 33.573.874 84.2 Kuala Lumpur
678,500 53.798.084 62.3 Naypyidaw
300,000 113.880.328 281.8 Manila
704 5.941.060 6,369.0 Singapura
514,000 71.601.103 121.3 Bangkok
[49] 15,007 1.320.942 63.5 Dili
331,690 97.468.029 246.1 Hanoi
Asia Selatan:
647,500 40.099.462 42.9 Kabul
144,000 169.356.251 926.2 Dhaka
47,000 777.486 14.3 Thimphu
[50] 3,167,590 1.407.563.842 318.2 New Delhi
300 521.457 1,067.2 Malé
140,800 30.034.989 183.8 Kathmandu
803,940 211.103.000 183.7 Islamabad
65,610 21.773.441 298.4 Kolombo
Asia Barat:
1,960,582 35.950.396 12.0 Riyadh
[51] 29,800 169.356.251 111.7 Yerevan
[52] 46,870 777.486 82.0 Baku
760 1.569.446 1.912,7 Manama
[53] 20,460 521.457 99.3 Tbilisi
1,648,195 30.034.989 42 Tehran
437,072 211.103.000 54.9 Baghdad
17,820 21.773.441 118.5 Kuwait City
10,452 5.592.631 353.6 Beirut
212,460 4.520.471 12.8 Muscat
Palestina 21.115 14.286.749 1.505,1 Al-Quds
11,437 2.688.235 69.4 Doha
[54] 9,250 1.244.188 83.9 Nicosia
185,180 21.324.367 92.6 Damaskus
[55] 756,768 84.775.404 76.5 Ankara
82,880 9.365.145 29.5 Abu Dhabi
527,970 32.981.641 35.4 Sanaá
92,300 11.148.278 57.5 Amman
Total 43,810,582 6.506.649.738 89.07

Asia adalah regional atau benua terluas dan terkenal, tergantung dari apa batasannya. Secara tradisional batasannya adalah bagian dari massa benua yang terbentang dari Afrika–Eurasia terletak di timur Terusan Suez, pegunungan Ural dan selatan dari Pegunungan Kaukasus dan Laut Kaspia serta Laut Hitam. Sekitar 60% penduduk dunia tinggal di Asia, yang mana 2% di antaranya menempati bagian utara dan separuh bagian pedalaman seperti (Siberia, Mongolia, Kazakhstan, Xinjiang, Tibet, Qinghai, bagian barat Uzbekistan dan Turkmenistan); yang 98% tinggal di separuh sisa lainnya.

Flora dan fauna

Flora dan fauna yang ada di benua Asia dapat dijelaskan sebagai berikut. Daerah yang memiliki iklim tropis basah akan tertutup oleh hutan hujan tropis dengan pohon–pohon yang memiliki daun lebar dan heterogen. Ada juga hutan musim yang pohon–pohonnya agak jarang dan homogen. Hewan yang hidup di iklim tropis basah, antara lain sejenis kera, badak, dan banteng.

Kemudian, di daerah yang beriklim kering. Pada daerah beriklim kering akan dijumpai tumbuhan gurun yang memiliki masa tumbuh yang singkat. Tumbuhan yang dapat dijumpai pada daerah yang miliki iklim kering, yaitu sejenis kaktus berduri. Hewan yang dapat hidup di wilayah beriklim kering, antara lain hyena, singa, unta, dan keledai.

Selanjutnya, pada daerah sekeliling gurun yang memiliki curah hujan lebih besar, biasanya ditumbuhi oleh padang rumput kering. Pada daerah yang agak lembap, terdapat hutan sabana. Hewan yang hidup di daerah gurun dengan curah hujan yang lebih besar dan lembap, antara lain rusa, zebra, jerapah, yak, zebu, banteng, kuda, harimau, serigala, singa, dan jaguar.

Pada daerah sekitar kutub terdapat tanaman yang berdaun jarum dengan hutan campuran hutan cemara atau conifer. Kemudian, pada daerah di sepanjang pantai Laut Artik merupakan suatu daerah yang tidak terdapat pohon. Tumbuhan yang dapat ditemui pada daerah tersebut, biasanya sejenis lumut atau yang dikenal dengan hutan tundra. Hewan yang dapat hidup di daerah tersebut yaitu hewan caribou atau sejenis rusa, beruang, dan serigala.

