Lompat ke isi

Poseidonios: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28117115; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Posidonio,_replica_augustea_(23_ac.-14_dc_ca)_da_originale_del_100-50_ac._ca._6142.JPG|thumb|right|280px|Posidonio, replica augustea (23 ac.-14 dc ca) da originale del 100-50 ac. ca. 6142]]
:''"Posidonius" beralih ke halaman ini. Untuk [[daftar kawah di Bulan, O-Q|kawah di Bulan]] silakan baca [[Posidonius (kawah)]].''
:''"Posidonius" beralih ke halaman ini. Untuk [[daftar kawah di Bulan, O-Q|kawah di Bulan]] silakan baca [[Posidonius (kawah)]].''
'''Poseidonios''' ([[Bahasa Yunani|Yunani]]: Ποσειδώνιος, ''Poseidonios'', artinya "dari [[Poseidon]]") dari [[Apamea (Syria)|Apameia]] (ὁ Ἀπαμεύς) atau dari [[Rhodes]] (ὁ Ῥόδιος) (hidup pada 135 SM–51 M), adalah seorang filsuf [[Stoikisme]], astronom, sejarawan, biograph, dan guru Sejarah Syria berkebangsaan Yunani
'''Poseidonios''' ([[Bahasa Yunani|Yunani]]: Ποσειδώνιος, ''Poseidonios'', artinya "dari [[Poseidon]]") dari [[Apamea (Syria)|Apameia]] (ὁ Ἀπαμεύς) atau dari [[Rhodes]] (ὁ Ῥόδιος) (hidup pada 135 SM–51 M), adalah seorang filsuf [[Stoikisme]], astronom, sejarawan, biograph, dan guru Sejarah Syria berkebangsaan Yunani<ref>George Sarton. ''The Unity and Diversity of the Mediterranean World''. ''Osiris''. 1936. Vol. 2. hlm. 406–463 [430].</ref><ref>[http://www.britannica.com/eb/article-9061021/Poseidonius "Poseidonius"], ''Encyclopædia Britannica''</ref><ref>[http://www.1911encyclopedia.org/Posidonius "Posidonius"], ''Encyclopædia Britannica Eleventh Edition'', 1911</ref><ref>Frank Northen Magill. [http://books.google.com/books?id=wyKaVFZqbdUC Dictionary of World Biography]. Taylor & Francis. 1998. hlm. 904–910. ISBN 9781579580407.</ref><ref>Ludwig edelstein., The Encyclopedia of Phylosophy Volume 3 and 4, New York: Macmillan Publishing Co., 1967, Hal. 413-414</ref>


== Riwayat Hidup Ringkas ==
== Riwayat Hidup Ringkas ==
Poseidonios adalah orang yang kaya, dan belajar pada [[Panaetius]] di Athena, membuat rumah di Rhodes, dan pada waktu itu merupakan pusat perkembangan intelektual. Kala itu masih merupakan negara merdeka, dan sangat terkenal dalam filsafat retorika, sekolah yang juga diperuntukkan para buangan dari Alexandria. Dia hidup sebagai warga negara. Ia menulis beberapa buku dan membuatnya cukup terkenal. Ia memengaruhi dua muridnya, Cicero dan Strabo. Dalam hal retorika, Srabo agaknya sangat kental meniru Poseidonios, tampak dalam ekspresi perasaan, pemikian dan kepribadian.
Poseidonios adalah orang yang kaya, dan belajar pada [[Panaetius]] di Athena, membuat rumah di Rhodes, dan pada waktu itu merupakan pusat perkembangan intelektual.<ref>F. H. Sandbach., The Stoics, London: Bristol Classical Press, 1989, Hal. 129-139</ref> Kala itu masih merupakan negara merdeka, dan sangat terkenal dalam filsafat retorika, sekolah yang juga diperuntukkan para buangan dari Alexandria.<ref>F. H. Sandbach., The Stoics, London: Bristol Classical Press, 1989, Hal. 129-139</ref> Dia hidup sebagai warga negara.<ref>F. H. Sandbach., The Stoics, London: Bristol Classical Press, 1989, Hal. 129-139</ref> Ia menulis beberapa buku dan membuatnya cukup terkenal.<ref>F. H. Sandbach., The Stoics, London: Bristol Classical Press, 1989, Hal. 129-139</ref> Ia memengaruhi dua muridnya, Cicero dan Strabo.<ref>F. H. Sandbach., The Stoics, London: Bristol Classical Press, 1989, Hal. 129-139</ref> Dalam hal retorika, Srabo agaknya sangat kental meniru Poseidonios, tampak dalam ekspresi perasaan, pemikian dan kepribadian.<ref>F. H. Sandbach., The Stoics, London: Bristol Classical Press, 1989, Hal. 129-139</ref>


