Lompat ke isi

Ekonomi serabutan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29608608; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Ekonomi serabutan''' atau '''ekonomi gig''' adalah sistem ekonomi ketika sekelompok orang (dikenal sebagai [[pekerja serabutan]] atau pekerja gig) melakukan pekerjaan lepas dan pekerjaan sampingan. Ekonomi serabutan terdiri dari maujud korporat, pekerja, dan konsumen. [[Internal Revenue Service|Dinas Pendapatan Dalam Negeri AS]] mendefinisikan ekonomi serabutan sebagai "kegiatan ketika orang memperoleh penghasilan dengan menyediakan pekerjaan, jasa, atau barang berdasarkan permintaan", mengingat bahwa kegiatan tersebut acap kali dipermudah melalui anjungan digital seperti [[aplikasi seluler]] atau [[situs web]] dan penghasilannya mungkin berbentuk "[[uang tunai]], [[Properti|harta benda]], [[barang]], atau [[mata uang virtual|mata uang maya]]". Menurut [[Fair Work Ombudsman|Ombudsman Kerja Adil Australia]], anjungan atau lokapasar digital menghubungkan setiap penyedia jasa secara langsung kepada pelanggan dengan biaya tertentu. [[BBC]] menyajikan definisi istilah berikut: "pasar tenaga kerja yang dicirikan dengan banyaknya pekerjaan kontrak jangka pendek atau pekerjaan lepas dibandingkan dengan pekerjaan tetap". Istilah "gig" berasal dari istilah gaul yang mengacu pada penampilan setiap [[Seni pertunjukan|seniman pertunjukan]], seperti [[pemusik]] dan [[pelawak]]. Alih-alih dibayar dengan gaji tetap, pekerja ''gig'' dibayar untuk ''gig'' yang dilakukan masing-masing.
'''Ekonomi serabutan''' atau '''ekonomi gig''' adalah sistem ekonomi ketika sekelompok orang (dikenal sebagai [[pekerja serabutan]] atau pekerja gig) melakukan pekerjaan lepas dan pekerjaan sampingan.<ref>[https://www.mckinsey.com/featured-insights/mckinsey-explainers/what-is-the-gig-economy What is the gig economy?]. McKinsey & Company. 2 Agustus 2023.</ref> Ekonomi serabutan terdiri dari maujud korporat, pekerja, dan konsumen.<ref>Lutkevich, Ben and Alexander S. Gillis. [https://www.techtarget.com/whatis/definition/gig-economy gig economy]. ''TechTarget.com''.</ref> [[Internal Revenue Service|Dinas Pendapatan Dalam Negeri AS]] mendefinisikan ekonomi serabutan sebagai "kegiatan ketika orang memperoleh penghasilan dengan menyediakan pekerjaan, jasa, atau barang berdasarkan permintaan", mengingat bahwa kegiatan tersebut acap kali dipermudah melalui anjungan digital seperti [[aplikasi seluler]] atau [[situs web]] dan penghasilannya mungkin berbentuk "[[uang tunai]], [[Properti|harta benda]], [[barang]], atau [[mata uang virtual|mata uang maya]]".<ref>[https://www.irs.gov/businesses/gig-economy-tax-center Gig Economy Tax Center]. Dinas Pendapatan Dalam Negeri AS.</ref> Menurut [[Fair Work Ombudsman|Ombudsman Kerja Adil Australia]], anjungan atau lokapasar digital menghubungkan setiap penyedia jasa secara langsung kepada pelanggan dengan biaya tertentu.<ref>[https://www.fairwork.gov.au/find-help-for/independent-contractors/gig-economy Gig economy]. Ombudsman Kerja Adil Australia.</ref> [[BBC]] menyajikan definisi istilah berikut: "pasar tenaga kerja yang dicirikan dengan banyaknya pekerjaan kontrak jangka pendek atau pekerjaan lepas dibandingkan dengan pekerjaan tetap".<ref>Wilson, Bill. [https://www.bbc.com/news/business-38930048 What is the 'gig' economy?]. BBC. 10 Februari 2017.</ref> Istilah "gig" berasal dari istilah gaul yang mengacu pada penampilan setiap [[Seni pertunjukan|seniman pertunjukan]], seperti [[pemusik]] dan [[pelawak]].<ref>Reshwan, Robin. [https://money.usnews.com/money/blogs/outside-voices-careers/articles/what-is-the-gig-economy What to Know About the Gig Economy]. ''U.S. News & World Report''. 23 Juli 2021.</ref> Alih-alih dibayar dengan gaji tetap, pekerja ''gig'' dibayar untuk ''gig'' yang dilakukan masing-masing.<ref>Wilson, Bill. [https://www.bbc.com/news/business-38930048 What is the 'gig' economy?]. BBC. 10 Februari 2017.</ref>


