Lompat ke isi

Deret Fourier: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27998466; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Deret Fourier''' () merupakan bentuk penguraian [[fungsi periodik]] berupa [[deret (matematika)|penjumlahan]] nilai gelombang [[sin]] dan [[cos]]. [[Frekuensi]] dari setiap gelombang dalam operasi penjumlahan (atau yang dikenal sebagai [[harmonisa]]) merupakan [[kelipatan (matematika)|kelipatan]] interger terhadap [[frekuensi fundamental]] dari fungsi periodik. Setiap [[fase (gelombang)|fase]] harmonisa dapat ditentukan dengan [[analisis harmonisa]]. Deret Fourier memiliki kemungkinan untuk memuat harmonisa dengan jumlah [[penjumlahan tak terhingga|tak terhingga]]. Hasil penjumlahan bagian harmonisa dari deretan tersebut tidak selalu menghasilkan nilai pendekatan terhadap fungsi tersebut. Sebagai contoh, menggunakan beberapa harmonisa awal dari deret Fourier terhadap [[gelombang persegi]] akan menghasilkan nilai pendekatan dari gelombang persegi.
[[File:Fourier_series_and_transform.gif|thumb|right|280px|Fourier series and transform]]


'''Deret Fourier''' (<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Deret+Fourier&oldid=27998466 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>) merupakan bentuk penguraian [[fungsi periodik]] berupa [[deret (matematika)|penjumlahan]] nilai gelombang [[sin]] dan [[cos]]. [[Frekuensi]] dari setiap gelombang dalam operasi penjumlahan (atau yang dikenal sebagai [[harmonisa]]) merupakan [[kelipatan (matematika)|kelipatan]] interger terhadap [[frekuensi fundamental]] dari fungsi periodik. Setiap [[fase (gelombang)|fase]] harmonisa dapat ditentukan dengan [[analisis harmonisa]]. Deret Fourier memiliki kemungkinan untuk memuat harmonisa dengan jumlah [[penjumlahan tak terhingga|tak terhingga]]. Hasil penjumlahan bagian harmonisa dari deretan tersebut tidak selalu menghasilkan nilai pendekatan terhadap fungsi tersebut. Sebagai contoh, menggunakan beberapa harmonisa awal dari deret Fourier terhadap [[gelombang persegi]] akan menghasilkan nilai pendekatan dari gelombang persegi.


Hampir semua fungsi periodik dapat diuraikan menjadi deret Fourier yang dapat [[Konvergensi deret Fourier|berkonvergensi]]. Proses [[konvergensi deret Fourier]] berarti bahwa makin banyak harmonisa dari deret tersebut dijumlahkan, maka hasil dari operasi penjumlahan akan menghasilkan [[aproksiman (matematika)|nilai pendekatan]] dari fungsi tersebut, dan akan memiliki nilai yang setara dengan fungsi tersebut ketika banyak dari harmonisanya [[tak terhingga potensial|tak terhingga]].
Hampir semua fungsi periodik dapat diuraikan menjadi deret Fourier yang dapat [[Konvergensi deret Fourier|berkonvergensi]]. Proses [[konvergensi deret Fourier]] berarti bahwa makin banyak harmonisa dari deret tersebut dijumlahkan, maka hasil dari operasi penjumlahan akan menghasilkan [[aproksiman (matematika)|nilai pendekatan]] dari fungsi tersebut, dan akan memiliki nilai yang setara dengan fungsi tersebut ketika banyak dari harmonisanya [[tak terhingga potensial|tak terhingga]].
Baris 14: Baris 15:
:<math>x \in [-\pi,\pi],</math> dan <math>P=2\pi.</math>
:<math>x \in [-\pi,\pi],</math> dan <math>P=2\pi.</math>


'''Analisis''' proses menentukan bobot, diindeks dengan integer <math>n</math>, yang merupakan jumlah siklus nilai <math>n^\text{th}</math> harmonik dalam interval analisis. Oleh karena itu, panjang suatu siklus, dalam satuan <math>x</math>, ialah <math>P/n</math>. Dan frekuensi harmonik yang sesuai adalah <math>n/P</math>. <math>n^{th}</math> harmonik nilai <math>\sin\left(2\pi x \tfrac{n}{P}\right)</math> dan <math>\cos\left(2\pi x \tfrac{n}{P}\right)</math>, dan amplitudo (bobot) mereka ditemukan dengan integrasi selama interval panjang <math>P</math>:
'''Analisis''' proses menentukan bobot, diindeks dengan integer <math>n</math>, yang merupakan jumlah siklus nilai <math>n^\text{th}</math> harmonik dalam interval analisis. Oleh karena itu, panjang suatu siklus, dalam satuan <math>x</math>, ialah <math>P/n</math>. Dan frekuensi harmonik yang sesuai adalah <math>n/P</math>. <math>n^{th}</math> harmonik nilai <math>\sin\left(2\pi x \tfrac{n}{P}\right)</math> dan <math>\cos\left(2\pi x \tfrac{n}{P}\right)</math>, dan amplitudo (bobot) mereka ditemukan dengan integrasi selama interval panjang <math>P</math>:<ref>Richard C. Dorf. [https://archive.org/details/pocketbookofelec0000dorf Buku Saku Rumus Teknik Elektro]. CRC Press. 1993-07-15. hlm. [https://archive.org/details/pocketbookofelec0000dorf/page/171 171]–174. ISBN 0849344735.</ref>
 