== Mengenal Sosok Posidonius ==
== Mengenal Sosok Posidonius ==
Poseidonios tidak terlalu dikenal para pakar karena banyak tulisannya yang hilang, kita masih dapat menemukannya pada tulisan [[Cicero]], [[Seneca Muda]], [[Galen]], dan [[Strabo]], juga sebagai tokoh minor pada masa [[Renaisans]] hingga abad 19 karena pengaruh [[Stoikisme]]nya.<ref>Ludwig edelstein., The Encyclopedia of Phylosophy Volume 3 and 4, New York: Macmillan Publishing Co., 1967, Hal. 413-414</ref> Posidonius dianggap mewakili pemikir [[visual]], pembela [[monisme]], pendukung doktrin filasafat [[kosmik]], mediator antara pemikiran dunia Timur (Orient) dan Barat (Occident).<ref>Ludwig edelstein., The Encyclopedia of Phylosophy Volume 3 and 4, New York: Macmillan Publishing Co., 1967, Hal. 413-414</ref>


Poseidonios tidak terlalu dikenal para pakar karena banyak tulisannya yang hilang, kita masih dapat menemukannya pada tulisan [[Cicero]], [[Seneca Muda]], [[Galen]], dan [[Strabo]], juga sebagai tokoh minor pada masa [[Renaisans]] hingga abad 19 karena pengaruh [[Stoikisme]]nya. Posidonius dianggap mewakili pemikir [[visual]], pembela [[monisme]], pendukung doktrin filasafat [[kosmik]], mediator antara pemikiran dunia Timur (Orient) dan Barat (Occident).
Dalam bidang filsafat, Poseidonios memiliki pengaruh yang kuat di Akademia, dampaknya, [[Platonisme]] berkembang pesat daripada [[Akademia]] yang di [[Athena]], yaitu dari catatan komentar dalam teks [[Philo dari Alexandria]].<ref>Robert Audi., The Cambridge Dictionary of Philosophy, Edinburg: Cambridge University Press, 1995, Hal. 5, 140</ref>
 
Dalam bidang filsafat, Poseidonios memiliki pengaruh yang kuat di Akademia, dampaknya, [[Platonisme]] berkembang pesat daripada [[Akademia]] yang di [[Athena]], yaitu dari catatan komentar dalam teks [[Philo dari Alexandria]].


== Gagasan Pemikiran ==
== Gagasan Pemikiran ==
Basis gagasan Poseidonios adalah materi, yang ia pakai sebagai dasar dualistis sistem etika. Pemikirannya etikanya agak bertentangan dengan dogma Stoa, bahwa hasrat tidak dinilai salah, tetapi hanya mengecilkan martabat manusia. Dalam fisika, segala sesuatu adalah rahmat dari Ilahi, dibentuk ulang dan dibenahi oleh nalar ilahi. Nalar adalah acuan dari kebenaran, ia merdeka dari persepsi. Di sisi lain, dualitas dari benda-benda dan nalar dijembatani oleh bentuk-bentuk atau asas matematika. Dalam tradisi Stoa, hanya Posidonius yang memikirkan matematika.
Basis gagasan Poseidonios adalah materi, yang ia pakai sebagai dasar dualistis sistem etika.<ref>Ludwig edelstein., The Encyclopedia of Phylosophy Volume 3 and 4, New York: Macmillan Publishing Co., 1967, Hal. 413-414</ref> Pemikirannya etikanya agak bertentangan dengan dogma Stoa, bahwa hasrat tidak dinilai salah, tetapi hanya mengecilkan martabat manusia.<ref>Ludwig edelstein., The Encyclopedia of Phylosophy Volume 3 and 4, New York: Macmillan Publishing Co., 1967, Hal. 413-414</ref> Dalam fisika, segala sesuatu adalah rahmat dari Ilahi, dibentuk ulang dan dibenahi oleh nalar ilahi.<ref>Ludwig edelstein., The Encyclopedia of Phylosophy Volume 3 and 4, New York: Macmillan Publishing Co., 1967, Hal. 413-414</ref> Nalar adalah acuan dari kebenaran, ia merdeka dari persepsi.<ref>Ludwig edelstein., The Encyclopedia of Phylosophy Volume 3 and 4, New York: Macmillan Publishing Co., 1967, Hal. 413-414</ref> Di sisi lain, dualitas dari benda-benda dan nalar dijembatani oleh bentuk-bentuk atau asas matematika.<ref>Ludwig edelstein., The Encyclopedia of Phylosophy Volume 3 and 4, New York: Macmillan Publishing Co., 1967, Hal. 413-414</ref> Dalam tradisi Stoa, hanya Posidonius yang memikirkan matematika.<ref>Ludwig edelstein., The Encyclopedia of Phylosophy Volume 3 and 4, New York: Macmillan Publishing Co., 1967, Hal. 413-414</ref>