Maujud korporat tersebut menggunakan jasa pekerja untuk komitmen jangka pendek untuk penugasan [[Pekerjaan sementara|kerja sementara]]. Mereka acap kali mengganggu lokapasar dengan bentuk produk komersial alternatif. Maujud korporat acap kali dapat menyediakan jenis jasa atau produk yang berbeda karena [[model bisnis]] serabutan tidak membebani mereka dengan biaya seperti cuti sakit dan tunjangan [[asuransi kesehatan]] serta ruang kantor, peralatan, dan pelatihan. Hal ini terkadang memungkinkan mereka untuk mengupah tenaga ahli yang tidak mampu mereka beli. Para pekerja tersebut termasuk "pekerja lepas, kontraktor bebas, pekerja berdasar proyek, dan pekerja sementara atau paruh waktu". Mereka acap kali menikmati keluwesan yang lebih besar dalam hal pengaturan penjadwalan dan keseimbangan kehidupan kerja. Konsumen menikmati manfaat dari pilihan dan kenyamanan yang lebih baik.
Maujud korporat tersebut menggunakan jasa pekerja untuk komitmen jangka pendek untuk penugasan [[Pekerjaan sementara|kerja sementara]]. Mereka acap kali mengganggu lokapasar dengan bentuk produk komersial alternatif. Maujud korporat acap kali dapat menyediakan jenis jasa atau produk yang berbeda karena [[model bisnis]] serabutan tidak membebani mereka dengan biaya seperti cuti sakit dan tunjangan [[asuransi kesehatan]] serta ruang kantor, peralatan, dan pelatihan. Hal ini terkadang memungkinkan mereka untuk mengupah tenaga ahli yang tidak mampu mereka beli.<ref>Lutkevich, Ben and Alexander S. Gillis. [https://www.techtarget.com/whatis/definition/gig-economy gig economy]. ''TechTarget.com''.</ref> Para pekerja tersebut termasuk "pekerja lepas, kontraktor bebas, pekerja berdasar proyek, dan pekerja sementara atau paruh waktu". Mereka acap kali menikmati keluwesan yang lebih besar dalam hal pengaturan penjadwalan dan keseimbangan kehidupan kerja.<ref>Lutkevich, Ben and Alexander S. Gillis. [https://www.techtarget.com/whatis/definition/gig-economy gig economy]. ''TechTarget.com''.</ref> Konsumen menikmati manfaat dari pilihan dan kenyamanan yang lebih baik.<ref>Lutkevich, Ben and Alexander S. Gillis. [https://www.techtarget.com/whatis/definition/gig-economy gig economy]. ''TechTarget.com''.</ref>