:*Jika nilai <math>s(x)</math> ialah nilai <math>P</math> dari nilai periodik, maka setiap interval dengan panjang tersebut sudah cukup.
:*Jika nilai <math>s(x)</math> ialah nilai <math>P</math> dari nilai periodik, maka setiap interval dengan panjang tersebut sudah cukup.
Baris 23: Baris 23:
=== Bagian kedua ===
=== Bagian kedua ===
Proses '''sintesis''' (Deret Fourier sebenarnya) adalah:
Proses '''sintesis''' (Deret Fourier sebenarnya) adalah:


Secara umum, integer pada nilai <math>N</math> secara teoritis tidak terbatas. Meski begitu, deretan tersebut mungkin tidak konvergen atau persis sama <math>s(x)</math> di semua nilai <math>x</math> (seperti diskontinuitas satu titik) dalam interval analisis. Untuk fungsi "berperilaku baik" yang khas dari proses fisik, kesetaraan biasanya diasumsikan.
Secara umum, integer pada nilai <math>N</math> secara teoritis tidak terbatas. Meski begitu, deretan tersebut mungkin tidak konvergen atau persis sama <math>s(x)</math> di semua nilai <math>x</math> (seperti diskontinuitas satu titik) dalam interval analisis. Untuk fungsi "berperilaku baik" yang khas dari proses fisik, kesetaraan biasanya diasumsikan.


Menggunakan identitas [[trigonometri]]:
Menggunakan identitas [[trigonometri]]:
Baris 34: Baris 32:
dan definisi nilai <math>A_n \triangleq \sqrt{a_n^2+b_n^2}</math> dan <math>\varphi_n \triangleq \operatorname{arctan2}(b_n,a_n)</math>,
dan definisi nilai <math>A_n \triangleq \sqrt{a_n^2+b_n^2}</math> dan <math>\varphi_n \triangleq \operatorname{arctan2}(b_n,a_n)</math>,
pasangan sinus dan kosinus dapat dinyatakan sebagai sinusoid tunggal dengan offset fase, analog dengan konversi antara koordinat ortogonal (Kartesius) dan polar:
pasangan sinus dan kosinus dapat dinyatakan sebagai sinusoid tunggal dengan offset fase, analog dengan konversi antara koordinat ortogonal (Kartesius) dan polar:


Bentuk kebiasaan untuk menggeneralisasi menjadi bernilai kompleks <math>s(x)</math> (bagian selanjutnya) diperoleh dengan menggunakan [[rumus Euler]] untuk membagi fungsi kosinus menjadi eksponensial kompleks.  Di sini, [[konjugasi kompleks]] dilambangkan dengan tanda bintang:
Bentuk kebiasaan untuk menggeneralisasi menjadi bernilai kompleks <math>s(x)</math> (bagian selanjutnya) diperoleh dengan menggunakan [[rumus Euler]] untuk membagi fungsi kosinus menjadi eksponensial kompleks.  Di sini, [[konjugasi kompleks]] dilambangkan dengan tanda bintang:
Baris 50: Baris 47:
A_0/2 &= a_0/2, \quad & n = 0\\
A_0/2 &= a_0/2, \quad & n = 0\\
\tfrac{A_n}{2} e^{-i \varphi_n} &= \tfrac{1}{2}(a_n -i b_n), \quad & n > 0\\
\tfrac{A_n}{2} e^{-i \varphi_n} &= \tfrac{1}{2}(a_n -i b_n), \quad & n > 0\\
c_^*, \quad && n < 0
c_{|n|}^*, \quad && n < 0
\end{array}\right\}\quad =\quad \frac{1}{P}\int_P s(x)\cdot e^{-i \tfrac{2\pi nx}{P}}\ dx,
\end{array}\right\}\quad =\quad \frac{1}{P}\int_P s(x)\cdot e^{-i \tfrac{2\pi nx}{P}}\ dx,
</math>
</math>


hasil akhirnya adalah:
hasil akhirnya adalah:


|cellpadding= 6
|cellpadding= 6
Baris 63: Baris 59:


