Salat Subuh: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28986757; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Salat Subuh''', atau '''salat Fajar''' ( atau [[:ar:صلاة الفجر|صلاة الفجر]]) adalah salah satu salat wajib dari [[salat lima waktu]] yang dilakukan pada saat [[fajar]] sampai menjelang [[matahari]] terbit. | '''Salat Subuh''',<ref>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, nama salat ini disebut dengan nama '''Subuh'''</ref> atau '''salat Fajar''' ( atau [[:ar:صلاة الفجر|صلاة الفجر]]) adalah salah satu salat wajib dari [[salat lima waktu]] yang dilakukan pada saat [[fajar]] sampai menjelang [[matahari]] terbit.<ref>Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia [http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan].</ref> | ||
Salat Subuh didahului oleh salat sunah fajar sebanyak 2 rakaat. | Salat Subuh didahului oleh salat sunah fajar sebanyak 2 rakaat.<ref>[http://www.suaramedia.com/kumpulan-artikel/2011/06/22/shalat-sunnah-qabliyah-subuh-sama-dengan-shalat-sunnah-fajar Salinan arsip].</ref> | ||
== Tata cara == | == Tata cara == | ||
Jumlah rakaat salat subuh adalah dua rakaat dengan bacaan yang panjang. Adapun waktu salat subuh dimulai sejak menyingsingnya fajar, atau redupnya bintang karena cahaya matahari hingga mulai tampak terbitnya matahari. | Jumlah rakaat salat subuh adalah dua rakaat dengan bacaan yang panjang.<ref>Aku Muslim | [http://www.akumuslim.com/2011/02/tata-cara-shalat-subuh.html Tata Cara Shalat Subuh]</ref> Adapun waktu salat subuh dimulai sejak menyingsingnya fajar, atau redupnya bintang karena cahaya matahari hingga mulai tampak terbitnya matahari.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Salat+Subuh&oldid=28986757 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Salat+Subuh&oldid=28986757 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Menurut pandangan [[Imam Syafii]] pada [[rekaat]] kedua salat fajar disertai dengan doa [[qunut]] setelah bangkit dari rukuk. | Menurut pandangan [[Imam Syafii]] pada [[rekaat]] kedua salat fajar disertai dengan doa [[qunut]] setelah bangkit dari rukuk.<ref>http://www.islam-institute.com | [http://www.islam-institute.com/hukum-membaca-doa-qunut-dalam-shalat-subuh.html Hukum Membaca Doa Qunut dalam Shalat Subuh di Kalangan Madzhab Imam Syafi’i]</ref> | ||
== Waktu pelaksanaan == | == Waktu pelaksanaan == | ||
Berdasarkan perintah [[Quran]], [[hadits]] Nabi [[Muhammad]] SAW, dan kesepakatan jumhur ulama, waktu pelaksanaan Salat Subuh dimulai ketika terbit [[fajar sadik]] di ufuk timur hingga saat matahari mulai terbit di ufuk timur. Ketentuan mengenai kapan waktu fajar sadik muncul memiliki beragam pendapat dari tiap-tiap otoritas agama Islam di berbagai negara dan para alim ulama. Beberapa Lembaga keislaman seperti [[Liga Dunia Islam]], [[Diyanet]] (otoritas keagamaan Islam di Turki), [[Jabatan Kemajuan Islam Malaysia|Jakim]] (otoritas keagamaan Islam di Malaysia), Universitas Ilmu Islam Karachi, serta [[Muhammadiyah|Majelis Tarjih Muhammadiyah]] bersepakat bahwa fajar sadik dimulai ketika matahari berada pada posisi 18° di bawah ufuk timur. Sementara itu, Kemenag RI dan Majelis Ulama Singapura menyepakati bahwa fajar sadik dimulai ketika matahari berada pada 20° di bawah ufuk timur. Selain itu, terdapat beberapa pandangan lain seperti Komite Ummul Qura yang berpandangan bahwa fajar sadik dimulai ketika matahari berada pada posisi 18,5° di bawah ufuk timur, [[Islamic Society of North America|Organisasi ISNA]] di [[Amerika Utara]] yang menetapkan bahwa fajar sadik dimulai ketika matahari berada pada posisi 15° di bawah ufuk timur, dan Organisasi Muslim Perancis yang menetapkan bahwa fajar sadik muncul saat matahari berada pada posisi 12° di bawah ufuk timur. | Berdasarkan perintah [[Quran]], [[hadits]] Nabi [[Muhammad]] SAW, dan kesepakatan jumhur ulama, waktu pelaksanaan Salat Subuh dimulai ketika terbit [[fajar sadik]] di ufuk timur hingga saat matahari mulai terbit di ufuk timur.