Di antara jenis [[anjungan digital]] yang umum dalam ekonomi serabutan adalah yang menyediakan [[Perusahaan berbagi tunggangan|jasa berbagi tunggangan]], jasa pengantaran [[Pengantaran makanan|makanan]] atau [[Pengantaran paket|paket]], lokapasar barang kerajinan dan buatan tangan, jasa tenaga kerja dan perbaikan berdasarkan permintaan, serta persewaan [[Properti|lahan yasan]] dan ruang. Sebuah kajian yang diselesaikan pada tahun 2016 oleh Lawrence Katz dan Alan Krueger menunjukkan peningkatan pekerja serabutan, pekerja lepas, dan kontraktor bebas sebanyak 50 persen antara tahun 2005 dan 2015. Pekerjaan ini menyumbang 94 persen dari seluruh pertumbuhan lapangan kerja di Amerika Serikat sepanjang sepuluh tahun tersebut. Hingga tahun 2021, 16% dari seluruh orang dewasa di Amerika Serikat memperoleh pendapatan melalui ekonomi serabutan dengan tingkat pengalaman ekonomi serabutan yang lebih tinggi diperoleh dari demografi yang lebih muda menurut [[Pew Research Center|Pusat Penelitian Pew]]. Hingga tahun 2017, 55 juta orang Amerika menyumbangkan jasa pada ekonomi serabutan. Hingga tahun 2018, 150 juta orang giat dalam ekonomi serabutan di [[Amerika Utara]] dan [[Eropa Barat]] menurut [[Harvard Business Review|Ulasan Bisnis Harvard]].
Di antara jenis [[anjungan digital]] yang umum dalam ekonomi serabutan adalah yang menyediakan [[Perusahaan berbagi tunggangan|jasa berbagi tunggangan]], jasa pengantaran [[Pengantaran makanan|makanan]] atau [[Pengantaran paket|paket]], lokapasar barang kerajinan dan buatan tangan, jasa tenaga kerja dan perbaikan berdasarkan permintaan, serta persewaan [[Properti|lahan yasan]] dan ruang.<ref>[https://www.irs.gov/businesses/gig-economy-tax-center Gig Economy Tax Center]. Dinas Pendapatan Dalam Negeri AS.</ref> Sebuah kajian yang diselesaikan pada tahun 2016 oleh Lawrence Katz dan Alan Krueger menunjukkan peningkatan pekerja serabutan, pekerja lepas, dan kontraktor bebas sebanyak 50 persen antara tahun 2005 dan 2015. Pekerjaan ini menyumbang 94 persen dari seluruh pertumbuhan lapangan kerja di Amerika Serikat sepanjang sepuluh tahun tersebut.<ref>Amy Merrick. [https://www.theatlantic.com/business/archive/2018/04/walmarts-future-workforce-robots-and-freelancers/557063/ Walmart's Future Workforce: Robots and Freelancers]. ''The Atlantic''. 4-4-2018.</ref> Hingga tahun 2021, 16% dari seluruh orang dewasa di Amerika Serikat memperoleh pendapatan melalui ekonomi serabutan dengan tingkat pengalaman ekonomi serabutan yang lebih tinggi diperoleh dari demografi yang lebih muda menurut [[Pew Research Center|Pusat Penelitian Pew]].<ref>Anderson, Monica. [https://www.pewresearch.org/internet/2021/12/08/the-state-of-gig-work-in-2021/ The State of Gig Work in 2021]. Pusat Penelitian Pew. 8 Desember 2021.</ref> Hingga tahun 2017, 55 juta orang Amerika menyumbangkan jasa pada ekonomi serabutan.<ref>Karra, Srikanth. [https://www.forbes.com/sites/forbeshumanresourcescouncil/2021/05/13/the-gig-or-permanent-worker-who-will-dominate-the-post-pandemic-workforce/?sh=47f34b553cdc The Gig Or Permanent Worker: Who Will Dominate The Post-Pandemic Workforce?]. ''Forbes''. 13 Mei 2021.</ref> Hingga tahun 2018, 150 juta orang giat dalam ekonomi serabutan di [[Amerika Utara]] dan [[Eropa Barat]] menurut [[Harvard Business Review|Ulasan Bisnis Harvard]].<ref>Petriglieri, Gianpiero, Susan Ashford, and Amy Wrzesniewski. [https://hbr.org/2018/03/thriving-in-the-gig-economy Thriving in the Gig Economy]. ''Harvard Business Review''. Maret–April 2018.</ref>


Besar kecilnya ekonomi serabutan bergantung pada cara seseorang mendefinisikannya dan statistik yang digunakannya. [[Biro Statistik Tenaga Kerja|Biro Statistik Tenaga Kerja AS]] menggunakan istilah "pekerjaan berperantara elektronik" untuk menggambarkan "pekerjaan singkat atau tugas yang ditemukan pekerja melalui situs web atau aplikasi seluler yang menghubungkannya dengan pelanggan dan mengatur pembayaran untuk tugas tersebut." Sebuah makalah yang diterbitkan pada September 2018 menetapkan bahwa pekerjaan semacam itu menyumbang 1,0 persen dari jumlah lapangan kerja pada Mei 2017. Pada saat yang hampir bersamaan, [[Kantor Akuntabilitas Pemerintah|Kantor Pertanggungjawaban Pemerintah AS]] menyatakan bahwa definisi dan variasi sumber data mendukung dakuan dari di bawah 5% hingga lebih dari sepertiga angkatan kerja melakukan pekerjaan tidak tradisional. Menurut ''[[Forbes]]'', ekonomi serabutan adalah sektor perekonomian Amerika Serikat yang bernilai $1 triliun.
Besar kecilnya ekonomi serabutan bergantung pada cara seseorang mendefinisikannya dan statistik yang digunakannya. [[Biro Statistik Tenaga Kerja|Biro Statistik Tenaga Kerja AS]] menggunakan istilah "pekerjaan berperantara elektronik" untuk menggambarkan "pekerjaan singkat atau tugas yang ditemukan pekerja melalui situs web atau aplikasi seluler yang menghubungkannya dengan pelanggan dan mengatur pembayaran untuk tugas tersebut." Sebuah makalah yang diterbitkan pada September 2018 menetapkan bahwa pekerjaan semacam itu menyumbang 1,0 persen dari jumlah lapangan kerja pada Mei 2017.<ref>[https://www.bls.gov/opub/mlr/2018/article/electronically-mediated-work-new-questions-in-the-contingent-worker-supplement.htm Electronically mediated work: new questions in the Contingent Worker Supplement]. Biro Statistik Buruh AS. September 2018.</ref> Pada saat yang hampir bersamaan, [[Kantor Akuntabilitas Pemerintah|Kantor Pertanggungjawaban Pemerintah AS]] menyatakan bahwa definisi dan variasi sumber data mendukung dakuan dari di bawah 5% hingga lebih dari sepertiga angkatan kerja melakukan pekerjaan tidak tradisional.<ref>Jackson, Emilie, Adam Looney, and Shanthi Ramnath. [https://www.census.gov/content/dam/Census/about/about-the-bureau/adrm/FESAC/meetings/Ramnath%20Presentation.pdf The Rise of Alternative Work Arrangements: Evidence and Implications for Tax Filing and Benefit Coverage]. ''Census.gov''. Juni 2018.</ref> Menurut ''[[Forbes]]'', ekonomi serabutan adalah sektor perekonomian Amerika Serikat yang bernilai $1 triliun.<ref>Karra, Srikanth. [https://www.forbes.com/sites/forbeshumanresourcescouncil/2021/05/13/the-gig-or-permanent-worker-who-will-dominate-the-post-pandemic-workforce/?sh=47f34b553cdc The Gig Or Permanent Worker: Who Will Dominate The Post-Pandemic Workforce?]. ''Forbes''. 13 Mei 2021.</ref>