==Konvergensi==
==Konvergensi==
 
Dalam aplikasi [[rekayasa]], deret Fourier umumnya dianggap berkumpul hampir di semua tempat (pengecualian berada pada diskontinuitas diskrit) karena fungsi yang ditemui dalam teknik berperilaku lebih baik daripada fungsi yang dapat diberikan oleh ahli matematika sebagai contoh tandingan untuk pres ini. Secara khusus, jika <math>s</math> kontinu dan turunan dari <math>s(x)</math> (yang mungkin tidak ada di semua tempat) adalah integratif persegi, kemudian deret Fourier <math>s</math> menyatu secara mutlak dan seragam ke nilai <math>s(x)</math>.<ref>Georgi P. Tolstov. [https://books.google.com/?id=XqqNDQeLfAkC&pg=PA82&dq=fourier-series+converges+continuous-function Deret Fourier]. Courier-Dover. 1976. ISBN 0-486-63317-9.</ref> Jika suatu fungsi adalah [[Fungsi terintegrasi persegi|integral-persegi]] pada interval <math>[x_0,x_0+P]</math>, kemudian deret Fourier [[Teorema Carleson|menyatu dengan fungsi di hampir setiap titik]]. Konvergensi deret Fourier juga bergantung pada jumlah hingga maksimal dan minimal dalam suatu fungsi yang dikenal sebagai salah satu [[Kondisi dirichlet|Kondisi dirichlet untuk deret Fourier]]. Lihat [[Konvergensi seri Fourier]].  Koefisien Fourier dapat didefinisikan untuk fungsi atau distribusi yang lebih umum, dalam kasus seperti itu konvergensi dalam norma atau [[Konvergensi lemah (ruang Hilbert)|konvergensi lemah]] biasanya berupa inte.
Dalam aplikasi [[rekayasa]], deret Fourier umumnya dianggap berkumpul hampir di semua tempat (pengecualian berada pada diskontinuitas diskrit) karena fungsi yang ditemui dalam teknik berperilaku lebih baik daripada fungsi yang dapat diberikan oleh ahli matematika sebagai contoh tandingan untuk pres ini. Secara khusus, jika <math>s</math> kontinu dan turunan dari <math>s(x)</math> (yang mungkin tidak ada di semua tempat) adalah integratif persegi, kemudian deret Fourier <math>s</math> menyatu secara mutlak dan seragam ke nilai <math>s(x)</math>. Jika suatu fungsi adalah [[Fungsi terintegrasi persegi|integral-persegi]] pada interval <math>[x_0,x_0+P]</math>, kemudian deret Fourier [[Teorema Carleson|menyatu dengan fungsi di hampir setiap titik]]. Konvergensi deret Fourier juga bergantung pada jumlah hingga maksimal dan minimal dalam suatu fungsi yang dikenal sebagai salah satu [[Kondisi dirichlet|Kondisi dirichlet untuk deret Fourier]]. Lihat [[Konvergensi seri Fourier]].  Koefisien Fourier dapat didefinisikan untuk fungsi atau distribusi yang lebih umum, dalam kasus seperti itu konvergensi dalam norma atau [[Konvergensi lemah (ruang Hilbert)|konvergensi lemah]] biasanya berupa inte.
 


Animasi interaktif dapat dilihat [http://bl.ocks.org/jinroh/7524988 lihat.]
Animasi interaktif dapat dilihat [http://bl.ocks.org/jinroh/7524988 lihat.]
Baris 71: Baris 65:
=== Contoh ===
=== Contoh ===
==== Contoh 1: Deret Fourier sederhana ====
==== Contoh 1: Deret Fourier sederhana ====
Kami sekarang menggunakan rumus di atas untuk memberikan perluasan deret Fourier dari fungsi yang sangat sederhana. Pertimbangkan gelombang gigi gergaji
Kami sekarang menggunakan rumus di atas untuk memberikan perluasan deret Fourier dari fungsi yang sangat sederhana. Pertimbangkan gelombang gigi gergaji
:<math>s(x) = \frac{x}{\pi}, \quad \mathrm{for } -\pi < x < \pi,</math>
:<math>s(x) = \frac{x}{\pi}, \quad \mathrm{for } -\pi < x < \pi,</math>
Baris 85: Baris 77:
{n} \sin(nx), \quad \mathrm{for} \quad x - \pi \notin 2 \pi \mathbb{Z}.
{n} \sin(nx), \quad \mathrm{for} \quad x - \pi \notin 2 \pi \mathbb{Z}.
\end{align}</math>
\end{align}</math>
 
|}}
Kapan nilai <math>x=\pi</math>, deret Fourier bertemu dengan 0, yang merupakan penjumlahan separuh dari batas kiri dan kanan ''s'' pada nilai <math>x=\pi</math>.  Ini adalah contoh khusus dari [[Konvergensi deret Fourier#Konvergensi pada titik tertentu|Teorema Dirichlet]] untuk deret Fourier.
Kapan nilai <math>x=\pi</math>, deret Fourier bertemu dengan 0, yang merupakan penjumlahan separuh dari batas kiri dan kanan ''s'' pada nilai <math>x=\pi</math>.  Ini adalah contoh khusus dari [[Konvergensi deret Fourier#Konvergensi pada titik tertentu|Teorema Dirichlet]] untuk deret Fourier.


Contoh ini mengarahkan kita ke solusi untuk [[Masalah Basel]].
Contoh ini mengarahkan kita ke solusi untuk [[Masalah Basel]].
Baris 97: Baris 88:


== Konvergen ==
== Konvergen ==
 
=== Teorema<ref>Hendra Gunawan, ''Catatan Kuliah Analisis Fourier dan Wavelet'', 2014</ref> ===
=== Teorema ===
Misalkan <math>f:\mathbb{R}\to\mathbb{R}</math> adalah fungsi yang periodik dengan periode <math>2\pi</math>, kontinu dan mulus bagian demi bagian.
Misalkan <math>f:\mathbb{R}\to\mathbb{R}</math> adalah fungsi yang periodik dengan periode <math>2\pi</math>, kontinu dan mulus bagian demi bagian.
Maka, deret Fourier dari <math>f</math> konvergen mutlak dan secara seragam pada <math>\mathbb{R}</math>.
Maka, deret Fourier dari <math>f</math> konvergen mutlak dan secara seragam pada <math>\mathbb{R}</math>.
Baris 112: Baris 102:
* <math>F[n], G[n]</math> tentukan koefisien deret Fourier (bentuk eksponensial) dari fungsi <math>f</math> dan <math>g</math> seperti yang didefinisikan dalam persamaan .
* <math>F[n], G[n]</math> tentukan koefisien deret Fourier (bentuk eksponensial) dari fungsi <math>f</math> dan <math>g</math> seperti yang didefinisikan dalam persamaan .


