Lompat ke isi

Enkripsi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29511967; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
== Sejarah ==
== Sejarah ==
Salah satu bentuk enkripsi tertua dalam sejarah dan masih sederhana adalah enkripsi menggunakan [[algoritma Caesar Cipher]], di mana cara ini menggunakan penukaran karakter huruf pada ''plainteks'' menjadi tepat satu karakter pada ''cipherteks''.
Salah satu bentuk enkripsi tertua dalam sejarah dan masih sederhana adalah enkripsi menggunakan [[algoritma Caesar Cipher]],<ref>[https://www.geeksforgeeks.org/caesar-cipher-in-cryptography/ Caesar Cipher in Cryptography]. ''GeeksforGeeks''. 2016-06-02.</ref> di mana cara ini menggunakan penukaran karakter huruf pada ''plainteks'' menjadi tepat satu karakter pada ''cipherteks''.<ref>[https://warstek.com/caesar-cipher-teknik-menyembunyikan-pesan-taktik-perang-era-kekaisaran-romawi/ Caesar Cipher, Teknik Menyembunyikan Pesan Taktik Perang era Kaisar]. ''Warung Sains Teknologi''. 2019-11-25.</ref>


Pada tahun 1790, [[Thomas Jefferson]] merancang metode untuk menyandikan dan memecahkan kode pesan menggunakan alat khusus berupa cakram berhuruf yang dikenal dengan ''Jefferson disk'' yang terdiri dari 36 potongan kayu silinder. Selama [[Perang Dunia II|perang dunia kedua]], blok poros menggunakan alat penyandi yang lebih kompleks dibanding ''Jefferson disk'' yang disebut dengan [[Mesin Enigma|mesin enigma]].
Pada tahun 1790, [[Thomas Jefferson]] merancang metode untuk menyandikan dan memecahkan kode pesan menggunakan alat khusus berupa cakram berhuruf yang dikenal dengan ''Jefferson disk'' yang terdiri dari 36 potongan kayu silinder.<ref>Ann M Lucas. [https://www.monticello.org/site/research-and-collections/wheel-cipher Wheel Cipher]. ''monticello.org''. 13 Februari 2017.</ref> Selama [[Perang Dunia II|perang dunia kedua]], blok poros menggunakan alat penyandi yang lebih kompleks dibanding ''Jefferson disk'' yang disebut dengan [[Mesin Enigma|mesin enigma]].<ref>Alex Hern. [http://www.theguardian.com/technology/2014/nov/14/how-did-enigma-machine-work-imitation-game How did the Enigma machine work?]. ''the Guardian''. 2014-11-14.</ref>


Hingga saat ini enkripsi digunakan salah satunya untuk melindungi informasi hak [[kekayaan intelektual]] seseorang yang sewaktu-waktu dapat menghadapi kemungkinan pencurian data.
Hingga saat ini enkripsi digunakan salah satunya untuk melindungi informasi hak [[kekayaan intelektual]] seseorang yang sewaktu-waktu dapat menghadapi kemungkinan pencurian data.<ref>Dr Glen E. Newton Unisys. [https://www.wired.com/insights/2013/05/the-evolution-of-encryption/ The Evolution of Encryption]. ''Wired''. 2013-05-07.</ref>


== Penyandian ==
== Penyandian ==
Suatu penyandian adalah sebuah [[algoritme]] untuk melakukan enkripsi dan kebalikannya ([[dekripsi]]), yaitu serangkaian langkah yang diatur dan diikuti sebagai prosedur. Informasi asal disebut sebagai [[teks terang]] dan bentuk yang sudah dienkripsi disebut sebagai [[teks tersandi]].<ref>James Chen. [https://www.investopedia.com/terms/e/encryption.asp Encryption]. ''Investopedia''. 31 Oktober 2021.</ref> Pesan tersandi berisi seluruh informasi dari pesan terang, tetapi tidak dalam format yang didapat dibaca manusia ataupun komputer tanpa menggunakan mekanisme yang tepat untuk melakukan dekripsi.


