Apofenia: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29528502; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Apofenia''' atau atau dalam bahasa sehari-sehari sering disebut '''''cocoklogi''''' adalah suatu kondisi [[psikologi]] ketika seseorang memiliki kecenderungan untuk melihat adanya hubungan atau [[pola]] yang bermakna dengan hal-hal yang bahkan tidak terkait dan terjadi secara acak. | '''Apofenia''' atau atau dalam bahasa sehari-sehari sering disebut '''''cocoklogi''''' adalah suatu kondisi [[psikologi]] ketika seseorang memiliki kecenderungan untuk melihat adanya hubungan atau [[pola]] yang bermakna dengan hal-hal yang bahkan tidak terkait dan terjadi secara acak.<ref>[https://www.merriam-webster.com/dictionary/apophenia Definition of APOPHENIA]. ''www.merriam-webster.com''.</ref> | ||
Menurut [[Petter Brugger]], seorang [[profesor]] [[Neurologi]] dari University Hospital of Zürich, istilah 'apofenia' pertama kali diperkenalkan oleh [[Klaus Conrad]] pada 1958. Pada 1958, Klaus Conrad menerbitkan sebuah [[monografi]] berjudul ''Die beginnende Schizophrenie. Versuch einer Gestaltanalyse des Wahns.'' Dalam [[monografi]] tersebut, dia menjabarkan secara detail tentang ''prodromal mood'' dan tahap awal [[skizofrenia]]. Dia menciptakan [[kata]] ‘apofenia’ untuk mengarakterisasi timbulnya pemikiran [[delusi]] dalam [[psikosis]]. Apofenia diterjemahkan sebagai “apofani” dari bahasa Yunani, [''apo''] 'jauh dari' + [''phaenein''] 'untuk menunjukkan'. Ini menggambarkan fakta bahwa penderita skizofrenia awalnya mengalami delusi sebagai "wahyu". | Menurut [[Petter Brugger]], seorang [[profesor]] [[Neurologi]] dari University Hospital of Zürich, istilah 'apofenia' pertama kali diperkenalkan oleh [[Klaus Conrad]] pada 1958. Pada 1958, Klaus Conrad menerbitkan sebuah [[monografi]] berjudul ''Die beginnende Schizophrenie. Versuch einer Gestaltanalyse des Wahns.'' Dalam [[monografi]] tersebut, dia menjabarkan secara detail tentang ''prodromal mood'' dan tahap awal [[skizofrenia]]. Dia menciptakan [[kata]] ‘apofenia’ untuk mengarakterisasi timbulnya pemikiran [[delusi]] dalam [[psikosis]]. Apofenia diterjemahkan sebagai “apofani” dari bahasa Yunani, [''apo''] 'jauh dari' + [''phaenein''] 'untuk menunjukkan'. Ini menggambarkan fakta bahwa penderita skizofrenia awalnya mengalami delusi sebagai "wahyu".<ref>[http://skepdic.com/apophenia.html apophenia - The Skeptic's Dictionary - Skepdic.com]. ''skepdic.com''.</ref> | ||
Apofenia dapat tergambarkan pada kasus James A. Pike, seorang [[uskup]] [[episkopal]]. Dia mulai melihat “pesan-pesan bermakna” seperti [[jam]] yang berhenti, sudut peniti yang terbuka, dan sudut yang dibentuk oleh dua kartu pos yang tergeletak di lantai, sesaat sebelum putranya menembak dirinya sendiri. Hal itu diyakininya–dengan apa yang mungkin masyarakat kita sebut–sebagai “[[pertanda]]”. | Apofenia dapat tergambarkan pada kasus James A. Pike, seorang [[uskup]] [[episkopal]]. Dia mulai melihat “pesan-pesan bermakna” seperti [[jam]] yang berhenti, sudut peniti yang terbuka, dan sudut yang dibentuk oleh dua kartu pos yang tergeletak di lantai, sesaat sebelum putranya menembak dirinya sendiri. Hal itu diyakininya–dengan apa yang mungkin masyarakat kita sebut–sebagai “[[pertanda]]”.<ref>[http://skepdic.com/apophenia.html apophenia - The Skeptic's Dictionary - Skepdic.com]. ''skepdic.com''.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Apofenia&oldid=29528502 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29528502 (2026-08-05T09:42:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Apofenia&oldid=29528502 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29528502 (2026-08-05T09:42:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 14.01
Apofenia atau atau dalam bahasa sehari-sehari sering disebut cocoklogi adalah suatu kondisi psikologi ketika seseorang memiliki kecenderungan untuk melihat adanya hubungan atau pola yang bermakna dengan hal-hal yang bahkan tidak terkait dan terjadi secara acak.[1]
Menurut Petter Brugger, seorang profesor Neurologi dari University Hospital of Zürich, istilah 'apofenia' pertama kali diperkenalkan oleh Klaus Conrad pada 1958. Pada 1958, Klaus Conrad menerbitkan sebuah monografi berjudul Die beginnende Schizophrenie. Versuch einer Gestaltanalyse des Wahns. Dalam monografi tersebut, dia menjabarkan secara detail tentang prodromal mood dan tahap awal skizofrenia. Dia menciptakan kata ‘apofenia’ untuk mengarakterisasi timbulnya pemikiran delusi dalam psikosis. Apofenia diterjemahkan sebagai “apofani” dari bahasa Yunani, [apo] 'jauh dari' + [phaenein] 'untuk menunjukkan'. Ini menggambarkan fakta bahwa penderita skizofrenia awalnya mengalami delusi sebagai "wahyu".[2]
Apofenia dapat tergambarkan pada kasus James A. Pike, seorang uskup episkopal. Dia mulai melihat “pesan-pesan bermakna” seperti jam yang berhenti, sudut peniti yang terbuka, dan sudut yang dibentuk oleh dua kartu pos yang tergeletak di lantai, sesaat sebelum putranya menembak dirinya sendiri. Hal itu diyakininya–dengan apa yang mungkin masyarakat kita sebut–sebagai “pertanda”.[3]
Referensi
- ↑ Definition of APOPHENIA. www.merriam-webster.com.
- ↑ apophenia - The Skeptic's Dictionary - Skepdic.com. skepdic.com.
- ↑ apophenia - The Skeptic's Dictionary - Skepdic.com. skepdic.com.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29528502 (2026-08-05T09:42:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.