Geografi politik

Lambang negara Bendera Nama Populasi
()
Area
(km2)
Ibu kota
Afghanistan 652.864 Kabul
Arab Saudi 2.149.690 Riyadh
Armenia 29.743 Yerevan
Azerbaijan 86.600 Baku
Bahrain 760 Manama
Bangladesh 147.570 Dhaka
Bhutan 38.394 Thimphu
Brunei Darussalam 5.765 Bandar Seri Begawan
Filipina 343.448 Manila
Georgia 69.700 Tbilisi
India 3.287.263 New Delhi
Indonesia 1.904.569 Ibukota Nusantara
Irak 438.317 Baghdad
Iran 1.648.195 Teheran
Jepang 377.915 Tokyo
Kamboja 181.035 Phnom Penh
Kazakhstan 2.724.900 Astana
Kirgizstan 199.951 Bishkek
Korea Selatan 100.210 Seoul
Korea Utara 120.538 Pyongyang
Kuwait 17.818 Kota Kuwait
Laos 236.800 Vientiane
Lebanon 10.400 Beirut
Maladewa 298 Malé
Malaysia 329.847 Kuala Lumpur
Mesir 1.001.449 Kairo
Mongolia 1.564.116 Ulan Bator
Myanmar 676.578 Naypyidaw
Nepal 147.181 Kathmandu
Oman 309.500 Muskat
Pakistan 211.103.000 881.913 Islamabad
Palestina 6.220 Yerusalem
Templat:Flagicon Qatar Templat:UN Population 11.586 Doha
Templat:Coat of arms Templat:Flagicon RusiaTemplat:NoteTag Templat:UN Population 17.098.242 MoskowTemplat:NoteTag
Templat:Flagicon Singapura Templat:UN Population 697 Singapura
Templat:Coat of arms Templat:Flagicon Siprus Templat:UN Population 9.251 Nikosia
Templat:Flagicon Sri Lanka Templat:UN Population 65.610 Sri Jayawardenepura Kotte
Templat:Coat of arms Templat:Flagicon Suriah Templat:UN Population 185.180 Damaskus
Templat:Flagicon Tajikistan Templat:UN Population 143.100 Dushanbe
Templat:Flagicon Thailand Templat:UN Population 513.120 Bangkok
Templat:Coat of arms Templat:Flagicon Timor Leste Templat:UN Population 14.874 Dili
Templat:Flagicon Tiongkok Templat:UN Population 9.596.961 Beijing
Templat:Flagicon TurkiTemplat:NoteTag Templat:UN Population 783.562 Ankara
Templat:Flagicon Turkmenistan Templat:UN Population 488.100 Ashgabat
Templat:Flagicon Uni Emirat Arab Templat:UN Population 83.600 Abu Dhabi
Templat:Flagicon Uzbekistan Templat:UN Population 447.400 Tashkent
Templat:Flagicon Vietnam Templat:UN Population 331.212 Hanoi
Templat:Flagicon Yaman Templat:UN Population 527.968 Sana'a
Templat:Coat of arms Templat:Flagicon Yordania Templat:UN Population 89.342 Amman