{| class="wikitable"
|-
! Properti
! Domain waktu
! Domain frekuensi (bentuk eksponensial)
! Catatan
! Referensi
|-
| Linearitas
| <math>a\cdot f(x) + b\cdot g(x)</math>
| <math>a\cdot F[n] + b\cdot G[n]</math>
| bilangan kompleks <math>a,b</math>
|
|-
| Pembalikan waktu / Pembalikan frekuensi
| <math>f(-x)</math>
| <math>F[-n]</math>
|
| <ref>Shmaliy, Y.S. ''Continuous-Time Signals''. Springer. 2007. ISBN 1402062710.</ref>
|-
| Konjugasi waktu
| <math>f(x)^*</math>
| <math>F[-n]^*</math>
|
| <ref>Shmaliy, Y.S. ''Continuous-Time Signals''. Springer. 2007. ISBN 1402062710.</ref>
|-
| Pembalikan waktu & konjugasi
| <math>f(-x)^*</math>
| <math>F[n]^*</math>
|
|
|-
| Bagian nyata dalam waktu
| <math>\operatorname{Re}{(f(x))}</math>
| <math>\frac{1}{2}(F[n] + F[-n]^*)</math>
|
|
|-
| Bagian waktu imajiner
| <math>\operatorname{Im}{(f(x))}</math>
| <math>\frac{1}{2i}(F[n] - F[-n]^*)</math>
|
|
|-
| Bagian nyata dalam frekuensi
| <math>\frac{1}{2}(f(x)+f(-x)^*)</math>
| <math>\operatorname{Re}{(F[n])}</math>
|
|
|-
| Bagian imajiner dalam frekuensi
| <math>\frac{1}{2i}(f(x)-f(-x)^*)</math>
| <math>\operatorname{Im}{(F[n])}</math>
|
|
|-
| Pergeseran waktu / modulasi frekuensi
| <math>f(x-x_0)</math>
| <math>F[n] \cdot e^{-i\frac{2\pi x_0}{T}n}</math>
| real number <math>x_0</math>
| <ref>Shmaliy, Y.S. ''Continuous-Time Signals''. Springer. 2007. ISBN 1402062710.</ref>
|-
| Pergeseran frekuensi / Modulasi dalam waktu
| <math>f(x) \cdot e^{i\frac{2\pi n_0}{T}x}</math>
| <math>F[n-n_0] \!</math>
| integer <math>n_0</math>
| <ref>Shmaliy, Y.S. ''Continuous-Time Signals''. Springer. 2007. ISBN 1402062710.</ref>
|}


=== Properti simetri ===
=== Properti simetri ===
Ketika bagian nyata dan imajiner dari fungsi kompleks didekomposisi menjadi [[Fungsi genap dan ganjil#Genap–ganjil|bagian genap dan ganjil]], ada empat komponen, di bawah ini dilambangkan dengan [[subskrip]] RE, RO, IE, dan IO.  Dan ada pemetaan satu-ke-satu antara empat komponen fungsi waktu kompleks dan empat komponen transformasi frekuensi kompleksnya:
Ketika bagian nyata dan imajiner dari fungsi kompleks didekomposisi menjadi [[Fungsi genap dan ganjil#Genap–ganjil|bagian genap dan ganjil]], ada empat komponen, di bawah ini dilambangkan dengan [[subskrip]] RE, RO, IE, dan IO.  Dan ada pemetaan satu-ke-satu antara empat komponen fungsi waktu kompleks dan empat komponen transformasi frekuensi kompleksnya:<ref>John G. Proakis. [https://archive.org/details/digitalsignalpro00proa Pemrosesan Sinyal Digital: Prinsip, Algoritma, dan Aplikasi]. Prentice Hall. 1996. ISBN 978-0-13-373762-2.</ref>


:<math>
:<math>
Baris 123: Baris 181:
\end{array}
\end{array}
</math>
</math>


== Lemma Riemann–Lebesgue ==
== Lemma Riemann–Lebesgue ==
Baris 129: Baris 186:


== Properti turunan ==
== Properti turunan ==
== [[Teorema Parseval]] ==
== [[Teorema Parseval]] ==
Jika <math>f</math> Milik <math>L^2([-\pi,\pi])</math>, setelah itu <math>\sum_{n=-\infty}^\infty |\hat{f}(n)|^2 = \frac{1}{2\pi}\int_{-\pi}^{\pi} |f(x)|^2 \, dx</math>.
Jika <math>f</math> Milik <math>L^2([-\pi,\pi])</math>, setelah itu <math>\sum_{n=-\infty}^\infty |\hat{f}(n)|^2 = \frac{1}{2\pi}\int_{-\pi}^{\pi} |f(x)|^2 \, dx</math>.
Baris 138: Baris 193:


== Teorema konvolusi ==
== Teorema konvolusi ==
== Grup kompak ==
== Grup kompak ==
==Fungsi bernilai kompleks==
==Fungsi bernilai kompleks==
Jika nilai <math>s(x)</math> adalah fungsi bernilai kompleks dari variabel nyata <math>x,</math> kedua komponen (bagian nyata dan imajiner) adalah fungsi bernilai nyata yang dapat direpresentasikan oleh deret Fourier. Kedua kumpulan koefisien dan jumlah parsial diberikan oleh:
Jika nilai <math>s(x)</math> adalah fungsi bernilai kompleks dari variabel nyata <math>x,</math> kedua komponen (bagian nyata dan imajiner) adalah fungsi bernilai nyata yang dapat direpresentasikan oleh deret Fourier. Kedua kumpulan koefisien dan jumlah parsial diberikan oleh:
Baris 153: Baris 204:


Mendefinisikan nilai <math>c_n \triangleq c_{_{Rn}}+i\cdot c_{_{In}}</math> menghasilkan:
Mendefinisikan nilai <math>c_n \triangleq c_{_{Rn}}+i\cdot c_{_{In}}</math> menghasilkan:


|cellpadding= 6
|cellpadding= 6
Baris 176: Baris 226:
&= \sum_{n=-\infty}^\infty S[n]\cdot e^{j\,2\pi nx/P} && \scriptstyle \mathsf{common\ engineering\ notation}
&= \sum_{n=-\infty}^\infty S[n]\cdot e^{j\,2\pi nx/P} && \scriptstyle \mathsf{common\ engineering\ notation}
\end{align}</math>
\end{align}</math>


Representasi domain frekuensi lain yang umum digunakan menggunakan koefisien deret Fourier untuk memodulasi [[sisir Dirac]]:
Representasi domain frekuensi lain yang umum digunakan menggunakan koefisien deret Fourier untuk memodulasi [[sisir Dirac]]:
Baris 190: Baris 239:


Fungsi yang dibangun pada nilai <math>S(f)</math> oleh karena itu biasanya disebut sebagai '''Transformasi Fourier''', meskipun integral Fourier dari fungsi periodik tidak konvergen pada frekuensi harmonisa.
Fungsi yang dibangun pada nilai <math>S(f)</math> oleh karena itu biasanya disebut sebagai '''Transformasi Fourier''', meskipun integral Fourier dari fungsi periodik tidak konvergen pada frekuensi harmonisa.
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.fourier-series.com/fourierseries2/fourier_series_tutorial.html Tutorial flash interaktif untuk deret Fourier]
* [http://www.fourier-series.com/fourierseries2/fourier_series_tutorial.html Tutorial flash interaktif untuk deret Fourier]  
* [http://www.jhu.edu/~signals/phasorapplet2/phasorappletindex.htm Phasor Phactory] Allows custom control of the harmonic amplitudes for arbitrary terms
* [http://www.jhu.edu/~signals/phasorapplet2/phasorappletindex.htm Phasor Phactory] Allows custom control of the harmonic amplitudes for arbitrary terms
* [http://www.falstad.com/fourier/ Java applet] Ekspansi deret Fourier untuk fungsi sembarang
* [http://www.falstad.com/fourier/ Java applet] Ekspansi deret Fourier untuk fungsi sembarang
* [http://www.exampleproblems.com/wiki/index.php/Fourier_Series Example problems]  - Contoh perhitungan deret Fourier
* [http://www.exampleproblems.com/wiki/index.php/Fourier_Series Example problems]  - Contoh perhitungan deret Fourier
* [http://www.e-dsp.com/8/ Fourier series explanation] - pendekatan nonmatematis sederhana
* [http://www.e-dsp.com/8/ Fourier series explanation] - pendekatan nonmatematis sederhana
*
*  
* [http://math.fullerton.edu/mathews/c2003/FourierSeriesComplexMod.html Modul deret Fourier oleh John H. Mathews]
* [http://math.fullerton.edu/mathews/c2003/FourierSeriesComplexMod.html Modul deret Fourier oleh John H. Mathews]
* [http://www.shsu.edu/~icc_cmf/bio/fourier.html Joseph Fourier]  - Situs web tentang riwayat Fourier historical section of this article
* [http://www.shsu.edu/~icc_cmf/bio/fourier.html Joseph Fourier]  - Situs web tentang riwayat Fourier historical section of this article
Baris 206: Baris 252:
* In the bottom of this [http://www.boutichesaid.cv.dz/FourierSeries/F_Series.htm interactive lecture] , animasi Java yang menunjukkan bagaimana pengaruh terhadap deret Fourier bila suku orde ke-n+1 ditambahkan ke suku ke-n
* In the bottom of this [http://www.boutichesaid.cv.dz/FourierSeries/F_Series.htm interactive lecture] , animasi Java yang menunjukkan bagaimana pengaruh terhadap deret Fourier bila suku orde ke-n+1 ditambahkan ke suku ke-n


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Deret+Fourier&oldid=27998466 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27998466 (2025-10-16T03:46:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Deret+Fourier&oldid=27998466 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27998466 (2025-10-16T03:46:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 23.05

Fourier series and transform

Deret Fourier ([1]) merupakan bentuk penguraian fungsi periodik berupa penjumlahan nilai gelombang sin dan cos. Frekuensi dari setiap gelombang dalam operasi penjumlahan (atau yang dikenal sebagai harmonisa) merupakan kelipatan interger terhadap frekuensi fundamental dari fungsi periodik. Setiap fase harmonisa dapat ditentukan dengan analisis harmonisa. Deret Fourier memiliki kemungkinan untuk memuat harmonisa dengan jumlah tak terhingga. Hasil penjumlahan bagian harmonisa dari deretan tersebut tidak selalu menghasilkan nilai pendekatan terhadap fungsi tersebut. Sebagai contoh, menggunakan beberapa harmonisa awal dari deret Fourier terhadap gelombang persegi akan menghasilkan nilai pendekatan dari gelombang persegi.