<ref>[https://simbi.kemenag.go.id/eliterasi/storage/perpustakaan/slims/repository/03f85417caf65e123a2d5f552fdd0102.pdf Buku Saku Hisab & Rukyat]. Kementerian Agama Republik Indonesia. 2013.</ref> Ketentuan mengenai kapan waktu fajar sadik muncul memiliki beragam pendapat dari tiap-tiap otoritas agama Islam di berbagai negara dan para alim ulama. Beberapa Lembaga keislaman seperti [[Liga Dunia Islam]], [[Diyanet]] (otoritas keagamaan Islam di Turki), [[Jabatan Kemajuan Islam Malaysia|Jakim]] (otoritas keagamaan Islam di Malaysia), Universitas Ilmu Islam Karachi, serta [[Muhammadiyah|Majelis Tarjih Muhammadiyah]] bersepakat bahwa fajar sadik dimulai ketika matahari berada pada posisi 18° di bawah ufuk timur. Sementara itu, Kemenag RI dan Majelis Ulama Singapura menyepakati bahwa fajar sadik dimulai ketika matahari berada pada 20° di bawah ufuk timur. Selain itu, terdapat beberapa pandangan lain seperti Komite Ummul Qura yang berpandangan bahwa fajar sadik dimulai ketika matahari berada pada posisi 18,5° di bawah ufuk timur, [[Islamic Society of North America|Organisasi ISNA]] di [[Amerika Utara]] yang menetapkan bahwa fajar sadik dimulai ketika matahari berada pada posisi 15° di bawah ufuk timur, dan Organisasi Muslim Perancis yang menetapkan bahwa fajar sadik muncul saat matahari berada pada posisi 12° di bawah ufuk timur. | ||
=== Perhitungan waktu === | === Perhitungan waktu === | ||
| Baris 21: | Baris 21: | ||
* perhitungan awal waktu Subuh berdasarkan ketetapan Kemenag RI yaitu 20° di bawah ufuk timur. | * perhitungan awal waktu Subuh berdasarkan ketetapan Kemenag RI yaitu 20° di bawah ufuk timur. | ||
Data-data tersebut kemudian digunakan untuk menghitung awal waktu Salat Subuh. Namun sebelum menghitung awal waktu Subuh, perlu diketahui waktu ketika matahari berada di posisi 20° di bawah ufuk timur dengan rumus perhitungan sebagai berikut: | Data-data tersebut kemudian digunakan untuk menghitung awal waktu Salat Subuh. Namun sebelum menghitung awal waktu Subuh, perlu diketahui waktu ketika matahari berada di posisi 20° di bawah ufuk timur dengan rumus perhitungan sebagai berikut:<ref>[http://praytimes.org/calculation/#Calculating_Prayer_Times Calculating Prayer Times].</ref> | ||
<math>T(\alpha) = \frac{1}{15} \arccos \left( \frac{-\sin(\alpha)-\sin(\phi) \times \sin(\delta)}{\cos(\phi) \times \cos(\delta)} \right)</math> | <math>T(\alpha) = \frac{1}{15} \arccos \left( \frac{-\sin(\alpha)-\sin(\phi) \times \sin(\delta)}{\cos(\phi) \times \cos(\delta)} \right)</math> | ||
| Baris 43: | Baris 43: | ||
<math> T_{\mathsf{Subuh}} = 4.53338 </math> yang bila dikonversikan ke derajat, menit, dan detik menghasilkan '''4°32'00,17"'''. | <math> T_{\mathsf{Subuh}} = 4.53338 </math> yang bila dikonversikan ke derajat, menit, dan detik menghasilkan '''4°32'00,17"'''. | ||
Setelah memperoleh hasil perhitungan tersebut, waktu ihtiyat sebanyak 2 menit ('''0°02'00"''') ditambahkan guna kehati-hatian. Oleh karenanya, diperoleh hasil akhir yaitu '''4°34'00,17"''' yang dibulatkan menjadi '''04.34'''. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa awal waktu Salat Subuh di DKI Jakarta pada tanggal 31 Januari 2020 adalah pukul '''04.34 WIB'''. | Setelah memperoleh hasil perhitungan tersebut, waktu ihtiyat sebanyak 2 menit ('''0°02'00"''') ditambahkan guna kehati-hatian. Oleh karenanya, diperoleh hasil akhir yaitu '''4°34'00,17"''' yang dibulatkan menjadi '''04.34'''. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa awal waktu Salat Subuh di DKI Jakarta pada tanggal 31 Januari 2020 adalah pukul '''04.34 WIB'''. | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 52: | Baris 52: | ||
* [[Salat Isya]] (Salat malam) | * [[Salat Isya]] (Salat malam) | ||
== | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Salat+Subuh&oldid=28986757 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28986757 (2026-02-23T16:33:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Salat+Subuh&oldid=28986757 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28986757 (2026-02-23T16:33:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 22.55
