Point-to-Point Protocol over Ethernet: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27460152; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''[[:en:Point-to-Point Protocol over Ethernet#Original rationale|Point-to-Point Protocol over Ethernet]]''' (disingkat '''PPPoE''') adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan untuk mengenkapsulasi protokol Point-to-Point Protocol (PPP) di dalam frame Ethernet. Protokol ini sering digunakan oleh penyedia layanan internet ([[Penyelenggara jasa internet|ISP]]), khususnya dalam koneksi [[Digital subscriber line|DSL]] (Digital Subscriber Line), untuk menyediakan layanan koneksi internet kepada pelanggan melalui jaringan [[Eternet|Ethernet]]. | '''[[:en:Point-to-Point Protocol over Ethernet#Original rationale|Point-to-Point Protocol over Ethernet]]''' (disingkat '''PPPoE''') adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan untuk mengenkapsulasi protokol Point-to-Point Protocol (PPP) di dalam frame Ethernet. Protokol ini sering digunakan oleh penyedia layanan internet ([[Penyelenggara jasa internet|ISP]]), khususnya dalam koneksi [[Digital subscriber line|DSL]] (Digital Subscriber Line), untuk menyediakan layanan koneksi internet kepada pelanggan melalui jaringan [[Eternet|Ethernet]].<ref>[https://techterms.com/definition/pppoe PPPoE Definition - What does PPPoE mean?]. ''techterms.com''.</ref> | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
PPPoE dikembangkan pada akhir 1990-an oleh kolaborasi antara UUNET, Redback Networks, dan RouterWare sebagai solusi untuk menggabungkan keuntungan dari konektivitas [[Point-to-Point Protocol|PPP]] dan fleksibilitas jaringan Ethernet. Protokol ini dirancang untuk memungkinkan pengelolaan koneksi internet individu dalam jaringan lokal ([[Jaringan area lokal|LAN]]) yang menggunakan koneksi broadband seperti DSL. Standar PPPoE pertama kali dipublikasikan sebagai '''<nowiki>RFC 2516</nowiki>''' oleh IETF pada Februari 1999. | PPPoE dikembangkan pada akhir 1990-an oleh kolaborasi antara UUNET, Redback Networks, dan RouterWare sebagai solusi untuk menggabungkan keuntungan dari konektivitas [[Point-to-Point Protocol|PPP]] dan fleksibilitas jaringan Ethernet. Protokol ini dirancang untuk memungkinkan pengelolaan koneksi internet individu dalam jaringan lokal ([[Jaringan area lokal|LAN]]) yang menggunakan koneksi broadband seperti DSL. Standar PPPoE pertama kali dipublikasikan sebagai '''<nowiki>RFC 2516</nowiki>''' oleh IETF pada Februari 1999.<ref>[https://docs.hillstonenet.com/en/Content/4_Network/pppoe.htm Network PPPoE].</ref> | ||
== Tujuan dan Fungsi == | == Tujuan dan Fungsi == | ||
| Baris 42: | Baris 42: | ||
PPPoE tersedia di berbagai [[sistem operasi]] dan perangkat jaringan: | PPPoE tersedia di berbagai [[sistem operasi]] dan perangkat jaringan: | ||
* '''Linux''': Mendukung PPPoE melalui daemon seperti <code>pppd</code>, <code>rp-pppoe</code>, dan <code>pppoe-redirect</code>. | * '''Linux''': Mendukung PPPoE melalui daemon seperti <code>pppd</code>, <code>rp-pppoe</code>, dan <code>pppoe-redirect</code>.<ref>[https://www.usenix.org/legacy/publications/library/proceedings/als00/2000papers/papers/full_papers/skoll/skoll_html/index.html A PPPoE Implementation for Linux]. ''www.usenix.org''.</ref> | ||
* '''Hillstone Networks''': Mendukung konfigurasi PPPoE lengkap, termasuk autentikasi PAP/CHAP, reconnect interval, dan opsi IP statis. | * '''Hillstone Networks''': Mendukung konfigurasi PPPoE lengkap, termasuk autentikasi PAP/CHAP, reconnect interval, dan opsi IP statis. | ||
* '''Router konsumen''': Sebagian besar router rumahan mendukung mode koneksi PPPoE untuk menghubungkan [[modem]] DSL ke internet. | * '''Router konsumen''': Sebagian besar router rumahan mendukung mode koneksi PPPoE untuk menghubungkan [[modem]] DSL ke internet. | ||
| Baris 54: | Baris 54: | ||
== Kelebihan == | == Kelebihan == | ||
* Mendukung otentikasi dan penagihan individual. | * Mendukung otentikasi dan penagihan individual. | ||
* Kompatibel dengan perangkat lunak dan sistem PPP yang ada. | * Kompatibel dengan perangkat lunak dan sistem PPP yang ada. | ||
| Baris 60: | Baris 59: | ||
== Kekurangan == | == Kekurangan == | ||
* Overhead tambahan yang mengurangi efisiensi. | * Overhead tambahan yang mengurangi efisiensi. | ||
* MTU yang lebih kecil menyebabkan fragmentasi. | * MTU yang lebih kecil menyebabkan fragmentasi. | ||