Hampir semua fungsi periodik dapat diuraikan menjadi deret Fourier yang dapat berkonvergensi. Proses konvergensi deret Fourier berarti bahwa makin banyak harmonisa dari deret tersebut dijumlahkan, maka hasil dari operasi penjumlahan akan menghasilkan nilai pendekatan dari fungsi tersebut, dan akan memiliki nilai yang setara dengan fungsi tersebut ketika banyak dari harmonisanya tak terhingga.

Deret Fourier hanya dapat menguraikan fungsi periodikal. Akan tetapi, fungsi non periodik dapat juga diuraikan menggunakan ekstensi dari deret Fourier yang dikenal sebagai transformasi Fourier, operasi tersebut akan menguraikan fungsi non-periodik dengan periode tak terhingga. Kemudian, transformasi tersebut akan menghasilkan uraian domain frekuensi dari fungsi non-periodik dan fungsi periodik, hal tersebut akan memungkinkan bentuk gelombang untuk dikonversi di antara representasi domain waktu dan representasi domain frekuensinya.

Sejak zaman Fourier, banyak operasi nilai pendekatan berbeda untuk mendefinisikan dan memahami konsep deret Fourier telah ditemukan, semua dari operasi tersebut memiliki konsistensi terhadap operasi lainnua, tetapi masing-masing menekankan aspek topik yang berbeda. Beberapa pendekatan yang lebih kuat dan elegan didasarkan pada ide-ide dan alat-alat matematika yang tidak tersedia pada masa Fourier. Fourier pada awalnya mendefinisikan deret Fourier untuk fungsi bernilai rill dari argumen rill, dan menggunakan fungsi sinus dan kosinus sebagai sebuah kumpulan basis untuk operasi dekomposisi. Banyak metode transformasi Fourier telah didefinisikan, memperluas gagasan awal ke banyak pengaplikasian dan melahirkan sebuah cabang matematika baru yang dikenal sebagai analisis Fourier .

Definisi

Bagian pertama

Pertimbangkan fungsi bernilai nyata, s(x), yang integrable dalam interval dengan panjang P, yang akan menjadi periode deret Fourier. Contoh umum interval analisis adalah:

x[0,1], dan P=1.
x[π,π], dan P=2π.

Analisis proses menentukan bobot, diindeks dengan integer n, yang merupakan jumlah siklus nilai nth harmonik dalam interval analisis. Oleh karena itu, panjang suatu siklus, dalam satuan x, ialah P/n. Dan frekuensi harmonik yang sesuai adalah n/P. nth harmonik nilai sin(2πxnP) dan cos(2πxnP), dan amplitudo (bobot) mereka ditemukan dengan integrasi selama interval panjang P:[2]

  • Jika nilai s(x) ialah nilai P dari nilai periodik, maka setiap interval dengan panjang tersebut sudah cukup.
  • Nilai a0 dan b0 dapat direduksi menjadi nilai a0=2PPs(x)dx dan b0=0.
  • Banyaknya teks memilih nilai P=2π untuk menyederhanakan argumen dari fungsi sinusoid.

Bagian kedua

Proses sintesis (Deret Fourier sebenarnya) adalah:

Secara umum, integer pada nilai N secara teoritis tidak terbatas. Meski begitu, deretan tersebut mungkin tidak konvergen atau persis sama s(x) di semua nilai x (seperti diskontinuitas satu titik) dalam interval analisis. Untuk fungsi "berperilaku baik" yang khas dari proses fisik, kesetaraan biasanya diasumsikan.

Menggunakan identitas trigonometri:

Ancos(2πnxPφn)  Ancos(φn)ancos(2πnxP)+Ansin(φn)bnsin(2πnxP),

dan definisi nilai Anan2+bn2 dan φnarctan2(bn,an), pasangan sinus dan kosinus dapat dinyatakan sebagai sinusoid tunggal dengan offset fase, analog dengan konversi antara koordinat ortogonal (Kartesius) dan polar:

Bentuk kebiasaan untuk menggeneralisasi menjadi bernilai kompleks s(x) (bagian selanjutnya) diperoleh dengan menggunakan rumus Euler untuk membagi fungsi kosinus menjadi eksponensial kompleks. Di sini, konjugasi kompleks dilambangkan dengan tanda bintang:

cos(2πnxPφn)12ei(2πnxPφn)+12ei(2πnxPφn)=(12eiφn)ei2π(+n)xP+(12eiφn)ei2π(n)xP.