Terlepas dari definisi yang digunakan, ekonomi serabutan sedang berkembang. [[CNBC]] melaporkan bahwa sepanjang tahun [[2010-an]], ekonomi serabutan tumbuh sebanyak 15%. Forbes menggambarkan pertumbuhan tersebut sebagai "perlahan dan mantap".
Terlepas dari definisi yang digunakan, ekonomi serabutan sedang berkembang. [[CNBC]] melaporkan bahwa sepanjang tahun [[2010-an]], ekonomi serabutan tumbuh sebanyak 15%.<ref>Iacurci, Greg. [https://www.cnbc.com/2020/02/04/gig-economy-grows-15percent-over-past-decade-adp-report.html The gig economy has ballooned by 6 million people since 2010. Financial worries may follow]. CNBC. 4 Februari 2020.</ref> Forbes menggambarkan pertumbuhan tersebut sebagai "perlahan dan mantap".<ref>Karra, Srikanth. [https://www.forbes.com/sites/forbeshumanresourcescouncil/2021/05/13/the-gig-or-permanent-worker-who-will-dominate-the-post-pandemic-workforce/?sh=47f34b553cdc The Gig Or Permanent Worker: Who Will Dominate The Post-Pandemic Workforce?]. ''Forbes''. 13 Mei 2021.</ref>


Per November 2022, 10 perusahaan ekonomi serabutan terbesar berdasarkan [[Kapitalisasi pasar|pemermodalan pasar]] adalah [[Intuit]] (perangkat lunak persiapan pajak), [[PayPal]] (pembayaran daring), [[Airbnb]] (lokapasar penginapan rumahan), [[Uber]] (berbagi tunggangan), dan [[Shopify]] (dagang-el). Perusahaan terkemuka lain termasuk [[Lyft]], [[DoorDash]], dan [[Instacart]].
Per November 2022, 10 perusahaan ekonomi serabutan terbesar berdasarkan [[Kapitalisasi pasar|pemermodalan pasar]] adalah [[Intuit]] (perangkat lunak persiapan pajak), [[PayPal]] (pembayaran daring), [[Airbnb]] (lokapasar penginapan rumahan), [[Uber]] (berbagi tunggangan), dan [[Shopify]] (dagang-el).<ref>Farooq, Umar. [https://www.insidermonkey.com/blog/5-biggest-gig-economy-companies-in-the-world-1083232/ 5 Biggest Gig Economy Companies In The World]. ''Insidermonkey.com''. 14 November 2022.</ref> Perusahaan terkemuka lain termasuk [[Lyft]], [[DoorDash]], dan [[Instacart]].<ref>Yuen, Meaghan. [https://www.insiderintelligence.com/insights/gig-economy-companies-startups/ A list of the top gig economy companies and apps in 2023]. ''Insiderintelligence.com''. 7 Januari 2023.</ref>


