Lompat ke isi

MySejahtera: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22405403; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:


== Sejarah ==
== Sejarah ==
MySejahtera dikembangkan dengan kerjasama dari [[Dewan Keamanan Nasional Malaysia|Dewan Keamanan Nasional]], [[Kementerian Kesehatan Malaysia|Kementerian Kesehatan]], [[Unit Perencanaan Modernisasi dan Manajemen Administrasi Malaysia|Unit Perencanaan Modernisasi dan Manajemen Administrasi]], dan Komisi [[Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia|Komunikasi dan Multimedia Malaysia]]. Aplikasi ini diluncurkan oleh mantan [[Menteri Kesehatan Malaysia|Menteri Kesehatan]] [[Adham Baba]] pada 20 April 2020. Aplikasi MySejahtera tersedia di Galeri Aplikasi Seluler Pemerintah Malaysia (GAMMA), [[App Store (iOS)|Apple App Store]], [[Google Play]], dan [[Galeri Aplikasi Huawei|Huawei AppGallery]].
MySejahtera dikembangkan dengan kerjasama dari [[Dewan Keamanan Nasional Malaysia|Dewan Keamanan Nasional]], [[Kementerian Kesehatan Malaysia|Kementerian Kesehatan]], [[Unit Perencanaan Modernisasi dan Manajemen Administrasi Malaysia|Unit Perencanaan Modernisasi dan Manajemen Administrasi]], dan Komisi [[Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia|Komunikasi dan Multimedia Malaysia]]. Aplikasi ini diluncurkan oleh mantan [[Menteri Kesehatan Malaysia|Menteri Kesehatan]] [[Adham Baba]] pada 20 April 2020. Aplikasi MySejahtera tersedia di Galeri Aplikasi Seluler Pemerintah Malaysia (GAMMA), [[App Store (iOS)|Apple App Store]], [[Google Play]], dan [[Galeri Aplikasi Huawei|Huawei AppGallery]].<ref>[https://www.bernama.com/en/general/news_covid-19.php?id=1833998 MySejahtera application to assist in monitoring COVID-19]. 21 April 2020.</ref>


Pada tanggal 19 November 2020, Dirjen [[Noor Hisham Abdullah]] mengkonfirmasi bahwa 9.167 kasus COVID-19 telah teridentifikasi oleh aplikasi MySejahtera sejak diluncurkan pada bulan April 2020 melalui [[Pelacakan kontak|metode pelacakan kontak]], termasuk info dari dinas kesehatan kabupaten setempat menggunakan pangkalan data MySejahtera serta pelacakan potensi kontak dekat dengan pasien COVID-19.
Pada tanggal 19 November 2020, Dirjen [[Noor Hisham Abdullah]] mengkonfirmasi bahwa 9.167 kasus COVID-19 telah teridentifikasi oleh aplikasi MySejahtera sejak diluncurkan pada bulan April 2020 melalui [[Pelacakan kontak|metode pelacakan kontak]], termasuk info dari dinas kesehatan kabupaten setempat menggunakan pangkalan data MySejahtera serta pelacakan potensi kontak dekat dengan pasien COVID-19.<ref>Joseph Kaos, Jr. [https://www.thestar.com.my/news/nation/2020/11/19/covid-19-over-9k-cases-in-m039sia-tracked-via-mysejahtera-app Covid-19: Over 9k cases in M'sia tracked via MySejahtera app]. ''The Star''. 19 November 2020.</ref>
Pada tanggal 27 Agustus 2021, tercatat 1,9 juta dari 2,32 juta siswa berusia antara 12 sampai 17 tahun yang terdaftar di sekolah nasional Malaysia di seluruh dunia melakukan pendaftaran vaksinasi COVID-19 melalui aplikasi MySejahtera.
Pada tanggal 27 Agustus 2021, tercatat 1,9 juta dari 2,32 juta siswa berusia antara 12 sampai 17 tahun yang terdaftar di sekolah nasional Malaysia di seluruh dunia melakukan pendaftaran vaksinasi COVID-19 melalui aplikasi MySejahtera.<ref>Sandhya Menon. [https://www.thestar.com.my/news/nation/2021/08/27/interactive-over-two-million-students-eligible-for-vaccination INTERACTIVE: Looking into the two million students eligible for vaccination]. ''The Star''. 27 August 2021.</ref>