Oleh karena itu, dengan definisi:

cn{A0/2=a0/2,n=0An2eiφn=12(anibn),n>0c|n|,n<0}=1PPs(x)ei2πnxP dx,

hasil akhirnya adalah:

|cellpadding= 6 |border |border colour = #0073CF |background colour=#F5FFFA}}

Konvergensi

Dalam aplikasi rekayasa, deret Fourier umumnya dianggap berkumpul hampir di semua tempat (pengecualian berada pada diskontinuitas diskrit) karena fungsi yang ditemui dalam teknik berperilaku lebih baik daripada fungsi yang dapat diberikan oleh ahli matematika sebagai contoh tandingan untuk pres ini. Secara khusus, jika s kontinu dan turunan dari s(x) (yang mungkin tidak ada di semua tempat) adalah integratif persegi, kemudian deret Fourier s menyatu secara mutlak dan seragam ke nilai s(x).[3] Jika suatu fungsi adalah integral-persegi pada interval [x0,x0+P], kemudian deret Fourier menyatu dengan fungsi di hampir setiap titik. Konvergensi deret Fourier juga bergantung pada jumlah hingga maksimal dan minimal dalam suatu fungsi yang dikenal sebagai salah satu Kondisi dirichlet untuk deret Fourier. Lihat Konvergensi seri Fourier. Koefisien Fourier dapat didefinisikan untuk fungsi atau distribusi yang lebih umum, dalam kasus seperti itu konvergensi dalam norma atau konvergensi lemah biasanya berupa inte.

Animasi interaktif dapat dilihat lihat.

Contoh

Contoh 1: Deret Fourier sederhana

Kami sekarang menggunakan rumus di atas untuk memberikan perluasan deret Fourier dari fungsi yang sangat sederhana. Pertimbangkan gelombang gigi gergaji

s(x)=xπ,forπ<x<π,
s(x+2πk)=s(x),forπ<x<π and k.

Dalam hal ini, koefisien Fourier diberikan oleh

an=1πππs(x)cos(nx)dx=0,n0.bn=1πππs(x)sin(nx)dx=2πncos(nπ)+2π2n2sin(nπ)=2(1)n+1πn,n1.

Terbukti bahwa seri Fourier konvergen s(x) di setiap titik x dari mana s dapat dibedakan, dan karenanya: {n} \sin(nx), \quad \mathrm{for} \quad x - \pi \notin 2 \pi \mathbb{Z}. \end{align}</math> |}} Kapan nilai x=π, deret Fourier bertemu dengan 0, yang merupakan penjumlahan separuh dari batas kiri dan kanan s pada nilai x=π. Ini adalah contoh khusus dari Teorema Dirichlet untuk deret Fourier.

Contoh ini mengarahkan kita ke solusi untuk Masalah Basel.

Contoh 2: Motivasi Fourier

Perluasan deret Fourier dari fungsi kita pada Contoh 1 terlihat lebih rumit daripada rumus sederhana pada nilai s(x)=x/π, jadi tidak segera jelas mengapa seseorang membutuhkan seri Fourier. Meskipun ada banyak penerapan, motivasi Fourier adalah dalam memecahkan persamaan panas. Misalnya, perhatikan pelat logam berbentuk persegi yang sisinya berukuran π meter, dengan koordinat (x,y)[0,π]×[0,π]. Jika tidak ada sumber panas di dalam pelat, dan jika tiga dari empat sisi ditahan pada 0 derajat Celcius, sedangkan sisi keempat, diberikan oleh nilai y=π, dipertahankan pada gradien suhu T(x,π)=x derajat Celsius, untuk x pada nilai (0,π), maka seseorang dapat menunjukkan bahwa distribusi panas stasioner (atau distribusi panas setelah periode waktu yang lama telah berlalu) diberikan oleh

T(x,y)=2n=1(1)n+1nsin(nx)sinh(ny)sinh(nπ).

Di sini, sinh adalah sebuah fungsi hiperbolik. Solusi persamaan panas tersebut diperoleh dengan cara mengalikan   menurut nilai sinh(ny)/sinh(nπ).

Konvergen

Teorema[4]

Misalkan f: adalah fungsi yang periodik dengan periode 2π, kontinu dan mulus bagian demi bagian. Maka, deret Fourier dari f konvergen mutlak dan secara seragam pada .

Aplikasi lain

Aplikasi lain dari deret Fourier yaitu untuk menyelesaikan Masalah Basel dengan menggunakan Teorema Parseval. Contoh tersebut menggeneralisasi dan seseorang dapat menghitung ζ(2n), untuk bilangan bulat positif apa pun nilai n.

Properti

Tabel properti dasar

Tabel ini menunjukkan beberapa operasi matematika dalam domain waktu dan efek yang sesuai dalam koefisien deret Fourier. Notasi:

  • z adalah konjugasi kompleks dari fungsi z.
  • f(x),g(x) menunjuk P -fungsi periodik yang ditentukan dari fungsi 0<xP.
  • F[n],G[n] tentukan koefisien deret Fourier (bentuk eksponensial) dari fungsi f dan g seperti yang didefinisikan dalam persamaan .
Properti Domain waktu Domain frekuensi (bentuk eksponensial) Catatan Referensi
Linearitas af(x)+bg(x) aF[n]+bG[n] bilangan kompleks a,b
Pembalikan waktu / Pembalikan frekuensi f(x) F[n] [5]
Konjugasi waktu f(x) F[n] [6]
Pembalikan waktu & konjugasi f(x) F[n]
Bagian nyata dalam waktu Re(f(x)) 12(F[n]+F[n])
Bagian waktu imajiner Im(f(x)) 12i(F[n]F[n])
Bagian nyata dalam frekuensi 12(f(x)+f(x)) Re(F[n])
Bagian imajiner dalam frekuensi 12i(f(x)f(x)) Im(F[n])
Pergeseran waktu / modulasi frekuensi f(xx0) F[n]ei2πx0Tn real number x0 [7]
Pergeseran frekuensi / Modulasi dalam waktu f(x)ei2πn0Tx F[nn0] integer n0 [8]