== Riwayat ==
== Riwayat ==
=== Indonesia ===
=== Indonesia ===
Berikut adalah daftar riwayat pertahun terkait sistem daring untuk Ekonomi Serabutan di Indonesia berdasarkan informasi yang ditemukan:
Berikut adalah daftar riwayat pertahun terkait sistem daring untuk Ekonomi Serabutan di Indonesia berdasarkan informasi yang ditemukan:


* Tahun 2015: Ekonomi serabutan mulai dirasakan oleh pengemudi [[ojek online]] dengan penghasilan yang cukup signifikan, seperti yang dialami oleh satu pengemudi yang dapat meraup Rp400.000 - Rp500.000 per hari. Namun, regulasi untuk ekonomi serabutan ini masih sangat minim.
* Tahun 2015: Ekonomi serabutan mulai dirasakan oleh pengemudi [[ojek online]] dengan penghasilan yang cukup signifikan, seperti yang dialami oleh satu pengemudi yang dapat meraup Rp400.000 - Rp500.000 per hari. Namun, regulasi untuk ekonomi serabutan ini masih sangat minim.<ref>[https://www.dw.com/id/ekonomi-gig-pekerjaan-serabutan-penuh-ketidakpastian/a-71071164 Ekonomi Gig: Pekerjaan Serabutan Penuh Ketidakpastian? – DW – 17.12.2024]. ''dw.com''.</ref>
* Tahun 2017: Nilai perdagangan secara daring di Indonesia mencapai sekitar 8 miliar dollar, menandai [[percepatan digitalisasi dalam ekonomi]].
* Tahun 2017: Nilai perdagangan secara daring di Indonesia mencapai sekitar 8 miliar dollar, menandai [[percepatan digitalisasi dalam ekonomi]].<ref>Kementerian Sekretariat Negara. [https://www.setneg.go.id/baca/index/ekonomi_digital_the_new_face_of_indonesias_economy Ekonomi Digital : The New Face of Indonesia’s Economy Sekretariat Negara]. ''www.setneg.go.id''.</ref>
* Tahun 2018-2023: Ekonomi digital Indonesia mengalami pertumbuhan nilai bruto stabil, dari US$27 miliar pada 2018 hingga US$76 miliar pada 2022, dengan ekonomi digital dan ekonomi serabutan semakin berkembang melalui [[platform daring]].
* Tahun 2018-2023: Ekonomi digital Indonesia mengalami pertumbuhan nilai bruto stabil, dari US$27 miliar pada 2018 hingga US$76 miliar pada 2022, dengan ekonomi digital dan ekonomi serabutan semakin berkembang melalui [[platform daring]].<ref>Kementerian Sekretariat Negara. [https://www.setneg.go.id/baca/index/ekonomi_digital_the_new_face_of_indonesias_economy Ekonomi Digital : The New Face of Indonesia’s Economy Sekretariat Negara]. ''www.setneg.go.id''.</ref>
* Tahun 2021-2024: Pembahasan regulasi terkait ekonomi gig/serabutan timbul-tenggelam. Pemerintah dan kementerian terkait mulai mengawal upaya perlindungan sosial dan regulasi bagi pekerja serabutan, termasuk pengemudi ojek online, meskipun tantangan perlindungan sosial masih besar.
* Tahun 2021-2024: Pembahasan regulasi terkait ekonomi gig/serabutan timbul-tenggelam. Pemerintah dan kementerian terkait mulai mengawal upaya perlindungan sosial dan regulasi bagi pekerja serabutan, termasuk pengemudi ojek online, meskipun tantangan perlindungan sosial masih besar.<ref>[https://www.tempo.co/ekonomi/jokowi-peringatkan-soal-fenomena-gig-economy-di-indonesia-apakah-ekonomi-serabutan-itu--7462 Jokowi Peringatkan Soal Fenomena Gig Economy di Indonesia, Apakah Ekonomi Serabutan Itu?]. ''Tempo''. 2024-09-21.</ref>
* Tahun 2023: Tingkat akses [[internet]] hingga 98,3%, pendukung utama pertumbuhan [[ekonomi digital]] dan ''e-commerce'' yang menjadi fondasi untuk ekonomi serabutan [[Daring dan luring|daring]].
* Tahun 2023: Tingkat akses [[internet]] hingga 98,3%, pendukung utama pertumbuhan [[ekonomi digital]] dan ''e-commerce'' yang menjadi fondasi untuk ekonomi serabutan [[Daring dan luring|daring]].
* Tahun 2024-2025: Pemerintah semakin fokus pada transformasi digital melalui pembangunan infrastruktur digital (4G, [[5G]], fiber optik, data center) dan strategi nasional pengembangan ekonomi digital Indonesia hingga tahun 2030 yang juga menyinggung pentingnya [[ekonomi gig]] sebagai bagian dari [[ekonomi digital nasional]].
* Tahun 2024-2025: Pemerintah semakin fokus pada transformasi digital melalui pembangunan infrastruktur digital (4G, [[5G]], fiber optik, data center) dan strategi nasional pengembangan ekonomi digital Indonesia hingga tahun 2030 yang juga menyinggung pentingnya [[ekonomi gig]] sebagai bagian dari [[ekonomi digital nasional]].<ref>[https://fe.unj.ac.id/wp-content/uploads/2023/12/Buku-Putih-Strategi-Nasional-Ekonomi-Digital-Indonesia.pdf PENGEMBANGAN EKONOMI DIGITAL INDONESIA 2030].</ref>
* Tahun 2024: Presiden Jokowi memberikan perhatian khusus terhadap ekonomi serabutan dan mengingatkan potensi [[risiko kerentanan]] pekerja serabutan tanpa perlindungan yang memadai, seraya mendorong regulasi dan [[perlindungan sosial]].
* Tahun 2024: Presiden Jokowi memberikan perhatian khusus terhadap ekonomi serabutan dan mengingatkan potensi [[risiko kerentanan]] pekerja serabutan tanpa perlindungan yang memadai, seraya mendorong regulasi dan [[perlindungan sosial]].