Pada awal bulan November 2021, [[Menteri Kesehatan (Malaysia)|Menteri Kesehatan]] [[Khairy Jamaluddin]] menyatakan bahwa aplikasi MySejahtera tidak akan digunakan untuk penertiban moral sebagai tanggapan [[Daftar Pemimpin Oposisi Malaysia|atas klaim Pemimpin Oposisi]] [[Anwar Ibrahim]] yang menyatakan bahwa aplikasi MySejahtera digunakan untuk mengecek umat Muslim yang pergi ke pusat gim.
Pada awal bulan November 2021, [[Menteri Kesehatan (Malaysia)|Menteri Kesehatan]] [[Khairy Jamaluddin]] menyatakan bahwa aplikasi MySejahtera tidak akan digunakan untuk penertiban moral sebagai tanggapan [[Daftar Pemimpin Oposisi Malaysia|atas klaim Pemimpin Oposisi]] [[Anwar Ibrahim]] yang menyatakan bahwa aplikasi MySejahtera digunakan untuk mengecek umat Muslim yang pergi ke pusat gim.<ref>Tarrence Tan. [https://www.thestar.com.my/news/nation/2021/11/02/govt-will-not-use-mysejahtera-for-moral-policing-says-khairy Govt will not use MySejahtera for moral policing, says Khairy]. ''The Star''. 2 November 2021.</ref>


Pada 7 November, aplikasi MySejahtera mengalami gangguan yang menyebabkan beberapa pengguna diberikan status isolasi mandiri dan orang dalam pengawasan  yang salah. Administrator aplikasi meminta maaf kepada publik atas kepanikan yang ditimbulkan galat tersebut. Pada hari yang sama, Kedutaan Besar Amerika Serikat di [[Kuala Lumpur]] mengkonfirmasi bahwa warga Malaysia yang bepergian ke Amerika Serikat dapat menunjukkan bukti vaksinasi mereka di aplikasi MySejatera serta tes negatif COVID-19.
Pada 7 November, aplikasi MySejahtera mengalami gangguan yang menyebabkan beberapa pengguna diberikan status isolasi mandiri dan orang dalam pengawasan  yang salah. Administrator aplikasi meminta maaf kepada publik atas kepanikan yang ditimbulkan galat tersebut.<ref>[https://www.thestar.com.my/news/nation/2021/11/07/mysejahtera-users-vent-frustration-as-hso-pus-error-still-persists MySejahtera users vent frustration as HSO, PUS error still persists]. ''The Star''. 7 November 2021.</ref><ref>Timothy Achariam. [https://www.theedgemarkets.com/article/covid19driven-mysejahtera-app-administrator-apologises-home-surveillance-order-person-under Covid-19-driven MySejahtera app administrator apologises for glitch]. ''The Edge''. 7 November 2021.</ref> Pada hari yang sama, Kedutaan Besar Amerika Serikat di [[Kuala Lumpur]] mengkonfirmasi bahwa warga Malaysia yang bepergian ke Amerika Serikat dapat menunjukkan bukti vaksinasi mereka di aplikasi MySejatera serta tes negatif COVID-19.<ref>Chester Chin. [https://www.thestar.com.my/news/nation/2021/11/07/mysejahtera-users-vent-frustration-as-hso-pus-error-still-persists MySejahtera users vent frustration as HSO, PUS error still persists]. ''The Star''. 7 November 2021.</ref>