Properti simetri

Ketika bagian nyata dan imajiner dari fungsi kompleks didekomposisi menjadi bagian genap dan ganjil, ada empat komponen, di bawah ini dilambangkan dengan subskrip RE, RO, IE, dan IO. Dan ada pemetaan satu-ke-satu antara empat komponen fungsi waktu kompleks dan empat komponen transformasi frekuensi kompleksnya:[9]

Domain waktuf=fRE+fRO+ifIE+i fIO      Domain frekuensiF=FRE+i FIO+i FIE+FRO

Lemma Riemann–Lebesgue

Kalau f adalah integrable dari nilai lim|n|f̂(n)=0, limn+an=0 and limn+bn=0. Hasil ini dikenal sebagai Riemann–Lebesgue lemma.

Properti turunan

Jika f Milik L2([π,π]), setelah itu n=|f̂(n)|2=12πππ|f(x)|2dx.

Jika nilai c0,c±1,c±2, adalah koefisien dan n=|cn|2< lalu ada fungsi unik fL2([π,π]) seperti yang f̂(n)=cn untuk setiap nilai n.

Teorema konvolusi

Grup kompak

Fungsi bernilai kompleks

Jika nilai s(x) adalah fungsi bernilai kompleks dari variabel nyata x, kedua komponen (bagian nyata dan imajiner) adalah fungsi bernilai nyata yang dapat direpresentasikan oleh deret Fourier. Kedua kumpulan koefisien dan jumlah parsial diberikan oleh:

cRn=1PPRe{s(x)}ei2πnxP dx     and     cIn=1PPIm{s(x)}ei2πnxP dx
sN(x)=n=NNcRnei2πnxP+in=NNcInei2πnxP=n=NN(cRn+icIn)ei2πnxP.

Mendefinisikan nilai cncRn+icIn menghasilkan:

|cellpadding= 6 |border |border colour = #0073CF |background colour=#F5FFFA}}

Hal tersebut identik dengan selain nilai cn dan cn bukan lagi konjugasi kompleks. Rumus untuk nilai cn juga tidak berubah:

cn=1PPRe{s(x)}ei2πnxP dx+i1PPIm{s(x)}ei2πnxP dx=1PP(Re{s(x)}+iIm{s(x)})ei2πnxP dx = 1PPs(x)ei2πnxP dx.

Notasi umum lainnya

Notasi pada nilai cn tidak memadai untuk membahas koefisien Fourier dari beberapa fungsi yang berbeda. Oleh karena itu, biasanya diganti dengan bentuk fungsi yang dimodifikasi (s, dalam kasus ini), seperti ŝ(n) atau S[n], dan notasi fungsional sering menggantikan langganan:

s(x)=n=ŝ(n)ei2πnx/P=n=S[n]ej2πnx/P𝖼𝗈𝗆𝗆𝗈𝗇 𝖾𝗇𝗀𝗂𝗇𝖾𝖾𝗋𝗂𝗇𝗀 𝗇𝗈𝗍𝖺𝗍𝗂𝗈𝗇

Representasi domain frekuensi lain yang umum digunakan menggunakan koefisien deret Fourier untuk memodulasi sisir Dirac:

S(f)  n=S[n]δ(fnP),

dari mana f mewakili domain frekuensi kontinu. Ketika variabel x memiliki satuan detik, f memiliki satuan hertz. "Gigi" sisir diberi jarak pada kelipatan (yaitu harmonik) dari nilai 1/P, yang disebut frekuensi dasar.  s(x)  dapat dipulihkan dari representasi ini dengan transformasi Fourier terbalik:

1{S(f)}=(n=S[n]δ(fnP))ei2πfxdf,=n=S[n]δ(fnP)ei2πfxdf,=n=S[n]ei2πnx/P   s(x).

Fungsi yang dibangun pada nilai S(f) oleh karena itu biasanya disebut sebagai Transformasi Fourier, meskipun integral Fourier dari fungsi periodik tidak konvergen pada frekuensi harmonisa.

Pranala luar

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. Richard C. Dorf. Buku Saku Rumus Teknik Elektro. CRC Press. 1993-07-15. hlm. 171–174. ISBN 0849344735.
  3. Georgi P. Tolstov. Deret Fourier. Courier-Dover. 1976. ISBN 0-486-63317-9.
  4. Hendra Gunawan, Catatan Kuliah Analisis Fourier dan Wavelet, 2014
  5. Shmaliy, Y.S. Continuous-Time Signals. Springer. 2007. ISBN 1402062710.
  6. Shmaliy, Y.S. Continuous-Time Signals. Springer. 2007. ISBN 1402062710.
  7. Shmaliy, Y.S. Continuous-Time Signals. Springer. 2007. ISBN 1402062710.
  8. Shmaliy, Y.S. Continuous-Time Signals. Springer. 2007. ISBN 1402062710.
  9. John G. Proakis. Pemrosesan Sinyal Digital: Prinsip, Algoritma, dan Aplikasi. Prentice Hall. 1996. ISBN 978-0-13-373762-2.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27998466 (2025-10-16T03:46:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.