Suatu penyandian adalah sebuah [[algoritme]] untuk melakukan enkripsi dan kebalikannya ([[dekripsi]]), yaitu serangkaian langkah yang diatur dan diikuti sebagai prosedur. Informasi asal disebut sebagai [[teks terang]] dan bentuk yang sudah dienkripsi disebut sebagai [[teks tersandi]]. Pesan tersandi berisi seluruh informasi dari pesan terang, tetapi tidak dalam format yang didapat dibaca manusia ataupun komputer tanpa menggunakan mekanisme yang tepat untuk melakukan dekripsi.
Penyandian biasanya memiliki informasi khusus dalam mengenkripsi yang disebut sebagai [[kunci (kriptografi)|kunci]] - berupa kumpulan bit yang disajikan dalam bentuk biner, desimal, atau [[heksadesimal]]. Prosedur enkripsi sangat bervariasi tergantung pada kunci yang akan mengubah rincian dari operasi algoritma.<ref>George Nektarios. [https://study.com/academy/lesson/the-role-of-the-key-in-cryptography-cryptosystems.html The Role of the Key in Cryptography & Cryptosystems]. ''study.com''.</ref> Tanpa menggunakan kunci, penyandian tidak dapat dilakukan.
 
Penyandian biasanya memiliki informasi khusus dalam mengenkripsi yang disebut sebagai [[kunci (kriptografi)|kunci]] - berupa kumpulan bit yang disajikan dalam bentuk biner, desimal, atau [[heksadesimal]]. Prosedur enkripsi sangat bervariasi tergantung pada kunci yang akan mengubah rincian dari operasi algoritma. Tanpa menggunakan kunci, penyandian tidak dapat dilakukan.


== Penyandian versus kode ==
== Penyandian versus kode ==
Dalam penggunaan nonteknis, sebuah kode rahasia merupakan hal yang sama dengan sandi. Namun, secara teknis, kode dan sandi adalah dua konsep yang berbeda. Kode bekerja pada tingkat pemahaman, yaitu kata atau frasa. Sandi (penyandian) bekerja pada tingkat yang lebih rendah, yaitu tingkat huruf, sekelompok huruf, atau bit dalam kriptografi modern.
Dalam penggunaan nonteknis, sebuah kode rahasia merupakan hal yang sama dengan sandi. Namun, secara teknis, kode dan sandi adalah dua konsep yang berbeda. Kode bekerja pada tingkat pemahaman, yaitu kata atau frasa. Sandi (penyandian) bekerja pada tingkat yang lebih rendah, yaitu tingkat huruf, sekelompok huruf, atau bit dalam kriptografi modern.


Kriptografi diperkenalkan oleh orang-orang Mesir 4000 tahun yang lalu dengan menggunakan hieroglyph yang tidak standar untuk menulis pesan. Menurut sejarahnya, kriptografi dipisah menjadi dikotomi kode dan sandi. Kode memiliki kelemahan terhadap [[analisis kriptografi]] dan kesulitan dalam mengatur daftar kode yang rumit. Oleh karena itu, kode tidak lagi digunakan dalam kriptografi modern dan penyandian menjadi teknik yang lebih dominan.
Kriptografi diperkenalkan oleh orang-orang Mesir 4000 tahun yang lalu dengan menggunakan hieroglyph yang tidak standar untuk menulis pesan.<ref>Dony Arius. [https://www.google.co.id/books/edition/Komunikasi_Data/X9EOEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=0 Komunikasi Data]. Andi. 2020. hlm. 441. ISBN 9789792906158.</ref><ref>Ika Yusnita Sari. [https://www.google.co.id/books/edition/Keamanan_Data_dan_Informasi/WFoMEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=0 Keamanan Data dan Informasi]. Yayasan Kita Menulis. 2020. hlm. 34. ISBN 9786236761809.</ref> Menurut sejarahnya, kriptografi dipisah menjadi dikotomi kode dan sandi.<ref>Dony Ariyus. [https://www.google.co.id/books/edition/Pengantar_Ilmu_Kriptografi_Teori_Analisi/3SSTJONEmX0C?hl=id&gbpv=0 Pengantar Ilmu Kriptografi: Teori Analisis dan Implementasi]. Andi. 2008. hlm. 13-14. ISBN 9789792904772.</ref><ref>Tony Damico. [http://www.inquiriesjournal.com/articles/1698/a-brief-history-of-cryptography A Brief History of Cryptography]. ''Inquiries''. tanpa tanggal.</ref> Kode memiliki kelemahan terhadap [[analisis kriptografi]] dan kesulitan dalam mengatur daftar kode yang rumit. Oleh karena itu, kode tidak lagi digunakan dalam kriptografi modern dan penyandian menjadi teknik yang lebih dominan.