== Pelacakan kontak ==
== Pelacakan kontak ==
Fungsi utama dari aplikasi MySejahtera adalah untuk membantu pengelolaan dan mitigasi [[Pandemi Covid-19|wabah COVID-19]]. Pengguna dapat memantau kondisi kesehatan mereka selama wabah COVID-19, serta menemukan fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan dan pengobatan COVID-19. Aplikasi ini digunakan juga ketika mengunjungi tempat publik melalui metode pemindaian [[kode QR]] serta juga digunakan untuk pendaftaran vaksin COVID-19.
Fungsi utama dari aplikasi MySejahtera adalah untuk membantu pengelolaan dan mitigasi [[Pandemi Covid-19|wabah COVID-19]]. Pengguna dapat memantau kondisi kesehatan mereka selama wabah COVID-19, serta menemukan fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan dan pengobatan COVID-19. Aplikasi ini digunakan juga ketika mengunjungi tempat publik melalui metode pemindaian [[kode QR]] serta juga digunakan untuk pendaftaran vaksin COVID-19.<ref>[https://mysejahtera.malaysia.gov.my/intro_en/ MySejahtera]. Government of Malaysia.</ref><ref>Alexander Wong. [https://www.malaymail.com/news/malaysia/2021/04/08/heres-how-mysejahtera-will-notify-you-about-your-covid-19-vaccine-appointme/1964775 Here's how MySejahtera will notify you about your Covid-19 vaccine appointment]. ''Malay Mail''. 8 April 2021.</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Vaksinasi Covid-19 di Malaysia]]
* [[Vaksinasi Covid-19 di Malaysia]]
* [[Pemerintah Malaysia]]
* [[Pemerintah Malaysia]]


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=MySejahtera&oldid=22405403 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22405403 (2022-12-21T11:10:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=MySejahtera&oldid=22405403 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22405403 (2022-12-21T11:10:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 18.00

MySejahtera adalah aplikasi seluler yang dikembangkan oleh Pemerintah Malaysia untuk memfasilitasi upaya pelacakan kontak dalam menangani pandemi COVID-19 di Malaysia. Fungsi utamanya adalah identifikasi secara cepat orang-orang yang mungkin telah melakukan kontak dekat dengan siapa saja yang positif terkena COVID-19.

Sejarah

MySejahtera dikembangkan dengan kerjasama dari Dewan Keamanan Nasional, Kementerian Kesehatan, Unit Perencanaan Modernisasi dan Manajemen Administrasi, dan Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia. Aplikasi ini diluncurkan oleh mantan Menteri Kesehatan Adham Baba pada 20 April 2020. Aplikasi MySejahtera tersedia di Galeri Aplikasi Seluler Pemerintah Malaysia (GAMMA), Apple App Store, Google Play, dan Huawei AppGallery.[1]

Pada tanggal 19 November 2020, Dirjen Noor Hisham Abdullah mengkonfirmasi bahwa 9.167 kasus COVID-19 telah teridentifikasi oleh aplikasi MySejahtera sejak diluncurkan pada bulan April 2020 melalui metode pelacakan kontak, termasuk info dari dinas kesehatan kabupaten setempat menggunakan pangkalan data MySejahtera serta pelacakan potensi kontak dekat dengan pasien COVID-19.[2] Pada tanggal 27 Agustus 2021, tercatat 1,9 juta dari 2,32 juta siswa berusia antara 12 sampai 17 tahun yang terdaftar di sekolah nasional Malaysia di seluruh dunia melakukan pendaftaran vaksinasi COVID-19 melalui aplikasi MySejahtera.[3]

Pada awal bulan November 2021, Menteri Kesehatan Khairy Jamaluddin menyatakan bahwa aplikasi MySejahtera tidak akan digunakan untuk penertiban moral sebagai tanggapan atas klaim Pemimpin Oposisi Anwar Ibrahim yang menyatakan bahwa aplikasi MySejahtera digunakan untuk mengecek umat Muslim yang pergi ke pusat gim.[4]

Pada 7 November, aplikasi MySejahtera mengalami gangguan yang menyebabkan beberapa pengguna diberikan status isolasi mandiri dan orang dalam pengawasan yang salah. Administrator aplikasi meminta maaf kepada publik atas kepanikan yang ditimbulkan galat tersebut.[5][6] Pada hari yang sama, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kuala Lumpur mengkonfirmasi bahwa warga Malaysia yang bepergian ke Amerika Serikat dapat menunjukkan bukti vaksinasi mereka di aplikasi MySejatera serta tes negatif COVID-19.[7]

Pelacakan kontak

Fungsi utama dari aplikasi MySejahtera adalah untuk membantu pengelolaan dan mitigasi wabah COVID-19. Pengguna dapat memantau kondisi kesehatan mereka selama wabah COVID-19, serta menemukan fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan dan pengobatan COVID-19. Aplikasi ini digunakan juga ketika mengunjungi tempat publik melalui metode pemindaian kode QR serta juga digunakan untuk pendaftaran vaksin COVID-19.[8][9]

Lihat pula

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22405403 (2022-12-21T11:10:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.