Catatan

Referensi

  1. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia Arti kata Asia pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan.
  2. Like herrings in a barrel. The Economist. The Economist online, The Economist Group. 23 Desember 1999..
  3. Asia. AccessScience. McGraw-Hill.
  4. Ping-ti Ho. "An Estimate of the Total Population of Sung-Chin China", in Études Song, Series 1, No 1, (1970). pp. 33–53.
  5. History – Black Death. BBC. 17 February 2011.
  6. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  7. Asia. Encyclopædia Britannica, Inc. 2006.
  8. Standard Country or Area Codes for Statistical Use (M49 Standard). UN Statistica Division. "Geographic Regions" anklicken Zitat: "The assignment of countries or areas to specific groupings is for statistical convenience and does not imply any assumption regarding political or other affiliation of countries or territories by the United Nations."
  9. Asia tops climate change's 'most vulnerable' list. New Scientist.
  10. Which countries are most threatened by and vulnerable to climate change?. Iberdrola.
  11. Global Climate Risk Index 2020 – World. ReliefWeb.
  12. Vulnerability to Climate Change: Adaptation Strategies and layers of Resilience , ICRISAT, Policy Brief No. 23, February 2013
  13. Indra Overland. The ASEAN climate and energy paradox. Energy and Climate Change. December 2021. Vol. 2. hlm. 100019. doi:10.1016/j.egycc.2020.100019.
  14. International Monetary Fund. World Economic Outlook Database, April 2023. International Monetary Fund.
  15. Largest_Economies_in_Asia. Aneki.com.
  16. Hong Kong, Singapore, Tokyo World's Top Office Destinations. CFO innovation ASIA.
  17. Angus Maddison. Contours of the World Economy 1-2030 AD: Essays in Macro-Economic History. 20 September 2007. ISBN 978-0-19-164758-1.
  18. Maddison Angus. Development Centre Studies the World Economy Historical Statistics: Historical Statistics. 2003. ISBN 978-9264104143.
  19. Paul Bairoch. Economics and world history : Myths and paradoxes. 1995. ISBN 978-0-226-03463-8.
  20. Table B–18. World GDP, 20 Countries and Regional Totals, 0–1998 A.D. theworldeconomy.org.
  21. Professor M.D. Nalapat. Ensuring China's "Peaceful Rise". Bharat-rakshak.com. 11 September 2001.
  22. Dahlman, Carl J; Aubert, Jean-Eric. China and the Knowledge Economy: Seizing the 21st century. WBI Development Studies. World Bank Publications. Accessed 30 January 2008. Eric.ed.gov. 2000. ISBN 978-0-8213-5005-8.
  23. The Real Great Leap Forward. The Economist. 30 September 2004.
  24. International Monetary Fund. World Economic Outlook Database, April 2023. International Monetary Fund.
  25. International Monetary Fund. World Economic Outlook Database, April 2023. International Monetary Fund.
  26. International Monetary Fund. World Economic Outlook Database, April 2023. International Monetary Fund.
  27. Rise of Japan and 4 Asian Tigers from. emergingdragon.com.
  28. Philippine potential cited. sme.com.ph. 24 February 2011.
  29. Ada Tetangga RI, Ini 5 Negara dengan Tenaga Kerja Outsourcing Terbaik di Dunia. jabarjuara.co.
  30. Estimated containerized cargo flows on major container trade routes in 2020, by trade route.
  31. Global Marine Trends 2030 Report.
  32. Maritime Trade.
  33. Harry G. Broadman "Afrika's Silk Road" (2007), pp 59.
  34. Harry de Wilt: Is One Belt, One Road a China crisis for North Sea main ports? in World Cargo News, 17. December 2019.
  35. Bernhard Simon: Can The New Silk Road Compete With The Maritime Silk Road? in The Maritime Executive, 1 January 2020.
  36. Jean-Marc F. Blanchard "China's Maritime Silk Road Initiative and South Asia" (2018).
  37. INTRA-ASIA.
  38. Asia has more millionaires than Europe.
  39. Sanat Vallikappen. Citigroup Study Shows Asian Rich Topping North American. Bloomberg. 28 March 2012.
  40. World Bank's GDP (PPP) Data for Russia
  41. Kazakhstan is sometimes considered a transcontinental country in Central Asia and Eastern Europe; population and area figures are for Asian portion only.
  42. The state "People's Republic of China" is commonly known as simply "China", which is subsumed by the eponymous entity and civilization (China). Figures given are for mainland China only, and do not include Hong Kong, Makau, dan Taiwan.
  43. Hong Kong is a Special Administrative Region (SAR) of the People's Republic of China.
  44. Figures are for the area under the de facto control of the Republic of China (ROC) government, commonly referred to as Taiwan. Claimed in whole by the PRC; see political status of Taiwan.
  45. Makau is a Special Administrative Region (SAR) of the People's Republic of China.
  46. Russia is considered a transcontinental country in Eastern Europe and Northern Asia; population and area figures are for the entire state.
  47. Excludes Christmas Island and Cocos (Keeling) Islands (Australian external territories in the Indian Ocean southwest of Indonesia).
  48. General Population Census of Cambodia 2008 – Provisional population totals, National Institute of Statistics, Ministry of Planning, released 3rd September, 2008.
  49. East Timor is often considered a transcontinental country in Southeastern Asia and Oceania.
  50. Includes Jammu and Kashmir, a contested territory among India, Pakistan, and the People's Republic of China.
  51. Armenia is sometimes considered a transcontinental country: physiographically in Western Asia, it has historical and sociopolitical connections with Europe.
  52. Azerbaijan is often considered a transcontinental country in Western Asia and Eastern Europe; population and area figures are for Asian portion only. Figures include Nakhchivan, an autonomous exclave of Azerbaijan bordered by Armenia, Iran, and Turkey.
  53. Georgia is often considered a transcontinental country in Western Asia and Eastern Europe; population and area figures are for Asian portion only.
  54. The island of Cyprus is sometimes considered a transcontinental territory: in the Eastern Basin of the Mediterranean Sea south of Turkey, it has historical and socio-political connections with Europe. However, the U.N. considers Cyprus to be in Western Asia, while the C.I.A. considers it to be in the Middle East.
  55. Turkey is generally considered a transcontinental country in Western Asia and Southern Europe; population and area figures are for Asian portion only, excluding all of Istanbul.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29646094 (2026-08-27T06:59:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.