Lompat ke isi

Analisis kebutuhan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29319753; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:


== Analisis kebutuhan pelatihan ==
== Analisis kebutuhan pelatihan ==
Analisis kebutuhan pelatihan [[doi:10.1016/j.ssaho.2023.100567|Training Needs Assessment]] (TNA) merupakan langkah awal yang sangat penting dalam proses perancangan, pengembangan, dan pelaksanaan program pelatihan secara sistematis. Tujuan utama dari analisis ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memengaruhi pelaksanaan dan hasil [[pelatihan]], seperti konteks [[organisasi]], karakteristik dan persyaratan tugas pekerjaan, serta karakteristik, [[Keterampilan|kompetensi]], dan kebutuhan pelatihan peserta. Hasil dari analisis ini digunakan untuk menetapkan tujuan pelatihan, hasil [[pembelajaran]] yang diharapkan, serta standar kinerja selama pelatihan. Selain itu, hasil analisis juga dapat digunakan untuk menentukan isi pelatihan, metode pendidikan, cara penyampaian pelatihan, serta pengembangan rencana implementasi dan evaluasi inisiatif pelatihan. Analisis kebutuhan pelatihan merupakan bagian dari siklus pelatihan yang terdiri dari beberapa tahap, yaitu:
Analisis kebutuhan pelatihan [[doi:10.1016/j.ssaho.2023.100567|Training Needs Assessment]] (TNA) merupakan langkah awal yang sangat penting dalam proses perancangan, pengembangan, dan pelaksanaan program pelatihan secara sistematis. Tujuan utama dari analisis ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memengaruhi pelaksanaan dan hasil [[pelatihan]], seperti konteks [[organisasi]], karakteristik dan persyaratan tugas pekerjaan, serta karakteristik, [[Keterampilan|kompetensi]], dan kebutuhan pelatihan peserta. Hasil dari analisis ini digunakan untuk menetapkan tujuan pelatihan, hasil [[pembelajaran]] yang diharapkan, serta standar kinerja selama pelatihan. Selain itu, hasil analisis juga dapat digunakan untuk menentukan isi pelatihan, metode pendidikan, cara penyampaian pelatihan, serta pengembangan rencana implementasi dan evaluasi inisiatif pelatihan.<ref name=":0">Arti Appannah. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0149718916301926 Diversity training for the community aged care workers: A conceptual framework for evaluation]. ''Evaluation and Program Planning''. 2017-08-01. Vol. 63. hlm. 74–81. doi:10.1016/j.evalprogplan.2017.03.007.</ref> Analisis kebutuhan pelatihan merupakan bagian dari siklus pelatihan yang terdiri dari beberapa tahap, yaitu:


# '''Analisis Kebutuhan Pelatihan''': Mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran melalui konsultasi sistematis
# '''Analisis Kebutuhan Pelatihan''': Mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran melalui konsultasi sistematis<ref name=":0" /><ref name=":1">Dinah Gould. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S026069170600030X The National Health Service Knowledge and Skills Framework and its implications for continuing professional development in nursing]. ''Nurse Education Today''. 2007-01-01. Vol. 27 (1). hlm. 26–34. doi:10.1016/j.nedt.2006.02.006.</ref>
# '''Perencanaan Pelatihan''': Merancang kegiatan pelatihan berdasarkan hasil analisis kebutuhan
# '''Perencanaan Pelatihan''': Merancang kegiatan pelatihan berdasarkan hasil analisis kebutuhan<ref name=":1" />
# '''Implementasi Pelatihan''': Melaksanakan pelatihan sesuai dengan rencana yang telah dibuat
# '''Implementasi Pelatihan''': Melaksanakan pelatihan sesuai dengan rencana yang telah dibuat<ref name=":1" />
# '''Evaluasi Pelatihan''': Menilai efektivitas pelatihan dan dampaknya terhadap individu maupun organisasi
# '''Evaluasi Pelatihan''': Menilai efektivitas pelatihan dan dampaknya terhadap individu maupun organisasi<ref name=":0" />


Siklus ini bersifat berkelanjutan dan dapat digunakan untuk menilai apakah tujuan pelatihan telah tercapai serta untuk merencanakan pelatihan berikutnya. Berbagai sumber menyebutkan bahwa analisis kebutuhan pelatihan terdiri dari beberapa tahapan utama, yaitu:
Siklus ini bersifat berkelanjutan dan dapat digunakan untuk menilai apakah tujuan pelatihan telah tercapai serta untuk merencanakan pelatihan berikutnya.<ref name=":0" /> Berbagai sumber menyebutkan bahwa analisis kebutuhan pelatihan terdiri dari beberapa tahapan utama, yaitu:


# '''Identifikasi Kriteria Kinerja Pekerjaan''': Menentukan standar kinerja yang diharapkan dari setiap posisi atau tugas
# '''Identifikasi Kriteria Kinerja Pekerjaan''': Menentukan standar kinerja yang diharapkan dari setiap posisi atau tugas<ref name=":2">[https://www.sciencedirect.com:5037/science/chapter/monograph/abs/pii/B9780128020197000158 Building Competencies That Count: A Training Model]. ''www.sciencedirect.com''. doi:10.1016/b978-0-12-802019-7.00015-8.</ref><ref name=":3">[https://www.sciencedirect.com:5037/science/chapter/monograph/abs/pii/B9780128017647000085 The Facility Integrity Organization]. ''www.sciencedirect.com''. doi:10.1016/b978-0-12-801764-7.00008-5.</ref>
# '''Identifikasi Persyaratan Personel Terlatih''': Menentukan kompetensi dan keterampilan yang harus dimiliki oleh peserta pelatihan
# '''Identifikasi Persyaratan Personel Terlatih''': Menentukan kompetensi dan keterampilan yang harus dimiliki oleh peserta pelatihan<ref name=":2" /><ref name=":4">Ingmar Geiger. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0019850122000591 Multiple parties behind and across the table: A role-play simulation of parallel, competitive order negotiations for training B2B sales professionals]. ''Industrial Marketing Management''. 2022-05-01. Vol. 103. hlm. 170–182. doi:10.1016/j.indmarman.2022.03.014.</ref>
# '''Analisis Program Pelatihan yang Ada''': Mengevaluasi pelatihan yang sudah berjalan untuk melihat relevansi dan efektivitasnya
# '''Analisis Program Pelatihan yang Ada''': Mengevaluasi pelatihan yang sudah berjalan untuk melihat relevansi dan efektivitasnya<ref name=":2" /><ref>Joseph F. Waeckerle. [https://www.annemergmed.com/article/S0196-0644(01)30996-4/abstract Executive summary: Developing objectives, content, and competencies for the training of Emergency Medical Technicians, Emergency Physicians, and Emergency Nurses to care for casualties resulting from Nuclear, Biological, or Chemical (NBC) incidents]. ''Annals of Emergency Medicine''. 2001-06-01. Vol. 37 (6). hlm. 587–601. doi:10.1067/mem.2001.115649.</ref>
# '''Perancangan Kurikulum''': Menyusun materi pelatihan berdasarkan hasil analisis kebutuhan
# '''Perancangan Kurikulum''': Menyusun materi pelatihan berdasarkan hasil analisis kebutuhan<ref>Veslemøy Guise. [https://doi.org/10.1186/s12913-017-2098-2 Perceptions of telecare training needs in home healthcare services: a focus group study]. ''BMC Health Services Research''. 2017-02-23. Vol. 17 (1). hlm. 164. doi:10.1186/s12913-017-2098-2.</ref>
# '''Penentuan Karakteristik Peserta''': Memahami karakteristik, tingkat pengetahuan, dan pengalaman peserta agar materi pelatihan relevan dan dapat diimplementasikan
# '''Penentuan Karakteristik Peserta''': Memahami karakteristik, tingkat pengetahuan, dan pengalaman peserta agar materi pelatihan relevan dan dapat diimplementasikan<ref name=":4" />
# '''Analisis Lingkungan Organisasi dan Tugas''': Mempertimbangkan konteks organisasi, tujuan, dan karakteristik tugas yang akan dipelajari
# '''Analisis Lingkungan Organisasi dan Tugas''': Mempertimbangkan konteks organisasi, tujuan, dan karakteristik tugas yang akan dipelajari<ref name=":4" />
# '''Identifikasi Perubahan Tugas dan Masalah Keterampilan''': Melakukan evaluasi terhadap perubahan tugas dan masalah keterampilan yang dihadapi oleh peserta
# '''Identifikasi Perubahan Tugas dan Masalah Keterampilan''': Melakukan evaluasi terhadap perubahan tugas dan masalah keterampilan yang dihadapi oleh peserta<ref name=":3" />


Analisis kebutuhan pelatihan dapat dilakukan dengan berbagai teknik, seperti:
Analisis kebutuhan pelatihan dapat dilakukan dengan berbagai teknik, seperti:


# '''Survei dan Konsultasi''': Mengumpulkan data dari berbagai sumber untuk mengidentifikasi kebutuhan dan masalah kinerja
# '''Survei dan Konsultasi''': Mengumpulkan data dari berbagai sumber untuk mengidentifikasi kebutuhan dan masalah kinerja<ref>Jonathan Moizer. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0360131519300855 An approach to evaluating the user experience of serious games]. ''Computers & Education''. 2019-07-01. Vol. 136. hlm. 141–151. doi:10.1016/j.compedu.2019.04.006.</ref>
# '''Penilaian Dokumen''': Mendokumentasikan hasil analisis kebutuhan sebagai catatan permanen untuk evaluasi dan perencanaan pelatihan di masa mendatang
# '''Penilaian Dokumen''': Mendokumentasikan hasil analisis kebutuhan sebagai catatan permanen untuk evaluasi dan perencanaan pelatihan di masa mendatang<ref>Ricardo Bessa Martins. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0956713514000516 Knowledge on food hygiene of food service staff working in nursing homes and kindergartens in Porto region – Portugal]. ''Food Control''. 2014-08-01. Vol. 42. hlm. 54–62. doi:10.1016/j.foodcont.2014.01.037.</ref>
# '''Analisis Makro dan Mikro''': Analisis pada tingkat organisasi (makro) dan tingkat individu atau kelompok kecil (mikro) dapat memberikan hasil yang berbeda, di mana analisis mikro cenderung lebih mempertimbangkan perspektif pemangku kepentingan dan berdampak langsung pada kualitas layanan
# '''Analisis Makro dan Mikro''': Analisis pada tingkat organisasi (makro) dan tingkat individu atau kelompok kecil (mikro) dapat memberikan hasil yang berbeda, di mana analisis mikro cenderung lebih mempertimbangkan perspektif pemangku kepentingan dan berdampak langsung pada kualitas layanan<ref>Dinah Gould. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0020748903001913 Training needs analysis. A literature review and reappraisal]. ''International Journal of Nursing Studies''. 2004-07-01. Vol. 41 (5). hlm. 471–486. doi:10.1016/j.ijnurstu.2003.12.003.</ref>
 
== Referensi ==
 


== Bacaan lanjutan ==
== Bacaan lanjutan ==
*
*
*


*
[[pl:Wymaganie (inżynieria)#Analiza wymagań lub inżynieria wymagań]]
*
*


== Referensi ==
<references />


[[pl:Wymaganie (inżynieria)#Analiza wymagań lub inżynieria wymagań]]
== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Analisis+kebutuhan&oldid=29319753 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29319753 (2026-06-06T08:21:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Artikel ini diadaptasi dalam mode teks dari
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Analisis_kebutuhan&oldid=29319753 Wikipedia bahasa Indonesia],
revisi 29319753 (2026-06-06T08:21:16Z).
Gambar, media, infobox, templat navigasi, dan kategori sumber
tidak diimpor ke Wiki Unissula.
Atribusi dan lisensi mengikuti ketentuan Creative Commons
Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA) pada sumber Wikipedia.

Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 03.09

Dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak, analisis kebutuhan (bahasa Inggris: requirement analysis) mencakup pekerjaan-pekerjaan penentuan kebutuhan atau kondisi yang harus dipenuhi dalam suatu produk baru atau perubahan produk, yang mempertimbangkan berbagai kebutuhan yang bersinggungan antar berbagai pemangku kepentingan. Kebutuhan dari hasil analisis ini harus dapat dilaksanakan, diukur, diuji, terkait dengan kebutuhan bisnis yang teridentifikasi, serta didefinisikan sampai tingkat detail yang memadai untuk desain sistem.

Analisis kebutuhan pelatihan

Analisis kebutuhan pelatihan Training Needs Assessment (TNA) merupakan langkah awal yang sangat penting dalam proses perancangan, pengembangan, dan pelaksanaan program pelatihan secara sistematis. Tujuan utama dari analisis ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memengaruhi pelaksanaan dan hasil pelatihan, seperti konteks organisasi, karakteristik dan persyaratan tugas pekerjaan, serta karakteristik, kompetensi, dan kebutuhan pelatihan peserta. Hasil dari analisis ini digunakan untuk menetapkan tujuan pelatihan, hasil pembelajaran yang diharapkan, serta standar kinerja selama pelatihan. Selain itu, hasil analisis juga dapat digunakan untuk menentukan isi pelatihan, metode pendidikan, cara penyampaian pelatihan, serta pengembangan rencana implementasi dan evaluasi inisiatif pelatihan.[1] Analisis kebutuhan pelatihan merupakan bagian dari siklus pelatihan yang terdiri dari beberapa tahap, yaitu:

  1. Analisis Kebutuhan Pelatihan: Mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran melalui konsultasi sistematis[1][2]
  2. Perencanaan Pelatihan: Merancang kegiatan pelatihan berdasarkan hasil analisis kebutuhan[2]
  3. Implementasi Pelatihan: Melaksanakan pelatihan sesuai dengan rencana yang telah dibuat[2]
  4. Evaluasi Pelatihan: Menilai efektivitas pelatihan dan dampaknya terhadap individu maupun organisasi[1]

Siklus ini bersifat berkelanjutan dan dapat digunakan untuk menilai apakah tujuan pelatihan telah tercapai serta untuk merencanakan pelatihan berikutnya.[1] Berbagai sumber menyebutkan bahwa analisis kebutuhan pelatihan terdiri dari beberapa tahapan utama, yaitu:

  1. Identifikasi Kriteria Kinerja Pekerjaan: Menentukan standar kinerja yang diharapkan dari setiap posisi atau tugas[3][4]
  2. Identifikasi Persyaratan Personel Terlatih: Menentukan kompetensi dan keterampilan yang harus dimiliki oleh peserta pelatihan[3][5]
  3. Analisis Program Pelatihan yang Ada: Mengevaluasi pelatihan yang sudah berjalan untuk melihat relevansi dan efektivitasnya[3][6]
  4. Perancangan Kurikulum: Menyusun materi pelatihan berdasarkan hasil analisis kebutuhan[7]
  5. Penentuan Karakteristik Peserta: Memahami karakteristik, tingkat pengetahuan, dan pengalaman peserta agar materi pelatihan relevan dan dapat diimplementasikan[5]
  6. Analisis Lingkungan Organisasi dan Tugas: Mempertimbangkan konteks organisasi, tujuan, dan karakteristik tugas yang akan dipelajari[5]
  7. Identifikasi Perubahan Tugas dan Masalah Keterampilan: Melakukan evaluasi terhadap perubahan tugas dan masalah keterampilan yang dihadapi oleh peserta[4]

Analisis kebutuhan pelatihan dapat dilakukan dengan berbagai teknik, seperti:

  1. Survei dan Konsultasi: Mengumpulkan data dari berbagai sumber untuk mengidentifikasi kebutuhan dan masalah kinerja[8]
  2. Penilaian Dokumen: Mendokumentasikan hasil analisis kebutuhan sebagai catatan permanen untuk evaluasi dan perencanaan pelatihan di masa mendatang[9]
  3. Analisis Makro dan Mikro: Analisis pada tingkat organisasi (makro) dan tingkat individu atau kelompok kecil (mikro) dapat memberikan hasil yang berbeda, di mana analisis mikro cenderung lebih mempertimbangkan perspektif pemangku kepentingan dan berdampak langsung pada kualitas layanan[10]

Bacaan lanjutan

pl:Wymaganie (inżynieria)#Analiza wymagań lub inżynieria wymagań

Referensi

  1. 1,0 1,1 1,2 1,3 Arti Appannah. Diversity training for the community aged care workers: A conceptual framework for evaluation. Evaluation and Program Planning. 2017-08-01. Vol. 63. hlm. 74–81. doi:10.1016/j.evalprogplan.2017.03.007.
  2. 2,0 2,1 2,2 Dinah Gould. The National Health Service Knowledge and Skills Framework and its implications for continuing professional development in nursing. Nurse Education Today. 2007-01-01. Vol. 27 (1). hlm. 26–34. doi:10.1016/j.nedt.2006.02.006.
  3. 3,0 3,1 3,2 Building Competencies That Count: A Training Model. www.sciencedirect.com. doi:10.1016/b978-0-12-802019-7.00015-8.
  4. 4,0 4,1 The Facility Integrity Organization. www.sciencedirect.com. doi:10.1016/b978-0-12-801764-7.00008-5.
  5. 5,0 5,1 5,2 Ingmar Geiger. Multiple parties behind and across the table: A role-play simulation of parallel, competitive order negotiations for training B2B sales professionals. Industrial Marketing Management. 2022-05-01. Vol. 103. hlm. 170–182. doi:10.1016/j.indmarman.2022.03.014.
  6. Joseph F. Waeckerle. Executive summary: Developing objectives, content, and competencies for the training of Emergency Medical Technicians, Emergency Physicians, and Emergency Nurses to care for casualties resulting from Nuclear, Biological, or Chemical (NBC) incidents. Annals of Emergency Medicine. 2001-06-01. Vol. 37 (6). hlm. 587–601. doi:10.1067/mem.2001.115649.
  7. Veslemøy Guise. Perceptions of telecare training needs in home healthcare services: a focus group study. BMC Health Services Research. 2017-02-23. Vol. 17 (1). hlm. 164. doi:10.1186/s12913-017-2098-2.
  8. Jonathan Moizer. An approach to evaluating the user experience of serious games. Computers & Education. 2019-07-01. Vol. 136. hlm. 141–151. doi:10.1016/j.compedu.2019.04.006.
  9. Ricardo Bessa Martins. Knowledge on food hygiene of food service staff working in nursing homes and kindergartens in Porto region – Portugal. Food Control. 2014-08-01. Vol. 42. hlm. 54–62. doi:10.1016/j.foodcont.2014.01.037.
  10. Dinah Gould. Training needs analysis. A literature review and reappraisal. International Journal of Nursing Studies. 2004-07-01. Vol. 41 (5). hlm. 471–486. doi:10.1016/j.ijnurstu.2003.12.003.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29319753 (2026-06-06T08:21:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.