Baris 31: Baris 30:
* [[Ekonomi anjungan]]
* [[Ekonomi anjungan]]


==Rujukan==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ekonomi+serabutan&oldid=29608608 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29608608 (2026-08-21T04:25:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ekonomi+serabutan&oldid=29608608 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29608608 (2026-08-21T04:25:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 13.59

Ekonomi serabutan atau ekonomi gig adalah sistem ekonomi ketika sekelompok orang (dikenal sebagai pekerja serabutan atau pekerja gig) melakukan pekerjaan lepas dan pekerjaan sampingan.[1] Ekonomi serabutan terdiri dari maujud korporat, pekerja, dan konsumen.[2] Dinas Pendapatan Dalam Negeri AS mendefinisikan ekonomi serabutan sebagai "kegiatan ketika orang memperoleh penghasilan dengan menyediakan pekerjaan, jasa, atau barang berdasarkan permintaan", mengingat bahwa kegiatan tersebut acap kali dipermudah melalui anjungan digital seperti aplikasi seluler atau situs web dan penghasilannya mungkin berbentuk "uang tunai, harta benda, barang, atau mata uang maya".[3] Menurut Ombudsman Kerja Adil Australia, anjungan atau lokapasar digital menghubungkan setiap penyedia jasa secara langsung kepada pelanggan dengan biaya tertentu.[4] BBC menyajikan definisi istilah berikut: "pasar tenaga kerja yang dicirikan dengan banyaknya pekerjaan kontrak jangka pendek atau pekerjaan lepas dibandingkan dengan pekerjaan tetap".[5] Istilah "gig" berasal dari istilah gaul yang mengacu pada penampilan setiap seniman pertunjukan, seperti pemusik dan pelawak.[6] Alih-alih dibayar dengan gaji tetap, pekerja gig dibayar untuk gig yang dilakukan masing-masing.[7]

Maujud korporat tersebut menggunakan jasa pekerja untuk komitmen jangka pendek untuk penugasan kerja sementara. Mereka acap kali mengganggu lokapasar dengan bentuk produk komersial alternatif. Maujud korporat acap kali dapat menyediakan jenis jasa atau produk yang berbeda karena model bisnis serabutan tidak membebani mereka dengan biaya seperti cuti sakit dan tunjangan asuransi kesehatan serta ruang kantor, peralatan, dan pelatihan. Hal ini terkadang memungkinkan mereka untuk mengupah tenaga ahli yang tidak mampu mereka beli.[8] Para pekerja tersebut termasuk "pekerja lepas, kontraktor bebas, pekerja berdasar proyek, dan pekerja sementara atau paruh waktu". Mereka acap kali menikmati keluwesan yang lebih besar dalam hal pengaturan penjadwalan dan keseimbangan kehidupan kerja.[9] Konsumen menikmati manfaat dari pilihan dan kenyamanan yang lebih baik.[10]