| Baris 67: | Baris 65: | ||
== Sumber == | == Sumber == | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Point-to-Point+Protocol+over+Ethernet&oldid=27460152 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27460152 (2025-06-25T11:51:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Point-to-Point+Protocol+over+Ethernet&oldid=27460152 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27460152 (2025-06-25T11:51:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 14.12
Point-to-Point Protocol over Ethernet (disingkat PPPoE) adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan untuk mengenkapsulasi protokol Point-to-Point Protocol (PPP) di dalam frame Ethernet. Protokol ini sering digunakan oleh penyedia layanan internet (ISP), khususnya dalam koneksi DSL (Digital Subscriber Line), untuk menyediakan layanan koneksi internet kepada pelanggan melalui jaringan Ethernet.[1]
Sejarah
PPPoE dikembangkan pada akhir 1990-an oleh kolaborasi antara UUNET, Redback Networks, dan RouterWare sebagai solusi untuk menggabungkan keuntungan dari konektivitas PPP dan fleksibilitas jaringan Ethernet. Protokol ini dirancang untuk memungkinkan pengelolaan koneksi internet individu dalam jaringan lokal (LAN) yang menggunakan koneksi broadband seperti DSL. Standar PPPoE pertama kali dipublikasikan sebagai RFC 2516 oleh IETF pada Februari 1999.[2]
Tujuan dan Fungsi
PPPoE memungkinkan beberapa fitur penting yang sebelumnya tidak tersedia pada jaringan Ethernet biasa, seperti:
- Autentikasi pengguna melalui protokol PPP (PAP/CHAP),
- Penagihan berbasis waktu atau volume,
- Alokasi sesi unik untuk tiap pengguna.
Dengan menggunakan PPPoE, ISP dapat mengelola pelanggan secara individual, memberikan alamat IP dinamis atau statis, serta melacak penggunaan koneksi.
Mekanisme Kerja
PPPoE bekerja dalam dua tahap: discovery dan session.
1. Tahap Discovery
Pada tahap ini, klien mencari access concentrator (AC) yang tersedia menggunakan proses berikut:
- PADI (Initiation): Klien mengirim pesan siaran (broadcast) untuk mencari AC.
- PADO (Offer): AC yang tersedia merespons.
- PADR (Request): Klien memilih AC dan mengirim permintaan.
- PADS (Session-confirmation): AC merespons dengan ID sesi.
2. Tahap Sesi
Setelah sesi PPPoE terbentuk, komunikasi data dimulai menggunakan frame PPP yang dienkapsulasi dalam frame Ethernet dengan tipe protokol 0x8864. Semua data pengguna, termasuk otentikasi dan transmisi IP, terjadi dalam sesi ini.
Struktur Frame
Header PPPoE terdiri dari:
- Versi dan tipe (masing-masing 4 bit),
- Code (1 byte),
- Session ID (2 byte),
- Length (2 byte),
- Field PPP (data payload).
Overhead dan MTU
PPPoE menambahkan overhead sebesar 8 byte (6 byte PPPoE + 2 byte PPP). Ini menyebabkan pengurangan MTU (Maximum Transmission Unit) dari 1500 byte (standar Ethernet) menjadi 1492 byte, yang dapat menyebabkan fragmentasi jika tidak ditangani dengan tepat. Untuk mengatasi hal ini, beberapa sistem mendukung MTU yang lebih besar (hingga 1508 byte) sebagaimana didefinisikan dalam RFC 4638.
Implementasi
PPPoE tersedia di berbagai sistem operasi dan perangkat jaringan:
- Linux: Mendukung PPPoE melalui daemon seperti
pppd,rp-pppoe, danpppoe-redirect.[3] - Hillstone Networks: Mendukung konfigurasi PPPoE lengkap, termasuk autentikasi PAP/CHAP, reconnect interval, dan opsi IP statis.
- Router konsumen: Sebagian besar router rumahan mendukung mode koneksi PPPoE untuk menghubungkan modem DSL ke internet.
Penggunaan
PPPoE banyak digunakan dalam:
- DSL broadband: Menghubungkan rumah atau kantor ke jaringan ISP.
- Jaringan Metro Ethernet: Beberapa operator mengimplementasikan PPPoE di atas VLAN.
- FTTH (Fiber to the Home): Digunakan oleh sejumlah ISP di jaringan GPON.
Kelebihan
- Mendukung otentikasi dan penagihan individual.
- Kompatibel dengan perangkat lunak dan sistem PPP yang ada.
- Fleksibel dan relatif mudah dikonfigurasi.
Kekurangan
- Overhead tambahan yang mengurangi efisiensi.
- MTU yang lebih kecil menyebabkan fragmentasi.
- Kurang efisien dibandingkan IPoE pada jaringan berkecepatan tinggi
Sumber
Referensi
- ↑ PPPoE Definition - What does PPPoE mean?. techterms.com.
- ↑ Network PPPoE.
- ↑ A PPPoE Implementation for Linux. www.usenix.org.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27460152 (2025-06-25T11:51:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.