[[Makrokosmos]] dan [[mikrokosmos]] terhubung dan tersusun seperti gradasi, yang terus ada karena dukungan kekuatan nalar yang irasional. [[Allah]] menyelenggarakan semesta, hasrat mengikuti gagasan yang dipimpin oleh nalar, dan manusia di sini untuk merenungkannya dan menindaklanjuti dalam praktik hidup.
[[Makrokosmos]] dan [[mikrokosmos]] terhubung dan tersusun seperti gradasi, yang terus ada karena dukungan kekuatan nalar yang irasional.<ref>Ludwig edelstein., The Encyclopedia of Phylosophy Volume 3 and 4, New York: Macmillan Publishing Co., 1967, Hal. 413-414</ref> [[Allah]] menyelenggarakan semesta, hasrat mengikuti gagasan yang dipimpin oleh nalar, dan manusia di sini untuk merenungkannya dan menindaklanjuti dalam praktik hidup.<ref>Ludwig edelstein., The Encyclopedia of Phylosophy Volume 3 and 4, New York: Macmillan Publishing Co., 1967, Hal. 413-414</ref>


Walaupun [[Chrysippus]] memang telah mengatakan sebelumnya, yaitu mengenai simpati untuk hidup dengan merasa menjadi bagian dari keseluruhan semesta, Posidonius tetap tampak orisinal sebagai penegasan, ia mengadakan penyelidikan filsafat tentang tembok, tumbuh-tumbuhan, buah-buahan dari kebun, dengan membandingkannya dalam hubungan dengan hewan-hewan, [[tulang]] dan [[otot]], [[daging]] dan [[darah]], serta jiwa. Ia mengelompokkan dunia dalam tiga divisi: secara tradisional terdapat tiga kerajaan atau [[Kerajaan (biologi)]], [[binatang]], [[sayuran]], dan [[mineral]], yang tidak biasa dikendalikan oleh bentuk-bentuk yang berbeda dari adanya nafas, yaitu oleh jiwa (cirinya hidup), fisik (cirinya tumbuh), dan hexis (terkondisi, atau memiliki kondisi). Menurut Posidonius, sebuah "kekuatan hidup" dapat dikenali di mana-mana. Menurutnya, [[manusia]] tidak dibentuk ulang (berasal) dari [[binatang]] yang kasar atau brutal, mereka memiliki gerak [[kecerdasan]] dan [[jiwa]]nya tidak murni masuk akal, tetapi memiliki unsur vegetatif dan bagian irasional.
Walaupun [[Chrysippus]] memang telah mengatakan sebelumnya, yaitu mengenai simpati untuk hidup dengan merasa menjadi bagian dari keseluruhan semesta, Posidonius tetap tampak orisinal sebagai penegasan, ia mengadakan penyelidikan filsafat tentang tembok, tumbuh-tumbuhan, buah-buahan dari kebun, dengan membandingkannya dalam hubungan dengan hewan-hewan, [[tulang]] dan [[otot]], [[daging]] dan [[darah]], serta jiwa.<ref>F. H. Sandbach., The Stoics, London: Bristol Classical Press, 1989, Hal. 129-139</ref> Ia mengelompokkan dunia dalam tiga divisi: secara tradisional terdapat tiga kerajaan atau [[Kerajaan (biologi)]], [[binatang]], [[sayuran]], dan [[mineral]], yang tidak biasa dikendalikan oleh bentuk-bentuk yang berbeda dari adanya nafas, yaitu oleh jiwa (cirinya hidup), fisik (cirinya tumbuh), dan hexis (terkondisi, atau memiliki kondisi).<ref>F. H. Sandbach., The Stoics, London: Bristol Classical Press, 1989, Hal. 129-139</ref> Menurut Posidonius, sebuah "kekuatan hidup" dapat dikenali di mana-mana. Menurutnya, [[manusia]] tidak dibentuk ulang (berasal) dari [[binatang]] yang kasar atau brutal, mereka memiliki gerak [[kecerdasan]] dan [[jiwa]]nya tidak murni masuk akal, tetapi memiliki unsur vegetatif dan bagian irasional.<ref>F. H. Sandbach., The Stoics, London: Bristol Classical Press, 1989, Hal. 129-139</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Poseidonios&oldid=28117115 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28117115 (2025-10-20T01:00:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Poseidonios&oldid=28117115 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28117115 (2025-10-20T01:00:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 23.00