Di antara jenis anjungan digital yang umum dalam ekonomi serabutan adalah yang menyediakan jasa berbagi tunggangan, jasa pengantaran makanan atau paket, lokapasar barang kerajinan dan buatan tangan, jasa tenaga kerja dan perbaikan berdasarkan permintaan, serta persewaan lahan yasan dan ruang.[11] Sebuah kajian yang diselesaikan pada tahun 2016 oleh Lawrence Katz dan Alan Krueger menunjukkan peningkatan pekerja serabutan, pekerja lepas, dan kontraktor bebas sebanyak 50 persen antara tahun 2005 dan 2015. Pekerjaan ini menyumbang 94 persen dari seluruh pertumbuhan lapangan kerja di Amerika Serikat sepanjang sepuluh tahun tersebut.[12] Hingga tahun 2021, 16% dari seluruh orang dewasa di Amerika Serikat memperoleh pendapatan melalui ekonomi serabutan dengan tingkat pengalaman ekonomi serabutan yang lebih tinggi diperoleh dari demografi yang lebih muda menurut Pusat Penelitian Pew.[13] Hingga tahun 2017, 55 juta orang Amerika menyumbangkan jasa pada ekonomi serabutan.[14] Hingga tahun 2018, 150 juta orang giat dalam ekonomi serabutan di Amerika Utara dan Eropa Barat menurut Ulasan Bisnis Harvard.[15]

Besar kecilnya ekonomi serabutan bergantung pada cara seseorang mendefinisikannya dan statistik yang digunakannya. Biro Statistik Tenaga Kerja AS menggunakan istilah "pekerjaan berperantara elektronik" untuk menggambarkan "pekerjaan singkat atau tugas yang ditemukan pekerja melalui situs web atau aplikasi seluler yang menghubungkannya dengan pelanggan dan mengatur pembayaran untuk tugas tersebut." Sebuah makalah yang diterbitkan pada September 2018 menetapkan bahwa pekerjaan semacam itu menyumbang 1,0 persen dari jumlah lapangan kerja pada Mei 2017.[16] Pada saat yang hampir bersamaan, Kantor Pertanggungjawaban Pemerintah AS menyatakan bahwa definisi dan variasi sumber data mendukung dakuan dari di bawah 5% hingga lebih dari sepertiga angkatan kerja melakukan pekerjaan tidak tradisional.[17] Menurut Forbes, ekonomi serabutan adalah sektor perekonomian Amerika Serikat yang bernilai $1 triliun.[18]

Terlepas dari definisi yang digunakan, ekonomi serabutan sedang berkembang. CNBC melaporkan bahwa sepanjang tahun 2010-an, ekonomi serabutan tumbuh sebanyak 15%.[19] Forbes menggambarkan pertumbuhan tersebut sebagai "perlahan dan mantap".[20]

Per November 2022, 10 perusahaan ekonomi serabutan terbesar berdasarkan pemermodalan pasar adalah Intuit (perangkat lunak persiapan pajak), PayPal (pembayaran daring), Airbnb (lokapasar penginapan rumahan), Uber (berbagi tunggangan), dan Shopify (dagang-el).[21] Perusahaan terkemuka lain termasuk Lyft, DoorDash, dan Instacart.[22]

Riwayat

Indonesia

Berikut adalah daftar riwayat pertahun terkait sistem daring untuk Ekonomi Serabutan di Indonesia berdasarkan informasi yang ditemukan:

  • Tahun 2015: Ekonomi serabutan mulai dirasakan oleh pengemudi ojek online dengan penghasilan yang cukup signifikan, seperti yang dialami oleh satu pengemudi yang dapat meraup Rp400.000 - Rp500.000 per hari. Namun, regulasi untuk ekonomi serabutan ini masih sangat minim.[23]
  • Tahun 2017: Nilai perdagangan secara daring di Indonesia mencapai sekitar 8 miliar dollar, menandai percepatan digitalisasi dalam ekonomi.[24]
  • Tahun 2018-2023: Ekonomi digital Indonesia mengalami pertumbuhan nilai bruto stabil, dari US$27 miliar pada 2018 hingga US$76 miliar pada 2022, dengan ekonomi digital dan ekonomi serabutan semakin berkembang melalui platform daring.[25]
  • Tahun 2021-2024: Pembahasan regulasi terkait ekonomi gig/serabutan timbul-tenggelam. Pemerintah dan kementerian terkait mulai mengawal upaya perlindungan sosial dan regulasi bagi pekerja serabutan, termasuk pengemudi ojek online, meskipun tantangan perlindungan sosial masih besar.[26]
  • Tahun 2023: Tingkat akses internet hingga 98,3%, pendukung utama pertumbuhan ekonomi digital dan e-commerce yang menjadi fondasi untuk ekonomi serabutan daring.
  • Tahun 2024-2025: Pemerintah semakin fokus pada transformasi digital melalui pembangunan infrastruktur digital (4G, 5G, fiber optik, data center) dan strategi nasional pengembangan ekonomi digital Indonesia hingga tahun 2030 yang juga menyinggung pentingnya ekonomi gig sebagai bagian dari ekonomi digital nasional.[27]
  • Tahun 2024: Presiden Jokowi memberikan perhatian khusus terhadap ekonomi serabutan dan mengingatkan potensi risiko kerentanan pekerja serabutan tanpa perlindungan yang memadai, seraya mendorong regulasi dan perlindungan sosial.