== Jenis-jenis sandi ==
== Jenis-jenis sandi ==
Ada banyak sekali ragam enkripsi yang berbeda. Algoritma yang digunakan pada awal [[sejarah kriptografi]] sudah sangat berbeda dengan metode modern. Sandi modern diklasifikasikan berdasarkan cara kerja penyandiannya dan menggunakan satu atau dua buah kunci.
Ada banyak sekali ragam enkripsi yang berbeda. Algoritma yang digunakan pada awal [[sejarah kriptografi]] sudah sangat berbeda dengan metode modern. Sandi modern diklasifikasikan berdasarkan cara kerja penyandiannya dan menggunakan satu atau dua buah kunci.


Penyandian dengan pena dan kertas (manual) pada masa lampau disebut sebagai [[kriptografi klasik]]. [[Sandi substitusi]] dan [[sandi transposisi]] termasuk dalam penyandian ini. Pada awal [[abad 20]], mesin-mesin yang lebih mutakhir, [[mesin rotor]], digunakan untuk enkripsi yang lebih rumit.
Penyandian dengan pena dan kertas (manual) pada masa lampau disebut sebagai [[kriptografi klasik]].<ref>Sri Andayani. [https://ojs.pnb.ac.id/index.php/matrix/article/view/465 Kriptografi Klasik Teknik Substitusi untuk Keamanan Data Menggunakan VB.Net 2008]. ''Matrix: Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika''. Juli 2014. Vol. 4 (2). hlm. 78.</ref> [[Sandi substitusi]] dan [[sandi transposisi]] termasuk dalam penyandian ini. Pada awal [[abad 20]], mesin-mesin yang lebih mutakhir, [[mesin rotor]], digunakan untuk enkripsi yang lebih rumit.


Metode enkripsi dibagi menjadi [[algoritme kunci simetris]] dan [[algoritme kunci asimetris]]. Dalam algoritma kunci simetris, seperti [[Standar Enkripsi Data|DES]] dan [[Standar Enkripsi Lanjutan|AES]], pengirim dan penerima memiliki kunci yang sama untuk enkripsi dan dekripsi. Dalam algoritma kunci asimetris, seperti [[RSA]], terdapat dua kunci terpisah, yaitu [[kunci publik]] yang bisa dipakai siapa saja untuk mengirim kepada pembuat kunci serta [[kunci pribadi]] yang hanya dimiliki oleh pembuat kunci untuk membuka sandi (dekripsi).
Metode enkripsi dibagi menjadi [[algoritme kunci simetris]] dan [[algoritme kunci asimetris]].<ref>Rob Stubbs. [https://www.cryptomathic.com/news-events/blog/classification-of-cryptographic-keys-functions-and-properties Classification of Cryptographic Keys]. ''www.cryptomathic.com''. 19 Februari 2018.</ref> Dalam algoritma kunci simetris, seperti [[Standar Enkripsi Data|DES]] dan [[Standar Enkripsi Lanjutan|AES]], pengirim dan penerima memiliki kunci yang sama untuk enkripsi dan dekripsi. Dalam algoritma kunci asimetris, seperti [[RSA]], terdapat dua kunci terpisah, yaitu [[kunci publik]] yang bisa dipakai siapa saja untuk mengirim kepada pembuat kunci serta [[kunci pribadi]] yang hanya dimiliki oleh pembuat kunci untuk membuka sandi (dekripsi).<ref>Deny Prasetyo. [https://join.if.uinsgd.ac.id/index.php/join/article/view/264/116 Short Message Service Encoding Using the Rivest-Shamir-Adleman Algorithm]. ''Jurnal Online Informatika''. 2019. Vol. 4 (1). hlm. 39. doi:10.15575/join.v4i1.264.</ref>


Penyandian kunci simetris dapat dibagi menjadi dua berdasarkan cara kerjanya, yaitu [[penyandian blok]] yang bekerja dalam blok-blok data dan [[penyandian aliran]] yang bekerja dalam aliran data.
Penyandian kunci simetris dapat dibagi menjadi dua berdasarkan cara kerjanya, yaitu [[penyandian blok]] yang bekerja dalam blok-blok data dan [[penyandian aliran]] yang bekerja dalam aliran data.<ref>The SSL Store. [https://www.thesslstore.com/blog/symmetric-encryption-101-definition-how-it-works-when-its-used/ Symmetric Encryption 101: Definition, How It Works & When It’s Used]. ''Hashed Out by The SSL Store™''. 2020-11-04.</ref>


== Manfaat ==
== Manfaat ==
Baris 41: Baris 39:


=== Adanya Digital Signature ===
=== Adanya Digital Signature ===
Fitur yang mengamankan privasi perpesanan Anda. Dengan demikian, adanya digital signature sangat membantu. Di mana merupakan sebuah baris pernyataan, seperti email hanya orang khusus saja yang dapat membaca pesan dari Deskripsi tersebut.
Fitur yang mengamankan privasi perpesanan Anda. Dengan demikian, adanya digital signature sangat membantu. Di mana merupakan sebuah baris pernyataan, seperti email hanya orang khusus saja yang dapat membaca pesan dari Deskripsi tersebut.<ref>Ahmad Sofyan. [https://dte.telkomuniversity.ac.id/apakah-yang-dimaksud-dengan-enkripsi/ Apakah Yang Dimaksud Dengan Enkripsi]. ''Telkom University - Apakah Yang Dimaksud Dengan Enkripsi''.</ref>
 
== Referensi ==
 


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 52: Baris 47:


== Daftar pustaka ==
== Daftar pustaka ==
*
*  
*
*  


== Bacaan lebih lanjut ==
== Bacaan lebih lanjut ==
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*  [https://www.britannica.com/technology/data-encryption Data encryption] di [[Encyclopædia Britannica]]
*  [https://www.britannica.com/technology/data-encryption Data encryption] di [[Encyclopædia Britannica]]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Enkripsi&oldid=29511967 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29511967 (2026-08-01T07:06:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Enkripsi&oldid=29511967 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29511967 (2026-08-01T07:06:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 14.00

Sejarah

Salah satu bentuk enkripsi tertua dalam sejarah dan masih sederhana adalah enkripsi menggunakan algoritma Caesar Cipher,[1] di mana cara ini menggunakan penukaran karakter huruf pada plainteks menjadi tepat satu karakter pada cipherteks.[2]

Pada tahun 1790, Thomas Jefferson merancang metode untuk menyandikan dan memecahkan kode pesan menggunakan alat khusus berupa cakram berhuruf yang dikenal dengan Jefferson disk yang terdiri dari 36 potongan kayu silinder.[3] Selama perang dunia kedua, blok poros menggunakan alat penyandi yang lebih kompleks dibanding Jefferson disk yang disebut dengan mesin enigma.[4]

Hingga saat ini enkripsi digunakan salah satunya untuk melindungi informasi hak kekayaan intelektual seseorang yang sewaktu-waktu dapat menghadapi kemungkinan pencurian data.[5]

Penyandian

Suatu penyandian adalah sebuah algoritme untuk melakukan enkripsi dan kebalikannya (dekripsi), yaitu serangkaian langkah yang diatur dan diikuti sebagai prosedur. Informasi asal disebut sebagai teks terang dan bentuk yang sudah dienkripsi disebut sebagai teks tersandi.[6] Pesan tersandi berisi seluruh informasi dari pesan terang, tetapi tidak dalam format yang didapat dibaca manusia ataupun komputer tanpa menggunakan mekanisme yang tepat untuk melakukan dekripsi.

Penyandian biasanya memiliki informasi khusus dalam mengenkripsi yang disebut sebagai kunci - berupa kumpulan bit yang disajikan dalam bentuk biner, desimal, atau heksadesimal. Prosedur enkripsi sangat bervariasi tergantung pada kunci yang akan mengubah rincian dari operasi algoritma.[7] Tanpa menggunakan kunci, penyandian tidak dapat dilakukan.

Penyandian versus kode

Dalam penggunaan nonteknis, sebuah kode rahasia merupakan hal yang sama dengan sandi. Namun, secara teknis, kode dan sandi adalah dua konsep yang berbeda. Kode bekerja pada tingkat pemahaman, yaitu kata atau frasa. Sandi (penyandian) bekerja pada tingkat yang lebih rendah, yaitu tingkat huruf, sekelompok huruf, atau bit dalam kriptografi modern.

Kriptografi diperkenalkan oleh orang-orang Mesir 4000 tahun yang lalu dengan menggunakan hieroglyph yang tidak standar untuk menulis pesan.[8][9] Menurut sejarahnya, kriptografi dipisah menjadi dikotomi kode dan sandi.[10][11] Kode memiliki kelemahan terhadap analisis kriptografi dan kesulitan dalam mengatur daftar kode yang rumit. Oleh karena itu, kode tidak lagi digunakan dalam kriptografi modern dan penyandian menjadi teknik yang lebih dominan.

Jenis-jenis sandi

Ada banyak sekali ragam enkripsi yang berbeda. Algoritma yang digunakan pada awal sejarah kriptografi sudah sangat berbeda dengan metode modern. Sandi modern diklasifikasikan berdasarkan cara kerja penyandiannya dan menggunakan satu atau dua buah kunci.