Posidonio, replica augustea (23 ac.-14 dc ca) da originale del 100-50 ac. ca. 6142
"Posidonius" beralih ke halaman ini. Untuk kawah di Bulan silakan baca Posidonius (kawah).

Poseidonios (Yunani: Ποσειδώνιος, Poseidonios, artinya "dari Poseidon") dari Apameia (ὁ Ἀπαμεύς) atau dari Rhodes (ὁ Ῥόδιος) (hidup pada 135 SM–51 M), adalah seorang filsuf Stoikisme, astronom, sejarawan, biograph, dan guru Sejarah Syria berkebangsaan Yunani[1][2][3][4][5]

Riwayat Hidup Ringkas

Poseidonios adalah orang yang kaya, dan belajar pada Panaetius di Athena, membuat rumah di Rhodes, dan pada waktu itu merupakan pusat perkembangan intelektual.[6] Kala itu masih merupakan negara merdeka, dan sangat terkenal dalam filsafat retorika, sekolah yang juga diperuntukkan para buangan dari Alexandria.[7] Dia hidup sebagai warga negara.[8] Ia menulis beberapa buku dan membuatnya cukup terkenal.[9] Ia memengaruhi dua muridnya, Cicero dan Strabo.[10] Dalam hal retorika, Srabo agaknya sangat kental meniru Poseidonios, tampak dalam ekspresi perasaan, pemikian dan kepribadian.[11]

Mengenal Sosok Posidonius

Poseidonios tidak terlalu dikenal para pakar karena banyak tulisannya yang hilang, kita masih dapat menemukannya pada tulisan Cicero, Seneca Muda, Galen, dan Strabo, juga sebagai tokoh minor pada masa Renaisans hingga abad 19 karena pengaruh Stoikismenya.[12] Posidonius dianggap mewakili pemikir visual, pembela monisme, pendukung doktrin filasafat kosmik, mediator antara pemikiran dunia Timur (Orient) dan Barat (Occident).[13]

Dalam bidang filsafat, Poseidonios memiliki pengaruh yang kuat di Akademia, dampaknya, Platonisme berkembang pesat daripada Akademia yang di Athena, yaitu dari catatan komentar dalam teks Philo dari Alexandria.[14]

Gagasan Pemikiran

Basis gagasan Poseidonios adalah materi, yang ia pakai sebagai dasar dualistis sistem etika.[15] Pemikirannya etikanya agak bertentangan dengan dogma Stoa, bahwa hasrat tidak dinilai salah, tetapi hanya mengecilkan martabat manusia.[16] Dalam fisika, segala sesuatu adalah rahmat dari Ilahi, dibentuk ulang dan dibenahi oleh nalar ilahi.[17] Nalar adalah acuan dari kebenaran, ia merdeka dari persepsi.[18] Di sisi lain, dualitas dari benda-benda dan nalar dijembatani oleh bentuk-bentuk atau asas matematika.[19] Dalam tradisi Stoa, hanya Posidonius yang memikirkan matematika.[20]

Makrokosmos dan mikrokosmos terhubung dan tersusun seperti gradasi, yang terus ada karena dukungan kekuatan nalar yang irasional.[21] Allah menyelenggarakan semesta, hasrat mengikuti gagasan yang dipimpin oleh nalar, dan manusia di sini untuk merenungkannya dan menindaklanjuti dalam praktik hidup.[22]