Secara garis besar, sejak era awal ojek online pada 2015, sistem daring untuk ekonomi serabutan terus berkembang dengan dukungan infrastruktur digital, peningkatan akses internet, dan pertumbuhan ekonomi digital besar di Indonesia. Namun, regulasi dan perlindungan sosial bagi pekerja serabutan masih menjadi fokus perhatian utama pemerintah hingga kini.

Lihat pula

Referensi

  1. What is the gig economy?. McKinsey & Company. 2 Agustus 2023.
  2. Lutkevich, Ben and Alexander S. Gillis. gig economy. TechTarget.com.
  3. Gig Economy Tax Center. Dinas Pendapatan Dalam Negeri AS.
  4. Gig economy. Ombudsman Kerja Adil Australia.
  5. Wilson, Bill. What is the 'gig' economy?. BBC. 10 Februari 2017.
  6. Reshwan, Robin. What to Know About the Gig Economy. U.S. News & World Report. 23 Juli 2021.
  7. Wilson, Bill. What is the 'gig' economy?. BBC. 10 Februari 2017.
  8. Lutkevich, Ben and Alexander S. Gillis. gig economy. TechTarget.com.
  9. Lutkevich, Ben and Alexander S. Gillis. gig economy. TechTarget.com.
  10. Lutkevich, Ben and Alexander S. Gillis. gig economy. TechTarget.com.
  11. Gig Economy Tax Center. Dinas Pendapatan Dalam Negeri AS.
  12. Amy Merrick. Walmart's Future Workforce: Robots and Freelancers. The Atlantic. 4-4-2018.
  13. Anderson, Monica. The State of Gig Work in 2021. Pusat Penelitian Pew. 8 Desember 2021.
  14. Karra, Srikanth. The Gig Or Permanent Worker: Who Will Dominate The Post-Pandemic Workforce?. Forbes. 13 Mei 2021.
  15. Petriglieri, Gianpiero, Susan Ashford, and Amy Wrzesniewski. Thriving in the Gig Economy. Harvard Business Review. Maret–April 2018.
  16. Electronically mediated work: new questions in the Contingent Worker Supplement. Biro Statistik Buruh AS. September 2018.
  17. Jackson, Emilie, Adam Looney, and Shanthi Ramnath. The Rise of Alternative Work Arrangements: Evidence and Implications for Tax Filing and Benefit Coverage. Census.gov. Juni 2018.
  18. Karra, Srikanth. The Gig Or Permanent Worker: Who Will Dominate The Post-Pandemic Workforce?. Forbes. 13 Mei 2021.
  19. Iacurci, Greg. The gig economy has ballooned by 6 million people since 2010. Financial worries may follow. CNBC. 4 Februari 2020.
  20. Karra, Srikanth. The Gig Or Permanent Worker: Who Will Dominate The Post-Pandemic Workforce?. Forbes. 13 Mei 2021.
  21. Farooq, Umar. 5 Biggest Gig Economy Companies In The World. Insidermonkey.com. 14 November 2022.
  22. Yuen, Meaghan. A list of the top gig economy companies and apps in 2023. Insiderintelligence.com. 7 Januari 2023.
  23. Ekonomi Gig: Pekerjaan Serabutan Penuh Ketidakpastian? – DW – 17.12.2024. dw.com.
  24. Kementerian Sekretariat Negara. Ekonomi Digital : The New Face of Indonesia’s Economy Sekretariat Negara. www.setneg.go.id.
  25. Kementerian Sekretariat Negara. Ekonomi Digital : The New Face of Indonesia’s Economy Sekretariat Negara. www.setneg.go.id.
  26. Jokowi Peringatkan Soal Fenomena Gig Economy di Indonesia, Apakah Ekonomi Serabutan Itu?. Tempo. 2024-09-21.
  27. PENGEMBANGAN EKONOMI DIGITAL INDONESIA 2030.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29608608 (2026-08-21T04:25:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.