Salat Subuh,[1] atau salat Fajar ( atau صلاة الفجر) adalah salah satu salat wajib dari salat lima waktu yang dilakukan pada saat fajar sampai menjelang matahari terbit.[2] Salat Subuh didahului oleh salat sunah fajar sebanyak 2 rakaat.[3]
Tata cara
Jumlah rakaat salat subuh adalah dua rakaat dengan bacaan yang panjang.[4] Adapun waktu salat subuh dimulai sejak menyingsingnya fajar, atau redupnya bintang karena cahaya matahari hingga mulai tampak terbitnya matahari.[5][6]
Menurut pandangan Imam Syafii pada rekaat kedua salat fajar disertai dengan doa qunut setelah bangkit dari rukuk.[7]
Waktu pelaksanaan
Berdasarkan perintah Quran, hadits Nabi Muhammad SAW, dan kesepakatan jumhur ulama, waktu pelaksanaan Salat Subuh dimulai ketika terbit fajar sadik di ufuk timur hingga saat matahari mulai terbit di ufuk timur.[8] Ketentuan mengenai kapan waktu fajar sadik muncul memiliki beragam pendapat dari tiap-tiap otoritas agama Islam di berbagai negara dan para alim ulama. Beberapa Lembaga keislaman seperti Liga Dunia Islam, Diyanet (otoritas keagamaan Islam di Turki), Jakim (otoritas keagamaan Islam di Malaysia), Universitas Ilmu Islam Karachi, serta Majelis Tarjih Muhammadiyah bersepakat bahwa fajar sadik dimulai ketika matahari berada pada posisi 18° di bawah ufuk timur. Sementara itu, Kemenag RI dan Majelis Ulama Singapura menyepakati bahwa fajar sadik dimulai ketika matahari berada pada 20° di bawah ufuk timur. Selain itu, terdapat beberapa pandangan lain seperti Komite Ummul Qura yang berpandangan bahwa fajar sadik dimulai ketika matahari berada pada posisi 18,5° di bawah ufuk timur, Organisasi ISNA di Amerika Utara yang menetapkan bahwa fajar sadik dimulai ketika matahari berada pada posisi 15° di bawah ufuk timur, dan Organisasi Muslim Perancis yang menetapkan bahwa fajar sadik muncul saat matahari berada pada posisi 12° di bawah ufuk timur.
Perhitungan waktu
Berikut merupakan contoh dari penghitungan awal waktu Salat Subuh di wilayah DKI Jakarta pada tanggal 31 Januari 2020 dengan data diketahui adalah
- lintang (φ) = -6,167 (6°10' LS)
- bujur (λ) = 106,833 (106°50')
- zona waktu (Z) = UTC+7 (WIB)
- deklinasi matahari (δ) = -18,5341 atau -18°32'02,76"
- perata waktu (Δt) = 0,225362 atau 0°13'31,30"
- waktu zenit atau transit matahari () = 12,103162 atau 12°06'11,38"
- waktu ihtiyat (WI) = 2 menit
- perhitungan awal waktu Subuh berdasarkan ketetapan Kemenag RI yaitu 20° di bawah ufuk timur.
Data-data tersebut kemudian digunakan untuk menghitung awal waktu Salat Subuh. Namun sebelum menghitung awal waktu Subuh, perlu diketahui waktu ketika matahari berada di posisi 20° di bawah ufuk timur dengan rumus perhitungan sebagai berikut:[9]
yang bila dikonversi ke derajat, menit, dan detik menghasilkan 7°34'11,22".
Dengan hasil tersebut, maka awal waktu Salat Subuh dapat dihitung dengan rumus berikut:
yang bila dikonversikan ke derajat, menit, dan detik menghasilkan 4°32'00,17".
Setelah memperoleh hasil perhitungan tersebut, waktu ihtiyat sebanyak 2 menit (0°02'00") ditambahkan guna kehati-hatian. Oleh karenanya, diperoleh hasil akhir yaitu 4°34'00,17" yang dibulatkan menjadi 04.34. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa awal waktu Salat Subuh di DKI Jakarta pada tanggal 31 Januari 2020 adalah pukul 04.34 WIB.
Lihat pula
- Salat lima waktu
- Salat Magrib (Salat matahari terbenam)
- Salat Zuhur (Salat tengah hari)
- Salat Asar (Salat tergelincir matahari)
- Salat Isya (Salat malam)
Referensi
- ↑ Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, nama salat ini disebut dengan nama Subuh
- ↑ Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan.
- ↑ Salinan arsip.
- ↑ Aku Muslim | Tata Cara Shalat Subuh
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ http://www.islam-institute.com | Hukum Membaca Doa Qunut dalam Shalat Subuh di Kalangan Madzhab Imam Syafi’i
- ↑ Buku Saku Hisab & Rukyat. Kementerian Agama Republik Indonesia. 2013.
- ↑ Calculating Prayer Times.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28986757 (2026-02-23T16:33:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.