Walaupun Chrysippus memang telah mengatakan sebelumnya, yaitu mengenai simpati untuk hidup dengan merasa menjadi bagian dari keseluruhan semesta, Posidonius tetap tampak orisinal sebagai penegasan, ia mengadakan penyelidikan filsafat tentang tembok, tumbuh-tumbuhan, buah-buahan dari kebun, dengan membandingkannya dalam hubungan dengan hewan-hewan, tulang dan otot, daging dan darah, serta jiwa.[23] Ia mengelompokkan dunia dalam tiga divisi: secara tradisional terdapat tiga kerajaan atau Kerajaan (biologi), binatang, sayuran, dan mineral, yang tidak biasa dikendalikan oleh bentuk-bentuk yang berbeda dari adanya nafas, yaitu oleh jiwa (cirinya hidup), fisik (cirinya tumbuh), dan hexis (terkondisi, atau memiliki kondisi).[24] Menurut Posidonius, sebuah "kekuatan hidup" dapat dikenali di mana-mana. Menurutnya, manusia tidak dibentuk ulang (berasal) dari binatang yang kasar atau brutal, mereka memiliki gerak kecerdasan dan jiwanya tidak murni masuk akal, tetapi memiliki unsur vegetatif dan bagian irasional.[25]

Referensi

  1. George Sarton. The Unity and Diversity of the Mediterranean World. Osiris. 1936. Vol. 2. hlm. 406–463 [430].
  2. "Poseidonius", Encyclopædia Britannica
  3. "Posidonius", Encyclopædia Britannica Eleventh Edition, 1911
  4. Frank Northen Magill. Dictionary of World Biography. Taylor & Francis. 1998. hlm. 904–910. ISBN 9781579580407.
  5. Ludwig edelstein., The Encyclopedia of Phylosophy Volume 3 and 4, New York: Macmillan Publishing Co., 1967, Hal. 413-414
  6. F. H. Sandbach., The Stoics, London: Bristol Classical Press, 1989, Hal. 129-139
  7. F. H. Sandbach., The Stoics, London: Bristol Classical Press, 1989, Hal. 129-139
  8. F. H. Sandbach., The Stoics, London: Bristol Classical Press, 1989, Hal. 129-139
  9. F. H. Sandbach., The Stoics, London: Bristol Classical Press, 1989, Hal. 129-139
  10. F. H. Sandbach., The Stoics, London: Bristol Classical Press, 1989, Hal. 129-139
  11. F. H. Sandbach., The Stoics, London: Bristol Classical Press, 1989, Hal. 129-139
  12. Ludwig edelstein., The Encyclopedia of Phylosophy Volume 3 and 4, New York: Macmillan Publishing Co., 1967, Hal. 413-414
  13. Ludwig edelstein., The Encyclopedia of Phylosophy Volume 3 and 4, New York: Macmillan Publishing Co., 1967, Hal. 413-414
  14. Robert Audi., The Cambridge Dictionary of Philosophy, Edinburg: Cambridge University Press, 1995, Hal. 5, 140
  15. Ludwig edelstein., The Encyclopedia of Phylosophy Volume 3 and 4, New York: Macmillan Publishing Co., 1967, Hal. 413-414
  16. Ludwig edelstein., The Encyclopedia of Phylosophy Volume 3 and 4, New York: Macmillan Publishing Co., 1967, Hal. 413-414
  17. Ludwig edelstein., The Encyclopedia of Phylosophy Volume 3 and 4, New York: Macmillan Publishing Co., 1967, Hal. 413-414
  18. Ludwig edelstein., The Encyclopedia of Phylosophy Volume 3 and 4, New York: Macmillan Publishing Co., 1967, Hal. 413-414
  19. Ludwig edelstein., The Encyclopedia of Phylosophy Volume 3 and 4, New York: Macmillan Publishing Co., 1967, Hal. 413-414
  20. Ludwig edelstein., The Encyclopedia of Phylosophy Volume 3 and 4, New York: Macmillan Publishing Co., 1967, Hal. 413-414
  21. Ludwig edelstein., The Encyclopedia of Phylosophy Volume 3 and 4, New York: Macmillan Publishing Co., 1967, Hal. 413-414
  22. Ludwig edelstein., The Encyclopedia of Phylosophy Volume 3 and 4, New York: Macmillan Publishing Co., 1967, Hal. 413-414
  23. F. H. Sandbach., The Stoics, London: Bristol Classical Press, 1989, Hal. 129-139
  24. F. H. Sandbach., The Stoics, London: Bristol Classical Press, 1989, Hal. 129-139
  25. F. H. Sandbach., The Stoics, London: Bristol Classical Press, 1989, Hal. 129-139

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28117115 (2025-10-20T01:00:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.