Penyandian dengan pena dan kertas (manual) pada masa lampau disebut sebagai kriptografi klasik.[12] Sandi substitusi dan sandi transposisi termasuk dalam penyandian ini. Pada awal abad 20, mesin-mesin yang lebih mutakhir, mesin rotor, digunakan untuk enkripsi yang lebih rumit.

Metode enkripsi dibagi menjadi algoritme kunci simetris dan algoritme kunci asimetris.[13] Dalam algoritma kunci simetris, seperti DES dan AES, pengirim dan penerima memiliki kunci yang sama untuk enkripsi dan dekripsi. Dalam algoritma kunci asimetris, seperti RSA, terdapat dua kunci terpisah, yaitu kunci publik yang bisa dipakai siapa saja untuk mengirim kepada pembuat kunci serta kunci pribadi yang hanya dimiliki oleh pembuat kunci untuk membuka sandi (dekripsi).[14]

Penyandian kunci simetris dapat dibagi menjadi dua berdasarkan cara kerjanya, yaitu penyandian blok yang bekerja dalam blok-blok data dan penyandian aliran yang bekerja dalam aliran data.[15]

Manfaat

Teknologi enkripsi mempunyai sebuah manfaat yang sangat banyak inilah beberapa manfaat dari fitur tersebut:

Untuk Menjaga Keamanan Pengguna

Sistem dalam pengoperasiannya, yaitu mengacak data agar tidak dipahami oleh orang lain. Dengan demikian sangat menjaga keamanan pengguna data tersebut.

Semua itu, agar terhindar dari adanya kebocoran privasi. Dengan begitu akan dapat dicegah dengan lebih baik lagi.

Akan Mengamankan Aplikasi Percakapan

Pasti Anda tidak akan senang, bukan? Apabila percakapan dapat dibaca oleh semua orang. Selain Anda akan kehilangan keamanan maka data pribadi pun akan sirna.

Dengan adanya fitur komponen yang terdapat pada perpesanan, contohnya adalah WhatsApp informasi akan selalu terjaga.

Adanya Digital Signature

Fitur yang mengamankan privasi perpesanan Anda. Dengan demikian, adanya digital signature sangat membantu. Di mana merupakan sebuah baris pernyataan, seperti email hanya orang khusus saja yang dapat membaca pesan dari Deskripsi tersebut.[16]

Lihat pula

Daftar pustaka

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Referensi

  1. Caesar Cipher in Cryptography. GeeksforGeeks. 2016-06-02.
  2. Caesar Cipher, Teknik Menyembunyikan Pesan Taktik Perang era Kaisar. Warung Sains Teknologi. 2019-11-25.
  3. Ann M Lucas. Wheel Cipher. monticello.org. 13 Februari 2017.
  4. Alex Hern. How did the Enigma machine work?. the Guardian. 2014-11-14.
  5. Dr Glen E. Newton Unisys. The Evolution of Encryption. Wired. 2013-05-07.
  6. James Chen. Encryption. Investopedia. 31 Oktober 2021.
  7. George Nektarios. The Role of the Key in Cryptography & Cryptosystems. study.com.
  8. Dony Arius. Komunikasi Data. Andi. 2020. hlm. 441. ISBN 9789792906158.
  9. Ika Yusnita Sari. Keamanan Data dan Informasi. Yayasan Kita Menulis. 2020. hlm. 34. ISBN 9786236761809.
  10. Dony Ariyus. Pengantar Ilmu Kriptografi: Teori Analisis dan Implementasi. Andi. 2008. hlm. 13-14. ISBN 9789792904772.
  11. Tony Damico. A Brief History of Cryptography. Inquiries. tanpa tanggal.
  12. Sri Andayani. Kriptografi Klasik Teknik Substitusi untuk Keamanan Data Menggunakan VB.Net 2008. Matrix: Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika. Juli 2014. Vol. 4 (2). hlm. 78.
  13. Rob Stubbs. Classification of Cryptographic Keys. www.cryptomathic.com. 19 Februari 2018.
  14. Deny Prasetyo. Short Message Service Encoding Using the Rivest-Shamir-Adleman Algorithm. Jurnal Online Informatika. 2019. Vol. 4 (1). hlm. 39. doi:10.15575/join.v4i1.264.
  15. The SSL Store. Symmetric Encryption 101: Definition, How It Works & When It’s Used. Hashed Out by The SSL Store™. 2020-11-04.
  16. Ahmad Sofyan. Apakah Yang Dimaksud Dengan Enkripsi. Telkom University - Apakah Yang Dimaksud Dengan Enkripsi.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29511967 (2026-08-01T07:06:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.